Anda di halaman 1dari 36

MAKALAH

PERSIAPAN DAN PENGAMBILAN SPESIMEN

MAKALAH PERSIAPAN DAN PENGAMBILAN SPESIMEN Disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Keterampilan Dasar Klinik 1

Disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Keterampilan Dasar Klinik 1

OLEH

KELOMPOK 2

1. ADEK RIZKI UTAMI

(16.14.02.001)

2. DIAH AYU SUGITA

(16.14.02.009)

3. ELYSA FITRI

(16.14.02.010)

4. FEPY SISILIAY

(16.14.02.011)

5. FIQTA KHOIRUN NISA

(16.14.02.012)

6. GRENADIA DWI PUTRI A. P.

(16.14.02.014)

7. NANIK SURYANI

(16.14.02.019)

8. NOOR EKA SETIYANI

(16.14.02.021)

9. REFITA SETYAFANI PUTRI

(16.14.02.026)

10. RISKA AMBARWATI

(16.14.02.027)

11. SOFA AHYA SAYYIDATUL H.

(16.14.02.031)

12. YESI DIAH KRISTIASARI

(16.14.02.035)

13. ZUNISTIA AZIZZAHARRO’IFAH

(16.14.02.037)

AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG

JL. SOEKARNO HATTA NO. 15 BENDO PARE KEDIRI

TELEPON (0354) 393102

TAHUN 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah Yang Maha Esa atas

limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah

yang berjudul “PERSIAPAN DAN PENGAMBILAN SPESIMEN”.

Perkenankanlah kami menyampaikan terima kasih kepada : Ibu Dosen

mata kuliah Kebutuhan Dasar Kebidanan I

menambah

wawasan

kami,demikian

pula

atas tugas yang diberikan sehingga

kepada

teman-teman

yang

turut

memberi sumbang saran dalam penyelesaian makalah sebagaimana yang kami

sajikan.

Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak

terdapat kekurangan dan kesalahan, untuk itu kami yang memohon saran dan

kritik

yang

sifatnya

membangun

demi

kesempurnaan

makalah

ini.

Semoga

makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

 
 

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

DAFTAR SINGKATAN

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1

1.2 Rumusan Masalah

2

1.3 TujuanPenulisan

2

BAB II PEMBAHASAN

1. Pemeriksaan Feses

3

2. Pemeriksaan Darah

7

3. Pengambilan spesimen cairan vagina/ Secret

15

4. Pemeriksaan Sputum

17

5. Pemeriksaan Urine

20

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

25

3.2 Saran

25

DAFTAR PUSTAKA

27

DAFTAR SINGKATAN

APTT

: Action Partial Tromboplastin Time

cm

: centimeter

dkk

: dan kawan-kawan

dll

: dan lain-lain

DM

: Diabetes Millitus

g

: gram

Hb

: Hemoglobin

HCG

: Human chorionic gonadotropin

mg

: miligram

ml

: mililiter

PTT

: Partial Tromboplastin Time

SGPT

: Serum Glutamik Piruvik Transaminase

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Sekarang ini, banyak penyakit yang bertambah dan merajalela dalam

kehidupan masyarakat. Akan tetapi, penyakit infeksi tetap menjadi primadona

penyakit

yang paling sering menyerang manusia. Penyakit infeksi

yang

ditimbul sering diakibatkan mikroorganisme yang bersifat patogen. Dalam

pemeriksaan penyakit infeksi, biasanya dilakukan pemeriksaan fisik

dan

anamnesa guna menemukan etiologi penyakit. Cara lain dalam menegakkan

diagnosa guna menemukan mikroorganisme apa yang menjadi penyebab suatu

penyakit adalah dengan cara pemeriksaan specimen. Oleh karena itu, bagi

orang

yang

berprofesi

dalam

bidang

kesehatan,

misalnya

bidan,

harus

mengetahui

dan

memahami

betul

cara

pengelolaan

spesimen

yang

berhubungan dalam praktik kebidanan.

Hal yang harus diperhatikan dalam hal pengelolaan spesimen adalah : Cara

Pengambilan/Penyimpanan/Pengiriman

spesimen.

Adapun

tujuan

dari

pemahaman cara pengelolaan spesimen tersebut adalah agar spesimen dapat

memberikan

hasil

yang

akurat

dalam

pemeriksaan

secara

makroskopis/mikroskopis dan spesimen tidak rusak dalam rentang waktu

pengiriman ke laboratorium. Salah satu hal paling penting yang mendasari

cara

pengelolaan

spesimen.

spesimen

yaitu

harus

diperhatikan

tujuan

pengambilan

Spesimen

diambil

apakah

untuk

pemeriksaan

mikrobiologi/patologi

klinik/patologi anatomi/parasitologi. Hal ini harus diperhatikan sebab prosedur

pengelolaan spesimen pada setiap bidang pastilah berbeda. Dalam makalah ini

dipaparkan

mulai

dari

cara

pengambilan,

penyimpanan.

Dimana,

pada

makalah ini ditekankan pada cara pengelolaan spesimen feses, darah, cairan

pervagina, dan secret.

1.2Rumusan Masalah

1. Apa saja yang harus dipersiapkan dalam pengambilan spesimen feses,

darah, cairan pervagina, urine dan secret?

2. Bagaimana cara pengambilan spesimen dalam persiapan dan pemeriksaan

spesimen yang berhubungan dengan kebidanan?

1.3Tujuan

a. Tujuan Umum

Tujuan umum penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas

terstruktur mata kuliah Keterampilan Dasar Klinik 1.

b. Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui hal-hal yang harus dipersiapkan dalam pengambilan

specimen feses darah, cairan pervagina, urine dan secret.

2. Untuk mengetahui cara pengambilan spesmen dalam persiapan dan

pemeriksaan spesimen yang berhubungan dengan kebidanan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1Persiapan dan Pengambilan Spesimen Laboratorium

1. Pemeriksaan Feses

a. Pengertian

Pemeriksaan feses merupakan pemeriksaan dengan menyiapkan

feses untuk pemeriksaan laboratorium dengan cara pengambilan yang

tertentu. Pemeriksaan feses terdiri dari dua, yaitu :

Pemeriksaan feses lengkap

: merupakan pemeriksaan feses yang

terdiri dari pemeriksaan warna, bau, konsistensinya, lender, darah,

dan lain-lain.

Pemeriksaan feses kultur

:

merupakan

pemeriksaan

feses

melalui biakan dengan cara toucher (lita prosedur pengambilan

feses melalui tangan).

b. Tujuan

Untuk melakukan diagnose

Untuk menentukan adanya darah samar (tersembunyi) perdarahan

dapat terjadi akibat adanya ulkus, penyakit inflamasi atau tumor.

Untuk menganalisis produk diet dan sekresi digestif. Sebagai

contoh, jumlah lemak yang berlebihan pada feses (steatore) dapat

mengindikasi

absorbsi

lemak

yang

terjadi

pada

usus

halus.

Penurunan

jumlah

empedu

dapat

mengiritasi

obstruksi

aliran

empedu dari hati dan kandung kemih ke dalam usus. Untuk

pemeriksaan jenis ini, perawat perlu mengumpulkan dan mengirim

seluruh feses pada satu kali defekasi bukan sempel yang sedikit.

Untuk mendeteksi adanya telur dan parasit, ketika mengumpulkan

spesimen untuk pemeriksaan parasit sample yang harus di bawa

kelaboratorium masih baru. Biasanya, ada tiga spesimen feses yang

di evaluasi

untuk

memastikan

dan

mengidentifikasi

adanya

organisme sehingga dapet disusun pengobatan yang sesuai.

Untuk mendeteksi adanya bakteri atau virus. Pemeriksaan ini

hanya membutuhkan sedikit feses karena spesimen tersebut akan di

kultur. Untuk pemeriksaan kultur (pembiakan) pengambilan tinja

dengan cara steril. Caranya sama dengan cara thoucer, tetapi alat-

alat yang digunakan dalam keadaan steril. Wadah atau penampung

harus steril dan teknik aseptik digunakan saat mengumpulkan

spesimen. Feses perlu dikirim segera ke laboratorium. Perawat

perlu membuat catatan pada slip permintaan laboratorium bila

klien mendapatkan antibiotik.

Pemeriksaan

tinja

untuk

pasien

dewasa.

Untuk

pemeriksaan

lengkap meliputi warna, bau, konsistensi, lendir, darah, dan telur

cacing. Tinja yang diambil adalah tinja segar.

c. Persiapan alat

Hand scoon bersihTinja yang diambil adalah tinja segar. c. Persiapan alat Vasseline Botol bersih dengan penutup Lidi dengan

Vasselineadalah tinja segar. c. Persiapan alat Hand scoon bersih Botol bersih dengan penutup Lidi dengan kapas

Botol bersih dengan penutupyang diambil adalah tinja segar. c. Persiapan alat Hand scoon bersih Vasseline Lidi dengan kapas lembab

Lidi dengan kapas lembab dalam tempatnyacacing. Tinja yang diambil adalah tinja segar. c. Persiapan alat Hand scoon bersih Vasseline Botol bersih

BengkokPerlak pengalas Tissue Tempat bahan pemeriksaan Sampiran d. Prosedur tindakan  Mendekatkan alat  Memberitahu

Perlak pengalasBengkok Tissue Tempat bahan pemeriksaan Sampiran d. Prosedur tindakan  Mendekatkan alat  Memberitahu pasien 

TissueBengkok Perlak pengalas Tempat bahan pemeriksaan Sampiran d. Prosedur tindakan  Mendekatkan alat  Memberitahu

Tempat bahan pemeriksaanBengkok Perlak pengalas Tissue Sampiran d. Prosedur tindakan  Mendekatkan alat  Memberitahu pasien  Mencuci

SampiranBengkok Perlak pengalas Tissue Tempat bahan pemeriksaan d. Prosedur tindakan  Mendekatkan alat  Memberitahu pasien

d. Prosedur tindakan

Mendekatkan alat

Memberitahu pasien

Mencuci tangan

Memasang perlak pengalas dan sampiran

Melepas pakaian bawah pasien

Mengatur posisi dorsal recumbent

Memakan hand scoon

Telunjuk diberi vaselin lalu dimasukkan ke dalam anus dengan

arah keatas kemudian diputar kekiri dan kekanan sampai teraba

tinja

Setelah dapat, dikeluarkan perlahan lahan lalu dimasukkan ke

dalam tempatnya.

Anus dibersihkan dengan kapas lembab dan keringkan dengan

tissue

Melepas hand scoon

Merapikan pasien

Mencuci tangan

e. Hal hal yang perlu diperhatikan

Penyimpanan

- Feses tahan < 1 jam pada suhu ruang

- Bila 1 jam/lebih gunakan media transpot yaitu Stuart’s medium,

ataupun Pepton water

- Penyimpanan < 24 jam pada suhu ruang, sedangkan > 24 jam

pada suhu 4°C

Pengiriman

- Pengiriman < 1 jam pada suhu ruang

- Bila tidak memungkinkan, gunakan media transport atau kultur

pada media Tetra Thionate Broth

f. Cara pengambilan spesimen :

Spesimen berupa feses segar, jika tidak memungkinkan, lakukan

usap rektal.

Cara pengambilan feses segar:

- Pasien diminta untuk berkemih terlebih dahulu.

- Feses segar tidak boleh bercampur dengan air kloset maupun urin.

- Feses ditampung pada pot steril bermulut lebar dan berpenutup.

- Feses dikeluarkan dan ditampung di atas kertas plastik.

- Dengan lidi, ambil banyak feses yang dibutuhkan

- Feses padat : 2-5 g

- Feses cair : 10-15 ml

Cara pengambilan secara usap rektal:

- Diambil dengan kapas lidi sintesis steril, putar 360° pada

mukosa rektal dengan kedalaman 1-2 cm.

- Kemudian, masukkan ke dalam tabung steril, tutup rapat.

2. Pemeriksaan Darah

a. Pengertian :

Pemeriksaan darah merupakan pemeriksaan yang menggunakan

bahan atau specimen darah. Tempat pengambilan darah untuk berbagai

macam pemeriksaan laboratorium, yaitu :

Perifer (pembuluh darah tepi)

Vena

Arteri

Pada orang dewasa diambil pada ujung jari atau daun telinga

bagian

bawah

Pada bayi dan anak kecil dapat diambil pada ibu jari kaki atau

tumit

b. Bentuk pemeriksaan

Estrogen

Pemeriksaan estrogen bertujuan untuk mendeteksi disfungsi

ovarium, menopause dan pasca menopause, stress psikogenik

Nilai estrogen meningkat dapat diindikasikan adanya tumor

ovarium, adanya kehamilan, dan lain-lain.

Caranya :

- Ambil darah kurang lebih 5-10 ml dari vena

- Masukkan pada tabung atau botol

- Berikan label nama dan tanggal

Kadar Normal :

1. Wanita Subur : pertama menstruasi 20-40 pg/ml. Saat sel

telur matang berkisar antara 150-280 pg/ml.

2. Wanita Hamil : Trimester I antara 139-1.389 pg/ml dengan

rata-rata berkisar 726 pg/ml. Trimester II antara 906-9.385

pg/ml dengan rata-rata 5056 pg/ml.

3. Wanita Paska Menopause : kurang dari 10 pg/ml.

4. Pria : 10-50 pg/ml.

Gas darah arteri

Pemeriksaan

gas

darah

arteri

bertujuan

untuk

mendeteksi

gangguan keseimbangan asam-basa yang disebabkan karena

gangguan respiratorik atau gangguan metabolic.

Caranya

:

- Ambil darah kurang 1.5 ml dari arteri, dengan spuit dan

jarum berisikan heparin.

- Berikan label nama dan tanggal.

Kadar Normal :

1. pH : Rentang nilai normal : 7.35-7.45

Asidosis

: <7.35

Alkalosis

: >7.45

2.

PaO2: Rentang nilai normal : 80-100 mmHg

Hipoksemia ringan : 70-80 mmHg

Hipoksemia sedang : 60-70 mmHg

Hipoksemia berat : <60 mmHg

3. SaO2 : Rentang nilai normal : 93%-98%

Bila nilai SaO2 >80% sudah dapat dipastikn bahwa

darah diambil dari arteri, kecuali pada gagal nafas.

4. PaCO2 : Rentang nilai normal : 35-45 mmHg

Asidosis respiratorik : >45 mmHg (pH turun)

Alkalosis respiratorik : <35 mmHg (pH naik)

5. HCO3 : Rentang nilai normal : 22-26 mEq/L

Asidosis metabolik : <22 mEq/L (pH turun)

Alkalosis metabolik >26 mEq/L (pH naik)

6. BE : Rentang nilai normal :-2 s/d +2 mEq/L

Nilai (Negative) : asidosis

Nilai + (Positif) : alkalosis

Gula darah puasa

Pemeriksaan gula darah puasa bertujuan untuk mendeteksi

adanya diabetes, atau reaksi hipoglikemik.

Puasakan pasien 12 jam sebelum pemeriksaan.

Caranya

:

- Ambil darah kurang lebih 15-10 ml dari vena

- Masukkan ke dalam tabung atau botol.

Kadar Normal :

1. Sebelum makan : 70-130 mg/dl

2. Dua jam setelah makan : kurang dari 180 mg/dl

3. Setelah tidak makan (puasa) selama setidaknya delapan jam

: kurang dari 100 mg/dl

4. Menjelang tidur : 100-140 mg/dl

Gula darah postprandial

Pemeriksaan

gula

darah

postprandial

bertujuan

untuk

mendeteksi adanya diabetes, atau reaksi hipoglikemik, yang

dilakukan setelah makan.

Caranya

:

- Ambil darah kurang lebih 15-10 ml dari vena setelah 2 jam

makan pagi atau siang.

- Masukkan ke dalam tabung atau botol.

Kadar Normal :

1. Baik : 180-144 mg/dl

2. Sedang : 145-179 mg/dl

3. ≥ 180 mg/dl

Human chorionic gonadotropin (HCG)

Pemeriksaan

HCG

bertujuan

untuk

mendeteksi

adanya

kehamilan, karena HCG adalah hormone yang diproduksi oleh

plasenta.

Caranya

:

- Ambil darah kurang dari 5-10 ml dari vena

- Masukkan ke dalam tabung atau botol

- Hindari hemolysis

- Berikan label dan tanggal

Kadar Normal : Dari tingkatan usia kehamilan berdasar haid

terakhir

 

-

3 minggu : 5-50 mIU/ml

-

4 minggu 5-426 mIU/ml

-

5 minggu 18-7.340 mIU/ml

-

6 minggu : 1080-56.500 mIU/ml

-

7-8 minggu : 7.650-229.000 mIU/ml

-

9-12 minggu : 25.700 -288.000 mIU/ml

-

13-16 minggu : 13.300-254.000 mIU/ml

-

17-24 minggu : 4.060-165.400 mIU/ml

-

25-40 minggu : 3.640-117.000 mIU/ml

-

Tidak hamil :<5.0 mIU/ml

-

Post-menopause <9.5 mIU/ml

Hematocrit

Pemeriksaan hematocrit bertujuan untuk mengukur konsentrasi

sel-sel darah yang dapat mendeteksi adanya anemia, kehilangan

darag, gagal ginjal kronik, defisiensi vitamin B dan C.

Apabila

terjadi

peningkatan

kadar

hematocrit

dapat

diindikasikan adanya dehidrasi, asidosis, trauma, pembedahan,

dan lain-lain.

Caranya

:

- Ambil darah kurang lebih 7 ml dari vena

- Masukkan ke dalam tabung atau botol

- Berikan label dan tanggal

Kadar Normal :

o

Anak : 33-38%

o

Pria Dewasa 40-48%

o

Wanita Dewasa 37-43%

Hemoglobin

Pemeriksaan

hemoglobin

merupakan

pemeriksaan

kadar

hemoglobin dengan cara membandingkan secara visual warna

darah

dengan

alat

standar

yang

dapat

mendeteksi adanya anemia.

Terjadi

peningkatan

dapat

diindikasikan

bertujuan

untuk

adanya

dehidrasi,

penyakit paru oh-struksi menahun, gagal jantung kongestif dan

lain-lain.

Caranya

:

- Ambil darah kurang lebih 5 ml

- Masukkan ke dalam tabung atau botol

- Hindari hemolysis

- Berikan label dan tanggal

Kadar Normal

Wanita : 12-16 gr/dl

Pria : 14-18 gr/dl

Anak : 10-16 gr/dl

Bayi baru lahir : 12-24 gr/dl

Tombrosit

Pemeriksaan

trombosit

bertujuan

untuk

mendeteksi

adanya

trombositopenia yang berhubungan dengan perdarahan, dan

trombositosis yang menyebabkan peningkatan pebekuan.

Caranya

:

- Ambil darah kurang dari 5 ml dari vena

- Masukkan ke dalam tabung atau botol

- Berikan label dan tanggal

Leukosit

Tujuan:

Untuk menghitung jumlah leukosit dalam darah

Caranya :

- Hisaplah

darah dengan pipet thoma leukosit sampai

tanda garis 0.5 tepat.

- Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada bagian

luar pipet

- Lalu hisaplah larutan turk sampai tanda 11 (hati-hati

jangna sampai terjadi gelembung udara)

- Lalu kedua ujung pipet ditutup dengan menggunakan

jari lalu kocok sampai darah dan larutan turk homogen

tercampur

- Letakan kamar hitung (improved neubaure) dan kaca

penutupnya

- Lalu ambil pipet thoma tatdi dan kocok kembali,lalu

buang kira-kira 4-4 tetes

- Tetesan selanjutnya dimasukkan kedalam kamar hitung

dan diamkank sebentar

- Kemudian

leukosit

dihitung

dalam

4

bidang

besar

dengan perbesaran lensa objektif 10x dan 40x untuk

memperjelas

Nilai Normal : 4000-11.000/ul darah

Jenis Leukosit

1.

Basofil:

berperan

dalam

pemeriksaan

alergi

dan

inflamasi

Nilai normal : 0-1%

 

2.

Eosinofil : berperan dalam pemeriksaan alergi, reaksi

obat dan infeksi parasit.

Nilai normal : 2-4%

Masa tromboplastin parsial (partial tromboplastin time)

Masa tromboplastin parsial teraktivasi (APPT = action partial

tromboplastin time).

Pemerikasaan

PTT/APTT

bertujuan

untuk

mendeteksi

defisiensi factor pembekuan kecuali faktor VII, VIII, meneteksi

variasi trombosit, memonitor terapi heparin.

Caranya

:

- Ambil darah kurang lebih 7-10 ml dari vena

- Lakukan pengambilan 1 jam sebelum pemberian dosis

heparin

- Masukkan ke dalam tabung atau botol

- Berikan label dan tanggal

Nilai normal : 20-35 detik

Pemeriksaan SGPT (Serum Glutamik Piruvik Transaminase) atau

alanine amoniotransferase

Pemeriksaan

SGPT

bertujuan

kerusakan hepatoseluler.

Nilai normal :

1. Pria : 42 U/L

2. Wanita : 32 U/L

Albumin

untuk

mendeteksi

adanya

Pemeriksaan albumin bertujuan untuk mendeteksi kemampuan

albumin yang disentisa oleh hepar.

Pemeriksaan

ini

digunakan

untuk

menentukan

adanya

gangguan hepar seperti sirosis, luka bakar, gangguan ginjal

atau kehilangan protein dalam jumlah yang banyak

Nilai normal :

1. Dewasa : 3.8-5.1 gr/dl

2. Anak-anak : 4.0-5.8 gr/dl

3. Bayi : 4.4-5-4 gr/dl

4. Bayi Baru Lahir 2.9-5.4 g4/dl

Bilirubin (total, direk, dan indirek)

Pemeriksaan

bilirubin

bertujuan

untuk

mendeteksi

adanya

kadar bilirubin yang dapat mendeteksi adanya ikterik obstruktif

oleh

karena

batu

atau

bilirubin direk.

Pada

bilirubin

malaria, dll.

indirek

Nilai Normal :

neoplasma,

hepatitis,

sirosis

pada

dapat

mendeteksi

adanya

anemia,

1. Anak-anak dan dewasa : 0-0.4 mg/dl. Nilai bilirubin total :

0.3-1.0 mg/dl

2. Bayi Baru Lahir : <5 mg/dl

Pemeriksaan lain yang menggunakan specimen darah antara lain

pemeriksaan kadar elektrolit darah, masa protombin, progesterone,

prolactin, serum kreatinin, kortisol, kolesterol, T3, T4, dll.

c. Persiapan alat

Lanset darah atau jarum khusus

Kapas alcohol

Kapas kering

Alat

pengukur

Hb/kaca

macam pemeriksaan

Bengkok

Hand scoon

Perlak dan pengalas

d. Prosedur kerja

Mendekatkan alat

objek/botol

pemeriksaan,

tergantung

Memberitahu klien dan menyampaikan tujuan serta langkah

Memasang perlak dan pengalas

Memakai hand scoon

Mempersiapkan

pemeriksaan

bagian

yang

akan

ditusuk,

tergantung

jenis

Kulit dihapushamakan dengan kapas alcohol

Bekas tusukan ditekan dengan kapas alcohol

Merapikan alat

Melepaskan hand scoon

e. Cara pengambilan darah :

Ada 3 sampel darah yang dapat diambil:

- Darah Vena

Biasanya diambil dari lipatan siku tangan. Pada orang

dewasa biasanya diambil dari vena median cubiti. Pada

bayi, dapat digunakanvena jugularis superficialis atau sinus

sagittalis superior. Digunakan dalam pengambilan sampel

darah dengan volume yang cukup banyak, misalnya, 10 ml.

Gunakan syringe dengan jarum 20-21 G = dewasa dan 23G

(butterfly needle) = anak-anak.

Cara pengambilan darah vena:

Ikatkanneedle) = anak-anak.  Cara pengambilan darah vena: torniquet tangan dikepal. pada lipatan siku atas, kemudian

torniquet

tangan dikepal.

pada

lipatan

siku

atas,

kemudian

Tentukan vena yang akan diambil darahnya.torniquet tangan dikepal. pada lipatan siku atas, kemudian Aseptikkan tempat pengambilan dengan alkohol 70%. Darah vena

Aseptikkan tempat pengambilan dengan alkohol 70%.atas, kemudian Tentukan vena yang akan diambil darahnya. Darah vena jari/telunjuk. dipijat/dilonggarkan dengan

Darahdarahnya. Aseptikkan tempat pengambilan dengan alkohol 70%. vena jari/telunjuk. dipijat/dilonggarkan dengan tekanan ibu

vena

jari/telunjuk.

dipijat/dilonggarkan

dengan

tekanan

ibu

Tusukkan jarum < 1,25 inch dengan posisi 45° denganvena jari/telunjuk. dipijat/dilonggarkan dengan tekanan ibu lengan tangan. Setelah tertusuk, jarum diturunkan ke posisi

lengan tangan.

Setelah tertusuk, jarum diturunkan ke posisi 30°< 1,25 inch dengan posisi 45° dengan lengan tangan. Bila menggunakan syringe, sedot darah perlahan sampai

Bila menggunakan syringe, sedot darah perlahan sampaitangan. Setelah tertusuk, jarum diturunkan ke posisi 30° pada volume darah yang dibutuhkan. Bila menggunakan jarum

pada volume darah yang dibutuhkan.

Bila menggunakan jarum tanpa spuit, biarkandarah perlahan sampai pada volume darah yang dibutuhkan. darah langsung mengalir ke media.(media transport/SPS 0,05%

darah

langsung mengalir ke media.(media transport/SPS 0,05%

mikrobiologi,

antikoagulan

patologi

klinik,

sediaan

hapus darah parasitologi).

Pengeluaran darah 1 cc/menit.patologi klinik, sediaan hapus darah parasitologi). Lepaskan torniquet, kemudian tumpat daerah

Lepaskantorniquet, kemudian

torniquet,

kemudian

tumpat

daerah

pengambilan darah dengan kapas beralkohol 70%.

Tarik jarum perlahan-lahan, kemudian lengan ditekuk/dilipat supaya darah berhenti mengalir. - Darah arteri  Biasanya

Tarik

jarum

perlahan-lahan,

kemudian

lengan

ditekuk/dilipat supaya darah berhenti mengalir.

- Darah arteri

Biasanya dari lipatan paha/pergelangan tangan. Arteri yang

biasanya

diambil:

Digunakan

sebagai

arteri

femoralis

sampel

darah

AGDA

dan

elektrolit.

Karena

dan

arteri

radialis.

untuk

pemeriksaan

digunakan

dalam

pemeriksaan AGDA, prosedurnya adalah sebagai berikut :

Tentukan daerah yang akan diambil darahnyadalam pemeriksaan AGDA, prosedurnya adalah sebagai berikut : Lakukan tindakan aseptik dengan povidone iodium 10%, biarkan

Lakukan tindakan aseptik dengan povidone iodium 10%,sebagai berikut : Tentukan daerah yang akan diambil darahnya biarkan sampai mengering, lalu ulangi dengan alkohol

biarkan sampai mengering, lalu ulangi dengan alkohol

70%.

syringeSiapkan

Siapkan

dengan

spuit

yang

telah

dilumuri

antikoagulan heparin.

Tusukkan jarum tegak lurus, darah akan mengalir kespuit yang telah dilumuri antikoagulan heparin. syringe. Kemudian, jarum dibengkokkan dan ditusuk dalam

syringe.

Kemudian, jarum dibengkokkan dan ditusuk dalam lilin.Tusukkan jarum tegak lurus, darah akan mengalir ke syringe. - Darah Kapiler  Biasanya dari ujung

- Darah Kapiler

Biasanya dari ujung jari tangan/kaki/anak daun telinga.

Digunakan dalam pengambilan sampel darah dengan volume

yang sedikit, biasanya untuk screening test.

Cara pengambilan darah kapiler:

Lakukan tindakan aseptik dengan povidone iodium 10%,biarkan sampai mengering, lalu ulangi dengan alkohol 70%. Sterilkan lanset dalam alkohol 95%

biarkan

sampai

mengering,

lalu

ulangi

dengan

alkohol

70%.

Sterilkan lanset dalam alkohol 95%mengering, lalu ulangi dengan alkohol 70%. Tusuklah dengan cepat memakai lanset steril. Pada jari

Tusuklah dengan cepat memakai lanset steril. Pada jarialkohol 70%. Sterilkan lanset dalam alkohol 95% tusukkan arah tegak lurus pada garis-garis sidik kulit jari

tusukkan arah tegak lurus pada garis-garis sidik kulit jari

dan

tidak

boleh

sejajar

bila

yang

akan

diambil

spesimennya. Pada anak daun telinga tusukkan pinggirnya

dan jangan sampai sisinya mengeluarkan darah.

Setelahpinggirnya dan jangan sampai sisinya mengeluarkan darah. penusukkan selesai, tempat tusukkan ditutup dengan kapas

penusukkan

selesai,

tempat

tusukkan

ditutup

dengan kapas beralkohol dan biarkan sampai darah tidak

keluar.

f. Volume darah yang diambil:

10-20 ml dewasa

1-5 ml anak-anak

1-3 ml bayi

3. Pengambilan spesimen cairan vagina/ Secret

Pengertian :

Pengeluaran cairan pervagina berupa keputihan. Sedangkan secret

merupakan pendeteksian kuman seperti tuberkulosis pulmonal, pneumonia

bakteri, brgonkhitis kronis, bronkhietaksis. Keputihan adalah cairan yang

keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu

secara normal atau fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis

adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti

saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan

keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis

tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit, jamur,

atau bakteri.

a. Persiapan alat

Kapas lidi steril

Objek gelas Bengkok

Sarung tangan Steril Spekulum

Kain kassa, kapas sublimat

Bengkok

Perlak

b. Prosedur

Memberitahu dan memberi penjelasan pada klien tentang tindakan

yang akan dilakukan, dan meminta persetujuan pasien.

Mempersiapkan alat dan bahan, dan mendekatkan alat ke dekat

pasien

Memasang sampiran

Membuka dan menganjurkan klien untuk menanggalkan pakaian

bagian bawah (jaga privacy pasien)

Memasang pengalas dibawah bokong pasien

Mengatur posisi pasien dengan kaki ditekuk (dorsal recumbent)

Mencuci tangan

Memakai sarung tangan

Membuka labia mayora dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan

yang tidak dominan

Mengambil sekret vagina dengan kapas lidi dengan tangan yang

dominan sesuai kebutuhan

Menghapus sekret vagina pada objek gelas yang disediakan

Membuang kapas lidi pada bengkok

Memasukkan objek gelas ke dalam piring petri atau ke dalam

tabung kimia dan ditutup

Memberi label dan mengisi formulir pengiriman spesimen untuk

dikirim ke laboratorium

Membereskan alat

Melepas sarung tangan

Mencuci tangan

Melakukan dokumentasi tindakan

4. Pemeriksaan Sputum

a. Pengertian

Sputum atau dahak adalah bahan yang keluar dari bronchi atau

trachea. Bukan ludah atau lendir yang keluar dari mulut, hidung atau

tenggorokan

b. Tujuan

Untuk mengetahui basil tahan asam dan mikroorganisme yang ada

dalam tubuh pasien sehingga diagnosa dapat ditegakkan.

c. Indikasi

Pasien

yang

mengalami

infeksi/peradangan

saluran

pernafasan

(apabila diperlukan).

 

d. Persiapan alat

 

- Sputum pot (tempat ludah) yang bertutup

 

- Botol bersih dengan penutup

 

- Hand scoon

 

- Formulir dan etiket

 

- Perlak pengalas

- Bengkok

 

- Tissue

e. Prosedur tindakan

 

- Menyiapkan alat

 

- Memberitahu pasien

- Mencuci tangan

- Mengatur posisi duduk

- Memasang

perlak

pengalas

dibawah

dagu

dan

menyiapkan

bengkok. Memakai hand scoon

- Meminta pasien membatukkan dahaknya ke dalam tempat yang

sudah disiapkan (sputum pot)

- Mengambil 5cc bahan, lalu masukkan ke dalam botol

- Membersihkan mulut pasien

- Merapikan pasien dan alat

- Melepas hand scoon

- Mencuci tangan

f. Cara pengambilan sputum secara umum :

Pengambilan sputum sebaiknya dilakukan pada pagi hari, dimanaf. Cara pengambilan sputum secara umum : kemungkinan untuk mendapat sputum bagian dalam lebih besar. atau

kemungkinan untuk mendapat sputum bagian dalam lebih besar.

atau juga bisa diambilàsputum sewaktu. Pengambilan sputum juga

harus dilakukan sebelum pasien menyikat gigi.

Agar sputum mudah dikeluarkan, dianjurkan pasien mengonsumsisputum juga harus dilakukan sebelum pasien menyikat gigi. air yang banyak pada malam sebelum pengambilan sputum.

air yang banyak pada malam sebelum pengambilan sputum.

Jelaskan pada pasien apa yang dimaksud dengan sputum agar yangair yang banyak pada malam sebelum pengambilan sputum. dibatukkan benar-benar merupakan sputum, bukan air

dibatukkan benar-benar merupakan sputum, bukan air liur/saliva

ataupun campuran antara sputum dan saliva. Selanjutnya, jelaskan

g. Cara mengeluarkan sputum.

Sebelum mengeluarkan sputum, pasien disuruh untuk berkumur-

kumur dengan air dan pasien harus melepas gigi palsu (bila ada).

Sputum

diambil

dari

membatukkan sputum:

batukkan

pertama

(first

cough).

Cara

Tarik nafas dalam dan kuat dengan pernafasan dada batukkan kuat

Wadah

penampung

berupa

pot

berpenutup (Screw Cap Medium).

steril

bermulut

besar

dan

Periksa sputum yang dibatukkan, bila ternyata yang dibatukkan

adalah air liur/saliva, maka pasien harus mengulangi membatukkan

sputum.

Sebaiknya, pilih sputum yang mengandung unsur-unsur khusus,

seperti, butir keju, darah dan unsur-unsur lain.

Bila sputum susah keluaràlakukan perawatan mulut

Perawatan

mulut

dilakukan

dengan

obat

glyseril

guayakolat

(expectorant) 200 mg atau dengan mengonsumsi air the manis saat

malam sebelum pengambilan sputum.

Bila sputum juga tidak bisa didahakkan, sputum dapat diambil

secara :

- Aspirasi transtracheal

- Bronchial lavage

- Lung biopsy

5. Pemeriksaan Urine

a. Pengertian

Pemeriksaan urine merupakan pemeriksaan laboratorium dengan

bahan

urine

yang

digunakan

untuk

membantu

diagnosis

pasien,

diantaranya untuk mengetahui kadar asam urat, bilirubin, Human

choiornic gonadotropinI (HCG).

b. Tujuan

Tujuan pemeriksaan dengan bahan urine tersebut berbeda-beda,

maka dalam pengambilan atau pengumpulan urine juga dibedakan

sesuai dengan tujuannya.

Menafsirkan proses-proses metabolism.

Mengetahui kadar gula darah pada tiap-tiap waktu makan (pada

pasien DM).

c. Bentuk pemeriksaan urine

Asam urat

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi berbagai kelainan

pada

penyakit

ginjal,

eklamsia,

keracunan

timah

hitam,

leukemia, dengan diet tinggi purin, ulscraftif colitis, dan lai-

lain.

Caranya

:

- Tamping urine 24 jam dan masukkan ke dalam botol atau

tabung.

- Berikan label dan tanggal pengambilan.

Bilirubin

Pemeriksaan

ini

bertujuan

untuk

mendeteksi

penyakit

obstrukstif saluran empedu, penyakit hepar, kanker hepar, dan

lain-lain.

Caranya

:

- Gunakan lctotet

- Teteskan urine kurang dari 5 tetes

- Masukkan tablet dan tambahkan 2 tetes air

- Hasil posistif jika warna biru atau ungu

- Bila berwarna merah maka hasil negative

Human Chorionic Gonadotropin (HCG)

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kehamilan,

mengingat

HCG

adalah

hormone

yang

diproduksi

oleh

plasenta.

Caranya

:

- Anjurkan puasa 8-12 jam cairan

- Ambil urine 60 ml kemudian lakukan pengumpulan selama

24 jam

- Berikan label dan tanggal pemeriksaan

Pemeriksaan lain yang menggunakan specimen urine antara lain :

Pemeriksaan urobilinogen untuk menentukan kadar kerusakan

hepar, penyakit hemolitik dan infeksi berat.

Pemeriksaan

urinalis

digunakan

untuk

menentukan

adanya

berat jenis, kadar glukosa, keton, dan lain-lain.

Pemeriksaan kadar protein dalam urine untuk menentukan

kadar kerusakan glomerulus.

Pemeriksaan

pregnadion

adanya

gangguan

dalam

dalam

urine

menstruasi

ovulasi, serta pemeriksaan lain.

d. Jenis pemeriksaan urine

untuk

menentukan

dan

menilai

adanya

Urine sewaktu

:

urine

yang

dikeluarkan

bilamana diperlukan pemeriksaan.

sewaktu-waktu

Urine pagi

pasien bangun tidur.

: urine yang pertama dikeluarkan sewaktu

Urine pasca/post prandial

: urine yang pertama kali dikeluarkan

setelah pasien makan (1.5-3 jam sesudah makan).

Urine 24 jam

jam.

e. Cara pengambilan urine

: urine yang dikumpulkan dalam waktu 24

Pengambilan urine biasa

Pengambilan urine biasa merupakan pengambilan urinedenga

mengeluarkan urine secara biasa, yaiu buang air kecil.

Pengambilan

urine

biasa

ini

biasanya

digunakan

untuk

pemeriksaan kadar gula dalam urine, pemeriksaan kehamilan,

dan lain-lain.

Pengambilan urine steril

Pengambilan urine steril merepakan pengambilan urine dengan

menggunakan alat steril.

Dilakukan dengan kateterisasi atau fungsi suprapubic yang

bertujuan mengetahui adanya infeksi pada uretra, ginjal, atau

saluran kemih lainnya.

Pengambilan urine selama 24 jam

Pengambilan urine selama 24 jam merupakan pengambilan

urine yang dikumpulkan dalam waktu 24 jam.

Bertujuan untuk mengetahui jumlah urine selama 24 jam dan

mengukur berat jenis, asupan dan output, serta mengetahui

fungsi ginjal.

f. Pengambilan urine

Persiapan alat

- Waslap dan sabun mandi

- Pispot 2 buah

- Botol urine yang sudah diberi label atau etiket

- Surat pemeriksaan laboratorium

- Sarung tangan bersih

- Bengkok

- Sampiran

Prosedur tindakan

- Beritahukan

dilakukan

dan

jelaskan

pada

ibu

tindakan

yang

akan

- Siapkan alat dan bahan, bawa ke dekat pasien

- Pasang sampiran/penutup tirai

- Atur posisi pasien senyaman mungkin

- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan

handuk bersih

- Pakai sarung tangan

Cara pengambilan

- Pasang mengalas di bawah bokong pasien

- Pasang pispot di bawah bokong pasien

- Bantu

pasien

berkemih

untuk

membersihkan

anus

dulu

sebelum

- Biarkan pasien untuk keluar permulaan, dan tampung urine

yang

keluar

berikutnya

dengan

bengkok

disediakan sesuai kebutuhan

atau

botol

yang

- Bantu pasien untuk membersihkan anus

3.1Kesimpulan

BAB III

PENUTUP

Spesimen adalah bagian dr kelompok atau bagian dr keseluruhan. Banyak

sekali tujuan dari pemeriksaan laboratorium antara lain sebagai berikut :

1. Mendeteksi penyakit

2. Menentukan risiko

3. Skrining/uji saring adanya penyakit subklinis

4. Konfirmasi pasti diagnosis

5. Menemukan kemungkinan diagnostik yang dapat menyamarkan gejala

klinis

6. Membantu pemantauan pengobatan

7. Menyediakan informasi prognostic/perjalanan penyakit

8. Memantau perkembangan penyakit

9. Mengetahui ada tidaknya kelainan/penyakit yang banyak dijumpai dan

potensial membahayakan

10. Memberi

ketenangan

baik

pada

pasien

maupun

klinisi

karena

tidak

didapati penyakit

 

11. Setiap

pemeriksaan

spesimen

dalam

pemeriksaan

laboratorium

harus

dilakukan persiapan, prosedur, dan analisa yang tepat dan akurat.

3.2Saran

Demikianlah

makalah

ini

kami

buat

sebaikbaiknya

namun

sebagai

manusia penulis tidak lepas dari kesalahan. Oleh karena itu, saran dan kritik

yang

membangun

penulis

sangat

diharapkan

untuk

menyempurnakan

makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua, amin.