Anda di halaman 1dari 2

Kelompok 1

Firli Novtiawan 135040101111276

Ridwan Adi K. 155040109111001

Puji Lestari 155040200111035

Natasya Satria 155040200111060

Dhaka Hyanata R. 155040200111075

Wardhatur R. 155040200111128

Yuni Tamara 155040200111137


Lahan terletak di kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang,
Provinsi Jawa Timur. Kecamatan Lowokwaru terletak di posisi barat daya kota
Malang yang merupakan lokasi dataran tinggi, dimana ketinggiannya 460 m dari
permukaan laut. Material dasar wilayah dataran tinggi batuannya terdiri dari alluvial
kelabu bahan induk dari endapan batuan sedimen. Daerah dataran tinggi beriklim
tropis, menurut klasifikasi Koppen digolongkan dalam tipe iklim tropis AW.
Berdasarkan pada curah hujan rata-rata tahunan temperatur, musim hujan biasanya
terjadi pada bulan Oktober sampai Pebruari sedangkan musim kemarau pada bulan
Mei sampai September.Sedangkan curah hujan rata-rata di daerah dataran tinggi
antara 1000 1500 mm/th dengan keadaan angin di dataran tinggi rata-rata arah
angin pada bulan Oktober April bertiup dari arah barat laut dan bersifat basah/
penghujan. Dan untuk bulan April Oktober bertiup dari arah tenggara angin bersifat
kering/kemarau. (Malangkota.go.id, 2017). Tanah aluvial sendiri menurut (Bappeda,
2017) Jenis tanah ini bersifat hidromorf dan berwarna kelabu, coklat dan hitam.
Produktifitas tanah ini dari rendah sampai tinggi dan digunakan untuk pertambakan,
pertanian padi dan palawija serta permukiman.

Bappeda.kendalkab.go.id. 2017. Jenis Tanah.


http://bappeda.kendalkab.go.id/lahan/content.php?query=jenis_tanah. Diakses
pada tanggal 21 Mei 2017
Malangkota.go.id. 2017. Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.
http://keclowokwaru.malangkota.go.id/gambaran-umum/. Diakses pada tanggal
21 Mei 2017.
Kondisi Umum Lahan
Pada praktikum kali ini kondisi lahan padi dapat dilihat dari hasil pengamatan
secara langsung menunjukkan bahwa pertumbuhan padi pada lahan tersebut cukup
maksimal, selain itu kebutuhan air juga terpenuhi dengan menggunakan irigasi
surface.
Menurut Siswoputranto (2008), tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman
padi adalah tanah sawah pada kedalaman 18-22 cm dengan bertekstur liat berdebu
serta memiliki pH antara 4-7 . Untuk kadar N menurut Patti (2013) bahan organik
sangat berhubungan erat dengan N, jika N tinggi maka bahan organik pada tanah
juga akan tinggi dan sebaliknya. Pada pernyataan Setyorini (2007) kadar karbon
organik (C-organik) tanah rendah (< 2%) yang berimplikasi pada menurunnya
kesuburan tanah dan efisiensi pemupukan. Menurut Prasetyo (2004) Kerapatan isi
menunjukkan berat tanah kering persatuan volume tanah (termasuk pori- pori
tanah). Bulk density biasamya dinyatakan dalam satuan g/cc. Bulk density dapat
digunakan untuk menghitung ruang pori total (total porosity) tanah. Untuk %porositas
tanah menurut Hasibuan (2009) Total ruang pori tanah yang ideal untuk
pertumbuhan tanaman adalah 50% dari total volume tanah.

Siswoputranto.2008.komoditi eksport Indonesia. Jakarta. gamedia.


Patti, P. S. 2013. Analisis Status Nitrogen Tanah Dalam Kaitannya Dengan Serapan
N Oleh Tanaman Padi Sawah Di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu,
Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 2 No.1 hal:
51-58.
Prasetyo, B.H. S. Adiningsih, K. Subagtono, dan Simanungkalit. 2004. Mineralogi,
Kimia, Fisika dan Biologi Tanah Sawah. Buku : Tanah Sawah hal 35-100.

Setyorini, D., L. R. Widowati. S. Rochayati. 2007. Uji Tanah sebagai Dasar


Penyusunan Rekomendasi Pemupukan. Sumber Daya Tanah. Seri Monograf
No. 2. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Bogor.

Hasibuan, B. A. 2009. Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.


Medan.