Anda di halaman 1dari 3

Implementasi dalam Kehidupan Sosial

Tari pendet dari Bali merupakan budaya Indonesia yang harus dilestarikan sebagai
implementasi dalam kehidupan sosial.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial, yaitu :[7]

1. Mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi antara masyarakat yang berbeda, dari
segi budaya, status sosial, maupun daerah.[7] Contohnya dengan pemerataan
pendidikan di semua daerah dan program wajib belajar harus diprioritaskan bagi
daerah tertinggal.[7]
2. Pengembangan budaya Indonesia, untuk melestarikan kekayaan Indonesia, serta dapat
dijadikan kegiatan pariwisata yang memberikan sumber pendapatan nasional maupun
daerah.[7] Contohnya dengan pelestarian budaya, pengembangan museum, dan cagar
budaya.[7]
3. Aspek Sosial Budaya

Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing - masing memiliki adat istiadat,
bahasa, agama, dan kepercayaan yang berbeda - beda, sehingga tata kehidupan nasional yang
berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung potensi konflik yang besar.[2]

Di Bidang Sosial Budaya

Budaya atau kebudayaan secara etimologis adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh
kekuatan budi manusia. Kebudayaan diungkapkan sebagai cita, rasa, dan karsa (budi,
perasaan dan kehendak). Sosial budaya adalah faktor dinamik masyarakat yang terbentuk
oleh keseluruhan pola tingkah laku lahir batin yang memungkinkan hubungan sosial diantara
angota-anggotanya. Secara universal kebudayaan masyarakat yang heterogen mempunyai
unsur-unsur yang sama:

1. Sistem religi dan upacara keagamaan sistem masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.

2. Sistem pengetahuan

3. Bahasa

4. Keserasian

5. Sistem mata pencaharian

6. Sistem teknologi dan peralatan


Sesuai dengan sifatnya, kebudayaan merupakan warisan yang bersifat memaksa bagi
masyarakat yang bersangkutan. Artinya setiap generasi yang lahir dari suatu masyarakat
dengan serta merta mewarisi norma-norma budaya dari generasi sebelumnya.

Berdasarkan ciri dan sifat kebudayaan serta kondisi dan konstelasi geografi. Masyarakat
Indonesia sangat heterogen dan unik sehingga mengandung potensi konflik yang sangat
besar, terlebih kesadaran nasional masyarakat relatif rendah sejalan dengan terbatasnya
masyarakat terdidik.

Besarnya potensi antar golongan masyarakat yang setiap saat membuka peluang terjadinya
disintegrasi bangsa semakin mendorong perlunya dilakukan proses sosial yang akomodatif.
Proses sosial tersebut mengharuskan setiap kelompok masyarakat budaya untuk saling
membuka diri, memahami eksistensi budaya masing-masing serta mau menerima dan
memberi.

Proses sosial dalam upaya menjaga persatuan nasional sangat membutuhkan kesamaan
persepsi atau kesatuan cara pandang diantara segenap masyarakat tentang eksistensi budaya
yang sangat beragam namun memiliki semangat untuk membina kehidupan bersama secara
harmonis.

Implementasi dalam kehidupan sosial dimaksudkan sebagai penerapan budaya yang berupa
adat istiadat dan tata cara, serta unsur sosial seperti lembaga kemasyarakatan dan lapisan
masyarakat yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia sehingga dapat memperkokoh
persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk mengimplementasikan Wawasan Nusantara, beberapa
hal berikut harus diperhatikan:

a. Mengembangkan perikehidupan bangsa yang serasi antara masyarakat yang berbeda, baik
budaya maupun status sosial, dan daerah dengan tingkat kemajuan yang sama, merata, dan
seimbang dengan kemajuan bangsa. Hal ini dapat dilakukan dengan pemerataan pendidikan,
sehingga tingkat pengetahuan antardaerah sama, program wajib belajar harus berjalan dan
diprioritaskan bagi daerah yang masih tertinggal. Selain program wajib belajar, program
pertukaran anggota masyarakat dan siswa perlu dilakukan untuk menciptakan keseimbangan
antardaerah.

b. Pembangunan bidang sosial harus berorientasi pada pengembangan budaya Indonesia. Di


Indonesia terdapat banyak sekali budaya karena faktor suku dan daerah yang banyak. Budaya
ini menjadi kekayaan Indonesia dan harus dilestarikan. Program pelestarian budaya,
pembangunan museum, dan cagar budaya harus diperhatikan dan ditingkatkan untuk
mengembangkan kebudayaan Indonesia dan dapat dijadikan kegiatan pariwisata sebagia
sumber pendapatan nasional dan daerah