Anda di halaman 1dari 1

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENGGUNAAN

PARAFIN BATH
Rumah Sakit Karya Medika I
Jl. Imam Bonjol No. 9b Cikarang Barat No. Dokumen: Revisi: Halaman:
03/Kd.u/ 0003 0 1/2
Ditetapkan:
Standar prosedur Tanggal terbit: Direktur
Operasional
1 Oktober 2012
Dr. Yonita SS Nainggolan, MARS
Pengertian Parafin Bath ialah suatu modalitas pemanasan dangkal (Superficial heating) dengan
metode rendaman hangat dalam baskom atau bak berisi lilin khusus (Parafin).

Tujuan Sebagai acuan Terapis agar dapat menggunakan Parafin Bath dengan baik dan benar.

Kebijakan 1. Parafin Bath ini dapat diberikan pada kasus Muskuloskeletal dan rasa nyeri.
2. Kontra Indikasi Parafin Bath ini adalah luka terbuka dan gangguan sensasi.
3. Sebelum mulai terapi, hendaknya Terapis mempersiapkan peralatan yang
dibutuhkan.
4. Terapis selalu mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan terapi pada Pasien.

Prosedur 1. Persiapan Alat :


a. Hubungkan alat dengan sumber arus.
b. Panaskan lilin Parafin kurang lebih 5 menit sebelum dipakai dengan diatur
suhu.
c. Siapkan handuk yang dilapisi plastik sebagai pembungkus.
2. Persiapan Pasien :
a. Terangkan pada pasien hal yang akan dilakukan dan dirasakan serta waktunya.
b. Pasien diinstruksikan mencuci tangan sebelum melakukan terapi.
c. Posisikan area yang diterapi dalam posisi layanan bebas dari pakaian.
3. Pelaksanaan :
a. Alat di"on"kan dan atur suhu hangat sesuai toleransi pasien.
b. Terapis merasakan dahulu suhu Parafin apakah sudah cukup hangat untuk
Pasien.
c. Pasien diintruksikan mencelupkan tangan atau kakinya ke dalam bak Parafin.
d. Setelah 4-5 kali celup, lalu bungkus tangan atau kaki Pasien dengan handuk.
e. Tunggu selama 10-15 menit agar efek thermal pada tangan Pasien dapat
dirasakan.
f. Setelah waktu terapi selesai, Pasien diperbolehkan mencuci tangan atau
kakinya.
Unit Terkait Unit Fisioterapi