Anda di halaman 1dari 22

SISTEM KESEHATAN

NASIONAL

OLEH:
KELOMPOK 2
KELAS 3.3

PUTU BELLA DANIES APSARI (P07120015082)


PUTU SRI UTAMI DEVI (P07120015107)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan anugerah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Mata
Kuliah Sistem Pelayanan Kesehatan Primer tentang Sistem Kesehatan Nasional
tepat pada waktunya tanpa ada hambatan yang berarti.
Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga peyusunan
tugas ini dapat terselesaikan tepat waktu.
Besar harapan kami, tugas ini nantinya dapat bermanfaat bagi para
pembaca, meskipunkami sadar bahwa tugas ini masih jauh dari sempurna dan
segala keterbatasan yang ada.Oleh karena itukami sangat menantikan kritik dan
saran dari berbagai pihak demi kesempurnaan tugas ini.Atas perhatian bantuan
dari semua pihak, kamimengucapkan terima kasih.

Denpasar, September 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB I ...................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2

1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2

BAB II ..................................................................................................................... 3

PEMBAHASAN ..................................................................................................... 3

2.1 Pengertian Sistem Kesehatan Nasional .................................................... 3

2.2 Landasan Sistem Kesehatan Nasional ...................................................... 4

2.3 Tujuan Sistem Kesehatan Nasional .......................................................... 5

2.4 Manfaat Sistem Kesehatan Nasional ........................................................ 5

2.5 Kedudukan Sistem Kesehatan Nasional ................................................... 5

2.6 Dasar Hukum Sistem Kesehatan Nasional ............................................... 6

2.7 Objek Kajian Sistem Kesehatan Nasional ................................................ 7

BAB III ................................................................................................................. 13

PENUTUP ............................................................................................................. 13

3.1 Simpulan ................................................................................................. 13

3.2 Saran ....................................................................................................... 13

EVALUASI ........................................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 19

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua
komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya.Dalam kerangka mencapai tujuan tersebut,
pembangunan kesehatan dilaksanakan secara terarah, berkesinambungan dan
realistis sesuai pentahapannya.
Sistem Kesehatan adalah suatu jaringan penyedia pelayanan kesehatan
(supply side) dan orang-orang yang menggunakan pelayanan tersebut (demand
side) di setiap wilayah, serta negara dan organisasi yang melahirkan sumber daya
tersebut, dalam bentuk manusia maupun dalam bentuk material. Dalam definisi
yang lebih luas lagi, sistem kesehatan mencakup sektor-sektor lain seperti
pertanian dan lainnya. (WHO; 1996).
Sistem kesehatan di Indonesia telah mulai dikembangkan sejak tahun 1982
yaitu ketika Departemen Kesehatan RI menyusun dokumen system kesehatan di
Indonesia yang disebut Sistem Kesehatan Nasional (SKN).
Penyusunan dokumen tersebut didasarkan pada tujuan nasional bangsa
Indonesia sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibentuklah program pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan. Pembangunan kesehatan
adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan
tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat,
swasta maupun pemerintah.

1
Seiring dengan berjalannya waktu maka dibutuhkan pelayanan kesehatan
yang bermutu sehingga menuntut perawat saat ini memiliki pengetahuan dan
keterampilan di berbagai bidang. Saat ini perawat memiliki peran yang lebih luas
dengan penekanan pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, juga
memandang klien secara komprehensif untul pencapaian SKN yang optimal.

1.2 Rumusan Masalah


a. Apakah yang dimaksud dengan sistem kesehatan nasional?
b. Apa landasan sistem kesehatan nasional?
c. Apa tujuan dari sistem kesehatan nasional?
d. Apa manfaat sistem kesehatan nasional?
e. Apa kedudukan sistem kesehatan nasional?
f. Apa saja dasar hukum sistem kesehatan nasional?
g. Apa saja objek kajian sistem kesehatan nasional?

1.3 Tujuan
a. Tujuan Umum
Tujuan umum dari makalah ini adalah untuk mengetahui konsep-konsep
dalam Sistem Kesehatan Nasional
b. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui pengertian sistem kesehatan nasional.
2. Untuk mengetahui landasan sistem kesehatan nasional.
3. Untuk mengetahui tujuan sistem kesehatan nasional
4. Untuk mengetahui manfaat sistem kesehatan nasional.
5. Untuk mengetahui kedudukan sistem kesehatan nasional.
6. Untuk mengetahui dasar hukum sistem kesehatan nasional.
7. Untuk mengetahui objek kajian sistem kesehatan nasional.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sistem Kesehatan Nasional


Sistem Kesehatan Nasional adalah Pengelolaan kesehatan yang
diselenggarakan oleh semua komponen bangsa Indonesia secara terpadu dan
saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya (Perpres 72/2012 Pasal 1 angka 2).
Sistem Kesehatan Nasional (SKN) adalah bentuk dan cara
penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang memadukan berbagai upaya
bangsa Indonesia dalam satu derap langkah guna menjamin tercapainya tujuan
pembangunan kesehatan dalam kerangka mewujudkan kesejahteraan rakyat
sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Dasar 1945 ( Depkes RI, 2004)
Pengelolaan kesehatan adalah proses atau cara mencapai tujuan
pembangunan kesehatan melalui pengelolaan upaya kesehatan, penelitian dan
pengembangan kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia
kesehatan, sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan, manajemen, informasi
dan regulasi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat.
Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua
komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi
pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
SKN perlu dilaksanakan dalam konteks pembangunan kesehatan secara
keseluruhan dengan mempertimbangkan determinan sosial, antara lain kondisi
kehidupan sehari-hari, tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, distribusi
kewenangan, keamanan, sumber daya, kesadaran masyarakat, serta kemampuan
tenaga kesehatan dalam mengatasi masalah-masalah tersebut.
SKN disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan
kesehatan dasar (primary health care) yang meliputi cakupan pelayanan kesehatan
yang adil dan merata, pemberian pelayanan kesehatan berkualitas yang berpihak
kepada kepentingan dan harapan rakyat, kebijakan kesehatan masyarakat untuk

3
meningkatkan dan melindungi kesehatan masyarakat, kepemimpinan, serta
profesionalisme dalam pembangunan kesehatan.
Pada hakikatnya. SKN merupakan wujud dan sekaligus metode
penyelenggaraan pembangunan kesehatan, yang memadukan berbagai upaya
Bangsa Indonesia dalam satu derap langkah guna menjamin tercapainya tujuan
pembangunan kesehatan.

2.2 Landasan Sistem Kesehatan Nasional


a. Landasan idiil yaitu Pancasila
b. Landasan konstitusional, yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945:
 Pasal 28A ”Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak
mempertahankan hidup dan kehidupannya.”
 Pasal 28B ayat (2) ”Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup,
tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.”
 Pasal 28C ayat (1) ”Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui
pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan
memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan
budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan
umat manusia.”
 Pasal 28H ayat (1) ”Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan
batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang
baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.”
 Pasal 28H ayat (3) ”Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang
memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia
yang bermartabat.”
 Pasal 34 ayat (2) ”Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi
seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak
mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.”
 Pasal 34 ayat (3) ”Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas
pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.”

4
c. Landasan Operasional meliputi Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan dan ketentuan peraturan perundangundangan lainnya yang
berkaitan dengan penyelenggaraan SKN dan pembangunan kesehatan.

2.3 Tujuan Sistem Kesehatan Nasional


Tujuan SKN adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua
komponen bangsa, baik Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat
termasuk badan hukum, badan usaha, dan lembaga swasta secara sinergis, berhasil
guna dan berdaya guna, sehingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya. ( Perpres 72, 2012)

2.4 Manfaat Sistem Kesehatan Nasional


Penyusunan SKN ini dimaksudkan untuk menyesuaikan SKN 2009 dengan
berbagai perubahan dan tantangan eksternal dan internal, agar dapat dipergunakan
sebagai pedoman dalam pengelolaan kesehatan baik oleh Pemerintah, Pemerintah
Daerah, dan/atau masyarakat termasuk badan hukum, badan usaha, dan lembaga
swasta.
Tersusunnya SKN ini mempertegas makna pembangunan kesehatan dalam
rangka pemenuhan hak asasi manusia, memperjelas penyelenggaraan
pembangunan kesehatan sesuai dengan visi dan misi Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Bidang Kesehatan Tahun 2005-2025 (RPJP-K), memantapkan
kemitraan dan kepemimpinan yang transformatif, melaksanakan pemerataan
upaya kesehatan yang terjangkau dan bermutu, meningkatkan investasi kesehatan
untuk keberhasilan pembangunan nasional.
SKN ini merupakan dokumen kebijakan pengelolaan kesehatan sebagai
acuan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan ( Perpres 72, 2012)

2.5 Kedudukan Sistem Kesehatan Nasional


a. Suprasistem SKN
Suprasistem SKN adalah Ketahanan Nasional. SKN bersama dengan
berbagai sistem nasional lainnya, diarahkan untuk mencapai Tujuan Bangsa
Indonesia seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu
melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa

5
dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian, abadi dan keadilan sosial. Dalam kaitan ini, undang-undang yang
berkaitan dengan kesehatan merupakan kebijakan strategis dalam
pembangunan kesehatan.
b. Kedudukan SKN dalam Sistem Nasional Lainnya
Terwujudnya keadaan sehat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang
tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan juga
tanggung jawab dari berbagai sektor lain terkait. Dalam penyelenggaraan
pembangunan kesehatan, SKN perlu menjadi acuan bagi sektor lain. Dalam
penyelenggaraan pembangu-nan nasional, SKN dapat bersinergi secara
dinamis dengan berbagai sistem nasional lainnya seperti: Sistem Pendidikan
Nasional, Sistem Perekonomian Nasional, Sistem Ketahanan Pangan
Nasional, Sistem Hankamnas, dan Sistem-sistem nasional lainnya.
c. Kedudukan SKN terhadap Penyelenggaraan Pembangunan Kesehatan di
Daerah, yaitu sebagai acuan bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan
kesehatan di daerah.
d. Kedudukan SKN terhadap berbagai sistem kemasyarakatan termasuk swasta
Berbagai sistem kemasyarakatan merupakan bagian integral dari
SKN.Dalam kaitan ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat
dalam berbagai upaya kesehatan.Sedangkan potensi swasta merupakan bagian
integral dari SKN.Untuk keberhasilan pembangunan kesehatan perlu digalang
kemitraan yang setara, terbuka, dan saling menguntungkan dengan berbagai
potensi swasta.SKN dapat mewarnai potensi swasta, sehingga sejalan dengan
tujuan pembangunan nasional yang berwawasan kesehatan.Dengan mengacu
terutama pada kedudukan SKN diatas dan pencapaian tujuan nasional.

2.6 Dasar Hukum Sistem Kesehatan Nasional


Sistem Kesehatan Nasional terus menerus mengalami perubahan sesuai
dengan dinamika yang terjadi di masyarakat.Seperti yang telah kami jelaskan pada
latar belakang di atas bahwa SKN ditetapkan pertama kali pada tahun 1982.Lalu
pada tahun 2004 terdapat SKN 2004 sebagai pengganti SKN 1982. SKN 2004 ini
kemudian diganti dengan SKN 2009 hingga akhirnya SKN 2009 ini
dimutakhirkan menjadi SKN 2012. Penyusunan SKN tersebut mengacu pada

6
dasar-dasar hukum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dasar-dasar hukum
tersebut antara lain:
1. SKN 1982
Dasar hukum SKN Tahun 1982 adalah KEPMENKES Nomor
99a/MENKES/SK/III/1982 tentang Berlakunya SKN.
2. SKN 2004
Dasar hukum SKN Tahun 2004 adalah KEPMENKES Nomor
131/MENKES/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional.
3. SKN 2009
Dasar hukum SKN Tahun 2009 adalah KEPMENKES RI Nomor
374/MENKES/SK/V/2009, serta UU 36 tahun 2009 Pasal 167 (4) tentang
Kesehatan.
4. SKN 2012
Dasar hukum SKN Tahun 2012 adalah PERPRES Nomor 72 Tahun 2012
tentang Sistem Kesehatan Nasional.
5. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N) 2005-2025
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan Tahun 2005-
2025 merupakan arah pembangunan kesehatan yang berkesinambungan.
6. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJP-K) 2005-
2025
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan Tahun 2005-
2025 dan SKN merupakan dokumen kebijakan pembangunan kesehatan
sebagai acuan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

2.7 Objek Kajian Sistem Kesehatan Nasional


2.7.1 Subsistem Sistem Kesehatan Nasional
Pendekatan manajemen kesehatan dewasa ini dan kecenderungannya dimasa
depan adalah kombinasi dari pendekatan: 1) Sistem, 2) Kontigensi, dan 3) Sinergi
yang dinamis. Mengacu pada substansi perkembangan penyelenggaraan
pembangunan kesehatan dewasa ini serta pendekatan manajemen kesehatan
tersebut diatas maka subsistem SKN meliputi:
1. Subsistem Upaya Kesehatan

7
Untuk dapat mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya perlu diselenggarakan berbagai upaya kesehatan dengan
menghimpun seluruh potensi bangsa Indonesia.Upaya kesehatan
diselenggarakan dengan pendekatan pencegahan, peningkatan, pengobatan
dan pemulihan.
2. Subsistem Pembiayaan Kesehatan
Pembiayaan kesehatan bersumber dari berbagai sumber yakni
pemerintah, pemerintah daerah, swasta, organisasi masyarakat dan
masyarakat itu sendiri.Oleh karena itu, pembiayaan kesehatan yang adekuat,
terintegrasi, stabil dan berkesinambungan memegang peran yang amat vital
untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan dalam rangka mencapai
berbagai tujuan dari pembangunan kesehatan.Diantaranya adalah
pemerataan pelayanan kesehatan dan akses terhadap pelayanan yang
berkualitas.
Pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat merupakanpublic good
yang menjadi tanggung jawab pemerintah, sedangkan untuk pelayanan
kesehatan perorangan pembiayaannya bersifatprivate, kecuali pembiayaan
untuk orang miskin dan tidak mampu menjadi tanggung jawab pemerintah.
Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangan diselenggarakan melalui
jaminan kesehatan dengan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang pada
waktunya diharapkan akan tercapai universal coverage sesuai dengan
Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial
Nasional (SJSN).
3. Subsistem Sumber Daya Manusia Kesehatan
Sebagai pelaksana upaya kesehatan, diperlukan sumberdaya manusia
kesehatan yang mencukupi dalam jumlah, jenis dan kualitasnya, serta
terdistribusi secara adil dan merata, sesuai tuntutan kebutuhan pembangunan
kesehatan.Oleh karena itu, SKN juga memberikan fokus penting pada
pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan, guna menjamin
ketersediaan dan pendistribusian SDM Kesehatan. Pengembangan dan
pemberdayaan SDM Kesehatan meliputi: 1) perencanaan kebutuhan sumber
daya manusia yang diperlukan, 2) pengadaan yang meliputi pendidikan

8
tenaga kesehatan dan pelatihan SDM Kesehatan, 3) pendayagunaan SDM
Kesehatan , dan 4) pembinaan serta pengawasan SDM Kesehatan.
4. Subsistem Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Makanan Minuman
Subsistem kesehatan ini meliputi berbagai kegiatan untuk menjamin
aspek keamanan, khasiat/ kemanfaatan dan mutu sediaan farmasi, alat
kesehatan dan makanan minuman yang beredar; ketersediaan, pemerataan
dan keterjangkauan obat, terutama obat esensial; perlindungan masyarakat
dari penggunaan yang salah dan penyalahgunaan obat; penggunaan obat
yang rasional; serta upaya kemandirian di bidang kefarmasian melalui
pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
5. Subsistem Manajemen dan Informasi Kesehatan
Subsistem ini meliputi: kebijakan kesehatan, administrasi kesehatan,
hukum kesehatan dan informasi kesehatan. Untuk menggerakkan
pembangunan kesehatan secara berhasilguna dan berdayaguna, diperlukan
manajemen kesehatan.Peranan manajemen kesehatan adalah koordinasi,
integrasi, sinkronisasi serta penyerasian berbagai subsistem SKN.
Dalam kaitan ini peranan informasi kesehatan sangat penting. Dari
segi pengadaan data dan informasi dapat dikelompokkan kegiatannya
sebagai berikut:
a. Pengumpulan, validasi, analisa dan desiminasi data dan informasi
b. Manajemen sistem informasi
c. Dukungan kegiatan dan sumber daya untuk unit-unit yang
memerlukan
d. Pengembangan untuk peningkatan mutu sistem informasi
kesehatan.
6. Subsistem Pemberdayaan Masyarakat
SKN akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan
masyarakat. Masyarakat termasuk swasta bukan semata-mata sebagai
sasaran pembangunan kesehatan, melainkan juga sebagai subjek atau
penyelenggara dan pelaku pembangunan kesehatan.Oleh karenanya
pemberdayaan masyarakat menjadi sangat penting, agar masyarakat
termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku

9
pembangunan kesehatan.Dalam pemberdayaan masyarakat meliputi pula
upaya peningkatan lingkungan sehat dari masyarakat sendiri.Pemberdayaan
masyarakat dan upaya kesehatan pada hakekatnya merupakan fokus dari
pembangunan kesehatan.

2.7.2 Penyelenggaraan Sistem Kesehatan Nasional


Penyelenggaraan SKN dilaksanakan secara bertahap sebagai berikut:
1. Penetapan SKN
Untuk memperoleh kepastian hukum yang mengikat semua pihak, SKN
perlu ditetapkan dengan peraturan perunda ng-undangan yang berlaku.
2. Sosialisasi dan Advokasi SKN
SKN perlu disosialisasikan dan diadvokasikan ke seluruh pelaku
pembangunan kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan kesehatan
untuk memperoleh komitmen dan dukungan dari semua pihak.Sasaran
sosialisasi dan advokasi SKN adalah semua penentu kebijakan, baik di pusat
maupun daerah, baik di sektor publik maupun di sektor swasta.
3. Fasilitasi Pengembangan Kebijakan Kesehatan di Daerah
Dalam pembangunan kesehatan di Daerah perlu dikembangkan kebijakan
kesehatan, seperti: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP-
D), (RPJM-D), Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra
SKPD), yang penyelenggaraannya disesuaikan dengan kondisi, dinamika,
dan masalah spesifik daerah dalam kerangka SKN. Pemerintah Pusat
memfasilitasi pengembangan kebijakan kesehatan di daerah, memfasilitasi
pengukuhannya dalam bentuk peraturan perundang-undangan daerah, serta
memfasilitasi sosialisasi dan advokasi penyelenggaraan pembangunan
kesehatan di daerah sesuai kebutuhan.

2.7.3 Pelaku Penyelenggara Sistem Kesehatan Nasional


Pelaku penyelenggaraan pembangunan kesehatan adalah:
1. Individu, keluarga, dan masyarakat yang meliputi tokoh masyarakat,
lembaga swadaya masyarakat, media massa, organisasi profesi, akademisi,
praktisi, serta masyarakat luas termasuk swasta, yang berperan dalam

10
advokasi, pengawasan sosial, dan penyelenggaraan berbagai pelayanan
kesehatan sesuai dengan bidang keahlian dan kemampuan masing-masing.
2. Pemerintah, baik Pemerintah maupun Pemerintah Daerah berperan sebagai
penanggungjawab, penggerak, pelaksana, dan pembina pembangunan
kesehatan dalam lingkup wilayah kerja dan kewenangan masing-masing.
Untuk Pemerintah, peranan tersebut ditambah dengan menetapkan
kebijakan, standar, prosedur, dan kriteria yang digunakan sebagai acuan
dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.
3. Badan Legislatif, baik di pusat maupun di daerah, yang berperan melakukan
persetujuan anggaran dan pengawasan terhadap penyelenggaraan
pembangunan kesehatan, melalui penyusunan produk-produk hukum dan
mekanisme kemitraan antara eksekutif dan legislatif.
4. Badan Yudikatif, termasuk kepolisian, kejaksaan dan kehakiman berperan
menegakan pelaksanaan hukum dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku di bidang kesehatan.
5. Sektor swasta yang memiliki atau mengembangkan industri kesehatan
seperti industri farmasi, alat-alat kesehatan, jamu, makanan sehat, asuransi
kesehatan, dan industri pada umumnya. Industri pada umumnya berperan
besar dalam memungut iuran dari para pekerja dan menambah iuran yang
menjadi kewajibannya.
6. Lembaga pendidikan, baik pada tingkat sekolah dasar sampai tingkat
perguruan tinggi, baik milik publik maupun swasta. Sebagian besar masalah
kesehatan berhubungan dengan perilaku dan pemahaman. Pendidikan
memegang kunci untuk menyadarkan masyarakat akan berbagai risiko
kesehatan dan peran masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat.

2.7.4 Perkembangan Sistem Kesehatan Nasional


Pertama kali disusun pada tahun 1982 yangdisebut “Sistem Kesehatan
Nasional 1982(disyahkan dengan KEPMENKES No.99a/Men.Kes/SK/III/1982).
SKN adalah suatu tatanan yang mencerminkanupaya bangsa indonesia
meningkatkan kemampuanmencapai derajat kesehatan optimal (SKN 1982).

11
Sesuai dengan tuntutan reformasidisempurnakan pada tahun 2004 disebut
Sistem Kesehatan Nasional 2004)(disyahkan dengan KEPMENKES RI
No.131/Men.Kes/SK/II/2004). SKN adalah suatu tatanan yang
menghimpunberbagai upaya bangsa Indonesia secara terpadudan saling
mendukung guna menjamin tercapainyaderajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umumseperti dimaksud
dalam Pembukaan UUD 1945(SKN, 2004)
Subsistem Upaya (Pelayanan) Kesehatan tahun 2004 diartikan sebagai
tatanan yg menghimpun berbagaiupaya (pelayanan) kesehatan masyarakat(UKM)
dan upaya (pelayanan) kesehatanperorangan (UKP) secara terpadu dansaling
mendukung guna menjamintercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya
(SKN, 2004)
Sistem Kesehatan Nasional (SKN) 2009 sebagai penyempurnaan dari SKN
sebelumnya merupakan bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan
kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah bersama seluruh elemen bangsa dalam
rangka untuk meningkatkan tercapainya pembangunan kesehatan dalam
mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sistim Kesehatan
Nasional (SKN) 2009 yang disempurnakan ini diharapkan mampu menjawab dan
merespon berbagai tantangan pembangunan kesehatan di masa kini maupun di
masa yang akan datang. Adanya SKN yang disempurnakan tersebut menjadi
sangat penting kedudukannya mengingat penyelenggaraan pembangunan
kesehatan pada saat ini semakin kompleks sejalan dengan kompleksitas
perkembangan demokrasi, desentralisasi, dan globalisasi serta tantangan lainnya
yang juga semakin berat, cepat berubah dan, sering tidak menentu.

12
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Sistem Kesehatan Nasional (SKN) adalah bentuk dan cara penyelenggaraan
pembangunan kesehatan yang memadukan berbagai upaya bangsa Indonesia
dalam satu derap langkah guna menjamin tercapainya tujuan pembangunan
kesehatan dalam kerangka mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagaimana
dimaksud dalam Undang-undang Dasar 1945 ( Depkes RI, 2004).
Landasan sistem kesehatan nasional yaitu landasan idiil yaitu pancasila,
landasan konstitusional, yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
tahun 1945 dan landasan operasional meliputi Undang-Undang Nomor 36 Tahun
2009 tentang kesehatan dan ketentuan peraturan perundangundangan lainnya yang
berkaitan dengan penyelenggaraan SKN dan pembangunan kesehatan.
Tujuan SKN adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua
komponen bangsa, baik Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat
termasuk badan hukum, badan usaha, dan lembaga swasta secara sinergis, berhasil
guna dan berdaya guna, sehingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya. ( Perpres 72, 2012)
Tersusunnya SKN ini mempertegas makna pembangunan kesehatan dalam
rangka pemenuhan hak asasi manusia, memperjelas penyelenggaraan
pembangunan kesehatan sesuai dengan visi dan misi Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Bidang Kesehatan Tahun 2005-2025 (RPJP-K), memantapkan
kemitraan dan kepemimpinan yang transformatif, melaksanakan pemerataan
upaya kesehatan yang terjangkau dan bermutu, meningkatkan investasi kesehatan
untuk keberhasilan pembangunan nasional.

3.2 Saran
Agar Sistem Kesehatan Nasional dapat tercapai dengan baik diperlukan
kerjasama dan koordinasi dari semua komponen bangsa mulai dari masyarakat
hingga pemerintah sehingga kelak kesejahteraan rakyat khususnya di bidang
kesehatan dapat tercapai.Dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan
tercapainya tujuan Sistem Kesehatan Nasional, bangsa Indonesia bisa menjadi

13
lebih maju.Derajat kesehatan masyarakat juga meningkat ditandai dengan
meningkatnya angka harapan hidup rakyat Indonesia.

14
EVALUASI

1. Bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang memadukan


berbagai upaya bangsa Indonesia dalam satu derap langkah guna menjamin
tercapainya tujuan pembangunan kesehatan dalam kerangka mewujudkan
kesejahteraan rakyat sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945, adalah
pengertian dari……
a. Sistem kesehatan Nasional
b. Pengelolaan kesehatan Nasional
c. Penyelenggaraan kesehatan Nasional
d. Pembangunan kesehatan Nasional
e. Pengembangan kesehatan Nasional

2. Landasan idiil Sistem Kesehatan Nasional yaitu ………


a. UUD 1945
b. Pancasila
c. Pasal 28B ayat (2)
d. UU Nomor 36 Tahun 2009
e. Pasal 34 ayat (3)

3. Di bawah ini adalah landasan konstitusional Sistem Kesehatan Nasional,


kecuali……..
a. Pasal 28A
b. Pasal 28B ayat (2)
c. UU Nomor 36 Tahun 2009
d. Pasal 28C ayat (1)
e. Pasal 28H ayat (1)

4. Landasan konstitusional Sistem Kesehatan Nasional (SKN) salah satunya


adalah Pasal 28A, yang bunyinya…..
a. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang
serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi
b. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan
pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
c. Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan
memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai
dengan martabat kemanusiaan

15
d. Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup
dan kehidupannya
e. Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan
kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak

5. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah……


a. Terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh pemerintah
b. Terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh kementerian kesehatan
c. Terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh rumah sakit negeri dan
swasta
d. Terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh masyarakat
e. Terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua komponen
bangsa

6. Di bawah ini adalah kedudukan Sistem Kesehatan Nasional, kecuali….


a. Kedudukan SKN terhadap keluarga
b. Suprasistem SKN
c. Kedudukan SKN dalam Sistem Nasional Lainnya
d. Kedudukan SKN terhadap Penyelenggaraan Pembangunan Kesehatan
di Daerah
e. Kedudukan SKN terhadap berbagai sistem kemasyarakatan termasuk
swasta

7. Kapan SKN pertama kali ditetapkan di Indonesia?


a. Tahun 2004
b. Tahun 1982
c. Tahun 2009
d. Tahun 2012
e. Tahun2015

8. Dasar hokum Sistem Kesehatan Nasional tahun 2012 yaitu….


a. PERPRES Nomor 70 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional
b. PERPRES Nomor 71 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional
c. PERPRES Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional
d. PERPRES Nomor 73 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional
e. PERPRES Nomor 74 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional

16
9. Di bawah ini yang manakah termasuk subsistem SKN, kecuali……
a. Subsistem Upaya Kesehatan
b. Subsistem Pembiayaan Kesehatan
c. Subsistem Sumber Daya Manusia Kesehatan
d. Subsistem rumah sakit
e. Subsistem Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Makanan Minuman

10. Pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan meliputi, kecuali…..


a. Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia yang diperlukan,
b. Pengadaan yang meliputi pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan
SDM Kesehatan,
c. Pendayagunaan SDM Kesehatan
d. Pembinaan serta pengawasan SDM Kesehatan
e. Pelatihan SDM kesehatan

11. Subsistem Manajemen dan Informasi Kesehatan meliputi….


a. Kebijakan kesehatan, administrasi kesehatan, hukum kesehatan dan
informasi kesehatan
b. Kebijakan kesehatan, hukum kesehatan dan informasi kesehatan
c. Kebijakan kesehatan dan administrasi kesehatan
d. Kebijakan kesehatan, administrasi kesehatan, dan perencanaan
informasi
e. Kebijakan kesehatan, administrasi kesehatan, dan informasi kesehatan

12. Di bawah ini yang manakah termasuk tahap-tahap penyelenggaraan SKN…..


a. Penetapan SKN, pengumuman SKN, penyelenggaraan SKN
b. Penetapan SKN, sosialisasi dan advokasi SKN, fasilitasi
pengembangan kebijakan kesehatan di daerah
c. Penetapan SKN, Sosialisasi dan advokasi SKN
d. Sosialisaisi SKN, pelaksanaan SKN
e. Penetapan SKN, sosialisasi SKN, pelaksanaan SKN

17
13. Apakah tujuan dari diadakannya Sosialisasi dan Advokasi SKN…..
a. Untuk kelancaran SKN
b. Untuk mengumumkan SKN
c. Untuk memperoleh komitmen dan dukungan dari semua pihak
d. Untuk mengevaluasi SKN
e. Untuk menjamin SKN

14. Sistem Kesehatan Nasional 1982 disyahkan dengan……


a. KEPMENKES No.96a/Men.Kes/SK/III/1982)
b. KEPMENKES No.97a/Men.Kes/SK/III/1982)
c. KEPMENKES No.98a/Men.Kes/SK/III/1982)
d. KEPMENKES No.99a/Men.Kes/SK/III/1982)
e. KEPMENKES No.100a/Men.Kes/SK/III/1982)

15. Sistem Kesehatan Nasional 2004 (disyahkan dengan….


a. KEPMENKES RI No.127/Men.Kes/SK/II/2004)
b. KEPMENKES RI No.128/Men.Kes/SK/II/2004)
c. KEPMENKES RI No.129/Men.Kes/SK/II/2004)
d. KEPMENKES RI No.130/Men.Kes/SK/II/2004)
e. KEPMENKES RI No.131/Men.Kes/SK/II/2004)

KUNCI JAWABAN
1. A 9. D
2. B 10. E
3. C 11. A
4. D 12. B
5. E 13. C
6. A 14. D
7. B 15. E
8. C

18
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI. 2004. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta: Depkes RI.

Depkes.2009. Rancangan Final Sistem Kesehatan Nasional Departemen


Kesehatan RI. Jakarta: Depkes RI

Azwar A. 1996.Pengantar administrasi kesehatan. Edisi Ketiga. Jakarta:Binarupa


Aksara.

Fakultas Ilmu Keperawatan UI. 1997.Pendidikan sarjana keperawatan. Jakarta:


FIK-UI.

Konsorsium Ilmu-Ilmu Kesehatan DEPDIKBUD RI. Studi penataan fakultas,


jurusan dan program studi bidang ilmu kesehatan. Jakarta: KIK
DEPDIKBUD RI, 1991.

19