Anda di halaman 1dari 3

Contoh Soal 6.

1 :
Kecepatan reaksi dalam reaktor alir tangki berpengaduk
Satu liter/menit liquid mengandung senyawa A dan B dengan C Ao = 0,1
mol/lt dan CBo = 0, 01 mol/lt , dialirkan ke dalam sebuah reaktor alir tangki
berpengaduk dengan volume 1liter. Aliran keluar dari reaktor mengandung A,B
dan C dengan CAf = 0,02 mol/lt , CBf = 0,03 mol/lt dan CCf = o,o4 mol/lt.
Hitunglah kecepatan reaksi A,B dan C pada kondisi di atas.

Penyelesaian :
Untuk reaksi fase fluida / cair, volume campuran dalam reaksi adalah
konstan sehingga persamaan yang dipakai:
CAo - CA
τ = V / υo = --------------------
- rA
atau
CAo - CA 0,1 - 0,02
- rA = --------------- = ------------------ = 0,08 mol/lt min
V / υo 1/1

CBo – CB 0,01 - 0,03


- rA = --------------- = ------------------ = - 0,02 mol/lt min
V / υo 1/1

CBo – CB 0 - 0,04
- rA = --------------- = ------------------ = - 0,04 mol/lt min
V / υo 1/1

Dengan melihat hasil kecepatan reaksinya dapat disimpulkan bahwa A


bereaksi membentuk B dan C.

Contoh Soal 6.2 :


Kinetika pada reaktor alir tangki berpengaduk
Gas A murni dengan CAo = 100 mmol/lt dialirkan ke dalam

reaktor alir tangki berpengaduk dengan volume 0,1 lt , dimana terjadi reaksi
dimerisasi : 2A R
Pada kecepatan alir yang berbeda didapatkan data laboratorium sebagai
berikut:
Run percobaan 1 2 3 4
υo ( lt/jam ) 30,0 9,0 3,6 1,5
CA out ( mmol/lt ) 85,7 66,7 50 33,3

Tentukan persamaan kinetika kecepatan reaksinya.


Penyelesaian :
Persamaan reaksi : 2A R

Persamaan kinetika reaksi dapat ditulis sebagai reaksi orde n sebagai


berikut :
-rA = k CAn
log ( -rA ) = log k + n log CA

Untuk reaksi fase gas :


ε A = ( 1-2 ) /2 = -1/2
( 1-XA ) ( 1 + XA )
Sehingga : CA = CAo { ------------- } = CAo {-------------}
( 1 + ε AXA) ( 1- ½ XA)
CA ( 1- ½ XA ) = CAo ( 1- XA )
CA – ½ CA XA = CAo - CAo XA
XA ( CAo – ½ CA ) = CAo - CA

Sehingga CAo - CA 1 - CA / CAo


XA = --------------- = -------------------------- ...................(A)
CAo - ½ CA 1 - ( ½ CA) / CAo

Untuk reaktor alir tangki berpengaduk berlaku :


V / υo = CAo XA / (-rA )
Atau :
(-rA ) = υo CAo XA / V ...................
(B)

Bila dibuat plot antara log ( -rA ) vs log CA , merupakan garis lurus
dengan slope = n dan intercep = log k . Dari data percobaan di atas dapat
diolal sebagai berikut:

Ru υo CA XA ( -rA ) Log ( -rA) Log CA


n lt/ja Mmol/lt υo CAo XA / V
m
1 30,0 85,7 0,25 7500 3,875 1,933
2 9,0 66,7 0,50 4500 3,653 1,824
3 3,6 50,0 0,667 2500 3,380 1,699
4 1,5 33,3 0,80 1200 3,079 1,522
Dari grafik antara log ( -rA ) vs log CA diperoleh nilai Slope sebagai n atau
orde reaksi sebesar 2,004 atau dibulatkan n=2 dan nilai intercep sebagai nilai
log k = 0 dan k sebesar 1 liter/ mmol jam. Sehingga persamaan kinetika reaksi
adalah :
-rA = 1 (lt/mmol jam) CA2
http://alexschemistry.blogspot.com/2013/12/reaktor-alir-tangki-berpengaduk-trk_8833.html