Anda di halaman 1dari 36

TEORI LEADERSHIP

Bambang Sugiharto.ST.MM
I. DEFINISI LEADERSHIP
• Kemampuan untuk mempengaruhi kerja
para anggotanya untuk mencapai
tujuan organisasi .

• Suatu upaya penggunaan jenis


pengaruh bukan paksaan
(concoercive) untuk memotivasi orang
mencapai tujuan tertentu.
Pentingkah Kepemimpinan ?
SANGAT PENTING
PENTING !!!
Karena :
• Tanpa kepemimpinan suatu organisasi adalah
orang-orang dan mesin-mesin yang kacau balau

• Mampu mengubah sesuatu yang potensial


menjadi kenyataan.

• Dalam dunia dinamis kita membutuhkan


pemimpin untuk menentang status quo,
menciptakan visi masa depan, dan mengilhami
anggota organisasi agar bersedia mencapai visi
itu.
II. KEKUATAN & PENGARUH
• Kekuatan adalah sumber energi yang mampu
menggerakkan sejumlah orang ke arah yang
dikehendaki oleh sumber energi tersebut.

Ada dua macam kekuatan :

1. KEWENANGAN (Authority)  hak untuk melakukan perintah


kepada orang lain. Authoritative = Kekuatan sosial yang syah.

2. PENGARUH (Influence)  kekuatan yang tidak didukung oleh


kewenangan (Non-authoritative power)

Kedua kekuatan itu selalu beriringan


Lanjutan - KEKUATAN & PENGARUH
 Pengaruh : Efek dari satu pihak
terhadap pihak yang lain.
 Pengaruh dapat megenai
sikap,persepsi, perilaku atau kombinasi
dari hasil –hasil tersebut.
Lanjutan - KEKUATAN & PENGARUH
Hasil Usaha Pengaruh
Komitmen.Permintaan pemimpin diterima
pengikut secara antusias, dan mereka
berusaha secara maksimal untuk
melaksanakannya
Kepatuhan: pengikut rela melakukan apa
saja yang diminta pemimpin tetapi dengan
sikap apatis dengan upaya minimal
Penolakan:pengikut dengan berbagai dalih
secara aktif menghindari untuk
melaksanakan apa yang diminta pemimpin
III. SIFAT KEPEMIMPINAN
• Pentingnya peran kepemimpinan dalam
organisasi mendorong para ahli untuk
menyusun teori tentang pemimpin yang
efektif dan tidak efektif.

• Teori –teori tsb dibagi menjadi beberapa


bagian sbb :
1. Teori Ciri Kepribadian
2. Teori Perilaku
3. Teori Situasional Kontijensi
1.Teori Ciri Kepribadian
• Adalah teori yang mengkaji ciri – ciri dan
karakteristik pribadi yang membedakan
pemimpin dan bukan pemimpin.
• Karakteristik tersebut adalah sbb :

1. Ambisi dan semangat


2. Hasrat untuk memimpin
3. Kejujuran dan integritas
4. Kepercayaan diri
5. Kecerdasan dan pengetahuan yang
relevan dengan pekerjaan
6.Luwes dalam menyesuaikan perilaku
mereka ke dalam situasiyang berlainan
2. Teori Perilaku
• Adalah teori yang mengemukakan
bahwa perilaku khusus membedakan
pemimpin dan bukan pemimpin.

• Teori ciri akan menjadi dasar dari


memilih orang yang tepat, sedangkan
teori perilaku dapat melatih orang yang
tepat.
Teori Perilaku
• Fungsi Kepemimpinan (leadership
functions) Aktivitas yang dipertahankan
kelompok dan berkaitan dengan tugas
yang harus dilaksanakan oleh pemimpin,
atau seseorang lain, agar kelompok
dapat berfungsi secara efektif.
3.Teori Situasional Kontigensi

• Teori X (McGregor): dg asumsi bahwa orang


harus dipaksa, dikendalikan dan diancam
dengan hukuman untuk mau bekerja
• Teori Y (McGregor): dg asumsi bahwa bekerja
pada hakikatnya sama dengan bermain atau
beristirahat; orang-orang akan mengen-dalikan
diri sendiri untuk mencapai tujuan; mereka
mempunyai potensi,kepandaian, dan
kreativitas.
• Terori Z(Fiedler): kombinasi dari keduanya
(situasional/kontingensi)
4.Teori Kepemimpinan Kontenporer

 Kepemimpinan Kharismatik
Karisma merupakan sebuah atribusi yang berasal dari
proses interaktif antara pemimpin dan para pengikut.
Atribut-atribut karisma antara lain rasa percaya diri,
keyakinan yang kuat, sikap tenang, kemampuan
berbicara dan yang lebih penting adalah bahwa
atribut-atribut dan visi pemimpin tersebut relevan
dengan kebutuhan para pengikut.
• Kepemimpinan Transformasional
Pemimpin pentransformasi (transforming
leaders) mencoba menimbulkan kesadaran
para pengikut dengan mengarahkannya
kepada cita-cita dan nilai-nilai moral yang
lebih tinggi.
Pemimpin
Secara umum atribut personal atau
karakter yang harus ada atau melekat
pada diri seorang pemimpin adalah
• mumpuni, artinya memiliki kapasitas dan
kapabilitas yang lebih balk daripada
orang-orang yang dipimpinnya,
• juara, artinya memiliki prestasi balk
akademik maupun non akademik yang
lebih balk dibanding orang-orang yang
dipimpinnya,
• Tangungjawab, artinya memiliki
kemampuan & kemauan
bertanggungjawab yang lebih tinggi
dibanding orang-orang yang dipimpinnya
,
• aktif, artinya memiliki kemampuan dan
kemauan berpartisipasi sosial dan
melakukan sosialisasi secara aktif lebih balk
dibanding oramg-orang yang
dipimpinnya.
Peran Pemimpin

Ada lima peranan penting seorang


pemimpin dalam organisasi, yakni:
1. Menciptakan visi
2. Membangun tim
3. Memberikan penugasan
4. Mengembangkan orang
5. Memotivasi anak buah
Pemimpin & Manajer
Pemimpin Manajer
• Menginspirasi pekerja • Mengarahkan kerja
dengan visi pekerja & merencanakan
sistem untuk memantau
kemajuan pekerja kearah
pencapaian tujuan yg
telah ditetapkan
• Membantu pekerja • Menentukan bagaimana
mengatasi perubahan mencapai tujuan yang
ditetapkan sebelumnya &
bertanggung jawab utk
mencapainya
Pemimpin Manajer
• Membuat individu ingin • Memberi tahu pekerja
mencapai tujuan & untuk mencapai tugas
sasaran yang tinggi atau sasaran tertentu

• Menyampaikan arah atau • Mengatur aktivitas melalui


visi tentang bagaimana perencanaan &
masa depan mungkin pembuatan anggaran
terlihat
Pemimpin Manajer
• Mengembangkan strategi • Mencapai tujuan mereka
untuk menghasilkan dengan pengorganisasian
perubahan yang & penyusunan staf
dibutuhkan untuk bergerak
dengan arah yang baru

• Merekrut & • Menciptakan struktur


mempertahankan pekerja organisasi & kumpulan
yang memahami & pekerjaan untuk
memiliki visi yang sama mencapai strategi
organisasi
IV. TYPE-TYPE KEPEMIMPINAN
1. Type Kepemimpinan Oteriter
- Type kepemimpianan ini mengangap bahwa
pemimpin merupakan suatu hak
Ciri-ciri type ini :
- mengangap bahwa organisasi milik pribadi
- mengangap bahwa bawahan sebagai alat
- selalu tergantung pada kekuasaan formal
- Tidak mau menerima kritik atau saran &
pendapat orang lain
2. Type Kepemimpinan Militeris
- Type kepemimpianan militeris tidak sama
dengan pemimpin dalam organisasi militer
Ciri-ciri type ini :
- menerakan bawahan,perintah mencapai
tujuan sebagai alat utama
- mengunakan pangkat & jabatan dalam
mengerakan bawahan
- menuntut kedisiplinan tinggi & kepatuhan
- Tidak menerima kritik dari bawahan
- senang pd formalitas yg berlebihan
3. Type Kepemimpinan Paternalistis
- Type kepemimpianan ini bersifat fathernal/
kebapakan
Ciri-ciri type ini :
- mengangap bawahan manusia tdk dewasa
- bersifat selalu melindungi bawahan
- jarang memberikan kesempatan kepada
bawahan
- Sering mengangap dirinya maha tahu
4. Type Kepemimpinan Karismatik
- Type kepemimpianan ini mempunyai daya
Tarik yang amat besar
Ciri-ciri type ini :
- mempunyai pengikut banyak
- mempunyai sesuatu kekuatan yang tidak
dimiliki orang lain
- Karakter,sifat yang unik
5. Type Kepemimpinan Demokratis
- Type kepemimpianan ini sbg kepemimpinan
yang terbaik
Ciri-ciri type ini :
- selalu menyeleraskan tujuan pribadi dengan
dengan kepentingan organisasi
- senang menrima saran,pendapat dan kritik
- lebih konsentrasi dalam kerja sama tim dalam
mencapai tujuan organisasi
- selalu berusaha untuk menjadikan bawahan
sukses
Otokratis
(Otoriter)
Kepemimpinan seperti ini
menggunakan metode pendekatan
kekuasaan yang dominan dalam
mencapai keputusan dan Adolf Hitler
pengembangan strukturnya.
Kepemimpinan ini pada umumnya Muammar
negatif, yang berdasarkan atas Khaddafi
ancaman dan hukuman.
Meskipun demikian, ada juga
beberapa manfaatnya antara lain
memungkinkan pengambilan
keputusan dengan cepat serta
memungkinkan untuk meningkatkan
produktivitas dari pegawai.
Partisipasif
(Demokratis)
Gaya kepemimpinan ini lebih banyak
mendesentrelisasikan wewenang yang
dimilikinya sehingga keputusan yang diambil John F.
tidak bersifat sepihak. Dalam gaya Kennedy
kepemimpinan ini pemimpin melibatkan para
bawahannya untuk memutuskan sesuatu hal,
akan tetapi keputusan final tetap berada di
tangan pemimpin.
Pemimpin yang menganut gaya
kepemimpinan ini cenderung dapat
berkerjasama dengan bawahannya dan
komunikasi yang terjalin dengan
bawahannnya juga baik.
Susilo Bambang Y.
Perilaku Keorganisasian – Kelompok 12 - Kepemimpinan
Latihan Kasus
Studi Kasus Kepemimpinan
Drs. Ramdan adalah seorang pensiunan TNI (Tentara Nasional
Indonesia) yang belum lama ini baru saja mendapatkan sebuah
pekerjaan baru sebagai kepala departemen produksi di sebuah
perusahaan tesktil. Ia asangat senang dengan pekerjaan barunya
karena di masa tuanya ia masih dapat memberikan kontribusi bagi
ekonomi keluarganya. Berbekal kemapuan dan pengalaman yang
ia dapatkan sewaktu masih aktif sebagai anggota TNI, Drs.
Ramdan di awal kepemimpinannya sebagai kepala departemen
produksi tidak mendapat kesulitan yang berarti dalam menjalani
pekerjaan barunya.

Perilaku Keorganisasian – Kelompok 12 - Kepemimpinan


Studi Kasus Kepemimpinan
Permasalahan mulai muncul ketika ia mengetahui bahwa para
pegawainya mengalami penurunan produktivitas kerja dan mulai
banyak komentar yang beredar di kalangan pegawai bahwa ada rasa
tidak nyaman yang dirasakan oleh para pegawai di departemen
produksi. Setelah mencari informasi mengenai hal ini, akhirnya Drs.
Ramdan mengetahui bahwa ada beberapa hal yang mengakibatkan
para pegawainya merasa kurang nyaman berada di bawah
kepemimpinannya. Hal yang menyebabkan permasalahan tersebut
adalah sikap Drs. Ramdan yang dinilai cenderung mengambil
keputusan sendiri tanpa melibatkan para pegawainya dalam
menyikapi sesuatu hal. Selain itu beberapa pegawai juga menilai Drs.
Ramdan kurang berkomunikasi dengan pegawainya sehingga ia tidak
mengetahui kesulitan apa yang dihadapi oleh para pegawainya.

Perilaku Keorganisasian – Kelompok 12 - Kepemimpinan


Pertanyaan

Gaya kepemimpinan apa yang diterapkan


Drs. Ramdan ?

Solusi atau tindakan apa yang harus diambil


Drs. Ramdan dalam menyelesaikan
permasalahan yang dihadapinya ?

Perilaku Keorganisasian – Kelompok 12 - Kepemimpinan


Solusi dan Jawaban Atas Studi Kasus

• Gaya kepemimpinan yang diterapkan Drs.


Ramdan adalah gaya kepemimpinan otoriter
atau otokratis. Hal ini mungkin cocok apabila
diterapkan di instansi atau lembaga militer,
akan tetapi Drs. Ramdan harus mulai merubah
cara pandangnya bahwa menghadapi
pegawai suatu perusahaan membutuhkan
pendekatan yang berbeda dengan
menghadapi para tentara.

Perilaku Keorganisasian – Kelompok 12 - Kepemimpinan


Solusi dan Jawaban Atas Studi Kasus

• Solusi atas permasalahan Drs. Ramdan adalah dengan


cara mengubah gaya kepemimpinan otoriternya ke arah
gaya kepemimpinan partisipasif atau demokrasi yang lebih
memberikan kesempatan kepada para pegawai untuk
turut serta dalam pemecahan masalah dan pengembilan
keputusan terkait masalah yang sedang dihadapi
perusahaan. Dengan merubah gaya kepemimpinan
menjadi partisipasif atau demokrasi diharapkan kerjasama
dan komunikasi antara Drs. Ramdan dan para pegawainya
menjadi lebih baik sehingga produktivitas para pegawainya
dapat kembali meningkat.

Perilaku Keorganisasian – Kelompok 12 - Kepemimpinan


Terima Kasih atas
perhatian nya…. 