Anda di halaman 1dari 118

MATERI KULIAH

MANAJEMEN OPERASI
UNIVERSITAS WINAYAMUKTI

PROGRAM STUDI FE UNWIM 2011


GRANIT AGUSTINA

KULIAH I

INTRODUCTION MO

RUANG LINGKUP MANAJEMEN


OPERASI

MO merupakan salah satu fungsi bisnis disamping financial,


marketing, maupun personalia.
Pada awalnya MO lebih banyak menfokuskan pada opersi
perusahaan manufaktur, sehingga dikenal dengan istilah
Manajemen Produksi.
Seiring dengan perkembangan sector jasa yang begitu pesat,
maka MO juga menfokuskan pembahasan pada operasi jasa.
Dengan demikian lebih tepatlah kiranya kita mempelajari
Manajemen Operasi.
Manajemen operasi merupakan kegiatan untuk
mengatur/mengelola secara optimal/manajemen
pengolahan sumber daya dalam proses transformasi
input menjadi output.

Manajemen Produksi adalah segala


kegiatan didalam menciptakan dan
menambah kegunaan (utility) sesuatu
barang atau jasa untuk kegiatan-kegiatan
dimana dibutuhkan faktor-faktor produksi
(tanah, modal, tenaga kerja dan
keahlian).
Produksi : Proses transformasi atau konversi
yang mengubah input menjadi output

Manajemen Operasi adalah Kegiatan


yang berhubungan dengan penciptaan
barang
dan
jasa
melalui
adanya
pengubahan input menjadi output
Contoh:
Output barang : pembuatan produk TV Sony,mobil
atau motor.
Output jasa : Proses yang terjadi di bank, rumah
sakit atau akademi
pendidikan.

- Proses transformasi
menjadi lebih
efisien
- Output memiliki
nilai tambah
- Proses produksi
harus menciptakan
nilai

PENGERTIAN MANAJEMEN OPERASI (MO)

MO adalah serangkaian aktivitas untuk


menciptakan nilai barang/jasa melalui
transformasi input menjadi output.
(Haizer & Render, 2004:).
MO yaitu proses pengarahan & pengawasan mengubah
bentuk input menjadi barang/jasa (output).
Krajewsky & Ritzman, (2005).

Pada definisi diatas, ada tiga hal yang perlu


diperhatikan :
Fungsi, Manajer operasi bertanggung jawab
untuk mengelola departemen atau fungsi dalam
organisasi yang memproduksi barang dan jasa
Sistem, Mengacu pada sistem transformasi
yang memproduksi barang atau jasa. Termasuk
didalamnya adalah membuat rancangan dan
analisis operasi
Keputusan, Menyatakan pengambilan
keputusan sebagai unsur penting dalam
manajemen opersional.

Fungsi manajemen dalam manajemen operasi adalah


POAC
(Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling)
Planning ialah perencanaan dari suatu kegiatan, dalam perencenaan itu dibuat tujuan dan rencana
kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Termasuk pembuatan visi dan Misi.
Mis: perencanaan produk,perencanaan fasilitas, dan perencanaan penggunaan Sumber daya
produksi.
Organizing ialah pengaturan sumber daya yang dimiliki untuk menjalankan rencana yang sudah
ditetapkan pada fungsi planning, termasuk menentukan struktur individu, grup, seksi, bagian,
divisi atau departemen dalam sub sistem operasi juga menentukan dan mengatur kebutuhan
sumber daya, wewenang dan tanggung jawab yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Actuating ialah fungsi kepemimpinan seorang manajer. Bagaimana turut campur seorang manajer
dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja dengan cara memimpin mengawasi dan
memotivasi karyawan dalam melaksanakan tugas, mengembangkan standar dan jaringan
komunikasi diperlukan agar pengorganisasian dan pergerakan sesuai dengan yang direnanakan
dalam mencapai tujuan
Controlling ialah suatu kegiatan menilai kinerja beredasarkan standar atau ketetapan yang ada, dan
penilaian itu di feed back dengan perubahan.

TUJUAN MANAJEMEN OPERASI


Mengarahkan organisasi atau perusahaan
untuk dapat :

menghasilkan output sesuai yang diharapkan


pasar
menghasilkan output secara efisien
menghasilkan nilai tambah yang semakin besar
secara efisien
sebagai pemenang dalam kegiatan persaingan
menghasilkan output yang semakin digemari
pelanggan

Unsur utama manajemen operasi


Input yang digunakan dapat bersifat sederhana atau kompleks.
Proses transformasi merupakan kegiatan penambahan nilai,
Yang diperhatikan dalam proses transformasi adalah:
Efisiensi
Kualitas
Tenggang waktu
Fleksibilitas
Output berupa barang atau jasa.
Lingkungan

TRANSFORMING INPUTS TO
OUTPUTS
Inputs

Process

Outputs

Land,
Labor,
Capital,

Production or Service

Materials,

System

Equipment,
Management

Goods
and
Services

Fungsi (sistem) operasi adalah bagian dari organisasi yang ada terutama
untuk membuat dan menghasilkan produk perusahaan, barang maupun jasa.
Fluktuasi Acak

Masukan
Tanah
T.Kerja
Modal
Manajemen

Diperlukan
Penyesuaian

PROSES
TRANSFORMASI

Umpan Balik
Perbandingan
Kenyataan
Vs
Rencana

Monitor
Keluaran

Keluaran
Barang
Jasa

SISTEM OPERASI UNTUK PERTANIAN DAN


PERTERNAKAN
Fluktuasi Acak

Cuaca
Inflasi
Campur tangan Pemerintah
Kerusakan Peralatan

Masukan
Tanah
Petani
Traktor
Bangunan
Manajerial
Skill

Keluaran

Proses
Konversi

+/Umpan Balik
Kondisi Tanah
Panenan
Harga

Padi
Daging
Susu
Jagung, dll

SISTEM OPERASI PADA TOKO SERBA ADA

Fluktuasi Acak
Keterlambatan penyerahan
Pertukaran tenaga kerja

Masukan
Tanah
T. Kerja
Bangunan dan
peralatan
Brg Dagangan
Manajer toko

Keluaran

Proses
Konversi
+/Umpan Balik
Tingkat persediaan
Efisiensi T. Kerja
Volume Penjualan

Pelanggan yang
telah dilayani
dengan barang
yang diinginkan

SASARAN OPERASI

Ditetapkan sebagai kriteria pengukuran


prestasi :

Biaya, yang meliputi biaya tenaga


kerja, biaya modal dan biaya opersi
tahunan
Kualitas, sebagai sasaran maka
kualitas produk atau jasa harus
dijaga untuk kepuasan pelanggan
Penyerahan, mengacu pada
kemampuan operasi untuk
memenuhi permintaan penyerahan
produk atau jasa kepada pelanggan
secara konsisten
Fleksibilitas, dalam operasi
produksi adalah reaksi yang cepat
terhadap perubahan volume dan
memperkenalkan produk baru

Biaya

Penyerahan

Fleksibilitas

Kualitas

Sepuluh Keputusan Strategis MO

Desain Produk dan jasa


Manajemen Mutu
Desain proses dan kapasitas
Lokasi
Desain tata letak
SDM
Supply
Persediaan, perencanaan dan
kebutuhan bahan
Penjadwalan
Perawatan/pemeliharaan

FUNGSI MANAJEMEN OPERASI (Yamit, 1996)


Menentukan layout produksi secara efisien
Pemeliharaan agar tercipta kontinuitas produksi
Meminimalisasi produk cacat atau gagal
Menentukan desain produk
Menentukan skedul kerja yang efektif
Mengevaluasi biaya dari tambahan jam kerja
Memperbaiki sistem informasi dengan supllier
Efisiensi produksi

TUJUAN MANAJEMEN OPERASI


Efisiensi

dan efektifitas produksi

PERAN MANAJER OPERASI


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Menentukan dan mengatur letak gudang persediaan dan mesin yang efisien
agar tidak menyita waktu dalam gerakan.
Melakukan pemeliharaan agar menjamin keandalan dan kontinuitas operasi
Mengurangi bagian produk yang rusak atau memperbaiki proses produksi
untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan biaya rendah.
Menentukan komponen yang akan dibuat atau dibeli dari para suplier
Menentukan atau memperbaiki skedul kerja
Mengevaluasi biaya tenaga kerja jika terjadi penambahan jam kerja
Memperbaiki sistim informasi produksi dnegan para suplier
Memperbaiki manajemen persediaan
Memperbaiki produktifitas
Mengurangi, jika memungkinkan menghapus pemborosan
Memperpendek waktu persiapan untuk mengurangi waktu proses

PROSES MANAJEMEN

PERENCANAAN
PENGORGANISASIAN
PEMBENTUKAN STAF
KEPEMIMPINAN
PENGENDALIAN

TUGAS-TUGAS DALAM
MANAJEMEN OPERASI

Teknologi/Metode
Pemanfaatan fasilitas/ruang
Isu-isu strategi
Waktu tanggapan
Manusia/pembentukan tim
Layanan pelanggan
Mutu
Pengurangan biaya
Pengurangan persediaan
Produktivitas

APLIKASI
MO diterapkan diberbagai jenis organisasi misal:
manufaktur, perkebunan, rumah sakit, perhotelan atau
perbankan.
Perencanaan tataletak misal : sekolah, restoran atau
biro perjalanan, tetapi akan terasa sangat penting pada
industri manufaktur.
Organisasi proses manufaktur:
1. Contious Process Industries, misal:industri pupuk, gula,
semen atau tepung terigu
2. Intermitten Proses Industries (discrete Part
Manufacturing) industri yang memproduksi barang
secara individu, unit perunit. Misal: industri elektronik,
kendaraan bermotor, peralatan kantor, alat rumah
tangga

Intermitten process industries dibagi 2 jenis:


1. Jobbing hop Production, memproduksi berbagai jenis
barang berbeda dengan volume rendah. Perlu peralatan
fleksibel dan TK ahli. Misal bengkel mesin, perusahaan
mebel, butik pakaian.
2. Batch production, memproduksi dalam batch/lot kecil
dengan berbagai tahap pengerjaan, misal : pabrik
perakitan mesin dan peralatan pabrik, dimana jumlah
unit produksi per jenisnya cukup besar tetapi produksi
dalam bentuk massal.
3. Mass Production (Repetitive Manufacturing), jenis
barang diproduksi relatif sedikit tetapi volume produksi
besar, seluruh produk biasanya distandarisasikan. Misal:
pembuatan dan perakitan kendaraan bermotor niaga
roda empat, lampu pijar, televisi.

WHY STUDY MO ??

MO merupakan salah satu dari 3 fungsi utama


sebuah organisasi (marketing, finance, operations).
Untuk mengetahui bagaimana barang dan jasa
diproduksi.
MO merupakan bagian yang paling banyak
mengeluarkan biaya dalam sebuah organisasi.
Untuk mengetahui dan memahami apa yang
dikerjakan oleh manajer operasi (proses
manajemen: perencanaan, pengorganisasian,
pengaturan karyawan, pengarahan dan
pengendalian)

3 fungsi dalam sebuah organisasi yang harus dijalankan


demi kelangsungan hidup sebuah organisasi :

Pemasaran (marketing), yang


menghasilkan permintaan/menerima
pesanan berupa barang/jasa

Produksi/operasi (operation), yang


menghasilkan produk

Keuangan/akutansi (finance), yang


mengawasi sehat atau tidaknya sebuah
organisasi, mis: membayar tagihan, dan
mengumpulkan uang.

CONTOH AKTIVITAS MO

Airline
Marketing

Flight
Operations

Operations

Ground
Support

Facility
Maintenance

1984-1994 T/Maker Co.

Finance/
Accounting

Catering

CONTOH AKTIVITAS MO
Perusahaan Manufaktur
Perusahaan Manufaktur

Operasi:
Fasilitas
Konstruksi; perawatan
Produksi dan pengendalian persediaan
Penjadwalan; pengendalian bahan baku
Jaminan kualitas dan pengendalian mutu
Manajemen rantai pasokan
Manufaktur
Peralatan; pabrikasi;perakitan
Desain
Pengembangan dan desain produk
Spesifikasi produk terperinci
Rekayasa industri
Penggunaan mesin, ruang, tenaga kerja yang
efisien
Analisis proses
Pengembangan dan pemasangan peralatan dan
perlengkapan produk

Aktivitas MO

Keuangan/Akuntansi:
Pengeluaran kredit
Piutang usaha
Utang usaha
Buku besar
Pengelolaan dana
Pasar uang
Pertukaran int
Kebutuhan modal
Penerbitan saham
Penerbitan dan
penarikan obligasi

Pemasaran:
Promosi
Penjualan
Iklan
PenjualanRiset pasar

CONTOH AKTIVITAS MO

Perusahaan Jasa

Perusahaan Penerbangan

Operasi:
Peralatan pendukung di darat
Perawatan
Operasi di darat
Perawatan fasilitas
Catering
Operasi Penerbangan
Penjadwalan kru pesawat
Penerbangan
Komunikasi
Pengiriman
Ilmu pengetahuan manajemen

Aktivitas MO

Keuangan/akuntansi:
Akuntansi
Utang usaha
Piutang usaha
Buku besar
Keuangan
Pengendalian kas
Pertukaran internasional

Pemasaran:
Administrasi perdagangan
Penetapan harga
Penjualan
Pengiklanan

KARATERISTIK BARANG

Berwujud, memiliki sifat fisik


tertentu

Dapat disimpan

Proses produksinya banyak


menggunakan mesin.

Proses produksi dan konsumsi


tidak berlangsung secara
bersamaan.

Kontak dengan konsumen


rendah.

Beberapa aspek kualitas dapat


diukur.

Atribut, seperti harga,


kemasan lebih jelas.

Pasar lebih mudah diperluas


(lebih luas)

KARATERISTIK JASA

Tidak berwujud, tidak memiliki


sifat fisik .
Tidak dapat disimpan.
Proses produksinya lebih banyak
mengunakan faktor manusia.
Proses produksi dan konsumsi
berlangsung di waktu yang sama.
Kontak dengan konsumen
pengguna jasa tinggi.
Kualitas produk bersifat subjektif
diantara pengguna jasa.
Atribut produk seringkali tidak
jelas.
Pasar sulit diperluas (lebih
bersifat lokal)

Persamaan Manufacture & service:


Kedua tipe sama-sama menawarkan produk
Input manufaktur maupun jasa dapat disimpan.
Memfokuskan kepada kepuasan pelanggan
Jasa murni: Jasa yang tidak menyertakan barang nyata (ex: konseling)

Persentase produk yang merupakan barang

Persentase produk yang merupakan Jasa

PRODUKTIVITAS (PRODUCTIVITY)
Merupakan Perbandingan antara output (barang dan
jasa) dibagi dengan satu atau lebih input (tenaga
kerja, modal, atau manajemen). Digunakan
untukmengukur kinerja manajemen operasi.
Output yang dihasilkan
Productivity=

Output yang dihasilkan


Productivity=

Input yang digunakan

Productivity

TK+Bhn
Baku+Energi+Modal+lain2

Efisiensi

Tugas seorang Manajer Operasi meningkatkan


perbandingan antara output dan input

PRODUKSI

Pembuatan barang dan jasa. Produksi yang tinggi


dapat mencerminkan bahwa lebih banyak orang
yang bekerja dan tingkat ketenagakerjaan tinggi
(tingkat pengangguran rendah), tetapi belum
tentu mencerminkan tingginya produktivitas.

PENGUKURAN PRODUKTIVITAS

Produktivitas faktor tunggal (single factor productivity) :


rasio satu sumber daya (input) terhadap barang dan jasa
yang dihasilkan (output).
Produktivitas multi faktor ( multifactor produktivity) :
rasio banyak atau seluruh sumber daya (input) terhadap
barang dan jasa yang dihasilkan (output)

VARIABEL PRODUKTIVITAS
1. Tenaga kerja
2. Modal
3. Manajemen

TENAGA KERJA
Peningkatan kontribusi tenaga kerja pada produktivitas
disebabkan oleh tenaga kerja yang lebih sehat,
berpendidikan lebih baik dan lebih terjamin (bergizi baik).
Ada tiga variabel kunci untuk meningkatkan produktivitas
tenaga kerja, yaitu;
1.Pendidikan dasar yang cocok
2.Kecukupan gizi dari tenaga kerja
3.Biaya sosial yang membuat tenaga kerja tersedia, seperti
transportasi dan sanitasi

MODAL
Modal merupakan investasi perusahaan dalam bentuk peralatan
& mesin.

MANAJEMEN
Manajemen bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa
tenaga kerja dan modal digunakan secara efektif untuk
meningkatkan produktivitas.
Masyarakat terdidik: masyarakat dengan tenaga kerja yang
telah berpindah dari pekerjaan kasar ke pekerjaan yang
berbasis teknologi dan informasi yang memerlukan
pendidikan yang berkesinambungan

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

PENGERTIAN KEPUTUSAN
Menurut Ralp C. Davis

keputusan adalah hasil pemecahaan masalah yang di


hadapinya dengan tegas. Keputusan merupakan jawaban yang
pasti terhadap suatu pertanyaan. Keputusana dapat pula
berupa tindakan terhadap pelaksanaan yang sangat
menyimpang dari rencana semula.
Menurut James A.F. Stoner
Keputusan adalah pemilihan di antara alternatif-alternatif .

Definisi ini mengandung tiga pengertian, yaitu :

ada pilihan atas dasar logika atau pertimbangan


ada beberapa alternative yang harus di pilih salah satu yang
terbaik.
Ada tujuan yang ingin dicapai, dan keputusan itu makin
mendekatkan pada tujuan tersebut.

DASAR-DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1.
2.
3.
4.

5.

Intuisi
Pengambilan keputusan yang berdasarkan atas intuisi atau perasaan
memiliki sifat subjektif, sehingga mudah terkena pengaruh
Pengalaman
pengalaman pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki
manfaat bagi pengetahuan praktis.
Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan
yang sehat, solid, dan baik.
Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh
pemimpin terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi
kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya.
Rasional
Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan
yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten
untuk memaksimalkan hasil atau nilai dalam batas kendala
tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau
sesuai dengan apa yang diinginkan

TUJUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Tujuan Pengambilan keputusan dapat dibagi dua yaitu sebagai
berikut:
1. Tujuan yang bersifat tunggal
Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi
apabila keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu
masalah, artinya bahwa sekali diputusankan, tidak akan ada
kaitannya dengan masalah lain.
2. Tujuan yang bersifat ganda
Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda terjadi
apabila keputusan yang di hasilkan itu menyangkut lebih dari
satu masalah, artinya bahwa satu keputusan yang di ambil itu
sekaligus memecahkan dua masalah yang bersifat kontradiktif
atau yang bersifat tidak kontradiktif.

Pembuatan keputusan merupakan elemen penting


bagi seorang manajer operasional dalam pengelolaan
bisnisnya. Semua manajer operasional harus dapat
membuat keputusan yang tepat agar dapat
menentukan efektivitas dan efisiensi dalam
pengelolaan bisnisnya.
Pembuatan keputusandapat dilihat dari berbagai
perspektif yang berbeda. Dari sudut pandang sempit
pembuatan keputusan adalah kegiatan pemilihan atas
beberapa alternatif (choice making) berbeda. Dari
sudut pandang lebih luas, pengambilan keputusan
menggambarkan suatu proses rangkaian kegiatan
yang dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
DALAM MANAJEMEN OPERASI
Perencanaan dibagi 3 kelompok:
1. Perencanaan jangka panjang (18-60 bulan) menyangkut
hal-hal strategis, mis: perencanaan fasilitas/lokasi dan
pengembangan, penentuan kapasitas, pengembangan
produk baru, investasi.
2. Perencanaan jangka menengah (3-18 bulan)
menyangkut hal-hal dalam membuat keputusan taktis.
Contoh: perencanaan penjualan, perencanaan dan
anggaran produksi, penentuan tingkat TK, tingkat
persediaan, dsb.
3. Perencanaan jangka pendek (<3 bulan), tanggung
jawab personel operasi yang bekerja dengan
SPV/foreman. Contoh: penugasan kerja, penjadwalan,
pembebanan, pengurutan dan pengiriman.

Sekian & terimakasih


semoga menjadi pengambil
keputusan yang adil

PERTEMUAN II
STRATEGI OPERASI

STRATEGI OPERASI

Perancangan suatu barang dan


jasa,kualitas,perancangan proses, pemilihan
lokasi, perancangan tata letak, sumber daya
manusia, dan rancangan pekerjaan berikut
manajemen rantai pasokan, persediaan,
penjadwalan, serta pemeliharaan yang
diterapkan guna menghasilkan tujuan yang
efektif sesuai dengan strategi organisasi
tersebut.

MISI

Tujuan/dasar pemikiran yang melandasi


keberadaan suatu organisasi.Pernyataan
misi menghasilkan batasan dan fokus
organisasi serta konsep dalam menjalankan
perusahaan, dimana misi menyatakan adanya
suatu organisasi.
Contoh: Hard Rock Caf
Misi: menyebarkan jiwa Rock n Roll dengan menyajikan
hiburan dan makanan istimewa. Berjanji menjadi anggota
masyarakat yang berpengaruh, menyumbangkan dan
menawarkan kepada keluarga Hard Rock lingkungan kerja
yang menyenangkan, sehat, serta terpelihara dengan tetap
menjamin keberhasilan jangka panjang.

STRATEGI

Rencana suatu organisasi untuk mencapai


misi dan tujuannya. Strategi-srategi ini
memanfaatkan peluang dan kekuatan
menetralkan ancaman serta menghindari
kelemahan sehingga setiap wilayah
fungsional mempunyai strategi untuk
mencapai misinya dan membantu organisasi
mencapai tujuan keseluruhan.

SWOT (strength,weakness,opportunities,threats) kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman

MENGIDENTIFIKASIKAN MISI DAN STRATEGI

Misi : rumusan tentang fungsi2 pokok dalam suatu


organisasi,yg terkait dengan pemenuhan kebutuhan
masyarakat sehingga menjadi alasan dari
keberadaanorganisasi tersebut.
Misi : latar belakang keberadaan organisasi
Misi : inti dari strategi
Contoh Misi :
Circle

K : memuaskan kebutuhan pelanggan dengan


menyediakan berbagai barang dan jasa di berbagai tempat
American Red Cross : meningkatkan mutu hidup manusia,
meningkatkan kesadaran diri dan perhatian pada orang
lain, dan membantu orang-orang mencegah, siap siaga dan
mengurangi keadaan darurat

MENGIDENTIFIKASIKAN MISI DAN STRATEGI

Strategi : rencana aksi organisasi untuk mencapai


misi
Secara konseptual misi organisasi (bisnis) dapat
dicapai dengan 3 cara :
Berbeda; Lebih baik
Biaya Lebih murah (kualitas std)
Fokus Delivery lebih cepat
Diferensiasi

Tugas manajer operasi/produksi : menterjemahkan


menjadi tugas-tugas yang dapat diwujudkan secara
tuntas

DIFERENSIASI
Cara melakukan diferensiasi penawaran dari
suatu organisasi sehingga pelanggan
menerimanya sebagai nilai tambah.

LOW COST

Mencapai nilai maksimum sebagaimana yang


diinginkan pelanggan, artinya dibutuhkan sebuah
pengujian melalui keputusan manajemen operasi
dengan usaha yang maksimal guna menurunkan biaya
dan tetap memenuhi nilai harapan pelanggan

QUICK RESPONSE

Seperangkat nilai yang terkait dengan hasil


yang cepat fleksibe (memenui perubahan
yang terjadi di pasar baik rancangan maupun
fluktuasi volume penjualan) dan dapat
diandalkan sebagai keseluruhan nilai yang
terkait dengan pengembangan dan
pengantaran barang yang tepat waktu dan
berkinerja fleksibel.

ISU-ISU STRATEGI
Perkenalan

Pertumbuhan

Kedewasaan

Desain dan
pengembangan
produk sangat
penting
Perubahan produk
dan proses
perubahan desain
Kelebihan
kapasitas
Proses produksi
pendek
Keahlian tenaga
kerja tinggi
Biaya produksi
tinggi
model dibatasi
Perhatian pada
kualitas

Peramalan sangat
penting
Produksi dan
proses reliabel
Perbaikan produk
yg kompetitif
Meningkatkan
kapasitas
Perubahan ke arah
orientasi produk
Peningkatan
distribusi

Standarisasi
Perubahan produk
Kapasitas optimal
Meningkatkan
stabilitas proses
pabrikasi
Rendahnya
keahlian tenaga
kerja
Proses produksi
panjang
Perhatian pada
perbaikan dan
penurunan biaya
produksi
Pemeriksaan
kembali kebutuhan
desain

Penurunan
Diferensiasi
produk kecil
Meminimalkan
biaya
Kelebihan
kapasitas dalam
industri
Memangkas jalurjalur yg tidak
menghasilkan
margin
Pengurangan
kapasitas

PENERAPAN STRATEGI
Analisis Lingkungan : identifikasi tantangan, peluang, kelemahan dan
kekuatan; memahami lingkungan, pelanggan, industri dan pesaing
Menentukan Misi: menyatakan latarbelakang organisasi dan mengidentifikasi
nilai yang diciptakannya
Membentuk Strategi: membangun keunggulan kompetitif, HARGA,
FLEKSIBILITAS, DESAIN/VOLUME, DELIVERI, KEANDALAN, LINI PRODUK
Menerapkan Strategi Utama dan Membentuk Strategi Bidang Fungsional

Pemasaran

Keuangan

Mutu : harapan pelanggan & kinerja


Produk: pesanan/standarisasi
Proses : ukuran fasilitas; teknologi
Lokasi : dekat pemasok/pelanggan
Manusia: spesialisasi/pengayaan

Operasi/Produksi

Tata Letak : sel kerja/perakitan


Persediaan: pemesan kembali
Pembekalan: pemasok tunggal?
Penjadwalan: produksi stabil ?
Pemeliharaan:

Pengembangan dan penerapan strategi suatu


perusahaan yaitu berusaha untuk memahami
permasalahan yang timbul dalam
mengembangkan strategi yang efektif,
mengevaluasi suatu kekuatan dan kelemahan
internal serta peluang dan ancaman yang
terdapat dilingkungan perusahaan tersebut,
Hal ini dikenal juga sebagai analisis SWOT
(strength, weakness, oppurtunities, threats)

PERAMALAN (FORECASTING)
Sales will be $200
Million!

What is Forecasting ???

Peramalan adalah seni dan ilmu untuk memprediksi masa depan.


Peramalan adalah perhitungan yang objektif dengan menggunakan
data-data masa lalu untuk menentukan kondisi dimasa mendatang.
Peramalan merupakan alat bantu dalam membuat perencanaan
yang efektif dan efisien.
Peramalan dapat dilakukan dengan melibatkan pengambilan data
historis dan memproyeksikannya ke masa mendatang dengan suatu
model matematis.

Sales will be
$200 Million!

JENIS-JENIS PERAMALAN

Peramalan ekonomi: menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksi:


tingkat

inflasi
Ketersediaan jumlah uang
Dana yang diperlukan
Indikator perencanaan lainnya

Peramalan teknologi, memperhatikan tingkat kemajuan teknologi


yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik yang
membutuhkan pabrik dan peralatan baru.
Peramalan permintaan, proyeksi permintaan untuk produk atau
layanan suatu perusahaan atau biasa disebut juga peramalan
penjualan dalam hal :
- Pengendalian produksi, kapasitas, sistem penjadwalan dan input
bagi rencana keuangan, pemasaran dan sumber SDM.
Sales will be
$200 Million!

SEVEN STEP IN FORECASTING

Menetapkan tujuan peramalan


Memilih unsur yang akan diramalkan
Menentukan horizon waktu peramalan
Memilih jenis metode peramalan
Mengumpulkan data yang diperlukan untuk melakukan peramalan
Membuat peramalan
Memvalidasi dan menerapkan peramalan

METODE PERAMALAN KUALITATIF

Peramalan yang menggabungkan faktor seperti intuisi,emosi,


pengalaman pribadi dan menganalisa kondisi objektif dengan apa
adanya.

METODE PERAMALAN KUANTITATIF

Peramalan yang menggunakan model matematis yang beragam


dengan data masa lalu. Metode ini dapat digunakan apabila:

Tersedia data dan informasi masa lalu

Data dan informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam


bentuk numerik

Disumsikan beberapa aspek masa lalu akan berlanjut di


masa yang akan datang

METODA - METODA PERAMALAN

1.

METODA KUALITATIF YANG TERDIRI DARI :

METODA DELPHI

JURI DARI OPINI EKSEKUTIF (JURY OF EXECUTIVE OPINION)

KOMPOSIT TENAGA PENJUALAN (SALES FORCE COMPOSITE)

SURVEY PASAR KONSUMEN (CONSUMER MARKET SURVEY)

2. METODE KUANTITATIF
.

SIMPLE AVERAGE

MOVING AVERAGE

WEIGHTED MOVING AVERAGE

EXPONTIAL SMOOTHING

REGRESSI LINIER

REGRESSI NON LINIER

BOX JENKINS

3. METODA CAUSAL
.

KORELASI REGRESSI

ECONOMETRIE MODEL

36

DELPHI METHOD

Menggunakan suatu proses


kelompok
3 jenis partisipan
Pengambil Keputusan
Staff
Responden
Kelompok responden yang
memberikan input pada
pengambil keputsan.

Decision Makers

(Sales?)
(Sales will be
50!)

Staff
(What

will
sales
be?
survey)

Respondents

(Sales will be 45,


50, 55)

JURY OF EXECUTIVE OPINION


Terdiri dari sekumpulan kecil para pakar tingkat
tinggi/manajer.
Pendapat dari para manajer digabungkan dalam
bentuk statistik untuk mendapatkan prediksi
permintaan.

SALES FORCE COMPOSITE


Setiap penjual memperkirakan
berapa penjualan yang dapat
dicapai dalam wilayahnya
Digabungkan pada tingkat wilayah
dan nasional untuk mendapatkan
peramalan secara keseluruhan
Sales harus mengetahui apa yang
diinginkan konsumen

Sales

1995 Corel Corp.

CONSUMER MARKET SURVEY


Tanyakan pada konsumen
mengenai rencana
pembelian di masa depan
Terkadang sulit dalam
menjawab pertanyaan

How
How many
many hoHow
hoHow many
many hours
hours
will
will you
you use
use the
the Internet
Internet next
next
week?
week?

1995 Corel
Corp.

METODE KUANTITATIF

Nave approach
Moving averages
Exponential smoothing

Trend projection
Linear regression

Time-series Models

Associative
models

MODEL DERET WAKTU(TIME SARIES MODELS)


Teknik peramalan yang menggunakan
sejumlah data masa lalu untuk membuat
peramalan.
PENDEKATAN NAIF

Teknik peramalan yang


mengasumsikan permintaan periode
berikutnya sama dengan permintaan
pada periode terakhir.
1995 Corel Corp.

RATA-RATA BERGERAK/MOVING AVERANGE

Suatu metode peramalan yang menggunakan


n rata-rata priode terakhir data untuk
meramalkan periode berikutnya.

EXPONENTIAL SMOOTHING
Teknik peramalan rata-rata bergerak dengan pembobotan
di mana titik data dibobotkan oleh fungsi eksponensial.

ASSOCIATIVE MODELS

Menggunakan lebih banyak variabel yang berhubungan


dengan besaran yang di prediksi
(adanya variabel bebas dan variabel terikat)

METODE ANALISA REGRESI LINIER

Model matematika garis lurus untuk menggambarkan


hubungan fungsional antara variabel-variabel yang bebas
maupun variabel-variabel yang terikat.

MOVING AVERAGE METHOD

MA

Permintaan dalam periode n sebelumnya

n adalah jumlah periode dalam rata-rata bergerak

MOVING AVERAGE EXAMPLE


Youre manager of a museum store that
sells historical replicas. You want to
forecast sales (000) for 2003 using a 3period moving average.
1998 4
1999 6
2000 5
2001 3
2002 7
1995 Corel Corp.

MOVING AVERAGE SOLUTION


Time
1998
1999
2000
2001
2002
2003

Response
Yi
4
6
5
3
7
NA

Moving
Total
(n=3)
NA
NA
NA
4+6+5=15

Moving
Average
(n=3)
NA
NA
NA
15/3 = 5

MOVING AVERAGE SOLUTION

MOVING AVERAGE SOLUTION


Time
1998
1999
2000
2001
2002
2003

Response
Yi
4
6
5
3
7
NA

Moving
Total
(n=3)
NA
NA
NA
4+6+5=15
6+5+3=14
5+3+7=15

Moving
Average
(n=3)
NA
NA
NA
15/3=5.0
14/3=4.7
15/3=5.0

MOVING AVERAGE GRAPH


Sales
8
6
4
2
95

Actual
Forecast

96

PowerPoint presentation to accompany


Heizer/Render Principles of Operations
Management, 5e, and Operations Management,
7e

97 98
Year
4-71

99

00

2004 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,


N.J. 07458

EXPONENTIAL SMOOTHING
EQUATIONS

Ft

= At - 1 + (1-)At - 2 + (1- )2At - 3


+ (1- )3At - 4 + ... + (1- )t-1A0

Ft
= Forecast value
At
= Actual value
= Smoothing constant

Ft

= Ft-1 + (At-1 - Ft-1)

Use for computing forecast

Pengaruh smoothing
-makin besar smootihing smakin kecil
-makin kecil smoothing smakin besar
-dalam metode single exponential smoothing adalah mencari optimum
yang akan memberikan MSE/MAD minimum.

EXPONENTIAL SMOOTHING
EXAMPLE
Youre organizing a Kwanza meeting.
You want to forecast attendance for
2000 using exponential smoothing
( = .10). The1995 forecast was 175.
1995 180
1996 168
1997 159
1996 175
1999 190
1995 Corel Corp.

4-73

2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,


N.J. 07458

EXPONENTIAL SMOOTHING SOLUTION


Ft = Ft-1 + (At-1 - Ft)

Time Actual
1995

180

1996

168

1997

159

1998

175

1999

190

2000

NA

Forecast, Ft
( = .10)
175.00 (Given)

175.00 +

4-74

EXPONENTIAL SMOOTHING SOLUTION


Ft = Ft-1 + (At-1 - Ft)

Time Actual
1995

180

1996

168

1997

159

1998

175

1999

190

2000

NA

Forecast, Ft
( = .10)
175.00 (Given)

175.00 + .10(

PowerPoint presentation to accompany


Operations Management, 6E (Heizer & Render)

4-75

2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,


N.J. 07458

EXPONENTIAL SMOOTHING SOLUTION


Ft = Ft-1 + (At-1 - Ft)

Time Actual
1995

180

1996

168

1997

159

1998

175

1999

190

2000

NA

Forecast, Ft
( = .10)
175.00 (Given)

175.00 + .10(180 -

4-76

2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,


N.J. 07458

EXPONENTIAL SMOOTHING SOLUTION

Ft = Ft-1 + (At-1 - Ft)

Time Actual
1995

180

1996

168

1997

159

1998

175

1999

190

2000

NA

Forecast, Ft
( = .10)
175.00 (Given)

175.00 + .10(180 - 175.00)

4-77

2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,


N.J. 07458

EXPONENTIAL SMOOTHING SOLUTION


Ft = Ft-1 + (At-1 - Ft)

Time Actual
1995

180

1996

168

1997

159

1998

175

1999

190

2000

NA

Forecast, Ft
( = .10)
175.00 (Given)

175.00 + .10(180 - 175.00) = 175.50

4-78

2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,


N.J. 07458

EXPONENTIAL SMOOTHING SOLUTION


Ft = Ft-1 + (At-1 - Ft)

Time Actual

Forecast, Ft
( = .10)

1995

180

175.00 (Given)

1994

168

175.00 + .10(180 - 175.00) = 175.50

1995

159

175.50 + .10(168 - 175.50) = 174.75

1996

175

1997

190

1998

NA
4-79

2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,


N.J. 07458

EXPONENTIAL SMOOTHING SOLUTION


Ft = Ft-1 + (At-1 - Ft)

Time Actual

Forecast, Ft
( = .10)

1995

180

175.00 (Given)

1996

168

175.00 + .10(180 - 175.00) = 175.50

1997

159

175.50 + .10(168 - 175.50) = 174.75

1998

175

174.75 + .10(159 - 174.75)= 173.18

1999

190

2000

NA
4-80

2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,


N.J. 07458

EXPONENTIAL SMOOTHING SOLUTION


Ft = Ft-1 + (At-1 - Ft)

Time Actual

Forecast, Ft
( = .10)

1995

180

175.00 (Given)

1996

168

175.00 + .10(180 - 175.00) = 175.50

1997
1998

159

175.50 + .10(168 - 175.50) = 174.75

175

174.75 + .10(159 - 174.75) = 173.18

1999

190

173.18 + .10(175 - 173.18) = 173.36

2000

NA
4-81

2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,


N.J. 07458

EXPONENTIAL SMOOTHING SOLUTION

Ft = Ft-1 + (At-1 - Ft)

Time Actual

Forecast, Ft
( = .10)

1995

180

175.00 (Given)

1996

168

175.00 + .10(180 - 175.00) = 175.50

1997

159

175.50 + .10(168 - 175.50) = 174.75

1998

175

174.75 + .10(159 - 174.75) = 173.18

1999

190

173.18 + .10(175 - 173.18) = 173.36

2000

NA

173.36 + .10(190 - 173.36) = 175.02


4-82

2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,


N.J. 07458

EXPONENTIAL SMOOTHING GRAPH


Sales
190
180
170
160
150
140
93 94

Actual
Forecast

95 96
Year
4-83

97

98

2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,


N.J. 07458

Semoga menjadi peramal yang


sukses

PERENCANAAN KAPASITAS
KAPASITAS ??

hasil produksi atau jumlah unit yang dapat ditangani, diterima, disimpan
atau diproduksi oleh sebuah fasilitas dalam suatu periode waktu tertentu.

Jumlah output maksimum yang dapat diproduksi/dihasilkan oleh suatu


fasilitas selama periode atau selang waktu tertentu.

Kapasitas juga menentukan apakah permintaan dapat dipenuhi atau


apakah fasilitas yang ada akan berlebihan.

Biasanya dinyatakan dalam bentuk unit produk yang dihasilkan per satuan
waktu.

Misal: 5 unit mobil/hari, 6 pasien/ jam

KAPASITAS

JENIS-JENIS KAPASITAS

Kapasitas Design: output maksimum sistem


secara teoritis dalam suatu periode waktu
tertentu dengan kondisi ideal. (jumlah baja yang
dapat diproduksi setiap minggu,setiap bulan atau setiap tahun).

Kapasitas efektif: - kapasitas yang


diperkirakan dapat dicapai dengan bauran
produk, metode penjadwalan, pemeliharaan,
dan standar kualitas tertentu.
- Kapasitas yang diperkirakan dapat
dicapai oleh sebuah perusahaan dengan
keterbatasan operasi yang ada.

GAP KAPASITAS

PERENCANAAN KAPASITAS JANGKA


PANJANG
Menambah fasilitas, menambah peralatan mesin.

PERENCANAAN KAPASITAS JANGKA


MENENGAH

Sub kontrak, menambah peralatan, menambah jumlah


giliran kerja, menambah karyawan, membuat atau
menggunakan persediaan.

PERENCANAAN KAPASITAS JANGKA


PENDEK

Menjadwalkan pekerjaan, menjadwalkan


karyawan, mengalokasikan mesin.

UTILISASI (UTILIZATION)
Utilisasi : persentase dari kapasitas design
yang sesungguhnya telah dicapai.
Output
Aktual
Utilisasi =
Kapasitas Desain

EFISIENSI
Efisiensi : persentase dari kapasitas efektif
yang sesungguhnya telah dicapai.
Output Actual
Efisiensi =
CapacityEffective

Dik:
desain capacity: 100 mobil/minggu
Kapasitas aktual: 68 mobil/minggu
kapasitas effektif: 85 mobil/minggu
Effisiensi = output aktual/kapasitas efektif
= (68 / 85) x 100%
= 80%
Utilitas = output aktual/ kapasitas desain
= (68 / 100) x 100%
= 68%

Dik :
Perush roti memproduksi 150.000 roti. Kapasitas efektif 175.000 roti.
Pabrik berproduksi 7 hari seminggu dengan 3 giliran kerja masing-masing 8 jam.
Perush tersebut dirancang untuk memproduksi 1200 roti per jam.
Hitung kapasitas design. Utilisasi dan efesiensinya.
Kapasitas Desain = (7 hari x 3 giliran kerja x 8 jam) x 1.200 roti/jam = 201.600 unit
Utilisasi = output aktual / kapasitas desain
= 150.000 / 201.600 = 74,4 %
Efisiensi = output aktual / kapasitas efektif
= 150.000 / 175.000 = 85,71%

METODE

Analisa Titik Impas (Break Even Point


Analysis)
Cara menemukan sebuah titik dalam satuan
dollar dan unit dimana biaya sama dengan
keuntungan.
Dengan mengetahui break even ini
diharapkan pada volume penjualan berapa
perusahaan mencapai titik impasnya, yaitu
tidak rugi ataupun tidak untung.

Pohon Keputusan (Decision Tree)

ANALISA BEP
Analisis ini memerlukan estimasi mengenai biayabiaya, diantaranya:
Biaya tetap (fixed cost): Biaya yang tetap ada
meskipun tidak ada unit yang diproduksi.
Contoh :biaya depresiasi, pajak bumi dan bangunan,
bunga kredit, dan gaji pimpinan.
Biaya variabel (variable cost): Biaya yang bervariasi
sesuai dengan banyaknya unit yang diproduksi.
contoh :biaya tenaga kerja langsung, biaya material.
Pendapatan : diasumsikan berbentuk linier dimana
besarnya bertambah sesuai dengan pertambahan
volume penjualan.

RUMUS ANALISA BEP SINGLE


PRODUCT

Rumus Break Event Point (BEP) untuk single product adalah:

Dimana :
BEP x = titik impas dalam unit
BEP $ = titik impas dalam dolar
F
= fixed cost (biaya tetap)
V
= variable cost (biaya variabel)/unit
P
= Harga/unit (setelah semua potongan)
X
= jumlah unit yang diproduksi

RUMUS ANALISA BEP MULTY


PRODUCT
Rumus BEP untuk multiple product adalah:

Dimana :
BEP $ = titik impas dalam dolar
F
= fixed cost (biaya tetap)
V
= variable cost (biaya variabel)/unit
P
= Harga/unit (setelah semua potongan)
i
= produk
W = persentase setiap produk dari total penjualan

BEP single Product


Dik :
Biaya tetap $10.000
Biaya pekerja langsung $1,50/unit
Bahan $ 0,75/unit
Harga jual $4/unit
Berapa BEPx dan BEP$?

Jawab :

BEP multi produk

Berapa titik impas untuk penjualan sandwich ??

POHON KEPUTUSAN
Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan
untuk menambah kapasitasnya. Alternatif pertama tidak
melakukan pembangunan, membangun pabrik kecil,
membangun pabrik sedang, atau membangun pabrik
besar. Jika pabrik besar dibangun akan memberikan
keuntungan $100.000, danjika tidak menguntungkan akan
menghasilkan laba $90.000. Pabrik berukuran sedang
akan menghasilkan laba $60.000 jika tidak
menguntungkan akan menghasilkan laba $10.000. Pabrik
kecil jika dibangun akan mengjhasilkan laba $40.000 dan
jika tidak menguntungkan akan menghasilkan laba $5000.
Hasil penelitian memperkirakan akan terdapat
kemungkinan sebesar 0,4 bahwa pasar menguntungkan
yang berarti 0,6 pasat tidak menguntungkan.
Dari informasi ini buat pohon keputusan dan alternatif
mana yang akan dipilih yang menghasilkan nilai uang yang
diperkirakan (expected monetary value, EMV).

EMV
EMV
EMV
EMV

pabrik besar = (0,4)($100.000) + (0,6)($-90.000)= -$14.000


pabrik sedang = (0,4)($60.000) + (0,6)($-10.000)= +$18.000
pabrik kecil = (0,4)($40.000) + (0,6)($-5.000)= +$13.000
(tidak membangun) = $0

Berdasarkan nilai EMV, perusahaan harus membangun pabrik berukuran sedang

LINIER PROGRAMING

suatu model umum yang dapat digunakan


dalam pemecahan masalah pengalokasian
sumber-sumber yang terbatas secara optimal.
Fungsi dan tujuannya adalah fungsi yang
menggambarkan
tujuan sasaran di dalam permasalahan LP yang
berkaitan
dengan pengaturan secara optimal sumberdayasumberdaya, untuk memperoleh keuntungan
maksimal
atau biaya minimal.

PENGENALAN METODE SIMPLEKS

Metode simpleks ialah suatu metode yang


secara sistematis dimulai dari
suatupemecahan dasar yang fisibel ke
pemecahan dasar yang fisibel
(feasible) lainnya dan inidilakukan berulangulang (dengan jumlah ulangan yang terbatas)
sehingga akhirnya tercapai suatupemecahan
dasar yang optimum dan pada setiap step
menghasilkan suatu nilai dari fungsi tujuanyang
selalu lebih besar (lebih kecil) atau sama dari
step-step sebelumnya.

AGREGAT PLANNING

AGREGAT

Perencanan Agregat adalah suatu aktivitas operasional untuk


menentukan jumlah dan waktu produksi pada waktu dimasa
yang akan datang.AP juga didefinisikan sebagai usaha untuk
menyamakan antara supply dan demand dari suatu produk atau
jasa dengan jalan menentukan jumlah dan waktu input,
transformasi, dan output yang tepat.

Proses perencanaan untuk menentukan waktu dan banyaknya


produksi/operasi perusahaan dalam jangka menengah (antara 318 bulan).

Tujuan Perencanaan Agregat: meminimalkan biaya selama


periode perencanaan dengan mencoba menemukan perkiraan
permintaan (demand) sehingga jumlah produksi, tingkat tenaga
kerja, tingkat persediaan, waktu lembur, sub kontrak, dan
variabel lainnya yang dapat dikontrol dapat disesuaikan.

AGREGAT
Proses Perencanaan dibagi menjadi 3 tingkatan:
1. Long range plans
Merupakan perencanaan lebih dari satu tahun yang
menyangkut rencana R&D, produk baru, biaya perluasan, dan
lain sebagainya. Long range plans ini ditentukan oleh
manajer puncak.
2. Intermediate range plans
Merupakan rencana 3-18 bulan menyangkut rencana
penjualan, rencana produksi, inventori, anggaran tenaga
kerja, dan sebagainya. Tingkatan ini ditetapkan oleh manajer
operasi.
3.

Short range plans


Merupakan rencana kurang dari 3 bulan yang menyangkut job
assignment , ordering, job schedulling, dan ditetapkan oleh
manajer operasi, bersama-sama supervisor dan operator.

Dalam 3 tingkatan ini perencanaan agregat berapa pada tingkatan intermediate range
plans yang menyangkut rencana produksi/operasi perusahaan.

PERENCANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

STRATEGI PERENCANAAN AGREGAT

tif
a
n
r
alte

Opsi Kapasitas (capacity Options):


Melakukan pengaturan pada tingkatan yang ada.
1. Variasi Tingkat Persediaan (Changing Inventory Levels)
2. Variasi jumlah tenaga kerja (Varying workforce)
3. Variasi jam kerja (varying production rates through over time or idle time)
4. Strategi subkontrak (subcontracting)
5. Menggunakan karyawan paruh waktu (using part time workers)
Opsi Permintaan (Demand Options):
Mempengaruhi tingkat permintaan agar meningkat dengan cara:
6. Strategi mempengaruhi permintaan (influencing demand)
7. Pemesanan tertunda saat permintaan tinggi (back orders during high
demand periods)

PERENCANAAN AGREGAT DALAM


SEKTOR JASA

BIAYA BIAYA AGGREGATE PLANNING :


Biaya pencairan tenaga kerja & lay off
Over time
Ongkos simpan
Ongkos sub kontrak
Upah tenaga paruh waktu
Ongkos kekurangan barang (ongkos
kehilangan goodwill/opportunity cost
kehilangan sales).

Contoh :
Perusahaan minuman BETA membuat aggregate plan
untuk 12 bulan yang akan datang. Satuan yang akan
digunakan adalah galon.
Hasil Peramalan Rencana penjualan untuk 12 bulan
yang akan datang adalah sebagai berikut :
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni

300 galon
300 galon
350 galon
400 galon
450 galon
500 galon

Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

650 galon
600 galon
475 galon
475 galon
450 galon
450 galon

Dari data tersebut terlihat demand meningkat


pada
musim panas dan menurun lagi di musim dingin.
Manajer membuat 3 Aggregate Plans :
1. Level Work Force - menggunakan inventory
untuk menghadapi musim yang naik.
2. Level Work Force + Overtime
Gunakan 20% overtime dibarengi dengan
pengaturan inventory pada waktu diperlukan
yaitu di bulan Juni, Juli dan Agustus. Untuk
memenuhi musim yang permintaannya tinggi.
3. Chase Strategy Hire and Lay Off pekerja tiap
bulan jika diperlukan untuk memenuhi
demand.

Data yang tersedia :


1. Tiap pekerja dapat membuat 10.000 galon
minuman per bulan pada regular time.
Diasumsikan jumlah pekerja semula 40 orang
jika pekerja lembur (overtime) kapasitas
pekerja juga tetap sama. Hanya lembur bisa
dilakukan selama 3 bulan saja selama 1
tahun.
2. Tiap pekerja dibayar $1.000/bulan pada
regular time. Over time dibayar 150% regular
time maximum tiap bulan dari 3 bulan tadi
hanya bisa 20%.
3. Biaya untuk mempekerjakan karyawan
baru $1.000/orang untuk biaya administrasi
dan training.
Biaya Lay off $ 2000

4. Biaya produksi minuman $2/galon


Biaya inventorynya adalah 3%/bulan/galon
5. Diasumsikan inventory awal 50.000
galon sedangkan inventory pada akhir
tahun juga diharapkan 50.000 galon.
Semua demand yang diperkirakan harus
dapat dipenuhi.
Stock Out tidak dibenarkan.

PENENTUAN LOKASI FASILITAS


PRODUKSI

Lingkungan

Kesediaan masyarakat terhadap konsekuensi


keberadaan usaha

Kedekatan

dengan pasar

Minimalisasi biaya distribusi

Tenaga

masyarakat

Kerja

Ketersediaan dan tingkat upah tenaga kerja


Sikap dan kebiasaan lebih penting dari ketrampilan dan
pendidikan

FAKTOR PEMILIHAN LOKASI

Kedekatan dengan bahan mentah dan supplier


Pertimbangan

ukuran, berat, expired bahan baku

Fasilitas dan biaya transportasi


Pertimbangan

sumbangan antara biaya transportasi


bahan mentah dan produk jadi

Sumber daya lainnya


Ketersediaan

air, listrik, komunikasi

FAKTOR PEMILIHAN LOKASI

PENENTUAN LOKASI FASILITAS PRODUKSI


Tujuan Penentuan Lokasi:
1. Mendapatkan tempat memproduksi yang menyebabkan
ekspektasi total biaya aktual (tangible costs(fixed
&variable cost = labor, material,tax) maupun yang
bersifat opportunity costs (intangible costs (biaya untuk
inovasi misalnya SDM berkualitas tinggi untuk R&D,
industri pendukung, lingkungan bisnis setempat, dan
kemudahan investasi) ) serendah mungkin
2.

Membantu pertumbuhan ekonomi regional

3.

Memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pemegang


otoritas/pemerintah/institusi yang berwenang
118