Anda di halaman 1dari 51

LAPORAN KASUS

Tension Headache
1

Oleh:
Liana Alviah Saputri, S.Ked
KMS. M. Afif Rahman, S.Ked

Pembimbing :
dr. Afriani, Sp.S
OUTLINE
2

Pendahuluan Status Pasien

Tinjauan Analisis
Pustaka Masalah
PENDAHULUAN

3
PENDAHULUAN
4

Nyeri kepala merupakan gejala


umum yang pernah dialami
hampir semua orang

Lebih dari 90% populasi pernah mengalami


setidaknya satu jenis sakit kepala secara
episodik selama hidupnya

Di Amerika Serikat lebih dari 23 juta orang


mengalami nyeri kepala, dimana 17,6%
diderita oleh wanita dan 6% pada laki-laki
PENDAHULUAN
5

Migraine

Tension type
Klasifikasi International Headache
Headache Society tahun
2004, Nyeri Kepala
Primer
Cluster Headache

Other Cephalalgias
PENDAHULUAN
6

Tension headache adalah


manifestasi dari reaksi tubuh
terhadap stres, kecemasan, depresi,
konflik emosional, kelelahan atau
hostilitas yang tertekan

Tension type headache perlu


mendapatkan perhatian khusus
karena keluhan yang ada pada
penyakit ini dapat mengganggu
aktivitas keseharian dari
penderita
STATUS PASIEN

7
Status Pasien

IDENTIFIKASI
- Nama : NN.AP
- Umur : 22 tahun
- Alamat : Jl. Kebun Bunga, Palembang
- Suku : Palembang
- Bangsa : Indonesia
- Agama : Islam
- Pendidikan : S1
- Pekerjaan : Mahasiswa
- Kunjungan : 8 September 2017
- No. RM : 1007117
ANAMNESIS
(Autoanamnesis tanggal 8 September 2017, Pukul 10.00 WIB)

Penderita berobat ke poliklinik neurologi RSMH dengan keluhan sakit kepala yang
semakin memberat sejak 5 hari yang lalu

+5 hari yang lalu sakit kepala yang terasa seperti ditekan dan diikat, nyeri dirasakan disemua
bagian kepala dan terasa berat terutama didaerah kepala belakang dan tengkuk kurang lebih
selama 4 jam. Nyeri kepala mucul secara tiba tiba ketika pasien sedang tertidur yang membuat
pasien terbangun dari tidurnya, pasien tidak mengonsumsi obat apapun untuk mengurangi
nyerinya. Nyeri berkurang ketika pasien menekan nekan kepala. Nyeri ini kemudian hilang dan
dirasakan kembali keesokan harinya. Pasien mengaku dalam satu minggu ini sudah 4 kali
mengalami serangan.
Saat serangan mual (+) fotofobia (+) muntah (-) tidak disertai keringat dingin, telinga berdenging
(-), gangguan pendengaran (-), pandangan gelap (-), penglihatan ganda (-), kejang (-), kelemahan
sesisi tubuh (-), bicara pelo dan muka mengot (-), gangguan sensibilitas (-), penderita dapat
memahami isi pikiran orang lain dan dapat mengungkapkan isi pikirannya baik secara lisan,
tulisan, maupun isyarat. Pasien sedang tidak menstruasi dan nyeri kepala tidak tergantung siklus
menstruasi. Pasien mengaku akan menghadapi ujian stase dan mengaku sudah 2 hari ini kurang
tidur, dan juga sering mengonsumsi coklat dan kopi akhir-akhir ini.
Riwayat sakit kepala seperti ini sudah ada sejak 5 tahun yang lalu dan selalu hilang timbul.
Nyeri kepala dapat dirasakan 4 kali dalam seminggu, pasien belom pernah berobat dan
tidak pernah mengonsumsi obat. Riwayat sakit telinga disertai keluar cairan dari telinga
tidak ada, riwayat trauma kepala tidak ada, riwayat operasi telinga tidak ada, riwayat
demam tidk ada, riwayat hipertensi tidak ada, riwayat diabetes mellitus tidak ada.
PEMERIKSAAN FISIK

STATUS PRESENS
Status Internus
Kesadaran : GCS = 15 (E: 4, M: 6, V: 5)
Gizi : Baik
Suhu Badan : 36,6C
Nadi : 72 x/menit
Pernapasan : 18 x/menit
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Berat Badan : 52 kg
Tinggi Badan : 156 cm
VAS :7
Jantung : HR = 80 x/m, murmur (-), gallop (-)
Paru-paru : vesikuler (+) normal, ronkhi (-), wheezing (-)
Hepar tidak teraba
Lien : tidak teraba
Anggota Gerak : lihat status neurologikus
Genitalia : tidak diperiksa

Status Psikiatrikus
Sikap : wajar, kooperatif
Ekspresi Muka : wajar
Perhatian : ada
Kontak Psikik : Ada
Status Neurologikus
Kepala
Bentuk : normocephali Deformitas : tidak ada
Ukuran : normal Fraktur : tidak ada
Simetris : simetris Nyeri tekan : ada
Hematom : tidak ada Pembuluh darah : tidak ada pelebaran
Tumor : tidak ada Pulsasi : tidak ada kelainan

Leher
Sikap : lurus Deformitas : tidak ada
Torticolis : tidak ada Tumor : tidak ada
Kaku kuduk: tidak ada Pembuluh darah : tidak ada kelainan
Saraf-saraf Otak
N. Olfaktorius Kanan Kiri
Penciuman Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Anosmia Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Hyposmia Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Parosmia Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
N.Opticus

Kanan Kiri
Visus 6/6 6/6
Campus visi V.O.D V.O.S

Kanan Kiri
Anopsia Tidak ada Tidak ada
Hemianopsia Tidak ada Tidak ada

Fundus Oculi
Papil edema tidak dilakukan tidak dilakukan
Papil atrofi tidak dilakukan tidak dilakukan
Perdarahan retina tidak dilakukan tidak dilakukan
Nn. Occulomotorius, Trochlearis dan Abducens
Kanan Kiri
Diplopia tidak ada tidak ada
Celah mata simetris simetris
Ptosis tidak ada tidak ada

Sikap bola mata


Strabismus tidak ada tidak ada
Exophtalmus tidak ada tidak ada
Enophtalmus tidak ada tidak ada
Deviation conjugae tidak ada tidak ada

Gerakan bola mata ke segala arah ke segala arah

Pupil
Bentuknya bulat bulat
Besanya 3 mm 3 mm
Isokor/anisokor isokor isokor
Midriasis/miosis tidak ada tidak ada

Refleks cahaya
- Langsung ada ada
- Konsensuil ada ada
- Akomodasi ada ada
Argyl Robertson tidak ada tidak ada
Nn.Trigeminus
Kanan Kiri
Motorik
Menggigit Baik Baik
Trismus Tidak ada Tidak ada
Refleks kornea Tidak ada Tidak ada

Sensorik
Dahi Baik Baik
Pipi Baik Baik
Dagu Baik Baik
N.Facialis
Kanan Kiri
Motorik
Mengerutkan dahi Simetris Simetris
Menutup mata Lagopthamus (-) Lagothalmus (-)
Menunjukkan gigi tidak ada kelainan tidak ada kelainan
Lipatan nasolabialis tidak ada kelainan tidak ada kelainan
Bentuk Muka
- Istirahat Simetris Simetris
- Berbicara/bersiul Simetris Simetris
Sensorik
2/3 depan lidah Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Otonom
Salivasi Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Lakrimasi Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Chvosteks sign Tidak ada Tidak ada
N. Cochlearis
Kanan Kiri
Suara bisikan Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Detik arloji Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Tes Weber Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Tes Rinne Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan

N. Vestibularis
Nistagmus Tidak ada Tidak ada
Vertigo Tidak ada Tidak ada
N. Glossopharingeus dan N. Vagus
Arcus pharingeus Simetris
Uvula Di tengah
Gangguan menelan Tidak ada
Suara serak/sengau Tidak ada
Denyut jantung Reguler, normal

Refleks
Muntah Ada
Batuk Ada
Okulokardiak Ada
Sinus karotikus Ada

Sensorik
1/3 belakang lidah tidak diperiksa
N. Accessorius
Kanan Kiri
Mengangkat bahu tidak ada kelainan
Memutar kepala tidak ada kelainan

N. Hypoglossus
Kanan Kiri
Mengulur lidah Deviasi (-)
Fasikulasi Tidak ada
Atrofi papil Tidak ada
Disartria Tidak ada
MOTORIK
LENGAN Kanan Kiri
Gerakan Cukup Cukup
Kekuatan 5 5
Tonus Normal Normal

Refleks fisiologis
Biceps Normal Normal
Triceps Normal Normal
Radius Normal Normal
Ulna Normal Normal

Refleks patologis
Hoffman Ttromner Tidak ada Tidak ada
TUNGKAI Kanan Kiri
Gerakan Normal Normal
Kekuatan 5 5
Tonus Normal Normal
Klonus - -
Paha Tidak ada Tidak ada
Kaki Tidak ada Tidak ada

Refleks fisiologis
KPR Normal Normal
APR Normal Normal

Refleks patologis
Babinsky Tidak ada Tidak ada
Chaddock Tidak ada Tidak ada
Oppenheim Tidak ada Tidak ada
Gordon Tidak ada Tidak ada
Schaeffer Tidak ada Tidak ada
Rossolimo Tidak ada Tidak ada
Mendel Bechterew Tidak ada Tidak ada
Refleks kulit perut

Atas tidak ada kelainan


Tengah tidak ada kelainan
Bawah tidak ada kelainan
Refleks cremaster tidak dilakukan

SENSORIK
Tidak terdapat gangguan sensorik pada lengan dan tungkai.
FUNGSI VEGETATIF
Miksi : tidak ada kelainan
Defekasi : tidak ada kelainan

KOLUMNA VERTEBRALIS
Kyphosis : Tidak ada
Lordosis : Tidak ada
Gibbus : Tidak ada
Deformitas : Tidak ada
Tumor : Tidak ada
Meningocele : Tidak ada
Hematoma : Tidak ada
Nyeri ketok : Tidak ada
GEJALA RANGSANG MENINGEAL
Kanan Kiri
Kaku kuduk Tidak ada
Kernig Tidak ada Tidak ada
Lasseque Tidak ada Tidak ada
Brudzinsky
Neck Tidak ada
Cheek Tidak ada
Symphisis Tidak ada
Leg I Tidak ada Tidak ada
Leg II Tidak ada Tidak ada
GERAKAN ABNORMAL
Tremor : Tidak ada
Chorea : Tidak ada
Athetosis : Tidak ada
Ballismus : Tidak ada
Dystoni : Tidak ada
Myocloni : Tidak ada

FUNGSI LUHUR
Afasia motorik : Tidak ada
Afasia sensorik : Tidak ada
Apraksia : Tidak ada
Agrafia : Tidak ada
Alexia : Tidak ada
Afasia nominal : Tidak ada
Diagnosis
28

DIAGNOSIS Tension Headache tipe


KLINIK Episodik

DIAGNOSIS
Myofacial
TOPIK

DIAGNOSIS
Psikis
ETIOLOGI
Terapi
29

Pengobatan non farmakologik


Regulasi lifestyle
Mengatur dan tidur yang cukup
Makan dan diet yang baik
Mengetahui dan menghindari makan yang dapat memicu nyeri kepala
Berolahraga teratur
Hindari stres
Menghindari lingkungan sosial yang dapat menyebabkan stres
Relaksasi otot
Psikoterapi
Fisioterapi
Terapi panas, ultrasound
Pijat dan traksi leher
Peregangan otot-otot leher
Terapi
30

Terapi Farmakologis
Paracetamol 300 mg
mfla in caps dtd no. x
Na diclofenak 20 mg
s 2 dd 1
Amitriptilin 5 mg
neurodex 1x1 tab
Prognosis
31

Quo ad vitam : Bonam


Quo ad Functionam : Bonam
TINJAUAN PUSTAKA

32
Definisi
33

Tension Type headache didefinisikan sebagai rasa


berat atau tertekan yang menetap, pada kedua sisi
kepala yang timbul episodik dan berkaitan dengan
stres, tetapi dapat berulang hampir setiap hari tanpa
adanya faktor psikologis.
Epidemiologi
34

Pada penelitian di Amerika, tension headache


merupakan penyakit nyeri kepala primer. Penyakit ini
88% dijumpai pada wanita dan 66% pada laki-laki dan
sekitar 60% serangan sakit kepala jenis ini terjadi pada
usia lebih dari 20 tahun.
Etiologi
35

Etiologi dari tension headache ini belum diketahui


secara pasti, namun diduga disebabkan oleh beberapa
faktor pencetus antara lain adalah cahaya yang
menyilaukan, stres psikososial, kecemasan, depresi,
stres otot, marah, terkejut, serta penggunaaan obat
untuk tension headache yang berlebihan.
Tension
Type
Headache

36
Manifestasi Klinis
37
Klasifikasi
38
Diagnosis
39

Tidak ada tes khusus untuk menegakkan diagnosis


TTH. Penderita yang mempunyai riwayat pengobatan
dan melakukan pemeriksaan fisik termasuk evaluasi
neurological yang cermat dapat membantu
menegakkan diagnosis. Diagnosis pasti dapat
ditentukan dari anamnesa, riwayat medis dan
pemeriksaan fisik.
Diagnosis Banding
40
Tatalaksana
41

Prinsip pengobatan adalah pedekatan psiklogik


(psikoterapi), fisiologik (relaksasi) dan farmakologik
(analgesik, sedativa dan minor transquilizers).
Terapi Akut TTH
42
Terapi Nonfarmakologi
43
ANALISIS MASALAH

44
Dalam 1 minggu
Sejak 5 hari SMRS Sejak 5 tahun SMRS
SMRS

sakit kepala yang


terasa seperti ditekan
dan diikat, nyeri
dirasakan disemua Mengalami 4 kali Sering mengalami
bagian kepala dan serangan sakit kepala serupa
terasa berat terutama
didaerah kepala
belakang dan tengkuk

45
Saat
MRS
Nyeri dirasakan terus
menerus kurang lebih selama
4 jam. Nyeri kepala mucul
secara tiba tiba ketika pasien
sedang tertidur, nyeri
berkurang ketika pasien
menekan nekan kepala.

Terdapat mual dan fotofobia


saat serangan

46
Keadaan Umum
Normal

Keadaan
Fungsi luhur
spesifik: kepala
dalam batas
terdapat nyeri
normal
tekan

Fungsi motoric, Pemeriksaan


sensorik, neurologis
vegetative dalam dalam batas
batas normal normal

Nervi craniales
dalam batas
normal

47
Pembahasan
Fakta Teori TTH

Serangan nyeri 4 kali/minggu TTH episodik yang sering (frequent episodic):


sejak 5 tahun terakhir 1-14 serangan per bulan atau antara 12 dan
180 hari per tahun.

Nyeri sejak 5 hari yang lalu Nyeri kepala bertahan selama 30 menit sampai
7 hari

Nyeri kepala yang terasa seperti Nyeri pada TTH dideskripsikan sebagai ikatan
ditekan dan diikat, nyeri kuat di sekitar kepala. Nyeri kepala dengan
dirasakan disemua bagian kepala intensitas ringansedang. Kualitas nyerinya
khas, yaitu: menekan (pressing), mengikat
Nyeri kepala seperti diikat (tightening), tidak berdenyut (nonpulsating).
kencang Rasa menekan, tidak enak, atau berat
Bilateral dirasakan di kedua sisi kepala (bilateral), juga
Tidak bertambah dengan di leher, pelipis, dahi
aktivitas
Fotofobia ringan namun konstan, gejala GI :
Fotofobia (+) nausea pada pagi hari, vomitus (jarang),
Mual (+) sendawa belebihan dan mengeluarkan flatus,
rasa nyeri di dada dan punggung
Terapi
49

Pengobatan non farmakologik


Regulasi lifestyle
Mengatur dan tidur yang cukup
Makan dan diet yang baik
Mengetahui dan menghindari makan yang dapat memicu nyeri kepala
Berolahraga teratur
Hindari stres
Menghindari lingkungan sosial yang dapat menyebabkan stres
Relaksasi otot
Psikoterapi
Fisioterapi
Terapi panas, ultrasound
Pijat dan traksi leher
Peregangan otot-otot lehe
Terapi
50

Terapi Farmakologis
Paracetamol 300 mg
Na diclofenak 20 mg
Amitriptilin 5 mg
neurodex 1x1 tab