Anda di halaman 1dari 46

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI

PNS DOSEN DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BENGKULU

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PRAJABATAN


GOLONGAN III ANGKATAN 23 TAHUN 2015

Nama Peserta

: dr. Makbruri, S.Ked

Angkatan/Kelompok

: 23 / III

Jabatan

: Dosen

Unit Kerja

: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan


Program Studi Pendidikan Dokter Universitas
Bengkulu

Sumber Kegiatan

: SKP / Penugasan Atasan Langsung / Inisiatif


Sendiri

PUSAT PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIKAN


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2015

LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR PNS

Nama

dr. Makbruri, S.Ked

NIP

198707262014042001

Angkatan

23

Kelompok

III

Unit Kerja

Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran


dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu

JUDUL

Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi PNS


Dosen Di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Bengkulu

Menyetujui,

Coach

Mentor

Dr.Teuku Hasanudin,MSi

dr. Marisadonna Asteria, M.Biomed

NIP.195507111978031005

NIP. 19830107200812006

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkah, rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan rancangan aktualisasi
yang berjudul Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Dosen di Program
Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Bengkulu
Penyusunan rancangan ini disusun sebagai rencana pelaksanaan aktualisasi
nilai-nilai dasar profesi dosen di tempat kerja juga untuk melengkapi persyaratan
dalam menempuh pendidikan dan pelatihan prajabatan PNS golongan III.
Pelaksanaan tugas di tempat kerja nanti diharapkan dapat mengimplementasikan
nilai-nilai dasar profesi dosen dengan berpedoman pada rancangan yang telah
disusun ini.
Dalam penulisan rancangan aktualisasi ini penulis banyak mendapat
dukungan dan bantuan berupa bimbingan, saran dan petunjuk dari berbagai pihak,
untuk itu dengan rasa hormat penulis ingin mengucapkan terima kasih yang
sebesar- besarnya kepada :
1. Dr.H.Bambang Winarji, M.Pd selaku Kepala Pusat Pelatihan dan Pendidikan
(Pusdiklat) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sawangan Depok
2. Dr.Teuku Hasanudin ,Msi selaku coach Kelompok 3 Angkatan 23 Tahun 2015
Pusat Pelatihan dan Pendidikan (Pusdiklat) Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Sawangan, Depok.
3. dr. Marisadonna Asteria, M.Biomed selaku mentor dan Wakil Dekan Bidang
Kemahasiswaan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Bengkulu
4. Seluruh staf satuan tugas dan pegawai Pusat Pelatihan dan Pendidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
5. Seluruh staf dan pegawai di Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran
dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu
6. Rekan-rekan DIKLAT prajabatan PNS Golongan 3 Angkatan 23 tahun 2015

iii

7. Suami, anak dan kedua orang tua yang sangat penulis cintai dan hormati yang
telah dengan rela dan sabar dalam mendidik dan memberikan kasih sayang
serta kesempatan kepada penulis untuk menimba ilmu, dan semoga apa yang
telah diberikan mendapat balasan yang lebih dari Allah SWT.
8. Kepada semua pihak yang telah berkenan memberikan bantuan dan
dorongan serta kerjasama yang baik, sehingga rancangan aktualisasi ini dapat
diselesaikan dengan lancar.

Penyusunan rancangan ini pasti memiliki kekurangan, sehingga dengan


segala hormat penulis menerima saran dan kritik yang membangun agar
penyusunan rancangan ini menjadi lebih baik lagi nantinya. Akhir kata semoga
rancangan aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi
rekan rekan DIKLAT prajabatan PNS pada umumnya.

Depok, September

2015

Penulis,

dr. Makbruri,S.Ked
198707262014041001

iv

DAFTAR ISI

Lembar pengesahan ............................................................................................. ii


Kata pengantar...................................................................................................... iii
Daftar isi ................................................................................................................ v
Daftar tabel............................................................................................................ vi
Daftar gambar ....................................................................................................... vii
I.

Pendahuluan
A. Latar Belakang........................................................................... 1
B. Tujuan Rancangan Aktualisasi .................................................. 7

II.

Nilai Dasar Profesi PNS


A. Identifikasi Nilai Dasar PNS ....................................................... 7
B. Format Rancangan Aktualisasi .................................................. 12

III.

Rencana Aksi
A. Jadwal Implentasi ...................................................................... 34
B. Jadwal Konsultasi dengan Coach .............................................. 35
C. Jadwal Konsultasi dengan Mentor ............................................. 36

IV.

Penutup
A. Simpulan .................................................................................... 37
B. Rencana Antisipasi Kendala ...................................................... 37

DAFTAR TABEL

Tabel 1.

Identifikasi Nilai Dasar Profesi PNS.............. ..................................... 9

Tabel 3.

Rancangan Aktualisasi Nilai Dasar .................................................... 10

Tabel 4.

Jadwal Implementasi ....................................................................... 34

Tabel 5.

Jadwal Konsultasi Dengan Coach .................................................... 35

Tabel 6.

Jadwal Konsultasi Dengan Mentor .................................................... 36

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi ................................................................ 4


Fakultas Kedokteran Umum dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu

vii

I.PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 diperlukan pondasi yang kuat yaitu
sistem pemerintahan yang baik, bersih dan berkualitas (Good Governance).
Hal tersebut perlu didukung dengan sumber daya yang berintegritas, yang
bisa dibentuk dengan sistem pembelajaran yang baik. Aparatur Sipil Negara
(ASN) dalam lingkup pendidikan secara umum dan perguruan tinggi secara
khususnya harus bersikap professional, berintegritas, dan bersih dari
kepentingan perseorangan, kelompok maupun partai, serta menjunjung tinggi
nilai dasar Pancasila. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang
Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditetapkan
bahwa salah satu jenis Diklat yang strategis untuk mewujudkan PNS sebagai
bagian dari ASN menjadi profesional seperti tersebut di atas adalah Diklat
Prajabatan. Peraturan Kepala LAN-RI Nomor 38 Tahun 2014 disebutkan
bahwa dalam penyelenggaraan Diklat Prajabatan pola baru peserta
diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dengan
cara mengalami sendiri dalam penerapan dan aktualisasi pada tempat tugas,
sehingga peserta merasakan manfaatnya secara langsung. Tujuan nasional
dapat diwujudkan melalui pegawai ASN yang dapat menjalankan tugas
pelayanan publik, tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan tertentu. Hal
ini sebagaimana yang tertuang dalam UU Nomor 5 tahun 2014. Oleh karena
itu pegawai ASN harus memiliki kualifikasi, kompetensi dan kinerja yang
dibutuhkan sesuai dengan dengan jabatannya masing-masing. Dosen sebagai
Aparatur Sipil Negara sekaligus pengajar wajib bersikap professional dalam
menjalankan jabatan. Bekerja yang professional berarti bekerja dengan
keahlian atau kompetensi serta memiliki kemampuan untuk mengelola
pembelajaran.

Proses

pembelajaran

dan

pendidikan

bertujuan

untuk

mendapatkan mutu sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan


pembangunan.

1.

Gambaran Umum Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas


Bengkulu
Program Studi Kedokteran Universitas Bengkulu berdiri pada tanggal 11 Juli
2008 bersamaan dengan terbitnya Izin Penyelenggaraan Program Studi
Pendidikan Dokter (S-1) pada Universitas Bengkulu (SK Direktorat Jenderal
Pendidikan

Tinggi-Departemen

Pendidikan

Nasional

No.

2132/D/T/2008.

Peresmian fakultas dilaksanakan pada tanggal 26 September 2013, sehingga


resmi menjadi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu.
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu berupaya untuk
melahirkan tunas-tunas bangsa yang berintegritas dan memiliki kompetensi
dalam bidang kesehatan, dalam usianya yang sangat muda telah dilakukan
berbagai upaya untuk peningkatan mutu dan kualitas sehingga dapat
terbentuknya institusi pendidikan kedokteran dan pusat pengembangan ilmu
kedokteran yang terakreditasi tinggi, menghasilkan dokter yang berkualitas
mandiri, berwawasan global, menguasai iptek kedokteran. Sebagai seorang
dosen sekaligus menjadi ASN, penulis berharap dapat menjadi Agent Of Change
atau Agen Perubahan bagi institusi kami agar berkembang menjadi lebih baik
dan sesuai dengan Tugas Dosen sesuai dengan PERMENPAN dan RB
No.46/2013 menjalankan Tridharma perguruan tinggi yakni memberikan
pembelajaran, mengabdi Kepada masyarakat dan melakukan penelitian.
2.

Visi dan Misi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas


Bengkulu
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu mempunyai visi
menjadi suatu institusi pendidikan kedokteran dan pusat pengembangan ilmu
kedokteran yang terakreditasi tinggi, menghasilkan dokter yang berkualitas
mandiri, berwawasan global, menguasai iptek kedokteran, serta memiliki moral
dan etika yang tinggi dan mampu memanfaatkan sumber daya setempat.

Guna mencapai visi tersebut diatas, dirumuskan misi sebagai berikut :


1. Menyelenggarakan

pendidikan,

penelitian,

dan

pengabdian

di

bidang

kedokteran yang mendukung pembangunan kesehatan Provinsi Bengkulu pada


khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya;
2. Menyelenggarakan pendidikan kedokteran yang dapat menghasilkan lulusan
yang dapat bersaing di pasar global, baik dari segi keterampilan dan
penguasaan iptek kedokteran yang dimiliki maupun dari segi moral dan etika
profesi;
3. Membangun suasana pendidikan dokter yang kondusif untuk terciptanya
budaya penelitian di bidang kedokteran serta budaya kemandirian dalam
pendidikan dan menjalankan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan
iptek kedokteran yang dimiliki;
4. Melaksanakan penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran dalam bidang
penyakit parasit khususnya malaria

3.

Struktur Organisasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas


Bengkulu
Struktur Organisasi yang dimiliki oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Universitas Bengkulu sebagai berikut :

Struktur Organisasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu


Kesehatan Universitas Bengkulu

RUMAH SAKIT
PENDIDIKAN
UTAMA

RS
Pendidika
n Jejaring

DEKAN

RS
Pendidika
n

Wakil Dekan
Bidang
Sumber
Akademik

SENAT

Wakil Dekan
Bidang
Kemahasiswaan

Wakil Dekan
Bidang
Sumber Daya

KETUA
JURUSAN

KABAG
TATA
USAHA

Sekretaris

BAKORDIK
(Badan
Koordinasi
Pendidikan)

MEU
(Medical
Education
Unit)

KETUA
PRODI

DOSEN

LABORATOR
IUM

Sekretaris

Kasubbag
Pendidikan &
Kemahasiswaan

Staf

Kasubbag
Umum

Staf

Staf
Lab
Biomedi
k

Staf

Lab
Skill

Teknisi
dan
Mahasiswa Kedokteran
Dan Ilmu Kesehatan

Laboran

Gambar 1. Struktur Organisasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan


Universitas Bengkulu

4.

Tugas dan Fungsi Organisasi


Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik

Indonesia Nomor 63 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas
Bengkulu, Universitas Bengkulu dipimpin rektor yang mempunyai tugas
memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat serta membina pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan
hubungannya

dengan

lingkungan.

Dalam

melaksanakan

tugas,

rektor

menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:


a. pelaksanaan dan pengembangan pendidikan tinggi;
b. pelaksanaan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan,
teknologi,
c. seni, dan/atau olah raga;
d. pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;
e. pelaksanaan pembinaan sivitas akademika dan hubungannya dengan
lingkungan;
f. pelaksanaan kegiatan layanan administratif.

5.

Tugas dan Fungsi Unit Organisasi


Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik

Indonesia Nomor 63 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas
Bengkulu,

fakultas

mempunyai

tugas

mengkoordinasikan

dan

menyelenggarakan pendidikan akademik, vokasi, atau profesi dalam satu


rumpun ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga. Dalam
melaksanakan tugas, fakultas menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. pelaksanaan dan pengembangan pendidikan di lingkungan Fakultas;
b. pelaksanaan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan/atau olahraga;
c. pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;
d. pelaksanaan pembinaan civitas akademika; dan
e. pelaksanaan urusan tata usaha

6.

Tugas dan Fungsi Dosen


Untuk menjalankan tugas dan fungsi unit organisasi, seorang dosen

memiliki tugas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Tugas


melakukan pendidikan berupa :
a. melaksanakan perkuliahan/tutorial dan menguji serta menyelenggarakan
kegiatan

pendidikan

di

laboratorium,

praktik

keguruan,

praktik

bengkel/studio/kebun percobaan/teknologi pengajaran;


b. membimbing seminar Mahasiswa;
c.

membimbing kuliah kerja nyata (KKN), praktik kerja nyata (PKN), praktik
kerja lapangan (PKL);

d. membimbing tugas akhir penelitian mahasiswa termasuk membimbing,


pembuatan laporan hasil penelitian tugas akhir;
e. penguji pada ujian akhir;
f.

membina kegiatan mahasiswa di bidang akademik dan kemahasiswaan;

g. mengembangkan program perkuliahan;


h. mengembangkan bahan pengajaran;
i.

menyampaikan orasi ilmiah;

j.

membimbing Dosen yang lebih rendah jabatannya;

k.

melaksanakan kegiatan detasering dan pencangkokan dosen.

Tugas melakukan penelitian merupakan tugas di bidang penelitian dan


pengembangan karya ilmiah yang dapat berupa :
a. menghasilkan karya penelitian;
b. menerjemahkan/menyadur buku ilmiah;
c. mengedit/menyunting karya ilmiah;
d. membuat rancangan dan karya teknologi;
e. membuat rancangan karya seni.

Tugas melakukan pengabdian kepada masyarakat dapat berupa :


a. menduduki jabatan pimpinan dalam lembaga pemerintahan/pejabat
negara sehingga harus dibebaskan dari jabatan organiknya;

b. melaksanakan pengembangan hasil pendidikan dan penelitian yang dapat


dimanfaatkan oleh masyarakat;
c. memberi latihan/penyuluhan/penataran pada masyarakat;
d. memberi pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan lain yang
menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintah dan pembangunan;
e. membuat/menulis karya pengabdian kepada masyarakat;

B. Tujuan Rancangan Aktualisasi


A. Tujuan Umum
Tujuan umum dari penyusunan Rancangan Aktualisasi ini untuk
mengaktualisasikan nilai- nilai dasar profesi dosen meliputi Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu dan Anti korupsi (ANEKA) dalam
melaksanakan tugas di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Bengkulu serta serta mampu menganalisis dampak yang terjadi bila nilai-nilai
dasar profesi PNS tidak diterapkan.

B. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari penyusunan Rancangan Aktualisasi ini untuk
menjelaskan langkah-langkah atau tahapan aktualisasi nilai-nilai dasar
profesi dosen meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, dan Anti Korupsi yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 September
19 Oktober 2015 di lingkungan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Bengkulu

II.

NILAI-NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

A.

IDENTIFIKASI NILAI-NILAI DASAR


UU Nomor 5 tahun 2014 menyebutkan bahwa untuk mewujudkan tujuan

nasional, dibutuhkan Pegawai ASN yang dapat menjalankan tugas pelayanan


publik, tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan tertentu. Pegawai ASN
sebagai agen pemerintah harus memiliki nilai-nilai dasar yang terinternalisasi
dalam profesinya. Nilai- nilai tersebut antara lain Akuntabilitas, Nasionalisme,

Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi yang disingkat dengan kata
ANEKA. Nilai-nilai dasar tersebut mempunyai indikator sebagaimana tercantum
dalam tabel berikut ini

NO.

NILAI DASAR

1.

AKUNTABILITAS

NASIONALISME

INDIKATOR
Tanggungjawab
Jujur
Kejelasan Target
Netral
Mendahulukan kepentingan public
Adil
Transparan
Konsisten
Partisipatif
Religius (patuh ajaran agama)
Hormat menghormati
Kerjasama
Tidak memaksakan kehendak
Jujur
Amanah (dapat dipercaya)
Adil
Persamaan derajat
Tidak diskriminatif
Mencintai sesama manusia
Tenggang Rasa
Membela kebenaran
Persatuan
Rela berkorban
Cinta tanah air
Memelihara ketertiban
Disiplin
Musyawarah
Kekeluargaan
Menghormati keputusan
Tanggung jawab
Kepentingan bersama
Gotong royong
Sosial
Tidak menggunakan hak yang bukan miliknya
Hidup sederhana
Kerja keras
Menghargai karya orang lain

NO.

NILAI DASAR

3.

ETIKA PUBLIK

4.

KOMITMEN MUTU

5.

ANTI KORUPSI

INDIKATOR
Jujur
Bertanggung jawab
Integritas tinggi
Cermat
Disipilin
Hormat
Sopan
Taat pada peraturan perundang-undangan
Taat perintah
Menjaga rahasia
Efektivitas
Efisiensi
Inovasi
Berorientasi mutu
Jujur
Disiplin
Tanggung jawab
Kerja keras
Sederhana
Mandiri
Adil
Berani
Peduli

Tabel 1 Nilai Dasar PNS dan Indikatornya


B.

Format Rancangan Aktualisasi


Untuk melaksanakan tugas dan fungsi penulis sebagai dosen di Program

Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kedokteran Universitas


Bengkulu

yang

lebih

baik

maka

aktualisasi

nilai-nilai

dasar

seperti:

Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi


harus dilakukan. Nilai-nilai tersebut harus diidentifikasikan melalui Kegiatan,
Tahapan Kegiatan, Output (Hasil Kegiatan), Nilai-Nilai dasar (Indikator),
Kontribusi terhadap visi dan misi organisasi, penguatan nilai organisasi,
dampak apabila nilai-nilai dasar tidak diaktualisasikan yang dapat diamati pada
Tabel 2 berikut

N
O

KEGIATAN

TAHAPAN KEGIATAN

Melaksanak
an
perkuliahan
tatap muka
atau tutorial
pada
Fakultas
Kedokteran
dan Ilmu
Kesehatan
Universitas
Bengkulu

Input
BRP (Bahan Rancangan Pengajaran)
Soal Pre Test, Daftar Hadir, Bahan
Ajar, Bahan Tayang (Video Pendek)
Proses
A. Pendahuluan
1. Saya akan berupaya memahami,
melaksanakan perkuliahan sesuai
BRP. BRP yang telah disusun
didalamnya terdapat sasaran
pembelajaran, setiap proses
pembelajaran harus berdasarkan
BRP yang disusun oleh karena itu
saya akan berusaha memahami BRP
dengan sungguh sungguh
(Tanggung Jawab, Kerja keras),
mempelajari referensi sesuai yang
ditetapkan BRP (taat aturan),
berupaya memahami target
pembelajaran. Diharapkan dengan
sungguh-sungguh mempelajari BRP
sasaran pembelajaran dapat
tercapai (Kejelasan target)
2. Saya akan Menyiapkan bahan ajar
termasuk bahan tayang sesuai pokok
bahasan dan sub pokok bahasan
yang telah ditetepkan BRP melalui
sumber referensi (ebook, text book) .
Bagus tidaknya kualitas perkuliahan
salah satunya ditentukan dengan
Bahan ajar dan bahan tayang yang
akan menunjang perkuliahan, saya

OUTPUT/HASIL
KEGIATAN

4
1. Daftar Nilai
Pretest
Mahasiswa
2. Daftar
Penilaian
diskusi

NILAI-NILAI DASAR

5
1. Akuntabilitas:
Tanggung Jawab,
kejelasan
target,partisipatif
2. Nasionalisme:
Adil,kerja keras,
Religius, Tidak
diskriminatif,
persamaan
derajat,menghormati
keputusan
3. Etika publik
Disiplin, taat aturan,
integritas
tinggi,bertanggung
jawab
4. Komitmen mutu:
Inovasi, Orientasi
Mutu,efisien
5. Anti korupsi:
Peduli,kerja keras

KONTRIBUSI
TERHADAP VISI DAN
MISI ORGANISASI

PENGUATAN
NILAI-NILAI
ORGANISASI

1. Dengan adanya
perkuliahan yang
menerapkan nilai
dasar ANEKA, maka
perkuliahan akan
berlangsung dengan
kondusif, perkuliahan
akan berjalan sesuai
dengan target yang
ditetapkan,
dilaksanakan dengan
penuh tanggung
jawab,
disiplin,menanamkan
nilai religious, adil
dan berinovasi
diharapkan
perkuliahan tidak
membosankan
dengan terpenuhinya
nilai-nilai aneka ini
akan mahasiswa
akan lebih paham
tentang materi yang
diberikan sehingga
akan membentuk
mahasiswa yang
berkompetensi yang
pada akhirnya akan
menjadi lulusan
dokter yang mandiri,
berkompeten,

Melaksanakan
perkuliahan di FKIK
dengan
menerapkan nilai
ANEKA
memberikan
penguatan nilai-nilai
berikut ini
1. Dengan
membiasakan
perkuliahan yang
menerapkan
ANEKA, dosen
dalam aktivitas
mempersiapkan,
mengajar dan
mengevaluasi
pembelajaran dapat
memenuhi sasaran
pembelajaran,
dosen akan lebih
disiplin dan
bertanggung
jawab terhadap
perkuliahan. Paham
atau tidaknya
mahasiswa menjadi
tanggung jawab
dosen, dosen akan
terus berinovasi
agar perkuliahan

DAMPAK APABILA
NILAI-NILAI DASAR
TIDAK
DIAKTUALISASIKA
N

8
1.Jika nilai ANEKA
Tanggung Jawab
tidak terpenuhi
berakibat dosen
tidak berupaya
untuk memahami
materi
pembelajaran yang
ada di BRP
berakibat dosen
tidak mengetahui
sasaran
pembelajaran yang
yang ,
berpengaruh
terhadap
melemahnya
kualitas proses
pembelajaran
karena sasaran
pembelajaran yang
tidak tercapai
2.Jika nilai
Kejelasan target
tidak terpenuhi
maka
pembelajaran tidak
akan sesuai
dengan sasaran
pembelajaran
berakibat sasaran

10

akan sungguh-sungguh menyusun


bahan ajar dan bahan tayang, tepat
waktu dalam penyelesainnya tidak
keluar dari yang telah ditetapkan
BRP (Taat Aturan) , Diharapkan
dengan saya sungguh-sungguh
membuat bahan ajar sesuai BRP
sasaran pembelajaran akan tercapai
(Disiplin, Tanggung Jawab, kerja
keras, Orientasi mutu)
B. Kegiatan Inti
1. Saya akan memandu doa
sebelum memulai kuliah Suasana
belajar yang kondusif dinanungi
dengan nilai keimanan akan
menimbulkan sugesti positif dalam
diri yang akan memberikan nilai
positif dalam pembelajaran,
semangat mahasiswa mengikuti
pembelajaran akan meningkat
diharapkan pemahamanan
mahasiswa akan meningkat juga oleh
karena itu saya akan memulai diskusi
saya dengan salam dan doa agar
pembelajaran lancar (Religius)
2.Saya akan memberikan Ujian
preteset sebelum memberikan materi
kuliah dengan kompetensi soal yang
sama tiap mahasiswa Sebelum
menjalani perkuliahan alangkah
baiknya seorang pengajar dapat
mengetahui tingkat pemahaman
mahasiswa sebelum mendapatkan
materi, hal ini berguna bagi pengajar
untuk menjalani perkuliahan apabila
hasil pretest besar maka pemahaman
mahasiswa sudah cukup tinggi,
pengajar bisa menjalankan
perkuliahan dengan lebih interaktif
mengajak mahasiswa untuk berpikir

menguasai iptek
kedokteran,
diharapkan hal ini
akan mendukung
terwujudnya VISi
FKIK 2014
membentuk dokter
yang mandiri dan
menguasai iptek

berjalan lebih
menarik sehingga
kualitas perkuliahan
akan lebih baik dari
hari ke hari
sehingga akan
mendukung nilainilai inovatif,
efektif efisien

2. Dengan
menerapkan nilai
ANEKA, inovatif
komitmen mutu
dalam perkuliahan
diharapkan susasana
pembelajaran bisa
lebih kondusif,
kompetitif dan aktif
diharapkan outcome
pemahaman
mahasiswa akan
meningkat dan lebih
kompetitif hal ini
sejalan dengan misi
FKIK UNIb yaitu ingin
menyelenggarakan
pendidikan
kedokteran yang
dapat bersaing di
pasar global baik dari
segi ketrampilan dan
penguasaan iptek
kedokteran yang
dimiliki maupun dari
segi moral dan etika
profesi.

2.Dengan
tercapainya sasaran
pembelajaran
diharapkan
kompetensi
mahasiswa akan
meningkat yang
akan berdampak
terbentuknya unit
kerja yang
terakreditasi tinggi,
menghasilkan
dokter yang
berkualitas mandiri,
berwawasan global,
(universal) dan
menguasai iptek
kedokteran.

pembelajaran tidak
akan tercapai
pemahaman
mahasiswa tidak
akan tercapai yang
akan berdampak
visi misi tidak akan
terbentuk
3.Jika nilai
partisipatif tidak
terpenuhi maka
dosen akan lebih
mendominasi
perkuliahan, kuliah
akan berlangsung
monoton tidak
variatif dan aktif,
dengan suasana
kuliah yang
monoton tidak
melibatkan peran
mahasiswa
dikhawatirkan
saasaran
pembelajaran
kurang tercapai
4.Jika nilai Adil
tidak terpenuhi
maka mahasiswa
aka n ada timbul
kecemburuan
antara mahasiswa
dengan mahasiswa
dan dosen dengan
mahasiswa hal ini
dapat
menimbulkan gap
yang tidak bagus

11

aktif, menganalisis (efesien),


sebaliknya apabila hasil pretest kecil
maka tugas pengajar akan lebih
berat lagi memberikan kuliah,
pemberian materi lebih untuk
meningkatkan pemahaman dasar
mahasiswa.
Setiap mahasiswa akan
mendapatkan bobot dan tingkat
kesulitan soal yang sama tanpa
dibeda-bedakan. Diharapkan dengan
melaksanakan pretest akan
mendukung tercapainya sasaran
pembelajaran
(Adil,TidakDiskriminatif,persamaan
derajat )
3. Saya akan berusaha memberikan
pemicu masalah, materi kuliah dan
Memberikan Bahan tayang (Video
Pendek) yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran, Metode kuliah klasik
(teacher centered) berdasarkan
pengalaman praktisi pendidikan tidak
terlalu efektif, metode kuliah ceramah
yang tanpa melibatkan mahasiswa
untuk aktif dan berpikir kritis
menyebabkan kuliah bisa terlalu
monoton dan membosankan,
dikhawatirkan dengan metode kulliah
yang tidak efektif maka sasaran
pembelajaran tidak akan tercapai.
Oleh karena itu saya akan berusaha
dan berpikir (Kerja Keras, tanggung
Jawab) untuk menjalankan
perkuliahan agar tidak monoton
dengan cara menyampaikan
perkuliahan dengan bahan ajar yang
menarik, menayangkan bahan tayang
(video) yang menarik, dan
memfasilitasi diskusi antara

untuk suasana
pembelajaran
5.Jika nilai
inovasi,Orientasi
mutu tidak
terpenuhi maka
suasana
pembelajaran tidak
akan berlangsung
dengan kondusif
mahasiswa akan
lebih cepat bosan
dalam mengikuti
perkuliahan
berakibat sasaran
pembelajaran tidak
akan tercapai
6.Jika nilai
religious tidak
merwarnai dalam
perkuliahan maka
suasana
perkuliahan tidak
akan dinaungi rasa
keimanan, sugesti
positif dalam dir
mahasiswa tidak
akan terbentuk,
mahasiswa akan
lebih pesimis dan
tidak bersemangat
dalam menjalani
perkuliahan
7.Jika Nilai
Disiplin, Taat
aturan tidak
terpenuhi maka

12

mahasiswa, sehingga mahasiswa


(menghormati keputusan) akan
dirangsang untuk berpikir aktif.
Metode pembelajaran ini
menitikberatkan keaktifan mahasiswa
(student center) diharapkan dengan
melibatkan mahasiswa untuk aktif
tingkat pemahamn mahasiwa akan
meningkat (Inovasi )
C. Kegiatan Penutup
1. Saya akan meminta mahasiswa
untuk menarik kesimpulan tentang
materi kuliah (Partisipatif,
Menghormati Keputusan, Adil,
Tidak diskriminatif) dan
pemecahan pemicu masalah di awal,
saya akan berusaha memberikan
ilmu yang saya punya (Integritas
tinggi,bertanggung Jawab) sampai
mahasiswa mengerti dan membantu
apabila ada mahasiswa yang belum
mengerti .
Setelah mengikuti perkuliahan tingkat
pemahaman mahasiswa tidak akan
sama, setiap mahasiswa memiliki
karakteristik yang berbeda ada yang
cepat menangkap materi dan ada
yang lambat menangkap materi,
mahasiswa yang belum mengerti
akan diberi kesempatan untuk
bertanya dan diberikan bimbingan
khusus sampai mengerti
(Peduli,Kerja Keras )

suasana
perkuliahan tidak
akan tertib,
perkuliahan tidak
akan kondusif,
seluruh mahasiswa
akan
menonjolakan
keinginan
masaing-masing
tanpa mengikuti
aturan sehingga
sasaran
pembelajaran tidak
akan tercapai.
8.Jika Nilai
bertanggung
jawab tidak
diaplikasikan
dalam perkuliahan
dosen akan
merasa
kewajibannya
hanya mengajar
saja, bukan
membimbing
mahasiswa.
Sehingga banyak
mahasiswa yang
tidak mengerti
akan materi
pembelajaran yang
diberikan yang
berakibat
rendahnya kualitas
lulusan yang alkan
berdampak
turunnya kualitas
akreditasi fakultas

13

9.Jika Nilai
Integritas tinggi,
kerja keras tidak
diaplikasikan
berakibat dosen
tidak akan
bersemangat
dalam memberika
perkuliahan, dokter
bersikap cuek
terhadap
mahasiswa, dosen
berpikir kewajiban
mereka hanya
mengajar dan tidak
berpikir untuk
menciptakan
mahasiswa yang
mengerti akan
materi yang
diberikan. Jika ini
terus dibiarkan
maka semakin
banyak mahasiwa
yang tidak lulus
blok dan
ditakutkan
mengalami
kendala ketika
UKDI dan
berdampak
menurunkan
kualitas akreditasi
prodi

14

Menjadi
fasilitator
diskusi
kelompok
pada modul
ilmu
kedokteran
komunitas 1

Input : Daftar Hadir Mahasiswa,


Skenario kasus, BRP, referensi
Proses
A.Pendahuluan
1.Banyaknya mahasiswa yang minim
pemahamannya terhadap modulmodul sebelumnya yang ditunjukkan
dengan minimnya nilai yang
memenuhi standar kelulusan saya
berharap agar hal ini tidak terjadi lagi
(Peduli) saya akan mempelajari
skenario kasus terlebih dahulu
dengan sungguh sungguh (Kerja
Keras) dari BRP yang telah diberikan
sebelum menjadi fasilitator
(tanggung jawab) dengan harapan
agar nanti sasaran pembelajaran
dapat dicapai dan pemahaman
mahasiswa meningkat (Kejelasan
Target)
B.Kegiatan Inti :
1.Suasana belajar yang kondusif
dinanungi nilai keimanan akan
menimbulkan sugesti positif dalam
diri yang akan memberikan nilai
positif dalam pembelajaran oleh
karena itu saya akan memulai diskusi
saya dengan salam dan doa agar
pembelajaran lancar. (Religius)
2.Lingkungan belajar yang monoton
ingin saya hindari saya akan mulai
menyapa mahasiswa (sopan)
dengan menyebut nama agar tercipta
suasana saling menghormati dan
percaya. (Saling Menghormati)
3.Diperlukan kontrak belajar yang
dipahami oleh kedua pihak (dosen
dan mahasiswa) (Partsipatif)
mengajak mahasiswa untuk
membuat komitmen untuk mentaati

Daftar Nilai
diskusi
Mahasiswa
Daftar Lembar
Tugas
Mahasiswa

1. Akuntabilitas:
Kejelasan Target
tanggung jawab,
Partisipatif
2.Nasionalisme:
Religius, Kerja Keras,
Saling
Menghormati,Partisipatif,
Tidak diskriminatif,
menghargai pendapat,
tenggang rasa
3.Etika publik:
Sopan,taat aturan,
cermat
4.Komitmen Mutu
Efektif
Berorientasi mutu
5.Anti korupsi:
Disiplin, Peduli,Adil,

1. Dengan adanya
diskusi kelompok yang
menerapkan nilai
ANEKA maka
diharapkan tujuan
pembelajaran diskusi
akan dicapai terutama
tujuan pembelajaran
berupa memahami
prinsip kedokteran
komunitas sehingga
dengan pemahaman
yang cukup diharapkan
mahasiswa ketika lulus
nanti akan menerapkan
ilmu ini terutama di
pelayanan kedokteran
primer hal ini sangat
mendukung untuk
mencapai visi FKIK unib
yaitu berupa
menghasilkan tenaga
dokter yang mandiri dan
menguasai iptek
kedokteran. Ini juga
akan mempermudah
upaya prdi pendidikan
kedokteran untuk
meningkatkan
akreditasi menjadi
akreditasi b ketika
kualitas lulusannya
kompetensinya diterima
di masyarakat.
2. Dengan menerapkan
tujuan pembelajaran
sesuai dengan
kejelasan target akan
mempermudah
tercapainya visi fkik

Kontribusi menjadi 1. Jika Nilai


fasilitator diskusi
Kejelasan target
kelompok dengan
tidak terpenuhi
menerapkan nilai
maka akan
ANEKA dapat
berpengaruh
memberikan
terhadap saasran
penguatan nilai-nilai
pembelajaran yang
berikut :
tidak akn
Terbentuknya
terpenuhi,
sasaran
perkuliahan
pembelajaran
diberikan hanya
diharapkan
focus kepada
kompetensi
materi tanpa
mahasiswa akan
dipertimbangkan
meningkat yang
cara memperoleh
akan berdampak
sasaran
fkik unib
pembelajaran.
menghasilkan
dokter yang
2. Jika nilai Kerja
berkualitas mandiri,
Keras, Tanggung
berwawasan global,
Jawab tidak
menguasai iptek
terpenuhi maka
kedokteran, serta
akan berpengaruh
memiliki moral dan
dosen tidak dapat
etika yang tinggi
memahami
sepenuhnya
tentang sasaran
pembelajaran,
materi dan metode
diskusi yang
dilaksanakan,
dikhawatirkan
diskusi akan tidak
terfokus untuk
memecahkan
masalah, dosen
tidak bisa menjadi
fasilitator dan
pembimbing
diskusi dengan

15

peraturan diskusi(taat aturan) yang


akan berdampak diskusi akan
berjalan sesuai yang diinginkan
(Kejelasan target) sehingga perlu
disampaikan aturan main diskusi
kelompok agar proses belajar tepat
sesuai dengan sasaran pembelajaran
(Efektif, Kejelasan target)
4.Menugaskan mahasiswa untuk
mempresentasikan pemecahan
masalah dari skenario yang diberikan
tanpa membeda-bedakan
ras,suku,agama, pribadi (Adil)
5.Diskusi kelompok dilaksanakan
sesuai dari arahan BRP, diarahkan
sesuai sasaran pembelajaran (taat
aturan) yang harus dicapai, tema
diskusi tidak keluar dari yang telah
ditetapkan BRP, diharapkan diskusi
yang mengarah ke BRP akan
mewujudkan mahasiswa yang
mampu berpikir kritis, mampu
mengidentifikasi masalah, dan
berupaya untuk memecahkan
masalah (berorientasi mutu), setiap
mahasiswa
6. Mempersilahkan mahasiswa untuk
menyampaikan pendapat mereka
tanpa membeda-bedakan (tidak
diskriminatif), mendengarkan
pemaparan dari masing-masing
mahasiswa (menghargai pendapat)
terkait skenario kasus yang diberikan
dan dengan sungguh-sungguh
(cermat), memperhatikan mahasiswa
yang belum menyampaikan
pendapatnya lalu memberi motivasi
(tenggang rasa) agar terlibat secara
aktif dalam berdiskusi
C.Kegiatan Penutup

unib karena tujuan


pembelajaran
berupaya menciptakan
dokter yang mandiri,
handal, dan dapat
bekerja di layanan
primer
3. Penerapan nilai-nilai
disiplin, efektif pada
akhirnya akan
meningkatkan
kepercayaan
mahasisea terhadap
dosen sehingga proses
pembelajaran dapat
diwujudkan yang
akhirnya akan
mewujudkan visi misi
prodi.

baik dengan kata


lain sasaran
pembelajaran tidak
terpenuhi

1.
1
D
e
n
g
a
n

3. Jika Nilai
Partisipatif tidak
terpenuhi
dikhawatirkan
diskusi tidak akan
berjalan dengan
kondusif, tujuan
utama dari Diskusi
Kelompok adalah
untuk
memecahkan
masalah dengan
interaktif antara
mahasiswa dengan
mahasiwa dan
antara mahasiswa
dengan dosen, jika
tidak ada nilai
partisipatif,
menghargai, maka
diskusi akan
berjalan dengan
stagnan, tidak
banyak mahasiswa
yang
mengeluarkan
pendapat yang
berakibat sasaran
pembelajaran tidak
tercapai.
4. Jika nilai taat
aturan, disiplin
tidak diterapkan
maka diskusi tidak

16

Diskusi kelompok berakhir sesuai


dengan waktu yang ditetapkan tidak
mempersingkat waktu diskusi dan
mendampingi diskusi sampai waktu
yang telah ditentukan diharapkan
dengan menerapkan taat aturan dan
disiplin dalam diskusi, suasana
diskusi akan mendukung terwujudnya
sasaran pembelajaran (disiplin).
Selanjutnya mahasiswa diberi tugas
untuk dibahas pada diskusi
berikutnya atau pada pleno tanpa
membeda-bedakan setiap
mahasiswa mendapat tugas dengan
tingkat kesulitan dan jumlah yang
sama(Adil)

akan berjalan
sesuai yang
diinginkan
fasilitator, diskusi
akan berjalan
sesuai dengan
kehendak
mahasiswa,
pemikiran kritis
tidak akan timbul
dalam diskusi
karena diskusi
tidak menerapkan
peraturan yang
sudah ada
contohnya
mahasiswa tidak
ada yang mau
berpendapat
tentang scenario
kasus yang
diberikan, maka
diskusi akan
berjalan di tempat
tanpa
mendapatkan
pemecahan kasus
5. Jika nilai tidak
diskriminatif,
tenggang rasa,
saling
menghormati
tidak diterapkan
maka maka
mahasiswa aka n
ada timbul
kecemburuan
antara mahasiswa
dengan mahasiswa

17

dan dosen dengan


mahasiswa hal ini
dapat
menimbulkan gap
yang tidak bagus
untuk suasana
pembelajaran.
6. Jika nilai
berorientasi mutu
tidak diterapkan
maka diskusi akan
berjalan datar
tujuan diskusi
mewujudkan
mahasiswa yang
mampu berpikir
kritis, mampu
mengidentifikasi
masalah, dan
berupaya untuk
memecahkan
masalah tidak akan
tercapai

Melakukan
evaluasi
akhir modul
ikk
mahasiswa
berupa ujian
formatif(Ujia
n multiple
choice)

Input : Bahan Ajar, BRP, Soal Ujian


tulis akhir modu
Proses
A.Pendahuluan
1. Saya akan mengumpulkan soal
dari tim pengajar modul ikk
Pertama kali saya akan menjalin
Komunikasi dengan tim pengajar
dengan mengucapkan salam terlebih
dahulu, Untuk meningkatkan rasa
kekeluargaan kita perlu menunjukkan
sikap santun, saling menghormati,
(Saling Menghormati) yang
diwujudkan dengan mengucapkan

Daftar Hadir
Ujian
Lembar
Jawaban
Mahasiswa

1. Akuntabilitas:
Partisipatif
Adil
Kejelasan target
Konsisten
Transparan
2. Nasionalisme:
Religius
Saling Menghormati
Kerjasama
Tanggung Jawab
Tidak diskriminatif

1. Dengan adanya
evaluasi akhir modul
ikk yang menerapkan
nilai dasar aneka
maka kompetensi real
mahasiswa akan
terukur dengan jelas,
transparan dan dapat
dipertanggungjawabk
an. Terukurnya
kompetensi real
mahasiswa
mempermudah dosen
untuk melakukan

1.Dengan
diterapkannya
ANEKA dalam
proses penilaian
mahasiswa, maka
maka penilaian
akan dilaksanakan
dengan adil dan
didasarkan pada
performance asingmasing mahasiswa.
Hal ini akan
meningkatkan
objektivitas dalam

1. Jika nilai
Adil,Transparan
tidak diterapkan
maka hasil
evaluasi tidak akan
valid berakibat
kemampuan
mahasiswa yang
kurang tidak akan
diketahui sehingga
mempersulit dosen
untuk merumuskan
alternative solusi
atau pembinaan

18

salam ketika memulai pembicaraan,


sebagai tim modul yang mempunyai
satu tujuan yang sama yaitu
terwujudnya tujuan pembelajaran
maka dibutuhkan kerjasama hal ini
dapat dilakukan apabila hubungan
komunikasi berlangsung dengan baik
salah satunya dengan mengucapkan
salam di awal komunikasi (Sopan)
kemudian meminta tolong tim
pengajar untuk membuat soal;
formatif dan sumatif sesuai dengan
BRP dan meminta tolong untuk
mengirimkan ke saya via email
Dalam melaksanakan modul ikk
diperlukan satu kepahaman bahwa
modul ini dijalankan dengan
melibatkan kerjasama pihak-pihak
yang sudah ditugaskan (Kerjasama)
setiap pribadi sudah diberikan tugas
masing-masing salah satunya
membuat soal evaluasi akhir modul
(Tanggung Jawab), dalam
menjalankan modul diperlukan
kerjasama dan partisipatif semua
pihak, diharapkan apabila semua
pihak yang telah ditentukan turut
serta berpartisipatif dalam membuat
soal sesuai kompetensinya maka
akan menghasilkan kualitas soal
yang sesuai SKDI yang akan
terwujudnya target-target
pembelajaran dan evaluasi.
(Partisipatif, Kejelasan target)
2. Saya akan mereview soal yang
dikumpulkan berdasarkan standar
BRP mencocokkan kualitas soal,
mempunyai hubungan atau tidak
dengan materi yang diajarkan,
apabila kualitas soal tidak sesuai

3. Etika publik:
Sopan
Menjaga rahasia
4. Komitmen mutu:
Berorientasi Mutu
5. Anti korupsi:
Disiplin
Peduli
Adil

perbaikan terhadap
proses pembelajaran
dan memberikan
perhatian, treatment
kepada mahasiswa
dengan kompetensi
yang berbeda-beda.
Hal ini akan
mempermudah upaya
program studi untuk
meningkatkan
kualitas proses
pembelajaran untuk
menghasilkan lulusan
dokter yang mandiri,
kompetitif, dan
berdaya saing. Ini
akan mempermudah
upaya prodi untuk
mewujudkan misinya
untuk melaksanakan
Tri Dharma
Perguruan Tinggi dan
berupaya untuk
memperoleh
akreditasi B dari LAM
PT KES (Lembaga
Akreditasi Mandiri
Perguruan Tinggi
Kesehatan ) yang
akhirnya akan
mendorong
terwujudnya visi Prodi
menjadi pusat studi
ilmu kedokteran yang
unggul.
2. Selain itu adanya
penerapan nilai
keadilan juga dapat

penilaian.
2.
Selain itu,
proses penilaian
penilaian secara
transparan dan
partisipatif juga
akan menguatkan
kebebasan
akademik.
3.
Jadi
sangat jelas sekali
bahwa penerapan
nilai-nilai dasar
ANEKA dalam akan
menguatkan nilainilai organisasi
yang meliputi:
objektivitas,
kebebasan
akademik,
transparansi,
efisiensi, dan
akuntabel karena
nilai tersebut
selaras dengan
nilai-nilai dasar
ANEKA

Kepada
mahasiswa.
Bahkan bukan
tidak mungkin
akan terjadi
kesalahan
pembinaan. Kedua
hal tersebut di atas
akan
mengakibatkan
tidak tercapainya
tujuan prodi untuk
meningkatkan
kualitas proses
pembelajaran yang
pada akhirnya visi
dan misi prodi sulit
untuk diwujudkan.
2. Selain itu jika nilai
Berorientasi
mutu, tidak
diskriminatif,
tidak diterapkan
dengan baik maka
dampak yang lebih
besar adalah
terjadinya konflik
internal dan
melemahnya
kepercayaan
mahasiswa
terhadap dosen.
Kedua hal tersebut
akan berpengaruh
terhadap
munculnya gap
antara dosen dan
mahasiswa
sehingga akan

19

meminta kembali tim pengajar


dengan sopan untuk memperbaiki
kualitas soal sampai sesuai dengan
materi (Konsisten) Dalam
melakukan evaluasi diperlukan
instrumentasi, apabila instrumennnya
baik maka diharapkan evaluasi yang
dilakukan baik, sifatnya riil sesuai
dengan kompetensi yang dimiliki,
instrumentasi yang digunakan adalah
soal,soal yang digunakan harus
sesuai dengan materi yang diajarkan
sesuai dengan BRP, diharapkan
apabila kualitas soal baik maka tim
modul akan mengetahui sebatas
mana tingkat kemampuan
mahasiswa, dan dapat digunakan
untuk evaluasi modul dan mahasiswa
berikutnya, apabila evaluasi yang
dilaksanakan riil mendekati penilaian
kemampuan mahasiswa sebenarnya,
diharapkan akan ada upaya-upaya
untuk membina mahasiswa yang
nilainya rendah diharapkan dengan
pembinaan kemampuan mahasiswa
akan meningkat (Berorientasi
mutu, peduli)
B.Kegiatan Inti
1. Apabila nanti soal sudah direview
dan layak , meminta bantuan
sekretariat akademik untuk
memperbanyak soal dengan hati-hati
jangan sampai soal diketahui oleh
mahasiswa (Menjaga Rahasia)
2. Saya akan mengawasi
pelaksanaan ujian, sebelum
pelaksanaan ujian memimpin
pembacaan doa Suasana ujian yang
tidak disertai nilai religius akan
menyebabkan suasana ujian tidak

menghindarkan diri
dari terjadinya konflik
internal, baik antar
mahasiswa,
mahasiswa dengan
dosen, mahasiswa
dengan mahasiswa.
3. Penerapan nilai
ANEKA pada
akhirnya akan
meningkatkan
kepercayaan
mahasiswa terhadap
dosen sehingga
peningkatan proses
pembelajaran dapat
diwujudkan yang
akhirnya akan
mewujudkan visi misi
prodi.

berpengaruh
terhadap
melemahnya
kualitas proses
belajar mengajar.
Jika Hal ini tidak
segera diatasi
bukan tidak
mungkin bahwa
kualitas pendidikan
di prodi atau
bahkan fakultas
dan universitas
diragukan oleh
masyarakat yang
pada akhirnya visi
dan misi prodi
tidak pernah
tercapai.
3. Jika nilai religious
tidak merwarnai
dalam ujian maka
suasana ujian tidak
akan dinaungi rasa
keimanan, sugesti
positif dalam dir
mahasiswa tidak
akan terbentuk,
mahasiswa akan
lebih pesimis dan
tidak bersemangat
dalam menjalani
ujian, mahasiswa
tidak percaya diri
dalam
mengerjakan soal,
mahasiswa akan
berusaha untuk
melakukan

20

kondusif sebaliknya dengan


menanamkan nilai nilai religius
proses envaluasi akan berlangsung
dengan kondusif, mahasiswa akan
merasa lebih tenang dan percaya diri
dalam mengerjakan soal ujian,
sehingga hasil pembelajaran secara
maksimal akan dicapai ( Religius)
3. Saya akan memulai ujian dan
mengakhiri ujian sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan dan
menjelaskan tata tertib ujian sesuai
dengan peraturan yang ada
Dengan terciptanya suasana ujian
yang kondusif maka target evaluasi
pembelajaran diharapkan tercapai,
suasana ujian yang tenang, tidak
gaduh, sesuai dengan waktu yang
ditetapkan, taat aturan diharapkan
mampu mempresentasikan
kemampuan mahasiswa dan
tercapainya target evaluasi
pembelajaran berupa mengetahui
pencapaian hasil belajar
mahasiswa.(Disiplin)
C.Kegiatan Penutup
1.Saya akan menilai mahasiswa apa
adanya sesuai dengan kemampuan
mereka mengerjakan soal.
Penilaian yang objektif diperlukan
untuk mengetahui tingkat
pemahaman mahasiswa secara real
oleh karena itu diperlukan soal
dengan tingkat kesulitan yang sama
antar seluruh mahasiswa tidak
membeda-bedakan sehingga
kompetensi riil mahasiswa akan
terukur dengan jelas,transparan, dan
dapat dipertanggungjawabkan

tindakan curang
karena tidak
percaya diri dan
nilai religious tidak
ada dalam jiwanya,
jika hal ini terjadi
maka hasil atau
nilai evaluasi
diragukan
kevalidannya.
Yang akan
berakibat
kemampuan
mahasiswa yang
kurang tidak akan
diketahui sehingga
mempersulit dosen
untuk merumuskan
alternative solusi
atau pembinaan
Kepada
mahasiswa yang
kurang tersebut.
4. Jika nilai
tanggung
jawab,Partisipatif,
Kejelasan
target,Konsisten
tidak dilaksanakan
dalam ujian ini,
maka kualitas soal
yang diujikan tidak
akan berkualitas
karena setiap
pengajar tidak
berrsungguhsungguh dalam
membuat soal
sesuai SKDI yang

21

(Adil, Tidak Diskriminatif,


Kejelasan Target,transparan)

berakibat tidak
dapat diukurnya
kompetensi
mahasiswa sesuai
SKDI.
5. Jika Nilai
berorientasi mutu,
peduli tidak
dilakasanakan
maka kualitas
lulusan akan
menurun karena
tidak tercapainya
kompetensi pada
mahasiswa yang
tidak lulus dan
tidak dilakukan
pembinaan hal ini
berakibat kualitas
lulusan nantinya
akan jauh dari
yang diharapkan

Menjadi tutor
pada
kegiatan
keterampilan
klinik dasar

Input : Buku Panduan Keterampilan


Klinik Dasar, Absen Mahasiswa,
Manekin (Boneka), Peralatan Medis.
Proses
A.Pendahuluan
1.Sebelum menyampaikan materi
dan menjadi tutor dalam keterampilan
klinik dasar hal pertama kali yang
akan saya lakukan yaitu mempelajari
buku panduan keterampilan klinik
dasar yang didalamnya terdapat
langkah-langkah dan target
pembelajaran Seseorang tutor harus
bersungguh-sungguh dan
mempunyai sikap totalitas dalam
proses transfer ilmu kepada

Daftar Nilai
Mahasiswa

1. Akuntabilitas
Kejelasan Target
Konsisten
.
2. Nasionalisme
Religius
Kerja keras
Tidak diskriminatif
Menghargai Pendapat
3. Etika Publik
Taat pada aturan
Integritas tinggi
Sopan
4. Komitmen Mutu

1.Dengan
diterapkannya nilai
ANEKA pada
keterampilan klinik
dasar diharapkan
sasaran
pembelajaran
keterampilan klinik
dasar akan tercapai,
mahasiswa paham
dan kompeten dalam
melakukan tindakantindakan klinis
terpenuhinya semua
tahap-tahap tindakan
dan melakukan

Dengan
berkontribusi
menjadi tutor pada
kegiatan
ketrampilan maka
akan memberikan
penguatan nilai-nilai
berikut ;
Bagi Mahasiswa
Dengan prinsip
pembelajaran yang
sistematis dan
terstruktur
mahasiswa akan
lebih disiplin,

1. Jika nilai
Integritas Kerja
Keras tidak
diaplikasikan
berakibat tutor tidak
akan sungguhsungguh dalam
menyampaikan
materi KKD sehingga
proses transfer of
knowledge tidak
seperti yang
diharapkan,
pemahaman
mahasiswa tentang
materi akan rendah,

22

mahasiswa
(Integritas, Kerja Keras)
B.Kegiatan Inti
1.Tujuan pembelajaran KKD adalah
mahasiswa dapat memahami,
mempraktekkan ilmu kedokteran
dasar yang pada akhirnya akan
tercapai kompetensi mahasiswa
sesuai dengan standar yang
ditetapkan oleh KKI yang diwujudkan
dalam SKDI, hal ini dijelaskan dalam
buku panduan penuntun KKD untuk
tutor, hal ini dapat dicapai apabila
tutor mempelajari dan memahami
penuntun praktikum terlebih dahulu
(efektif) oleh karena itu sebelum
memulai materi pembelajaran KKD
saya akan menjelaskan kepada
mahasiswa tentang materi yang akan
disampaikan meliputi tujuan, indikasi,
kontra indikasi dari kegiatan yang
akan diajarkan dengan harapan agar
tujuan pembelajaran dapat tercapai
(Kejelasan Target)
2.Sebelum memandu kegiatan KKD,
KKD dimulai dengan salam dan doa
Suasana praktikum yang tidak
disertai nilai religious akan
menyebabkan suasana tidak kondusif
sebaliknya dengan menanamkan nilai
nilai ketuhanan proses transfer ilmu
dari tutor ke mahasiswa akan
berlangsung kondusif mahasiswa
akan merasa lebih tenang percaya
diri, sopan, menghormati, dalam
belajar mempraktekkan ilmu
kedokteran dasar
(Religius)
3.Menyampaikan aturan main KKD
Peraturan pada KKD dibuat agar

Berorientasi Mutu
Efektif
5. Anti Korupsi
Adil
Jujur
Peduli

tindakan secara
sistematis, dengan
tercapainya sasaran
pembelajaran
diharapkan yang
akan berdampak
dengan semakin
kompeten lulusan dan
akhirnya berpengaruh
terbentuknya VISI
FKIK UNIB menjadi
pusat pengembangan
ilmu kedokteran yang
terakreditasi tinggi,
menghasilkan dokter
yang berkualitas
mandiri, berwawasan
global, menguasai
iptek kedokteran
2.Selain itu dengan
mengikuti kegiatan
KKD yang
menerapkan nilai-nilai
ANEKA maka
diharapkan
kemampuan dan
pemahaman
mahasiswa akan
meningkat
diharapkan
mahasiswa akan
lebih siap untuk
menghadapi Ujian
OSCE dan akan
berpengaruh semakin
bertambahnya jumlah
mahasiswa yang lulus
ujian, mandiri dan
berkompeten sesuai

cermat, teliti, peka


dalam melakukan
ketrampilan klinik
kepada pasien
nantinya.
Bagi Dosen
Dosen akan lebih
bertanggung
jawab, disiplin dan
tersistematis
dalam memberikan
materi dari hari ke
hari Kepada
mahasiswanya .
Bagi unit kerja
Unit kerja menjadi
tempat perkuliahan
yang berintegritas
tinggi yang
menjalankan
pembelajaran
berdasarkan
orientasi mutu

sehingga sasaran
pembelajaran tidak
akan tercapai
2. Jika nilai
religious tidak
merwarnai dalam
perkuliahan maka
suasana
perkuliahan tidak
akan dinaungi rasa
keimanan, sugesti
positif dalam diri
mahasiswa tidak
akan terbentuk,
mahasiswa akan
lebih pesimis dan
tidak bersemangat
dalam menjalani
perkuliahan.
3. Jika Nilai taat
aturan,berorienta
si mutu tidak
diaplikasikan maka
praktikum KKD
tidak akan
berlangsung
kondusif,
mahasiswa banyak
yang melanggar
aturan, kondisi
praktikum tidak
teratur, tutor
merasa tidak
dihargai yang akan
tidak berakibat
sasaran
pembelajaran tidak
akan tercapai.

23

mendukung terwujudnya target


pembelajaran KKD, aturan harus
dipatuhi oleh mahasiswa dan dosen.
Mahasiswa harus berpakaian sopan,
memakai sepatu, membawa buku
daftar hadir, berperilaku sopan ketika
kkd, (sopan)tidak mencoret dan
merusak manekin, mematuhi kontrak
yang sudah dibuat. Datang dan hadir
tepat waktu, diharapkan
pembelajaran akan berjalan dengan
tertib dan kondusif (Taat pada
aturan)
4.Memperagakan kegiatan KKD
sesuai dengan langkah-langkah yang
tertulis di checklistseorang tutor
harus menguasai materi dengan
mempelajari secara sungguhsungguh sesuai dari penuntun
praktikum dan mencontohkan sesuai
dengan check list berurutan,
skematis, dan sesempurna mungkin
karena yang akan dihadapi
mahasiswa nanti ketika lulus adalah
mahasiswa maka tutor harus
mencontohkan keterampilan klinik
dasar secara sempurna, diharapkan
mahasiswa dapat mencontoh contoh
dari tutor yang sempurna
(integritas,konsisten), menugaskan
mahasiswa untuk memperagakan
langkah-langkah tersebut.
mendengarkan pendapat antar
mahasiswa (menghargai pendapat)
terkait langkah- langkah KKD yang
dilakukan
5.Memperbaiki tindakan mahasiswa
yang salah dalam melakukan
langkah-langkah sesuai checklist
(peduli) agar tercapai kompetensi

dengan VISI FKIK


UNIB yaitu
membentuk dokter
yang mandiri dan
berkompeten

4. Jika nilai
Kejelasan target
tidak diaplikasikan
maka kompetensi
mahasiswa untuk
menguasai SKDI
makin jauh untuk
diaplikasikan, hal
ini akan berakibat
bertambah
beratnya tugas
prodi untuk
mewujudkan misi
prodi pendidikan
dokter fkik
5. Jika nilai
menghargai
pendapat tidak
diaplikasikan maka
suasana belajar
tidak akan kondusif
tidak ada nilai
tenggang rasa,
saling
membimbing antar
mahasiswa hal ini
tentu saja
merugikan
suasana
pembelajaran.

24

Berperan
sebagai
Panitia Bakti
sosial
pengobatan
gratis dalam
rangka

kualitas dokter yang mandiri,


berkompetensi, . proses
pembelajaran harus dilaksanakan
sampai mahasiswa paham dan
mengerti, dalam proses KKD saya
berusaha untuk menransfer ilmu
sampai mahasiswa mengerti, dengan
sabar membimbing mahasiswa
berulang kali sampai mahasiswa
mengerti dan memiliki kompetensi
SKDI (Standar Kompetensi Dokter
Indonesia) yang sudah ditetapkan
(Berorientasi mutu-komitmen
mutu)
C.Kegiatan Penutup
1.Kemudian melakukan penilaian
terhadap mahasiswa ke dalam check
list (taat aturan,jujur)kemudian
ditentukan skor pencapaian
mahasiswa tanpa membeda-bedakan
Setiap mahasiswa akan mendapat
soal yang sama, dengan tingkat
kesulitan yang sama tidak membedabedakan berdasarkan status,
golongan, agama atau suku,
diharapkan dengan memberikan soal
dengan tingkat kesulitan mahasiswa
dapat memperoleh nilai mahasiswa
yang ril sesuai dengan
kemampuannya sehinggga dapat
mengetahui sebatas mana proses
pembelajaran itu berhasil. (AdilTidak Diskriminatif)
Input : SK penunjukkan, Proposal
Kegiatan
Proses
A.Pendahuluan :
1. Pertama kali yang akan saya
lakukan adalah menindaklanjuti
proses proposal pendanaan yang

Laporan
kegiatan bakti
sosial

1. Akuntabilitas:
Partisipatif
Kejelasan Target
Transparan
2. Nasionalisme:
Religius

1. Kegiatan yang
menerapkan nilai
ANEKA di
dalamnya
diharapkan dapat
mewujudkan tujuan
kegiatan tersebut

Bagi Dosen dan


Unit Kerja
Dengan
menerapkan nilainilai ANEKA
Teraktualisasinya

1.Jika nilai
Partisipatif tidak
diterapkan maka
acara bakti social
tidak akan terlaksana
dengan maksimal,
dengan minimnya

25

Lustrum ke
VI FKIK Unib

telah dibuat sebelumnya, Dengan


sopan menghadap Pembantu Dekan
dan Dekan bertanya apakah proposal
bakti sosial telah disetujui
Menerapkan sikap sopan Kepada
atasan, sejawat, dan mahasiswa
akan mempererat komunikasi, dalam
kasus ini apabila kita sopan (sopan)
Kepada atasan maka atasan akan
kembali menghargai (saling
menghargai), akan timbul rasa
kekeluargaan (kekeluargaan ) kita
dampaknya komunikasi dua arah
yang kondusif akan terwujud,
diharapkan apabila komunikasi yang
baik terwujud akan mendukung untuk
mencapai tujuan
bersama(Kerjasama) .
2.Setelah mengetahui proposal
disetujui langkah berikutnya adalah
dengan sopan menghadap ke bagian
keuangan fkik untuk menanyakan
proses pencairan dana yang
dibutuhkan untuk persiapan proposal,
jumlah dana yang diminta sesuai
dengan dana yang diajukan di
proposal (jujur,transparan).
Penggunaan dana dalam pembelian
obat dipilih berdasarkan fungsi,
bukan berdasarkan merek.
Terbatasnya dana FKIK untuk
kegiatan bakti sosial membuat kita
harus menggunakan seefisien
mungkin, pengeluaran yang tidak
perlu diminimalisir, contohnya dalam
penggunaan obat generic dan obat
merek, sebenarnya memiliki fungsi
yang sama akan tetapi obat generic
produk dalam negeri jauh lebih
murah daripada obat bermerek(cinta

Tidak diskriminatif
Saling menghargai
Kekeluargaan
Kerjasama
Cinta Tanah air
Kepentingan Bersama
Saling Tolong

dalam hal ini


meningkatkan taraf
kesehatan yang
akan mendukung
terwujudnya misi
fkik unib yaitu
menjalankan
pengabdian Kepada
masyarakat sesuai
dengan iptek
kedokteran yang
dimiliki.

3. Etika publik:
Sopan
4. Komitmen mutu
Efisien
Efektif
5.Anti korupsi
Adil
Jujur

2.

Diharapkan dengan
diterapkannya nilai
aneka dalam
kegiatan ini,
masyarakat akan
merasakan
manfaatnya,
masyarakat akan
sadar bahwa
pentingnya hidup
sehat hal ini juga
merupakan usaha
dalam mewujudkan
misi FKIK unib yaitu
mendukung
pembangunan
kesehatan provinsi
bengkulu pada
khususnya dan
pembangunan
nasional pada
umumnya.

nilai ANEKA
terutama
Sopan, jujur,
efisien, kejelasan
target, religious,
tidak diskriminatif
dalam kegiatan
bakti social
diharapkan dapat
mendukung
terwujudnya tujuan
kegiatan bakti
social yang dapat
mengimplementasik
an nilai dasar
organisme dan
kemanusiaan
berupa keadilan,
kemanusiaan,
saling menolong
dan bermanfaat
bagi orang lain,
dalam peranananya
untuk mengabdikan
diri ke masyarakat
sebagai bagian dari
tridarma perguruan
tinggi.

sumber daya yang


terlibat tentu saja hal
ini berakibat tidak
efektifnya kegiatan.
Dengan sedikitnya
panitia yang bekerja
maka ada beberapa
unit-unit pelayanan
kesehatan ke
masyarakat tidak
akan optimal yang
berakibat tidak
terpenuhinya
sasaran kegiatan
bakti social
2. Jika nilai
kerjasama, saling
menghargai tidak
timbul maka acara
tidak akan terlaksana
dengan maksimal,
individu akan bekerja
sendiri-sendiri tidak
terkoordinasi dengan
baik, tugas dan
kewajiban banyak
yang terlewat yang
berakibat tidak
tercapainya sasaran
kegiatan nantinya.
3. Jika nilai tidak
diskriminatif,
tolong menolong
tidak diterapkan
maka hal ini akan
berakibat
pengobatan tidak
menyentuh ke

26

tanah air) dengan sikap efisien ini


diharapkan dana yang terpakai
cukup, dan acara dapat berlangsung
tanpa hambatan (Efisien)
B.Kegiatan inti
1.Selanjutnya saya akan melakukan
rapat koordinasi persiapan acara
dengan melibatkan seluruh panitia
(Partisipatif) selama rapat
dijelaskan tugas dan fungsi masingmasing anggota panitia sebelum dan
selama kegiatan meminta tolong
anggota panitia menjalankan
fungsinya masing-masing. Kegiatan
bakti sosial pengobatan gratis tidak
mungkin dilaksanakan oleh segelintir
orang saja diperlukan peran berbagai
pihak seperti dosen, staff fakultas,
dan staff puskesmas. Partisipasi
semua orang diperlukan, dosen
dalam hal ini dokter sebagai
penyelenggara berperan sebagai
dokter pemeriksa kesehatan, staaf
fakultas dan staf puskesmas
berperan sebagai pemberi edukasi
Kepada masyarakat, dalam hal ini
saya akan mengajak seluruh orang
yang sudah ditunjuk untuk
berpartisipasi. Dengan peran semua
pihak diharapkan acara bakti sosial
fkik bengkulu dapat berjalan dengan
lancar dan sesuai dengan tujuannya
ikut terlibat dalam meingkatkan taraf
kesehatan (Kepentingan Bersama)
Sasaran pengobatan kali ini
difokuskan untuk menscrening
penyakit diabetes mellitus dan
hipertensi yang biasanya terdapat
pada orang tua, masyarakat lanjut
usia terkadang tidak sadar bahwa

seluruh masyarakat,
dengan cenderung
diskriminatif
sebagian
masyarakat tidak
akan merasakan
manfaat dari
kegiatan ini, dengan
kata lain tujuan dari
kegiatan ini untuk
memberikan layanan
kesehatan ke
seluruh masyarakat
tidak akan tercapai.
4. Jika tidak
menerapkan nilai
kejelasan target
efektif maka
sasaran kegiatan
tidak tercapai
sasaran kegiatan
adalah difokuskan
untuk menscrening
penyakit diabetes
mellitus dan
hipertensi yang
biasanya terdapat
pada orang tua,
masyarakat lanjut
usia apabila tidak
ditetapkan sasaran
pengobatan maka
akan banyak
masyarakat yang
tidak sakitpuin ikut
berobat meminta
vitamin, hal ini tidak
akan efektif dan
efisien dalam

27

dirinya terkena penyakit diabetes dan


hipertensi karena malas untuk
periksa dan biaya berobat yang
cukup tinggi, sebenarnya penyakit
darah tinggi bisa diobati, semakin dini
kita tahu bahwa kita menderita
penyakit ini, maka angka life survive
(angka bertahan hidup) akan
semakin tinggi (Kejelasan
Target,Efektif)
3.Sebelum kegiatan berlangsung,
kegiatan dibuka dengan berdoa
(religius) Dengan menanamkan nilai
religius pada acara maka akan
meningkatkan semangat kita untuk
memberikan sesuatu yang
bermanfaat dari diri kita (tolongMenolong), karena sebagai makhluk
tuhan sudah sewajarnya kita saling
tolong menolong dan menghargai
(saling menghargai ) yang
diwujudkan dalam acara ini, dengan
peran maksimal dari panitia
diharapkan acara akan berlangsung
seperti yang diharapkan. (Kejelasan
target)
4. Pengobatan dilakukan ke seluruh
warga tanpa memandang ras,
agama, jenis kelamin .Setiap warga
Negara berhak mendapat layanan,
layanan kesehatan diberikan untuk
masyarakat yang membutuhkan
(Tidak diskriminatif).

mencapai sasaran
kegiatan
5. Jika Nilai Religius
tidak diterapkan
maka acara tidak
akan memberikan
dampak atau
manfaat yang lebih
berarti kepada
panitia karena pada
dasarnya tolong
menolong, saling
membantu
menyembuhkan
adalah prinsip dari
nilai religious dan
nilai religiuslah yang
menyembuhkan
penyakit seseorang
pada beberapa
kasus penyakit.

C.Kegiatan Penutup
1. Setelah kegiatan berlangsung
setiap anggota panitia mendapatkan
haknya sesuai dengan kewajibannya
Dengan menerapkan adil diharapkan

28

tidak akan ada kecemburuan di


antara panitia, setiap panitia
mendapatkan jasa karena telah
melaksanakan tugas dan fungsinya
masing-masing, besaran jasa sesuai
dengan tanggung jawabnya masingmasing, dengan menerapkan adil
maka tidak akan ada kecemburuan
sehingga keharmonisan bisa dijaga
selama acara ini
(Adil)
6

Menyusun
Input : Absen daftar hadir panitia,
laporan
proposal kegiatan, rekam medis
kegiatan
pengobatan, daftar penggunaan obat
Bakti sosial dan alkes
dalam
Proses
rangka
A.Pendahuluan
lustrum FKIK 1.Menyiapkan proposal kegiatan dan
UNIB
mengidentifikasi tujuan kegiatan
untuk mengetahui pencapaian target
kegiatan bakti sosial Setiap kegiatan
yang dilaksanakan harus dievaluasi
apakah tujuan kegiatan tersebut
tercapai. Dengan mempelajari tujuan
kegiatan dan pencapaian kegiatan,
diharapkan kita mengetahui apakah
langkah-langkah kita efektif dan
efisien, hal ini perlu dilakukan juga
untuk pertimbangan kegiatan
berikutnya, agar kegiatan bakti social
ataupun pengabdian akan lebih baik
lagi.(kejelasan target).
B.Kegiatan inti
1.Menyusun draf laporan kegiatan
yang tealah menjadi aturan dengan
tepat waktu setelah kegiatan bakti
social (Disiplin) untuk memudahkan
dalam penyusunan laporan. Setiap
setelah selesai kegiatan, peraturan

Laporan
kegiatan Bakti
Sosial

1. Akuntabilitas:
Kejelasan target
Adil
2. Nasionalisme:
Disiplin
3. Etika publik:
Sopan.
4. Komitmen mutu
Orientasi Mutu
5. Anti korupsi:
Jujur
Peduli
Tanggung Jawab

1. Dengan
teraktualisasinya nilai
dasar maka akan
terkontrolnya validitas
laporan bakti sosial.
Kejujuran dan
tanggung jawab
dalam memasukkan
data yang didukung
dengan partisipasi tim
panitia meningkatkan
validitas laporan.
2. Validitas laporan
akan mempengaruhi
ketepatan dalam
mengidentifikasi
pencapaian target.
3. Selain itu, juga dapat
digunakan untuk
mengidentifikasi halhal yang perlu untuk
diperbaiki untuk
meningkatkan
capaian kegiatan
Bakti social ataupun
pengabdian
masayarakat
berikutnya

1.Teraktualisasikann
ya nilai dasar
ANEKA akan
berpengaruh pada
tersusun laporan
yang valid. Hal ini
tentu saja akan
meningkatkan nilai
organisasi terutama
objektivitas, dan
akuntabel.
2.Selain itu, dengan
mendorong
mahasiswa untuk
berpartisipasi akan
meningkatkan
kepercayaan diri
staff dan dosen
untuk berpendapat
yang pada akhirnya
akan menimbulkan
iklim fakultasyang
bebas dan
demokratis.
3.Jadi, aktualisasi
nilai dasar dalam

1. Jika kita tidak


menerapkan nilai
nilai kejelasan
target dengan
mempelajari
proposal kegiatan
dan mengidentifikasi
kegiatan maka kita
tidak akan taju
pencapaian kegiatan
tercapai atau tidak,
sehingga kita tidak
ada sandaran untuk
evaluasi dan
pertimbangan untuk
melaksanakan
kegiatan ini lagi ke
depannya
2. Jika kita tidak
menerapkan nilai
disiplin maka
laporan kegiatan ini
tidak akan tepat
waktu selesainya.
3.Jika kita tidak
menerapkan nilai

29

dari fakultas mewajibkan tim panitia


membuat laporan, dalam hal ini saya
akan membuat laporan sesuai
dengan format dan aturan fakultas
berusaha untuk mengumpulkannya
sebelum waktu yang ditentukan
diharapkan dengan sikap saya seperti
ini saya akan membantu fakultas
untuk memperbaiki tertib administrasi
(Peduli)
2.Berkomunikasi dan berdiskusi
dengan tim panitia yang
berpartisipasi dalam acara dengan
menggunakan kata-kata yang sopan
dan tidak menyinggung perasaan
Saya akan berusaha memulai
komunikasi dengan sopan dan
hormat dengan tim panitia ,
diharapkan dengan sikap sopan
panitia akan merasa dihargai dan
lebih terbuka dalam mengungkapkan
kendala ataupun hambatan ketika
melakukan bakti sosal, data ini yang
saya perlukan untuk pembuatan
laporan kegiatan. (sopan).
Pertanyaan diberikan kepada tim
panitia dengan sistem random tanpa
memperhitungkan perbedaan agama
maupun suku (adil). Saya juga akan
menyediakan ruang yang seluasluasnya kepada tim panitia yang ingin
menceritakan setiap kegiatan yang
mereka lakukan termasuk keluhankeluhan dan saran untuk
meningkatkan kualitas laporan yang
akan disusun dengan berkomunikasi
langsung dengan tim panitia baksos
diharapkan kita akan mendapatkan
data-data langsung mengenai
kendala

penyusunan laporan
kegiatan bakti social
ini akan menguatkan
dan mempercepat
terwujudnya nilai
organisasi
khususnya:objektivit
as, demokrasi,
kebebasan
akademik,transpara
nsi, demokratis, dan
akuntabel.

jujur dalam
pelaporan kegiatan
maka akan
berpengaruh pada
berkurangnya
validitas laporan.
Hal ini tertu saja
akan berpengaruh
pada ketiak jelasan
pencapaian target
kegiatan dan hal-hal
yang berguna untuk
merumuskan
kebijakan
selanjutnya.
Hal ini, akan
mengancam
ketepatan pimpinan
dalam merumuskan
kebijakan berkaitan
dengan proses
belajar mengajar.
4.Jika saya tidak
menerapkan nilai
peduli maka laporan
ini tidak akan valid
kualitasnya, karena
saya bekerja
berdasarkan untuk
meluruhkan
kewajiban saja tidak
mengepentingkan
kevalidan data
5. Jika saya tidak
menerapkan nilai
tanggung jawab
maka laporan
kegiatan ini tidak

30

Memperbaiki
Modul
panduan
Mahasiswa
Blok
Pertolongan
Pertama
pada
Kecelakaaan
dan

dan saran panitia mengenai


pelaksanaan baksos, data dan saran
langsung dari panitia ini akan
menambah kevalidan dan kualitas
laporan yang saya buat. (orientasi
mutu).
3.Penyusunan laporan disesuaikan
dengan apa yang dilakukan sehingga
validitas data dapat dipertanggung
jawabkan Saya akan membuat
laporan pelaksanaan kegiatan
berdasarkan apa yang dilaksanakan
sehingga laporan yang saya buat
dapat benar-benar
dipertanggungjawabkan dan akan
menambah kevalidan data laporan
( jujur)
C.Kegiatan Penutup
1.Melaporkan laporan hasil kegiatan
kepada wakil dekan bidang akademik
Saya akan memenuhi tanggung
jawab saya sebagai ketua pelaksana
kegiatan untuk membuat laporan
kegiatan bakti sosial sebagai aturan
yang ditetapkan oleh fakultas,
berharap dengan yang saya lakukan
laporan yang saya buat dapat
menjadi nilai tambah untuk penilaian
akreditasi fakultas. (tanggung
jawab)
Input : Modul Lama P2K2, BRP.
Proses
A.Pendahuluan
1.Meminta modul lama panduan
mahasiswa dan BRP ke bagian
staf jurusan dengan sopan dan
menggunakan kata-kata yang tidak
menyinggung sebelum meminta
modul lama dan BRP, saya masuk
dengan mengucapkan salam untuk

segera saya buat


untuk saya laporkan
ke atasan, tentu saja
tindakan saya ini
mengahambat tertib
administrasi di
fakultas.

Modul baru
1. Akuntabilitas:
panduan
Kejelasan target
mahasiswa blok
Konsisten,
pertolongan
Mendahulukan
pertama pada
kepentingan umum
kecelakaan dan
Partisipatif
kegawatdarurata
n
2. Nasionalisme:

1. Penerapan nilai-nilai
dasar ANEKA dalam
memperbaiki modul
akan berakibat pada
semakin
terstrukturnya dan
terkoordinasikannya
proses pembelajaran
yang akan dilakukan.
Hal ini akan

Dengan adanya
1. Jika nilai dasar
kejujuran, kejelasan
Kejelasan Target,
target, orientasi
konsisten,rela
mutu, kerja keras,
berkorban tidak
rela berkorban akan
teraktualisasi
berpengaruh
dalam proses
terhadap validitas
memperbaiki
modul sehingga
akan menguatkan
modul maka modul
nilai objektivitas,
tidak akan bisa

31

Bencana

memberikan penghormatan
Dengan mengucapkan salam,
saling hormat menghormati
semoga dapat mewujudkan
kerjasama dalam melakukan
pekerjaan, sehingga apabila kita
membutuhkan pertolongan dalam
menyelesaikan tugas dengan
ikhlas teman akan membantu dan
proses penyelesaian tugas akan
lebih mudah.
(Hormat menghormati).
Kemudian mencermati modul lama
dan referensi yang digunakan
untuk merumuskan referensi yang
akan saya
butuhkan.(Cermat,Kerja Keras)
B.Kegiatan Inti
1.Mengumpulkan referensi berupa
buku, e-book, maupun dokumen
lainnya sesuai dengan draf
Hal pertama yang akan lakukan
adalah mengumpulkan dan
memilih referensi dan disesuaikan
dengan draf BRP yang akan kita
susun (konsisten). Buku yang
dipilih adalah buku-buku yang
kiranya mudah difahami dan dicari
oleh mahasiswa (Mendahulukan
kepentingan umum/bersama)
2.Membaca dan memahami
referensi yang telah ditetapkan
Yang dilakukan kemudian adalah
menyediakan waktu untuk
membaca referensi yang telah kita
peroleh (rela berkorban)
3.Mulai menyusun modul
Penyusunan modul harus selesai
maksimal dalam 1 minggu setelah
modul lama diterima

rela berkorban
Hormat Menghormati
Tidak Memaksakan
Kehendak
2.
3. Etika publik
taat pada aturan
Cermat
Kerja keras
3.
4. Komitmen mutu:
orientasi mutu
5. Anti korupsi:
Jujur
Mandiri

4.

5.

mempermudah
mahasiswa untuk
belajar dan dosen
untuk melakukan
pengajaran
Selain itu, dengan
updatenya sumbersumber baru maka
akan meng-upgrade
pengetahuan
mahasiswa.
Dari dua implikasi di
atas, akan
mengakibatkan
terwujudnya
peningkatan kualitas
proses belajar
mengajar untuk
menghasilkan lulusan
yang berkualitas dan
berdaya saing yang
pada akhirnya
mempermudah
pelaksanaan Tri
Dharma Perguruan
tinggi sebagaimana
tercantum dalam misi
prodi.
Peningkatan kualitas
belajar mengajar
akan mempermudah
prodi untuk
meningkatkan
akreditasi dari c
menjadi akreditasi b
Tercapainya misi
prodi akan
mendorong
pencapaian visi prodi
untuk institusi

efisiensi dan
akuntabilitas dalam
organisasi

terestruktur
dengan baik.
Bahkan, bukan
tidak mungkin
modul lama lebih
baik daripada yang
baru.
2. Selain itu, ketidak
konsistenan,
ketidak jelasan
target, ketidak
jujuran akan
berpengaruh pada
semakin
bingungnya dosen
dan mahasiswa
dalam memahami
modul
pembelajaran.

3. Jika nilai
Mendahulukan
kepentingan
umum tidak
diaplikasikan maka
saya akan
menggunakan
referensi yang ada
walaupun susah
dimengerti oleh
mahasiswa ,
mahasiswa akan
kesulitan belajar

32

(Akuntabilitas) sebelum
perkuliahan dimulai. modul yang
akan dibuat setidaknya akan
memuat materi yang akan
diajarkan, metode pengajaran,
tujuan, indikator pencapaian, dan
buku referensi sesuai BRP
sehingga kualitas pembelajaran
akan terjamin (orientasi mutu).
Jika saya mengambil pendapat ahli
ketika menulis deskripsi modul
maka akan saya cantumkan
referensinya (jujur) sehingga dapat
dipertanggung jawabkan isinya.
C.Kegiatan Penutup
1.Dalam pembuatan modul, tidak
boleh menyimpang atau
disesuaikan dengan pedoman (taat
pada aturan) Dalam
penyusunannya, saya tidak akan
memberikan tugas ini yang
seharusnya menjadi tugas saya
kepada orang lain, karena akan
mengganggu kegiatan orang
tersebut (mandiri) saya akan
meminta pendapat kepada dosen
senior mengenai modul yang saya
susun. (Partisipatif, tidak
memaksakan kehendak)
Update data Input : Data SDM Dosen, Buku
SDM
Panduan pengisian borang, SK
(dosen)
penunjukkan
untuk
Proses
Borang
A.Pendahuluan
reakreditasi 1. Menyiapkan dan mempelajari buku
program
panduan pengisian borang dengan
studi
cermat (cermat), untuk mengetahui
pendidikan
data-data apa saja yang kita butuhkan
dokter FKIK sehingga meminimalisir data yang
Universitas
miss dan memudahkan kita untuk

pendidikan
kedokteran dan pusat
pengembangan ilmu
kedokteran yang
terakreditasi tinggi

karena modul
susah dimengerti
hal ini tentu saja
akan menghambat
proses
pembelajaran

Borang yang
1. Akuntabilitas
sudah di update
Kejelasan target
datanya
Konsisten
2. Nasionalisme
Kerja sama
3. Etika publik
Cermat
taat perintah

1.Terupdatenya data
SDM dengan
didasarkan pada nilai
ANEKA, akan
berpengaruh kepada
validitas data, dan
terbaruinya data.
2.Selain itu, kita juga
akan bisa
menunjukkan dengan

1. Tidak
teraktualisasikannya
nilai Kejelasan
target,Konsisten
akan berpengaruh
pada validitas dan
mutu borang prodi
yang akan disusun.
2. Bukan tidak
mungkin, karena kita

33

Bengkulu

mencari data tersebut (efisien)

B.Kegiatan Inti
1.Menanyakan data SDM (dosen)
terbaru ke bagian Kepegawaian
dengan sopan (sopan) sehingga
mereka akan bekerjasama untuk
memberikan datanya (kerja sama)
2. Mengganti data lama dengan data
yang baru dengan hati-hati (cermat).
Penggantian data disesuaikan
dengan data asli yang kita peroleh
tanpa melakukan penambahan dan
pengurangan data (jujur).
3.Mengkoordinasikan hasil update
data tersebut dengan pihak jurusan
(kerja sama) untuk menjamin
validitas data tersebut (orientasi
mutu). Jika data masih dirasa oleh
pimpinan kurang, maka saya akan
mencarinya kembali dan melaporkan
hasilnya pada bagian jurusan (taat
perintah, disiplin, konsisten)
C.Kegiatan Penutup
1. Semua proses ditargetkan akan
selesai dalam 4 hari (kejelasan
target,efektif)

sopan
4. Komitmen mutu
Orientasi mutu
Efisien
Efektif
5. Anti korupsi
Jujur
Disiplin

benar potensi-potensi
yang ada di dalam
organisasi
3.Oleh karena itu,
akan mempermudah
organisasi pada saat
visitasi dan
reakreditasi
Sehingga, tujuan
organisasi untuk
mendapatkan
akreditasi yang lebih
baik (akreditasi b)
dapat tercapai.
Pada akhirnya visi
organisasi institusi
pendidikan
kedokteran dan pusat
pengembangan ilmu
kedokteran yang
terakreditasi tinggi,
dapat lebih mudah
dicapai.

tidak bisa
menunjukkan sikap
sopan dan kerja
sama, maka akan
terjadi konflik dengan
bagian akademik
yang pada akhirnya
akan mengancam
organisasi pada saat
visitasi
3. Apabila kita tidak
cermat dalam
pengisian data
dikhawatirkan data
yang kita isi bisa
salah, hal ini
berakibat data yang
kita buat tidak valid.
4.Hal itu akan
berpengaruh
terhadap
ketidaksesuaian
dengan realitas
lapangan karena
tidak menerapkan
nilai orientasi mutu
yang berfungsi untuk
menjamin kevalidan
data.
5.Tentu saja ini akan
mengancam hasil
akreditasi kita,
karena validitas
laporan rusak karena
tidak jujur, padahal
laporan yang valid
merupakan kunci

34

utama untuk
mendapatkan
akreditasi yang lebih
baik. Sehingga akan
mempersulit
organisasi untuk
mewujudkan tujuan
dan misi organisasi

35

III. RENCANA AKSI


Rencana aktualisasi yang mudah dan sistematis harus diatur dalam target
waktu yang jelas dan terarah. Rencana aksi ini terbagi menjadi 3 kegiatan, yaitu:
jadwal implementasi, jadwal konsultasi dengan Coach, dan jadwal konsultasi dengan
mentor. Adapun rencana aksi tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah.
A.

Jadwal Implementasi
Jadwal implementasi ini menitik beratkan pada: kapan kegiatan itu akan

dilaksanakan. Selain itu, juga akan memperlihatkan nilai dasar dan output dari
kegiatan tersebut. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3. Jadwal Implementasi
Nama Peserta
: dr.Makbruri,S.Ked
Instansi
: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu
Tempat Aktualisasi : Program Studi Pendidikan Dokter, FKIK Universitas Bengkulu
No
Kegiatan
Nilai Dasar
Tanggal
Output
Pelaksanaan
1. Akuntabilitas: tanggung
1. Daftar Nilai Mahasiswa
1
Melaksanakan
Kamis,1
jawab
Perkuliahan,tatap
Oktober 2015 2. Lembar tugas
mahasiswa
muka, tutorial pada 2. Nasionalisme: Adil,
Religius
FKIK UNIB
3.
4.
5.
1.

Menjadi fasilitator
diskusi kelompok
pada modul ilmu
2.
kedokteran komunitas 3.
1
4.

Melakukan evaluasi
akhir modul IKK
mahasiswa berupa
ujian formatif

Menjadi tutor pada


keterampilan klinik
dasar

5.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.

Berperan sebagai
ketua panitia bakti
sosial pengorbatan

5.
1.
2.

Etika publik: Disiplin


Komitmen mutu:,Inovasi
Anti korupsi: jujur
Akuntabilitas: Kejelasan
target
Nasionalisme: religius
Etika publik: sopan,
Komitmen mutu: Efektif,
berorientasi mutu
Anti korupsi: disiplin
Akuntabilitas: Partisispatif,
Adil
Nasionalisme: Religius
Etika publik: Sopan
Komitmen mutu:
Berorientasi mutu
Anti korupsi: Disiplin
Akuntabilitas: kejelasan
target
Nasionalisme: Religius
Etika publik: taat pada
aturan, integritas
Komitmen mutu: orientasi
mutu,
Anti korupsi: Adil
Akuntabilitas: Partisipatif,
Kejelasan Target
Nasionalisme:Religius.Tida

Jumat , 2
Oktober 2015

1. Daftar Nilai diskusi


mahasiswa
2. Daftar lembar tugas
mahasiswa

Selasa 6
Oktober 2015

1. Daftar Hadir Ujian


2. Lembar ujian
mahasiswa
3. Daftar Nilai Mahasiswa

Senin
5
Oktober 2015

Daftar Nilai Mahasiswa

10 Oktober 2015

Absen Hadir Panitia


Rekam Medik pasien

36

Nama Peserta
: dr.Makbruri,S.Ked
Instansi
: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu
Tempat Aktualisasi : Program Studi Pendidikan Dokter, FKIK Universitas Bengkulu
No
Kegiatan
Nilai Dasar
Tanggal
Output
Pelaksanaan
gratis

Menyusun laporan
kegiatan bakti social
dalam rangka lustrum
fkik unib

Memperbaiki modul
panduan mahasiswa
blok pertolongan
pertama pada
kecelakaan dan
gawat darurat

Update data SDM


(dosen) untuk Borang
reakreditasi program
studi pendidikan
dokter FKIK
Universitas Bengkulu

k diskriminatif,
Etika publik: sopan
Komitmen mutu: efisien,
Anti korupsi: Adil
Akuntabilitas: adil, ,
kejelasan target
2. Nasionalisme: disiplin,
3. Etika publik: sopan
4. Komitmen mutu: orientasi
pada mutu
5. Anti korupsi: jujur,
tanggung jawab
1. Akuntabilitas: kejelasan
target, konsisten
2. Nasionalisme: Rela
berkornban, Hormat
menghormati
3. Etika publik: taat pada
aturan
4. Komitmen mutu: orientasi
mutu
5. Anti korupsi: Jujur
1.
Akuntabilitas:
kejelasan target
2.
Nasionalisme: Kerja
sama
3.
Etika publik: cermat,
taat perintah
4.
Komitmen mutu:
orientasi mutu
5.
Anti korupsi: Jujur
3.
4.
5.
1.

13 Oktober
2015

Laporan kegiatan bakti


social

7
Oktober
2015

Modul panduan belajar


mahasiswa blok p2k2

8 Oktober-12
Oktober 2015

Borang yang sudah di


update datanya

B. Jadwal Konsultasi Dengan Coach


Tabel 4. Jadwal Konsultasi dengan coach
Nama Peserta
: dr.Makbruri, S.Ked
Instansi
: FKIK Universitas Bengkulu
Tempat Aktualisasi : Program Studi Pendidikan Dokter FKIK UNIB
No
Tanggal
Catatan Bimbingan
Tindak Lanjut
/Waktu
1
Sabtu/19
Konsultasi terkait format Format
September
penyusunan
rancangan penyusunan
2015/13.30aktualisasi
rancangan
14.00
aktualisai
2
Sabtu/26
Konsultasi dan pengecekan
Format
September
format Laporan Rancangan
Aktualisasi

Paraf Coach

37

2015/Pukul
10.30-12.00

Aktualisasi

Sabtu/26
September
2015 15.0017.00

Pengecekan format Laporan


rancangan Aktualisasi

yang
digunakan
dengan
memberikan
penambahan
pada nilai-nilai
dasar di atas
standar
pedoman
Perbaikan
Rancangan
Aktualisasi

4
5
6
7
8

C. Jadwal Konsultasi Dengan Mentor


Tabel 5. Jadwal Konsultasi dengan mentor
Nama Peserta
Instansi
Tempat Aktualisasi
No
Tanggal
/Waktu
1
18/09/2015
12:45

: dr.Makbruri S.Ked
: FKIK Unib
: Program Studi Pendidikan Dokter FKIK Unib
Catatan Bimbingan
Tindak Lanjut
Konsultasi macam kegiatan

20/09/15
13:00

Konsultasi jumlah kegiatan

21/09/15
19:30

Konsultasi
kegiatan

25/09/15
09:00

Memastikan kegiatan yang


akan ditulis di rancangan
aktualisasi

hambatan

Paraf Mentor

Memilih
kegiatan yang
akan dilakukan
Diputuskan
mengambil 8
kegiatan
Mengidentifika
si
hambatan
kegiatan
Meyakinkan
untuk
memasukkan
kegiatan yang
sudah di acc
mentor

5
6
7
8

38

IV. PENUTUP
A. Simpulan
Rancangan aktualisasi ini adalah salah satu cara untuk mewujudkan nilai profesi
PNS dalam menjalankan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan ataupun pengambil
kebijakan.. Ada 8 kegiatan yang dilaksanakan yaitu Melaksanakan Perkuliahan tatap
muka, Menjadi fasilitator diskusi kelompok pada modul ilmu kedokteran komunitas 1,,
Melakukan evaluasi akhir modul IKK mahasiswa berupa ujian formatif, Menjadi tutor
pada keterampilan klinik dasar, berperan sebagai ketua panitia bakti sosial
pengobatan gratis, Menyusun laporan kegiatan bakti social dalam rangka lustrum
fkik unib, Memperbaiki modul panduan mahasiswa blok pertolongan pertama pada
kecelakaan dan gawat darurat, dan
reakreditasi

program

studi

Update data SDM (dosen) untuk Borang

pendidikan

dokter

FKIK

Universitas

Bengkulu

Aktualisasinya menerapkan 5 indikator nilai dasar. Nilai-nilai tersebut antara lain


Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi yang
disingkat dengan kata ANEKA. Melalui Rancangan ini diharapkan terjadi proses
pembelajaran terhadap nilai profesi PNS, yang dapat terus diaplikasikan untuk
melaksanakan kegiatan sehari-hari sebagai PNS sehingga hasil yang diharapkan
dapat optimal

39