Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI

ACARA VI
KEAWANAN

Nama : Efri Yunita
NPM

: E1J014115

Shift

: Selasa, 10.00- 12.00 WIB

CO-Ass : Ari Widodo
Tristantia Anggita

LABIRATORIUM ILMU TANAH
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
BENGKULU
2016

gas. tekanan udarapun berkurang. berwaran putih. yaitu awan rendah. Altocumulus (Ac): sekumpulan awan berbentuk bulat. Hal itu disebabkan karena hujan dapat mempengaruhi siklus tumbuh tanaman para petani.berlapis lapis. petani hendaknya mengetahui jenis-jenis awan yang dapat menyebabkan hujan atau tidak. 2004). Kondisi ini menyebabkan udara yang mengandung uap air menyebar dan mengalami pendinginan. Dalam ilmu pertanian. Awan sedang (2. Dan pada saat mencapai titik embun. pucat. ada pula yang tidak menyebabkan bayangan dan hujan. Cirrostratus (CS) : seperti puti halus menutupi seluruh angkasa.tersusun seperti pita.BAB I PENDAHULUAN 1. Terbentuknya awan dikarenakan udara yang banyak mengandung uap air mengalami proses pendinginan sehingga mencapai titik embun.sering menimbulkan lingakaran pada matahari dan bulan.000) 1. 2005).1 Dasar Teori Awan adalah sekumpulan tetesan air ( kristal es ) di dalam udara di atmosfer yang terjadi karena pengembunan / pemadatan uap air yang terdapat dalam udara setelah melampaui keadaan jenuh.000 m) 1.000 m) .keabuhan III.000-6. Awan tinggi (> 6. Dan dari bentuk dan ukuran yang bermacam-macam tadi. 3. Kondisi awan dapat berupa cair. Cirrocumulus (CC) : seperti kumpulan bulu domba 2. dan padat karena dipengaruhi oleh suhu (Takeda. bergelombang. awan sedang dan awan tinggi (Handoko. dimana suhunya lebih rendah dibandingkan permukaan. Awan dapat pula digolongkan pada letaknya. Seluruh uap air yang terkondensasi dalam udara tersebut membeku dan membentuk embun sehingga terlihat sebagai butiran-butiran awan (Wahyuningsih. Awan rendah (<2. udara menyatu dengan uap air. Cirrus (Cr) : halus sperti bulu berserat. ada awan yang menyebabkan bayangan dan hujan. Proses pendinginan terjadi karena udara terdorong ke atas sampai atmosfir. Altostratus (As) : seperti selendang yang tebal . Awan mempunyai bentuk dan ukuran yang bermacam-macam. II. 1999). Seiring dengan kenaikan udara panas di ketinggian.berserat. Klasifikasi awan Menurut konvensasi internasional tentang awan dibedakan atas 4 golongan dan 10 tipe: I. 2.

keawanan terbesar terdapat diwilayah sekitar lintang 60o lintang bumi (lintang pertengahan) karena wilayah ini merupakn pertemuan massa udara yang hangat dan lembab dari lintang rendah dengan massa udara dingin dari wilayah kutub (Lakitan. 1990). Nimbostratus (Ns) : suatu lapisan awan yang tebal dengan bentuk tidak teratur disebut juga awan gangguan dan sering menimbulkan hujan lebat. 2. 3.1.keawan maksimum biasanya siang hingga sore hari minimum malam hari ketika udara stabil. 2. 2002). . Stratocumulus (Sc) : seperti gelombang. Cumulus (Cn) : berbentuk seperti kubah dengan kelompok terpencar-pencar. Untuk memberikan pengertian tentang kemungkinan terjadinya hujan dengan melihat kondisi cuaca beberapa waktu sebelumnya. Perlu diketahui bahwa Penyebaran awan biasanya identik dengan penyebaran hujan yaitu kawasan yang tinggi terjadi di ekuator karena merupakan wilayah konvergensi udara dan kuatnya radiasi surya dan terendah di wilayh subtropika sekitar 20o -30o lintang bumi karena merupakan wilayah disvergensi. Stratus (St): awan yang melebar seperti kabut .sering kali terbentuk dari kabut yang naik dan menimbulkan hujan rnigan.Awan ini sering menghasilakn hujan lebat disertai guntur dan kilat. 1. Awan dengan susunan vertical 1. Cumulonimbus (Cb) : Awan volumenya sangat besar berbentuk seperti menara.2 Tujuan Praktikum 1. 2.kadang-kadang puncaknya melebar. Untuk megetahui macam – macam bentuk awan. Keawanan ini terjadi pada pagi hari ketika kabut naik yang banyak terjadi di daerah yang lembab dan danau. IV.lamgit kelihatan antra gelombang gelombang ini.sedangkan bagian yang membelakangi kelabu.warnanya putih kearah sinar datang dan kelabu dibagian yang membelakangi sinar matahari (Nasir.bagian yang berwarna putih mengkilat.

Pengamatan unsur-unsur tersebut dilakukan setiap jam d. kelembaban udara tekanan udara dan arah serta kecepatan angin. c. Catat apabila terjadi hujan. Pengamatan dilakukan oleh mahasiswa secara berkelompok e. Perkiraan berapa luas dan lamanya . Selain pembentukan keawanan tersebut unsur-unsur lain diamati yaitu jarak pandang. 3.2 Waktu dan Tempat Praktikum dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah.3 Cara Kerja Cara Kerja dalam praktikum ini yaitu: a.BAB III METODELOGI 3. Fakultas Pertanian.1 Alat dan Bahan Bahan dan alat yang digunakan hanya alat tulis. 3. Karena pengamatan dilakukan manual di lapangan secara langsung. suhu uadar. Mengamati keadaan keawanan sejak pagi hari mulai matahari terbit sampai matahari terbenam b. Universitas Bengkulu pada saat praktikum 14 November 2016.

kadang dapat membentuk lingkaran disekitar bulan atau matahari Berbentuk seperti selendang tebal. Bola-bola bagian tegah biasanya lebih besar Adalah awan tebal dengan bentuk tidak teratur dan dapat menimbulkan banyak hujan Strukturnya menyerupai gerombolan domba di angkasa .00 AutoStratus 08.00 CirusCumulus Awan Ciri-ciri Awan Strukturnya seperti kelambu putih pucat yang menutup seluruh angkasa.00-09.00 NimboStratus 10. bagian yg menghadap matahari atau bulan berwarna lebih terang Berbentuk seperti bola-bola yang saling berdekatan atau bergandengan dengan warna putih pucat.1 Hasil Praktikum Hasil yang diperoleh dari praktimu ini yaitu: Jam 06.00-08.00-10.00 AltoCumulus 09.00-11.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.00-07.00 Nama CirrusStratus 07.

00-15.00 Tidak ada 12. awannya tipis namun lebar atus 15.00-14.00 Awan Cirrostr Awan yang bentuknya seperti gerombolan domba Awan yang berbentuk mirip dengan kelambu.00-13.00-16.00 Awan yang tebal dan dan tidak beraturan Awan Nimbostratus .00-12.11.00 Awan cirrocumulus 14.00 Langit cerah tanpa adanya awan Awan yang memiliki bentuk mirip seperti bulu burung Awan cirrus 13.

Karena udara naik. Golongan awan Sedang (2000 – 6000): Awan Altostratus (As) dan Altocumulus (Ac) 3. Awan Cirrostartus (Cs) dan Awan Cirrocumulus (Cc). Pada prinsipnya awan terjadi ketika udara yang mengandung uap air. Golongan awan tinggi (> 6000 m) : Awan Cirrus (Ci).00-17. Karena radiasi bumi Pada malam hari tanah lebih dingin dari udara diatasnya (karena panas diradiasikan bumi ke atmosfer). Penguapan pada tanaman mempengaruhi pembentukan awan. Awan ini terjadi kerena adanya kondensasi atau pengembunan. Awan Cumulus (Cu) dan Awan Comulonimbus (Cn) (Nasir.2 Pembahasan Awan adalah kumpulan titik-titik air atau es yang melayang-layang di atmosfer.16.00 Awan altostratus Awan yang memiliki bentuk seperti selendang tebal 4. bila terjadi kondensasi terbentuklah kabut pada pagi hari à (berada tidak jauh dari permukaan bumi ) b. 2. Awan diklasifikasikan menjadi 4 golongan : 1. 1990). Pengamatan dilakukan pada sore hari disaat radiasi matahari tidak lagi maksimal dan penguapan hampir mencapai minimum. yang disebabkan oleh: . karena awan terbentuk dari adanya kondensasi dan pengembunan. Golongan awan Rendah (0 – 2000 m): Awan Stratocumulus (Sc) dan Awan Stratus (St) 4. dengan suhu tinggi kemudian suhu turun melampaui titik kondensasi Ada dua sebab utama terjadinya pendinginan udara yaitu : a. Golongan awan dengan perkembangan vertical: Awan Nimbostratus (Ns). kemudian udara ikut dingin.

2007) diantaranya adalah: 1. Prses pembentukan awan adalah rangkaian proses yang rumit dan melibatkan proses dinamik dan juga proses mikrofisik. atau kombinasinya. Faktor faktor utama yang mempengaruhi proses pembentukan awan (Ahrens. awan juga membawa butiran es yang kemudian menjadi hujan. Perlu diketahui jenis awan yang dapat membawa hujan tersebut. Awan diberi nama sesuai dengan bentuk serta ketinggiannya. Karena gunung atau bukit : angin dipaksa naik gunung atau bukit bila suhu dingin mencapai titik embun akan terjadi kondensasi. hal ini sangat perlu untuk diketahui. udara naik. Selain bayangan. Udara yang membawa kelembaban akan mengalami kondensasai dan terbentuklah awan. Awan yang terbentuk dapat menyebabkan hujan dan bayangan. Daerah atau lahan pertanian yang ditutupi bayangan akan menghambat tanaman dalam menerima radiasi matahari yang mempengaruhi fotosintesis tanaman. terbentuknya awan merupakan proses lanjutan dari radiasi matahari dan naiknya udara.Radiasi matahari : menyebabkan suhu udara dekat permukaan bumi panas dan udara naik kemudian mengalami pendinginan à terbentuk awan cumulus dan comulonimbus (awan perkembangan vertikal (200 – 6000 m)). Karena kabut atau front : bila ada pertemuan udara panas dan dingin udara panas akan naik dan bila mengalami pedinginginan dan melampaui titik kondensasi akan terjadi awan à stratus dan karena konvergensi pertemuan dua udara dengan arah yang berlawanan akan terjadi konvergensi. tumbukan. maka dapat dijelaskan bahwa. Awan terbentuk ketika uap air sudah jenuh dan jika mengalami kondensasi. Pengangkatan/lifting mechanism akibat dari konvergensi pada permukaan udara. Melihat dari faktor di atas. 4. Bayangan juga mengakibatkan adanya perbedaan kelembababan mikro tanaman. Penjenuhan dapt terjadi akibat penambahan air (penyatuan). Pada pengamatan ini tidak semua awan teramati karena kondisi atmosfer yang pada umumnya ditutupi oleh awan pada lapisan bawah. Dalam pertanian. terjadi awan. Pengangkatan/lifting mechanism yang dipengaruhi oleh tofografi 3. karena curah hujan yang tinggi ikut mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pengangkatan/lifting mechanism disepanjang frontal regions Pembagian awan menurut bentuknya: . Pemanasan permukaan dan free convection 2.

2011).1. Cirrus. Awan ini tidak dapat menimbulkan hujan (Aris. Stratus. Cumulus. 3. yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal dan dasarnya horizontal. yaitu awan yang berbentuk halus dan berserat seperti bulu ayam. 2. yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehingga menutupi langit secara merata. .

Alto Cumulus.2 Saran Dalam praktikum ini disarankan agar praktikan lebih memahami tentang ciri-ciri keawanan. 5.BAB V PENUTUP 5. Awan yang menjadi penanda akan terjadi hujan yaitu: Cumulonimbus. Bentuk. Praktikan diharapkan lebih teliti dalam mengamati bentuk dan nama awan tersebut karena bentuk awan bisa saja berubah. AutoStratus.1 Kesimpulan 1. Kemungkinan terjadinya hujan dapat dilakukan dengan pengamatan bentuk-bentuk awan yang ada pada saat itu. faktor pembentuk awan dan manfaat adanya awan. Nimbo Stratus. Cirrus Stratus. Cirrus Cumulus 2.bentuk awan yang tampak pada pengamatan ini yaitu: Cirrus. .

Utami. Yogyakarta. Geografi. 2004. Hidrologi Pertanian. A. 1999. Benyamin. Pabelan. dan Y. Dasar-dasar KlimatologiI. Pustaka Jaya. 2011. Mitra Gama Widya. Kensaku. Klimatologi Dasar. Medan Aris. Bogor. Bogor. 1990. Wahyuningsih. Handoko. Koesmaryono. IPB. 2002. Bogor. FMIPA. 2005.Null. Takeda. Meteorologi Pertanian Indonesia. Pratya Utama. Pengantar Ilmu Iklim Untuk Pertanian. A. 2007. Jakarta. Nasir. PT. . Raja Grafindo Persada. Klimatologi Pertanian. Lakitan. USU Press. Ir.DAFTAR PUSTAKA Ahrens.

08.LAPORAN PRAKTIKUM KONSEVASI TANAH DAN AIR ACARA II PENGUKURAN KELERENGAN PADA TIPE LAND USE Nama : Efri Yunita NPM : E1J014115 Shift : Selasa.00 WIB CO-Ass : Zainal Arifin Tristantia Anggita LABIRATORIUM ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU BENGKULU 2016 .00.10.