Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN STUDI KASUS IBU HAMIL

ASISTENSI GIZI DAUR DALAM KEHIDUPAN

Oleh :
Kartika Sari
NIM. P07131217026

JURUSAN DIPLOMA IV GIZI SEMESTER II


POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA
A. Studi Kasus Ibu Hamil

Wawancara dilakukan
pada hari Sabtu, 3
Maret 2018 di rumah
responden yang
bertempat tinggal di
Purwokerto.
Responden bernama
Ny. K. Responden saat
ini tengah hamil anak
kedua. Sebelumnya,
beliau sudah
melahirkan anak
pertamanya yang saat
ini berumur 10 tahun
dengan jenis kelamin
laki-laki. Pada saat
dilakukan wawancara,
beliau berusia 34
tahun dan usia
kandungannya yaitu
12 minggu. Pada saat kehamilan pertama maupun keduanya, beliau tidak mengalami
mual, muntah atau morning sickness. Beliau tidak mempunyai alergi apapun dan
tidak memiliki pantangan makanan. Kehamilan beliau berjalan normal dan tidak ada
gangguan yang berarti. Beliau mengalami peningkatan berat badan sebesar 2 kg dari
sebelum hamil sampai saat ini. Dari sebelum hamil beliau memiliki berat sebesar 47
kg. Beliau tidak mengonsumi segala susu karena merasa malas. Namun disamping
itu, beliau mengonsumsi vitamin dan penambah darah dan vitamin penambah kalsium
yang diberikan oleh dokter. Beliau tidak bekerja dan hanya mengurus suami dan
anaknya di rumah. Maka dari itu, sebagai ibu rumah tangga, beliau makan 3x sehari
dan bahkan 4x makan dengan masakan yang dimasak sendiri di rumah.
B. Data Subjektif
1. Identitas

Nama : Ibu Kusumawati


TTL : Cirebon, 27 Agustus 1983
Umur : 34 tahun
Agama : Islam
Pendidikan: DIII
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Perumahan Kalikidang Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah

2. Kehamilan

Hamil ke- :2
Jarak kehamilan : 10 tahun
Hamil / Trimester : 3 bulan / 1
Keluhan bumil : Pusing jika kelelahan

3. Riwayat makan

Makanan yg disukai : Semua makanan


Makanan yg tdk disukai :-
Makanan alergi :-
Kebiasaan makan : 3x s.d. 4x sehari
Konsumsi teh / kopi :-
Konsumsi multivitamin : Vitamin, kalsium, dan penambah darah dari dokter
Konsumsi susu :-
Kebiasaan / pola makan : Nasi, lauk pauk, sayur

4. Riwayat penyakit

Penyakit yang pernah diderita :-


Penyakit yang sering kambuh :-

5. Aktivitas
Aktivitas sehari-hari responden sebagai ibu rumah tangga. Responden kadang
mengantar anak pertamanya bersekolah di sekolah dasar bersama dengan
suaminya. Responden lebih memasak makanan sendiri dibandingkan dengan
membeli makanan dari luar rumah. Aktivitas responden termasuk aktivitas
ringan.

C. Data Objektif

BB sebelum hamil : 47 kg
BB sesudah hamil : 49 kg
TB : 161.5 cm
LILA : 24 cm
Tekanan darah : 100 / 80 mmHg
Hb : 13.5 g/dL

D. Assesment

Antropometri
BB setelah hamil : 49 kg
TB : 161.5 cm
Umur : 34 tahun

Mencari IMT
𝐵𝐵 (𝑘𝑔)
IMT = 𝑇𝐵2 (𝑚)
49
= 1.6152
= 18.84
Maka dapat disimpulkan, responden memiliki berat badan yang normal.

Mencari BBI dengan Brocca

BBI = TB – 100 – 10%(TB-100)


= 161.5 – 100 – 10%(161.5 – 100)
= 61.5 – 6.15
= 55.35 kg
Maka dapat disimpulkan, responden memiliki BB tidak ideal.
Biokimia
Hb bumil = 13.5 g/dL
Maka, hemoglobin responden termasuk normal.

Klinis
Tekanan darah responden 100 / 80 mmHg
Maka, tekanan darah responden termasuk tekanan darah rendah.
Dietary History
Ekonomi
Responden termasuk ke dalam keluarga yang sederhana. Responden memiliki dua
kendaraan bermotor yaitu satu buah sepeda motor dan satu buah mobil.
Responden tidak kesusahan dalam membeli bahan makanan.

Responden tidak memiliki riwayat penyakit tertentu atau penyakit kambuhan.

E. Planning

Tujuan perencanaan menu


 Untuk meningkatkan asupan energy, protein, lemak dan karbohidrat pada
bumil.
 Untuk meningkatkan asupan susu pada bumil
 Untuk meningkatkan asupan kalsium dalam tubuh bumil dari bahan makanan
agar janin terpenuhi kalsiumnya
 Untuk meningkatkan tekanan darah dan hB bumil agar tidak terjadi gangguan
pada kehamilan bumil

Syarat dan prinsip perencanaan menu

 Mengandung gizi yang terpenuhi untuk kebutuhan gizi bumil


 Bahan makanan yang dapat dibeli dan terjangkau oleh bumil
 Diadakannya pergantian/perubahan menu agar tidak membosankan
 Memberi susu dengan rasa yang enak dan bisa menarik selera minum bumil
agar tidak malas dalam meminum susu

Perhitungan kebutuhan energy dan zat gizi bumil


Mencari kebutuhan gizi bumil dengan Harris Benedict:

AMB = 655 + (9.6 BB) + (1.8 TB) – (4.7 U)


= 655 + (9.6x49) + (1.8x161.5) – (4.7x34)
= 655 + 470.4 + 290.7 – 159.8
= 1256.3
Total Kebutuhan Energi
= AMB (Angka Metabolisme Basal) x Aktivitas Fisik
= 1256.3 x 1.55
= 1947.27 kkal + 180 kkal = 2127.27 kkal

Protein = 15% x 2127.27 kkal


= 319.09 kkal
= 79.77 gr

Lemak = 25% x 2127.27 kkal


= 531.82 kkal
= 59.09 gr

Karbohidrat = 60% x 2127.27 kkal


= 1276.36 kkal
= 319.09 gr

49
Kalsium = 55 𝑥 1000 gr
= 890.9 gr

49
Besi = 55 𝑥 26 𝑔𝑟
= 23.16 gr

F. Pembahasan

Studi kasus ini dengan catatan perkembangan ibu hamil dilakukan menggunakan
form SOAP. Pada pengkajian yang dilakukan untuk mengumpulkan data dan
informasi dari responden pada Ny. K umur 34 tahun dengan usia kehamilan 3
bulan, didapatkan hasil sebagai berikut :

Data subjektif

1. Pendidikan
a. Tinjauan teori
Pendidikan sesorang akan memengaruhi seseorang dalam memilih bahan-
bahan makanan yang bergizi dan sehat. Peningkatan pendidikan juga
meningkatkan pengetahuan dan kepedulian serta akses terhadap informasi
yang berkaitan dengan status gizi.

b. Tinjauan kasus
Pendidikan terakhir Ny. K adalah DIII.

c. Pembahasan
Dalam pemilihan bahan makanan, responden sudah mendapat asupan
sebanyak 60% kalori, 43% protein, 85% lemak dan 56% karbohidrat.
Responden sudah bisa memilih bahan makanan yang mengandung gizi yang
baik bagi dirinya dan janinnya. Namun, persentase pemenuhan gizi responden
masih tergolong rendah karena terkadang responden merasa malas untuk
membeli makanan dari luar rumah dan responden sering memakan makanan
yang masih tersisa pada pagi hari/siang harinya untuk makan malamnya.

2. Pola makan
a. Tinjauan teori
Semua makanan berpotensi menyebabkan alergi. Namun ada beberapa
jenis makanan tertentu yang sangat umum menyebabkan kondisi tersebut,
contohnya udang, lobster, kepiting, ikan dan kacang-kacangan. Penderita
alergi makanan biasanya akan mengalami gejala berupa ruam merah dan
gatal kulit dan dapat memperburuk penderita. Hal itu dapat mengganggu
penderita dalam meningkatkan nutrisinya melalui makan maupun minum.

b. Tinjauan kasus
Ny. K tidak memiliki pantangan makanan maupun tidak mempunyai
alergi.

c. Pembahasan
Ny. K dapat memakan semua makanan tanpa adanya alergi terhadap
makanan tertentu. Selain itu, responden juga meminum multivitamin,
penambah kalsium dan penambah darah dari dokter untuk menunjang
nutrisi bagi responden dan sang janin. Karena responden tidak meminum
susu, responden biasanya menambah porsi makan atau porsi selingan di
makanannya.
Data objektif
1. Tekanan darah
Responden memiliki tekanan darah 100/80 mmHg. Tekanan darah responden
termasuk tekanan daerah rendah.

2. Berat badan
Responden mengalami peningkatan berat badan sebesar 2 kg dari 47 kg
sebelum hamil ke 49 kg setelah hamil 3 bulan.

G. Penutup
1. Kesimpulan
- Pengkajian data pada ibu hamil Ny. K usia kehamilan 3 bulan dengan
menggunakan format pengumpulan data berupa data subjektif dan data
objektif yang didapatkan dari hasil wawancara terhadap Ny. K dan
merekap data menggunakan form SOAP
- Pengkajian data didapatkan bahwa hasil nutrisi yang didapatkan dari
recall 24 jam adalah bahwa konsumsi responden masih tergolong rendah
dengan 60% kalori, 43% protein, 85% lemak dan 56% karbohidrat
- Evaluasi hasil pengkajian data yaitu adanya penambahan konsumsi
multivitamin, kalsium, dan penambah darah bagi responden dari anjuran
dokter untuk menunjang nutrisi responden
- Selama kehamilan, responden tidak mendapatkan gangguan apapun
seperti mual, muntah ataupun morning sickness dan berjalan normal
- Responden memiliki tekanan darah yang rendah sehingga akan merasa
pusing jika merasa kelelahan.

2. Saran
Berdasarkan pengkajian data terhadap Ny. K yang telah dilaksanakan, saran
yang bisa diberikan kepada responden ibu hamil tersebut adalah sebagai
berikut
- Jangan merasa malas untuk meminum susu. Meminum susu bukan hanya
untuk nutrisi responden namun juga untuk janinnya maka harus
dibiasakan untuk meminum susu agar kebutuhan kalsium terpenuhi
disamping memakan multivitamin kalsium.
- Jangan terus menerus memakan makanan yang sama pada jam-jam makan
sebelumnya. Responden bisa membuat makanan kembali yang lebih
menarik selera untuk dimakan atau jika tidak ada waktu, maka membeli
makanan di luar rumah agar ada nutrisi yang masuk ke dalam tubuh
- Memperbanyak makan buah dan sayuran untuk menunjang nutrisi vitamin
dan mineral bagi tubuh