Anda di halaman 1dari 3

Nama Mahasiswa : Rini Ramdhiani Muchtar

NIK : 17/421944/PEK/23521
Angkatan : Reguler 43
Mata Kuliah : Corporate Strategic
Dosen : Agus Setiawan, PhD, CMA

THE ROLE OF THE PARENT, ORGANIZING MULTIBUSINESS FIRM

Mengelola sebuah korporasi multibisnis menjadi tantangan sulit bagi perusahaan dalam
pembuatan strateginya. Mengkonseptualisasikan sebuah strategi secara analitis mungkin
cukup menantang, tapi menyusun mekanisme dalam mendorong keberhasilan dan
mengoperasikan perusahaan sehari-hari menjadi lebih sulit lagi. Tantangan ini berasal dari
kesulitan menerapkan strategi pada semua level dalam sebuah organisasi. Sebuah tim
eksekutif harus dipilih, desain organisasi yang tepat dan sistem reward diputuskan, sebuah
kultur diciptakan, dan seterusnya.

Administrative Context
Pada observasi jarak dekat yang di amati, Bower menemukan fakta bahwa management
korporat memilikipengaruh yang cukup besar dalam menentukan pola investasi korporat.
Dengan membentuk Admnistrative Context dimana semua keputusan di buat , impact yang
diberikan manajemen korporat tidak hanya menolakataupun menyetujui investasi, tetapi
hingga kepada keseluruhan proses. Secara umum, dua lingkup prinsip yang berpengaruh pada
desain administratif konteks. Pertama adalah prinsip dari jajaran internal (internal alignment),
dugaan sederhana yang masing-masing struktur organisasi, sistem, dan proses yang
dibutuhkan, didesain untuk memperkuat kembali dibanding konflik dengan tanda-tanda dan
memberikan motivasi kepada manajer dengan aspek-aspek lain dari administratif konteks.
Prinsip kedua yang mempengaruhi desain dari administratif konteks adalah desain kesatuan
(contingent design). Sebagai gantinya, membuktikan bahwa karakteristik internal dari sebuah
organisasi yang efektif seharusnya merupakan kumpulan tugas yang harus saling berinteraksi
dengan lingkungannya.

Decision and
Administrative Managerial
Administrative
Context Behavior
Cost

Organization Structure
Struktur organisasi jarang optimal dan ini merupakan tantangan besar para manager untuk
mengidentifikasi struktur yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kebanyakan
struktur organisasi yang efektif memiliki kesamaan pembagian organisasi ke subunit
disktrityang memliliki kewenangan besar bagi bisnisnya. Ketika perusahaan terbagi ke subunit
diskrit , masing-masing bisnis dapat menjalankan spesialisasi untuk sukses di lingkunganya.

System and Processes


Dengan hanya struktur organisasi saja tidak dapat mendefinisikan Administrative Context
perusahaan. Sistem danproses baik formal maupun informal juga mempengaruhi struktur
insentif yang di hadapi para manager,pengalokasian keputusan yang sesuai dan distribusi
informasi yang berada di dalam perusahaan.

Control
Tertanam dalam organisasi adalah kebutuhan untuk mempertahankan control atas
pengambilan keputusan yangtelah di delegasikan. Untuk menyeimbangkan trade off antara
delegasi dan hak control, maka keputusan difokuskan kepada sentralisasi-disentralisasi
kontinum. Melekat dalam setiap struktur organisasi bahwa kebutuhan untuk memelihara
kontrol melampaui utusan pembuat keputusan. Teori agen menggarisi konsekuensi yang
berlawanan dari utusan dan memperingatkan bahwa tanpa sistem yang tepat, kantor
perusahaan dapat cepat kehilangan kemampuan untuk menentukan arah perusahaan dan
performa. Sedangkan unit mandiri, sejauh mungkin, harus diperkenankan untuk beroperasi
secara otonomi jika mereka terlalu memaksimalkan performa yang dimilliki, kemungkinan
terdapat beberapa ukuran dari kontrol perusahaan untuk mencegah kerugian perusahaan.
Ini membuktikan pentingnya perbedaan dalam sistem organisasi dan proses antara hasil
kontrol perusahaan dan perilaku kontrol perusahaan. Keduanya dipercayakan dalam delegasi
pembuat keputusan. Dasar perbedaannya adalah konsentrasi hasil kontrol pada hasil
pandangan selama konsentrasi perilaku kontrol pada penentuan dan evaluasi aksi dalam arti
mengatur insentif untuk subordinat (lihat “Clan Control” untuk kontrol tipe ketiga).

Hubungan (coherence)
Seringkali kontrol operasi dari divisi otonomi cukup jarang untuk membenarkan eksistensi
dari sebuah perusahaan multibisnis. Walaupun unit-unit perlu untuk dibedakan dan
dikhususkan untuk melayani pasar mereka secara efisien, nilai sumberdaya juga perlu
untuk menyebar, dalam keseluruhannya unit tersebut untuk melengkapi hubungan pada
perusahaan. Beberapa tingkatan dari integrasi melampaui cara lain dari unit-unit yang
berbeda. Oleh karena itu, jika performa perusahaan menjasi lebih dari biasanya, jumlah
dari divisi individu dapat dicapai sendiri. Untuk mencapai tingkatan yang diinginkan, oleh
karena itu, perusahaan tidak hanya perlu untuk mengubah insentif, tetapi juga
mempekerjakan sistem lain dan proses-proses yang potensial menggantikan divisi
otonomi. Mekanisme ini untuk mempengaruhi sumber daya yang melibatkan transfer dari
kemampuan dan sumber daya dan perkembangan serta pemeliharaan dari sumber daya
oleh divisi yang berbeda. Mengkoordinasi aktifitas yang melibatkan beberapa tingkatan
dari pembagian langsung pada performa dari sebuah aktifitas oleh multi divisi.