Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Modernisasi membuat situasi kehidupan manusia semakin kompleks.Persaingan


yang semakin tajam telah mendorong timbulnya berbagai bentuk kekerasan yang
dilakukan manusia, baik orang dewasa, remaja maupun anak-anak.Tindak kekerasan
terjadi di seluruh dunia dan di seluruh segmen masyarakat.Berbagai tindak agresi seperti
perang antar geng, perampokan, pembunuhan dan sebagainya, telah terjadi di mana mana
dan hampir setiap hari, karena rasa marah, kecewa, dan emosi negatif yang keluar dari
tubuh.

Perilaku agresif dalam kehidupan masyarakat menunjukkan suatu gejala yang


meningkat akhir-akhir ini. Hal ini dapat kita ketahui pada pemberitaan di media massa
tentang kejahatan kriminal yang terjadi seperti tindakan kekerasan, penyerangan,
penganiayaan, kerusuhan, perkelahian, bahkan pembunuhan seakan menjadi fenomena
yang sudah biasa karena seringnya terjadi.

Melihat kompleksnya permasalahan agresivitas seperti yang telah diuraikan di


atas, perlu kiranya usaha sungguh sungguh untuk mengatasinya ada suatu metode yang
dapat digunakan untuk menurunkan agresivitas, yaitu salah satunya menggunakan terapi.

Terapi EFT (Emotional Freedom Technique)atau SEFT (Spiritual Emotional


Freedom Technique)dapat digunakan sebagai salah satu teknik terapi untuk mengatasi
masalah emosional dan fisik, yaitu dengan melakukan totok ringan (tapping) pada titik
syaraf atau meridian tubuh. Spiritual dalam EFT/SEFT adalah doa yang diafirmasikan
oleh klien pada saat akan dimulai hingga sesi terapi berakhir. Dan Terapi EFT/SEFT
bersifat universal, artinya untuk semua kalangan tanpa membeda-bedakan latar belakang
keyakinan klien.
1.2 Rumusan Masalah

Apa yang dimaksud dengan EFF/SEFT?

Bagaimana prinsip kerja EFT/SEFT?

Bagaimana penerapan terapi EFT/SEFT dalam masyarakat?

1.3 Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Terapi SEFT (spiritual emotional freedom technique)


SEFT adalah suatu metode yang membuat diri penderita bisa menerima persoalan
yang mengganggu stabilitas emosinya, semisal marah, jengkel, tertekan, sedih dan lain-
lain.Ketika penderita bisa berdamai dengan situsi yang mengganggu emosinya, maka
penyakit-penyakit fisik akansirna dengan sendirinya. SEFT merupakan teknik
pengembangan diri ekletis yang menggabungkan 14 macam teknik terapi (termasuk
kekuatan spiritual) untuk mengatasi berbagai macam masalah fisik, emosi, pikiran,sikap,
motivasi, perilaku dan peak performance secara cepat, mudah dan universal.

14 macam teknik terapi yang masuk dalam teknik SEFT (CognitiveTherapy


(NLP), Behavioral Therapy, Logotherapy, Psychoanalisa,EMDR, self Hypnosis
(Ericsonian) sugesty dan Affimmation, Visualization, GestaltTherapy, Meditatin, Sedona
Methode Provocative Therapy, Energy Therapy (EFT), powerful Prayer). SEFT
ditemukan oleh Ahmad FaizZainuddin dan kini dikembangkan oleh LoGOS Institute.
SEFT dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah fisik dan emosi, meningkatkan
kinerja dan prestasi, meningkatkan keberuntungan, meraih apa yang kita inginkan dan
masih banyak lagi manfaat ddari SEFT ini. SEFT merupakan penggabungan antara
spiritualitas (melalui do’a, keikhlasan dan kepasrahan) dan energy psychology.Teknik ini
telah dibuktikan oleh berbagai macam riset ilmiah.Tidak ada unsur supranatural atau
klenik dalam SEFT.
SEFT (spiritual emotional freedom technique) adalah tehnik penyembuhan yang
memadukan keampuhan energi psikologi dengan doa dan spiritualitas. Energi psikologis
adalah ilmu yang menerapkan berbagai prinsip dan teknik berdasarkan konsep sistem
energi tubuh untuk memperbaiki kondisi pikiran, emosi dan perilaku seseorang.
Menurut zainudin (2006) terapi SEFT (spiritual emotional freedom technique)
adalah terapi dengan menggunakan gerakan sederhana yangdilakukan untuk membantu
menyelesaikan masalah permasalahan sakit fisikmaupun psikis, meningkatkan kinerja
dan prestasi, meraih kedamaian danprestasi serta kebermaknaan hidup. Rangkaian yang
dilakukan adalah :
a) the set – up yaitu menetralisir energi negatif yang ada ditubuh,The Se-Up
bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh terarahkan dengan
tepat.Langkah ini dilakukan unuk menetralisir psychological reversal atau
perlawanan psikologis (biasanya berupa pikiran negatif spontan atau
keyakinan bawah sadar negatif, seperti kesulitan untuk melepaskan diri
dari kecanduan merokok).Cara menetralisir psychological reversal
tersebut adalah dengan melakukan the set-up words. Dalam bahasa
religius, the set-up words adalah doa kepasrahan kepada Allah SWT.
Contoh the set-up wordsadalah “Ya Allah walaupun saya ingin sekali
merokok padahal saya ingin bisa berhenti merokok.,saya ikhlas menerima
masalah saya ini. Saya pasrahkan padamu kesembuhan saya dari
kecanduan rokok.”
b) the tune in yaitu mengarahkan pikiran pada tempat rasa sakit,Cara
melakukan tune-in adalah dengan memikirkan sesuatu atau peristiwa
spesifik tertentu yang dapat membangktkan emosi negatif yang akan
dihilangkan atau situasi dimana seseorang sangat ingin merokok.
Tujuannya adalah untuk secara spesifik menetralisir emosi negatif atau
sakit fisik yang dirasakan. Untuk membantu terjadinya tune-in adalah
dengan terus memikirkan sesuatu yang membangkitkan respon emosi
negatif tersebut sekaligus mengulang-ngulang kata pengingat yang
mewakili emosi yang dirasakan. Cara lain untuk melakukan tune-in adalah
dengan mengganti kata pengingatnya dengan kalimat “saya ikhlas, saya
pasrah pada-Mu ya Allah”. Tune-in tetap dilakukan sampai semua teknik
SEFT dilakukan hingga akhir.
c) the tapping yaitu mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik – titik
tertentu ditubuh manusia.Pada bagian tapping yang dilakukan adalah
dengan menekan atau mengetuk 5-7 kali ketukan pada titik-titik di bagian
tubuh tertentu sambil mengucapkan permasalahn yang sedang dialami
subjek. Adapun titik-titik tersebut adalah pada bagian top of head (bagian
atas kepala), end of eyebrow (titik permulaan alis mata), side of eye (titik
permulaan alis mata), under eye (2 cm di bawah mata), under nose (di
bawah hidung), chin (antara dagu dan bagian bawah bibir), collarbone
(pada ujung tempat bertemu tulang dada dan tulang rusuk pertama), under
arm, (untuk laki-laki terletak di bawah ketiak sejajar dengan putting susu
dan wanita terletak di perbatasan antara tulang dada dan bagian bawah
payudara), gamut (di bagian antara perpanjangan tulang jari manis dan
tulang jari kelingking), karate point (di samping telapak tangan)
(Hainsworth, 2008). Hainsworth (2008) juga menjelaskan bahwa ketika
subjek menekan pada titik-titik tertentu dalam tubuh yang telah disebutkan
di atas, sadarilah bahwa setiap kenangan atau emosi atau pikiran atau
perasaan dalam tubuh yang muncul ke permukaan akan menuntun subjek
pada permasalahan atau apa yang harus diucapkan pada putaran tapping
selanjutnya
SEFT (spiritual emotional freedom technique) menggabungkan antara
sistem kerja energy psychology dengan kekuatan spiritual sehingga
menyebutnya dengan amplifying effect (efek pelipat gandaan). Pada tahap
pelaksanaan dibutuhkan tiga hal yang harus dilakukan Terapis dan pasien
dengan serius yaitu :
1) khusyu’
2) ikhlas
3) pasrah.
Ketiga hal inilah yang menjadi kunci kesuksesan pada pelaksanaan terapi
SEFT (spiritual emotional freedom technique)

2.2 Penerapan Terapi EFT/SEFT


Terapi EFT/SEFT dapat diterapkan baik dalam kelompok maupun individu:

1. Individu
Penerapan terapi EFT/SEFT dalam individu merupakan media Pengembangan
diri.Ini adalah bidang spesialisasi EFT/SEFT, termasuk di dalamnya adalah
penggunaan EFT/SEFT untuk mengatasi berbagai masalah pribadi. Berapa
banyak orang yang stagnan atau terhenti pengembangan dirinya hanya karena
tidak dapat mengatasi satu atau beberapa masalah pribadi.Ini bisa berupa trauma
masa lalu yang terus menghantui hidup kita, kebiasaan jelek yang sukar kita
tinggalkan, ketakutan untuk mengambil resiko, dan sebagainya.
Berusaha mengembangkan diri dengan masih memikul beban emosi yang belum
terselesaikan ibarat mengendarai mobil dengan hand rem terkunci. Bisa maju,
tetapi tersendat-sendat, tidak bisa full-speed. EFT/SEFT adalah terapi yang
membantu membebaskan diri dari masalah masalah pribadi tersebut. Dengan kata
lain, menyelesaikan unfinished businessyang tertunda, konflik batin yang belum
terselesaikan. Setelah bebas dari belenggu “penjajahan emosi”, barulah dapat
melangkah lebih jauh untuk mengembangkan potensi diri dengan
optimal.Mengolah diri menjadi manusia sempurna.
2. Kelompok
a) Keluarga
Keluarga adalah tempat mendapatkan “Kepuasan terbesar”, tetapi juga
berpotensi menjadi sumber “Kepedihan terdalam”.Orang bilang keluarga
bisa menjadi surga dunia, tetapi juga bisa menjadi neraka
dunia.Kebahagiaan atau kepedihan dalam keluarga sebagian besar
berkaitan dengan “hubungan” yang terbangun antara suami-istri dan orang
tua anak. Dalam bidang ini (membangun hubungan yang kokoh),
EFT/SEFT bisa menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat. Menggunakan
EFT/SEFTbermanfaat untuk menetralisir emosi negatif yang sering timbul
dalam keluarga, misalnya rasa cemburu yang berlebihan, mudah
tersinggung atau mudah marah, rasa kecewa karena istri/suami/anak tidak
bersikap seperti yang kita harapkan, rasa terlalu posesif atau protektif yang
tidak produktif, rasa takut kehilangan, hilangnya romantisme atau rasa
cinta, dll.
b) Sekolah
Guru dapat mengajarkan EFT/SEFTatau melakukan EFT/SEFTpada
muridnya yang mengalami gangguan emosi seperti: bandel, sukar
konsentrasi, malas belajar, moody, masalah yang berkaitan dengan
perubahan hormon seksual pada remaja, dan sebagainya.
c) Organisasi
Memimpin atau menjadi bagian dari satu organisasi menuntut kecerdasan
emosi yang tinggi.Beberapa ketrampilan vital dalam berorganisasi adalah
menejemen konflik, kerjasama kelompok, dan kepemimpinan. EFT/SEFT
dapat ikut berperan dalam mengendalikan emosi negatif yang sering kali
muncul saat timbul konflik, misalnya, marah, kecewa, takut, dendam,
apatis, pesimis, cemas , dsb.
d) Bisnis
Dunia bisnis saat ini penuh dengan tantangan yang semakin berat karena
ketatnya persaingan, sekaligus menawarkan peluang yang sangat besar
bagi mereka yang siap berjuang untuk menang. Kunci kemenangan dalam
dunia bisnis (juga dalam bidang lain) adalahpeak performance (kinerja
unggul). Kinerja unggul ini bisa berupa prestasi penjualan yang
mengesankan, tingkat produksi yang tinggi, ide ide kreatif inovatif,
budaya kerja yang efisien dan sebagainya. Dalam hal ini EFT/SEFTdapat
digunakan untuk mengatasi berbagai masalah yang sering
menghambat businessmanatau woman untuk melakukan kinerja unggul
seperti, takut gagal dan takut sukses, kesulitan dalam menyusun target
(goals) atau dalam mengeksekusinya, takut berbicara di depan publik
(memberikan presentasi), dsb

2.3 Perkembangan Terapi SEFT (spiritual emotional freedom technique)


SEFT dikembangkan dari Emotional Freedom Technique (EFT), oleh Gary
Craig (USA), yang saat ini sangat popular di Amerika, Eropa dan Australia sebagai
solusi tercepat dan termudah untuk mengatasi berbagai masalah fisik, dan emosi,
serta untuk meningkatkan performa kerja. Saat ini EFT telah digunakan oleh lebih
dari 100.000 orang di seluruh dunia.
 SEFT Efektif, mampu menyelesaikan berbagai masalah fisik dan emosi, bahkan
untuk beberapa masalah yang divonis tidak ada harapan lagi oleh dokter.
 SEFT Mudah, semua orang, bahkan anak-anak dan orang lanjut usia, bisa
melakukan.
 SEFT sangat cepat, hanya membutuhkan waktu 5-50 menit. Umumnya sudah
dapat terasa efektivasnya dalam waktu sekitar 15 menit.
 SEFT Aman, tanpa efek samping, karena tidak menggunakan obat-obatan
apapun, alat-alat khusus, atau teknik yang berisiko.
 SEFT Murah, sekali belajar dapat dipakai selamanya.
 SEFT Memberdayakan, tidak tergantunng kepada terapis, setiap orang bisa
melakukannya sendiri bahkan bisa membantu orang lain.
 SEFT Universal, dapat digunakan untuk berbagai macam masalah dan dapat
dipraktekan oleh berbagai orang tanpa memerdulikan latar belakang apapun dari
orang tersebut.
 SEFT Compatible, dapat digabungkan dengan berbagai macam teknik lain dan
dapat meningkatkan efektivitas teknik-teknik lain tersebut.

Berapa banyak orang yang stagnan atau terhenti pengembangan dirinya hanya
karena tidak dapat mengatasi satu atau beberapa masalah pribadi.Berusaha
mengembangkan diri dengan masih memikul beban emosi yang belum terselesaikan
ibarat mengendarai mobil dengan hand brake terkunci.Kita tetap bisa maju, tetapi
tersendat-sendat, tidak bisa full-speed.
SEFT adalah terapi yang membantu membebaskan diri dari masalah
masalah pribadi tersebut. Dengan kata lain, menyelesaikan unfinished business yang
tertunda, konflik batin yang belum terselesaikan. Setelah bebas dari belenggu
“penjajahan emosi”, barulah dapat melangkah lebih jauh untuk mengembangkan
potensi diri dengan optimal.Mengolah diri menjadi manusia sempurna.
Teknik SEFT ini dimulai dari SEFT for Healing yakni menghilangkan
hambatan-hambatan negatif berupa penyakit fisik maupun emosi. Penyakit fisik
seperti using, keseloeo hingga stroke, kanker, juga penyakit emosi seperti stress,
depresi, trauma, phobia, mudah marah, takut, sedih, kecanduan rokok, kurang
konsentrasi. Dalam waktu relative singkat 5 sampai 50 menit beberapa penyakit fisik
maupun emosi bisa diatasi oleh SELF for Healing

Selanjutnya teknik ini melangkah ke teknik SELF for Succes. Setelah


hambatan emosi di atasi maka baru dipacu untuk sukses. Teknk ini berbeda dengan
teknik sukses lainnya. Jika pada teknik yang lain orang dipacu untuk sukses tapi
hambatannya tidak dihilangkan, maka SEFT for Succes justru menghilangkan
hambatannya dahulu, baru kemudianorang tersebut dipacu untuk sukses. Ibaratsebuah
mobil, pada SEFT for Succes, orang baru boleh tancap gas setelah handreamnya
dilepas.

SEFT for SUCCES menggunakan dua pendekatan yaitu the luck factor
(yakni teknik yang membuat orang hidup bisa lebih beruntung) dan teknik Deep
SEFT (yakni teknik SEFT untuk lebih menarik energy positif, sehingga apa yang kita
inginkan bisa tercapai)

Teknik berikutnya disebut dengan istilah SEFT for Happiness.Pada teknik


ini, yang banyak diajarkan adalah bagaimana mencapai kebahagiaan. Hal ini karena
banyak orang sukses dan berhasil mencapai posisi tertinggi namun tidak merasa
bahagia. SEFT for Happiness dilakukan dengan pendekatan mapping 7 dimensi
kebutuhan manusia yang disebut HOPES (Holystic Person Empowerment System)

2.4 Manfaat Terapi SEFT (spiritual emotional freedom technique)


Terapi SEFT (Spiritual Emosional Freedom Technique) termasuk teknik
relaksasi, merupakan salah satu bentuk mind-body therapy dari terapi komplementer dan
alternatif dalam keperawatan.SEFT (Spiritual Emosional Freedom Technique)
merupakan teknik penggabungan dari sistem energy tubuh (energy medicine) dan terapi
spiritual dengan menggunakan metodetapping pada beberapa titik tertentu pada tubuh.
Terapi SEFT (Spiritual Emosional Freedom Technique) bekerja dengan prinsip yang
kurang lebih sama dengan akupuntur dan akupresur. Ketiganya berusaha merangsang
titiktitik kunci pada sepanjang 12 jalur energi (energy meridian) tubuh. Bedanya
dibandingkan metode akupuntur dan akupresur adalah teknik SEFT (Spiritual Emosional
Freedom Technique) menggunakan unsur spiritual, cara yang digunakan lebih aman,
lebih mudah, lebih cepat dan lebih sederhana, karena SEFT (Spiritual Emosional
Freedom Technique) hanya menggunakan ketukan ringan (tapping).
Terapi SEFT (Spiritual Emosional Freedom Technique) dapat digunakan sebagai
salah satu teknik terapi untuk mengatasi masalah emosional dan fisik, yaitu dengan
melakukan totok ringan (tapping) pada titik syaraf atau meridian tubuh. Spiritual dalam
SEFT (Spiritual Emosional Freedom Technique) adalah doa yang diafirmasikan oleh
klien pada saat akan dimulai hingga sesi terapi berakhir. Terapi SEFT (Spiritual
Emosional Freedom Technique) bersifat universal, artinya untuk semua kalangan tanpa
membeda-bedakan latar belakang keyakinan klien

 Mengatasi Berbagai Masalah Fisik: Sakit Kepala, Nyeri Punggung, Maag, Asma,
Sakit Jantung, Kelebihan Berat Badan, Alergi,dan sebagainya.
 Mengatasi Berbagai Masalah Emosi: Takut (phobia), Trauma, Depresi, Cemas,
Kecanduan Rokok, Stress, Sulit Tidur, Mudah Marah, atau Sedih, Gugup
Menjelang Ujian, atau Presentasi, Latah, Kesurupan, Kesulitan Belajar, Tidak
Percaya Diri, dan sebagainya.
 Mengatasi Berbagai Masalah Keluarga dan Anak-anak: Ketidak harmonisan
Keluarga, Selingkuh, Masalah Seksual, di ambang Perceraian, Anak Nakal, Anak
Malas Belajar, anak Mengompol, dan sebagainya.
 Meningkatkan Prestasi: Meningkatkan Prestasi OlahRaga, Prestasi di Tempat
Kerja, Prestasi Belajar, Meningkatkan Omset Penjualan, Meningkatkan Performa
Sales, Memperlancar Negosiasi, Mencapai goals dan Target yang di tetapkan.
 Meraih Kesuksesan Hidup, Meningkatkan Pendapatan, Menjadi Money Magnet.
 Mendapatkan Pencerahan Spiritual, Meningkatkan Kedamaian Hati dan
Kebahagiaan Diri.

2.5 Hasil Penelitian SEFT


1. Laila Komariah Fakultas Psikologi, Universitas Ahmad Dahlan,Efektivitas
Sprirituan Emotional Freedom Technique (SEFT) Untuk Menerunkan Perilaku
Merokok Pada Mahasiswa.
Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) efektif untuk
menurunkan perilaku merokok pada mahasiswa.Mahasiswa yang diberikan SEFT
mengalami penurunan skala perilaku merokok dibandingkan mahasiswa yang
tidak diberikan SEFT.
Hasil observasi menunjukkan bahwa subjek yang mengalami penurunan
perilaku merokok setelah diberikan SEFT adalah subjek yang terlihat sungguh-
sungguh dan terlihat konsentrasi ketika melakukan SEFT dan mempunyai
keinginan besar untuk berhenti merokok.Berdasarkan wawancara, subjek
menceritakan bahwa setelah diberikan SEFT, rokok menjadi terasa pahit di lidah
dan tidak ada keinginan dalam diri subjek untuk merokok lagi.
2. LPPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Terapi SEFT terbukti berpengaruh terhadap penurunan insomnia pada
remaja sebagai residen NAPZA. Hal tersebut dapat dilihat Jurnal Sosio-
Humaniora Vol. 5 No. 1., Mei 2014 ISSN : 2087-1899 97 pada saat pretest,
posttest dan follow up. Pada gambar perbandingan skor pretest skor insomnia
pada subjek eksperimen dan kontrol mengalami skor insomnia yang sangat
tinggi.Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan skor insomnia pada
fase pretest.Kemudian kelompok eksperimen mengalami penurunan setelah
diberikan terapi atau fase posttest sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami
penurunan justru kenaikan skor insomnia pada fase posttest. Khusus pada
kelompok eksperimen efektivitas terapi SEFT masih tetap bertahan pada fase
follow up. 2.
Peningkatan kualitas tidur subjek, walaupun subjek terkadang masih tidur
diatas jam 23.00, namun subjek mudah untuk mulai tidur, tidak terbangun pada
malam hari, dan walaupun terbangun malam hari namun dapat dengan mudah
untuk tidur kembali, saat bangun tubuh dalam keadaan segar, tidak terganggunya
kegiatan pada keesokan harinya, serta tidak menggunakan obat tidur. Hal ini tidak
terjadi pada kelompok kontrol yang sampai fase follow up sesekali masih
menggunakan obat tidur.
DAFTAR PUSTAKA

Zainuddin, Ahmad Faiz. 2006. SEFT Cara Tercepat Dan Termudah Mengatasi Berbagai
Masalah
Fisik Dan Emosi. Jakarta : PT Arga Publishing
Nufirwan.2010. Siapa Bilang Saya Tidak Bisa Kaya dan Sukses.Jakarta: PT Elex Media
Komputindo
http://lppm.mercubuana-yogya.ac.id/
journal.uad.ac.id