Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PERAWATAN

SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2019/2020

MODUL : Kompresor dan Motor Listrik


PEMBIMBING : Dr. Ir. Bintang Iwhan Moehady, M. Sc

Tanggal Praktikum : 26 September 2019


Tanggal Pengumpulan : 3 Oktober 2019

Oleh : Kelompok 7/3C

Nisya Qonitta Zahra NIM 171411088


Rianny Puspa Rismayani NIM 171411089
Royfa Fenandita Finadzir NIM 171411091
Siti Nurjanah NIM 171411092

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2019

BAB II
DASAR TEORI

2.1 Kompressor

Gambar 2.1 Kompresor

Kompresor secara sederhana bisa diartikan sebagai alat atau mesin yang digunakan
untuk memampatkan (menekan) udara atau gas. Fungsi compressor adalah untuk
meningkatkan energi suatu compressible fluid dengan memberikan tekanan yang tinggi
atau kecepatan yang tinggi atau juga ketinggian yang tinggi kepada fluida tersebut sesuai
dengan hukum bernoulli. Dengan tekanan atau kecepatan yang tinggi, maka kita bisa
menggunakan energi ini untuk menggerakkan sebuah benda, contoh nya: pada mesin-
mesin pneumatik, kulkas, AC (Air Conditioner) dan sebagainya. Selain itu, kompresor
juga bisa digunakan untuk menghisap udara atau gas yang bertekanan lebih rendah dari
tekanan atmosfir yang biasa disebut dengan compressor vacuum.

Penggunaan kompresor sangatlah penting di dunia industri, baik sebagai penghasil


udara bertekanan atau sebagai satu kesatuan dari mesin-mesin. Kompressor banyak
dipakai untuk mesin pneumatik, sedangkan yang menjadi satu kesatuan dengan mesin
adalah turbin gas, mesin pendingin dan lainnya.

2.1.1 Prinsip Kerja Kompresor


Salah satu tipe kompresor adalah kompresor torak. Bila switch di tekan on
maka motor listrik hidup dan memutar poros engkol yang diujungnya dilengkapi
dengan eccentric bearing. Gerak putar eccentric bearing akan diteruskan oleh
conecting rod membuat piston diafragma bergerak naik turun. Pada saat piston
bergerak turun (langkah isap) maka tekanan dalam ruang selinder turun
menyebabkan udara masuk melalui air filter- inlet port – inlet valve ke dalam ruang
selinder.
Pada saat piston bergerak ke atas (Langkah kompressi) tekanan meningkat
membuat discharge valve dan port terbuka sehingga udara mengalir melalui
discharge tube menuju danmasuk ke dalam air storage tank.

Gambar 2.2 Komponen Kompresor Torak

2.1.2 Jenis – Jenis Kompresor


Kompresor terdiri dari berbagai jenis sesuai dengan kebutuhan yang berbeda-
beda dari setiap pengguna. Masing-masing jenis compressor mungkin berbeda
dalam metode pendinginan, tahap kompresi, pelumasan, atau sumber energi dari
kompressor itu sendiri . Berikut di bawah ini adalah dua jenis utama dari
kompresor:

 Positive Displacement Compressor


Positive displacement compressor memindahkan gas atau udara
menggunakan energi tekanan yang mengurangi volume udara atau gas,
sehingga tekanan gas meningkat. Positive displacement compressor ini juga
dibagi lagi menjadi dua, yaitu reciprocating compressor dan rotary
(vane dan screw) compressor. Pada reciprocating compressor, ada
perpindahan piston di dalam silinder compressor dan juga jenis nya ada tipe
low speed dan high speed compressor. Kelebihan dari reciprocating
compressor ini memiliki high fuel efficiency dan long operating life, hanya
saja dari sisi maintenance membutuhkan high cost jika dibandingkan dengan
compressor centrifugal.
Vane dan screw compressor juga masih menggunakan energi tekanan,
hanya saja compressor jenis ini cocok beroperasi mengeluarkan tekanan
discharge yang lebih rendah dari pada reciprocating compressor, tetapi
pressure yang dikeluarkan tidak ada pulsasi sehingga tidak ada getaran yang
ditimbulkan dan sangat cocok untuk mengalirkan gas pada pipa-pipa yang
panjang. vane dan screw compressor ini biasanya digunakan sebagai vapor
recovery unit atau vacuum pumps.
 Kinetik Kompresor
Kompresor jenis ini menggunakan energi kecepatan untuk
memindahkan fluida kerjanya. untuk meningkatkan energi pada fluida kerja,
kinetic compressor menggunakan impeller dengan kecepatan yang sangat
tinggi (20.000 hingga 30.000 rpm). Contoh dari kinetic compressor ini adalah
centrifugal dan axial compressor. Centrifugal compressor cocok sekali
digunakan di daerah offshore pada pengeboran sumur gas karena easily
automated for remote operations dan juga biasanya digunakan pada turbin gas.
Kelebihan dari centrifugal compressor ini adalah low maintenance dan low
operating cost, tetapi kekurangannya memiliki efficiency yang rendah.

2.1.3 Komponen Kompresor dan Fungsinya


Mesin kompresor terdiri dari beberapa bagian yang saling berhubungan.
Bagian ini satu sama lain saling menunjang dalam proses kompresi udara.
Komponen dari kompresor tersebut diantaranya adalah:
1. Drain Valve
Perangkat ini merupakan bagian yang mengatur tekanan udara yang terdapat
dalam tabung penyimpanan kompresor dan membuang air dan kotoran yang
yang ada dalam tabung penyimpanan udara
2. Fluid Cooler
Fluid cooler adalah alat yang berfungsi untuk menurunkan suhu yang
diakibatkan oleh proses kompresi yang dilakukan oleh mesin kompresor.
Selain mengendalikan suhu mesin kompresor, alat ini juga dapat
mendinginkan dan mengontrol suhu tekanan udara yang dihasilkan oleh
kompresor.
3. Hose
Hose adalah selang karet dengan panjang dan bentuk bervariasi yang berfungsi
untuk menggunakan udara bertekanan yang telah tersimpan dalam tabung
penyimpanan kompresor. Selang ini digunakan untuk mengalirkan dan
menahan udara bertekanan tersebut sehingga dapat digunakan setiap saat.
4. Hose Fitting
Hose Fitting adalah alat yang terpasang pada pangkal dari hose untuk
menghubungkan hose dengan Ball valve yang terpasang pada mesin
kompresor. Hose fitting ini terpasang pada hose dengan menggunakan
pressure tools, sehingga tidak mudah terlepas walaupun diberikan tekanan
yang tinggi.
5. Ball Valve
Ball Valve berfungsi untuk menghubungkan kompresor dengan hose melalui
hose fitting dan mengatur pengeluaran udara bertekanan dari dalam
kompresor.
6. Filters
Filters berfungsi sebagai penyaring. Pada kompresor, filter yang digunakan
terdiri dari dua jenis, yaitu filter udara dan filter oli. Filter udara berfungsi
untuk menyaring udara yang masuk ke dalam intake kompresor sedangkan
Filter oli berfungsi menyaring minyak pelumas yang digunakan
untuk melumasi bagian dari mesin kompresor.
7. Pressure Gauge
Pressure gauge dapat membantu untuk mengetahui berapa tekanan udara yang
terdapat pada tabung penyimpanan kompresor terdapat.
8. Pressure Switch
Pressure Switch berfungsi untuk menghubungkan pressure gauge dengan
kompresor, memutuskan tenaga yang digunakan kompresor apabila kapasitas
tabung penyimpanan telah mencapai batas yang sudah ditentukan, dan sebagai
sensor untuk menyalakan kembali kompresor apabila jumlah tekanan udara
dalam tabung penyimpanan sudah mencapai titik minimum tekanan yang
ditentukan.
9. Safety Valve
Safety valve adalah alat yang secara otomatis mengeluarkan kembali tekanan
udara dalam kompresor jika sudah melebihi batas maksimal sehingga
mencegah terjadinya ledakan tabung pengimpanan kompresor.
10. Receiver Tank
Receiver Tank adalah tank berbentuk tabung berbahan pelat baja yang dilapisi
pelapis antikarat dengan ukuran bervariasi yang berfungsi untuk menyimpan
udara yang sudah dikompresi oleh mesin kompresor.
2.1.4 Perawatan Kompresor

Berikut ini adalah cara untuk merawat kompresor agar awet digunakan.
Perawatan ini terbilang sederhana dan tentunya dapat dilakukan dengan baik tanpa
perlu merasa kesulitan.
1. Sebelum menyalakan kompresor sebaiknya lakukan pengecekan terhadap belt,
baut, mur dan komponen lain yang terpasang pada alat. Jangan hidupkan alat
kompresor bila belt terlihat kendor dari biasanya. Kencangkan baut dan mur
apabila ada yang kendor.
2. Periksa alat dari kotoran atau sampah yang menempel terutama pada bagian
belt, jangan sampai ada sampah yang mengganggu komponen bergerak pada
kompresor.
3. Sebaiknya kompresor ditempatkan pada bidang yang rata, jauh dari jangkauan
orang banyak dan tentunya bersih dari debu.
4. Ketika menggunakan kompresor selalu periksa keadaan pressure gauge untuk
mengetahui tekanan udara yang terkandung pada tabung kompresor.
5. Setelah menggunakan kompresor sebaiknya udara sisa yang terkandung dalam
tabung kompresor dibuang hingga habis. Ini dilakukan sebagai pencegahan
supaya udara tersebut tidak mengembun dan menjadi air. Air dapat
menyebabkan karatan pada logam dan lama kelamaan akan merusak
kompresor itu sendiri.

2.2 Motor Listrik


BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat
Alat yang digunakan adalah sebagai berikut:
1) Kunci Pas
2) Kunci Ring
3) Kunci L
4) Palu

3.2 Prosedur Kerja


3.2.1 Kompressor
Menekan saklar OFF

Melepaskan kabel penyuplai listrik

Melepaskan baut – baut pada kompressor

Mengambil data pengamatan

Memasangkan kembali baut

Memastikan bahwa alat sudah tersambung dengan seperti semula

3.2.2 Motor listrik


Membuka bagian casing motor listrik dengan obeng dan palu

Mengambil data pengamatan

Membersihkan bagian yang kotor

Menyambungkan kembali ke posisi semula


3.3 Keselamatan Kerja
1. Gunakan jas lab/wearpack sebelum melaksanakan kegiatan praktek
2. Gunakan topi (helm) bila sedang melaksanakan praktek
3. Gunakan lap untuk membuka dan merangkaikan kembali alat percobaan
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


Tabel 4.1 Hasil pengamatan pada peralatan motor listrik
MOTOR LISTRIK

Badan dan kumparan stator Bearing

Motor housing Motor listrik dengan kipas rotor

Rotor, komutator, poros dan sikat


Tabel 4.2 Hasil pengamatan pada kompresor

KOMPRESOR

Kompresor tampak atas Kompresor tampak depan

Casing tampak atas Casing tampak bawah

Torak tampak atas (muncuk ke atas) Torak tampak bawah

Membran / diagfragma Pelat dasar


Mur dan Baut

Kompresor dan motor listrik Tangki berisi udara

Pressure gauge indikator dan relief valve Pressure gauge indikator

Katup udara keluar Drain valve


4.2 Pembahasan
Oleh Nisya Qonitta Zahra (171411088)
 Motor Listrik
Motor listrik banyak digunakan untuk berbagai macam keperluan misalnya
untuk memompa suatu carian atau meniup udara pada blower. Motor listrik
mengkonversi energi listrik menjadi energi mekanik. Prinsipnya adalah proses
pembangkitan medan magnet bolak-balik dalam suatu rotor dan stator.
Berdasarkan arah arus nya, motor listrik terbagi menjadi motor arus bolak-balik
(AC) dan motor arus searah (DC).
Dari hasil pembongkaran alat pada praktikum, motor listrik terdiri dari
berbagai macam komponen yang memiliku fungsi masing-masing yaitu:
1. Motor housing
Merupakan plat besi yang berada paling luar untuk melindungi seluruh
komponen pada motor listrik. Selain itu, berguna untuk melindungi pengguna
dari bahaya putaran motor.
2. Komponen stator
Merupakan lilitan tembaga statis yang mengelilingi poros utama, berfungsi
untuk membangkitkan medan listrik disekitar rotor. Lilitan kawat tembaga
dihubungkan dengan sumber arus sehingga menimbulkan kemagnetan di bagian
stator. Semakin banyak lilitan, kemagnetan yang dihasilkan semakin tinggi
sehingga berpengaruh terhadap kecepatan motor lisrik.
3. Komutator atau rotor coil
Rotor berupa lilitan tembaga yang memiliki sifat dinamis karena bagian liitan
menempel dengan poros utama (main shaft) yang berputar. Semakin banyak
lilitan pada rotor, putaran akan semakin cepat.
4. Bearing
Bearing merupakan sebuah bantalan agar putaran motor listrik berjalan mulus.
Bearing diletakkan diantara permukaan motor housing dengan poros. bearing
umumnya dibuat dari aluminium yang mempunyai gaya gesek cukup ringan.
5. Kipas rotor
Kipas ini berfungsi untuk menjaga suhu mesin agar tidak terlalu panas. Sistem
ini bekerja dengan memanfaatkan air untuk mendinginkan komponen-
komponen mesin.
Dikarenakan motor listrik merupakan komponen yang penting bagi berbagai
peralatan, maka diperlukan perawatan untuk mencegah terjadinya kesalahan pada
proses. Pemeliharaan perlu dilakukan secara rutin agar alat atau sistem nya selalu
dalam keadaan siap pakai. Jika terjadi kerusakan maka diperlukan perbaikan atau
penggantian komponen baru. Berikut perawatan yang bisa dilakukan pada motor
listrik:

1. Selalu memeriksa lilitan pada motor, untuk mengetahui apakah lilitan


menghasilkan elektromagnetik atau tidak.
2. Rewinding motor induksi, melilit ulang kabel tembaga.
3. Penggantian bearing karena bantalan tersebut memiliki umur pakai. Jika tidak
dilakukan penggantian, akan menimbulkan getaran pada motor yang nantinya
bisa merusak alat.
4. Pengecekan nilai isolasi hambatan pada motor
5. Pelumasan
6. Pembersihan komponen-komponen motor listrik dengan cara membongkar alat
dengan peralatan yang sesuai agar tidak merusak motor listrik.
 Kompresor
Kompresor merupakan peralatan untuk mengalirkan fluida (udara atau gas)
yang dihasilkan dengan tekanan yang relatof besar. Sumber energi bisa berasal dari
listrik ataupun bahan bakar. Pada saat praktikum dilakukan pembongkaran
kompresor jenis resiproacting (torak). Kompresor ini memanfaatkan piston untuk
memampatkan udara dan menyimpannya dalam tangki penyimmpanan. Jumlah
tahap kompresi pada alat ini single stage, dikarenakan hanya terdapat satu piston.
Adapun fungsi dari komponen-komponen kompresor yaitu:
1. Tangki udara
Merupakan tempat penyimpanan udara dan hasil udara yang dimampatkan.
2. Casing
Berada pada bagian luar kompresor. Berfungsi sebagai pelindung dari pengaruh
mekanik dan juga pelindung bagian-bagian yang bergerak. Casing juga
berfungsi sebagai dudukan nozel suction dan discharge.
3. Inlet wall
Merupakan dinding penyekat yang dipasang pada sisi suction. Berfungsi
sebagai saluran gas masuk pada stage pertama. material yang digunakan harus
tahan terhadap abrasive dan korosi.
4. Diafragma
Berfungsi sebagai penyekat antar stage dan tempat kedudukan eye steal atau
inter stage steal. Dipasang secara seri dan ditempatkan dalam casing dengan
hubungan tongue-groove sehingga mudah dibongkar pasang.
5. Mur dan baut
Digunanakan untuk menyambungkan komponen dan memperkuat antar
komponen.
6. Pressure indicator
Berfungsi untuk mengetahui nilai tekanan yang masuk dan keluar dari alat.
7. Drain valve
Berfungsi untuk mengeluarkan air yang berada dalam tangki.

Pemeliharaan kompresor perlu dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan. Dimulai dari pemasangan kompresor, hal yang harus diperhatikan
adalah:

 Memastikan pipa discharga/suction dalam kondisi tertutup untuk menghindari


masuknya udara (uap air) kedalam kompresor
 Jika membuka seal, harus dilakukan sesingkat mungkin.
 Zat air dalam sistem tidak beku akan mengakibatkan karat pada komponen
kompresor.
 Inspeksi sambungan las pada body kompresor untuk memastikan kompresor
tidak belah.

Pada praktikum dilakukan rangkaian pemeliharaan dengan membongkar


pasang kompresor, hal ini bertujuan untuk mengetahui bagian-bagian kompresor
sehingga bisa diketahui kelayakan dari setiap komponen. Kompresor dibongkar
menggunakan peralatan seperti kunci tang, kunci L, dan juga palu. Peralatan harus
sesuai dengan bagian komponen, jika tidak sesuai maka akan merusak komponen
dari kompresor tersebut.

Perawatan lain biasa dilakukan secara harian ataupun terjadwal. Berikut


adalah contoh perawatan pada peralatan kompresor:
 Memeriksa permukaan minyak pelumas
 Membuang air pengembun yang berada dalam tangki udara sebelum dan
sesudah memakai kompresor
 Memeriksa jarum pada manometer
 Menggunakan jenis kompresor yang sesuai dengan prosesnya
 Menghindari kompreso dari cuaca lingkungan yang buruk

Oleh Rianny Puspa Rismayani (171411089)


Oleh Royfa Fenandita Finadzir (171411091)
Oleh Siti Nurjanah (171411092)
a. Kompressor
Pada praktikum kali ini, peralatan yang dibongkar adalah kompresor dan
motor listrik. Untuk kompresor diperoleh data spesifikasi sebagai berikut:
Merk : ABAC
Kapasitas : 24 Liter
Daya : 1,5 HP
Jenis Operasi : Direct Driven
Beberapa bagian dalam kompresor yang dapat diamati antara lain tangki
udara, motor, drain vlave, casing, relief valve, katup udara keluar, torak,
membran/diagfragma, motor, dan plat dasar. Tangki udara berfungsi untuk
menampung udara bertekanan. Drain valve berfungsi untuk mengeluarkan air yang
berada didalam tangki udara. Casing berfungsi melindungi bagian dalam
kompresor dari pengaruh mekanik luar, pelindung dan penumpu/pendukung dari
bagian-bagian yang bergerak, dan tempat kedudukan nozel suction dan discharge
serta bagian diam. Relief valve berfungsi untuk mengurangi tekanan didalam
tabung dengan cara mengeluarkannya apabila tekanan tersebut melebihi kapasitas.
Katup udara keluar berfungsi untuk pengeluaran udara. Torak berfungsi untuk
menghandel gas/udara pada proses pemasukan (suction), kompresi (compression)
dan pengeluaran (discharge). Diafragma berfungsi sebagai penyekat antar stage
dan tempat kedudukan eye seal maupun inter stage seal. Motor berfungsi untuk
menggerakkan kompresor.
Perawatan kompresor sangat dianjurkan dilakukan agar mesin kompresor
tidak cepat rusak, mencegah menurunnya effisiensi kinerja, dan meminimalkan
pengeluaran untuk maintenance.
Bentuk perawatan yang dapat dilakukan yaitu perawatan bagian dalam
kompresor. Yang termasuk ke dalam perawatan bagian dalam kompresor antara
lain menjaga suhu di dalam kompressor dalam rentang sekitar 40 – 100 ℃,
membersihkan motor dari debu, pembongkaran untuk membersihkan peralatan
didalam kompressor maksimal 4 tahun sekali, penggunaan pelumas yang sesuai
dan penggantian rutin pelumas, serta pemeriksaan kelenturan dari v-belt.
b. Motor Listrik
Motor listrik merupakan alat pengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Motor listrik menggunakan prinsip elektromagnetik untuk mengubah
energi listrik menjadi mekanik. Motor listrik sering digunakan di industri untuk
menggerakkan alat seperti pompa, blower, dan kompresor.
Bagian dalam motor listrik yang dapat diamati antara lain stator, rotor, main
shaft (poros utama), bearing, motor housing, dan cooling fan. Stator merupakan
lilitan tembaga statis yang terletak mengililingi poros utama. Fungsi stator adalah
untuk membangkitkan medan magnet pada di sekitar rotor. Sedangkan rotor
merupakan lilitan kawat dinamis yang menempel pada mainshaft (poros utama)
dan berfungsi menghasilkan putaran dari medan magnet. Bagian mainshaft (poros
utama) berfungsi sebagai tempat menempelnya rotor. Bagian bearing berfungsi
sebagai bantalan antara permukaan poros dengan motor housing. Bagian motor
housing berfungsi sebagai pelindung semua komponen yang ada didalam motor
listrik. Dan cooling fan berfungsi untuk pendingin motor listrik.
Agar fungsi dari motor listrik berjalan dengan baik, maka diperlukan
perawatan yang rutin. Perawatan dapat dilakukan dengan dua tindakan yaitu
preventif maintenance dan breakdown maintenance. Preventif maintenance
dilakukan ketika motor listrik masih bekerja sedangkan breakdown maintenance
dilakukan ketika motor listrik mengalami kerusakan atau mati total. Preventif
maintenance meliputi current check, insulation resistance check dan temperature
check. Current check dilakukan untuk mengecek arus listrik yang bekerja pada
motor. Jika arus melebihi full load ampere dan tidak segera diatasi maka akan
terjadi short circuit. Insulation resistance check dilakukan untuk mengecek
seberapa besar tahanan isolasi pada motor ketika dalam keadaan mati. Jika tahanan
isolasi < 1 megaohm maka akan terjadi short circuit pada saat motor dimatikan.
Terakhir temperature check, bertujuan agar tidak terjadi overheating pada saat
dijalankan. Pada breakdown maintenance, perawatan yang dapat dilakukan yaitu
dengan mengecek bagian motor yang menghasilkan induksi elektromagnetik.
BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan