Anda di halaman 1dari 22

MANFAAT ILMU PERBANDINGAN AGAMA TERHADAP SEORANG MUSLIM

Disusun oleh : AFINA BINTI MOHAMMAD BORHAN (11830325292)

Prodi : Studi Agama-Agama

Kelas : SAA/B

Fakultas : Usuluddin

Pembimbing : Dr Alpizar

ILMU PERBANDINGAN AGAMA

PEKANBARU UIN SUSKA RIAU

T.A 2019/2020

1
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………...2

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….......3

BAB I : PENDAHULUAN……………………………………………………………….......4

BAB II : PEMBAHASAN …………………………………………………………………

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP IPA……………………………………………...5

PERKEMBANGAN ILMU PERBANDINGAN AGAMA………………………………......8

PEMIKIRAN DAN IDEOLOGI TOKOH IPA………………………………………………10

MANFAAT IPA BAGI SEORANG MUSLIM……………………………………………....15

BAB III : KESIMPULAN…………………………………………………………………....18

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………20

2
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur, saya panjatkan kehadirat Allah SWT dan salam semoga
selalu dilimpahkan kepada rasul-Nya, Muhammad saw malah rahmat dan hidayahnya, sehingga
saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “MANFAAT ILMU PERBANDINGAN
AGAMA TERHADAP SEORANG MUSLIM”. Dalam pembuatan makalah ini, mulai dari
perancangan, pencarian bahan,sampai penulisan, saya mendapat bantuan, saran, petunjuk, dan
bimbingan dari banyak pihak,baik secara langsung maupun tidak langsung.

Saya menyedari bahwa makalah ini banyak memiliki kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan, oleh kerana itu saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk
perbaikan dimasa yang akan datang, dan saya juga berharap makalah ini bermanfaat bagi
pembaca. Alhamdulillah , makalah ini atas izin Allah telah dapat diselesaikan. Makalah ini
diharapkan dapat memenuhi kepentingan orang ramai terutama mahasiswa yang mempelajari
ilmu perbandingan agama agar dapat menyebarkan positiviti kepada khalayak ramai pada masa
akan datang.

Akhir kata , saya mengucapkan terima kasih dan kepada teman-teman yang ikut serta
dalam menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat dan kepada sesiapapun
sangat diharapkan agar dapat membangunkan masyarakat malah mengubah pandangan mereka
terhadap ilmu perbandingan agama. Semoga amal baik kita semua menjadi asbab mendapatkan
ridha Allah S.W.T. Amin ya rabbal Al-amin. Jika ada pahala daripada penulisan makalah ini,
saya mohon kepada Allah S.W.T. agar diagihkan pahala itu kepada orang-orang tua dan guru-
guru saya, yang masih ada mahupun yang telah pergi. Semangat dan ilmu pengetahuan mereka
sedang mengalir dalam pembuluh darah saya.

3
BAB I :

PENDAHULUAN

Hidup beragama adalah sifat dan fitrah manusia. Selain daripada perlu makan, minum,

dikasihi, hidup berdampingan dengan alam dan sesama manusia; agama juga merupakan

keperluan utama bagi setiap manusia. Menurut Profesor F. Max Muller (1823-1900): “Agama

bukanlah suatu penemuan yang baru. Biarpun ianya tidak setua dunia yang tidak kita ketahui,

tetapi ia adalah setua dunia yang kita ketahui. Sesudah sahaja kita mengetahui hampir semua

pemikiran dan perasaan manusia, kita mendapati bahawa manusia memiliki agama atau agama

yang memilikinya. Dokumen-dokumen tulisan tertua hampir kesemuanya di setiap tempat adalah

bersifat keagamaan. Oleh kerana agama merupakan salah satu keperluan manusia, ramai manusia

yang mempelajari agama untuk mencari dan memilih agama yang paling benar dalam pandangan

masing-masing. Pencarian dan pemilihan agama ini selalunya dibuat menerusi penglibatan

seseorang individu dalam proses pengajaran dan pembelajaran ilmu perbandingan agama. Ilmu

perbandingan agama adalah sebuah ilmu yang membahaskan berkenaan aspek-aspek dalam

agama seperti sejarah, kepercayaan, amalan, akhlak dan lain-lain secara perbandingan antara dua

atau lebih agama

 RUMUSAN MAKALAH :
a) Pengertian & Ruang lingkup Ilmu Perbandingan Agama.
b) Perkembangan Ilmu Perbandingan Agama.
c) Pemikiran dan ideologi tokoh Ilmu Perbandingan Agama
d) Manfaat Ilmu Perbandingan Agama terhadap seorang muslim.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Ilmu Perbandingan Agama

Apakah itu sebenarnya yang dimaksudkan dengan agama? Mengapa perlu

diperbandingkan? Agama menurut bahasa bererti peraturan tentang kewajiban timbal

balik, yang dapat dirumuskan sebagai berikut. Agama adalah sistem kredo

(pegangan&keyakinan) atas adanya yang mutlak di luar manusia dan satu sistem

ritual (upacara kegamaan) manusia kepada yang dianggap mutlak itu, serta sistem

adat (Akidah) yang mengatur hubungan sesama manusia. Sementara menurut istilah

agama adalah kepercayaan yang merupakan suatu keperluan asas bagi manusia, yang

merupakan perjalinan antara kepercayaan dan doktrin-doktrin tertentu. Sementara itu

ada empat unsur agama: kekuatan ghaib, kesejahteraan manusia tergantung pada

hubungan baik dengan kekuatan ghib yang dimaksud, tindak balas yang bersifat

emosional dari manusia, faham adanya yang kudus dan suci, dalam bentuk kekuatan

ghaib.Ilmu Perbandinghan Agama (IPA) sering menimbulkan salah pengertian.

Pertama, seseorang sering memahami IPA sebagai ilmu yang hanya membandingkan

antara agama yang satu dengan agama lain. Padahal tujuan dari IPA bukan sekedar

membandingbandingkan, tetapi lebih luas dari itu. Bahkan seorang sering mengira

bahwa tugas IPA adalah menilai kesalahankesalahan agama lain. Padahal menilai

kesalahan-kesalahan agama lain bukanlah tugas dari IPA.

Secara etimologi Ilmu Perbandingan Agama berasal dari akar kata bahasa

inggeris iaitu Comparative of Religion. Manakala menurut istilah, Ilmu

Perbandingan Agama adalah ilmu yang berusaha memahami gejala-gejala

5
keagamaan daripada suatu kepercayaan dalam hubungannya dengan agama lain baik

dari segi pemahaman dan perbedaan. Dari pengertian diatas, kita dapat menarik

empat perkara asas yang terdapat pada Ilmu Perbandingan Agama, iaitu ilmu

pengetahuan,, ajaran keagamaan(ritual), pegangan dan kepercayaan, kitab yang

diwahyukan. Menurut Mukti Ali, beliau membagi kajian ilmu Agama menjadi tiga

bahagian dan dari setiap cabang dibawah memiliki fungsi sendiri-sendiri. Adapun

fungsi-fungsi tersebut adalah:

1. History of religion || Comparison of religion || Philosophy of religion

1. History of Religion

Dalam ruang lingkup pembahasan dan kajian sejarah agaa adlah berusaha untuk

memoelajari dan mengumpulkan fakta-fakta azasi daripada agama. Karena itu

sejarah agama lebih menitik beratkan pada penilaian data sejarah berdasarkan

ukuran-ukuran ilmiah yang lazim. Dan tujuannya adalah untuk mendapatkan tujuan

yang jelas, sehingga konsepsi tentang pengalaman keagamaan seseorang atau

sekelompok masyarakat dapat dihargai dan dipahami.

2. Comparison of religion

Kajian dan pembahasan dari perbandingan agama menurut Mukti Ali adalah

berusaha untuk memahami semua aspek-aspek yang telah dikumpulkan oleh sejarah

agama kemudian menghubungkan satu agama dengan agama lain. Guna mencapai

dan menentukan strategi yang paling mendasar dari pengalaman dan konsepsi

keagamaan dengan memfokuskan analisis pada aspek persamaan dan perbezaan

agama-agama tersebut.

6
3. Philosophy of Religion

Dalam objek pembahasan Filsafat Agama adalah berusaha untuk mengambil

kesimpulan dari fakta-fakta yang telah dikumpulkan oleh sejarah Agama dan

dibandingkan oleh perbandingan agama dengan menggunakan metode Filsafat itu

tersendiri.

Dalam tradisi Islam, perbahasan dan perbincangan tentang agama dan

ideologi telah dibincangkan dalam kitab suci al-Quran. Ia bersesuaian dengan

kedudukannya sebagai sebuah kitab kepada manusia untuk dijadikan panduan di

dalam berdakwah yang dicatat di dalam Al-Quran sepertimana firman Allah:

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang

orang itu telah beriman". mereka menjawab: "Patutkah Kami ini beriman

sebagaimana berimannya orang-orang bodoh itu?" Ketahuilah! Sesungguhnya

merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak mengetahui (hakikat

yang sebenarnya)1

1
(Al-Quran, al-Baqarah 2: 113)

7
B. SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PERBANDINGAN AGAMA

1. Perkembangan di Dunia Barat.

Di dunia Barat beberapa abad sebelum Jesus lahir, Herodotus (481 SM),

Beroros (250 SM), Cicero (106-38 SM), Sallustius (86-34SM) telah

memberikan lakaran tentang sejarah berbagai agama dan menggambarkan adat

kebiasaan bangsa-bangsa lain yang diketahuinya pada waktu itu. Strabo (63– 21

SM) telah menulis kritikan terhadap agama-agama di dunia Timur. Ia diikuti

oleh Varro (116-27 SM) dan Tacitus (55-117 SM). Ilmu Perbandingan Agama

diakui sebagai disiplin ilmu serta mendapatkan kedudukan akademik pada tahun

1873. Bersamaan dengan tokoh pertamanya yaitu F. Max Muller (1823-1900)

dengan menyampaikan pidato ilmiah di hadapan para sarjana Agama dan ahli

sofi di Westminster Abby-London yang berjudul : Introduction to the science

of Religion. Selanjutnya Mukti Ali dalam bukunya mengatakan bahawa sejak

timbulnya agamaagama baru di Greco-Roman para ahli-ahli pikir telah terpaksa

menilai kembali agama mereka masing-masing, dalam hubungannya dengan

agama yang dianut oleh orang lain. Dan hasilnya lahirlah berbagai teori tetang

agama, baik mengenai pertumbuhan perkembangan maupun pertaliannya dengan

asal-usul agama dan hubungannya dengan agama lain.

2. Dunia Timur (Islam)

Pada abad ke 6M, dunia mencatat penyelidikan nabi Muhammad mengenai

masalah kejiwaan seorang pemuda Yahudi bernama Ibnu Sayyad Muhammad

Iqbal menyebutkan dalam bukunya bahwa Nabi Muhammad adalah penyelidik

8
pertama atas gejala-gejala kejiwaan. Setelah periode Rasul berlalu, daerah

kekuasaan Islam pun semakin meluas, bersamaan dengan kemajuan ilmu

pengetahuan diberbagai bidang. Terutama sekali setelah masuknya filsafat

Yunani kedalam dunia Islam, dan memberikan pengaruh yang cukup besar

dalam dunia ilmu pengetahuan, termasuk ilmu agama. Pada abad 11M,

ilmuwan muslim yang terjun dalam ilmu perbandingan agama adalah Ali Ibnu

Hazm (994-1064) dengan karya bukunya yang berjudul Al-Fasl fi Al-Milal wal

Ahwa wa al-Nihal. Dengan karyanya itu, ia membahagikan agama kristian ke

dalam dua bahagian iaitu

1. Polytheisme 2. Monotheisme.

Ketika memberikan pandangan mengenai kitab Injil, beliau menyatakan

bahwa kitab suci agama Kristian telah dipalsukan oleh orang kristian dan Yahudi

sendiri. Bukti-bukti yang ditunjukkan adalah terdapat 78 tempat dalam

perjanjian baru dimana terdapat pertentangan antara satu fasal dengan

fasal yang lain. Hal itu adalah bukti bahwa kitab suci itu mustahil dari Tuhan.

Muhammad Abdul Karim Al-Syahratani dan Khurasan Persia (1071-1143)

dengan kitabnya Al-Milal Wan Nihlal (1127) yang mengandungi metode

perbandingan sejarah agama yang mula-mula diperkenalkan oleh seorang

muslim. Kitab tersebut sudah diterjemahkan kedalam bahasa Inggeris oleh

W.Cureton dengan judul “Book Of Religions and Philoshopical Sets”.

Dalam kitab tersebut Al-Syahrastani membagi semua agama menjadi 5

kelompok:

9
1. Islam 2. Yahudi (Ahlul kitab)

3. Kristian (Ahlul kitab) 4. Agama orang yang mendapat wahyu tetapi

termasuk golongan kedua dan ketiga2

5. Agama hasil kebudayaan manusia atau hasil pemikiran ahli filsafat (agama

wad’i).

Setelah memperbandingkan semua agama yang dikenal (tidak termasuk

suku) Asy Syahrastani mengadakan empat jenis iaitu ; Islam, Yahudi dan

kristian diklasifikasikan ke dalam Religion Literature, Budha dan Hindu

dalam Philosopical and Self Willed Religion.

C. PEMIKIRAN DAN IDEOLOGI TOKOH ILMU PERBANDINGAN AGAMA

AHMAD DEEDAT

Ahmed Hoosen Deedat nama sebenar beliau dan telah dilahirkan pada 1 Julai

1918M bersamaan 22 Ramadhan 1336H)3. Beliau yang berasal dari India

kemudian berhijrah dan bermigrasi ke Afrika Selatan dan tinggal bersama bapanya

pada tahun 19274. Perjalanan hidup beliau sangatlah unik dan mengagumkan kerana

beliau yang berasal daripada keluarga yang kurang berkemampuan dan tidak

mendapat pendidikan formal5 tetapi akhirnya beliau telah mencipta nama dan

mengembangkan dakwah terutama dalam bidang perbandingan agama. Dari sudut

pandang lain, terang lagi bersuluh dilihat pada awal kehidupannya, beliau telah

dididik supaya berdikari dalam pencarian ilmu. Ini boleh dilihat daripada

2
Orang yang meneruskan agama wahyu tapi bukannya utusan
3
(Ahmed Deedat: 2011; Rym Aoudia: 2005; Goolam Vahed: 2005
4
(Rym Aoudia: 2005; Goolam Vahed: 2005).
5
Pendidikan di sekolah

10
kecekalan dan kesungguhan beliau berjalan kaki untuk berulang alik dari rumah ke

sekolah dan pembelajaran formal di sekolah hanya berlaku zaman kanak-kanak

sahaja disebabkan kekangan kewangan.Seterusnya pada usia remaja, beliau telah

kenal erti kehidupan yang sebenar dan cabarannya sebagai seorang Muslim. Bermula

dengan dunia pekerjaan sebagai penjaga di sebuah kedai Muslim yang berdekatan

dengan pusat latihan mubaligh Kristian, beliau dan rakan-rakan Muslim di asak-

asak dengan serangan dan salah faham terhadap Islam. Antara isu-isu yang

dilontarkan oleh golongan mubaligh Kristian di pusat latihan itu seperti Islam

disebarkan dengan pedang, Nabi Muhammad s.a.w mempunyai isteri yang

ramai dan kitab Nabi Muhammad s.a.w sebenarnya salinan daripada

kepunyaan Yahudi dan Kristian 6. Maka, di sini bermulanya Ahmed Deedat

mencari-cari jawapan bagi membetulkan kembali salah faham yang dilontarkan oleh

mubaligh Kristian sehingga beliau telah menemui kitab “Izhar al- Haq” karangan

Rahmatullah Kairanvi, (1864)7

IDEOLOGI AHMAD DEEDAT DALAM ILMU PERBANDINGAN AGAMA

Pertemuannya dengan kitab ini membuka ruang kepadanya untuk

mendalami dan menekuni isu-isu yang dibincangkan. Bahkan beliau menjadikan

kitab ini sebagai sumber penting perjuangan dakwah di dalam disiplin ilmu

perbandingan agama ini. Ini seiring dengan pernyataan yang menyatakan bahawa

kerangka pemikiran Ahmed Deedat telah terbentuk hasil daripada penemuannya

dengan kitab Izhar al-Haq. Pendek kata, kitab ini membina cara berfikir Ahmed

6
(Rafiq Ahmad et al 2015)
7
Samadia Sadouni 2013

11
Deedat daripada seorang Muslim biasa kepada seorang cendekiawan Muslim

dalam ilmu perbandingan agama. Kebijaksanaan beliau bukan sahaja diakui malah

diiktiraf di dunia Islam akan tetapi ia juga diakui di dunia Barat. Hebat bukan? Ini

dapat dilihat daripada kepelbagaian gelaran yang digunakan oleh para cendekiawan

Islam yang lain yang mengkaji tentang beliau. Antara panggilan Ahmed Deedat 8

ialah :-

Muslim Apologist Muslim Writer

Da’wagandist Muslim Theologian

Islamic Preacher South Africa Muslim Leader

Popular Muslim Prominent Islamic Leader

Cleric President of IPCI

Muslim Scholar, Eloquent South African Imam

Sheikh& anti-Jewish Shaykh, Muslim Polemicist

Aggressive Sophist

Gelaran-gelaran ini diberikan oleh para cendekiawan dunia Islam dan dunia

Barat mengikut kefahaman masing-masing dalam memberi penilaian kepada tokoh

ini. Namun, majoriti kumpulan cendekiawan ini mengiktiraf bahawa Ahmed Deedat

sebagai Tokoh Islam dalam Ilmu Perbandingan Agama. Terdapat beberapa

sarjana sama ada dari dunia Islam atau dunia Barat berminat mengkaji ketokohan

Ahmed Deedat kerana kepakaran beliau menggunakan ilmu perbandingan agama ini

dalam berhujah dengan agama lain terutama sekali agama Kristian. Dalam erti kata

lain, pendekatan Ahmed Deedat dalam berdialog dan berhujah dengan tokoh agama
8
(Richard Michael Croft : 2008)

12
Kristian seolahnya Ahmed Deedat lebih menguasai dan memahami agama Kristian

itu sendiri berbanding tokoh agama Kristian itu sendiri. Ini boleh dilihat daripada

seorang sarjana Barat9 yang menjelaskan bahawa kepakaran Ahmed Deedat

menonjol melalui caranya speaking as a Muslim in a Christian style, displaying

greater biblical erudition his Christian opponents and performatively presencing

Christianity in both its religious and secular guises. Ketokohan beliau di dalam

ilmu perbandingan agama mencerminkan sikap dan pendirian beliau yang berprinsip

dan adil dalam berhujah dengan pendakwah agama lain. Prinsip yang menjadi

pegangan beliau ialah mengambil pelajaran dan mempelajari kitab suci agama

lain bukan menekuni amalan dan sikap penganut agama tersebut. Ini kerana

amalan dan sikap penganut agama tidak mencerminkan ajaran dan anjuran di

dalam agama tersebut melainkan penganut agama ini betul-betul memahami

apa yang terkandung di dalam kitab suci agama mereka dan mereka menerima

sepenuhnya apa yang dianjurkan di dalam agama mereka.

Oleh sebab itulah, tema-tema(judul) yang menjadi fokus Ahmed Deedat di

dalam bidang ilmu perbandingan agama ialah kitab suci agama (scripture) dan

doktrin agama(dogma) itu sendiri. Antara contoh buku yang dihasilkan dapat

dilihat dengan jelas seperti :-

Is the Bible God’s Word? Al-Quran: The Miracle of Miracles

What is His name?Christ in Islam Muhammad:The Natural Successor to

Christ10.

9
Brian Lark (2008)
10
(David Westerlund 2003).

13
What The Bible says about Muhammad( PBUH)

Ini juga menjadi penjelasan bahawa ungkapan atau tema yang menjadi tumpuan

Ahmed Deedat adalah Theological Tools yang diakui oleh Samadia Sadouni (2013).

Dari sudut pandang lain, sikap yang berprinsip dan tegas dalam berhujah juga

mencerminkan kepimpinan Ahmed Deedat seperti seorang pemimpin politik di

hadapan lawannya. Dalam masa yang sama, beliau juga dilihat sebagai wakil bagi

umat Islam di Afrika yang mempertahankan agama Islam yang ketika itu dikritik dan

diancam oleh para mubaligh Kristian.

Dalam erti kata lain, Ahmed Deedat antara tokoh yang berani

mempertahankan kebenaran iaitu agama Islam ketika mana Islam di Afrika pada

waktu itu berada dalam satu yang terasing. Ini jelas dibuktikan bahawa Nelson

Mandela (1918-2013) dan Ahmed Deedat (1918-2005)11 yang asalnya dikenali

sebagai pelarian politik tetapi kemudianya mencipta nama menjadi tokoh pendakwah

yang di kagumi di Afrika bahkan di dunia luar. Beliau adalah Muslim

fundamentalis atau Islamic yang merupakan seorang berfikiran bebas untuk

memenangi apa yang dirinya ingin capai. Dalam masa yang sama, Islam di Afrika

iaitu pada zaman hidup Ahmed Deedat berada dalam kelompok minoriti dan

tertindas serta majoriti negeri-negeri di Afrika Selatan diduduki oleh penganut

agama Kristian.

11
Muhammed Haron (2014)

14
D. MANFAAT ILMU PERBANDINGAN AGAMA

Menurut Prof. Dr. A. Mukti Ali di dalam bukunya ilmu perbandingan agama

(Sebuah Pembahasan Tentang Methodos dan Sistema) manfaat ilmu perbandingan

agama bagi seorang muslim adalah :

 Ilmu perbandingan agama ini dapat meningkatkan ilmu pengetahuan seseorang muslim

dalam menelusuri setiap perbezaan dan persamaan tetapi tidak memberi penilaian

terhadap agama yang dikaji. Malah ia tidak meningkatkan keyakinan seseorang muslim

kerana ilmu ini yang diambil sebagai ilmu pengetahuan sahaja. Sepertimana di dalam

Firman Allah S.W.T :-

Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku12

 Membandingkan Islam dengan agama-agama lain boleh menyebabkan simpati kepada

orang-orang yang tidak mendapat petunjuk tentang kebenaran. Selain itu, ia akan

membawa kepada tanggungjawab untuk menyebarkan kebenaran yang terdapat dalam

agama Islam dan tiada paksaan kepada komuniti dan masyarakat umum yang

memerlukan pengetahuan ini. Sebagaimana yang direkodkan oleh Allah S.W.T :-

12
(Al-Kafirun 109:5)

15
Tidak ada paksaan Dalam Agama (Islam), kerana Sesungguhnya telah nyata

kebenaran (Islam) dari kesesatan (kufur). oleh itu, sesiapa Yang tidak percayakan

Taghut, dan ia pula beriman kepada Allah, maka Sesungguhnya ia telah

berpegang kepada simpulan (tali ugama) Yang teguh Yang tidak akan putus dan

(ingatlah), Allah Maha Mendengar, lagi Maha mengetahui13

 Ilmu membandingkan ajaran agama Islam dengan ajaran agama-agama lain, akan lebih

mudah untuk memahami kandungan Islam itu sendiri. Bahkan dengan

membandingkannya dapat mendalami kepercayaan Muslim terhadap ajaran yang

terkandung dan terdapat di dalam Islam itu sendiri, malah ia meningkatkan kualiti ajaran

Islam yang kadang kala tidak diaplikasikan sebelum dibandingkan dengan agama lain.

 Dengan mengetahui konsep pengajaran agama-agama lain, seorang muslim dapat

mempelajari dalam mencari konsep yang mudah diguna pakai dan difahami oleh orang

lain. Hal ini kerana, isu ajaran Islam sukar difahami oleh orang lain disebabkan oleh umat

Islam itu sendiri acapkali mengungkapkan konsep ajaran Islam yang rumit dan sukar.

13
(Al-Baqarah 2:256)

16
 Dengan mengetahui ajaran agama lain, seorang Muslim dapat menjadi lebih baik dalam

berdakwah. Hal ini kerana ia boleh diperbaiki dan ditelusuri dengan lebih baik dalam

menentukan kaedah, bahan, konsep, strategi, dan sasaran malah mampu mengeeratkan

silaturrahim sesama umat tidak kira lah sama ada muslim mahupun non-muslim seperti

yang telah dicatatkan oleh Allah di dalam Al-quran :-

Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki

dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku

puak, supayakamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu dengan

yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang

lebih taqwanya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya).

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha mendalam pengetahuannya

(akan keadaan dan amalan kamu)14.

BAB III
14
(Al-Hujurat 49: 13)

17
KESIMPULAN

“Siapa yang banyak bicara, banyak pula salahnya , siapa yang banyak salah hilanglah

harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya bererti dia tidak warak sedangkan orang

yang tidak warak itulah yang hatinya mati”. Kata kata ini dititipkan oleh Saidina Ali

Abu Talib sebagai nasihat dan pedoman buat umat Islam dan umat manusia. Kata kata

hikmah ini dapat dikaitkan dengan kesimpulan makalah ini kerana mulut mulut manusia

yang acap kali memperkatakan tentang buruknya tentang nama Ilmu Perbandingan

Agama memerlukan sesuatu yang dipanggil ILMU agar tidak sesukahati mereka untuk

memberikan persepsi dan pandangan yang buruk sehingga mengakibatkan nama Ilmu

Perbandingan Agama terpaksa ditukarkan kepada Studi Agama- Agama agar tidak

menimbulkan pandangan buruk masyarakat yang kolot 15 “Mengapa perlu membanding-

bandingkan agama sedangkan terang lagi bersuluh agama yang dianuti itulah agama

yang benar seperti Islam.

Natijahnya, Ilmu Perbandingan Agama merupakan ilmu yang mengkaji agama-

agama dengan menggunakan beberapa cara dan metode yang berilmiah dan

berperingkat. Ilmu Perbandingan Agama sangat bermanfaat bagi seorang Muslim,

disebabkan dengan mempelajarinya dapat memahami agama-agama lain dari segi

ajaran-ajarannya dan kitab yang diwahyukan secara empiris16. Dengan menulis makalah

ini dapatlah serba sedikit membuka mata khalayak umum tentang nama Ilmu

Perbandingan Agama itu sendiri sekaligus dapat membersihkan malah menghapuskan

persepsi buruk tentang Ilmu Perbandingan Agama. Selain itu, tentangan-tentangan ini

dapat dikurangi dan mendapat lagi sokongan yang padu dan moral terhadap ilmu malah

15

16
Dapat dilihat dengan pancaindera

18
menghargai setiap ilmu yang dipelajarinya sekaligus menjadikan salah satu amalan

amalan tetap yang membawa kebaikan kepada bekalan kita akhirat nanti.

SARAN

Saranan saya untuk mengembangkan lagi ilmu perbandingan agama ialah dengan

menggalakkan kerajaan mengeluarkan dana bagi menarik perhatian masyarakat umum

dalam menghantar anak-anak mereka ke institute pengajian tinggi. Hal in kerana, kita

dapat lihat perkembangan Ilmu Perbandingan Agama di Barat lebih menguntungkan

dibandingkan di Dunia Islam dan di Indonesia. Perkembangan di Barat lebih

menguntungkan kerana ia disokong dan didukung oleh suasana persekitaran yang

ilmiah dan kondusif. Malah dana dan sumbangan yang cukup tersedia. Perkembangan di

dunia Islam dan di Indonesia masih kurang menguntungkan di samping kurang suasana

ilmiah dan terdapat banyak tentangan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab

yang memberi penafsiran buruk terhadap Prodi Ilmu Perbandingan Agama.

DAFTAR PUSTAKA

19
Ahmadi. (2018). Integrasi Ilmu dan Agama dalam Perspektif Filsafat Islam.

doi:10.31219/osf.io/2f9bx

Ahmed Deedat. Terj.Norhawanis Othman. 2011. The Choice: Dialog Islam & Kristian.

Selangor : Kharisma Network Sdn.Bhd.

Ali, A. M. (1971). Ilmu perbandingan agama. Jogjakarta: Jajasan Nida.

Basri, G., & Ariffin, R. (2015). Comparative religion: An Islamic perspective. Kajang,

Selangor, Malayasia: Aras Mega.

Basri, G. (2014). Ilmu perbandingan agama: Suatu pengenalan. Kajang, Selangor: Akademi

Kajian Ketamadunan, Kolej Dar al-Hikmah.

Brian Larkin (2008). Ahmed Deedat and the form of Islamic Evangelism dalam Social Text

96, vol.26, no.3 hlm.101-121.

David Westerlund (2003). Ahmed Deedat’s Theology of Religion: Apologetics through

Polemics dalam Journal of Religion in Africa,33.3, hlm.263-278.

20
Geoffrey Samuel dan Santi Rozario (2010) Contesting science for Islam: the media as a

source of revisionist knowledge in the lives of young Bangladeshish dalam Contemporary South

Asia, vol.18, no.4, Disember, hlm.427-441.

Goolam Vahed. 2005 Obituary : Ahmed Hoosen Deedat (1918-2005). Annual Review of

Islam in South Africa, Issue no.8, December. Hlm.81-84.

Ghulam Haider Aasi. (1989). The Qur’an and Other Religious Traditions. Hamdard

Islamicus. vol. 9. no. 2. Hal. 65.

Haslina Ibrahim (2013) Ilmu Perbandingan Agama: Sejarah dan Keperluannya dalam

konteks semasa dalam Dakwah: Jendela Pemikiran Ummah, isu Mei/Jun, hlm.61-62. Ibrahim

Abdullah. 20

Ibn Taimiyyah. (1999). al-Jawab al-Sahih Li Man Baddala Din alMasih. Riyadh: Dar al-

casimah.

Jamaluddin M. Zarabozo. (2009). A Guide for the New Muslim. t.tp: Islamhouse.com.

Khatijah Othman et. al. (2011). Peranan Dan Nilai Agama Dalam Kehidupan Belia Di Lembah

Klang. (Penyelidikan Universiti) Nilai: Universiti Sains Islam Malaysia

Masjhur, K. (1970). Ilmu perbandingan agama. Djakarta: Elco

21
Yusof, Y. (2012). Hikmahnya dakwah Rasulullah: Ilmu perbandingan agama. Selangor:

Mazni Irfan Publication

Dahlan, F. (2014). Fundamentalisme Agama: Antara Fenomena Dakwah dan Kekerasan

Atas Nama Agama. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 6(2), 331.

doi:10.15575/idajhs.v6i2.341

Ilmu Perbandingan Agama. (n.d.). Retrieved from http://www.ilmuperbandinganagama.com/

Ilmu Perbandingan Agama : Suatu Pengenalan by Ghazali Basri. (1970, January 01).

Retrieved from https://www.goodreads.com/book/show/21395208-ilmu-perbandingan-agama

Ghulam Vahed (2013) Shaykh Ahmad Husayn Deedat. Akses:

https://hayatalulama.wordpress.com/2013/12/02/shaykh-ahmad-husayn-deedat/ (220618).

22