Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

MANFAAT DAN GUNA MATA KULIAH PKN DI PERGURUAN TINGGI

Dosen Pengampu : Drs. Syahruddin Harahap, M.Si.


Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan

Disusun Oleh :

Safira Try Puspita ( 4191141001 )

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
2
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan
rahmat- Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah pada mata kuliah
Pendidikan Kewarganegaraan.

Penulis menyampaikan rasa terimakasih kepada Bapak Drs. Syahruddin Harahap,


M.Si. selaku dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang telah memberikan
kepercayaannya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Makalah ini masih banyak terdapat
kesalahan dan kekurangan di dalamnya. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran
dari para pembaca supaya dapat menjadi lebih baik lagi, demikian tugas Makalah ini
dibuat, jika ada kesalahan dan kekurangan penulis mohon maaf.

Medan, 10 September 2020

Penulis

3
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................... 2

DAFTAR ISI.................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................ 4

A. Latar Belakang..................................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah................................................................................................ 5
C. Tujuan................................................................................................................... 5

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................. 6

A. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan....................................................... 6


B. Fungsi Pendidikan Kewarganegaraan.............................................................. 8
C. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan............................................................. 9
D. Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan........................................................... 10
E. Ruang Lingkup Pendidikan Kewarganegaraan.............................................. 11
F. Pentingnya PKN bagi Mahasiswa..................................................................... 12
G. Peran PKN sebagai Mata Kuliah di Perguruan Tinggi.................................. 14
H. Manfaat dan Guna PKN dalam Beberapa Aspek........................................... 15

BAB III PENUTUP......................................................................................................... 17

A. Kesimpulan........................................................................................................... 17
B. Saran..................................................................................................................... 17

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 18

4
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui, setiap suatu bangsa mempunyai sejarah perjuangan
dari para orang-orang terdahulu yang dinama terdapat banyak nilai-nilai nasionalis,
patriolis dan lain sebagainya yang pada saat itu menempel erat pada setiap jiwa warga
negaranya. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang makin pesat,
nilai-nilai tersebut makin lama makin hilang dari diri seseorang di dalam suatu
bangsa, oleh karena itu perlu adanya pembelajaran untuk mempertahankan nilai-nilai
tersebut agar terus menyatu dalam setiap warga negara agar setip warga negara tahu
hak dan kewajiban dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengingatkan kita akan
pentingnya nilai-nilai hak dan kewajinan suatu warga negara agar setiap hal yang di
kerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak melenceng dari apa yang
di harapkan. Karena di nilai penting, pendidikan ini sudah di terapkan sejak usia dini
di setiap jejang pendidikan mulai dari yang paling dini hingga pada perguruan tinggi
agar menghasikan penerus –penerus bangsa yang berompeten dan siap menjalankan
hidup berbangsa dan bernegara.

Pendidikan kewarganegaraan merupakan bagian utuh dari sistem pendidikan


nasional.Oleh karena itu proses pendidikan kewarganegaraan perlu diwujukan dalam
kurikulum dan pembelajaran pada semua jalur dan jenjang pendidikan. Fungsi dan
peran dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional, pendidikan
kewarganegaraan dirancang, dikembangkan, dilaksanakan, dan dievaluasi dalam
konteks pengejawantahan tujuan pendidikan nasional. Ketiga hal tersebut merupakan
landasan dan kerangka pikir untuk memahami serta menerapkan Pendidikan
kewarganegaraan.Pendidikan kewarganegaraan merupakan kebutuhan yang sangat
mendesak bagi bangsa dalam membangun kehidupan yang aman, nyaman, damai,
sejahtera. Dalam membangun demokrasi berkeadaban dibutuhkan generasi bangsa
yang cerdas, berkarakter kokoh. Ada beberapa alasan mengapa pendidikan
kewarganegaraan sangat dibutuhkan, pertama, meningkatnya gejala dan
kecenderungan tidak political literacy atau tidak “melek” politik dan tidak mengetahui

5
cara kerja demokrasi dan lembaga-lembaganya; kedua, meningkatnya politichal
apatishm yang ditunjukkan dengan sedikitnya keterlibatan warga negara dalam
proses-proses politik. Pembentukan warga negara yang cerdas secara intelektual,
emosional, sosial, serta spiritual benar-benar merupakan tuntutan dan keniscayaan.
Disinilah eksistensi pendidikan kewarganegaraan menjadi sarana yang sangat
pentingbagi negara-negara demokrasi termasuk negara Indonesia agar dapat
melahirkan generasi bangsa yang mengetahui nilai-nilai kebangsaan berdasarkan
Pancasila dan memiliki keterampilan yang diperlukan dalam mentransformasikan,
mengaktualisasikan, dan melestarikan segala hal yang dimiliki oleh NKRI.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Pendidikan Kewarganegaraan ?
2. Apa fungsi Pendidikan Kewarganegaraan ?
3. Apa tujuan Pendidikan Kewarganegaraan ?
4. Apa hakikat Pendidikan Kwarganegaraan ?
5. Apa ruang lingkup Pendidikan Kewarganegaraan ?
6. Apa manfaat dan guna PKN dalam beberapa aspek ?
7. Apa pentingnya PKN bagi mahasiswa ?
8. Bagaimana peran PKN sebagai mata kuliah di perguruan tinggi ?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian Pendidikan Kewarganegaraan
2. Mengetahui fungsi Pendidikan Kewarganegaraan
3. Mengetahui tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
4. Mengetahui hakikat Pendidikan Kewarganegaraan
5. Mengetahui ruang lingkup Pendidikan Kewarganegaraan
6. Mengetahui manfaat dan guna PKN dalam beberapa aspek
7. Mengetahui pentingnya PKN bagi mahasiswa
8. Mengetahui peran PKN sebagai mata kuliah di perguruan tinggi

6
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan


Definisi dan pengertian pendidikan kewarganeraaan adalah suatu upaya sadar
dan terencana mencerdaskan warga negara (khususnya generasi muda).Caranya
dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa agar mampu berpartisipasi aktif
dalam pembelaan negara.Dengan kata lain pendidikan kewarganegaraan merupakan
alat untuk membangun dan memajukan suatu negara. Dalam implementasinya
pendidikan kewarganegaraan menerapkan prinsip-prinsip demokratis dan humanis.
Dalam makna luas, pendidikan kewarganegaraan dimaknai juga sebagai pendidikan
demokrasi yang mempunyai tujuan untuk menyiapkan warga masyarakat berfikir
kritis serta melakukan tindakan demokratis, lewat kesibukan menanamkan kesadaran
pada generasi baru bahwa demokrasi yaitu bentuk kehidupan orang-orang yang paling
menjamin hak-hak warga masyarakat.Cholisin (Samsuri, 2011) berpandangan bahwa
Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan politik yang konsentrasi materinya
peranan warga negara dalam kehidupan bernegara yang kesemuanya itu diolah dalam
rencana untuk membina peranan tersebut sesuai dengan ketetapan Pancasila serta
UUD 1945 supaya jadi warga negara yang bisa dihandalkan oleh bangsa serta negara.

Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

1. Merphin Panjaitan
Pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan demokrasi.Tujuannya untuk
mendidik generasi muda menjadi warga negara yang berjiwa demokratis dan
partisipatif lewat pendidikan yang bersifat dialogial.

2. Soedijarto
Pendidikan kewarganegaraan itu merupakan pendidikan politik yang memiliki
tujuan membantu peserta didik untuk dapat jadi warga negara yang dewasa secara
politik dan dapat ikut serta membangun sistem perpolitikan yang bersifat
demokratis.

7
3. Azyumardi Azra
Pendidikan kewarganegaraan mengkaji dan membahas tentang pemerintahan,
konstitusi, lembaga-lembaga demokrasi, rule of law, hak dan kewajiban negara
serta demokrasi. Secara sustantif, pendidikan kewarganegaraan juga membangun
kesiapan menjadi warga dunia.

4. Henry Rendall Waite


Ilmu kewarganegaraan membicarakan hubungan manusia dengan manusia dalam
perkumpulan-perkumpulan yang terorganisasi (sosial, ekonomi, politik) dan
antara individu-individu dengan negara.

5. Zamroni
Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk
mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis.

6. Tim ICCE UIN Jakarta


Pendidikan kewarganegaraan adalah suatu proses yang dilakukan oleh lembaga
pendidikan di mana seseorang mempelajari orientasi, sikap dan perilaku politik
sehingga yang bersangkutan memiliki political knowledge, awareness, attitude,
political efficacy dan political participationserta kemampuan mengambil
keputusan politik secara rasional.

7. Daryono
Kewarganegaraan adalah isi pokok yang mencakup hak dan kewajiban warga
Negara.Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik
tertentu (secara khusus : Negara ) yang dengannya membawa hak untuk
berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang
demikian disebut warga Negara.

8. Wolhoff
Kewarganegaraan ialah keanggotaan suatu bangsa tertentu yakni sejumlah
manusia yang terikat dengan yang lainnya karena kesatuan bahasa kehidupan
social-budaya serta kesadaran nasionalnya.

8
Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan yang membedakana
adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan.Ada kemungkinan untuk memiliki
kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara (contoh secara hokum
berpartisispasi dalam politik).Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik
tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.

9. Ko Swaw Sik ( 1957 )


Kewarganegaraan ialah ikatan hukum antara Negara dan seseorang.Ikatan itu
menjadi suatu “kontrak politis” antara Negara yang mendapat status sebagai
Negara yang berdaulat dan diakui karena memiliki tata Negara.
Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan .didalam pengertian
ini, warga suatu kota atau kapubaten disebut sebagai warga kota atau warga
kabupaten, karena keduanya juga merupakan satuan politik. Dalam otonomi
daerah, kewargaan ini menjadi penting, karena masing-masing satuan politik akan
memberikan hak (biasanya social) yang berbeda-beda bagi warganya.

10. R. Daman
Kewarganegaraan istilah hal-hal yang berhubungan dengan penduduk suatu
bangsa.

B. Fungsi Pendidikan Kewarganegaraan


1. Mengembangkan kecerdasan warga negara ( civic intelligenece)
2. Membina tanggung jawab warga negara ( civic responsibility)
3. Mendorong partisipasi warganegara ( civic participation)

PKN sebagai salah satu mata pelajaran bidang sosial dan kenegaraan memiliki
fungsi yang sangat esensial dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang
memiliki keterampilan hidup bagi diri, masyarakat, bangsa dan negara. Fungsi dari
mata pelajaran PKN adalah membantu generasi muda memperoleh pemahaman cita –
cita nasional atau tujuan negara, dapat mengambil keputusan yang bertanggung jawab
dalam menyelesaikan masalah pribadi, masyarakat dan negara, sebagai wahana untuk
membentuk warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang setia kepada
bangsa dan negara Indonesia dengan merefleksikan dirinya dalam kebiasaan berpikir
dan bertindak sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD NKRI 1945.dapat

9
memberikan kemudahan belajar para siswa dalam menginternalisasikan moral
Pancasila dan pengetahuan kewarganegaraan untuk melandasi tujuan pendidikan
nasional, yang diwujudkan dalam integritas pribadi dan perilaku sehari-hari.

C. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan


Berdasarkan keputusan DIRJEN DIKTI NO 43/DIKTI/Kep/2006, tujuan
Pendidikan Kewarganegaraan adalah dirumuskan dalam visi, misi dan kompetensi
sebagai berikut:

a. Visi, Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah merupakan sumber


nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi,
guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia
seutuhnya. Hal ini berdasarkan pada suatu realitas yang dihadapi, bahwa
mahasiswa adalah sebagai generasi bangsa yang harus memiliki visi intelektual,
religius, berkeadaban, berkemanusiaan dan cinta tanah air dan bangsanya.

b. Misi, Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah untuk membantu


mahasiswa memantapkan kepribadiannya, agar secara konsisten mampu
mewujudkan nilai-nilai dasar Pancasila, rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam
menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan
seni dengan rasa tanggung jawab dan bermoral.

Oleh karena itu kompetensi yang diharapkan mahasiswa adalah untuk menjadi
ilmuwan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air,
demokratis, berkeadaban. Selain itu kompetensi yang diharapkan agar mahasiswa
menjadi warganegara yang memiliki daya saing, berdisiplin, berpartisipasi aktif dalam
membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem nilai Pancasila.

Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan


wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air, wawasan
nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri warga negara Republik Indonesia.
Selain itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang berbudi
luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin,
beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan
rohani.

10
D. Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan
Hakikat pendidikan kewarganegaraan adalah upaya sadar dan terencana untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara dengan menumbuhkan jati diri
dan moral bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela
negara, demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara.Sehingga
dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, memberi ilmu tentang tata Negara,
menumbuhkan kepercayaan terhadap jati diri bangsa serta moral bangsa, maka takkan
sulit untuk menjaga kelangsungan kehidupan dan kejayaan Indonesia.

Kompetensi yang diharapkan dari mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan


antara lain agar mahasiswa mampu menjadi warga negara yang memiliki pandangan
dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi dan HAM, agar mahasiswa mampu
berpartisipasi dalam upaya mencegah dan menghentikan berbagai tindak kekerasan
dengan cara cerdas dan damai, agar mahasiswa memilik kepedulian dan mampu
berpartisipasi dalam upaya menyelesaikan konflik di masyarakat dengan dilandasi
nilai-nilai moral, agama, dan nilai-nilai universal, agar mahasiwa mampu berpikir
kritis dan objektif terhadap persoalan kenegaraan, HAM, dan demokrasi, agar
mahasiswa mampu memberikan kontribusi dan solusi terhadap berbagai persoalan
kebijakan publik, agar mahasiswa mampu meletakkan nilai-nilai dasar secara bijak
(berkeadaban).

Pendidikan Kewarganegaraan lah yang mengajarkan bagaimana seseorang


menjadi warga negara yang lebih bertanggung jawab.Karena kewarganegaraan itu
tidak dapat diwariskan begitu saja melainkan harus dipelajari dan di alami oleh
masing-masing orang.Apalagi negara kita sedang menuju menjadi negara yang
demokratis, maka secara tidak langsung warga negaranya harus lebih aktif dan
partisipatif.Oleh karena itu kita sebagai mahasiswa harus memepelajarinya, agar kita
bisa menjadi garda terdepan dalam melindungi negara. Garda kokoh yang akan terus
dan terus melindungi Negara walaupun akan banyak aral merintang di depan.

Jadi Hakikat PKN, yaitu, Program pendidikan berdasarkan nilai-nilai


Pancasila sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan
moral yang berakar pada budaya bangsa yang diharapkan menjadi jati diri yang
diwujudkan dalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari hari. Sebuah mata
pelajaran yang memfokuskan pada pembentukkan diri yang beragam dari segi agama,

11
sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara Indonesia
yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945.

E. Ruang Lingkup Pendidikan Kewarganegaraan


Ruang lingkup Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi meliputi
substansi kajian sebagai berikut:

1. Hakikat pendidikan kewarganegarandalam pengembangankemampuan utuh


sarjana atau profesional.
2. Esensi dan urgensi identitas nasionalsebagai salah satu determinan dalam
pembangunan bangsa dan karakter yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila.
3. Urgensi integrasi nasionalsebagai salah satu parameter persatuan dan kesatuan
bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
4. Nilai dan normayang terkandung dalam konstitusidi Indonesia dan
konstitusionalitas ketentuan di bawah UUD dalam konteks kehidupan
bernegarakebangsaan Indonesia
5. Harmoni kewajiban dan hak negara dan warga negaradalam tatanankehidupan
demokrasi Indonesia yang bersumbu pada kedaulatan rakyat dan musyawarah
untuk mufakat.
6. Hakikat, instrumentasi, dan praksis demokrasi Indonesiayang bersumber dari
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
sebagai wahana penyelenggaran negara yang sejahtera dan berkeadilan.
7. Dinamika historis konstitusional, sosial-politik, kultural, serta konteks
kontemporer penegakan hukumdalam konteks pembangunan negara hukumyang
berkeadilan.
8. Dinamika historis, dan urgensi Wawasan Nusantarasebagai konsepsi dan
pandangan kolektif kebangsaan Indonesia dalam konteks pergaulan dunia.
9. Urgensi dan tantangan ketahanan nasionalbagi Indonesia dalam membangun
komitmen kolektif yang kuat dari seluruh komponen bangsa untuk mengisi
kemerdekaan Indonesia.

Ruang lingkup mata pelajaran PKN meliputi aspek-aspek sebagai berikut :

12
 Persatuan dan Kesatuan Bangsa, meliputi: hidup rukun dalam perbedaan, cinta
lingkungan, kebanggaan sebagai bangsa indonesia, sumpah pemuda, keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia, partisipasi dalam pembelaan negara, sikap
positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan
keadilan.
 Norma, Hukum dan Peraturan, meliputi: tertib dalam kehidupan keluarga, tertib di
sekolah, norma yang berlaku di masyarakat, peraturan-peraturan daerah, norma-
norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sistem hukum dan peradilan
nasional, hukum dan peradilan internasional.
 Hak Asasi Manusia meliputi: hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban anggota
masyarakat, instrumen nasional dan internasional HAM, pemajuan, penghormatan
dan perlindungan HAM.
 Kebutuhan Warganegara meliputi: hidup gotong royong, harga diri sebagai warga
masyarakat, kebebasan berorganisasi, kemerdekaan mengeluarkan pendapat,
menghargai keputusan bersama, prestasi diri, persamaan kedudukan warganegara.
 Konstitusi Negara meliputi: proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang
pertama, Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, Hubungan
dasar negara dengan kostitusi.
 Kekuasaan dan Politik meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan
daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya
politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers
dalam masyarakat demokarasi.
 Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi
negara, proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, pengamalan nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka.

F. Pentingnya PKN bagi Mahasiswa


Setiap kali kita mendengar kata kewarganegaraan, secara tidak langsung otak
merespon dan mengaitkan kewarganegaraan dengan pelajaran kewarganegaraan pada
saat sekolah, dan mata kuliah kewarganegaraan pada saat kita kuliah.Bisa jadi kata
kewarganegaraan di dalam memori otak tersimpan kuat karena setiap tahun dari
sekolah dasar hingga sekolah menengah atas ada pelajaran kewarganegaraan yang
harus dipelajari, dan ternyata saat kuliah juga ada. Dan di dalam bangku perkuliahan

13
kita akan mempelajari lebih dalam seberapa pentingnya pendidikan kewarganegaraan
bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pendidikan Kewarganegaraan menjadi mata pelajaran setelah terpecah dari
PPKn ataupun Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.Pada awalnya di gabung
menjadi satu, karena isi dari Pendidikan Kewarganegaraan sendiri besumber dari
Pancasila itu sendiri.Selanjutnya di pecah menjadi mata pelajaran sendiri karena
Pendidikan Kewarganegaraan dianggap penting untuk di ajarkan kepada siswa dan
dalam Pendidikan Kewarganegaraan diajarkan materi kewarganegaraan yang lebih
luas dan tidak hanya bersumber langsung dari Pancasila.Mempelajari Pendidikan
Kewarganegaraan bagi sebagian mahasiswa tidak ubahnya mempelajari Pancasila
tahap dua, atau bahkan tidak jauh berbeda dengan Pendidikan Moral Pancasila dan
Sejarah Bangsa.
Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah mewujudkan warga negara sadar
bela negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan
mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa.Mahasiswa
adalah bibit unggul bangsa yang di mana pada masanya nanti bibit ini akan
melahirkan pemimpin dunia. Karena itulah diperlukan pendidikan moral dan
akademis yang akan menunjang sosok pribadi mahasiswa. Kepribadian mahasiswa
akan tumbuh seiring dengan waktu dan mengalami proses pembenahan, pembekalan,
penentuan, dan akhirnya pemutusan prinsip diri. Negara, masyarakat masa datang,
diperlukan ilmu yang cukup untuk dapat mendukung kokohnya pendirian suatu
Negara.
Negara yang akan melangkah maju membutuhkan daya dukung besar dari
masyarakat, membutuhkan tenaga kerja yang lebih berkualitas, dengan semangat
loyalitas yang tinggi. Negara didorong untuk menggugah masyarakat agar dapat
tercipta rasa persatuan dan kesatuan serta rasa turut memiliki. Masyarakat harus
disadarkan untuk segera mengabdikan dirinya pada negaranya, bersatu padu dalam
rasa yang sama untuk menghadapi krisis budaya, kepercayaaan, moral dan lain-lain.
Negara harus menggambarkan image pada masyarakat agar timbul rasa bangga dan
keinginan untuk melindungi serta mempertahankan Negara kita.Pendidikan
kewarganegaraan adalah sebuah sarana tepat untuk memberikan gambaran secara
langsung tentang hal-hal yang bersangkutan tentang kewarganegaraan pada
mahasiswa.

14
Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting. Dalam konteks Indonesia,
pendidikan kewarganegaraan itu berisi antara lain mengenai pruralisme yakni sikap
menghargai keragaman, pembelajaran kolaboratif, dan kreatifitas. Pendidikan itu
mengajarkan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kerangka identitas nasional.

G. Peran PKN sebagai Mata Kuliah di Perguruan Tinggi


Pendidkan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu mata pelajaran
wajib dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Pendidikan Kewarganegaraan
harus memberikan perhatiannya kepada pengembangan nilai, moral, dan sikap
perilaku siswa. Misi dari Pendidikan Kewarganegaraan sendiri adalah mencerdaskan
kehidupan bangsa.

Untuk membangun nasionalisme generasi muda sebagai wujud pendidikan


kewarganegaraan adalah ungkapan perasaan senasib sepenanggungan dalam lingkup
bangsa dalam bentuk kepedulian dan kepekaan akan masalah-masalah yang dihadapi
bangsa, termasuk di dalamnya masalah yang berkaitan dengan rasa solidaritas
sebangsa dan setanah air. Setidaknya yang dibutuhkan adalah menyangkut aspek
pembinaan nilai-nilai kepribadian dan aspek peningkatan pengetahuan wawasan
kebangsaan. Oleh karena itu, upaya pembinaan nasionalisme Indonesia pada masa
sekarang selayaknya mengutamakan pandangan dan sikap antisipotoris, berupa
pembinaan kemampuan untuk memperhitungkan perkembangan yang akan terjadi
dimasa depan. Artinya dibutuhkan penanaman sikap menghadapi segala situasi baru
yang belum pernah terjadi dalam kehidupan suatu masyarakat atau suatu bangsa.

Pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi merupakan sumber nilai dan


pedoman dalam pengembangan dan penyelengaraan program studi, guna
mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia seutuhnya.
Hal ini berdasarkan pada suatu realitas yang dihadapi, bahwa mahasiswa adalah
sebagai generasi bangsa yang harus memiliki visi intelektual, religius, berkeadaban,
berkemanusiaan dan cinta tanah air dan bangsanya. Dengan adanya mata kuliah
Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan dapat membantu mahasiswa memantapkan
kepribadiannya, agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar Pancasila,
rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam menguasai, menerapkan dan
mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan rasa tanggung jawab
dan bermoral. Berkaitan dengan itu mahasiswa diharapkan akan mampu untuk

15
menjaga dan meneruskan cita-cita pembangunan bangsa dengan sungguh-sungguh
mencintai bangsanya sendiri, dengan tidak membeda-bedakan setiap suku, ras,
maupun agama yang mendiami di bumi pertiwi Indonesia. Dengan wawasan kebang-
saan dan juga semangat nasionalisme maka hal ini diharapkan agar kita dapat menjaga
keutuhan Negara agar tidak terpecah belah.

Adapun peran PKN sebagai Mata Kuliah Perguruan Tinggi, yaitu :


1. PKN sebagai Mata kuliah Pengembangan Pribadi (MPK)
2. Pedoman dan Sumber Orientasi
3. PKN sebagai Pendidikan Karakter
4. Memiliki peranan yang strategis dalam mengenalkan dan menanamkan prinsip
demokrasi, semangat kebangsaan, dan ikut serta membina karakter bangsa
(Nation and Character Building)

H. Manfaat dan Guna PKN dalam Beberapa Aspek


1. Bernegara
Dapat memberikan motivasi kepada warga negaranya untuk memiliki sifat
nasionalisme dan patriotisme yang tinggi. Menjadi paham akan hak dan kewajiban
sebagai warga negara yang akhirnya membuat kita jadi mengerti peran dan
penempatan diri kita sebagai bagian dari suatu negara.
2. Berhukum
Fungsi pendidikan hukum dalam PKn ini berarti bahwa program pendidikan ini
diarahkan untuk membina siswa sebagai warga negara yang memiliki kesadaran
hukum yang tinggi, yang menyadari akan hak dan kewajibannya dan memiliki
kepatuhan terhadap hukum, sehingga mampu mempertahankan nilai-nilai yang
dianggap baik oleh masyarakat.
3. Berpolitik
PKn sebagai pendidikan politik dapat diartikan sebagai pendidikan yang
memberikan pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada siswa agar mereka
mampu hidup sebagai warga negara yang memiliki kesadaran politik, serta
memiliki kemampuan berpartisipasi dalam politik. Jika PKn mampu menjalankan
fungsinya sebagai pendidikan politik, maka diharapkan mampu membentuk
peserta didik yang memiliki rasa nasionalisme yang kuat.
4. Multikultular

16
Fungsi PKn selanjutnya adalah sebagai pendidikan multikultural, Hernandez
(1999:6) mengartikan pendidikan multikultural sebagai “Perspektif yang
mengakui dan merefleksikan pentingnya budaya, ras, seksualitas dan gender,
etnisitas, agama, status sosial, ekonomi dan politik”.
Fungsi PKn sebagai pendidikan multikultural adalah mengakui perbedaan
individu menghormati persamaan derajat manusia, bekerja sama satu sama lain,
mengutamakan kepentingan kelompok lebih daripada individu untuk tujuan
kerukunan nasional. Jika fungsi PKn sebagai pendidikan multikultural berhasil,
maka PKn juga sekaligus menjalankan fungsinya sebagai pendidikan resolusi
konflik.
5. Berdemokrasi
Pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat
berpikir kritis dan bertindak demokratis, melalui aktifitas menanamkan kesadaran
kepada generasi baru bahwa demokrasi adalah bentuk kehidupan masyarakat yang
paling menjamin hak-hak warga masyarakat.Sehingga terwujud warga masyarakat
yang demokratis dan mampu menjaga persatuan dan integritas bangsa guna
mewujudkan Indonesia yang kuat, sejahtera, serta demokratis.
6. Beragama
Tujuannya yaitu menanamkan nilai – nilai kehidupan bermasyarakat dan
bernegara serta budi pekerti atau akhlak yang luhur, sedangkan didalam agama
dapat membentuk peserta didik dan warga negara yang baik, beriman dan
bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai konstitusi dan falsafah bangsa
Indonesia.

17
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pendidikan kewarganeraaan adalah suatu upaya sadar dan terencana


mencerdaskan warga negara (khususnya generasi muda). Caranya dengan
menumbuhkan jati diri dan moral bangsa agar mampu berpartisipasi aktif dalam
pembelaan negara.

Dari pemaparan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa Pendidikan


Kewarganegaraan merupakan Pendidikan demokrasi politik yang dijadikan sebagai
mata kuliah wajib oleh lembaga-lembaga pendidikan dalam rangka pembentukan dan
penyiapan warga negara yang dapat berpikir kritis, demokratis, partisipatif dan
bertanggung jawab, sehingga mampu memajukan dan mempertahankan NKRI.

Terdapat beberapa tujuan dan fungsi yang diemban oleh Pendidikan


Kewarganegaraan yang diharapkan mampu diimplementasikan oleh setiap warga
negara, sehingga setiap warga negara cerdas secara total , memiliki rasa tanggung
jawab dan mampu berpartisipasi dalam pengembangan dan kemajuan NKRI.

B. Saran

Bangsa Indonesia harus kuat dalam menghadapi tantangan dari berbagai


penjuru di era globalisasi ini. Sejalan dengan tujuan pendidikan kewarganegaraan
membentuk kepribadian yang sesuai dengan Pancasila dan karakter bangsa Indonesia
maka, disaat ingin menjadi bangsa yang berkualitas hendaknya lebih memperhatikan
semua aspekkehidupan, baik melalui pendidikan formal, informal, dan non formal.

Perguruan tinggi mempunyai peran yang cukup besar, mempersiapkan


generasi bangsa yang akan menjadi tonggak keberlangsungan, kejayaan dan kemajuan
Bangsa dan Negara Indonesia. Sehingga dalam proses pembelajaran dihimbau agar
tidak hanya melakukan transfer pengetahuan semata, akan tetapi harus diimbangi
dengan implementasi sesuai dengan tujuan dan cita- cita Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

18
DAFTAR PUSTAKA

Muchji, Achmad. dkk. (2007). Pendidikan Kewarganegaraan.Jakarta : Universitas


Gunadarma.

Pahlevi, Farida Sekti. (2017). Eksistensi Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan


Tinggi Dalam Memperkokoh Karakter Bangsa Indonesia. Jurnal Kependidikan Dasar
Islam Berbasis Sains. 2 (1) : 66-81.

Sinamo, Nomensen. (2010). Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan


Tinggi.Jakarta: PT. Bumi Intitama Sejahtera.

Sofyan, Fitri Silvia. Dkk. (2015). Hubungan Mata Kuliah Pendidikan


Kewarganegaraan Dengan Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Semangat
Nasionalisme Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial. 24 (2) : 185-199.

https://lydia14211185.wordpress.com/2013/06/24/pentingnya-pendidikan-
kewarganegaraan-bagi-mahasiswa/amp/

http://degung-wira.blogspot.com/2012/05/ruang-lingkup-pendidikan.html

19