Tugas Individu Hari
: Selasa
MK. Dietetik Penyakit Infeksi Tanggal : 19 April 2022
STUDI KASUS CELIAC DISEASE
Disusun oleh :
Dwiyanti Butar Butar (P032013411053)
DIII Gizi TK. 2B
Dosen Pengajar
Roziana, SST, M.Gizi
Yessi Marlina, S.Gz, MPH
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RIAU
JURUSAN GIZI
2022
SOAL
Pasien SG berusia 36 tahun adalah seorang sekretaris. Os masuk ke RS dengan keluhan
mengalami penurunan BB dan tidak mengalami diare berat selama ini, sehingga merasa sangat
lemah, tidak punya tenaga saat beraktivitas. Penampilan nampak kurus pucat dan lemah. Riwayat
penyakit sering mengalami diare dan sembuh diarenya selama usia dewasa, namun kondisi diare
bertambah berat setelah melahirkan anak ketiga. BB saat ini 42 kg, BB sebelum hamil sekitar 50
kg. Selama hamil BB naik 5 kg, namun sekarang BBnya turun 13 kg. TB os saat ini 165 cm.
Dokter mendiagnosa os menderita penyakit celliac disease dengan malabsorpsi dan anemia. Data
hasil pemeriksaan biopsi usus halus mengindikasikan mukosa usus rata dengan villi yang atropi.
Data hasil pemeriksaan biokimia:
Albumin 2,9 gr/dl, HGB 10,5 gr/dl, Total protein 5,5 gr/dl, HCT 35%, Prealbumin 14mg/dl,
THBC 55 ug/dl, Kolesterol 128 mg/dl, Ferritin 12ug/dl, Lemak feses 11,5 g (N: <mg), Vit B12:
82 pg/ml, Antibody AGA dan EMA positif
Dietary history :
Os mengatakan selalu merasa lapar dan selalu mau makan, namun setiap kali makan dalam
jumlah banyak os langsung mengalami diare. Diare tambah berat jika makan makanan digoreng
dan daging, khususnya daging sapi.
Kebiasaan makan Os SMRS:
Pagi: roti panggang 1 lembar, teh manis (gula 2sdt)
Siang: 1 mangkok mie ayam, 2-3 bh kreakers, ½ gelas jus apel, 1 botol sprite dan diminum
sedikit demi sedikit sampai malam
ASSESMENT
DATA TERKAIT GIZI STANDAR PEMBANDING MASALAH/GAP
/NILAI NORMAL
Antropometri: IMT:
BB= 42 kg < 17,00= Gizi buruk AD 1.1.5 Indeks masa
TB= 165 cm 17,00 – 18,5= Gizi kurang tubuh (Buruk)
AD 1.1.4 Perubahan berat
IMT= BB/ TB2 18,5 – 25,0= Gizi baik
badan (Turun)
= 42/1,652 25,00 – 27,00= Gizi lebih
= 15,42 (Gizi kurang) >27= Obesitas
BBI = TB – 100 – 10%
= 165 – 100 – 10%
= 65 – 10%
= 58,5 kg
Biokimia :
Albumin 2,9 gr/dl Albumin = 3,8 – 5,1 BD 1.11 Albumin
gr/dL (Rendah)
HGB 10,5 gr/dl Total protein = 6 – 8,3
BD 1.11.2 Prealbumin
Total protein 5,5 gr/dl gr/dL
(Rendah)
HCT 35% Prealbumin = 15,7 –
BD 1.10.1 HGB
Prealbumin 14 mg/dl 29,6 mg/dL
(Rendah)
THBC 55 ug/dl Kolesterol = <200
BD 1.10.2 HCT (Rendah)
Kolesterol 128 mg/dl mg/dL
BD 1.13 Vit B12
Ferritin 12ug/dl Lemak feses = 2 – 7 gr
(Rendah)
Lemak feses 11,5 g (N: HGB = 12 – 16 gr/dL
Lemak feses (Tinggi)
<mg) HCT = 40 – 48% Total protein (Rendah)
Vit B12: 82 pg/ml THBC = 210 – 340 μg THBC (Rendah)
Antibody AGA dan /dL
EMA positif Ferritin = 10 – 120 μg
/dL
Vit B12 = 190 – 950
pg/Ml
Fisik :
kurus PD 1.1.1.1 Penampilan
pucat keseluruhan (Kurus,
pucat, lemah, tidak punya
lemah
tenaga saat aktivitas)
Diare
Riwayat Gizi:
selalu merasa lapar dan
selalu mau makan
setiap kali makan dalam
jumlah banyak os
langsung mengalami
diare
Kebiasaan makan Os SMRS:
Pagi: roti panggang 1 lembar,
teh manis (gula 2sdt)
Siang: 1 mangkok mie ayam, 2-
3 bh kreakers, ½ gelas jus apel,
1 botol sprite dan diminum
sedikit demi sedikit sampai
malam FH 1.1.1.1 Total asupan
Hasil Recall: energi (Kurang)
E= 2.094,2515 kal
E= 1018,9 kkal P= 78,5344 gr FH 1.5.1.1 Total asupan
L= 34,90 gr lemak (Kurang)
P= 24,4 gr
KH= 366,49 gr
L= 4,7 gr FH 1.5.3. Total asupan
protein (Kurang)
KH= 217,2 gr
FH 1.5.5.1 Total asupan
karbohidrat (Kurang)
FH 1.2.2.3 Pola makan
(Tidak teratur yaitu
makan 2x sehari)
FH 1.2.2.5 Variasi makan
kurang terkait kebiasaan
makan pasien
Riwayat klien :
Usia: 36 tahun
Jenis kelamin:
Perempuan
Peran dalam keluarga:
Ibu
Diagnosa penyakit
celliac disease dengan
malabsorpsi dan anemia
DIAGNOSIS GIZI
PROBLEM ETIOLOGI/AKAR SIGN/SYMPTOM
MASALAH
Domain Asupan (NI) Berkaitan dengan setiap kali Ditandai dengan kebutuhan zat
NI.2.1 Asupan oral tidak pasien makan dengan porsi yang gizi pasien tidak tercukupi
adekuat banyak, pasien mengalami diare
Domain Perilaku dan
Lingkungan (NB)
NB.1.1 Kurang pengetahuan Berkaitan dengan pengetahuan Ditandai dengan kurangnya
terkait makanan dan zat gizi pasien yang rendah terkait variasi dalam pemilihan bahan
pemilihan makanan yang makanan
dikonsumsi
INTERVENSI GIZI
Diagnosis Gizi Intervensi
P NI.2.1 Asupan oral tidak adekuat Memberikan makanan sesuai dengan kebutuhan
pasien
E Berkaitan dengan setiap kali pasien Memberikan porsi makan yang baik sesuai
makan dengan porsi yang banyak, kemampuan pasien
pasien mengalami diare
S Ditandai dengan kebutuhan zat gizi Memberikan makanan yang kaya akan zat gizi
pasien tidak tercukupi tertentu sesuai kebutuhan pasien
Diagnosis Gizi Intervensi
P NB.1.1 Kurang pengetahuan terkait Meningkatkan pengetahuan pasien terkait dengan
makanan dan zat gizi pola makan yang benar sesuai dengan prinsip gizi
seimbang
E Berkaitan dengan pengetahuan Memberikan edukasi terkait mengkonsumsi
pasien yang rendah terkait makanan gizi seimbang
pemilihan makanan yang
dikonsumsi
S Ditandai dengan kurangnya variasi Memberikan pengetahuan tentang variasi pemilihan
dalam pemilihan bahan makanan bahan makanan yang sehat dan bergizi
PRESKRIPSI DIET
1. Jenis Diet: Diet Energi Tinggi Protein Tinggi
2. Bentuk makanan: Makanan lunak
3. Frekuensi pemberian makanan: 3 kali makanan utama dan 3 kali makanan selingan
4. Jalur pemberian: secara oral
5. Tujuan Diet:
Untuk memberikan makanan yang tinggi kalori dan protein
Untuk memberikan makanan dengan kandungan gluten yang sangat sedikit
6. Syarat Diet :
Diet makanan lunak
Mudah cerna, porsi kecil dan sering diberikan
Energi dan protein tinggi
Lemak cukup
Kandungan gluten pada makanan sangat sedikit
7. Prinsip Diet:
Bentuk makanan: Lunak
Makanan diberikan dalam porsi kecil tapi sering
Menghindari makanan yang mengandung banyak gluten
8. Perhitungan kebutuhan
E = 655,1 + (9,56 x 58,5 kg) + (1,85 x 165 cm) – (4,68 x 36)
= 655,1 + 559,26 + 305,25 – 168,48
= 1.351,13
E total = 1.351,13 x 1.55
= 2.094,2515 kal
P = 15% x 2.094,2515 = 314,1377 : 4
= 78,5344 gr
L = 15% x 2.094,2515 = 314,1377 : 9
= 34,90 gr
KH = 70% x 2.094,2515 = 1.465,9760 : 4
= 366,49 gr
MONITORING DAN EVALUASI
Parameter Target/tujuan Pelaksaan
Berat Badan Berat badan mulai meningkat 2x seminggu
Biokimia -
- Rasa sakit perut
mulai hilang
Fisik/klinis - Diare mulai kurang Setiap hari
- Muntah sudah mulai
hilang
- Mulai menerima
Asupan Makan makanan Setiap hari
- Makanan di rs sudah
mulai dihabis
EDUKASI GIZI
Topik : Diet Gluten
Sasaran : keluarga pasien
Media : Leaflet dan brosur
Waktu : ± 30 menit Bentuk Edukasi : konseling
Materi :
Makanan yang bergizi seimbang
Varisi makanan
Waktu makan yang dianjurkan
SUSUN MENU
Waktu Menu Bahan Berat E (Kkal) P (Gr) KH (Gr) L (Gr)
(Gr)
Sarapan Salad Apel 150 88,6 0,3 23 0,6
pagi buah Anggur 200 60,2 0,2 15,4 0,4
(08.00)
Strawberry 100 32 0,8 5,5 0,4
Jeruk 150 206,9 16,8 38,8 3,3
Pisang 120 110,4 1,2 28,1 0,6
Whipping 30 86,5 0,8 1 9
cream
Cream 50 12 4,8 13,9 4
cheese
Air lemon 30 30 0,2 6 0,2
Susu 50 160 3,9 27,3 4,3
kental
manis
Selingan Ubi jalar Ubi jalar 150 154,5 2,6 36,4 0,2
pagi merah
rebus
Makan Nasi tim Nasi 50 58,6 3,1 12,9 0,1
siang
Ikan teri Ikan teri 30 100,5 17,6 0 2,8
balado
Tahu Tahu 70 53,2 4,9 2,9 1,1
kukus
Tumis Bayam 30 5,1 0,2 1 0
bayam
Wortel 30 6,2 0,4 1,5 0,1
wortel
Buah Pepaya 100 39 0,6 9,8 0,1
Selingan Smoothie Mangga 200 130 1 34 0,6
sore s buah
Persik 200 81,3 1,6 17,8 0,2
Yoghurt 150 57 6,5 6,3 0,2
Susu 80 52,8 2,6 3,8 3,1
madu 30 91,2 0,1 24,7 0
Makan Nasi tim Nasi tim 50 58,6 1,1 12,9 0,1
malam
Ikan nila Ikan nila 40 33,6 7,3 0 0,3
bakar
Tumis Kacang 45 15,7 0,9 3,6 0,1
kacang panjang
panjang
Tempe Tempe 70 69,9 6,7 6 2,7
orak-arik
Buah Pir 50 26,2 0,3 6,2 0,2
Selingan Popcorn Jagung 50 184,5 6,3 33,6 2,5
malam
TOTAL 2.104,4 91,2 370,7 39,3