Anda di halaman 1dari 28

Kelompok 8

A. A SG MAS GITA PRAMITA ( 22 )

DESAK NYOMAN SRI JULIARTINI ( 24 )

NI MADE YUNI SRI NADIAWATI ( 27 )

DEWA AYU DWI PUTRI KRISNADEWI ( 29 )

DEWA AYU INTAN SRI DEVI ( 32 )


MIND MAP

EVOLUSI
PERSYARATAN
PELAPORAN
SEGMEN LINGKUP
STANDAR
PELAPORAN
SEGMEN
PENGUNGKAPAN
YANG
DIHARUSKAN
UNTUK OPERASI
PADA BERBAGAI
INDUSTRI
EVOLUSI PERSYARATAN PELAPORAN SEGMEN

Di Amerika persyaratan akan pelaporan segmen usaha bermula tahun


1964 ketika ada kebutuhan oleh SEC agar perusahaan publik melaporkan
usahanya pada setiap segmen operasi. Tahun 1967, APB mengeluarkan
Statement No.2 mengenai A Disclosure of Supplemental Financial Information by
Diversified Companies. Pernyataan ini sifatnya bukan suatu keharusan namun
disarankan.
Standar pelaporan segmen pertama kali ditetapkan dalam (FASB
Statement No.14) yang berlaku untuk seluruh perusahaan yang menerbitkan
laporan keuangan lengkap menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum. Kemudian
pernyataan ini kemudian diubah menjadi (FASB Statement No.21). pengungkapan
yang diharuskan meliputi informasi mengenai Operasi pada industri yang berbeda,
operasi luar negeri, penjualan ekspor dan konsumen utama suatu kelompok
perusahaan.
Statement No.14 berpatokan pada prinsip akuntansi yang digunakan
untuk laporan keuangan konsolidasi kecuali Informasinya dipisahkan dan transaksi
antarsegmen dimasukkan dalam informasi segmen.
LINGKUP STANDAR PELAPORAN SEGMEN

Standar pelaporan segmen pertama kali ditetapkan dalam (FASB


Statement No.14) yang berlaku untuk seluruh perusahaan yang menerbitkan
laporan keuangan lengkap menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Pernyataan ini kemudian diubah dengan FASB Statement No.21 yang
mengecualikan berlakunya FASB Statement No.14 bagi perusahaan non
publik.

Statement No.14 berpatokan pada prinsip akuntansi yang digunakan untuk


laporan keuangan konsolidasi kecuali Informasinya dipisahkan dan transaksi
antarsegmen dimasukkan dalam informasi segmen. Pemisahan tidak
diharuskan untuk anak-anak perusahaan yang tidak dikonsolidasi, perusahaan
patungan, investasi yang dipertanggungjawabkan dengan metode ekuitas,
namun informasi wilayah geografi dan industri dimana beroperasi harus
dijelaskan
Dalam pelaporan informasi keuangan menurut segmen,
perusahaan menggambarkan aktivitas masing-masing segmen
industri dan menunjuk-kan komposisi masing-masing wilayah
geografis yang dilaporkan.Informasi segmen harus
mengungkap :

1. Penjualan atau pendapatan operasi lain-nya, dibedakan


antara pendapatan yang dihasilkan dari pelanggan di luar
perusahaan dan pendapatan dari segmen lain.
2. Hasil segmen.
3. Aktiva segmen yang digunakan.
4. Dasar penetapan harga antar segmen
IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB
PELAPORAN SEGMEN

Operasi pada berbagai Operasi domestik dan


industri luar negeri

Penjualan ekspor Konsumen yang utama


OPERASI PADA BERBAGAI
INDUSTRI

Untuk menentukan apakah informasi mengenai


operasi pada industri yang berbeda harus
dilaporkan, perusahaan harus mengidentifikasi
segmen industrinya. Segmen industri didefinisikan
sebagai “suatu komponen dari suatu perusahaan
yang bergerak dalam bidang penyediaan produk
atau jasa atau suatu group produk yang saling
terkait atau jasa yang utamanya kepada konsumen
yang tidak terafiliasi untuk memperoleh laba”.
Suatu segmen industri pelaporan adalah suatu
segmen industri atau grup segmen industri yang
sangat terkait dimana informasi demikian perlu
dilaporkan. Segmen industri ditetapkan sebagai
segmen yang perlu dilaporkan jika memenuhi uji
pendapatan 10 %, uji aktiva 10%, atau uji laba 10%
untuk setiap tahunnya dimana laporan keuangan
tahunan disusun.
Uji 10% untuk Segmen Industri Pelaporan

Suatu segmen industri merupakan


segmen pelaporan jika
pendapatannya adalah 10 persen atau
Uji Pendapatan lebih dari pendapatan gabungan dari
seluruh segmen industri.

Suatu segmen industri merupakan


segmen pelaporan jika aktiva yang
dapat diidentifikasinya adalah 10%
Uji Aktiva atau lebih dari gabungan aktiva yang
dapat diidentifikasi seluruh segmen
industri.
Suatu segmen industri merupakan suatu
segmen pelaporan jika jumlah laba usaha
atau rugi usaha adalah 10% atau lebih
jumlah yang lebih besar, dalam jumlah
Uji Laba Usaha absolut, atas (1) gabungan laba usaha
seluruh segmen industri yang tidak
mencakup rugi usaha atau (2) gabungan
rugi usaha seluruh segmen industri

Segmen industri yang memenuhi satu


atau lebih uji 10% masih harus
Penilaian Ulang dievaluasi kembali sebelum
Segmen Pelaporan penentuan akhir sebagai segmen
pelaporan dibuat.
OPERASI DOMESTIK DAN LUAR NEGERI

Operasi luar negeri adalah operasi penghasil-


pendapatan yang berlokasi di luar negeri tempat
kantor pusat perusahaan berada dan yang
menghasilkan pendapatan dari penjualan kepada
pihak-pihak yang tidak terafiliasi atau penjualan atau
transfer antar perusahaan antar wilayah geografi
(penjualan atau transfer antar wilayah).

Operasi domestik adalah operasi penghasil


pendapatan dari perusahaan yang berlokasi di negara
tempat kantor pusat berada yang menghasilkan
pendapatan dari penjualan kepada pihak-pihak yang
tidak terafiliasi atau dari penjualan atau transfer antar
wilayah.
Suatu perusahaan diharuskan untuk mengungkapkan informasi
mengenai operasi domestik dan luar negari dalam laporan keuangan
jika:

1. Pendapatan yang dihasilkan oleh operasi luar negeri dari


penjualan kepada pihak-pihak yang tidak terafiliasi adalah 10 %
atau lebih dari pendapatan konsolidasi seperti disajikan dalam
laporan laba rugi perusahaan, atau

2. Aktiva yang dapat diidentifikasi suatu operasi luar negeri adalah


10 % atau lebih dari konsolidasi aktiva seperti disajikan dalam
neraca perusahaan.
PENGUNGKAPAN YANG DIHARUSKAN UNTUK OPERASI
PADA BERBAGAI INDUSTRI

Pengungkapan yang diharuskan untuk operasi di bebagai industri didasarkan pada


identifikasi segmen industri pelaporan. Sekali segmen pelaporan telah ditentukan, seluruh
segmen industri lain digabung dalam satu segmen industri lain untuk tujan pelaporan.
Pengungkapan yang diharuskan harus dibuat untuk setiap tahun dimana laporan keuangan
disajikan. Informasi yang harus dimasukkan dalam segmen pelaporan dan segmen industri lain
secara agregat dapat diikhtisarkan sebagai berikut :

Pendapatan
1. Jumlah pendapatan dari pihak-pihak yang tidak terafiliasi
2. Jumlah pendapatan dari pihak-pihak yang terafiliasi
3. Rekonsiliasi antara jumlah pendapatan dari seluruh segmen pelaporan dengan pendapatan yang
dilaporkan dalam laporan laba rugi perusahaan
4. Basis akuntansi untuk penjualan dan transfer antarsegmen, termasuk di dalamnya dampak suatu
perubahan dalam basis laba usaha atau rugi usaha segmen

Aktiva
1. Jumlah terbawa agregat dari aktiva yang dapat diidentifikasi
2. Rekonsiliasi antara aktiva yang dapat diidentifikasi dari seluruh segmen pelaporan dan segmen
industri lain dengan total aktiva konsolidasi. Aktiva kantor pusat diidentifikasi secara terpisah dalam
rekonsiliasi
Profitabilitas
1. Jumlah laba usaha atau rugi usaha
2. Sifat dan jumlah pos-pos yang tidak umum atau jarang terjadi untuk setiap segmen pelaporan dan segmen
industri lain.
3. Rekonsiliasi antara laba usaha atau rugi usaha dari seluruh segmen pelaporan dan segmen industri lain dengan
laba operasi sebelum pajak seperti dicerminkan dalam laporan laba rugi konsolidasi. Beban-beban kantor pusat
diungkapkan secara terpisah. (rekonsiliasi adalah untuk laba sebelum pajak sebelum keuntungan atau kerugian non
operasi,pos-pos luar biasa, dan efek kumulatif perubahan dalam prinsip akuntansi.
4. Efek dari laba usaha atau rugi usaha segmen pelaporan atas suatu eprubahan dalam mengalokasikan beban-beban
usaha dala setiap segmen.
5. Efek dari laba usaha setiap segmen pelaporan atas suatu eprubahan dalam prinsip akuntansi.

Pengungkapan-Pengungkapan Lain
1. Jumlah agregat depresiaasi, deplesi, dan beban amortisasi untuk setiap segmen pelaporan.
2. Jumlah pengeluaran modal untuk setiap segmen industri pelaporan
3. Jumlah investasi pada dan pendapatan dari anak-anak perusahaan yang tidak dikonsolidasi dan
ekuitas investi lain yang operasinya terintegrasi vertical dengan operasi dari segmen industri
pelaporan.
4. Wilayah geografis dimana suatu investi dipertanggung jawabkan dengan metode ekuitas yang
terintegrasi secara vertical beroperasi.
5. Produk atau jasa dari setiap segmen industri pelaporan dan kebijakan akuntansi yang berhubungan
dengan informasi segmen yang tidak diungkapkan dalam laporan keuangan.

Penyajian Kembali Secara Retroaktif atas Informasi Segmen yang Diharuskan


1. Perubahan dalam cara pengelompokkan produk atau jasa perusahaan
2. Perubahan dalam prinsip akuntansi yang memerlukan penyajian kembali laporan
keuangan tahun sebelumnya (misalnya dari metode penyatuan kepemilikan)
PENGUNGKAPAN UNTUK OPERASI DI BERBAGAI
WILAYAH GEOGRAFI BERBEDA

Pengungkapan untuk operasi domestik, setiap wilayah geografi luar negri


yang memenuhi salah satu pengujian, dan seluruh wilayah geografi lainnya secara
agregat adalah sebagai berikut :

Pendapatan
1. Jumlah pendapatan dari konsumen yang tidak terafiliasi
2. Jumlah transfer dan penjualan antar wilayah
3. Rekonsiliasi pendapatan dari 1 dan 2 dengan pendapatan yang dicantumkan dalam laporan rugi
laba secara kesuluruhan
4. Basis transfer dan penjualan antar wilayah termasuk pengaruh perubahan pemyusunan rugi laba
operasional

Aktiva
1. Total aktiva yang dapat diidentifikasi
2. Rekonsiliasi aktiva yang dapat diidentifikasi dengan total aktiva yang dilaporkan dalam neraca
perusahaan secara keseluruhan
Profitabilitas
1. Total laba atau rugi operasional (atau pengukuran lain untuk profitabilitas
antara laba operasional dan laba bersih, tetapi pengukuran profitabilitas untuk
setiap wilayah harus sama)
2. Rekonsiliasi laba atau rugi operasional terhadap laba sebelum pajak dari
operasi seperti yang tercatat dalam laba rugi konsolidasi

Pengungkapan Lain
1. Wilayah geografis yang tidak dapat diagregasikan
2. Perubahan pengelompokkan atas operasi asing ke dalam wilayah geografis
tertentu dan pengaruhnya terhadap informasi wilayah geografi tertentu
3. Sifat dan pengaruh penyajian ulang informasi tahun sebelumnya yang
diakibatkan dari penyesuaian tahun sebelumnya
Jika penjualan ekspor dari perusahaan induk di dalam negri
kepada konsumen yang tidak terafiliasi di luar negri sebesar
10% atau lebih dari total pendapatan konsumen yang tidak
terafiliasi sebagaimana dilaporkan dalam laporan laba rugi
laba konsolidasi, maka jumlah penjualan tersebut harus
dilaporkan dalam jumlah agregate dan berdasarkan wilayah
geografis.
Dari Rp 9.200.000 penjualan kepada
konsumen tidak terafiliasi, sebesar Rp 1.800.000
merupakan penjualan ekspor terutama ke
negara Jerman sebesar Rp 800.000 dan Jepang
Rp 650.000.
DATA KEUANGAN - WILAYAH GEOGRAFIS (JUTAAN)

Negara Penyesuaian
Tahun AS Canada Eropa dan Total
Lain
Eliminasi
Penjualan Bersih 1.994 9.739 202 2.283 593 - 12.187
1.993 9.920 225 1.897 485 - 11.827
1.992 8.978 331 2.295 438 - 12.042
Laba sebelum dipengaruhi 1.994 654 23 65 17 - 759
kumulasi perubahan prinsip 1.993 570 26 55 5 - 656

akuntansi 1.992 512 32 6 (15) - 535

Aktiva 1.994 8.977 205 2.295 543 (693) 11.321

1.993 8.517 199 1.967 548 (402) 10.829

1.992 8.677 177 1.940 501 (539) 10.756

Kewajiban 1.994 7.290 87 1.319 342 (699) 8.339

1.993 7.175 98 1.235 333 (402) 8.439

1.992 7.374 113 1.293 264 (539) 8.505


PENGUNGKAPAN KONSUMEN UTAMA

Statement No.14 menuntut adanya pengungkapan untuk


konsumen (sendirian atau grup) yang memiliki nilai 10%
atau lebih dari pendapatan total.

Konsumen Utama
Penjualan kepada konsumen perusahaan yang penting menunjukkan jumlah 39%,
39%, dan 30% selama tahun 1994, 1993, dan 1992. Sebagian besar dari penjualan Joint
Venture adalah kepada konsumen utama tersebut. Perusahaan telah memiliki perjanjian
dengan konsumen untuk menyediakan ayam berdasarkan perjanjian Cost-Plus yang
meliputi kurang lebih 50% kapasitas produksi perusahaan. Hasil produksi yang lain
termasuk produksi sampingan dijual kepada konsumen-konsumen lainnya.
PENGUNGKAPAN SEGMEN DAN KEBIJAKAN
KONSOLIDASI

FASB Statement No. 94 mengatur penyusunan


konsolidasi yang meliputi aktiva, kewajiban, pendapatan,
dan beban untuk seluruh anak perusahaan sehingga
data-data tersebut dapat diagregasikan menjadi sebuah
laporan keuangan.
LAPORAN KEUANGAN INTERIM

Laporan Keuangan Interim menyediaakan informasi mengenai kondisi


perusahaan kurang dari satu tahun. Laporan tersebut biasanya diterbitkan
setiap tiga bulan dan biasanya berisi informasi kumulatif dari awal tahun
sampai dibuatnya laporan tersebut.

Sifat Laporan Keuangan Interim

Secara konseptual, laporan keuangan interim


menyediakan informasi yang lebih tepat waktu tetapi
kurang lengkap dibandingkan dengan laporan keuangan
tahunan. Laporan interim menunjuk-kan adanya trade-
off antara ketepatan waktu dan kehandalan data-data
keuangan karena memerlukan adanya istimasi untuk
melakukan review piutang, utang dagang, persediaan,
dan informasi lain-nya yang mendukung pengukuran
yang disajikan dalam laporan keuangan tahunan.
LAPORAN KEUANGAN INTERIM

Biaya Produk Metode Laba


Kotor

Metode LIFO
LAPORAN KEUANGAN INTERIM

Penurunan nilai pasar


persediaan tidak Rencana varian
ditangguhkan selama berdasarkan system biaya
periode interim kecuali standar yang diharapkann
jika ditentukan secara akan diserap pada akhir
temporer tidak ada tahun sebaiknya
kerugian yang akan terjadi ditangguhkkan pada masa
selama setahun secara interim
keseluruhan.

Penurunan Nilai Sistem Biaya


Pasar Persediaan Standar
LAPORAN KEUANGAN INTERIM

Biaya-Biaya Lain

Biaya Tahunan dalam Pajak Biaya


Laporan Interim Penghasilan Iklan
PANDUAN PENYUSUNAN
LAPORAN INTERIM

Perusahaan publik minimum harus mengungkap hal-hal berikut ini :

•Penjualan dan pendapatan kotor


Alokasi pajak penghasilan
Pajak penghasilan item luar biasa
Pengaruh kumulatif perubahan prinsip akuntansi
Laba bersih
•Dilusi saham
•Pendapatan, biaya, dan beban musiman
•Peubahan estimasi pajak penghasilan yang signifikan
•Pelepasan segmen bisnis, item luer biasa dan item yang jarang terjadi
•Kontijensi
•Perubahan prinsip dan estimasi akuntansi
Perubahan posisi keuangan yang signifikan
PANDUAN PENYUSUNAN LAPORAN
INTERIM
Pengungkapan Laporan Keuangan
Interim SEC
SEC menentukan bahwa laporan keuangan 3 bulanan perlu
dibuat untuk para pemegang saham dan memenuhi kriteria
dari SEC. laporan ini disiapkan sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum dan disesuaikan dengan
Formulir lO-Q dalam waktu 45 hari setelah akhir periode 3
bulanan. Pada periode keempat, perusahaan tidak diwajibkan
untuk menyusun laporan interim, tetapi peraturan SEC 14a-3
menentukan bahwa data-data yang harusnya dilaporakan
pada periode keempat dimasukkan dalam laporan tahunan
untuk didistribusikan kepada para pemegang saham. Karena
laporan 3 bulanan tidak diaudit maka biasanya laporan dari
auditor adalah review dan bukan audit.
Sesi Diskusi