Anda di halaman 1dari 10

PERJALANAN DAKWAH RASUL

DI MEKKAH

OLEH

AFRI NESIA
X.8

TAHUN PELAJARAN 2008/2009

KATA PENGANTAR

1
Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesehatan dan
kesempatannya kepada kita semua, terutama kepada penulis. Sehingga penulis
dapat menyelesaikan masalah ini.

Berikut ini, penulis persembahkan sebuah makalah (karya tulis) yang


berjudul “PERJALANAN DAKWAH RASUL DI MEKKAH”. Penulis mengharapkan
makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua, terutama bagi penulis
sendiri.

Kepada pembaca yang budiman, jika terdapat kekurangan atau kekeliruan


dalam makalah ini, penulis mohon maaf, karna penulis sendiri dalam tahap belajar.

Dengan demikian, tak lupa penulis ucapkan terimakasih, kepada para


pembaca.

Semoga Allah memberkahi makalah ini sehingga benar-benar bermanfaat.

Bukittingi, 2008
Penulis

Afri Nesia

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................... 1
DAFTAR ISI ............................................. 2
BAB I PENDAHULUAN ...................................... 3
A. LATAR BELAKANG ................................. 3
B. BATASAN DAN PERUMUSAN MASALAH .................. 3
C. TUJUAN PENULISAN MAKALAH ....................... 4

BAB II ISI ............................................. 5


A. PENYEBARAN ISLAM DI MEKKAH ..................... 5
B. REAKSI KAUM QURASY TERHADAP DAKWAH RASULLULLAH . 7

BAB III PENUTUP ........................................ 8


A. KESIMPULAN ..................................... 8
B. KRITIK UNTUK PEMBACA ........................... 8

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Sebagai agama yang diredhai ALLAH SWT, islam mempunyai banyak


sejarah dan cerita yang panjang tentang perkembangannya. Salah satunya
perjalan dakwah Rasul.

Masyarakat Mekkah memelihara kedudukan tata nilai yang tinggi


dan istimewa karena hal semacam itu memberikan kehidupan yang makmur dan
mewah. Mereka juga memperjual belikan budak belian wanita, gemar minum-
minuman keras, berjudi, berzina,serta berlomba-berlomba mencari kedudukan.
Dan hanya memikirkan kehidupan duniawi.
Pada saat itu bangsa Arab terpecah belah menjadi kabilah-kabilah
yang saling membanggakan diri dengan suku masing-masing. Sering terjadi
pertikaian dan perperangan hanya karna masalah sepele yang berhubungan
dengan perebutan kekuasaan. Maka dari itu mereka tak pernah memiliki
kesatuan.
Kaum Qurasy memandang diri mereka lebih mulia dari bangsa Arab
lainnya. Jika orang Qurasy tunduk kepada nabi Muhammad SAW itu sama artinya
dengan menyerahkan kekuasaan kepada keluarga nabi Muhammad SAW. Mereka
tidak akan membedakan antara kenabian dan kekuasaan.

Berdasarkan permasalahan seperti yang penulis uraikan diatas,


dimana Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman mempunyai tanggung
jawab yang besar untu memperbaiki akhlak manusia yang sangat hancur pada saat
itu. Ditengah kondisi mayarakat yang memiliki watak yang sangat sulit dberi
masukan (keras kepala).
Dengan pokok pikran diatas, penulis tertarik untuk menuangkan
pikiran dengan masalah dakwah Rasul yang di aktualisasikan dalam bentuk
makalah yang penulis beri judul “PERJALANAN DAKWAH RASUL DI MEKAH”.
II. BATASAN DAN PERUMUSAN MASALAH
1. BATASAN MASALAH
Dari uraian yang telah dikemukakan dalam latar belakang diatas ada
beberapa masalah yang akan dibahas. Tetapi dalam masalah ini,
dibatasi pada hal-hal sebagai berikut :
a. PENYEBARAN ISLAM DI MEKKAH
b. REAKSI KAUM QURASY TERHADAP DAKWAH RASUL

4
2. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan batasan masalah diatas dapat dirumuskan sebagai
berikut :
a. apa saja yang dilakukan Rasul dalam menegakkan Islam.
b. Bagaimana reaksi Kaum Qurasy terhadap dakwh yang dilakukan
Rasul.

III. TUJUAN PENULISAN MAKALAH

Penulisan makalah ini bertujuan untuk membahas


secara teoritis tentang perjalanan panjang Rasul dalam menegakkan agama Islam
sebagai agama yang diredhai Allah.

Kegunaan makalah ini adalah untuk memberitahukan kepada semua


orang tentang perjuangan Rasul untuk dapat menegakkan agama Islam, sehingga
sekarang ini kita dapat mereguk nikmatnya beribadah dijalan yang benar yaitu
dalam Islam.

BAB II

5
ISI

I. PENYEBARAN ISLAM DI MEKKAH

 MUHAMMAD DIANGKAT MENJADI NABI DAN RASUL


Nabi Muhammad diberi wahyu pada saat beliau berumur 40th.
Tepatnya dimalam 17 Ramadhan atau 6 Agustus 610 M. Pada saat itu nabi
Muhammad sedang berkontemplasi di Gua Hira.
Wahyu itu disampaikan oleh malaikat Jibril. Yaitu Surah Al’Alaq
ayat 1-5 sebagai wahyu pertama oleh Allah SWT. Dan, bertepatan dengan itu
nabi Muhammad diangkat menjadi nabi dan Rasul.
Orang pertama yang masuk Islam di Mekkah setelah Rasullullah
diangkat menjadi Nabi dan Rasul adalah Khadijah. Yaitu istri pertama Rasullullah.

Lalu turun wahyu ke-2 yang memerintahkan Rasullllah untuk


berdakwah dan menyampaikan risalah Allah.

 DAKWAH RASULLULLAH SAW


keadaan masyarakat Mekkah yang sudah sangat terpuruk, dalam
berdakwah Rasullullah mempunyai tugas yang sangat berat.
Mekkah sangat keras kepala dan menganggap bahwa hanya mereka
yang benar. Maka akan sangat sulit bila Rasullullah melakukan dakwah secara
terang-terangan. Karna tentu saja akan menimbulkan reaksi dan respon yang
tidak baik.
Maka, Rasullullah yang cerdik dan pandai mengambil strategi yang
cukup jitu dan berhasil. Yaitu secara sembunyi-sembunyi.

Dakwah secara sembunyi-sembunyi dimulai rasul dari keluarga dan


kerabat terdekat.

Orang pertama yang mendapat seruan ialah Siti Khadijah, kemudian


keponakannya Syayidina Ali yang masih berumur 8 tahun dan Syayidina Abu
Bakar yang langsung mengikutinya.
Dengan perantara Abu Bakar ini, maka banyak juga orang-orang
Qurasy yang beriman.
Diantaranya : Siti Khadijah (istri Rasullullah), Ali bin Abi Thalib
(dalam usia 8 tahun), dialah putra dari Abu Thalib, Zaid bin Harisah (budak
Rasullullah yang kemudian menjadi anak angat Rasul), Abu Bakar siddiq (sahabat
Rasul), Usman bin Affan, Zubair bin Aurwan, Saad bin Abi Waqqosh,

6
Abdurrahman bin Auf, Thalhah bin Udaidillah, Ubaidillah bin Jarojh, Arqam bin
Abil Arqom, Fatimah binti Khatab (adik Umar bin Khatab) dan Suaminya yang
bernama Zaid bin Tsabit.
Orang-orang yang masuk islam pertama kalinya ini disebut As
Sabiqunal Awwalun. Mereka mendapat pelajaran, dan pengetahuan tentang
Islam di rumah Arqam bin Abil Arqam secara sembunyi-sembunyi.

Setelah itu turunlah firman Allah yang menyuruhkan Muhammad


untuk berdakwah secara terang-terangan. Hal ini terdapat dalam surat Al-Hijr
ayat 94.
Sejak turun surat ini, Nabi Muhammad SAW mulai berdakwah
secara terang-terangan. Rasul menyerukan kepada kaumnya tetang ajarannya
dimka umum. Beliau tak segan-segan menyerukan agar orang-orang yang semula
menyembah berhala agar menyembah Allah SWt Tuhan semesta alam yang maha
Esa dan Maha benar.
Dalam berdakwah ada saja tantangan. Ejekan, cemoohan, siksaan,
hinaan, diterima dan dirasakan oleh Rasul. Masih banyak kaum Qurasy yang
menentang ajaran Nabi Muhammad. Bahkan paman Rasullullah pun ikut menyiksa
dan menentan ajaran Muhammad. Yaitu Abu Lahab dan Abu Jahal yang tidak
segan-segan menyakiti Rasullullah. Itulah sebabnya nabi Muhammad SAW juga
dijuluki sebagai Rasul Ulul Azmi. Yaitu Rasul yang mengalami banyak siksaan dan
cobaan dalam sepanjang perjalanan dakwahnya. Namun tetap tabah dan tawaqal
dalam menegakkan agama Nya.

II. REAKSI KAUM QURASY TERHADAP DAKWAH


RASULLULLAH

a.Kemarahan kaum Qurasy


Segala yang didakwahkan oleh Rasullullah ditantang oleh kaum
Qurasy yang mnyiksa dan berusaha membunuh nabi Muhammad.

b.Intimidasi terhadap umat Islam


bangsa Qurasy memusuhi umat Islam dan melakukan penyiksaan
terhadap pengikut umat Islam yang tidak mau lagi kembali menyembah berhala.
c.Mempengaruhi Paman Rasullullah
banyak pihak yang tidak senang dengan dakwah yang dilakukan oleh
Rasullullah. Termasuk Abu Lahab dan Abu Jahal yang menghasut paman Rasul
yang Bernama Abu Thalib agar menghentikan sikap Rasul yang menyebarkan

7
agama Islam di Mekkah. Tetapi tidak berhasil, karn Muhammad menolak
permintaan Pamannya secara halus.

d.Penganiyaan dan Hijrah ke Habsyah


semakin hari penyiksaan dan penindasan yang dilakukan oleh kaum
Qurasy semakin kterlaluan. Nabi Muhammad tidak tega dan tidak tahan melihat
nasib kaumnya yang tertindas sehingga memutuskan untuk menyuruh kaumnya itu
hijrah ke Habsyah.

III.HIKMAH yanG DIDAPAT DARI DAKWAH RASULLULLAH

Dari sekian panjang perjalanan dan perjuangan Rasul untuk


menegakkan islam, dapat diambil hikmah :
- menyadari bahwa keuletan dan kesabaran dalam menegakkan
agama Allah akan mendapatkan pertolongan dari Allah
- memahami bahw tugas Rasul hanya sekedar menyampaikan
perintah Allah dan tidak dapat memberikan hidayah, meskipun ke
keluarga terdekat sekalipun.
- Meneladani sikap nabi Muhammad yang tegar dan kukuh dalam
melakukan tugasnya walaupun dalam kondisi dan memiliki banyak
rintangan
- Berbuat baik akan mendapatkan cobaan dari Allah untu
menambah Iman kita.
- Dll

BAB III
8
PENUTUP

I.KESIMPULAN

Dakwah RAsul di periode Mekkah meninggalkan beberapa Hikmah,


yaitu :
“agar kita semua menghargai dan meneladani sikap Rasullullah yang
tabah dalam menyiarkan agama Islam dalam kondisi sesulit apapun.
Meskipun mengalami banyak cobaan, tapi Muhammad SAW tetap
menegakkan agama ALLah”

II.SARAN

Kepada pembaca, penulis mempunyai beberapa saran. Untuk


menghargai semua perjuangan Nabi Muhammad SAW dan benar-benar mencintai
islam yang telah kita nikmati sekarang ini. Dengan beribadah dan tidak melakukan
hal-hal yang dilarang dalam Islam.

9
DAFTAR PUStAKA

Al-quranul Qarim

KH. Imam Muslim. 25 KIsah Teladan Nabi dan Rasul, Surabaya;2001.Citra


Pelajar.

Dra. Latifah, dkk. Agama Islam I, Lentera Kehidupan SMA X, Jakarta;2006.


yudhisthira

H.Iyod Sirojuddin. Risalah Islam XII SMA, Jakarta;2006. Adfale Prima Cipta

10