Anda di halaman 1dari 23

MAKALAHDASAR-DASAR PEMASARAN

MENGELOLA SISTEM INFORMASI PEMASARAN DAN


LINGKUNGAN PEMASARAN
Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Dasar-dasar Pemasaran
Dosen Pengampu : . Hutomo Rusdianto,SE,MBA.QWM

Disusun OlehKelompok I/4F:

Muhammad Aldian A 2014-11-


Dyah Prahesti 2015-11-001
Lina Hilmia 2015-11-002
Putriana Ayu Oktafianingrum 2015-11-004
Maria Ulfah 2015-11-024

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
2017

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur senantiasa kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
pembuatan makalah. Tidak lupa shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Nabi
Muhammad SAW yang kita tunggu syafaatnya di yaumul akhir.
Tujuan dan maksud dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu
tugas kelompok mata kuliah Dasar-dasar Pemasaran pada semester IV. Makalah ini dapat
terwujud berkat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu tidak lupa kami ucapkan terima kasih
kepada:
1 Bpk. Hutomo Rusdianto,SE,MBA.QWM. selaku dosen pengampu mata kuliah Dasar-
Dasar Pemasaran yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam pembuatan
makalah ini.
2 Teman-teman Mahasiswa di Universitas Muria Kudus Khususnya Progdi Manajemen.
3 Semua pihak yang telah membantu atas selesainya penyusunan makalah ini.
Semoga dengan disusunnya makalah ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita
dalam mempelajari dan memahami pokok-pokok bahasan dalam bab Mengelola Sistem
Informasi Pemasaran dan Lingkungan Pemasaran..
Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih sangat jauh dari sempurna.Oleh
sebab itu, dengan segala kerendahan hati kami mohon kritik dan saran yang bersifat
membangun demi perbaikan dan untuk itu kami ucapkan terima kasih.
Kudus, 28 Maret 2017

Penulis

DAFTAR ISI

halaman

2
KATA PENGANTAR............................................................................................................ ii

DAFTAR ISI..........................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................... 1

1 Latar Belakang................................................................................................................ 1
2 Rumusan Masalah........................................................................................................... 1
3 Tujuan Penulisan............................................................................................................. 1

BAB II DASAR TEORI........................................................................................................ 2

1 Pengertian Lingkungan Pemasaran................................................................................. 2


2 Jenis-Jenis Lingkungan Pemasaran.................................................................................. 2
3 Sistem Informasi Pemasaran............................................................................................ 7
4 Kebutuhan Informasi dan Sumber Informasi Pemasaran................................................ 7
5 Riset Pemasaran............................................................................................................... 8

BAB III STUDI KASUS....................................................................................................... 15

BAB IV ANALISIS KASUS................................................................................................. 17

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN................................................................................. 21

5.1 Kesimpulan...................................................................................................................... 21

5.2 Saran................................................................................................................................ 21

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I

PENDAHULUAN

1 Latar Belakang
Dengan perkembangan zaman, khususnya di era modern ini, pemasaran telah
mengalami evolusi yang bukan hanya mendasarakan pada kegiatan untuk menyalurkan
barang dari tangan produsen ke konsumen.Dalam hal ini seorang manajer harus mampu
memberikan keunggulan dalam produk mereka untuk bisa diterima oleh pelanggan namun
seorang manajer pemasaran tersebut harus dituntut untuk menggunakan sumber daya
perusahaan seefektif mungkin. Dari tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh lingkungan
pemasaran,maka manajer pemasaran dan bawahanya harus mampu menghadapinya secara
bersamaan. Dalam kondisi yang demikian, manajer harus mampu memberikan nilai dan
memenuhi kepuasan bagi pelangganya.Keunggulan-keunggulan tersebut bersumber dari
bagaimana manajemen pemasaran mampu mendapatkan informasi serta mengolah informasi
tersebut mampu dijadikan menjadi aset strategis dan alat pemasaran yang penting.Maka dari
itu dibutuhkanlah kecermatan dalam Mengolah Informasi Pemasaran dalam manajemen
pemasaran.

2 Rumusan Masalah
1 Apa yang dimaksud dengan lingkungan pemasaran dalam suatu perusahaan?

2 Lingkungan apa saja yang ada dalam lingkungan pemasaran ?

3 Bagaimana kebutuhan informasi dalam pemasaran dan darimana sumber informasi


tersebut?

4 Bagaimana cara mengolah informasi agar dapat bermanfaat bagi perusahaan?

5 Bagaimana langkah-langkah riset pemasaran ?

1.3 Tujuan Penulisan

1 Untuk mengetahui pengertian lingkungan pemasaran dalam suatu perusahaan.


2 Untuk mengetahui lingkungan apa saja yang ada di dalam lingkungan pemasaran.
3 Untuk mengetahui bagaimana kebutuhan informasi dalam pemasaran dan darimana
sumber informasinya.

1
4 Untuk mrngetahui cara mengolah informasi agar dapat bermanfaat bagi perusahaan.
5 Untuk mengetahui langkah-langkah riset pemasaran.

BAB II

DASAR TEORI

2.1 Pengertian Lingkungan Pemasaran

Lingkungan pemasaran adalah tempat di mana perusahaan harus memulai


usahanya dalam mencari berbagai peluang dan memonitor ancaman-ancamannya.
Lingkungan pemasaran terdiri dari semua pelaku dan kekuatan yang mempengaruhi
kemampuan perusahaan untuk melakukan transaksi secara efektif dengan pasar
sasaran. Perusahaan harus terus melakukan pengamatan secara terus menerus dan beradaptasi
dengan lingkungan yang bersifat kompleks dan terus berubah-ubah.Dengan mempelajari
lingkungan, perusahaan dapat menyesuaikan strategi perusahaan untuk memenuhi tantangan
dan peluang pasar yang baru.

Selain itu dalam melakukan kegiatan pemasaran, suatu produsen harus


memperhatikan lingkungan pemasarannya guna menentukan strategi yang tepat untuk
memasarkan produknya sehingga pemasaran tersebut bisa berjalan dengan maksimal.

2.2 Jenis-Jenis Lingkungan Pemasaran

Ada 2 jenis lingkungan pemasaran pada suatu perusahaan, yaitu Lingkungan Mikro
Perusahaan dan Lingkungan Makro perusahaan.

1 Lingkungan Mikro Perusahaan


Lingkungan mikro perusahaan merupakan adanya beberapa pelaku yang dekat
dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani
pelanggannya. Dimana lingkungan ekonomi mikro ini terdiri dari:
a. Perusahaan
Dimana dalam hal merancang rencana pemasaran, manajemen pemasaran
memperhitungkan kelompok dalam perusahan seperti manajemen puncak, keuangan,
riset dan pengembangan, pembelian, operasi, akuntasi.Semua kelompok saling
berhubungan membentuk lingkungan internal. Kelompok-kelompok ini bekerja sama
secara harmonis untuk memberikan nilai dan kepuasan pelanggan yang unggul.

2
b. Pemasok
Para pemasok adalah perusahaan-perusahaan dan individu yang menyediakan
sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi
barang dan jasa tertentu.Pemasok membentuk hubungan penting dalam keseluruhan
system penghantar nilai perusahaan. Masalah pemasok sangat mempengaruhi
pemasaran karena apabila pemasok masalah akan mengurangi penjualan perusahaan
dan mengurangi nilai kepuasan pelanggan, sehingga manajer pemasaran perlu
mengawasi harga-harga bahan baku karena kenaikan bahan baku bisa mempengaruhi
harga jual dari produk yang akhirnya akan mengurangi pemasaran yang dimiliki oleh
perusahaan.
c. Perantara Pemasaran
Perantara Pemasaran adalah middleman yaitu perantara yang menghubungkan
produsen dan konsumen, atau pedagang besar dan konsumen, seringkali perantara
tersebut mengambil risiko besar dengan memesan dan menyimpan barang sebelum
mereka memperoleh kontrak penjualan, biasanya mereka membeli dengan jumlah
besar dan menjual secara eceran. Perantara pemasaran membantu perusahaan
mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produknya ke pembeli
akhir.Perantara pemasaran meliputi berikut ini.
1 Penjual perantara adalah perusahaan saluran distribusi yang membantu
perusahaan menemukan pelanggan atau melakukan penjualan untuk
perusahaan. Penjual perantara diliputi pedagang grosir dan pengecer.
2 Perusahaan distribusi fisik membantu perusahaan menyimpan dan
memindahkan barang-barang perusahaan dari titik asalnya ke tempat tujuan.
3 Agen jasa pemasaran adalah firma riset pemasaran, agen periklanan,
perusahaan media dan firma konsultan pemasaran yang membantu
perusahaan menetapkan target dan mempromosikan produk perusahaan pada
pasar secara tepat.
4 Pasar Pelanggan
Pelanggan merupakanindividu atau instansi,perusahaan yang membeli
barang atau jasa yang dihasilkan dalam ekonomi. Perusahaan harus
mempelajari lima jenis pasar pelanggan secara lebih dekat:
5 Pasar Konsumen terdiri dari perorangan dan keluarga yang membeli barang
dan jasa untuk konsumsi pribadi.
6 Pasar Bisnis membeli barang dan jasa untuk memproses lebih lanjut atau
untuk digunakan dalam proses produksi perusahaan.
7 Pasar Penjual Perantara membeli barang dan jasa untuk dijual kembali demi
mendapatkan laba.

3
8 Pasar Pemerintah terdiri dari badan-badan pemerintah yang membeli barang
dan jasa untuk menghasilkan pelayanan umum.
9 Pasar Internasional terdiri dari para pembeli di negara lain, termasuk
konsumen, produsen, penjual perantara, dan pemerintah.
d. Masyarakat
Masyarakat umum dapat memperlancar dan menghambat kemampuan
organisasi untuk mencapai sasarannya.Hubungan dengan masyarakat umum perlu
dipahami sebagai pelaksana kegiatan pemasaran yang luas. Masyarakat umum
menjadi sangat penting bagi perusahaan karena masyarakat umum akan memberikan
dampak kemampuan organisasi perusahaan dalam mencapai sasarannya. Sebuah
organisasi bukan hanya harus memperhatikan para pesaingnya dalam upaya
memuaskan pasar sasarannya, tetapi juga memperhatikan sejumlah besar lapisan
masyarakat umum yang menaruh perhatian.Apakah mereka itu menerima metode-
metode perusahaan tersebut dalam menjalankan usahanya atau tidak. Karena kegiatan
organisasi mempengaruhi minat kelompok lain, kelompok-kelompok tersebut menjadi
masyarakat umum yang amat penting bagi oganisasi.
e. Para Pesaing
Jarang sekali suatu organisasi hanya sendirian dalam usahanya melayani
sekelompok pasar pelanggan. Usahanya untuk membangun sistem yang efisien guna
melayani pasar itu disaingi oleh usaha serupa dari pihak lain. Konsep pemasaran yang
berhasil apabila perusahaan dapat menyediakan nilai dan kepuasan pelanggan yang
lebih besar daripada pesaing.Oleh karena itu, perusahaan harus menyesuaikan
pemasaran dengan kebutuhan konsumen sasaran.Perusahaan juga harus memiliki
strategi penawaran yang lebih kuat dari penawaran pesaing dalam pikiran
konsumen.Sistem pemasaran perusahaan dikelilingi dan dipengaruhi oleh sekelompok
pesaing.Para pesaing ini perlu diidentifikasi, dimonitor, dan dikalahkan untuk
memperoleh dan mempertahankan kesetiaan pelanggan kepada perusahaan yang
bersangkutan.

2 Lingkungan Makro Perusahaan

Lingkungan makro perusahaaan merupakan tempat di mana perusahaan harus memulai


pencariannya atas peluang dan kemungkinan ancaman.Lingkungan ini terdiri dari semua
pihak dan kekuatan yang mempengaruhi operasi dan prestasi perusahaan. Perusahaan perlu

4
untuk memahami kecenderungan akan lingkungan saat ini. Lingkungan makro perusahaan
terdiri dari enam yaitu :

a Lingkungan Demografis
Demografi adalah suatu studi yang memperlihatkan pertumbuhan penduduk
dunia yang tinggi, perusahaan distribusi, umur, etnis, lokasi, usia, jenis kelamin,
lapangan kerja, pendidikan, jenis rumah tangga baru, pergeseran populasi secara
geografi, dan perpecahan dari pasar masal menjadi pasar-pasar mikro dan data
statistik lain. Lingkungan demografi menjadi minat utama perusahaan karena
lingkungan demografis menyangkut masyarakat, dan masyarakat membentuk
pasar.
b Lingkungan Ekonomi
Lingkungan ekonomi adalah factor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan
pola pengeluaran konsumen.Suatu bangsa mempunyai tingkat dan distribusi
pendapatan yang sangat beragam.Lingkungan ekonomi juga memperlihatkan
suatu perlambatan dalam pertumbuhan pendapatan riil, tingkat tabungan yang
rendah dan hutang yang tinggi.
c Lingkungan Fisik
Kondisi lingkungan fisik sangat berpengaruh bagi suatu usaha yang akan
menjalankan bisnisnya. Lingkungan fisik biasanya dikaitkan dengan kondisi
lingkungan alam disekitar usaha serta infrastruktur yang tersedia. Pasar harus
menyadari akan peluang dan tantangan yang timbul akibat kekurangan bahan
baku, biaya energi yang meningkat, tingkat polusi yang meningkat dan peran
pemerintah yang berubah dalam perlindungan lingkungan. Lingkungan alam
memperlihatkan kekurangan potensial dari bahan baku tertentu, biaya energi yang
tidak stabil, tingkat populasi yang meningkat.

d Lingkungan Teknologi
Setiap teknologi merupakan suatu kekuatan yang dapat mendorong lajunya
perkembangan usaha tingkat pertumbuhan ekonomi yang ditentukan oleh seberapa
banyak teknologi yang telah ditemukan. Teknologi merupakan peluang
pembaharuan yang tidak terbatas, teknologi meningkatkan metode pengolahan
yang lebih sempurna tetapi untuk jenis produk yang sifatnya khas, teknologi
bukan merupakan faktor penunjang dan pendukung yang utama tetapi cara
tradisional juga perlu tetap dipertahankan untuk menjamin
keaslian/kealamianya.Lingkungan teknologi memperlihatkan perubahan teknologi

5
yang semakin cepat, kesempatan inovasi yang tak terbatas, anggaran riset dan
pengembangan yang tinggi, konsentrasi pada perbaikan kecil daripada penemuan
besar, dan pengaturan yang meningkat terhadap perubahan
teknologi.Perkembangan teknologi meliputi beberapa tahap antara lain.
a Tahap teknologi baru atau inovasi,
b Tahap pengembangan teknologi, dan
c Tahap penggunaan teknologi.
e Lingkungan Budaya
Pengaruh membeli juga ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaan yang terjadi pada
setiap orang dan langsung ditiru oleh pihak lain. Kehadiran suatu produk dalam
masyarakat serta diterima atau tindakannya yang baru sangat dipengaruhi oleh
kultur masyarakat setempat. Lingkungan budaya juga dapat menciptakan peluang
yang sangat besar bagi sebuah perusahaan.Lingkungan budaya memperlihatkan
kecenderungan jangka panjang menuju realisasi diri, kepuasan langsung, dan
orientasi yang lebih sekuler.
f Lingkungan Politik
Keputusan-keputusan pemasaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan
perundang-undangan yang berlaku dan sikap pemerintah yang mempengaruhi dan
membatasi gerak usaha perusahaan.Lingkungan ini terbentuk oleh hukum-hukum,
lembaga pemerintah, dan kelompok penentang yang mempengaruhi dan
membatasi gerak-gerik berbagai organisasi dan individu dalam
masyarakat.Lingkungan politik memperlihatkan pengaturan bisnis yang
substansial, peranan badan pemerintah yang kuat, dan pertumbuhan kelompok
kepentingan umum.Lingkungan budaya memperlihatkan kecenderungan jangka
panjang menuju realisasi diri, kepuasan langsung, dan orientasi yang lebih sekuler.

2.3 Sistem Informasi Pemasaran

Sistem informasi pemasaran adalah kegiatan peseorangan dan organisasi yang


memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran yang memuaskan dalam lingkungan
yang dinamis melalui penciptaan pendistribusian promosi dan penentuan harga barang jasa
dan gagasan.Sistem informasi pemasaran selalu digunakan oleh bagian pemasaran dalam
sebuah perusahaan untuk memasarkan produk-produk perusahaan tersebut. Sistem informasi
ini merupakan gabungan dari keputusan yg berkaitan dengan 4P yaitu:

1 Produk apa yang dibeli pelanggan untuk memuaskan kebutuhannya.

2 Promosi berhubungan dengan semua cara yang mendorong penjualan.


6
3 Place berhubungan dengan cara mendistribusikan produk secara fisik kepada
pelanggan melalui slauran distribusi.

4 Price terdiri dari semua element yang berhubungan dengan apa yang dibayar oleh
pelanggan.

2.4 Kebutuhan Informasi Pemasaran dan Sumber Informasi Pemasaran

Dalam pasar yang kompleks dan berubah dengan cepat saat ini, manajer pemasaran
memerlukan informasi yang lebih banyak serta lebih baik untuk membuat keputusan yang
efektif dan cepat. Sehingga kebutuhan informasi dalam proses pemasaran sangatlah penting.
Sistem informasi pemasaran berinteraksi dengan manajer untuk menilai kebutuhan informasi.
Dengan menilai kebutuhan knformasi informasi pemasaran yang baik akan
menyeimbangkan antarainformasi yang ingin dimiliki oleh manajer dengan apa yang
seharusnya mereka butuhkan dan apa yang layak ditawarkan dan guna lebih mempercepat
pengenalan akan produk yang dipasarkan.

Tahap selanjutnya, sistem tersebut mengembangkan informasi yang dibutuhkan dari data
internal perusahaan aktivitas intelijen pemasaran, riset pemasaran, dan penelitian
informasi.Terakhir,sistem informasi pemasaran mendistribusikan informasi kepada para
manajer dengan bentuk yang tepat pada saat yang tepat untuk membantu mereka membuat
keputusan pemasaran yang lebih baik.

2.5 Riset Pemasaran

Riset pemasaran sebagai fungsi yang menghubungkan yang memasarkan produk dengan
konsumen, pelanggan, dan publik lewat informasi. Informasi itu dipergunakan untuk
mengetahui dan menentukan peluang serta masalah pemasaran, untuk menghasilkan,
mempertajam, dan mengevaluasi tindakan pemasaran, untuk memantau kinerja pemasaran
dan memperbaiki pemahaman mengenai proses pemasaran. Peneliti pemasaran terlibat dalam
berbagai macam aktivitas, dari telaah potensi pasar dan pangsa pasar, untuk menilai kepuasan

7
pelanggan dan tingkah laku membeli, untuk mempelajari aktivitas penetapan harga, produk,
distribusi, dan promosi. Dalam proses riset pemasaran memiliki empat langkah yaitu:

a Menetapkan permasalahan dan tujuan riset, dimana manajer pemasaran dan peneliti
harus bekerja sama dengan erat untuk menetapkan permasalahan secara hati-hati, dan
mereka harus menyepakati tujuan riset. Tujuan riset yaitu riset eksploratoris,riset
deskriftif,riset kausal.
b Mengembangkan perencanaan riset,yang menggambarkan secara garis besar sumber-
sumber data yang ada dan menyatakan pendekatan riset yang spesifik, metode kontak
yang sesuai, perencanaan pengambilan sampel, dan instrumen yang akan digunakan
oleh peneliti untuk mengumpulkan data baru.
c Mengimplementasikan perencanaan riset yaitu mengubah perencanaan riset
pemasaran menjadi tindakan nyata. Proses ini mencakup pengumpulan, pemrosesan,
dan penganalisisan informasi.
d Menginterpretasi dan melaporkan temuan interpretasi adalah tahapan yang penting
pada proses pemasaran. Setelah melakukan riset, manajer pemasaran dapat
mengambil keputusan yang tepat atas permasalahan yang terjadi.

ini konsep pemasaran mengalami perkembangan yang semakin maju sejalan dengan
majunya masyarakat dan teknologi. Perusahaan tidak lagi berorientasi hanya pada pembeli
saja, akan tetapi berorientasi pada masyarakat atau manusia. Konsep yang demikianlah yang
disebut dengan konsep pemasaran masyarakat (Swasta, 1996).

Selanjutnya akan dibahas tiga factor penting yang digunakan sebagai dasar dalam konsep
pemasaran (Swasta, 1996) :

1 Orientasi konsumen
Pada intinya, jika suatu perusahaan ingin menerapkan orientasi konsumen ini, maka :
a Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi.
b Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualan
c Menentukan produk dan program pemasarannya
d Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur, menilai dan
menafsirkan keinginan, sikap serta tingkah laku mereka.

8
e Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitikberatkan
pada mutu yang tinggi, harga yang murah atau model yang menarik.
2 Koordinasi dan integrasi dalam perusahaan

Untuk memberikan kepuasan secara optimal kepada konsumen, semua elemen pemasaran
yang ada harus diintegrasikan.Hindari adanya pertentangan antara perusahaan dengan
pasarnya. Salah satu cara penyelesaian untuk mengatasi masalah koordinasi dan integrasi ini
dapat menggunakan satu orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan
pemasaran, yaitu manajer pemasaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap orang dan bagian
dalam perusahaan turut serta dalam suatu upaya yang terkoordinir untuk memberikan
kepuasan konsumen sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

3 Mendapatkan laba melalui pemuasan konsumen

Salah satu tujuan dari perusahaan adalah untuk mendapatkan profit atau laba. Dengan
laba tersebut perusahaan bisa tumbuh dan berkembang dengan kemampuan yang lebih
besar.Sebenarnya laba merupakan tujuan umum dari sebuah perusahaan. Banyak perusahaan
yang mempunyai tujuan lain disamping laba. Dengan menggunakan konsep pemasaran ini,
hubungan antara perusahaan dan konsumen akan dapat diperbaiki yang pada akhirnya akan
menguntungkan bagi perusahaan.

a Strategi pemasaran
Strategi pemasaran terdiri dari campuran unsur-unsur yang dinamakan bauran
pemasaran semua itu dikenal Promosi berhubungan dengan semua cara yang
mendorong penjualan
Place berhubungan dengan cara mendistribusikan produk secara fisik kepada
pelanggan melalui slauran distribusi
Price terdiri dari semua element yang berhubungan dengan apa yang dibayar oleh
pelanggan
b Komponen Sistem Informasi pemasaran
Sistem informasi pemasaran mempunyai komponen yang sama dengan sistem
informasi secara umum, yaitu : komponen-komponen input, model, output, basis
data, teknologi dan kontrol. Perbedaan komponen-komponen ini antar sistem-
sistem informasi lainnya adalah konteks letak dari sistem informasinya. Misalnya
untuk Sistem informasi pemasaran ini, maka komponen inputnya adalah input

9
tentang data pemasaran dan outputnya adalah laporan-laporan berisi informasi
pemasaran.
c Komponen Input Pemasaran
Sistem informasi pemasaran: mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi
pemasaran perusahaan.
Subsistem intelejen: pemasaran mengumpulkan informasi dari lingkungan
perusahaan yang berkaitan dengan operasi pemasaran.
Substansi peneliti pemasaran : melakukan penelitian khusus operasi
pemasaran.
d Komponen Model Pemasaran
Model digunakan untuk menghasilkan informasi yang relevan yang sesuai
dengan kebutuhan pemakai sistemnya. Model merupakan cetakan yang merubah
bentuk input menjadi output. Model di sistem informasi pemasaran banyak
digunakan untuk menghasilkan laporan keperluan anggaran operasi, strategi
penentuan harga produk, evaluasi produk baru, pemilihan lokasi fasilitas, evaluasi
penghapusan produk lama,penunjukan salesman, penentuan rute pengiriman yang
paling optimal, pemilihan media iklan yang paling efektif dan untuk persetujuan
kredit.

e Komponen Basis Data Pemasaran


Data yang digunakan oleh Subsistem out put berasal dari data base. Beberapa
data dalam data base adalah unik bagi fungsi pemasaran, tapi banyak yang berbagi
dengan area fungsional lain
f Subsistem Output
Subsistem Output Pemasaran Tiap subsistem output menyediakan informasi
tentang subsistem sebagai bagian dari marketing mix. Ada empat bagian yaitu:
Subsistem produk menyediakan informasi tentang produk-produk suatu
perusahaan.
Subsistem tempat menyediakan informasi tentang jaringan distribusi suatu
perusahaan,
Subsistem promosi menyediakan informasi tentang kegiatan advertising dan
penjualan langsung,
Subsistem harga membantu manager untuk membuat suatu keputusan
mengenai harga produk perusahaan.
g Subsistem Input
Subsistem input terdiri dari tiga bagian yaitu:
Subsistem Informasi Akuntansi
merupakan suatu subsistem yang mengumpulkan data berbagai transaksi
pemasaran perusahaan.
Subsistem Penelitian Pemasaran (Riset Pemasaran)

10
Subsistem penelitian pemasaran merupakan sistem yang berhubungan dengan
pengumpulan, pencatatan dan analisis data pelanggan dan calon
pelanggan.Manajer pemasaran dapat mengunakan penelitian pemasaran untuk
mengumpulkan segala jenis informasi tetapi sebagian besar kegiatan ditujukan
pada pelanggan dan calon pelanggan.
h Data primer dan sekunder
Data primer adalah data yang dikumpulkan perusahaan. Sedangkan data
sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain. Teknik yang digunakan
dalam pengumpulan data primer adalah :
Survei
Survei adalah salah satu teknik penelitian pemsaran yang menanyakan
sejumlah orang dengan pertanyaan yang sama.
Wawancara mendalam
Wawancara mendalam tidak berbeda jauh dengan survey namun waktu yang
digunakan wawancara lebih panjang dan lebih berpusat kepada apa yang akan
konsumen lakukan.
Pengamatan
Pengamatan merupakan teknik penelitian yang sangat detail karena
peneliti mencatat nomor plat mobil atau motor dari parkiran perbelanjaan dan
terkadang peneliti pun memperhatikan sampah orang untuk mempelajari
produk apa yang sering di konsumsi oleh konsumen.
Pengujian Terkendali
Pengujian terkendali mencari suatu subyekdalam percobaan yang
dirancang untuk mengukur dampak dari suatu perlakuan tertentu. .

Penelitian pemasaran digunakan untuk mengumpulkan data sekunder melalui


beberapa teknik penelitian:

1 Mailing Lists
Daftar alamat surat yang tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk pita magnetic,
disket, dan kartu indeks.
2 Direct Mail
Suatu daftar yang memungkinkan perusahaan membuat sebuah kontrak dengan pasar
sangat terpilih, biasanya dengan surat langsung.

Subsistem Intelijen Pemasaran. Tiap area fungsional bertanggung jawab untuk


menghubungkan perusahaan dengan elemen-elemen tertentu dilingkungan pemasaran yang
memliki tanggung jawab utama pada pelanggan dan pesaing.Seperti area fungsional lainnya,
pemasran juga memiliki tanggung jawab pada pemerintah dan komunitas global.

11
1 Subsistem Produk
Subsistem produk berguna untuk membuat rencana produk baru.
a Siklus hidup produk
Tugas manajer pemasaran adalah mengembangkan strategi dan taktik untuk
tiap unsur dalam bauran pemasaraan dan kemudian mengintegrasikan menjadi
suatu rencana pemasaran yang menyeluruh.Suatu kerangka kerja yang disebut
siklus hidup produk mengarahkan manajer dalam membuat keputusan-keputusan
ini seperti arti namanya siklus hidup produk.
Siklus hidup produk (product life cycle) merupakan penjualan suatu produk yang
dimulai dari perkenalan, perkembangan, dan penurunan.Tahap perkenalan tahap
dimana untuk memperkenalkan suatu produk. Tahap perkembangan merupakan
strategi untuk membuat bagaimana penjualan akan tetap berjalan. Tahap
penurunan suatu tahap dimana penghapusan suatu produk yang sudah tidak
dikonsumsi lagi oleh konsumen.
b Model evaluasi produk baru
Keputusan untuk mengembangkan produk baru harus dipertimbangkan secara
matang dan dengan dasar keuangan yang baik dan dibuat oleh
eksekutif.Perusahaan yang memperkenalkan banyak produk baru
mengembangkan suatu prosedur formal yang mempertimbangkan faktor-faktor
seperti potensi tingkat keuntungan dan efisiensi penggunaan sumber daya.
2 Subsistem Tempat
Pengambilan keputusan terhadap penentuan tempat yang sesuai dengan
pelemparan produk yg dihasilkan sangat menentukan tingkat penjualan produk.Untuk
itu, posisi subsistem ini sangat vital dalam keberadaanya.
3 Subsistem Promosi
Subsistem promosi berfungsi untuk melakukan analisis terhadap promosi yg
dilakukan untuk meningkatkan penjualan.
Promosi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan tingkat penjualan dalam
bidang pemasaran. Satu area promosi tempat komputer yaitu komunikasi wiraniaga.
Para wiraniaga tersebut membawa computer portable dan digunakannya untuk:
Mendapatkan informasi untuk menjawab pertanyaan konsumen mengenai produk
yang ingin mereka beli, harga produk tersebut, biaya pengiriman
Memasukkan data pesanan penjualan ke dalam entry pemesanan produk. Sistem
memberikan kemudahan bari wiraniaga yaitu informasi mengenai calon pelanggan
baru, mengenai produk yang paling mengutungkan bagi perusahaan untuk dijual,
dan dapat mengetahui selera para konsumen.
4 Subsistem Harga

12
Subsistem harga berfungsi untuk membantu menetapkan harga terhadap produk
yg dihasilkan.Subsistem harga hampir serupa dengan subsistem promosi dalam hal
dukungan keputusan. Penentuan Harga Berdasarkan Biaya menetukan biaya biaya
yang akan dikeluarkan dan menambahkan mark-up yang diinginkan. Penentuan Harga
Berdasarkan Permintaan menetapkan harga sesuai dengan nilai yang ditempatkan oleh
konsumen terhadap suatu produk.
a. Penentuan harga berdasarkan biaya
Beberapa poerusahaan menggunakan penentuan harga berdasarkan biaya
dengan menentukan biaya-biaya mereka dan menambahkan markup yang
diinginkan.Jika perusahaan memilki SIA yang baik, tersedia data biaya yang
akurat mambuat tugas Subsistem harga menjadi mudah untuk mendukung
penentuan harga berdasarkan biaya.
b. Penentuan harga berdasarkan permintaan
Kebijakan harga yang kurang berhati-hati adalah penentuan harga berdasrakan
permintaan yang menetapkan harga sesuai dengan nilai yang ditempatkan oleh
konsumen terhadap produk.
5 Subsistem Unsur Terpadu
Subsistem unsur terpadu mendukung para manager saat unsure-unsur bauran
pemasaran dikombinasikan untuk membentuk suatu strategi.

13
BAB III

STUDI KASUS

Kota Kudus-Jawa Tengah, selain terkenal sebagai pusat industri rokok, juga cukup
populer sebagai pusat industri makanan jenang. Salah satunya adalah perusahaan jenang
terbesar Mubarokfood Cipta Delicia (MCD).Perusahaan ini didirikan pada 1915 oleh Hj.
Alawiyah. Beliau adalah perintis pembuatan makanan dengan bahan baku tepung ketan, gula
pasir, gula Jawa dan santan kelapa. Jenis makanan ini di kemudian hari dikenal dengan nama
Jenang. Produksi awalnya sekitar 35 kg per hari.Semuanya dijual sendiri di pasar
Kudus.Mulanya, memang tanpa merek.Namun, ketika produksi sejenis mulai menjamur di
Kudus, tahun 1936 jenang tersebut diberi merek HMR yaitu singkatan dari namanya sendiri
H. Mabruri. Mulai tahun itu pula Mabruri mengemas produk jenangnya dengan daun pandan.
[2]

Sepeninggal Mabruri pada 1942, kendali MCD dipegang anak tunggalnya. Sochib
Mabruri, yang melakukan berbagai pembenahan dan melansir merek baru bernama Sinar Tiga
Tiga. Dia juga mengurus izin produksi yang kemudian dikeluarkan pada 9 September
1946.Di tangannya, perusahaan ini menjelma menjadi market leader di industri makanan
sejenis yang menjamur di Kudus.Tahun 1960 Sochib mengubah kemasan produknya menjadi
kemasan kertas.Tak berhenti sampai di situ.Pada 1975 Sochib memberi aroma buah pada
produknya.Dalam hal ini Sochib boleh disebut trend-setter di industri jenang.Sekitar tahun
1978-80 rangkaian produk pun diperbanyak dengan variasi aroma.Kemasannya juga
dipermodern dengan menggunakan kardus. Merek yang dilansirnya makin beragam, antara
lain Viva aroma durian, Mabrur aroma nangka dan Mubarok aroma moka. Proses produksi
lalu dimodernisasi dengan menggunakan mesin. Sochib kemudian melengkapi perusahaannya
dengan membentuk armada penjualan, sekaligus memperluas jangkauannya ke luar profinsi.

Tahun 1992 Sochib menyerahkan tongkat estafet perusahaan kepada dua anaknya:
H.M. Hilmy sebagai Direktur Utama dan H.M. Mochlas sebagai Direktur Operasional. Di era
generasi ketiga inilah sistem manajemen perusahaan dibuat lebih profesional dan
modern.Mereka merekrut tenaga-tenaga profesional dan menempatkan dalam struktur
organisasi perusahaan.Kakak-beradik ini pula yang memperkenalkan budaya baru di
perusahaan. Tradisi uji coba untuk perbaikan kualitas, MCD kemudian dibawa naik kelas.
Segmen yang dibidik tidak lagi sembarangan, tapi menengah-atas dengan menghadirkan

14
produknya di supermarket sejak 1995."Pertama kali kami masuk ke Sarinah Semarang,"
kenang M. Noordin, Manajer Pemasaran MCD.

Pada saat yang sama, Hilmy dan Mochlas juga mengarahkan perusahaan untuk
memperoleh pengakuan manajemen mutu. Upaya ini tak sia-sia.HMR memperoleh sejumlah
penghargaan, antara lain, Sertifikat ABIQA dari Balai Penelitian dan Pengembangan Industri
Pertanian.Bahkan, tahun 2002 HMR berhasil menyabet Sertifikat ISO 9001, ISO 2000 dari
Sucofindo International Certification Services.Di bawah kendali kedua putra Sochib ini MCD
mulai menerapkan barcode (kode balok) pada kemasan guna memudahkan sistem
administrasi buat pemasaran global.Tahun 2002 statusnya pun berubah menjadi Perseroan
Terbatas.Tenaga kerja yang diserap HMR mencapai 120 orang dengan penguasaan pangsa
pasar sampai 50%. Bahkan saking larisnya produk jenang MCD, kini perusahaan sejenis
mulai menjiplak produknya dengan memakai label mubarok.

BAB IV

15
ANALISIS KASUS

1 Sistem informasi pemasaran (SIP) perusahaan jenang PT. Mubarokfood Cipta Delicia
Kudus
a Informasi Pemasaran Perusahaan Jenang PT. Mubarokfood Cipta Delicia Kudus
Pada mulanya informasi kurang diperhatikan oleh perusahaan jenang PT.
Mubarokfood Cipta Delicia Kudus. Tetapi seiring berkembangnya zaman
kebutuhan informasi pemasaran sangatlah penting untuk mengelola masa depan
perusahaan itu sendiri. Karena terdapat 3 kecenderungan[3]:
1 Perubahan pemasaran lokal menjadi pemasaran wilayah, nasional maupun
internasional.
2 Beralihnya dari kebutuhan pembeli menjadi keinginan pembeli.
3 Peralihan dari persaingan harga kepersaingan bukan harga.

Dalam penanganan sistem informasi pemasaran di perusahaan jenang PT.


Mubarokfood Cipta Delicia Kudus telah tersedia berbagai teknik-teknik informasi baru
seperti televisi, film-film mikro, komputer, alat perekam.

Pada umumnya perusahaan dagang beroperasi dengan tingkatan yang rendah dan
belum modernisasi informasi.Tetapi pada perusahaan jenang PT. Mubarokfood Cipta Delicia
Kudus telah mempunyai bagian riset pasar, peramalan yang bersifat rutin, analisis penjualan,
dan departemen pemasaran yang pemeriksaanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

Sistem informasi pemasaran pada perusahaan jenang PT. Mubarokfood Cipta Delicia Kudus
dikumpulkan dari sumber sumber dari dalam maupun dari luar perusahaan.

Lingkungan memberikan bahan-bahan terhadap pemasaran. Lingkungan tersebut


dapat berupa[4]:

1 Lingkungan kebudayaan

Jenang atau dodol merupakan jajanan khas Kudus. Yang mana telah dikenal
konsumen dari berbagai kota seperti Cirebon, Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta,
Semarang, sampai Bali, Bandar Lampung dan Kalimantan. Pemasarannya menembus
mancanegara seperti, Hong Kong dan Malaysia.Sehingga menjadi kebudayaan bagi para
konsumennya untuk membeli jenang Mubarok jika berkunjung ke Kudus.

2 Pembeli

16
Membeli adalah keinginan pribadi, dan para penjual harus mengerti keinginan apa
saja dari pembeli baik yang dapat dilihat maupun yang tidak dapat dilihat secara nyata.
Begitu juga dengan konsumen jenang Mubarok, selain rasanya yang berfariasi dan harga
yang terjangkau para konsumen juga tertarik terhadap kemasannya yang inovatif sehingga
para konsumen tertarik untuk membeli.Konsumen dapat membeli diberbagai ritel seperti
Supermarket dan Swalayan, maupun cabang-cabangnya dengan pelayanan yang memadai.
3 Teknologi
Berbagai teknologi telah diupayakan dalam sistem informasi pemasaran jenang
Mubarok. Promosinya melalui berbagai media massa dan elektronik seperti Koran, majalah,
radio, blog, baliho, dan internet. Dengan perkembangan teknologi saat ini, PT Mubarok
Kudus juga melayani penjualan secara online.
4 Pesaing
Dalam tahap pemasarnnya perusahaan jenang Mubarok banyak menghadapi kendala,
salah satunya adalah ada produk lain yang menggunakan nama vip (huruf kecil) Mubarok, Al
Mubarok, Mubarokatin atau Mubarokatun. Meski dengan pendekatan tertentu produk
semacam ini dapat dihilangkan, tapi muncul lagi produk lain dengan nama yang mirip lagi.
"Karena produk ini menjanjikan keuntungan," ujar Muhammad Hilmy, Direktur Utama PT
Mubarokfood Cipta Delicia (MCD) mengungkapkan penyebab merek dagangnya terus ditiru.

2 Subsistem Informasi Pemasaran Perusahaan Jenang PT. Mubarokfood Cipta Delicia


Kudus
a Subsistem riset pemasaran

Merupakan sistem yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisis data
pelanggan dan calon pelanggan. Perusahaan Jenang PT. Mubarokfood Cipta Delicia Kudus
selalu mencatat pendistribusian barang, nama-nama pelanggan diberbagai kota,sehingga riset
pemasaran yang dianalisis selalu up to date.

b Subsistem informasi pemasaran

Merupakan subsistem yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan, dan analisis


terhadap pesaing.Perusahaan Jenang PT. Mubarokfood Cipta Delicia Kudus selalu
mengumpulkan dan menganalisis data para pesaing. Sehingga ketika merk Perusahaan
Jenang PT. Mubarokfood Cipta Delicia Kudus ditiru oleh perusahaan jenang yang lain seperti
Al Mubarok, Mubarokatin atau Mubarokatun dapat diketahui oleh Perusahaan Jenang PT.
Mubarokfood Cipta Delicia Kudus.

17
c Subsistem pemprosesan transaksi
Merupakan subsistem berupa sistem informasi akuntansi.Perusahaan Jenang PT.
Mubarokfood Cipta Delicia Kudus selalu membuat laporan mengenai pesanan, penjualan,
inventaris, piutang, utang dan lain-lain.Dengan informasi ini Perusahaan Jenang PT.
Mubarokfood Cipta Delicia Kudus dapat mengetahui masalah-masalah yang terjadi dan
membandingkan antara nilai prestasi yang nyata dan yang diharapkan.
d Subsistem produk
Subsistem produk berguna untuk membuat rencana produk baru. Perusahaan Jenang PT.
Mubarokfood Cipta Delicia Kudus mempuyai berbagai variasi rasa seperti Mubarok Rasa
Mocca, Cappucino, Mubarok Kombinasi, Rasa Susu, selain itu ada jenang rasa nangka,
bahkan rasa durian.
e Subsistem tempat

Subsistem tempat berguna untuk pengambilan keputusan terhadap penentuan tetap yang
sesuai dengan pelemparan produk yang dihasilkan.Perusahaan Jenang PT. Mubarokfood
Cipta Delicia Kudus juga menentukan tempat yang tepat untuk memasarkan produknya
diberbagai ritel maupun cabang-cabangnya seperti di Swalayan ADA, toko pusat di jalan
Sunan Kudus.
f Subsistem promosi
Berfungsi untuk melakukan analisis terhadap promosi yang dilakukan untuk
meningkatkan penjualan.Perusahaan Jenang PT. Mubarokfood Cipta Delicia Kudus
melakukan promosi diberbagai media seperti Koran, majalah, radio, baliho dan internet.
g Subsistem harga
Berfungsi untuk membantu menetapkan harga terhadap produk yang dihasilkan oleh
Perusahaan Jenang PT. Mubarokfood Cipta Delicia Kudus. Antara lain: Mubarok Rasa
Mocca, isi 12 Pcs Rp. 9.000,00, Mubarok Cappucino, isi 24 Pcs Rp. 15.000,00, Mubarok
Kombinasi, isi 10 x 3 Pcs Rp. 16.000,00, Mubarok Rasa Susu, isi 24 Pcs Rp. 15.000,00.
h Subsistem peramalan penjualan
Untuk melakukan peramalan penjualan[5], Perusahaan Jenang PT. Mubarokfood Cipta
Delicia Kudus mentarget pemasaran selama beberapa waktu dalam periode tertentu. Sehingga
dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mendesain berbagai rasa dan kemasan sehingga mampu
meramalkan penjualan yang maksimal.

BAB V

18
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Lingkungan pemasaran pada dasarnya terbagi dalam 2 macam yaitu lingkungan mikro
dan makro.Lingkungan-lingkungan tersebut memberikan ancaman dan kesempatan secara
bersamaan.Ada yang bersifat relatif permanen dan jangka panjang, ada pula yang berubah-
ubah, bersifat sementara, atau jangka pendek. Ada hubungan yang bersifat kerja sama, ada
yang bersifat persaingan atau perbedaan kepentingan, tetapi ada pula yang berbentuk
regulatif.

Dewasa ini perlu diketahui bahwasanya dalam aktivitas pemasaran juga diperhatikan
mengenai lingkungan jauh, yang dimana lingkungan jauh ini menggambarkan setting sosial-
budaya di suatu negara atau wilayah, yang secara permanen memberikan pengaruh kepada
perusahaan/organisasi. Analisis lingkungan jauh dikembangkan melalui tingkatan kekuatan
utama dalam perusahaan yakni: demografi, ekonomi, alamiah, teknologi, politik, budaya.

Sistem informasi pemasaran mencakup orang, peralatan, dan prosedur untuk


mengumpulkan, menyeleksi, menganalisis, mengevaluasi, dan mendistribusikan informasi
yang dibutuhkan secara tepat waktu dan akurat. Sistem informasi yang baik berawal dan
berakhir pada pengguna.

3.2 Saran

Perusahaan harus pandai dalam mengelola sistem informasi pemasaran dan


lingkungan pemasaran untuk membangun perusahaan menjadi lebih baik dimasa yang akan
datang, dan perusahaan dapat lebih mengenal mengenai lingkungan pemasaran sehingga
dalam memasarkan barang perusahaan akan dapat lebih mudah dan membangun dan
mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. Selain itu perusahaan
harus dapat memanfaatkan informasi guna mempermudah dalam proses pemasaran

DAFTAR PUSTAKA

19
Davis, Gordon B. 2003. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen. PT. Pustaka Binaman
Pressindo, Jakarta.

Armstrong,Gery. Kotler Philip. 2001. Dasar-Dasar Pemasaran. Indeks, Jakarta.

http://blog.ub.ac.id/arifianaccounting/pengaruh-lingkungan-pemasaran-terhadap-
kegiatan-pemasaran/ (diakses pada Minggu, 26 Maret 2017 14.30)

http://yurindra.wordpress.com/analisis/sistem-informasi-pemasaran-2/

(diakses pada Minggu, 26 Maret 2017 14.31)

20