Anda di halaman 1dari 34

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR

APARATUR SIPIL NEGARA

OPTIMALISASI KUALITAS PELAYANAN PASIEN


DI UPT PUSKESMAS I MENDOYO

NAMA : dr. NI PUTU DHITA PUTRI INDRIANI


NIP : 19910602 201902 1 007
NDH : 28

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III ANGKATAN V
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI BALI
TAHUN 2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, karena atas rahmat-
Nya lah Rancangan Aktualisasi yang berjudul Optimalisasi Kualitas Pelayanan Pasien di
UPT Puskesmas I Mendoyo ini bisa diselesaikan.
Dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini, penyusun tentunya mendapatkan banyak
bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima
kasih kepada :
1. Dr. Ida Bagus Sedhawa, S.E., M.Si. sebagai Kepala BPSDM Provinsi Bali yang telah
memberikan sarana prasarana dan fasilitas sehingga kegiatan Pelatihan Dasar CPNS
Golongan III ini dapat berlangsung dengan baik
2. Drs. I Made Budiasa, M.Si sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Jembrana yang telah
memberikan kesempatan dan fasilitas sehingga Pelatihan Dasar CPNS golongan III
ini dapat berlangsung baik.
3. Drs. I Nyoman Mariada, M.Si sebagai Coach yang telah memberikan bimbingan serta
memberikan banyak masukan sehingga saya sebagai penyusun dapat menyelesaikan
rancangan aktualisasi ini.
4. dr. Kadek Ayu Dewi Damayanti, selaku Kepala Puskesmas I Mendoyo, sekaligus
menjadi Mentor yang telah memberikan banyak saran dan dukungan bagi penulis.
5. Bapak dan Ibu Widyaiswara yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan dalam
penyusunan rancangan aktualisasi.
6. Panitia pelaksana Pelatihan Dasar CPNS Angkatan V Tahun 2019.
7. Teman-teman sesama CPNS Pelatihan Dasar Golongan III yang telah memberikan
masukan dan motivasi kepada penulis.
Rancangan aktualisasi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran
yang bersifat membangun sangat saya harapkan demi sempurnanya rancangan aktualisasi ini.
Semoga rancangan aktualisasi ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat
untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Denpasar, 28 Mei 2019

Penulis

ii
LEMBAR PERSETUJUAN SEMINAR
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR
APARATUR SIPIL NEGARA

NAMA : dr. NI PUTU DHITA PUTRI INDRIANI


NIP : 19910602 201902 1 007
JABATAN : DOKTER UMUM AHLI PERTAMA
I N STAN S I : UPT PUSKESMAS I MENDOYO
JUDUL : OPTIMALISASI KUALITAS PELAYANAN
PASIEN DI UPT PUSKESMAS I MENDOYO

Telah memenuhi persyaratan dan mendapat persetujuan untuk mengikuti Seminar Rancangan
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ASN di Hotel Batukaru Denpasar yang akan dilaksanakan pada
tanggal 29 Mei 2019

Denpasar, 28 Mei 2019

Widyaiswara Pembimbing/Coach, Atasan Langsung/Mentor,

( Drs. I Nyoman Mariada, M. Si) ( dr. Kadek Ayu Dewi Damayanti )


NIP. 19561231 198603 1 176 NIP. 19800612 201101 2 011

LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR
APARATUR SIPIL NEGARA

iii
NAMA : dr. NI PUTU DHITA PUTRI INDRIANI
NIP : 19910602 201902 1 007
JABATAN : DOKTER UMUM AHLI PERTAMA
I N STAN S I : UPT PUSKESMAS I MENDOYO
JUDUL : OPTIMALISASI KUALITAS PELAYANAN
PASIEN DI UPT PUSKESMAS I
MENDOYO

Telah mengikuti Seminar Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ASN di Hotel Batukaru
Denpasar yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2019 sebagai persyaratan sebelum
melakukan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN (off campus) di Unit Kerjanya masing-
masing.

Denpasar, 29 Mei 2019

Widyaiswara Pembimbing/Coach, Atasan Langsung/Mentor,

( _Drs. I Nyoman Mariada, M.Si__) (dr. Kadek Ayu Dewi Damayanti)


NIP. 19561231 198603 1 176 NIP. 19800612 201101 2 011

Penguji,

( Drs. I Made Budiasa, M.Si )


NIP. 19671002 198602 1 001

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................................... i


KATA PENGANTAR......................................................................................................... ii
LEMBAR PERSETUJUAN............................................................................................... iii
LEMBAR PENGESAHAN................................................................................................ iv
DAFTAR ISI....................................................................................................................... v
DAFTAR TABEL .............................................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang...............................................................................................1

iv
1.2 Tujuan............................................................................................................2
1.3 Tugas pokok...................................................................................................2
1.4 unit Kerja.......................................................................................................3
1.5 visi Misi Organisasi.......................................................................................3
1.6 Penetapan Isu.................................................................................................4
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI
2.1 Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN..........................................................................5
2.1.1 Akuntabilitas.........................................................................................5
2.1.1 Nasionalisme.........................................................................................7
2.1.3 Etika Publik...........................................................................................8
2.1.4 Komitmen Mutu....................................................................................11
2.1.5 Antikorupsi............................................................................................12
2.2 Rancangan Kegiatan Aktualisasi.......................................................................14
2.3 Analisis Dampak...............................................................................................16
BAB III PENUTUP
Kesimpulan.............................................................................................................26
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Rancangan Kegiatan ............................................................................................ 16


Tabel 2. Jadwal Kegiatan.................................................................................................... 25

v
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Aparatur sipil negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi
pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja
pada instansi pemerintah (UU No 5 tahun 2014). Aparatur Sipil Negara (ASN)
memiliki tiga fungsi penting, yaitu sebagai pelayan publik, pembuat dan pelaksana
kebijakan, serta perekat dan pemersatu bangsa. ASN juga mempunyai peran yang
amat penting dalam rangka menciptakan masyarakat madani yang taat hukum,
berperadaban modern,demokratis, makmur, adil dan bermoral tinggi dalam
menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat secara adil dan merata, menjaga
persatuan dan kesatuan bangsa dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila dan
UUD 1945 (LAN, 2017).

Adanya Pelatihan Dasar (Latsar) pola baru ini juga diharapkan dapat
membentuk kader ASN yang berkualitas berlandaskan pada nilai-nilai dasar
yang meliputi: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu,
dan Anti Korupsi yang dapat diakronimkan menjadi ANEKA. Dengan
demikian peserta Diklat Pelatihan Dasar dapat menjadi Aparatur Sipil Negara
yang profesional sebagai pelaksanaan kebijakan publik, pelayan publik, dan
perekat dan pemersatu bangsa.

Sistem pembelajaran pada pendidikan dan pelatihan prajabatan pola baru


menuntut setiap peserta diklat Pelatihan Dasar untuk mengaktualisasikan nilai-
nilai dasar profesi. Melalui proses pembelajaran aktualisasi ini, seluruh atau
beberapa nilai dasar akan melandasi pelaksanaan setiap kegiatan Diklat
Pelatihan Dasar, setiap peserta harus menemukan dan mengungkapkan makna
dibalik penerapan nilai-nilai dasar tersebut pada setiap pelaksanaan kegiatan
yang telah dirancang oleh peserta Pelatihan Dasar di tempat tugas.

Salah satu bentuk upaya untuk mewujudkan aparatur yang mampu


menanamkan dan mengaplikasikan nilai-nilai dasar ANEKA dan memahami

1
perannya di dalam NKRI yaitu dengan penyusunan rancangan aktualisasi pada
satuan kerja masing-masing. Rancangan aktualisasi tersebut menuntut CPNS
untuk mampu menemukan isu yang berkaitan dengan tugas dan fungsi pokoknya
masing-masing, serta inovasi yang digagas untuk memecahkan isu tersebut.

Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu tempat yang digunakan untuk


menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif
maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan/atau
masyarakat. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas
adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan
masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

Berangkat dari hal tersebut, optimalisasi pelayanan yang berfokus pada


pelayanan memang menjadi ujung tombak dalam mewujudkan suatu pelayanan
yang kondusif di UPT Puskesmas I. Bertolak pada uraian di atas, maka disusunlah
rancangan aktualisasi yang berjudul: “Optimalisasi Kualitas Pelayanan Pasien
di UPT Puskesmas I Mendoyo”.

1.2 Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai pada perancangan aktualisasi ini adalah :


1. Meningkatkan pelayanan pelayanan kesehatan sesuai Prinsip Peran dan
Kedudukan ASN.
2. Meningkatkan Pelayanan Kesehatan sesuai Nilai dasar ASN (ANEKA).

1.3 Tugas Pokok


Sebagai seorang dokter umum di UPT Puskesmas I Mendoyo mempunyai
beberapa tugas pokok dalam kaitannya dengan jabatan dokter umum ahli
pertama. Berdasarkan Kepmenpan Nomor 139/KEP/M.PAN/11/2003 Bab V
pasal 7 dokter umum ahli pertama memiliki 35 uraian tugas pokok dan fungsi
( tupoksi ). Sebagai dokter jaga memili tugas dan fungsi sebagai berikut :
a. Melaksanakan tugas pelayanan kesehatan

2
b. Melaksanakan penyuluhan maupun kelompok
c.Membantu manajemen dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi UPT
Puskesmas
d. Membantu manajemen membina karyawan/karyawati dalam pelaksanaan
tugas sehari-hari
e. Membantu menyusun perencanaan kegiatan Puskesmas
f. Membantu menggerakkan staff dalam pelayanan
g. Membantu manajemen memonitor dan mengevaluasi kegiatan Puskesmas
h. Membina petugas dalam meningkatkan mutu pelayanan
i. Membina perawat dan bidan dalam pelaksanaan MTBS
j. Membantu manajemen melakukan supervise dalam pelaksanaan kegiatan
pustu pusling, polindes, dan posyandu di masyarakat
k. Mengkoordinir kegiatan system informasi kesehatan
l. Membantu menyusun profil kesehatan

1.4 Unit Kerja


Ruang lingkup kegiatan aktualisasi nilai dasar meliputi pelayanan di Poli
Umum, UGD, dan Rawat Inap Puskesmas I Mendoyo mulai tanggal 1 Juni sampai
dengan tanggal 30 Juni 2019 yang menerapkan nilai dasar Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu serta Antikorupsi sebagai Aparatur
Sipil Negara.

1.5 Visi Misi Organisasi


1. Visi
Visi UPT Puskesmas I Mendoyo adalah “ Puskesmas I Mendoyo Menjadi
Pusat Pelayanan Prima”.Visi ini perlu ditanamkan pada setiap unsur
organisasi sehingga menjadi visi bersama (shared vision) yang pada
gilirannya mampu mengarahkan dan menggerakkan segala sumber daya
instansi.

2. Misi
Dari visi tersebut diatas dijabarkan kedalam misi sebagai berikut:
a. Mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) Puskesmas sebagai
Penggerak Pelayanan Kesehatan.
b. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Dasar yang Bermutu, Merata
dan Terjangkau

3
c. Mendorong Kemandirian Masyarakat Untuk Hidup Bersih dan Sehat
dengan Meningkatkan Kesehatan Individu, Keluarga dan Masyarakat
Beserta Lingkungan.
d. Menggerakkan Potensi Sumber Daya Yang Menunjang Percepatan
Pencapaian Pembangunan Kesehatan di Wilayah Puskesmas I
Mendoyo.
Mewujudkan VISI dan MISI tersebut, UPT Puskesmas Mendoyo
menerapkan
MOTTO yaitu “ Kesembuhan dan Kepuasan Anda adalah Kebahagiaan
Kami”
Sedangkan Janji Layanan Puskesmas Mendoyo adalah :“ SEHATI”
S: Segera (pelayanan yang tanggap, cepat, bermutu)
E : Efektif (memberikan pelayanan dengan protap pelayanan)
H : Handal ( pelayanan dengan kompetensi tenaga)
A : Aman (pelayanan yang memberikan rasa aman secara fisik,
psikologis)
T : Tanggap (pelayanan dengan penelusuran kasus)
I : Indah (pelayanan dengan lingkungan asri, bersih dan tertib)

1.6 PENETAPAN ISU


Rancangan aktualisasi ini dimulai dengan mengidentifikasi isu yang muncul
pada Instansi kerja penulis, yaitu UPT Puskesmas I Mendoyo. Isu muncul dari
berbagai sumber, yaitu ; hasil observasi dan pengalaman penulis selama masa
percobaan CPNS, Tugas pokok dan fungsi penulis sebagai Dokter Umum di UPT
Puskesmas I Mendoyo. Beberapa isu yang muncul dari sumber-sumber diatas
kemudian di inventarisir dengan mengkategorikannya ke dalam tiga prinsip ASN
yaitu ; Manajemen ASN, Pelayanan Publik, dan Whole of Government (WoG).
Langkah selanjutnya adalah penulis mengkonsultasikan isu yang telah
teridentifikasi kepada Coach dan Mentor untuk kemudian dapat di analisis secara
mendalam sehingga terpilihlah sebuah core issue. Berdasarkan alur tersebut, maka
didapatkanlah 5 buah isu yang telah diidentifikasi dan terkategorisasi dengan
prinsip ASN, sebagai berikut :

4
1) Kurang optimalnya pelayanan pasien di Puskesmas Mendoyo I
2) Lamanya proses administrasi pendaftaran pasien di Puskesmas I
Mendoyo
3) Kurangnya komunikasi antara petugas Puskesmas dan Pasien
4) Kurang disiplinnya pegawai dalam jam kehadiran di puskesmas I
Mendoyo
5) Kurangnya SDM dan fasilitas penunjang di Puskesmas I Mendoyo
Dari permasalahan-permasalahan yang telah diidentifikasi tersebut, setelah
dilakukan validasi isu dengan metode APKL ternyata dari 5 (lima) isu yang valid
hanya 2 (tiga) isu yaitu :
1) Kurang optimalnya pelayanan pasien di Puskesmas Mendoyo I
2) Kurangnya komunikasi antara petugas Puskesmas dan Pasien
3) Kurangnya komunikasi antara petugas Puskesmas dan Pasien

Mengingat keterbatasan waktu, tenaga, biaya dan sarana yang tersedia,


maka dari ketiga isu itu dipilih satu isu yang menjadi prioritas (Core Issu)
dengan menggunakan metode USG. Berdasarkan hasil analisis USG ditetapkan
isu yang menjadi prioritas (core issue) adalah “Kurang Optimalnya
Pelayanan Pasien di Puskesmas I Mendoyo”.

BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI

2.1 Nilai- Nilai dasar Profesi ASN


Ada 5 (lima) nilai-nilai dasar profesi ASN yang dibutuhkan dalam
menjalankan tugas jabatan secara profesional sebagai pelayan masyarakat
meliputi : 1) Akuntabilitas; 2) Nasionalisme; 3) Etika Publik; 4) Komitmen
Mutu; dan 5) Anti Korupsi atau dapat disingkat sebagai ANEKA. Penjelasan
dari kelima nilai tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.

5
2.1.1 Akuntabilitas

Akuntabilitas merupakan sebuah kewajiban individu, kelompok, atau institusi


untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang
Pegawai Negeri Sipil adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik antara lain:
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika
terjadi konflik kepentingan antara kepentingan publik dengan
sektor, kelompok dan pribadi.
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari
dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis.
c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
d. Menunjukkan sikap dan prilaku yang konsisten dan dapat
diandalkan sebagai penyelenggara pemerintah.

Akuntabilitas terdiri dari beberapa aspek. Menurut LAN RI (2015:8), aspek-


aspek tersebut terdiri dari:
a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan
b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil
c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan
d. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja

Berdasarkan aspek-aspek tersebut seorang PNS harus memiliki tanggung


jawab dalam menjalankan setiap tugasnya. Bovens (dalam LAN RI,
2015:10)
menyatakan bahwa akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama yaitu:
a. untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi);
b. untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran
konstitusional);
c. untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).

Akuntabilitas publik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu akuntabilitas


vertikal (vertical accountability) dan akuntabilitas horizontal (horizontal
accountability). Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas
pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi. Akuntabilitas vertikal

6
membutuhkan pejabat pemerintah untuk melaporkan “ke bawah” kepada publik.
Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada
masyarakat luas. Akuntabilitas ini membutuhkan pejabat pemerintah untuk
melaporkan “ke samping” kepada para pejabat lainnya dan lembaga negara.

7
Selain itu, menurut LAN RI (2015: 11), akuntabilitas terdiri dari 5 tingkatan sebagai
berikut.
1. Akuntabilitas personal
2. Akuntabilitas individu
3. Akuntabilitas kelompok
4. Akuntabilitas organisasi
5. Akuntabilitas stakeholder

Akuntabilitas memiliki empat dimensi agar memenuhi terwujudnya sektor publik


yang akuntabel, diantaranya sebagai berikut.
a. Akuntabilitas kejujuran dan hukum (accountability for probity and legality);
b. Akuntabilitas proses (process accountability);
c. Akuntabilitas program (program accountability);
d. Akuntabilitas kebijakan (policy accountability).

Dalam pengambilan keputusan yang akuntabel, seorang PNS mengambil langkah-


langkah sebagai berikut.
a. Memastikan tindakan dan keputusan yang berimbang dan tidak bias.
b. Bertindak adil dan mematuhi prinsip-prinsip due process.
c. Akuntabel dan transparan.
d. Melakukan pekerjaan secara penuh, efektif, dan efisien.
e. Berperilaku sesuai dengan standar sektor etika publik sesuai dengan
organisasinya.
f. Mendeklarasikan secara terbuka bila terjadi adanya potensi konflik kepenting

Nilai-nilai sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel antara lain :
a. Kepemimpinan (memberikan contoh pada orang lain, adanya
komitmen yang tinggi dalam melakukan pekerjaan);
b. Transparansi (mendorong komunikasi dan kerjasama,
meningkatkan kepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan);
c. Integritas (kewajiban untuk mematuhi undang – undang, kontrak, kebajikan,
dan peraturan yang berlaku);
d. Tanggung jawab/Responsibilitas (terbagi atas responsibilitas perseorangan
dan responsibilitas institusi);

8
e. Keadilan (ketidakadilan dapat menghancurkan kepercayaan
dan kredibilitas organisasi);
f. Kepercayaan (lingkungan akuntabilitas akan lahir dari hal – hal yang
dapat dipercaya);
g. Keseimbangan (keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan,
serta harapan dan kapasitas);
h. Kejelasan (mengetahui kewenangan dan tanggungjawab);
dan i. Konsistensi (konsistensi menjamin kestabilan).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas
merupakan kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai oleh PNS.

2.1.2 Nasionalisme

Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya
sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya (chauvinism).
Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang
wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain (LAN RI,
2015:1). Secara politis nasionalisme berarti pandangan atau paham kecintaan manusia
Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
Dalam UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN, salah satu fungsi ASN adalah
menjalankan kebijakan publik. Kebijakan publik diharapkan dapat dilakukan dengan
integritas tinggi dalam melayani publik sehingga dalam menjadi pelayan publik yang
professional. ASN adalah aparat pelaksana yang melaksanakan segala peraturan
perundang-undangan yang menjadi landasan kebijakan publik untuk mencapai tujuan-
tujuan yang ditetapkan.
Indikator-indikator yang terdapat dalam nilai nasionalisme yang harus dimiliki
Aparatur Sipil Negara antara lain sebagai berikut:
a. Berwawasan kebangsaan yang kuat
b. Memahami pluralitas
c. Berorientasi kepublikan yang kuat
d. Mementingkan kepentingan nasional di atas segalanya

2.1.3 Etika Publik


Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang
standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan
untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab
pelayanan publik (LAN, 2015: 6). Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat
publik untuk memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan keseimbangan antara
penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi peribadi, dan kebijaksanaan di dalam pelayanan
publik (Haryatmoko dalam LAN,2015: 7).
Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok
khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuan-
ketentuan tertulis (LAN, 2015:9). Kode etik profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah
laku/etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis
yang diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu.
Berdasarkan undang-undang ASN, kode etik dan kode perilaku ASN yakni sebagai
berikut:
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas
tinggi
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang
berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan dan etika pemerintahan
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan Negara
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab,
efektif, dan efisien
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain
yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan dan
jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri
sendiri atau untuk orang lain
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas
ASN
l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin
pegawai ASN.
Selanjutnya, perlu diketahui tentang nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana
tercantum dalam Undang-Undang ASN sebagai berikut:
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara Pancasila;
b. Setia dan mempertahankan Undang-undang dasar Negara Kesatuan Republik
Indonesia 1945;
c. Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak;
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif;
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;
g. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik;
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah;
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat,
berdaya guna, berhasil guna, dan santun;
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;
k. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama;
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai;
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan;
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir.
Dimensi etika publik terdiri dari: 1) dimensi tujuan pelayanan publik yang bertujuan
untuk mewujudkan pelayanan yang berkualitas dan relevan; 2) dimensi modalitas yang
terdiri dari akuntabilitas, transparansi, dan netralitas; serta 3) dimensi
tindakan integritas publik (LAN, 2015:11). Ketiga dimensi tersebut dapat menjadi dasar
untuk menjadi pelayan publik yang beretika. Etika publik menjadi sebuah refleksi kritis
yang mengarahkan nilai-nilai kejujuran, solidaritas, keadilan, dan kesetaraan yang
dipraktikkan dalam wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pelayanan publik yang profesional membutuhkan tidak hanya kompetensi teknis


dan leadership, namun juga kompetensi etika. Oleh karena itu perlu dipahami etika dan
kode etik pejabat publik. Tanpa memiliki kompetensi etika, pejabat cenderung menjadi
tidak peka, tidak peduli dan bahkan seringkali diskriminatif, terutama pada masyarakat
kalangan bawah yang tidak beruntung. Etika publik merupakan refleksi kritis yang
mengarahkan bagaimana nilai-nilai kejujuran, solidaritas, keadilan, kesetaraan, dan lain-
lain dipraktikkan dalam wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap kesejahteraan
masyarakat. Dengan diterapkannya kode etik ASN, perilaku pejabat publik harus berubah
dari penguasa menjadi pelayan, dari wewenang menjadi peranan, dan menyadari bahwa
jabatan publik adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan bukan hanya di dunia
namun juga di akhirat.

Terdapat 6 prinsip etika publik, yaitu:


1) Keindahan (beauty), yakni prinsip yang berkaitan/dapat menghasikan rasa
senang
2) Persamaan (equality), yakni prinsip yang berkaitan dengan kesamaan harkat
dan derajat/tidak diskriminatif
3) Kebaikan (goodness), yakni prinsip yang berkaitan dengan cita rasa/perasaan
4) Keadilan (justice), yakni prinsip yang berkaitan dengan rasa adil (didasarkan
kebutuhan)
5) Kebebasan (liberty), yakni prinsip yang berkaitan dengan keleluasaan namun
tidak mengganggu orang lain
6) Kebenaran (truth), yakni prinsip yang didasarkan pada kebenaran baik secara
ilmiah maupun mutlak
Agar etika publik dapat dihayati, diperlukan kode etik diantara aparatur sipil negara.
Dengan rumusan kode etik yang baik dan diikuti sebagai pedoman bertindak dan
berperilaku, sehingga para aparatur negara akan melihat kedudukan mereka sebagai alat
bukan sebagai tujuan.
Mengacu pada TAP MPR NO.VI/MPR/2001 ada pokok-pokok etika kehidupan
berbangsa yaitu:
a. Etika sosial dan budaya
b. Etika politik dan pemerintahan
c. Etika ekonomi dan bisnis
d. Etika penegakan hukum yang berkeadilan
e. Etika keilmuan
f. Etika lingkungan.

Adapun aktualisasi etika Aparatur Sipil Negara antara lain:


1. Aktualisasi etika publik untuk peningkatan kualitas pelayanan publik
2. Aktualisasi kode etik untuk melawan korupsi
3. Aktualisasi kode etik untuk peningkatan kinerja organisasi
4. Aktualisasi kode etik untuk peningkatan integritas publik

2.1.4 Komitmen Mutu


Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang
tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Aspek utama yang
menjadi target stakeholder adalah layanan yang komitmen pada mutu melalui
penyelenggaraan tugas secara efektif, efisien, inovatif dan berorientasi mutu.
a. Efektif
Efektivitas menunjukan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan,
baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja sedangkan efektivitas
organisasi berarti sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang
ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang coba dikerjakannya. Efektivitas
organisasi berarti memberikan barang atau jasa yang dihargai oleh pelanggan.
b. Efisien
Efisien adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan atau
tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan
dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya sedangkan
efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai
tujuan organisasi. Efisiensi organisasi ditentukan oleh berapa banyak bahan
baku, uang, dan manusia yang dibutuhkan untuk menghasilkan jumlah
keluaran tertentu.
Efisensi dapat dihitung sebagai jumlah sumber daya yang digunakan untuk
menghasilkan barang dan jasa.
c. Inovasi
Inovasi adalah cara utama dimana suatu organisasi beradaptasi terhadap
perubahan di pasar, teknologi dan persaingan.
d. Mutu
Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yag diberikan kepada
pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, dan bahkan melampaui
harapannya. Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk
mengukur capaian hasil kerja.

Nilai-nilai dasar orientasi mutu dalam memberikan layanan prima sekurang-


kurangnya akan mencakup hal-hal berikut.
a. Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan customer/clients.
b. Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara agar
customer/clients tetap setia.
c. Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi tanpa cacat, tanpa kesalahan,
dan tidak ada pemborosan.
d. Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan dengan pergeseran
tuntutan kebutuhan customer/clients mauun perkembangan teknologi.
e. Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan.
f. Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai cara, antara
lain pendidikan, pelatihan, pengembangan ide kreatif, kolaborasi dan
benchmark.

2.1.5 Anti Korupsi

Korupsi berasal dari bahasa latin coruptio dan corruptus yang berarti kerusakan atau
kebobrokan. Dalam bahasa Yunani coruptio artinya perbuatan yang tidak baik, buruk,
curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma
agama, material, mental dan umum. Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang
dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma–
norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan Negara atau masyarakat
baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ada 7 jenis korupsi menurut Syed Husin Alatas (LAN, 2014:17) yaitu:
1. Korupsi Transaktif yaitu ditandai adanya kesepakatan timbal balik kedua pihak
yang sama-sama aktif demi keuntungan bersama;
2. Korupsi Ekstroaktif yaitu ditandai adanya tekanan kepada pihak pemberi untuk
menyuap demi kepentingan keselamatan diri dan koleganya;
3. Korupsi Investif yaitu penawaran barang/jasa yang keuntungannya diharapkan
dimasa datang;
4. Korupsi Nepotistik yaitu ditandai dengan perlakuan khusus kepada kerabatnya
dalam suatu kedudukan;
5. Korupsi Autogenik yaitu korupsi yang di lakukan individu dengan
memanfaatkan kelebihan pemahaman dan pengetahuannya sendiri;
6. Korupsi Suportif yaitu tindakan korupsi untuk melindungi tindak korupsi
lainnya;
7. Korupsi Defensif yaitu korupsi yang terpaksa dilakukan untuk
mempertahankan diri dari pemerasan.

Menurut UU No. 31/1999 jo No. UU 20/2001, terdapat 7 kelompok tindak pidana


korupsi yang terdiri dari: (1) kerugian keuangan negara; (2) suap-menyuap; (3) pemerasan;
(4) perbuatan curang; (5) penggelapan dalam jabatan; (6) benturan kepentingan dalam
pengadaan; dan (7) gratifikasi.
Menanamkan sikap sadar anti korupsi merupakan salah satu cara untuk menjauhkan
diri kita dari korupsi. Nilai-Nilai dasar anti korupsi adalah sebagai berikut.
a. Jujur
b. Peduli
c. Mandiri
d. Disiplin
e. Tanggungjawab
f. Kerja keras
g. Sederhana
h. Berani
i. Adil
Korupsi juga disebut sebagai kejahatan yang luar biasa, karena dampaknya
menyebabkan kerusakan dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat, dan
kehidupan yang luas. Menurut LAN RI (2014:8) yang dikutip dari berbagai sumber, dampak
perilaku dan tindak pidana korupsi adalah sebagai berikut.
a. Negara korup harus membayar biaya hutang yang lebih
besar
b. Harga infrastruktur lebih tinggi
c. Tingkat korupsi yang tinggi meningkatkan ketimpangan pendapatan
dan kemiskinan
d. Korupsi menurunkan investasi dan karenanya menurunkan
pertumbuhan ekonomi
e. Persepsi korupsi memiliki dampak yang kuat dan negatif terhadap arus
investasi asing
f. Negara-negara yang dianggap memiliki tingkap korupsi yang relatif rendah
selalu menarik investasi lebih banyak dari pada negara rentan korupsi
Kesadaran anti korupsi yang dibangun melalui pendekatan spiritual, dengan selalu
ingat akan tujuan keberadaannya sebagai manusia di muka bumi, dan selalu ingat bahwa
seluruh ruang dan waktu kehidupannya harus dipertanggungjawabkan sehingga dapat
menjadi benteng kuat untuk anti korupsi. Tanggung jawab spiritual yang baik akan
menghasilkan niat yang baik dan mendorong untuk memiliki visi dan misi yang baik, hingga
selalu memiliki semangat untuk melakukan proses atau usaha untuk mendapatkan hasil
terbaik agar dapat dipertanggungjawabkan secara publik.

2.2 Rancangan Kegiatan Aktualisasi


Unit Kerja : UPT Puskesmas I Mendoyo
Core Isu : Kurang Optimalnya Kualitas Pelayanan pasien di UPT
Puskesmas I Mendoyo
Gagasan Pemecahan Isu : Upaya Optimalisasi Kualitas Pelayanan Pasien di UPT
Puskesmas I Mendoyo
Rancangan Kegiatan :
1. Melakukan Pelayanan Medis di Poli Umum
2. Memeriksa Pasien di Unit Gawat Darurat
3. Melakukan Pemeriksaan Pasien di Unit Rawat Inap
4. Melakukan edukasi kepada pasien/keluarga pasien
tentang penyakit dan hasil pemeriksaan penunjang
5. Melakukan Persalinan Normal di Ruang Bersalin
6. Sosialisasi dan penyebaran pamflet cuci tangan
Tabel 1. Rancangan Kegiatan

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Substansi Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai
/Hasil Mata Pelatihan Visi dan Misi Organisasi
Organisasi
1 Melakukan a. Pasien yang sudah Pasien mendapatkan Akuntabilitas: seorang Dengan melakukan Segera :
pelayanan Medis diregistrasi dipanggil hasil pengobatan dokter harus bekerja dengan pelayanan medik umum Dapat dilihat pada
di Poli Umum perawat yang prima konsisten dan penuh rawat jalan terdapat saat pelayanan,
b. Menyapa pasien dan tanggung jawab, karena keterkaitan dengan visi memberikan
mencocokan identitas Bukti Kegiatan : solusi dari penyakit pasien organisasi yaitu menjadi pelayanan yang
dengan rekam medik Foto dokumentasi berada di tangan dokter. pusat pelayanan prima cepat tanggap dan
c. Melakukan anamnesa, Pelayanan medis di Poli bermutu
pemeriksaan fisik Umum Nasionalisme: Melayani
terhadap pasien secara pasien harus dilakukan Efektif : memberi
lebih cepat dan tepat dengan adil dan tanpa pelayanan sesuai
sesuai dengan diskriminasi. dengan protap
profesionalisme dan
diagnose Etika Publik: Menyapa Handal :
d. Memberikan pasien dan mencocokan pelayanan
pengantar pemeriksaan identitas dengan rekam diberikan oleh
penunjang untuk medik dengan senyum, tenaga kesehatan
mendukung diagnose salam, sapa, sopan santun yang sesuai dan
sesuai indikasi medis kepada semua pasien dan kompeten
e. Menentukan menjaga rahasia rekam dibidangnya.
diagnose dengan benar medis pasien
sesuai dengan protab
dan keilmuan Komitmen Mutu:
f. Memberikan terapi Pelayanan kepada pasien
yang benar rasional dilakukan dengan cepat
sesuai dengan kondisi tanggap dan sesuai
medis dan kebutuhan prosedur.
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Substansi Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai
/Hasil Mata Pelatihan Visi dan Misi Organisasi
Organisasi
pasien Anti Korupsi: Dalam
bekerja seorang dokter
harus jujur tanpa
kecurangan dalam
melakukan terapi sesuai
indikasi dan rasional.

2 Memeriksa a. Memprioritaskan Pasien mendapatkan Akuntabilitas : Dimana Dengan memeriksa Segera :


Pasien di Unit pasien sesuai tingkat pelayanan kesehatan tugas dokter umum sebagai kondisi fisik pasien Dapat dilihat pada
Gawat Darurat kegawatdaruratan, yang menyeluruh, cepat ujung tombak menentukan secara lengkap dan saat pelayanan,
sesuai dengan protab tepat dan efisien kondisi pasien dan tingkat menyeluruh dengan memberikan
yang berlaku dengan emergensinya harus cepat tepat dan efisien pelayanan yang
cepat tepat dan efisien . Bukti Kegiatan : bertanggung jawab dengan pada pasien Unit Gawat cepat tanggap dan
b. Menyapa pasien Foto dokumentasi professional. Darurat (UGD) sesuai bermutu
dengan ramah dan Pelayanan medis di Poli dengan visi organisasi
mencocokkan data Umum Nasionalisme : Perlakuan yaitu, menjadi pusat Efektif : memberi
pasien dengan rekam dokter dalam menentukan pelayanan prima. pelayanan sesuai
medis, tingkat emergensinya harus dengan protap
c. Melakukan anamnesa, adil tanpa diskriminasi dan
pemeriksaan fisik, penuh rasa kemanusiaan Handal :
diagnose, pelayanan
d. memberikan terapi Etika Publik: Menyapa diberikan oleh
untuk pasien yang pasien dan mencocokan tenaga kesehatan
masih bisa rawat jalan, identitas dengan rekam yang sesuai dan
dan merawat inapkan medik dengan senyum, kompeten
pasien yang memiliki salam, sapa, sopan santun dibidangnya.
indikasi rawat inap di kepada semua pasien dan
puskesmas. berjiwa peduli
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Substansi Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai
/Hasil Mata Pelatihan Visi dan Misi Organisasi
Organisasi
e. Memberikan KIE .
Komitmen Mutu : Dimana
seseorang dokter dalam
menentukan tingkat
emergensinya cepat tepat
dan berpegang pada nilai-
nilai keilmuannya, memiliki
komitmen yang baik dan
konsistensi dalam bertugas
.
Anti Korupsi: Dalam
bekerja seorang dokter
harus jujur tanpa
kecurangan dalam
melakukan terapi sesuai
indikasi.
3 Melakukan 1. Memeriksa seluruh Pasien mendapatkan Akuntabilitas : Dokter Dengan memberikan Handal :
Pemeriksaan status pasien rawat pemeriksaan melakukan pemeriksaan pelayanan kesehatan pelayanan
Pasien di Unit inap, mulai dari menyeluruh sesuai dengan penuh rasa tanggung yang bermutu pada Unit diberikan oleh
Rawat Inap keluhan dan diagnosis prosedur, sehingga jawab Rawat Inap tenaga kesehatan
saat pasien baru dapat meningkatkan berkontribusi pada visi yang sesuai dan
datang. kesembuhan Nasionalisme : Tidak akan Puskesmas yaitu pusat kompeten
2. Mengucapkan salam pasien,mencegah melakukan diskriminasi pelayanan yang prima. dibidangnya.
dan memperkenalkan perburukan penyakit, kepada pasien, semua pasien
diri kepada pasien dan serta diperiksa, diberikan terapi,
keluarganya. mempertimbangkan dan diberikan edukasi yang Tanggap :
3. Melakukan pelayanan rujukan tepat sesuai dengan penyakit Pelayanan
anamnesa/menggali bila diperlukan. yang dideritanya. diberikan dengan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Substansi Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai
/Hasil Mata Pelatihan Visi dan Misi Organisasi
Organisasi
informasi tentang penulusuran kasus,
penyakitya, tentang Bukti Kegiatan : Etika Publik : Saya akan sehingga dapat
keluhan yang Foto dokumentasi meminta ijin untuk diketahui causa,
dirasakan saat ini. Visite Pasien di Unit melakukan pengecekan dan dan dapat diberikan
4. Meminta ijin Rawat Inap bersikap ramah dan sopan terapi yang tepat.
melakukan kepada pasien.
pemeriksaan fisik
( pemeriksaan fisik Komitmen mutu : Saya
yang mengarah ke akan memeriksa pasien
diagnose penyakit). dengan cepat dan tepat.
Dokter didampingi
oleh perawat Anti Korupsi : tidak
5. Selesai pemeriksaan menerima pemberian
menjelaskan hasil apapun dari pasie agar
pemeriksaan/diagnosis mengutamakan pengecekan
, kondisi pasien, dirinya.
merencanakan
pemeriksaan dan
pengobatan
selanjutnya.
4 Melakukan 1. Memanggil Pasien yang sakit Akuntabilitas : Setiap Melalui kegiatan ini Aman : edukasi
edukasi kepada pasien/keluarga dan saluran pernafasan pasien yang sakit akan saya diharapkan dapat diberikan secara
pasien/keluarga mempersilahkan mengenakan masker tentukan diagnosisnya berkontribusi pada visi perlahan, sehingga
pasien tentang duduk. secara bertanggung jawab misi Puskesmas I memberikan rasa
penyakit dan hasil 2. Mengucapkan salam Mengurangi penyebaran Mendoyo yang aman secara fisik
pemeriksaan kepada penyakit menular Nasionalisme : Dalam hal menjadikannya sebagai dan psikologis
penunjang pasien/keluarganya ini saya akan melakukan Pusat Pelayanan Prima, terhadap
dan maksud tujuan Bukti Kegiatan : dengan penuh keadilan dan menyelenggarakan penyakitnya.
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Substansi Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai
/Hasil Mata Pelatihan Visi dan Misi Organisasi
Organisasi
3. Menjelaskan dengan Foto dokumentasi tanpa melihat latar belakang pelayanan kesehatan
empati tentang pemberian konsultasi, pasien yang bermutu, merata,
penyakit, dan hasil edukasi, dan informasi. dan terjangkau.
pemeriksaan Etika publik : Saya akan
penunjang memeriks dengan cermat
(laboratorium) dan teliti serta bersikap
4. Memberikan ramah dan sopan terhadap
kesempatan WBP.
pasien/keluarga untuk
bertanya jika ada hal Komitmen mutu: saya
yang belum akan melakukan pemeriksan
dimengerti secara efektif dan efisien,
5. Pasien diminta tanda serta mengajarkan
tangan di rekam medis penggunaan masker yang
jika sudah mengerti benar
penjelasan dari dokter
Anti korupsi : Saya akan
periksa dengan kejujuran
mana yang butuh serta mana
yang tidak butuh
mengenakan masker
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Substansi Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai
/Hasil Mata Pelatihan Visi dan Misi Organisasi
Organisasi
5 Melakukan a. Menganamnesa ibu Ibu melahirkan Akuntabilitas: Seorang Dengan melakukan Segera :
Persalinan hamil yang akan dengan selamat dan dokter bertanggung jawab persalinan normal di Dapat dilihat pada
Normal di Ruang melahirkan bayi dilahirkan atas keselamatan ibu dan ruang bersalin, terdapat saat pelayanan,
Bersalin b. Melakukan dengan kondisi sehat anak keterkaitan dengan visi memberikan
pemeriksaan fisik, organisasi yaitu menjadi pelayanan yang
(mengukur vital sign, Bukti Kegiatan : Nasionalisme: seorang pusat pelayanan prima cepat tanggap dan
DJJ, TFU, Tersedianya dokter tidak melakukan bagi ibu bersalin bermutu
c. Melakukkan dokumentasi kegiatan diskriminasi baik dari status
pemeriksaan penunjang ekonomi dan social, semua Efektif : memberi
( DL, BT,CT,Golda) dilayani sesuai dengan pelayanan sesuai
d. Memimpin tingkat emergensinya. dengan protap
persalinan
f. Melakukan Etika Publik: Menyapa Handal :
dokumentasi pada pasien dan mencocokan pelayanan
rekam medis identitas dengan rekam diberikan oleh
g. Melakukan KIE medik dengan senyum, tenaga kesehatan
kepada pasien dan salam, sapa, sopan santun yang sesuai dan
keluarga kepada semua pasien dan kompeten
berjiwa peduli. dibidangnya.

Komitmen Mutu:
Pelayanan pasien hamil
harus cepat, tepat, dan
sesuai keilmuan agar ibu
dan anak bias sehat dan
selamat

Anti korupsi: kita harus


No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Substansi Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai
/Hasil Mata Pelatihan Visi dan Misi Organisasi
Organisasi
peduli terhadap kondisi
pasien dan meresepkan
sesuai indikasi, memberikan
terapi yang rasional.

6 Sosialisasi dan 1. Berkoordinasi Leaflet yang informatif, Akuntabilitas : saya akan Melalui kegiatan ini Efektif : dalam
penyebaran dengan pimpinan lugas dan jelas membuat leaflet yang jelas diharapkan dapat sosialisasi dan
pamflet cuci mengenai kegiatan timbulnya kebiasaan dan baik sehingga mudah memberi pengetahuan pamflet disajikan
tangan yang akan dibuat. berperilaku hidup bersih dipahami lebih luas serta secara tepat
2. Menyiapkan materi dan sehat Nasionalisme : leaflet berkontribusi Leaflet sehingga
yang akan dibuat tersebut tidak boleh yang informatif, lugas meningkatkan
dalam leaflet Bukti Kegiatan : mengandung pesan berbau dan jelas kebiasaan cuci
3. Membuat desain Tersedianya SARA timbulnya kebiasaan tangan
dari leaflet dokumentasi kegiatan berperilaku hidup bersih
4. Membuat leaflet Etika publik : menerapkan dan sehat
5. Mencetak leaflet kata-kata yang sopan dalam
6. Membagikan leaflet leaflet

Komitmen mutu : Leaflet


tersebut haruslah jelas,
padat dan informatif

Anti-Korupsi : tidak
mengambil keuntungan
dalam pembuatan leaflet
Tabel 2. Jadwal Kegiatan

WAKTU PELAKSANAAN (2019)


NO KEGIATAN JUNI JULI

I II III IV V I II III IV V
1 Melakukan Pelayanan Medis di Poli Umum

2 Memeriksa Pasien di Unit Gawat Darurat

3 Melakukan Pemeriksaan Pasien di Unit Rawat Inap

4 Melakukan edukasi kepada pasien/keluarga pasien tentang


penyakit dan hasil pemeriksaan penunjang

5 Melakukan Persalinan Normal di Ruang Bersalin

6 Sosialisasi dan penyebaran pamflet cuci tangan


2.3 Analisis Dampak

Jika nilai-nilai ANEKA tidak diterapkan dalam melaksanakan kegiatan untuk mencari
solusi atas isu “ Kurang Optimalnya Pelayanan Pasien di UPT Puskesmas I Mendoyo”, tentu
saja hal ini akan berdampak pada penilaian pasien terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas
ditandai dengan adanya peningkatan jumlah komplain pasien dikarenakan tidak diperolehnya
pelayanan yang berkualitas prima. Hal ini dapat berlanjut kepada menurunnya kepercayaan
masyarakat sekitar akan pelayanan pengobatan di UPT Puskesmas I Mendoyo karena tidak
diperolehnya standar kualitas yang sesuai dengan harapan dan kepuasan pasien.
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Berdasarkan uraian pada BAB II dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Rancangan aktualisasi akan dilaksanakan pada UPT Puskesmas I Mendoyo

2. Isu yang diangkat yaitu : Kurang Optimalnya Kualitas Pelayanan Pasien di Puskesmas I
Mendoyo

3. Rencana kegiatan aktualisasi sebagai bentuk pemecahan masalah dari isu, antara lain :

1. Melakukan Pelayanan Medis di Poli Umum

2. Memeriksa Pasien di Unit Gawat Darurat

3. Melakukan Pemeriksaan Pasien di Unit Rawat Inap

4. Melakukan edukasi kepada pasien/keluarga pasien tentang penyakit dan hasil


pemeriksaan penunjang

5. Melakukan Persalinan Normal di Ruang Bersalin

6. Sosialisasi dan penyebaran pamflet cuci tangan

4. Dengan gagasan pemecahan isu “Optimalisasi Kualitas Pelayanan Pasien di Puskesmas


I Mendoyo” dan mengaktualisasikan nilai-nilai ANEKA pada enam kegiatan tersebut
maka diharapkan akan terwujud “ Optimalnya Kualitas Pelayanan di UPT Puskesmas I
mendoyo”.
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Akuntabilitas: Modul Pelatihan Dasar calon


PNS. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Nasionalisme: Modul Pelatihan Dasar calon


PNS. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Etika Publik: Modul Pelatihan Dasar calon
PNS. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Komitmen Mutu: Modul Pelatihan Dasar calon
PNS. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Anti Korupsi: Modul Pelatihan Dasar calon
PNS. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
LAMPIRAN

Lampiran 1 :

Tabel 1 : Validasi Isu dengan metode APKL

No Isu A P K L Ket
1 Kurang optimalnya pelayanan pasien di Puskesmas V V V V Valid
Mendoyo I

2 Lamanya proses administrasi pendaftaran pasien di V V V - Tidak Valid


Puskesmas I Mendoyo

3 Kurangnya komunikasi antara petugas Puskesmas V V V V Valid


dan Pasien

4 Kurang disiplinnya pegawai dalam jam kehadiran di V V V - Tidak Valid


puskesmas I Mendoyo

5 Kurangnya SDM dan fasilitas penunjang di V V V V Valid


Puskesmas I Mendoyo

Keterangan :

A = Aktual K = Kekhalayakan

P = Problematik L = Layak

Isu yang berhasil diidentifikasi selanjutnya dianalisis dengan metode USG untuk menentukan
isu yang menjadi prioritas dalam penanganan sebagaimana tabel 2 berikut :

Lampiran 2 :
Tabel 2. Penetapan Prioritas Isu dengan metode USG

NO Isu U S G TOTAL RANKING

Kurang optimalnya pelayanan pasien di I


1. 5 5 5 15
Puskesmas Mendoyo I

Lamanya proses administrasi pendaftaran III


2. 4 3 4 11
pasien di Puskesmas I Mendoyo

Kurangnya komunikasi antara petugas II


3. 4 4 4 12
Puskesmas dan Pasien

Keterangan :
U = Urgency
S = Seriousness
G = Growth

Skor :

5 = Sangat gawat/serius/mendesak
4 = gawat/serius/mendesak
3 = Cukup gawat/serius/mendesak
2 = Kurang gawat/serius/mendesak

1 = Tidak gawat/serius/mendesak