Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH UTILITAS

ION EXCHANGE DAN REVERSE OSMOSIS

Kelompok 4 :

- Fania Ayu Rahmadhani 1841420010


- Mochammad Ichsan Ardiansyah 1841420068
- Qasimatul Wasilah 1841420068

Kelas 1A – D4 Teknologi Kimia Industri

Jurusan Teknik Kimia


Politeknik Negeri Malang
2019
1. ION EXCHANGE
a. Pengertian Ion Exchange
Ion Exchange adalah proses penyerapan ion – ion oleh substrat kimia dengan
cara Ion-ion dalam fasa cair (biasanya dengan pelarut air) diserap lewat ikatan
kimiawi karena bereaksi dengan padatan resin. Resin sendiri melepaskan ion lain
sebagai ganti ion yang diserap. Selama operasi berlangsung setiap ion
akan dipertukarkan dengan ion penggantinya hingga seluruh resin jenuh dengan
ion yang diserap.
b. Jenis-jenis Ion Exchange
1) Resin
Pertukaran ion melibatkan butiran-butiran resin yaitu padatan dengan
permukaan yang bermuatan positif (kation) atau negatif (anion) berdiameter
0.25-0.5 mm yang terbuat dari substrat polimer senyawa organik. Biasanya
resin-resin tersebut memiliki pori-pori kecil untuk menambah luas permukaan
kontak. Sebagai contoh gambaran, salah satu jenis resin ion exchange adalah
berupa molekul ikatan hidrokarbon kompleks yang sangat panjang dengan
ujung rantai mengikat ion H+ untuk resin kation, dan OH- untuk resin anion.
Terdapat empat (4) tipe resin berdasarkan gugus fungsi yang dimiliki :
- asam kuat, biasanya memiliki gugus asam sulfonat, misalnya natrium
polistirena sulfonat atau poliAMPS,
- basa kuat, biasanya memiliki gugus aminokuaterner, misalnya,
gugus trimetilamonium, misalnya poliAPTAC),
- asam lemah, biasanya memiliki gugus asam karboksilat,
- basa lemah, biasanya memiliki gugus amino primer, sekunder, dan/atau
tersier, misalnya amina polietilena.

2) Zeolit
Zeolit merupakan mineral yang banyak terdapat di dalam batuan yang
merupakan lapisan tanah sedimen yang terbentuk dari timbunan abu vulkano
karena adanya letusan gunung berapi. Terbentuknya di alam sangat
bergantung pada lingkungan, umur batuan dan kedalaman dari permukaan
tanah, sehingga dapat terjadi zeolit yang jenisnya berlainan terdapat dalam
batuan yang sama.
Zeolit mempunyai sifat yang sangat khas, apabila mengalami
dehidrasi, kristal zeolit akan membentuk rongga yang dapat saling
berhubungan dan membentuk 1-3 arah sehingga akan terlihat seperti
sangkar[1]. Struktur kristal yang unik ini membuat zeolit mempunyai
kemampuan sebagai absorben.
Karakteristik lainnya adalah dapat mempunyai kemampuan sebagai
penukar ion secara sangat selektif untuk ion cesium dan unsur radioaktif
lainnya Zeolit merupakan kristal aluminosilikat terhidrasi yang mengandung
kation alkali atau alkali tanah dalam kerangka tiga dimensi. Kerangka dasar
sturuktur zeolit terdiri dari unit tetrahedral AlO2dan SiO2 yang saling
berhubungan melalui atom O, sehingga zeolit mempunyai rumus empiris
sebagai berikut x/n Mn+[(AlO2)x(SiO2)y].zH2O. Komponen pertama
M n+ adalah sumber kation yang dapat bergerak bebas dan dapat dipertukarkan
secara sebagian atau secara sempurna oleh kation lain [2,3] , sehingga sangat
baik bila digunakam sebagai bahan penukar ion.

c. Proses
Pertukaran ion merupakan suatu proses dimana ion-ion yang terjerap pada
suatu permukaan media filter ditukar dengan ion-ion lain yang berada dalam air.
Proses ini dimungkinkan melalui suatu fenomena tarik menarik antara permukaan
media bermuatan dengan molekul-molekul bersifat polar.
Apabila suatu molekul bermuatan menyentuh suatu permukaan yang
memiliki muatan berlawanan maka molekul tersebut akan terikat secara kimiawi
pada permukaan tersebut. Pada kondisi tertentu molekul-molekul ini dapat
ditukar posisinya dengan molekul lain yang berada dalam air yang memiliki
kecenderungan lebih tinggi untuk diikat. Dengan demikian maka proses
pertukaran dapat terjadi. Media yang dapat melakukan proses pertukaran seperti
ini diantaranya adalah Zeolit (baik alami atau buatan) dan resin.
Proses pertukaran yang berlangsung secara umum mengikuti kaidah-
kaidah tertentu. yaitu:
1) Pertama kation-kation dengan valensi lebih besar akan dipertukarkan terlebih
dahulu sebelum kation-kation dengan valensi lebih kecil. Sebagai contoh
apabila didalam akuarium kita terdapat besi (ber-valensi 3), kalsium (ber-
valensi 2) dan amonium (ber- valensi1 ) dalam jumlah yang sama, maka besi
akan teleibh dahulu dijerap oleh zeolite, menyusul kalsium dan terakhir
amonium.
2) Kedua, kation yang konsentrasinya paling tinggi didalam akuarium akan
dijerap telebih dahulu walaupun valensi lebihkecil. Sebagai contoh dalam
kasus diatas, apabila konsentrasi (jumlah) amonium jauh lebih banyak
dibandingkan denga besi dan kalsium, maka sesuai dengan aturan 2, amonium
akan cenderung di jerap terlebih dahulu.
Dengan proses-proses tersebut diatas maka filter kimia dapat diberlakukan
untuk "menjernihkan" air. dari paritkel-partikel berukuran molekuler yang tidak
bisa diproses secara mekanik atau biologi. Beberapa hal yang bisa di hilangkan
dengan filter kimia diantaranya adalah pengaruh racun, kesadahan, warna dan
partikel organik terlarut.

d. Fungsi
1) Water softening dan demineralisasi air
Proses softening air adalah proses menghilangkan zat-zat kimia
pengeras air yakni ion kalsium dan magnesium. Sedangkan proses
demineralisasi adalah proses menghilangkan seluruh kandungan ion-ion
mineral yang terlarut di dalam air.
Jika R adalah senyawa resin, maka reaksi pertukaran ion kalsium yang
terjadi pada proses softening air adalah sebagai berikut:
2 RNa + Ca →
2+
R2Ca + 2 Na+
Pada proses softening air, pertukaran ion terjadi pada saat air dengan
kandungan ion kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+) melewati gugusan resin
kation. Pada awalnya molekul resin mengikat lemah ion sodium (Na+), dan
karena ion molekul resin memiliki gaya tarik-menarik yang lebih kuat dengan
ion kalsium dan magnesium, maka terjadilah proses pertukaran ion. Molekul
resin melepas ion sodium ke dalam air, diikuti dengan pengikatan ion kalsium
dan magnesium ke molekul resin.

Sedikit berbeda dengan proses demineralisasi air, pada ujung


rangkaian, molekul resin berikatan dengan ion H+ dan OH-. Pada saat air
melewati gugusan resin, akan terjadi pengikatan ion-ion mineral yang terlarut
di dalam air karena molekul resin memiliki gaya tarik-menarik lebih besar
dengan ion molekul daripada ion H+ dan OH-. Jika R, K2+, dan A2-adalah
berturut-turut molekul ion resin, ion mineral positif, dan ion mineral negatif,
maka reaksi ion exchange yang terjadi pada proses demineralisasi air yakni
sebagai berikut:
2 R-H + K →
2+
R2K + 2 H+
2 R-OH + A2- → R2A + 2 OH-
Nampak pada reaksi di atas bahwa pada proses demineralisasi air, resin akan
mengikat ion-ion mineral dan melepas ion-ion H+ dan OH-. Selanjutnya ion-
ion tersebut akan salin berikatan untuk membentuk molekul H2O baru.
H+ + OH- → H2O
Pada tiap proses pertukaran ion, dilakukan regenerasi resin jika resin
sudah jenuh. Jenuh berarti keseluruhan molekul resin telah berikatan dengan
ion-ion sasaran. Pada proses softening air, resin dikatakan jenih jika
keseluruhan molekul resin telah berikatan dengan ion kalsium atau
magnesium. Jenuhnya resin ditandai dengan air output dari kolom resin masih
mengandung ion-ion kalsium dan magnesium.
Untuk melakukan regenerasi, pada proses softening air dibutuhkan
larutan garam NaCl pekat yang dialirkan melewati resin. Larutan NaCl ini
biasanya 1000 kali lebih pekat dari larutan NaCl biasa.
R2Ca + 2 NaCl → 2 RNa + CaCl2
Sedangkan pada proses demineralisasi digunakan larutan asam kuat seperti
H2SO4dan juga larutan basa kuat seperti NaOH untuk meregenerasi resin.
2) Demineralisasi air umpan boyler
Dalam suatu proses produksi dalam industri, boiler merupakan suatu
pembangkit panas yang penting.Sesuai dengan namanya maka fungsi dari
boiler ini adalah memanaskan kembali.Dalam suatu proses industri boiler
harus dijaga agar effisiensinya cukup tinggi.Oleh sebab itu adalah penting
untuk menjaga kualitas air yang diumpankan untuk boiler, karena akan
berhubungan dengan effisiensi dari boiler tersebut.
Air umpan boiler atau Boiler Feed Water nantinya akan dipanaskan
hingga menjadi steam.Karena di dalam boiler terjadi pemanasan harus
diwaspdai adanya kandungan-kandungan mineral seperti ion Ca2+ dan
Mg2+.Air yang banyak mengandung ion Ca2+ dan Mg2+ disebut sebagai air
yang sadah (hard water).Ion-ion ini sangat berpengaruh pada kualitas air yang
nantinya akan digunakan sebagai umpan boiler.Biasanya ion-ion ini terlarut
dalam air sebagai garam karbonat, sulfat, bilkarbonat dan klorida.Berbeda
dengan senyawa-senyawa kimia lainnya, kelarutan dari senyawa-senyawa
mengandung unsur Ca dan Mg seperti CaCO3, CaSO4,MgCO3, Mg(OH)2,
CaCl2,MgCL2, dll ; akan memiliki kalarutan yang makin kecil/redah apabila
suhu makin tinggi.Sehingga ketika memasuki boiler, air ini merupakan
masalah yang harus segera diatasi.Air yang sadah ini akan menimbulkan
kerak(scalling) dan tentu saja akan mengurangi effisiensi dari boiler itu sendiri
akibat dari hilangnya panas akibat adanya kerak tersebut.Selain itu yang
dikhawatirkan bisa menyebabkan scalling adalah adanya deposit silika.
Dalam hal ini akan terjadi perbedaan ketika mengolah air untuk
dijadikan sebagai air minum dibandingkan dengan untuk umpan boiler.Dalam
pengolahan air minum mineral-mineral yang ada dalam air tidak akan
dihilangkan karena mineral-mineral tersebut dibutuhkan untuk tubuh
manusia.Bahkan ada perusahaan air minum yang menambahkan mineral pada
air minum produksinya.Hal itu tidak boleh terjadi dalam pengolahan air untuk
umpan boiler.Air minum juga harus dijaga agar bebas dari kuman penyakit
dengan diberi desinfektan sedangkan air umpan boiler tidak perlu diberi
desinfektan.
2. REVERSE OSMOSIS
a. Pengertian Reverse Osmosis
Reverse osmosis adalah suatu proses pembalikan dari sutu proses osmosis.
Osmosis adalah proses perpindahan larutan dari larutan dengan konsentrasi zat
terlarut rendah menuju larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi
sampai terjadi kesetimbangan konsentrasi. Osmosis merupakan sutu fenomena
alami tetapi aliran larutan dapat diperlambat, dihentikan, dan dapat dibalikkan
(hal ini dikenal dengan istilah Reserve Osmosis) reserve osmosis dilakukan
dengan cara memberikan tekanan pada bagian larutan dengan kosentarasi tinggi
melebihi tekanan pada bagian larutan dengan konsentrasi rendah. Sehingga
larutan akan mengalir dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

b. Jenis jenis membran reverse osmosis


- Sea Water Membrane : membran yang digunakan utuk air laut

- Breakis water membrane : membran untuk air sungai

- Thin film membrane : yang terbuat dari polymide dan polysofon


- Celulose tri acetate : terbuat dari serat tanaman bakau sehingga tidak tahan
terhadap bakteri atau mikroorganisme, bayak digunakan oleh pesaing
advance water filter reverse osmosis, membran ini memiliki dayareject 80-
85 %

c. Cara Kerja

Proses Reverse Osmosis menggerakkan air dari konsentrasi kontaminan yang


tinggi (sebagai air baku) menuju penampungan air yang memiliki konsentrasi
kontaminan sangat rendah. Dengan menggunakan air bertekanan tinggi di sisi air
baku, sehingga dapat menciptakan proses yang berlawanan (reverse) dari proses
alamiah osmosis. Dengan tetap menggunakan membran semi-permeable maka
hanya akan mengijinkan molekul air yang melaluinya dan membuang bermacam-
macam kontaminan yang terlarut.

d. Fungsi
Pada dasarnya, reverse osmosis machine atau mesin osmosa terbalik berguna
untuk memurnikan air. Di dalamnya terdapat membran yang sangat halus sebagai
penyaring air. Ukuran membran tersebut cuma sekitar 0,0001 mikron. Anda bisa
membayangkan ukuran ini seperti sehelai rambut yang dipotong menjadi sejuta
helai rambut yang sangat tipis.
Kecilnya ukuran membran yang dipakai dalam mesin RO membuat semua
kotoran pasti akan tertahan oleh membran tersebut dan hanya air (H2O) yang bisa
melewatinya. Sebenarnya air juga tidak sanggup melewati membran, tetapi
karena diberikan tekanan semipermeable sehingga air seolah-olah didorong serta
dipaksa melewati membran ini. Hasilnya adalah air yang berhasil melewati
membran benar-benar murni H2O yang tidak terkontaminasi.
Kegunaan utama mesin reverse osmosis ialah memproduksi air yang
higienis. Air tersebut bebas dari kontaminan seperti mineral dan logam berat
lainnya. Jadi air yang dihasilkan dari mesin ini memiliki kualitas yang mendekati
murni. Air semacam ini biasanya disebut air demineralisasi.