Anda di halaman 1dari 45

FOOD SAFETY MANAGEMENT SYSTEMS

BASED ON
ISO 22000 : 2018;
HACCP CODEX; ISO TS 22002-1 & AUDIT INTERNAL
 Memahami persyaratan ISO 22000: 2018
 Mengetahui perubahan dan persyaratan dari ISO
22000:2005 ke ISO 22000:2018
TUJUAN  Memahami 7 prinsip HACCP
TRAINING  Mampu melakukan upgrade/set-up dan implementasi
ISO 22000 ; 2018
 Meningkatkan improvement di Perusahaan
 Lulus audit sertifikasi
PERUBAHAN KLAUSUL

ISO 22000 : 2005 ISO 22000 : 2018


1. Scope 1. Scope
2. Normative References 2. Normative References
3. Term & definitions 3. Term & definitions

4. Food safety management system 4. Context of the organization


5. Management responsibility 5. Leadership
PLAN
6. Resources management 6. Planning
7. Planning & realization safe products 7. Support
8. Validation, verification & improvement
8. Opertion DO

9. Performance evaluation CHECK

10. impovment ACT


4. CONTEXT OF ORGANIZATION

4.1 Memahami organisai dan konteksnya

• Menentukan isu eksternal & internal mencakup : hukum, teknologi,


kompetitif, pasar, budaya, sosial ekonomi.

4.2 Memahami kebutuhan dan harapan pihak


terkait
• Untuk memastikan penyedia produk & layanan memenuhi
peraturan perundangan dan pesyaratan customer

4.3 Menentukan ruang lingkup FSMS

• Mencakup aktifitas, proses produk & layanan, batasan dan


penerapan FSMS

4.4 Sistem manajemen keamanan pangan

• Menetapkan, Implementasi, Memelihara, Update & secara kontinu


meningkatkan FSMS
4.1 Memahami organisai dan konteksnya

No ISU EKSTERNAL POSITIF NEGATIF

1 HUKUM Produk sudah terdaftar BPOM, Belum update NKV RPH terbaru
Sistem halal
Perusahaan sudah memenuhi izin
IUP, SIUP, TDP, IPLC
2 TEKNOLOGI Pengecekan kadar lemak sudah Sistem pengambilan sampel
menggunakan alat Hobart, suhu masih manual
sudah menggunakan Logger
3 KOMPETITIF Dari aspek proses, ramah Tidak kompetitif dari segi
lingkungan (Proper) penentuan harga
4 PASAR Market share : Semua kalangan Sebagian produk memiliki
Penyebaran produk merata seluruh harga lebih mahal dari
indonesia kompetitor
5 BUDAYA Budaya konsumsi produk daging Budaya konsumsi musiman
dan bakso tinggi
4.1 Memahami organisai dan konteksnya

No ISU INTERNAL POSITIF NEGATIF

1 NILAI-NILAI Sudah ditetapkan SOP Karyawan belum sepenuhnya


memahami SOP & teknologi
pangan
2 PENGETAHUAN Training karyawan Belum semua karyawan
mengetahui tujuan dari
pengetahuan yang
disampaikan
3 BUDAYA Budaya untuk meminimalisir cross Budaya disiplin karyawan
contact cemaran sangat tinggi kurang baik
4 KINERJA Sudah ditetapkan sasaran mutu Terdapat sasaran mutu yang
ORGANISASI belum tercapai
Misalnya : standar hygiene
area
4.2 Memahami kebutuhan dan harapan pihak terkait

No PIHAK
KEBUTUHAN HARAPAN
BERKEPENTINGAN
1 Customer Mendapatkan produk Kepuasan pelanggan, omset
berkualitas dan murah meningkat
2 Owner tidak ada komplain customer, Omset meningkat
manajemen produksi berjalan
dengan baik
3 Karyawan Pemenuhan hak karyawan Kesejahteraan karyawan
seperti, tunjangan kesehatan,
JHT, gaji
4 Ekternal povider Pembayaran cepat Sistem jual beli lancar

5 Regulatory Mendukung program Masyarakat menengah


pemerintah dalam pemenuhan kebawah mampu membeli
konsumsi daging Rp. 80.000 dan mencukupi AKG
masyarakat.
6 Komunitas/asosiasi Adanya konstribusi sosial Program pengembangan
perusahaan pada masyarakat masyarakat (CSR) di
(sumbangan ke desa) lingkungan perusahaan.
5. KEPEMIMPINAN
Kebijakan keamanan pangan dan sasaranya
5.1 Kepemimpinan &
Komitmen Integrasi persyaratan sistem manajemen
keamanan pangan dan bisnis proses
Sumber daya

Komunikasi efektif dan sesuai persyaratan

Manajemen Puncak
Evaluasi sistem manajemen keamanan pangan

Kontibusi personil

Peningkatan yang berkesinambungan

Fungsi jabatan manajemen yang lain


5.2 KEBIJAKAN

1. Aman
2. Sesuai Regulasi
3. Sesuai Harapan Pelanggan Dikomunikasikan
4. Komunikasi Internal dan Dipahami
Eksternal diimplementasikan
5. Peningkatan Berkelanjutan
6. Sesuai Kompetensi

5.3 Peran Organisai, tanggung jawab & Wewenang


Job Description – Relavant Roles
Job Description – Food Safety
Job Description - All
6 PERENCANAAN
6.1 Tindakan untuk mengatasi resiko dan peluang

Perusahaan harus merencanakan : Pertimbangan :


• Tindakan yang dibutuhkan untk • Dampak pada persyaratan
mengatasi resiko & peluang keamanan pangan
• Cara untuk : • Kesesuaian produk & jasa pada
⁻ integrasi & implementasi tindakan pelanggan
dalam sistem manajemen keamanan • Persyaratan dari pihak
pangan berkepentingan dalam rantai
⁻ Evaluasi efektivitasdari tindakan yang makanan
dilakukan.
Pembuatan Dokumen Resiko & Peluang
Matriks Resiko (3 x 3)

High/Tinggi

Consequences Medium/Sedang
(Konsekuensi)
Low/Rendah

Low/Rendah Medium/Sedang High/Tinggi

Probability (Kemungkinan)

High : Potensi itu terjadi beberapa kali (lebih dari 3 kali) dalam jangka waktu (misalnya
dalam 1 tahun)
Medium : Bisa terjadi 1-3kali dari sekali dalam periode waktu (misalnya – setahun)
Low : Belum pernah terjadi. Tidak akan mungkin terjadi (misalnya – setahun)
6.2 Sasaran Sistem Manajemen Keamanan Pangan & Perencanaan
Pencapaiannya

S = Specific
M = Measurable
A = Achievable
R = Relavan
T = Time Frame

6.3 Perencanaan Perubahan

Hal yang harus dipertimbangkan :


• Tujuan dan dampak
• Kaitan dengan sistem manajemen
Jangan lupa “ Analisa Resiko & Peluang”
• Keamanan pangan
• Kebutuhan sumber daya
• Perubahan tanggung jawab
7. SUPORT
7.1 Sumber Daya
Sumber daya
INTERNAL
7.1.1 Umum
Sumber daya
EXTERNAL

7.1.2 Sumber Daya Manusia

• Sumber daya manusia yang dibutuhkan tersedia & kompeten


• Penggunaan Ahli Eksternal dilengkapi dengan bukti kontrak
• Kompetensi & lingkup tanggung jawab wewenang didefinisikan
7.1.3 Infrastruktur

Lahan, perpipaan, bangunan, utilitas

Peralatan, diantaranya hardware & software

Transportasi

Teknologi informasi & komunikasi

7.1.4 Lingkungan kerja


Sosial Psikologis Fisik
• Non-diskriminasi • Pengurangan • Suhu
• Ketenangan stress • Cahaya
• Non-konfontasi • Pencegahan • Aliran udara
kelelahan • Higienitas
• Perlindungan • Kebisingan
emosional
7.1.5 Elemen Sistem Manajemen Keamanan
Pangan Yang Disediakan Eksternal

Pertimbangan :
• Sesuai dengan persyaratan ISO 22000
• Dapat diaplikasikan
• Diadopsi oleh Tim Keamanan Pangan
• Diimplementasikan, dipelihara, & diperbarui
• Tersedia dalam bentuk informasi terdokumentasi

7.1.6 Pengendalia Proses, Produk & Jasa Yang Disediakan Eksternal

Penentuan
Seleksi Daftar Vendor Evaluasi
Kriteria Pemantauan
Vendor Baru Terpilih Performa Berkala
7.2 Kompetensi

Tetapkan Lakukan Sediakan


Standar Penilaian Pelatihan /
Kompetensi Kompetensi Tindaka Lain

Evaluasi
Keefektifannya

Kompetensi utama untuk :


• Tim Keamanan Pangan : multidisiplin, kompeten
• Personil yang terlibat dalam HACCP
• Penyedia Eksternal
Kebijakan Keamanan
Pangan

Sasaran Keamanan
Pangan
7.3
Kesadaran
Kontribusi

Dampak Ketidaksesuaian
Terhadap FSMS
7.4 Komunikasi

7.4.1 Umum

KOMUNIKASI
WHO ?
WHAT ?

HOW ?
WHEN ?

WHOM ?
7.4.2. KomunikasiEksternal
Komunikasi
Eksternal
Orang memastikan Orang khusus punya Jika relevan → informasi
komunikasi ekternal → Menetapkan, implementasi
tugas/tanggung jawab dan komunikasieksternal harus
informasi memadai & dan memelihara komunikasi otoritas terhadap informasi dijadikan input MR (9.3) dan untuk
tersedia efektif dengan : apapun mengenai food safety proses update FSMS (4.4 dan 10.3)

a) External provider & kontraktor


b) Customer dan/atau consumer
c) Otoritas hukum dan peraturan perundangan
d) organisasi lain yang berdampak pada atau
dipengaruhi, keefektifan dan update FSMS

Informasi produk terkait food safety → handling, storage, preparasi


dll
Customer Bahaya food safety yg perlu dikontrol orang lain
/consumer Pengaturann kontrak, pertayaan, order termasuk perubahannya
Unoan balik customer dan/atau consumer termasuk komplain
➢ Orang harus menetapkan implementasi dan memelihara sistem
yang efektif → mengkomunikasikan isu-isu yang berdampak food
safety
➢ memelihara keefektifan FSMS →memastikan FST tepat waktu
terhadap :
a) produk atau roduk baru
b) Bahan baku, ingredient dan layanan
c) Sistem dan perlatan produksi
d) Peralatan produksi, lokasi peralatan dan lingkungan sekitar
7.4.3 e) Program cleaning dan sanitasi
Komunikasi f) Sistem packaging, penyimpanan dan distribusi

Internal g) Kompetensi dan/atau alokasi tanggung jawab dan wewenang


h) Persyaratan hukum dan perundangan
i) Pengetahuan tentang bahaya “food safety” dan tindakan
pengandalian
j) Customer, sector and other requirement shat the organization
observes
k) Pertanyaan dan komunikasi relevan → eksternal
l) Complain dan peringatan → indikasi food safety produk akhir
m) Kondisi lain yang berdampak pada food safety
Informasi terdokumentasi yang disyaratkan FSMS dan
dokumen ini harus dikendalikan untuk memastikan :
a) Memadai dan sesuai untuk penggunaannya, dimana dan
kapan diperlukan
b) Dilindungi (misal kerahasiaan, penyalahgunaan dan
7.5.3. kehilangan integritas)
Pengendalian
Informasi
Pengendalian informasi terdokumentasi
Terdokumentasi
→Orang harus menangani aktifitas :
a) Distribustion, acces, retrival and use
b) Storage and preservation, including preservation of
legibility
c) Control of changes (e.g. version control)
d) Retention and disposition
8. OPERATION
 8.1. Perencanaan dan Pengendalian Operasional
Organisasi harus merencanakan, implementasi, mengendalikan, memelihara dan
update proses yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan realisasi produk
aman dan implementasi tindakan yang ditetapkan klausul 6.1. melalui :
a) Menetapkan kriteria proses
b) Implementasi “pengendalian proses: sesuai dengan kriteria
→Menyimpan “informasi terdokumentasi” → punya keyakinan menunjukkan
bahwa proses dilakukan sesuai rencana
 Organisasi harus mengontrol perubahan rencana dan review konsekuensi
perubahan yang tidak diinginkan, mengambil tindakan untuk memitigasi efek
kerugian
 Organisasi harus memastikan bahwa “outsourced processes” dikendalikan
(7.1.6)
8.2. Program Persyaratan Dasar (PRPs)
a) Konstruksi, layout bangunan dan utilitas terkait
b) Lay out tempat kerja, termasuk “zoning”, ruang kerja dan fasilitas karyawan
c) Pasokan udara, air, energi dan utilitas lainnya
d) Pest control, pembuangan limbah dan layanan pendukung
e) Kesesuain peralatan dan kemudahan pembersihan, pemeliharaan dan maintenance
f) Proses persetujuan pemasok dan jaminan pemasok (e.g. raw materials, ingredient, chemical and packaging)
g) Penerimaan bahan masuk , penyimpanan, dispatch (pengiriman), transportasi dan penanganan produk
h) Tindakan pencegahan “kontaminasi silang”
i) Cleaning dan desinfeksi
j) Personal hygiene
k) Informasi produk/consumer awareness
l) Lain-lain, yang sesuai

8.2. 1. Orang harus menetapkan, implementasi, memelihara dan update PRPs → memfasilitasi pencegahan
dan/atau pengurangan kontamiasi (termasuk bahaya food safety) pada produk, proses produksi dan
lingkungan kerja
a) sesuai dengan organisasi dan masing-masing konteks yang berkaitan dengan “food
safety”
b) Sesuai dengan ukuran dan tipe operasi dan sifat produksi dan/atau ditangani
8.2.2 PRPs
harus c) Diimplementasikan di seluruh sistem produksi → baik program umum ataupun
untuk produk atau proses khusus
d) Disetujui oleh FST
1. SCOPE Persyaratan PRP ISO/TS 22002-1 Food Manufacturing

2. Normative 3. Term &


Reference Definition

Bangunan sesuai sifat operasi


pengolahan & Konstruksi bangunan
tahan lama & tidak bahaya

Lingkungan, pertimbangan Potensi


4. Construction & Lay out kontaminasi dari lingkungan, Pabrik
Buildings aman dari zat berbahaya, Terdapat
kontrol dan ditinjau secara berkala

Batas site diidentifikasi dgn jelas, Akses


dikendalikan, Site & tumbuhan dirawat
dengan baik, Jalan, halaman & setiap
area cegah genangan air
Persyaratan PRP ISO/TS 22002-1 Food Manufacturing

-Tata letak dirancang utk memfasilitasi praktik kebersihan


- Tetapkan layout pergerakan RM, PM dan personel
- Ada pemisah fisik antara area produksi dan warehouse
-Peralatan dirancang utk memfasilitasi pemantauan kebersihan yg baik
-Fasilits inline & online meminimalkan kontaminasi
-Semua bahan & produk tidak disimpan dan/atau menempel langsung dilantai
5. Layout & dan dinding
-Area penyimpanan bahan pembersih, bahan kimia dan bahan berbahaya
Workplace lainnya terpisah dan aman (terkunci & terkontrol)
-a. Pertemuan lantai dan dinding melengkung
b. Desain lantai mencegah genangan air
c. Jendela/pintu terbuka keluar, atap/ventilasi
diberi screen
d. Drainase tertutup dan memiliki penyaring
Persyaratan PRP ISO/TS 22002-1 Food Manufacturing

Chemical food grade , bahan kimia boiler,


disimpan di tempat yang terpisah aman (terkunci
dan terkontrol)

Merancang & memantau rute distribusi


untuk utiities agar meminimalkan resiko Gas yang ditujukan untuk kontak produk
kontaminasi produk langsung food grade & disaring untuk
menghilangkan debu, minyak serta air (verifikasi
berkala bebas kontaminasi fidik

6. Utilities – Air,
Standar air minum permenkes
Water, Energy
492/2010/WHO Drinking water, jalur dipisah
dengan air yang tidak memenuhi
Lampu dilindungi agar tidsk mengkontaminasi bila terjadi
persyaratan standar air minum
kerusakan

Compressed air, carbondixide, nitrogen & gas lain dirancang


mencegah kontaminasi, air compressed harus oil
free/menggunakan food grade, oil, persyaratan filter, RH &
mikrobiologi hrs ditentukan
Persyaratan PRP ISO/TS 22002-1 Food Manufacturing

Terdapat identifikasi sampah (organik & non


7. Waste Disposal organis)
Tidak ada akumulasi limbah di area produksi
dan gudang
Kemasan bermerek dirusak/dihancurkan dan
ada bukti laporannya
Arah drainase tidak boleh mengalir dari area
yang terkontaminasi ke area bersih &
kapasitas cukup

8. Equipment Sustability,
Cleaning & Maintenance

Terdapat program
Pipa dan saluran maintenance
Peralatan kontak Peralatan kontak
pipa bisa (termasuk filter
produk → food Peralatan untuk produk → food
dibersihkan, bisa udara, magnet,
grade, permukaan pemantauan panas, grade, permukaan
dilepas & tidak metal detector & x-
halus, bebas karat, dipastikan mampu halus, bebas karat,
buntu. Peralatan ray detector),
mudah dibersihkan. mencapai suhu yang mudah dibersihkan.
dirancang perbaikan
Keraangka alat alat diinginkan & dapat Keraangka alat alat
minimalkan kontak sementara tidak
tidak ditembus mur membantu tidak ditembus mur
tangan dengan mengkontaminasi,
& mur & mur
produk training, hygiene
clearance
Persyaratan PRP ISO/TS 22002-1 Food Manufacturing

Terdapat seleksi evaluasi yang Cek kondisi kedatangan


dapat berupa audit pemasok, pengiriman material yang
sertifikasi & evaluasi kerja dibeli
9. Management of
Purchased
Materials
Kedatangan
Akses ke tempat bahan curah
bahan/ingredient/packaging
(bulk receiving) harus
check (dilengkapi COA),
diidentifikasi, ditutup & dikunci
diversifikasi, jika tidak sesuai
dikendalikan
Persyaratan PRP ISO/TS 22002-1 Food Manufacturing

10. Measures for the Prevention of Cross Contamination

Terdapat program yang dilakukan untuk mencegah, mengendalikan dan mendeteksi


kontaminasi (fisik, kimia, alergen dan mikrobiologiP
Terdapat allergen management → dikendalikan, dinyatakan pada label dan dimonitor,
rework allergen & training
Kontaminasi fisik → inspeksi berkala, cegah dan kendalikan (kaca dan material mudah
pecah), record terpelihara
Mikrobiologi → penilaian bahaya dilakukan meliputi :
a. Pemisahan produk mentah & RTE
b. Batas fisik
c. Pengendalian akses
d. Pola pergerakan
e. Pembedaan tekanan udara
Persyaratan PRP ISO/TS 22002-1 Food Manufacturing

Program pembesihan & sanitasi diinspeksi


pastikan peraltan & lingkungan dijaga bersih.
Program dibuat & divalidasi (termasuk validasi
cleaning allergen)

Bahan pembersih & alat pembersih → 11. Cleaning &


dipelihara, diidentifikasi, food grade, Sanitizing Bila ada, sistem CIP dipisahkan dasi lini
disimpan terpisah produksi yang aktif, parameter CIP
dipantau

Program kebersihan berisi:


a. Area & item peralatan
b. Penamnggung jawab
c. Metode & frekuensi pembersihan
d. Pengaturan pemantauan & verifikasi
e. Post clean inspaction
f. Pre start up inspection
Persyaratan PRP ISO/TS 22002-1 Food Manufacturing

Bagunan dirawat dengan


baik, lubang, saluran
pembuangan & titik akses
hama potensiallainnya ditutup

Lisensi pest control & teknisi


berkompeten.
Program pest control berisi Layout trap, laporan
sasaran hama, metode ,
12. Pest chemical record, laporan
jadwal prosesdur Control tren analisis
pengendalian

Untuk setiap lampu yang


digunakan untuk insect killer
lamp, tetap mengikuti glass
policy
Persyaratan PRP ISO/TS 22002-1 Food Manufacturing

17. Product 18.Food


Information Defense

Informasi harus
disampaikan kepada Area yang sensitif harus
konsumen misal, diidentifikasi dan
informasi penyimpanan, dipetakan
informasi penyajian

Akses harus dibatasi


Ada checklist : check secara fisik dengan
kesesuaian label dengan menggunakan kunci
isi, tulisan benar, label (kunci kartu elektronik
sesuai atau alternatif sistem
lainnya)
8.3. Treceability
Treaceability System harus memungkinkan identifikasi untuk incoming
material dari supplie dan tahap pertama rute distribusi produk akhir

Ketika menetapkan dan implementasi treceability system, minimum hal


berikut harus dipertimbangkan :

Verifikasi dan uji


Hubungan lot material yang
keefektifan
diterima, ingredient dan Pengerjaan ulang Distribusi “Treceability
semi produk ke produk material/produk produk akhir System”
akhir
8.3. Treceability
Treaceability System harus memungkinkan identifikasi untuk incoming
material dari supplie dan tahap pertama rute distribusi produk akhir

Ketika menetapkan dan implementasi treceability system, minimum hal


berikut harus dipertimbangkan :

Verifikasi dan uji


Hubungan lot material yang
keefektifan
diterima, ingredient dan Pengerjaan ulang Distribusi “Treceability
semi produk ke produk material/produk produk akhir System”
akhir
8.4 kesiapan dan  Penanggulangan kejadian darurat
 Tindakan untuk mengurangi konsekuensi dari kejadian
penanggulangan darurat, termasuk dampak keamanan pangan
kejadian darurat  Peninjauan dan pebaharuan prosedur
8.5 PENGENDALIAN BAHAYA

HACCP Plan

Tindakan pengendalian
Tahapan Critical koreksi Tindakan
bahaya CCP Catatan
proses limit Apa Siapa Dimana Kapan Bagaimana langsung koreksi

OPRP Plan

Tindakan pengendalian
Tahapan Action koreksi Tindakan
bahaya OPRP Catatan
proses criteria Apa Siapa Dimana Kapan Bagaimana langsung koreksi
Karakteristik bahan, ingredient,
material kontak produk
Karakteristik produk akhir
8.6 Pembaharuan
Informasi Mengenai
PRP Dan Rencana Tujuan penggunaan
Pengendalian Bahaya

Diagram alir & deskripsi proses

HACCP/OPRP Plan
Daftar perangkat

Validasi

8.7 Pengendalian
Pemantauan dan Kalibrasi verifikasi
Pengukuran
Identifikasi

Perlindungan
• Tujuan
8.8 VERIFIKASI TERKAIT • Metode
P R P DA N R E N C A N A
P E N G E N DA L I A N • Frekuensi
B A H AYA
• Tanggung jawab

• PRP
• Rencana pengendalian bahay
• Tingkat bahaya di dalam batas
keberterimaan
• Input untuk analisa bahaya
• Tindakan lain yang ditetapkan
perusahaan
8 . 9 P E N G E N DA L I A N
P RO D U K D A N
P RO S E S YA N G T I D A K
SESUAI

• Monitoring OPRP dan CCP


• Koreksi
• Tindakan perbaikan
• Penanganan produk yang
berpotensi tidak aman
• Penarikan produk
9. EVALUASI PERFORMA

9.1 Pemantauan, pengukuran, analisa dan evaluasi


9.2 Internal audit
• Melakukan audit secara berkala
• Menyusun dan menjalankan program audit
• Menentukan kriteria dan lingkup audit
• Menyeleksi auditor yang objektif dan tidak berpihak
• Melaporkan & mengkoreksi hasil audit pada management terkait
• Menyimpan bukti-bukti pelaksanaan internal audit
• Penentuan apakah FSMS sudah memenuhi tujuan kebijakan dan sasaran
keamanan pangan
9.3 Tinjauan Manajemen
10. IMPROVEMENT

10. 1. Nonconformity & Corrective Action 10. 2. Continual Improvement

Org hrs meningkatan


• Bereaksi terhadap NC :
• 1) Lakukan tindakan pengendalian dan koreksi kesesuaian,
10.1.1. Ketika a • Hadapi konsekuesinya kecukupan dan Penggunaan komunikasi
jeefektifan FSMS
NC terjadi • Evaluasi kebutuhan tindkan untuk eliminasi secara berkelanjutan (7.4)
penyebab NC terjadi segingga tidak terjadi
b kembali atau terjadi di tempat lain melalui : Management review (9.3)
• 1) Review NC
• 2) Tentukan akar penyebab NC Internal Audit (9.2)
• 3) Menentukan apakah NCs serupa
terjadi/berpotensi terjadi
Top Management Analisa hasil-hasil aktifitas
10.1.2. Retain
documentation • Implementasi tindakan yang diperlukan
hrs memastikan verifikasi (8.8.2)
orang meningkatkan
Information related NC c
keefektifan FSMS Validasi tindakan
a. Detail ketidaksesuaian berkelanjutan
• Review keefektifan tindakan pengendalian
pengendalian dan kombinasi
dan tindakan
selanjutnya yang
d
tindakan pengendalian
dilakukan
• Ubah FSMS, jika perlu
(8.5.3)
b. Hasil tindakan
perbaikan
e
Tindakan korektif (8.9.3)
Update FSMS (10.3)
10. 3. UPDATE FSMS

b. Input dari informasi lain terkait


a. Input dari komunikasi Interna
kesesuaian, pemenuhan dan
dan eksternall
keefektifan FSMS

Aktifitas
Pembaharuan harus
berdasarkan :

c. Output analisa hasil kegiatan


d. Output dari management review
Verifikasi