Anda di halaman 1dari 10

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA FISIKA

PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENGUKURAN MASSA


JENIS GAS

OLEH:
NI PUTU ASTINI (1713031004)/VA

JURUSAN KIMIA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2019
PERCOBAAN I
PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENGUKURAN MASSA JENIS
GAS
I. Tujuan
a. Menentukan berat molekul senyawa CHCl3 dan senyawa unknown berdasarkan
pengukuran massa jenis gas secara eksperimen.
b. Menerapkan persamaan gas ideal dalam menentukan berat molekul senyawa CHCl 3
dan zat unknown X secara eksperimen.
c. Menentukan zat unknown X berdasarkan berat molekul hasil eksperimen.

II. Dasar Teori

Gas terdiri dari banyak partikel. Partikel-partikel tersebut senantiasa bergerak


dengan kecepatan dan arah yang beraneka ragam. Partikel-partikel gas tersebar secara
merata di semua bagian ruangan yang ditempati. Gas merupakan zat yang selalu
dapat bercampur sempurna satu sama lain membentuk satu fase yang homogen.
Secara umum gas dapat dikelompokkan menjadi dua macam golongan, yaitu
gas ideal atau gas sempurna dan gas nyata atau sejati. Adapun gas ideal merupakan
gas yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
1. Molekul-molekul gas merupakan materi bermassa yang dianggap tidak
mempunyai volum.
2. Gaya tarik menarik atau tolak menolah antar molekul dianggap nol.
3. Tumbukan antar molekul dan antar molekul dengan dinding bejana adalah
lenting sempurna.
4. Memenuhi hukum-hukum gas.
Sedangkan sifat dari gas nyata menyimpang dari gas ideal. Gas nyata berprilaku
seperti gas ideal jika dikondisikan pada tekanan yang relatif rendah, serta suhu yang
tinggi sehingga hukum-hukum gas dapat dipakai untuk semua macam gas pada
kondisi tersebut (Braddy, 1999).
Massa molekul relatif merupakan angka banding massa suatu molekul zat
terhadap massa karbon-12. Massa molekul relatif merupakan jumlah massa atom
relatif dari atom-atom di dalam rumusnya yang dapat ditentukan dengan berbagai
cara berdasarkan pada jenis zat, apakah zat itu berupa gas, cairan, padatan yang
menguap, zat terlarut yang menguap atau bisa juga untuk suatu zat terlarut yang tidak
menguap dan melarut dalam suatu pelarut.
Massa molekul relatif atau berat molekul (BM) senyawa volatil dapat
ditentukan dengan cara Dumas, Regnault, dan Victor Meyer. Metode Dumas adalah
prosedur yang digunakan untuk menentukan massa atom relatif atau berat molekul
dari zat organik volatil yang berupa cairan pada suhu kamar. Penentuan berat
molekul dalam metode Dumas menggunakan hukum gas ideal bersamaan dengan
massa jenis gas dengan mengetahui tekanan, volume, dan suhu dari sampel, dengan
asumsi bahwa persamaan gas ideal diikuti oleh gas nyata pada tekanan rendah. Dari
persamaan gas ideal didapat:
m
PV = nRT atau PV = ( x RT)
BM
Persamaan 1 dapat diubah menjadi:
m
P (BM) = ( x RT)
V
P (BM) = ρ R T
Dimana, BM adalah berat molekul (grm/mol), P adalah tekanan gas (atm), V
adalah volume gas (L), T adalah suhu mutlak (K), ρ adalah massa jenis (gr/L) dan R
adalah konstanta gas(0,08206 liter atm mol-1K-1) (Retug & Sastrawidana, 2004).
Berdasarkan pernyataan Dumas bahwa senyawa yang dapat ditentukan berat
molekulnya dengan menggunakan persamaan gas ideal adalah senyawa yang bersifat
volatil. Bila suatu zat cair yang bersifat volatil dengan titik didih lebih kecil dari
100oC ditempatkan dalam labu Erlenmeyer bertutup yang mempunyai lubang kecil
pada bagian tutupnya, dan kemudian labu Erlenmeyer tersebut dipanaskan sampai
suhu 100oC, maka cairan tersebut akan menguap. Apabila keadaan kesetimbangan
dicapai, yaitu tekanan uap cairan dalam labu Erlenmeyer sama dengan tekanan udara
luar, maka uap yang dihasilkan mendorong udara yang terdapat pada labu
Erlenmeyer dan keluar melalui lubang-lubang kecil. Setelah semua udara yang
keluar, pada akhirnya uap ini berhenti keluar, (Retug & Sastrawidana, 2004).
Pada keadaan kesetimbangan ini, labu Erlenmeyer hanya berisi uap cairan
dengan tekanan sama dengan tekanan atmosfer, volume sama dengan volume labu
Erlenmeyer, dan suhu sama dengan titik didih air dalam penangas air (kira-kira
100oC). Massa gas dapat diketahui dengan menimbang labu Erlenmeyer beserta uap
di dalamnya, sedangkan berat molekul gas dapat diketahui dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut.
P (BM) = ρ R T
Salah satu zat volatil adalah kloroform. Kloroform adalah nama umum untuk
triklorometana (CHCl3). Kloroform dikenal karena sering digunakan sebagai bahan
pembius, meskipun kebanyakan digunakan sebagai pelarut nonpolardi laboratorium
atau industri. Wujudnya pada ruangan berupa cairan namun mudah menguap, jernih,
tidak berwarna, tidak mudah terbakar, massa molar secara teoritis sebesar 119,38
g/mol. Densitas kloroform sebesar 1,48 g/cm3 dengan titik lebur sebesar -63,5℃ dan
titik didih sebesar 61,2 ℃ . kelarurtan dalam air 0,8 g/100 ml pada 20℃ dengan
bentuk molekul tetrahedral.

III. Alat dan Bahan


Tabel 1. Alat

No Nama Alat Ukuran Jumlah


.

1 Labu Erlenmeyer 100 mL 2 buah

2 Gelas kimia 500 mL 2 buah

3 Gelas Kimia 20 mL 2 buah

4 Karet gelang - 4 buah

5 Jarum - 1 buah

6 Neraca analitik - 1 buah

7 Desikator - 1 buah

8 Gelas ukur 5 mL 1 buah

9 Heater - 1 buah

10 Statif dan klem - 2 set

11 Termometer 100oC 2 buah


12 Barometer - 1 buah

13. Pipet tetes 2 buah

Tabel.2 Bahan

No Nama Bahan Konsentrasi Jumlah


.

1 Cairan volatile, kloroform (CHCl3) - 5 mL

2 Sampel unknown - 5 mL

3 Air - 1L

4 Aluminium foil - 2 lembar 10 x 10


cm

IV. Prosedur Praktikum


1. Senyawa kloroform (CHCl3)

Ambil sebuah labu Erlenmeyer, tutup dengan


aluminium foil, kencangkan dengan karet gelang,
kemudian timbang dan catat hasilnya

Masukkan 5 mL larutan CHCl3 ke dalam labu


Erlenmeyer, tutup kembali dengan kertas aluminium
foil dan kencangkan dengan karet gelang. Buat sebuah
lubang kecil pada aluminium foil menggunakan jaum,
agar uap dapat keluar.

Rendam labu erlenmeyer tersebut dalam penangas air


bersuhu ± 100°C dengan ketinggian air ± 1 cm
dibawah aluminium foil sampai semua larutan
kloroform (CHCl3) menguap, kemudian catat suhu
penangas air

Setelah semua larutan kloroform CHCl3 menguap,


angkat labu Erlenmeyer kemudian keringkan bagian
luarnya. Dinginkan labu erlenmeyer dalam desikator.

Timbang labu erlenmeyer yang telah dingin dengan


neraca (tutup aluminium foil beserta karet gelang tidak
dilepaskan saat ditimbang).

Volume labu Erlenmeyer ditentukan dengan mengisi


labu dengan air sampai penuh dan mengukur massa
air. Ukur pula suhu air dalam labu Erlenmeyer.
Volume air dapat ditentukan melalui persamaan
berikut:
m
ρ=
V

Ukur tekanan atmosfer menggunakan barometer.

2. Senyawa Unknown
Lakukan langkah yang sama seperti di atas untuk menentukan massa molekul
senyawa unknown.
V. Tabel Pengamatan
1. Senyawa kloroform (CHCl3)
No Kegiatan Hasil Pengamatan
.
1. Menimbang labu Erlenmeyer yang Diperoleh massa total dari labu erlenmeyer
ditutup dengan aluminium foil dan beserta tutupnya
dikencangkan dengan karet gelang
dengan neraca analitik
2. Memasukkan 5 mL kloroform ke Diperoleh suhu penangas air ketika seluruh
dalam labu Erlenmeyer kemudian kloroform habis menguap
ditutup dengan aluminium foil dan
dikencangkan dengan karet gelang.
Labu erlenmeyer dipanaskan dalam
penangas air hingga kloroform
habis menguap. Catat suhu
penangas air.
3. Setelah labu erlenmeyer diangkat Diperoleh massa total dari labu erlenmeyer,
dan didinginkan di dalam desikator, aluminium foil, karet gelang, dan kloroform
timbang kembali labu erlenmeyer
beserta tutupnya.
4. Volume labu Erlenmeyer
Diperoleh massa air dari pengurangan massa
ditentukan dengan mengisi labu labu erlenmeyer berisi air dengan labu
dengan air sampai penuh dan erlenmeyer kosong.
mengukur massa air. Ukur pula Setelah didapat massa air, volume labu
suhu air dalam labu Erlenmeyer. erlenmeyer dapat dihitung melalui persamaan
berikut:
m
ρ=
V
5. Mengukur tekanan atmosfer Diperoleh data tekanan atmosfer di ruang
menggunakan barometer. praktikum.

2. Senyawa unknown (X)


No Kegiatan Hasil Pengamatan
.
1. Menimbang labu Erlenmeyer yang Diperoleh massa total dari labu erlenmeyer
ditutup dengan aluminium foil dan beserta tutupnya
dikencangkan dengan karet gelang
dengan neraca analitik
2. Memasukkan 5 mL senyawa Diperoleh suhu penangas air ketika seluruh
unknown X ke dalam labu senyawa X habis menguap
Erlenmeyer kemudian ditutup
dengan aluminium foil dan
dikencangkan dengan karet gelang.
Labu erlenmeyer dipanaskan dalam
penangas air hingga senyawa X
habis menguap. Catat suhu
penangas air.
3. Setelah labu erlenmeyer diangkat Diperoleh massa total dari labu erlenmeyer,
dan didinginkan di dalam desikator, aluminium foil, karet gelang, dan senyawa X
timbang kembali labu erlenmeyer
beserta tutupnya.
4. Volume labu Erlenmeyer
Diperoleh massa air dari pengurangan massa
ditentukan dengan mengisi labu labu erlenmeyer berisi air dengan labu
dengan air sampai penuh dan erlenmeyer kosong.
mengukur massa air. Ukur pula Setelah didapat massa air, volume labu
suhu air dalam labu Erlenmeyer. erlenmeyer dapat dihitung melalui persamaan
berikut:
m
ρ=
V
5. Mengukur tekanan atmosfer Diperoleh data tekanan atmosfer di ruang
menggunakan barometer. praktikum.

VI. Analisis Data


1. Analisis Data Senyawa Kloroform (CHCl3)
 Mencari massa zat volatil (CHCl3)
Massa zat volatil (CHCl3) = (massa labu Erlenmeyer + aluminium foil + karet
gelang + cairan zat volatil setelah pengembunan) - (massa labu Erlenmeyer +
aluminium foil+ karet gelang)
 Mencari volume air dan massa jenis gas
Massa air = (massa labu Erlenmeyer + air) – (massa labu Erlenmeyer)
Volume air =

mair mair
ρair = V air =
V air ρ air
V air =V labu
m kloroform
ρ gas =
V labu
 Mencari berat molekul CHCl3
m kloroform
P ∙V labu = ∙ R∙ T
BM kloroform
mkloroform
P ∙ BM kloroform= ∙R∙T
V labu
P ∙ BM kloroform=ρ gas ∙ R ∙ T

ρgas ∙ R ∙T
BM kloroform =
P

2. Analisis Data Senyawa Unknown (X)


 Mencari massa zat unknown
Massa zat unknown = (massa labu Erlenmeyer + aluminium foil+ karet gelang +
cairan zat volatil setelah pengembunan) - (massa labu Erlenmeyer + aluminium
foil+ karet gelang)
 Mencari volume air dan massa jenis gas (massa jenis air = 1 gr/mL)
Massa air = (massa labu Erlenmeyer + air) – (massa labu Erlenmeyer)
Volume air =
mair
ρair =
V air
mair
V air =
ρ air
V air =V labu
m unknown
ρ gas =
V labu
 Mencari berat molekul unknown
m zatunknown
P ∙V labu = ∙R∙T
BM zat unknown
mzat unknown
P ∙ BM zat unknown= ∙ R ∙T
V labu

P ∙ BM zat unknown=ρ gas ∙ R ∙ T

ρ gas ∙ R ∙ T
BM zat unknown=
P
VII. Faktor Koreksi
Hasil perhitungan berat molekul kloroform mendekati nilai yang seharusnya,
namun masih mengandung kesalahan. Hal ini disebabkan karena ketika labu
Erlenmeyer ditimbang, labu Erlenmeyer tersebut telah berisi udara. Selain itu, saat
pendinginan uap kloroform dengan desikator, tidak semua uap cairan kembali ke
wujud cair, sehingga jumlah udara yang masuk kembali ke dalam labu Erlenmeyer
berkurang. Jumlah udara yang masuk ke labu berkurang menyebabkan massa labu
Erlenmeyer dalam keadaan ini lebih kecil dari massa labu Erlenmeyer dalam keadaan
semua uap airnya kembali ke bentuk cairnya. Jadi, massa cairan CHCl 3 seharusnya
ditambahkan dengan massa udara yang tidak dapat masuk kembali ke dalam labu
Erlenmeyer. Massa udara tersebut dapat dihitung dengan mengasumsikan bahwa
tekanan parsial udara yang tidak dapat masuk tadi sama dengan tekanan uap cairan
CHCl3 pada suhu kamar dengan menggunakan persamaan berikut.
1163,03
log P=6,90328−
227,4+T
Persamaan ini menggunakan suhu senyawa dalam satuan oC, P = tekanan uap dalam
mmHg.
Jadi dengan menggunakan rumus di atas, tekanan uap pada berbagai suhu dapat
diketahui. Dengan menggunakan nilai tekanan uap pada suhu kamar, volume labu
erlenmeyer dan berat molekul udara (28,8 gram/mol), dapat dihitung faktor koreksi
yang harus ditambahkan pada massa cairan kloroform, dengan memasukkan faktor
koreksi, akan diperoleh nilai BM yang lebih tepat.