Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

“PERUMUSAN MASALAH”

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 1 :
1. Andrian Ricy Hutapea (5193121004)
2. Andrew christian Nababan (5183321006)
3. Francisko Nedi Simanihuruk (5193121018)

KELAS : PTM A

MATA KULIAH : PENULISAN KARYA


ILMIAH

DOSEN PENGAMPU : Prof. Dr


JulagaSitumorang,M.pd

PROGRAM STUDI Pend.TEKNIK MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
FEBRUARI-2021

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,
karena berkat dan kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini
dengan judul: “PERUMUSAN MASALAH” dengan sebagaimana mestinya dan
tepat waktu.
Dalam penyusunan makalah ini , penulis banyak mendapatkan bantuan
berupa masukan, arahan dan bimbingan serta kritik dan saran yang konstruktif
dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu
penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Orang tua penulis yang selalu mendoakan dan mendukung penulis
2. Bapak Prof,Dr Julaga Situmorang,M.pd , sebagai dosen pengampu mata
kuliah penulisan karya ilmiah
3. Teman-teman mahasiswa yang telah membantu dalam memberikan
masukan dan kritikan sehingga makalah ini dapat kami selesaikan.

Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan.


Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun,
supaya penulis dapat melaksanakan tugas ini lagi dengan baik.
Penulis juga berharap kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis
maupun pembaca dan mudah-mudahan makalah ini dijadikan pembelajaran bagi
teman- teman. Seiring berakhirnya makalah ini, maka penulis mengucapkan
terima kasih.

Medan, 19 Februari 2021

Penyusun
Kelompok 1

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................i

DAFTAR ISI..........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1

1.1 Latar Belakang Masalah............................................................................1

1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................1

1.3 Tujuan Makalah.........................................................................................2

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Setiap melakukan penelitian harus mempunyai masalah penelitian yang akan
dipecahkan. Tanpamasalah, penelitian itu tidak dapat dilaksanakan. Masalahitu,
sewaktu akan mulai memikirkan suatu penelitian, sudah harus dipikirkan dan
dirumuskan secara jelas, sederhana, dan tuntas. Hal itu disebabkan oleh seluruh
unsur penelitian lainnya akan berpangkal pada perumusan masalah tersebut.
Maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan
jawabannya melalui pengumpulan data. Namun denikian, karena setiap rumusan
masalah penelitian harus didasarkan pada masalah.
Rumusan masalah adalah bagian karya tulis dalam BAB 1 yang letaknya tepat
berada di bawah latar bekalang. Rumusan masalah ini di dasarkan pada
prosesisasi penyusunan dalam pembuatan karya tulis ilmiah yang berfungsi
sebagai acuan terhadap apa saja pokok bahasan yang akan di sampaikan dalam
karya tulis itu sendiri.

Rumusan masalah di dalam bahasa inggris dikenal pula dengan


sebutan research questions merupakan bagian yang penting dilakukan dalam
proses pembuatan karya tulis, baik makalah, skripsi, karya ilmiah, tesis, desertasi,
essay, ataupun bentuk karya ilmiah lain. Rumusan masalah ini memilik fungsi
yang sangat signifikan, alasannya karena dengan membaca dan memahami
rumusan masalah yang ada secara langsung seseorang dapat dengan mudah
mengetahui tentang apa saja yang diperlukan dalam pembahasan karya ilmiah.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertin Rumusan Masalah?.
2. Apa Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah Penelitian?.
3. Bagaimana Langkah-langkah cara dalam Merumuskan Masalah?.
4. Apa Pentingnya Rumusan Masalah?.

1.3 Tujuan Makalah


1. Untuk mengetahui pengertian Rumusan Masalah.
2. Untuk mengetahui bentuk-bentuk rumusan masalah
3. Untuk mengetahui langkah-langkah cara dalam menyusun rumusan
masalah.
4. Untuk mengetahui pentingnya menyusun rumusan masalah

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Rumusan Masalah


Rumusan masalah berbeda dengan masalah. Masalah merupakan kesenjangan
antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Maka rumusan masalah itu merupakan suatu
pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Namun
denikian, karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah.
Masalah yang perlu di jawab melalui penelitian cukupbanyak dan bervariasi,
misalnya masalah dalam bidang pendidikan saja dapat dikategorikan menjadi beberapa
sudut tinjauan, yaitu masalah kualitas, pemerataan, relevansi, dan efisiensi pendidikan.

B. Bentuk-bentuk Rumusan Masalah Penelitian


Rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya
melalui pengumpulan data. Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian ini
dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (level of explanation).
Bentuk masalah dapat dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif, komparatif
dan asosiatif.
1. Rumusan masalah deskriptif
Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan
dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya satu variabel
atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak
membuat perbandingan variabel itu dengan variabel yang lain. Penelitian semacam ini
untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif. Contoh rumusan masalah
deskriptif:
a. Seberapa baik kenerjaDepartemen Pendidikan Nasional?
b. Bagaimanakah sikapmasyarakat terhadap perguruan tinggi negri Berbadan
Hukum?
c. Seberapa tinggi efektifitas kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia?
d. . Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah
daerah di bidang pendidikan?
Dari beberapa contoh terlihat bahwa setiap pertanyaan penelitian berkenaan
dengan satu variabel atau lebih secara mandiri (berbandingan dengan masalah komperatif
dan asosiatif).
2. Rumusan masalah komperatif
Rumusan masalah komperatif adalah rumusan masalah penelitian yang
membandingkan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda,
atau pada waktu yang berbeda. Contoh rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
a. Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah negri dan swasta?
(variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negri dan
swasta)
b. . Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Desa? (satu
variabel dua sampel)
c. Adakah perbedaan, motivasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal dari
keluarga Guru, Pegawai Swasta dan Pedagang? (dua variabel dua sampel)
d. Adakah perbedaan kompetensi profosional guru dan kepala sekolah antara SD, SMP

3
dan SLTA. (satu variabel untuk dua kelompok, pada tiga sampel)

3. Rumusan masalah asosiatif


Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat
menanyakan hubungan dua variabel atau lebih.terdapat tiga bentuk hubungan yaitu:
a. Hubungan simetris
Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang
kebetulan munculnya bersama. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif,
contoh rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1) Adakah hubungan antara jumlah es yang terjual dengan jumlah
kejahatan terhadap murid sekolah? (variabel pertama adalah penjualan es dan
yang kedua adalah kejahatan). Hal ini berarti yang menyebabkan jumlah
kejahatan bukan karena es yang terjual. Mungkin logikanya adalah sebagai
berikut. Pada saat es banyak terjual itu pada musim liburan sekolah, pada saat
murid-murid banyak yang piknik ke tempat wisata. Karena banyak murid yang
piknik maka di situ banyak kejahatan.
2) Adakah hubungan antara rumah yang dekat rel kereta api dengan jumlah
anak?
b. Hubungan kausal
Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada
variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi),
contoh:
1) Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi-prestasi belajar
anak? (pendidikan orang tua variabel independen dan prestasi belajar variabel
dependen)
2) Seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala SMK terhadap kecepatan
lulsan memperoleh pekerjaan? (kepemimpinan variabel independen dan kecepatan
memperoleh pekerjaan variabel dependen)
c. Hubungan interaktif/resiprocal/timbal balik
Hubungan interaktif adalah hubungan saling mempengaruhi. Di sini tidak
diketahui mana variabel independen dan dependen, contoh:
1) Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anakSD di Kecamatan A. Di
sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat
mempengaruhi motivasi.
2) Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan. Kecerdasan dapat
menyebabkan kaya, demikian juga orang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena
gizi terpenuhi.

C. Langkah-langkah cara dalam Merumuskan Masalah


Sebelum seorang peneliti memulai kegiatannya, peneliti harus memulai
membuat rancangan terlebih dahulu. Rancangan tersebut diberi nama desain
penelitian. Ada yang menyebutnya dengan istilah proposal atau usulan penelitian.
Rumusan masalah adalah pokok dari suatu kegiatan penelitian. Labgkahnya
disebut perumusan masalah. Di dalam langkah ini peneliti mengajukan pertanyaan
terhadap dirinya tentang hal-hal yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan
penelitian.
Setelah peneliti memberikan batasan permasalahan. Maka menjadi jelas apa
yang dipermasalahkan. Inilah yang menjadi poin-poin fokus perhatiannya.[4]
Berikut ini dijelaskan tiga langkah dalam merumuskan masalah beserta

4
contohnya:
1. Pilihlah salah satu masalah
Pilihlah salah satu masalah diantara berbagai pilihan yang terkadag sama-
sama menarik dan menantang untuk diteliti. Pilihan yang paling tepat biasanya
didasarkan pada empat pertimbanan yaitu : sesuai dengan minat peneliti,
memungkinkan untuk diteliti, tersedia faktor pendukung, dan ada manfaatnya.
2. Lakukanlah kajian awal
Melakukan kajian awal sangatlah perlu karena bertujuan untuk memastikan
tujuh hal, yaitu: masalah tersebut belum pernah diteliti orang lain, memastikan apa
yang akan diteliti, mengetahui di mana dan kepada siapa informasi dapat diperoleh
mengetahui cara memperoleh data mengetahui metode ag tepat untuk menganalisis
data mengetahui cara mengambil simpulan, dan mengetahui manfaat hasil penelitian.
Pada tahap ini sebaiknya anda menentukan dua atau tiga masalah yang paling
menarik dan memungkinkan untuk diteliti menurut pemikira anda. Lalu ajukan pada
guru pembimbing untuk diperiksa lagi agar memberikan saran berdasarkan berbagai
pertimbangan.
3. Merumuskan masalah menjadi judul penelitian
Setelah kajian awal dan saram guru pembimbing mengarahkan anda kepada
suatu permasalahan, anda masih harus merumuskan secara spesifik, tajam, jelas dan
tegas. Tujuannya, agar tidak menimbulkan multi interpretasi, walaupun dibaca oleh
orang-orang yang berbeda.
Ketika anda menentukan untuk meneliti “Pengaruh musik ringan terhadap
prestasi belajar siswa kelas XI” sebenarnya bukan merupakan rumusan masalah. Akan
tetapi merupakan topik yang akan anda teliti. Agar topik itu menjadi rumusan
masalah, ubahlah susunannya menjadi kalimat pertanyaan. Mislanya “bagaimana
pengaruh musik ringan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI?” rumusan kalimat
pertanyaan seperti itu membuat semakin jelas adanya problematika yang akan diteliti.
Problematika adalah sesuatu yang membutuhkan jawaban atau pemecahan.[5]

Berikut ini cara menyusun rumusan masalah


1. Mengidentifikasi subyek area luas yang menarik.
Sebelum memulai merumusakan suatu rmasalah seorang peneliti sebaiknya
selalu menanyakan pada dirinya sendiri apa yang benar benar menarik bagi dirinya
secara profesional.
2. Membagi subyek area luas menjadi sub area
Jika seseorang telah menetapkan subyek area tersebut, yang sering kali
mempunyai banyak aspek, maka seorang peneliti harus membaginya menjadi
beberapa sub area terlebih dahulu.
3. memilih sub area yang paling menarik
Jika peneliti telah membagi subyek area menjadi beberapa sub area, maka
yang paling penting adalah memilih salah satu atau beberapa sub area yang paling
menarik untuk dirumuskan menjadi suatu masalah penelitian.
4. Mengungkapkan beberapa pertanyaan penelitian
Pada tahap ini, seorang peneliti sebaiknya bertanya pada dirinya sendiri
tentang apa yang sebenarnya hendak dicari pemecahan atau jawaban dari beberapa
sub area tersebut.
5. Merumuskansuatu tujuan (obyektif)
Seorang peneliti harus mempunyai tujuan atau obyek yang jelas dan nyata dari
proses penelitian yang hendak dilakukan. Obyektif atau tujuan ini ditumbuhkan dari
pertanyaan yang diungkapkan dalam rumusan masalah.

5
6. Menilai obyektif
Langkah selanjutnya, seorang peneliti harus menguji obyek tif atau tujuannya
guna memastikan bahwa obyektif tersebut dapat dicapai melalui metode dan prosedur
penelitian.

D. Pentingnya Rumusan Masalah

Perumusan masalah dalam Penelitian merupakan langkah pertama dan langkah


paling penting pada proses penelitin hal ini sama saja seperti menentukan tujuan
atau destnasi ketika hendak berpergian.
Rumusan masalah berperan seperti halnya pondasi sebuah bangunan.
Rumusan masalah penelitian berperan sebagai pondasi suatu penelitian itu sendiri,
jika masalah dirumuskan dengan baik, maka seorang peneliti dapat berharap bahwa
studi atau penelitian atau penelitian yang dilakukan juga akan berlangsung dengan
baik. Seperti dikemukakan oleh Kerlinger, 1986:
Jika seseorang ingin menyelesaikan suatu masalah, orang tersebut secara
umum harus mengetahui apa permasalahan yang dimaksud. Dapat dikatakan bahwa
bagian terbesar suatu permasalahan adalah terletak pada mengetahui apa yang hendak
dicoba dislesaikan oleh seseorang.
Rumusan masalah bisa jadi mempunyai beberapa bentuk, mulai dari yang paling
sederhana sampai yang kompleks. Namun apapun bentuknya, sebaiknya harus selalu
memperhatikan beberapa hal.
Dengan demikian, rumuan masalah bagaikan masukan atau input
dalampenelitian, sedangkan luar atau outputnya ilmiahnya pembahasan yang
menyertainya.

6
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Rumusan masalah berbeda dengan masalah. Masalah merupakan kesenjangan
antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Maka rumusan masalah itu merupakan
suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Namun
denikian, karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah.
Jika seseorang ingin menyelesaikan suatu masalah, orang tersebut secara
umum harus mengetahui apa permasalahan yang dimaksud. Dapat dikatakan bahwa
bagian terbesar suatu permasalahan adalah terletak pada mengetahui apa yang hendak
dicoba dislesaikan oleh seseorang.
B. Saran
Demikianlah makalah yang dapat kami susun. Kami sadar makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat
kami harapkan demi perbaikan makalah selanjutnya. Kami minta maaf apabila ada
kesalahan dalam penulisan dan isi makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi
kita semua. Amin.

7
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi . 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. PT
Rineka Cipta.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suhardi. 2011. Bergiat dalam Penelitia Ilmiah Remaja. Flamingo.
Widi Kartiko Restu, 2010, Asas Metodologi Penelitian, Yogyakarta: Graha
Ilmu.

8
9