Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

TES WECHSLER (WAIS)

Kelompok 5
Nayla Malihatan Nisa 200401110174
Furaidah Aulia 200401110225
Moura Nadelyn 200401110241
Moh Alfin Hidayat 200401110243
Amanda Nisa’ul M 200401110287

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2021
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………...2

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………...3

A. Latar Belakang…………………………………………………………………………...3
B. Rumusan Masalah……………………………………………………………………….4
C. Tujuan…………………………………………………………………………………….4

BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………………………5

A. Tes Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS)


1. Pengantar tes
WAIS……………………………………………………………...5
2. Skoring
WAIS…………………………………………………………………….7
3. Administrasi WAIS……………………………………………………………....9

BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………..19

A. Kesimpulan……………………………………………………………………………...19
B. Saran…………………………………………………………………………………….19

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………...20

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Diawali oleh adanya pandangan dan keraguan tentang pengukuran intelegensi
melalui tes Binet (1937) sebagai pendahulu dalam tes inteligensi. Menurut Wechsler: tes
Binet memiliki keterbatasan dalam penggunaannya, khususnya dalam pengukuran
inteligensi untuk orang dewasa sehingga perlu adanya perluasan dalam pengukuran
inteligensi memerlukan item-item yang dapat diberikan tidak hanya pada kelompok anak
tetapi juga pada orang dewasa perlu adanya perluasan dalam pengukuran inteligensi perlu
item-item yang dapat diberikan tidak hanya pada kelompok anak tetapi juga pada orang
dewasa.
Dua hal yang berbeda dengan para ahli sebelumnya. Pertama, adanya konsep
“point scale”, yaitu adanya penambahan nilai pada item-item yang dapat diselesaikan
dengan waktu yang lebih cepat serta pengukurannya mencakup isi tertentu. Kedua,
menambahkan adanya pengukuran performansi, yaitu pengukuran kemampuan yang
bersifat nonverbal serta kemampuan performansi terhadap tugas.
David Weschler memulai penyusunan alat tes pada tahun 2032 (Gregocy, 1996).
Ia membuat alat tes berdasarkan rujukan divisi psikiatri di rumah sakit Bellevue, New
York. Skala yang dibuat Weschler berpedoman pada Army Alpha & Betha serta Skala
Binet dalam beberapa hal.
Weschler menilai aitem-aitem tes Binet yang kurang sesuai untuk orang dewasa
dan terlalu menekankan pada kecepatan sehingga akan menghambat orang yang sudah
tua. Weschler berpendapat bahwa skala inteligensi bagi orang dewasa seharusnya dapat
mengukur pengetahuan umum, pemahaman kuantitatif, kemampuan berbahasa, ingatan
dan penilaian sosial (Cohen & Swedlik,2005). Maka dari itu, Weschler bertekad
merancang aitem untuk orang dewasa, menambah skala performansi, mengurangi
penekanan pada pertanyaan-pertanyaan dengan batas waktu pendek, menggunakan
metode baru untuk memperoleh IQ dan menggunakan skala poin. Penambahan skala
performansi bertujuan untuk mengatasi bias bahasa, budaya dan latar belakang
pendidikan dalam pengukuran inteligensi (Gregory,1996)

3
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu tes Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS)?
2. Bagaimana administrasi dan skoring tes Wechsler Adult Intelligence Scale
(WAIS)?

C. Tujuan
1. Mengetahui apa itu tes Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS)
2. Mengetahui administrasi dan skoring tes Wechsler Adult Intelligence Scale
(WAIS)

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Tes Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS)


1. Pengantar WAIS
Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) dikembangkan oleh David Wechsler.
Akibat rasa ketidakpuasan dengan batasan dari teori Stanford-Binet dalam
penggunaannya, khususnya dalam pengukuran kecerdasan untuk orang dewasa sehingga
dikembangkanlah tes ini. David Wechsler kemudian meluncurkan tes kecerdasan baru
yang dikenal sebagai Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) pada 1955. Tes ini
digunakan oleh orang dewasa usia 16-75 tahun atau lebih. Pelaksanaan tes ini dilakukan
secara individu (Maarif et al., 2017). WAIS menjadi alat tes yang paling populer karena
paling banyak digunakan di dunia saat ini. Tes ini semula bernama Wechsler Bellevue
Intellegence Scale (WBIS). Tes intellegensi ini memiliki enam subtes yang
terkombinasikan dalam bentuk skala pengukuran ketrampilan verbal dan lima subtes
membentuk suatu skala pengukuran ketrampilan tindakan (Rohmah, 2011).

WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) sebagai suatu skala kecerdasan yang
dibuat pertama kali oleh psikolog Amerika, David Wechsler pada tahun 1939 atau 34
tahun setelah skala Binet-Simon lahir pada tahun 1905, yang mula-mula diterbitkan
dengan nama WBIS (Weschler Bellevue Intellegence Scale). Enam belas tahun
kemudian, tepatnya pada tahun 1955 David Weschler merevisi dan merubah nama WBIS
(Weschler Bellevue Intellegence Scale) menjadi WAIS (Weschler Adult Intellegence
Scale) karena adanya berbagai kritikan. Perubahan tersebut juga diikuti oleh adanya
perbaikan yang berkenaan dengan ukuran dan representatif sampel normatif dan
reliabilitas sub-tes.

Di sisi lain, perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan juga mempengaruhi isi
atau materi tes WAIS, sehingga sampai saat ini tes WAIS telah mengalami perubahan
dan perbaikan sebanyak tiga kali. Secara garis besar perubahan pertama kali dari WBIS
(Weschler Bellevue Intellegence Scale) sampai berubah menjadi WAIS (Weschler Adult
Intellegence Scale) menurut Fudiyartanta (2004) berkaitan dengan pemekaran dan
pembaharuan isi, atau item dalam sub-tes, konstruksi, organisasi dan penyekoran atau
deviasi IQ. Perubahan ini berlanjut pada edisi revisi WAIS-R (Weschler, 1981).
Kemudian perubahan dan perbaikan yang terakhir terjadi penambahan sub-tes menjadi 13
sub-tes. Edisi yang terakhir ini dikenal dengan nama WAIS-III (Weschler, 1997).

5
Tes WAIS-R, bentuk revisi WAIS, dirilis pada tahun 1981 dan terdiri dari enam
tes kinerja verbal dan lima. Tes verbal adalah: Informasi, Pemahaman, Aritmatika, Digit
Span, Persamaan, dan Kosakata. Subjek Kinerja adalah: Pengaturan Gambar,
Penyelesaian Gambar, Desain Blok, Perakitan Objek, dan Simbol Digit. A IQ verbal, IQ
kinerja dan skala penuh IQ diperoleh.  Edisi revisi ini tidak memberikan data validitas
baru, tetapi menggunakan data dari WAIS asli; Namun norma-norma baru disediakan,
dengan hati-hati dikelompokkan (Wechsler, 2009).
Tes WAIS III, revisi selanjutnya dari WAIS dan WAIS-R, dirilis pada tahun
1997. Ini menyediakan skor untuk Verbal IQ, Performance IQ, dan Full Scale IQ,
bersama dengan empat indeks sekunder (Verbal Comprehension, Working Memory,
Perseptual Organisasi, dan Kecepatan Proses).
Verbal IQ Termasuk tujuh tes dan menyediakan dua subindex; pemahaman verbal
dan memori kerja. Indeks Verbal Comprehension (VCI) termasuk tes berikut:
Informasi,Kesamaan dan Kosa kata. Indeks Memori Kerja (WMI) termasuk: Hitung dan
Digit Span. Pengurutan dan Pemahaman Nomor Surat tidak termasuk dalam indeks ini,
tetapidigunakan sebagai substitusi untuk subtest yang rusak dalam WMI dan VCI,
masing-masing. Performance IQ (PIQ ) Termasuk enam tes dan itu juga menyediakan
dua subindex ; organisasi perseptual dan kecepatan pemrosesan.Indeks Organisasi
Perseptual (POI) termasuk:Desain Blok, Penalaran Matriks dan Penyempurnaan Gambar
Indeks Kecepatan Pengolahan (PSI) termasuk: Digit Symbol-Coding dan
Pencarian Simbol. Dua tes; Pengaturan Gambar dan Perakitan Obyek tidak termasuk
dalam indeks. Keseluruhan Obyek tidak termasuk dalam PIQ
Tujuan dari tes WAIS adalah untuk menyediakan tes kecerdasan bagi orang
dewasa usia 16-75 tahun atau lebih, yang pelaksanaannya dilakukan secara individual.
Tes ini mengukur dua aspek kemampuan potensial subyek yaitu, aspek verbal dan aspek
performance. Terdapat enam sub-tes skala verbal (Informasi, Pengertian, Hitungan,
Persamaan, Rentangan Angka, dan Perbendaharaan Kata) dan lima sub-tes skala
performance (Simbol Angka, Melengkapi gambar, Rancangan Balok, Mengatur Gambar,
Merakit Obyek).

Subtes pertama: INFORMASI


Subtest pertama ini berisi 24 buah pertanyaan, dimana masing – masing
pertanyaan mencakup informasi – informasi pegnetahuan umum, seperti nama pahlawan,
ibukota Negara, dan pertanyaan – pertanyaan lain yang sifatnya umum dan juga
universal. Subtest ini nantinya akan mengukur seberapa jauh pengetahuan umum yang
dimiliki oleh individu secara general.

Subtes kedua: PENGERTIAN


Subtest kedua ini berisi 14 buah pertanyaan, dimana masing pertanyaan berisi
tentang situasi dan kondisi kehidupan sehari – hari, serta masalah – masalah umum yang
biasa dihadapi. Subtest ini menuntut kemampuan individu dalam bernalar, dan
menggunakan logika berpikir, serta kemampuan memecahkan masalah yang baik, serta

6
bagaimana individu mampu untuk menerapkan pengetahuan umum yang dimilikinya
dalam kehidupan sehari – hari.

Subtes ketiga: HITUNGAN


Sesuai dengan namanya, subtest ini merupakan subtest yagn berhubungan dengan
kemampuan untuk melakukan operasi matematika dan berhitung. Terdapat 14 buah
pertanyaan atau soal hitungan yang harus dijawab secara lisan oleh individu, tanpa
menggunakan alat bantu hitung apapun. Individu dituntut untuk mampu berkonsentrasi
terhadap soal, dan mampu mengolah pertanyaan sehingga mendapatkan jawaban yang
tepat.

Subtes keempat: PERSAMAAN


Pada subtest ini, individu diminta untuk memberikan persamaan yang ada
diantara dua buah benda. Misalnya persamaan antara Jeruk dan juga Pisang. Terdapat 13
pasang kata, yang harus dicari persamaannya. Kemampuan bernalar dan juga
pengetahuan umum juga dibutuhkan oleh individu dalam subtest ini.

Subtes kelima: RENTANGAN ANGKA


Terdapat dua bagian dari subtest rentang angka ini, yaitu rentang ke depan, dan
juga rentang ke belakang. Nantinya, individu akan diminta untuk mengulangi serangkaian
angka yang disebutkan oleh tester dengan tepat. Kemampuan dalam berkonsentrasi penuh
mutlak dimiliki dalam menjalankan subtest ini.

Subtes keenam: PEMBENDAHARAAN KATA


Subtest ini memiliki 40 buah kata, dimana individu harus memberikan pengertian
dari masing – masing kata yang diberikan oleh tester. Pertanyaan dimulai dari kalimat
“Apa yang dimaksud dengan………” Jawaban dari individu tergantung dari pemahaman
diri mereka sendiri, sehingga jawaban yang muncul bisa bervariasi antar individu.
Kemampuan dalam memahami fungsi suatu benda, serta pegnetahuan juga dibutuhkan
dalam subtest ini.

Subtes ketujuh: SIMBOL ANGKA


Pada subtest ini, individu akan dihadapkan pada 10 buah pola, dan juga angka 1
sampai 10. Masing – masing angka merepresentasikan pola tertentu. tugas dari individu
adalah mengisi kotak kosong di atas angka – angka yang tersedia, sesuai dengan symbol
– symbol yang direpresentasikan. Merupakan bentuk battery test, karena individu
diberikan waktu 90 detik untuk menyelesaikan semampunya.

Subtes kedelapan: MELENGKAPI GAMBAR


Subtest ini menghadirkan 21 buah gambar, dimana masing – masing gambar
terdapat satu bagian penting yang hilang, Tugas peserta atau individu adalah mencari dan
menemukan bagian penting apa yang hilang dari gambar tersebut. Pengalaman dan juga
pengetahuan umum dibutuhkan untuk menyelesaikan subtest ini dengan lancar.

7
Subtes kesembilan: RANCANGAN BALOK
Pada subtest ini, tester akan menggunakan 9 buah balok, dimana masing – masing
balok memiliki pola berwarna merah, putih, setengah merah, dan setengah putih. Tugas
dari individu atau peserta adalah menyusun balok – balok tersebut, dengan pola atau
warna yang sesuai dengan contoh yang diberikan. Terdapat 10 buah kartu yang berisi
pola – pola yang harus diikuti oleh individu atau peserta.

Subtes kesepuluh: MENGATUR GAMBAR


Subtest ini merupakan salah satu subtest dimana peserta dapat berekspresi dan
menunjukkan kemampuan pemecahan masalah dan juga kemampuan analisis mereka.
terdapat 8 buah soal, dimana masing – masing soal terdiri dari gambar – gambar yang
tersusun secara acak. Tugas dari peserta adalah menyusun gambar – gambar tersebut
hingga menjadi satu kejadian yang tersusun secara sistematis atau berurutan.

Subtes kesebelas: MERAKIT OBJEK


Merupakan subtest terakhir, yang berbentuk potongan – potongan puzzle atau
bentuk. Tugas peserta adalah menggabungkan potongan – potongan tersebut, sehingga
menjadi satu bentuk objek yang real dan nyata. Terdapat 4 soal / 4 objek yang harus
disusun oleh peserta pada subtest ini.
Versi tes saat ini, WAIS-IV, yang dirilis pada tahun 2008, terdiri dari 10 subtes
inti dan lima subtest tambahan, dengan 10 subtest inti yang terdiri dari IQ Skala
Penuh. Dengan WAIS-IV baru, subskala verbal / kinerja dari versi sebelumnya telah
dihapus dan digantikan oleh skor indeks. Indeks Kemampuan Umum (GAI) dimasukkan,
yang terdiri dari subtes Keseragaman, Kosakata, dan Informasi dari   Indeks Pemahaman
Verbal   dan Desain Blok, Matriks Penalaran dan Subjek Puzzles Visual dari   Indeks
Penalaran Persepsi . The GAI secara klinis berguna karena dapat digunakan sebagai
ukuran kemampuan kognitif yang kurang rentan terhadap gangguan pengolahan
dan   memori kerja.
WAIS-IV distandardisasi pada sampel 2.200 orang di Amerika Serikat mulai usia
16 hingga 90(Wechsler, 2008). Perpanjangan standardisasi telah dilakukan dengan 688
orang Kanada dalam rentang usia yang sama.
Rentang dan penggunaan usia Ukuran WAIS-IV sesuai untuk digunakan dengan
individu berusia 16-90 tahun. Untuk individu di bawah 16 tahun,   Skala Kecerdasan
Wechsler untuk Anak-Anak   (WISC, 6–16 tahun) dan   Wechsler Preschool dan Skala
Intelijen Primer   (WPPSI, 2 ½-7 tahun, 7 bulan) digunakan. Tes kecerdasan dapat
digunakan pada populasi dengan penyakit psikiatri atau cedera otak, untuk menilai
tingkat fungsi kognitif, meskipun beberapa menganggap penggunaan ini sebagai
kontroversial. Psikolog rehabilitasi dan   neuropsikolog   gunakan WAIS-IV dan
lainnya   tes neuropsikologi   untuk menilai bagaimana otak berfungsi setelah
cedera. Subtes khusus memberikan informasi tentang fungsi kognitif tertentu. Misalnya,
rentang digit dapat digunakan untuk mendapatkan rasa kesulitan atensi . Lainnya
mempekerjakan   WAIS-R NI ( Wechsler Adult Intelligence Scale-Revised sebagai
Instrumen Neuropsikologi ), ukuran lain yang diterbitkan oleh   Harcourt . Setiap skor

8
subtest dihitung dan dihitung sehubungan dengan norma-norma neurotypical atau cedera
otak. Karena WAIS dikembangkan untuk individu rata-rata, yang tidak terluka, norma
yang terpisah dikembangkan untuk perbandingan yang tepat di antara individu yang
berfungsi serupa.
WAIS digunakan di Indonesia sebagai tes inteligensi bagi individu dengan
rentang usia 16-75 tahun. Seluruh subtes WAIS telah diadaptasi ke dalam Bahasa
Indonesia untuk digunakan bagi subyek yang berbahasa Indonesia. Di Fakultas Psikologi
Universitas Gajah Mada, adaptasi tersebut dilakukan pada WAIS versi tahun 1955 dan
belum disertai dengan pengujian empiris yang seksama terhadap kualitas aitem yang
selesai dialih bahasakan. Norma konversi IQ yang digunakan masih memakai norma asli
WAIS.

Tes ini dapat mendiagnosis kesulitan belajar, karena tes ini mencakup aspek
verbal dan performance sehingga hasilnya dapat mendiagnosis kesulitan belajar klien
pada aspek performance atau verbal. Dari sini juga dapat diketahui kecerdasan verbal dan
non-verbalnya

2. Skoring WAIS

Bilamana tester sudah menilai atau menskor setiap sub-tes, dan angka (hasilnya)
sudah dijumlahkan, maka hasil yang diperoleh adalah angka kasar untuk setiap sub-tes
tersebut. Angka kasar ini kemudian dipindahkan ke bagian ringkasan di muka formular
penilaian. Tepat di sebelah kiri bagian ringkasan itu ada suatu table dari skala angka
perbandingan. Tabel ini terdapat pada buku pegangan (manual), digunakan untuk
menyalin angka-angka skala untuk semua subyek tanpa memandang umur dan jenis
kelamin. Angka kasar yang diperoleh subyek untuk suatu sub-tes ditempatkan dalam
kolom table itu untuk sub-tes yang bersangkutan. Tester kemudian membaca secara
mendatar dari sesuatu angka kasar ke kolom yang terkiri atau kanan pada table, tester
akan menemukan skala angka perbandingan.

Angka skala ini kemudian dimasukkan ke dalam ruangan yang bersangkutan pada
bagian ringkasan, tepat di sebelah kanan angka kasar yang tercatat. Bilamana hal ini
sudah dikerjakan untuk semua sub tes, bagian ringkasan menunjukkan suatu kolom untuk
angka-angka kasar dan kolom yang berdekatan untuk angka-angka skala. Sesudah itu,
tidak perlu memperhatikan lagi angka-angka kasar tersebut, karena perbandingannya
angka-angka skala lebih berarti.

Angka Verbal adalah jumlah angka-angka skala dari enam tes Verbal. Demikian
juga, angka Performance diperoleh dengan menjumlahkan angka-angka skala dari lima
sub tes Performance. Angka skala lengkap adalah jumlah angka Verbal dan angka
Performance yang didasarkan atas sebelas sub tes.

9
Untuk menyalin angka-angka Verbal, Performance dan Skala Lengkap ke dalam
angka kecerdasan (IQ), digunakan tabel norma WAIS yang terdapat pada buku pegangan
(manual).

Tabel norma WAIS terdiri atas 10 rangkaian tabel, masing-masing untuk setiap
kelompok umur subyek.
- AK Skala Verbal yang meliputi informasi, pemahaman, hitungan , persamaan,rantang
angka dan perbendaharaan kata.
- AK Skala Performance yang meliputi simbol angka, melengkapi gambar,rancang balok,
mengatur gambar dan merakit objek.
- AK Skala Lengkap dapat diperoleh dengan melihat halaman-halaman tabel norma
WAIS
sehingga tester dapat menentukan ketiga AK untuk seorang subyek dengan memeriksa
serangkaian tabel-tabel untuk kelompok umur subyek. Umur subyek adalah umur
kelahiran yang dihitung dari tanggal lahir dan tahun sampai dengan tanggal tes
dilaksanakan yang disebut chronological age.

Berikut adalah norma tes WAIS

IQ Klasifikasi
130 ke atas Sangat Superior (Very Superior)
120 - 129 Superior
110 - 119 Di atas rata-rata (Bright Normal)
90 - 109 Rata-rata (Average)
80 - 89 Di bawah rata-rata (Dull Normal)
70 - 79 Batas Lemah (Borderline)
69 ke bawah Lemah Mental (Devective)

3. Administrasi WAIS

Seperti dalam segala tes psikologi, penyajian WAIS secara layak meminta tester
mampu menyelenggarakan dengan baik, bahan-bahan yang teratur, ruangan testing yang
sesuai, dan waktu yang cukup. Tester harus seorang yang terlatih secara khusus salam
testing perseorangan pada umumnya maupun dalam menyajikan WAIS pada khususnya.

Bahan-bahan tes harus diatur secara baik, sehingga tester dapat menyajikannya
setiap waktu yang dibutuhkan tanpa kebingungan dan penundaan. Materi tes harus dijaga
dari pandangan subyek sampai sub-tes itu disajikan dalam testing.

10
Ruangan tempat testing harus bebas dari suara dan gangguan yang mengacau.
Ruangan itu harus diberikan penerangan dan ventilasi udara yang secukupnya. Meja kursi
harus diatur sedemikian rupa sehingga subyek dan tester merasa senang, subyek dapat
mengerjakan bahan-bahan dengan bebas, tester dapat menyajikan bahan-bahan,
mengamati pekerjaan subjek, dan mencatat jawaban subyek dengan seenak-enaknya.

Perlengkapan bahan-bahan tes yang digunakan dalam menyajikan tes WAIS, selain buku
pegangan dan bentuk penilaian, terdapat juga sebagai berikut:
1. Booklet berikat spiral berisi soal-soal tes melengkapi gambar;
2. Booklet berikat spiral berisi rancangan-rancangan untuk tes dan rancangan balok. Isi
dari booklet ini diatur sedemikian rupa sehingga soal-soal dapat disajikan dengan
mudah;
3. Kantong berisi kartu-kartu untuk tes mengatus gambar, masing-masing soal dalam
kantong yang terpisah;
4. Sembilan kubus merah-putih untuk tes rancangan balok, hal ini juga digunakan untuk
soal pertama dalam tes hitungan;
5. Empat kantong berisi bagian-bagian untuk soal-soal tes merakit obyek;
6. Kartu perisai melukiskan beberan untuk bagian-bagian soal merakit obyek;
7. Stopwatch untuk mencatat waktu.
Selama penyajian tes dan penilaian WAIS, tester harus melakukan langkah-langkah yang
bersifat administratif, yaitu sebagai berikut:
1. Nilai, catat angka-angka untuk setiap soal dengan teliti dan jelas sebagaimana menilai
suatu jawaban soal;
2. Bila ada hadiah, catat waktu yang digunakan oleh subyek dan nilai hadiahnya dengan
teliti;
3. Bilamana soal-soal permulaan dari suatu tes tidak diberikan, seperti halnya dalam tes
informasi, pengertian, hitungan dan perbendaharaan kata, jangan lupa memberi nilai
pada soal-soal tersebut;
4. Periksa penjumlahan nilai-nilai dari jawaban yang benar dalam menghitung angka
kasar dari tes;
5. Tulislah angka kasar untuk tiap-tiap sub-tes ke dalam sampul formular penilaian;
6. Cocokkan umur subyek dengan mengurangi umur yang dinyatakan dengan tanggal
testing atau periksa catatan yang dapat dipercaya;
7. Hindari kesalahan-kesalahan dalam menyalin angka kasar ke angka skala dan angka
skala ke angka kecerdasan (IQ). Ulangi langkah-langkah dalam menggunakan table-
tabel untuk mengoreksi kesalahan membaca;
8. Periksa semua pemindahan bahan, perhitungan, dan penyalinan angka-angka secara
teliti.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari berbagai penjelasan di atas, Tes Weschler terdiri atas 3
macam tes sesuai dengan rentang usia, Tes WAIS sendiri merupakan salah satu tes
inteligensi individual bagi yang diciptakan oleh David Weschler. Tes yang diperuntukkan
bagi individu dengan rentang usia 16 hingga 75 tahun, usaha pengapdatasian tes
inteligensi ini di Indonesia hanya terbatas pada alih bahasa dan sedikit penyesuaian
gambar serta stimulus-stimulusnya. Sementara Tes WISC sendiri diperuntukkan untuk
rentang usia 5-15 tahun, dan Tes WPPSI untung rentang usia dibawah 5 Tahun.

B. Saran
Pembahasan mengenai intelegansi manusia semestinya diteruskan ke tahap penelitian,
karena dunia semakin berkembang sehingga kemungkinan-kemungkinan teori baru dapat
menggeser teori-teori lama melalui prosedur ilmiah yang benar. Demikian halnya dengan
konsep intelegansi dan pengukurannya dalam beberapa dekade terakhir mengalami
pergeseran pengertian dan pemahaman yang cukup signifikan. Namun demikian
kecerdasan intelektual tetaplah penting, ia nya adalah kecerdasan umum yang dimiliki
manusia yang perlu terus dikembangkan sisi keilmuannya untuk tujuan akhir
menciptakan kesejahteraan umat manusia dengan kekuatan daya intelektualnya.

12
DAFTAR PUSTAKA
1. A. Said Hasan Basri. (2019). PENGGUNAAN SHORT FORM TES WAIS PADA
KLIEN PSIKIATRIK. Jurnal Ilmiah Psikohumanika, Volume XI (No. 1), Hal 45-64.

2. Vadlya Maarif, Andrian Eko Widodo, Dwi Yuli Wibowo. (2017). Aplikasi Tes IQ
Berbasis Android. Indonesian Journal on Software Engineering, Volume 3 (No. 2), Hal
36-43.
3. Anastasi, Anna. 2006. Tes Psikologi. Jakarta: PT Indeks
4. Suryabrata, Sumandi. 1990. Pembimbing ke Psikodiagnostik. Yogyakarta: Rake Sarasin

13

Anda mungkin juga menyukai