Anda di halaman 1dari 30

Uretritis Gonore dan

Uretritis Non Spesifik


Alvian Reza Muhammad
I.P. Kulit dan Kelamin
RSUD Karawang

Uretritis
Peradangan pada saluran kemih atau uretra
yang diakibatkan oleh infeksi bakteri baik
bakteri spesifik yaitu Gonore atau bakteri non
spesifik. Penyakit ini digolongkan sebagai
penyakit menular seksual mengingat
transmisi dari penyakit ini adalah dengan
adanya kontak karena adanya penyakit
menular seksual.

Uretra Wanita
Peradangan
Pada Uretra
Saluran
Ekskresi dari
Vesica
Urinaria
Pada Wanita
: Panjang
4cm Lebih
Rawan ISK

Uretra Pria
Uretra Pria
Panjang 15-20cm
Pars prostatica.
Pars membranosa.
Pars

spongiosa/cavernosa.
Pars bulbosa.

Uretritis Gonore
Gonore merupakan semua penyakit yang
disebabkan oleh bakteri Neisseria
gonorrhoeae yang bersifat purulen dan
dapat menyerang permukaan mukosa
manapun di tubuh manusia.
Uretritis Gonore disebabkan oleh kuman
tersebut dan menginfeksi saluran kemih,
uretra.

Epidemiologi
DUNIA
Gonore IMS yang paling sering terjadi
sepanjang abad ke 20, dengan perkiraan 200
juta kasus baru yang terjadi tiap tahunnya.
Sejak tahun 2008, jumlah penderita wanita dan
pria sudah hampir sama yaitu sekitar 1,34 tiap
100.000 penduduk untuk wanita dan 1,03 tiap
INDONESIA
100.000 penduduk untuk pria (CDC, 2009).
RSU Mataram pada tahun 1989 dilaporkan
gonore yang sangat tinggi yaitu sebesar
52,87% dari seluruh penderita IMS.
RS Dr.Pringadi Medan ditemukan 16% dari
sebanyak 326 penderita IMS
PRIA > WANITA

Etiologi
Gonore disebabkan oleh gonokokus
Ditemukan oleh Neisser pada tahun 1879.
Kuman ini masuk dalam kelompok Neisseria
sebagai N.gonorrhoeae bersama dengan 3
spesies lainnya yaitu, N.meningitidis,
N.catarrhalis dan N.pharyngis sicca.

Gonokokus
Gonokok termasuk golongan diplokokus berbentuk biji kopi
dengan lebar 0,8 u dan pajang 1,6 u.
Kuman bersifat tahan asam, Gram negatif, dan dapat ditemui baik
di dalam maupun di luar leukosit.
Kuman ini tidak dapat bertahan hidup pada suhu 39 derajat
Celcius, pada keadaan kering dan tidak tahan terhadap zat
disinfektan.
Gonokok terdiri atas 4 tipe yaitu tipe 1, tipe 2, tipe 3 dan tipe 4.
Hanya gonokok tipe 1 dan tipe 2 yang bersifat virulen karena
memiliki pili yang membantunya untuk melekat pada mukosa
epitel terutama yang bertipe kuboidal atau lapis gepeng yang
belum matur dan menimbulkan peradangan.
DAPAT MENYERANG SELURUH MUKOSA TUBUH

Gejala Klinis
JUMLAH PENDERITA PRIA > WANITA
WANITA LEBIH BANYAK CARRIER
MASA INKUBASI 2-5 HARI
MUNCUL KELUHAN SUBJEKTIF BERUPA :

GATAL
DISURIA
POLAKISURIA
KELUAR DUH TUBUH DARI UJUNG URETRA BERUPA
SEKRET MUKOPURULEN
NYERI SAAT EREKSI
BENGKAK
KEMERAHAN
BISA TERDAPAT PEMBESARAN KGB INGUINALE

Diagnosis dan
Pemeriksaan

Pemeriksaan Gram dengan menggunakan


sediaan langsung dari duh uretra memiliki
sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi terutama
pada duh uretra pria, sedangkan duh endoserviks
memiliki sensitivitas yang tidak begitu tinggi.
Pemeriksaan ini akan menunjukkan
N.gonorrhoeae yang merupakan bakteri
gram negatif dan dapat ditemukan baik di
dalam maupun luar sel leukosit.

Diagnosis dan
Pemeriksaan
Kultur
untuk
bakteri

N.gonorrhoeae
umumnya
dilakukan
pada
media
pertumbuhan
Thayer-Martin
yang
mengandung
vankomisin
untuk
menekan
pertumbuhan kuman gram positif dan kolimestat
untuk menekan pertumbuhan bakteri negatifgram dan nistatin untuk menekan pertumbuhan
jamur.
Pemeriksaan
kultur
ini
merupakan
pemeriksaan dengan sensitivitas dan spesifisitas
yang tinggi, sehingga sangat dianjurkan
dilakukan terutama pada pasien wanita

Diagnosis dan
Pemeriksaan

Tes defenitif: dilakukan tes oksidasi, akan


ditemukan semua Neisseria akan mengoksidasi
dan mengubah warna koloni yang semula bening
menjadi merah muda hingga merah lembayung.
Sedangkan dengan tes fermentasi dapat
dibedakan N.gonorrhoeae yang hanya dapat
meragikan glukosa saja.

Diagnosis dan
Pemeriksaan
Tes Thomson: tes ini dilakukan dengan menampung
urine setelah bangun pagi ke dalam 2 gelas dan tidak
boleh menahan kencing dari gelas pertama ke gelas
kedua. Hasil dinyatakan positif jika gelas pertama
tampak keruh sedangkan gelas kedua tampak jernih.

Komplikasi

Pria :
Wani
ta

Uretritis
Tysonitis
Parauretritis
Cowperitis
Prostatitis
Vesikulitis
Epididimitis
Striktur Uretra

Sevisitis
Bartolinitis
Salfingitis
Proktitis
Orofaringitis
Konjungtivitis pada bayi

Alur Diagnosis

Terapi
PRINSIP TERAPI
OBATI PASIEN
OBATI PASANGAN PASIEN UNTUK
MENCEGAH EFEK PINGPONG

TERAPI PENISILIN TIDAK DIGUNAKAN


LAGI KARENA RAWAN ALERGI DAN
SUDAH RESISTEN

Terapi

Regimen Terapi GO- CDC 2010

Uretritis Non Spesifik


Penyebab 30% hingga 50% kasus IGNS adalah
Chlamydia trachomatis.
Selebihnya umumnya disebabkan oleh
Ureaplasma urealyticum.
Chlamydia trachomatis, imunotipe D sampai
dengan K, ditemukan pada 35 50 % dari
kasus uretritis non gonokokus.
Selain itu juga terdapat parasit Trichomonas
Vaginalis namun hanya sebagian kecil.

Epidemiologi
DUNIA
WHO memperkirakan terdapat 140 juta kasus
yang terjadi akibat infeksi C.trachomatis.
Terdapat 1,1 juta kasus dilaporkan di Amerika
Serikat dengan prevalensi tertinggi terjadi pada
wanita diusia 15-24 tahun pada tahun 2007.

INDONESIA

RS dr.Pirngadi Medan didapatkan prevalensi


UNG sebesar 54% pada tahun 1990-1991. Di
RSUP Denpasar prevalensi UNG/IGNS sebesar
13,8% pada tahun 1993-1994. Sedangkan pada
penelitian yang dilakukan terhadap kelompok
pramuwaria di Jakarta mendapatkan data
prevalensi klamidia sebesar 35,48% dari 62
orang yang diperiksa sedangkan pada
pemeriksaan terhadap WTS di Medan

Chlamydia sp.
Bakteri Gram Negatif
Dibawah mikroskop tampak seperti coccoid
(menyerupai kokus) atau menyerupai batang
Serovar D-K yang menyebabkan penyakit
radang uretra

Ureaplasma urealyticum
Famili Mycoplasmacetae
Merupakan Flora Normal pada Saluran Kemih
Jika berkembang lebih dari normal, menyebabkan
infeksi saluran kemih steril (Sterile pyuria)

Trichomonas Vaginalis
Parasit Anaerob
Memiliki flagel
Merupakan parasit patogen paling umum
menyebabkan penyakit kelamin

Gejala Klinis
Hampir sama dengan
Gonore
Sekret MUKOID, Sedikit
lebih encer dan sedikit
lebih jernih daripada
sekret GO yang
Mukopurulen.
Jumlah sekret lebih
sedikit
Gatal
Panas
Nyeri
Bengkak

MUNCUL 1-5 MINGGU

Diagnosis

Terapi
PRINSIP TERAPI
OBATI PASIEN
OBATI PASANGAN PASIEN UNTUK
MENCEGAH EFEK PINGPONG
Regimen Antibiotik
Azitromisin Masih Efektif
Kombinasi Dengan Metronidazole untuk
Bakteri Anaerob

Regimen Antibiotik (CDC


2010)

Edukasi
Perilaku Seks yang Aman Tidak
berganti-ganti pasangan
Gunakan kondom untuk seks yang tidak
aman
Bagi WPS Periksakan diri ke sarana
kesehatan Wanita bersifat carrier
Jaga kebersihan organ genital
Jika terinfeksi, obati bersama pasangan

Prognosis
Dengan obat yang tepat dan
efektif Sembuh sempurna
Jika terlambat pengobatan,
komplikasi jauh lebih sulit diobati
Kemungkinan rekurens
tergantung pengobatan dan
perilaku pasien.
69% Pasien dengan pengobatan dan
perilaku baik tidak terjadi rekurensi.

Terimakasih
alvian.reza@gmail.com 2/25/15