Anda di halaman 1dari 20

Diagnosis Abses Peritonsil

Sinistra

IP.Ady Putra Astawan


102011141
Skenario

Seorang laki-laki berusia 38 tahun,


datang ke puskesmas dengan
keluhan 38 tahun sulit menelan dan
sulit membuka mulut sejak 2 hari
yang lalu
Anamnesis
Keluhan utamanya; sulit menelan
dan susah membuka mulut sejak 2
hari yang lalu.

Riwayat Penyakit sekarang


Odinofagia, otalgia (referred pain)
Nyeri tenggorok
Batuk-pilek
Perubahan suara/ suara serak
Penurunan nafsu makan
Hipersaliva dan drooling
Demam

Sosial dan kebiasaan : Rokok


Anamnesis
Apakah nyeri tenggorok ini disertai demam, batuk, serak, dan
tenggorok terasa kering?
Apakah pasien merokok dan berapa jumlahnya perhari?
Apakah ada rasa nyeri saat menelan?
Apakah rasa nyeri ini dirasakan sampai ke telinga?
Apakah dahak ini berupa lendir saja, pus atau bercampur
darah?
Dahak dapat keluar bila dibatukkan atau terasa turun di
tenggorok?
Sulit menelan/disfagia sudah berapa lama?
Apakah juga disertai muntah dan berat badan menurun dengan
cepat?
Rasa sumbatan di leher sudah berapa lama, tempatnya dimana?
Pemeriksaan fisik
Kesadaran : Compos mentis
KU : Tampak sakit sedang
TTV:
Suhu 37,50 c
Nadi 85x/menit
RR 100x/menit

Trismus 2 jari, palatum mole bengkak nonjol ke depan, tonsil


hiperemis dan udem, uvula terdorong ke sisi kanan
Pemeriksaan fisik
Inspeksi
Periksa bibir dan lidah.
Lihat tonsil, uvula dan dinding posterior
faring serta kelenjar limfanya, arkus faring
serta gerkannya, mucosa pipi, kista dan
lain-lain.
Minta pasien berkata aaaaaakkk.
Palpasi
Palatum mole tampak membengkak dan
menonjol ke depan, dapat teraba fluktuasi.
Uvula bengkak dan terdorong ke sisi
kontralateral.
Tonsil bengkak, hiperemis, mungkin banyak
detritus dan terdorong ke arah tengah,
depan dan bawah.
Pemeriksaan penunjang
Aspirasi Pus

Tes Monopost
CBC
Throat Culture
Plain Radiographs
USG intraoral
Diagnosis
Diagnosis kerja
Abses peritonsil kiri

Infeksi akut diikuti dengan


terkumpulnya pus pada
jaringan ikat longgar antara
m.konstriktor faring dengan
tonsil pada fossa tonsil.
Menembus kapsul tonsil.
Seringkali merupakan
komplikasi dari tonsilitis akut
Diagnosis banding
Tonsilitis
Rasa mengganjal atau kering
peradangan pada tonsil. 50% di tenggorokan,
kasus tonsilitis adalah karana nyeri tenggorok (sore throat)
infeksi. rasa haus,
malaise,
insidensi tertinggi pada usia 5- demam,
6 tahun, dan juga pada orang menggigil,
dewasa di atas usia 50 tahun.
nyeri menelan (odinofagia),
gangguan menelan (disfagia),
nyeri yang menyebar ke
telinga,
pembengkakan KGB,
Faringitis

kondisi medis yang gejala: Demam, Kelenjar


ditandai dengan getah bening bengkak,
peradangan dari faring, Mengalami kesulitan
yang biasanya berbicara, Mengalami
menyebabkan rasa sakit kesulitan menelan, Rasa
ketika menelan. sakit pada persendian,
umumnya disebabkan Ruam kulit, Sakit
oleh infeksi virus, seperti tenggorokan.
influenza (flu). sembuh sendiri tanpa
komplikasi
Gejala klinis

Odinofagia (nyeri menelan) yang hebat


Biasanya pada sisi yang sama juga terjadi nyeri telinga
(otalgia)
Mungkin terdapat muntah (regurgitasi)
Mulut berbau (foetor ex ore)
Banyak ludah (hipersalivasi)
Suara gumam (hot potato voice)
Kadang-kadang susah membuka mulut (trismus)
Pembengkakan kelenjar submandibular dengan nyeri
tekan.
Etiologi
Komplikasi tonsilitis akut.
Streptococcus pyogenes (Group A Beta-hemolitik
streptoccus), Staphylococcus aureus, dan Haemophilus
influenzae, Fusobacterium, Prevotella.
Faktor yang meningkatkan kemungkinan terbentuknya
abses peritonsil :
infeksi gigi dan gusi
tonsilitis kronis
infeksi mononukleosis
merokok
leukemia limfositik kronik
endapan kalsium atau batu pada tonsil
Epidemiologi

Dapat terjadi pada umur 10-60 tahun, namun paling


sering terjadi pada umur 20-40 tahun.
Laki-laki : Perempuan = 1 : 1
Patofisiologi
Penjalaran dari tonsilitis eksudatif.
Stadium infiiltrat; pembengkakan peritonsil dan
hiperemis
Supurastif; menjadi lunak
Infiltrat pada m. pterigoid interna; trismus
Penatalaksanaan

Antibiotik (pre dan post operasi)


Awal; dengan golongan penisilin atau klindamisin dan
kumur air hangat serta kopres dingin pada leher
Obat simptomatik : Paracetamol

Penisilin untuk bakteri Staphylococcus,


Metronidazol untuk bakteri anaerob.
Komplikasi
Obstruksi jalan napas
Abses pecah spontan
Abses parafaring
Mediastinitis
Meningitis dan Abses otak
Kematian jika nekrosis septik pada carotid sheath
Prognosis
Prognosis baik.
Jarang menimbulkan kematian.
Namun, sering terjadi infeksi ulang.
Pencegahan
Tangani tonsilitis
Jaga higiene mulut
Jangan merokok
Kesimpulan
Abses peritonsil adalah akumulasi pus lokal di jaringan
peritonsil yang terbentuk sebagai akibat dari tonsilitis
supuratif. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan
pemberian antibiotika, obat simtomatik, kumur-kumur
cairan hangat, dan kompres dingin pada bagian leher.
Apabila telah terbentuk abses, harus dilakukan pungsi
pada daerah abses dan insisi untuk mengeluarkan
nanah. Lalu penderita harus dianjurkan melakukan
tonsilektomi untuk mencegah rekurensi dari penyakit
ini.