Anda di halaman 1dari 18

Fihzan Satria Widyatama

Dermatitis Atopik
Nadhira Lesarina

Shinta Pedia Dinanti

Siti Humairah

Dia Tri Susanti

Dwi Sarah Maulidia

Novi Atim Suistaya

Afni Yusnita

Steven Tigor Maruhum H


Definisi
Dermatitis atopi adalah keadaan peradangan kulit kronis dan
residif, disertai gatal, yang berhubungan dengan riwayat
atopi baik pada diri sendiri maupun keluarga.

Penyakit kulit kronik kambuhan yang paling sering terjadi


pada bayi dan anak-anak.Adalah kelainan kulit tersering pada
anak terutama bayi.
• Bayi dan anak yang mengalami dermatitis atopi umumnya memiliki
keluhan dan gejala kulit kering, kemerahan, bersisik, dan gatal pada
satu atau beberapa tempat di wajah, leher, lipatan siku, lutut,
pergelangan kaki, yang hilang timbul dan berlangsung kronik.
• Dermatitis atopi merupakan reaksi hipersensitivitas tipe 1 (reaksi
cepat).
Predisposisi dan faktor pencetus
terjadinya dermatitis atopi
Faktor intrinsik
genetik (imunologik)
karakteristik kulit penderita DA (kering)
stres

Faktor ekstrinsik
alergen hirup ( aeroalergen )
alergen makanan
faktor lingkungan

Gangguan sawar Kulit


Kulit kering berskuama diduga karena kerusakan fungsi sawar kulit (barrier
function). Tingginya transepidermal water loss dan penurunan kandungan air
pada permukaan kulit adalah parameter fisik yang menunjukkan kerusakan
fungsi sawar kulit.
Patofisiologi

Umumnya pasien DA memiliki jumlah eosinofil


dan kadar serum Ig E
Peningkatan kadar serum Ig E yang melebihi
normal akibat ketidakseimbangan sel TH-1 dan
TH-2 , dengan dominasi dari IL-4 yang disekresi
sel TH-2. IL-4 merupakan perangsang sintesa
Ig E yang poten.
Dasar ilmiah aeroalergen sebagai
pencetus dermatitis atopi

Adanya ikatan struktur Ig E`pada sel


Langerhans epidermal dengan alergen TDR →
sel Langerhans akan menyajikannya pada sel
limfosit T epidermal.

Adanya ikatan struktur Ig E`pada reseptor


tipe I yang terdapat pada sel Mast dan
basofil → degradulasi mediator histamin
(histamin release).
Ketik untuk memasukkan teks.
Ketik untuk memasukkan teks.
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Histopatologi (lesi akut, kronik)

Kadar IgE serum (lebih dari 200IU/ml) / IgE spesifik RAST

Kadar eosinofil (4-8 jam setelah aktivitas sel mas)

Subpopulasi sel T

Gambaran imunitas selular

Uji tusuk dan uji tempel (reaksi positif setelah 24-48 jam).
Obat kotrikosteroid topikal
dan antiseptik
Kortikosteroid topikal merupakan pilihan yang tepat.

Pemakaian kortikosteroid topikal yang aman untuk anak


dimulai dari potensi yang ringan (hidrokortison).

Antibiotik topikal digunakan bila terdapat infeksi sekunder


ringan.

Sehari-hari bahan antiseptik merupakan bahan yang


dimasukan kedalam bentuk sabun, misalnya triklosan,
klorheksidin, povidon iodin, dasn benzalkonium serta dapat
diterima sebagai bahan pembersih dan antiseptik ringan.
terima kasih