Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

PEMBAHASAN

Pada praktikum ini dlakukan operasi pengeringan suatu bahan dengan metode pengeringan
secara adiabatic yaitu dengan menggunakan tray dryer. Bahan yang digunakan dalam operasi
pengeringan dengan tray drayer adalah ubi. Tujuan dari praktikum ini adalah dapat mengenal
karakteristik pengeringan dengan tray dryer dan Mampu mengoperasikan alat pengeringan jens
tray dryer skala laboratorium.
Tray dryer adalah salah satu alat pengering yang beroperasi secara adiabatic. Pengeringan
adiabatik adalah pengeringan dimana panas dibawa ke alat pengering oleh udara panas. Udara
panas ini akan memberikan panas pada bahan pangan yang akan dikeringkan dan mengangkut
uap air yang dikeluarkan oleh bahan. Bahan yang akan dikeringkan disimpan dalam tray dan
dikontakkan secara langsung dengan udara panas. Komponen utama dari tray dryer adalah tray,
blower, heater, dan timbangan.
Sebelum operasi pengeringan, bahan yang akan dikeringan harus dalam bentuk lembaranlembaran kecil. Oleh karena itu ubi yang digunakan dipotong-potong bentuk persegi sekitar 4cm 2
dengan ketebalan 3 mm. Maksud pemotongan menjadi lembaran adalah agar laju penguapan
kandungan air dapat berlangsung merata dalam tray. pemotongan atau pengirisan tersebut akan
memperluas permukaan bahan dan permukaan yang luas dapat berhubungan dengan medium
pemanasan sehingga air mudah keluar. Potongan-potongan kecil atau lapisan yang tipis
mengurangi jarak dimana panas harus bergerak sampai ke pusat bahan pangan. Potongan kecil
juga akan mengurangi jarak melalui massa air dari pusat bahan yang harus keluar ke permukaan
bahan dan kemudian keluar dari bahan tersebut
Prinsip kerja tray dryer adalah udara panas dari ruang pemanas dengan bantuan blower
akan bergerak menuju tray lalu mengalir melewati bahan yang dikeringkan dan melepaskan
sebagian panasnya sehingga terjadi proses penguapan air dari bahan. Perpindahan massa dalam
praktikum pengeringan dengan tray dryer ini adalah ketika terjadi penurunan massa ubi sebelum
pengeringan dan sesudah pengeringan. Proses perpindahan massa kandungan air dari bahan ke

udara terjadi ketika terdapat perbedaan kondisi permukaan padatan dengan fasa ruah, dimana
padatan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi dari fasa ruah menyebabkan terjadinya
perpindahan massa.
Dalam praktikum ini waktu operasi pengeringan berjalan selama 150 menit dengan
temperature pemanas diset 60C. Dari grafik didapat penurunan massa ubi dalam tray berbading
lurus dengan lamanya waktu pengeringan. Berat bersih ubi sebelum dikeringkan dan setelah
dikeringkan dalam tray adalah masing-masing 114,3 gram dan 72,8 gram. Kandungan air yang
menguap dapat dibuktikan dengan penurunan berat bersih ubi sebanyak 36% dari berat awal.
Kadar air dalam bahan(X) adalah berat bersih bahan al tray-berat kering bahan (Ls) dibagi Ls.
Dari grafik didapat kadar air ubi menurun berbanding lurus dengan waktu operasi pengeringan.
Kadar air awal dari ubi adalah 1,5 dan kadar air akhir 0,5923. Namun penurunan kadar air dari
t=0 menit hingga t=150 menit, terdapat periode laju konstan kadar air yaitu dari t=125 menit
hingga t=150 menit. Dari periode konstan ini selanjutnya dibuat grafik kadar air (X) terhadap
waktu pemanasan lalu didapat persamaan garis lurus X = -0,0025 t + 0,9674. Yang artinya kadar

air akan menurun sebesar -0,0025 t. penurunan persamaan diatas menjadi

dx
=0,0025
dt

unutk memperoleh nilai Laju pengeringan konstan (Rc) yang dalam praktikum ini diperoleh

sebesar 1,625

g
m2 .

Kadar air kesetimbangan adalah rata-rata kadar air pada periode waktu konstan, didapat
kadar air kesetimbangan (X*) 0,6170 dan kadar air akhir (Xc) 0,5923 dan Xo sebesar 0.5923. Xo
praktikum lebih besar daripada X* sebesar 0,6170 yang artinya proses perpindahan massa air
dari dalam ubi ke udara dengan bantuan udara panas berlangsung sebagaimana mestinya. Namun
apabila nilai Xo lebih kecil daripada X* proses pengeringan tidak akan terjadi, yang terjadi
adalah proses adsorpsi air sampai Xo mendekati nilai X*
.

Karakterisitik pengeringan terdiri dari tiga aspek yaitu kadar air akhir (Xc), Laju
pengeringan konstan (Rc) dan kadar air kesetimbangan (X*). Dalam praktikum ini didapat nilai
Xc, Rc, dan X* masing-masing sebesar 0,5923; 1,625 g/m2; dan 0,6170.
Dalam operasi pengeringan dengan tray dryer terdapat beberapa hal yang mempengaruhi
yaitu Luas permukaan, perbedaan suhu dan udara sekitar, kecepatan aliran udara, tekanan udara,
dan Kelembapan udara. Secara teoritis semakin besar luas permukaan maka laju pengeringan
akan semakin cepat oleh karena itu bahan yang dikeringkan harus dipotong dan diiris tipis
menjadi lembaran. Lalu semakin besar perbedaan suhu antara medium pemanas dengan bahan
pangan maka penguapan air dalam bahan akan lebih cepat. Berdasarkan praktikum didapat
perbedaan suhu antara udara masuk dan udara keluar semakin besar seiring dengan lamanya
waktu pengeringan. Namun kadangkala perubahan suhu yang tida konstan menyebabkan
lamanya pengeringan memakan waktu hingga 150 menit. Hal ini dapat dihindari apabila
perbedaan suhu antara udara masuk dan keluar konstan sehinnga udara sebelum tray akan
semakin panas seiring waktu pengeringan dan akhirnya pengeringan bahan dapat berlangsung
lebih cepat. Kecepatan aliran udara juga mmengaruhi pengeringan suatu bahan, semakin cepat
aliran udara maka waktu pengeringan akan lebih cepat. Namun faktor tersebut tidak diamati
ketika praktikum karena tidak tersedia anemometer untuk melihat laju kecepatan aliran uadara.
Kelembaban udara juga adalah faktor yang membuat waktu pengeringan akan semakin cepat
apabila kelembapan udara cukup kecil. Untuk melihat faktor kelembapan udara dapat diamati
dari keadaan cuaca, secara tidak langsug saat praktikum cuava sedikit mendung yang berkaitan
dengan tingginya kelembapan udara. Sehingga dari faktor-faktor yang sudah disebutkan diatas
turut memnegaruhi hasil dari praktikum pengeringan ini.
Kesimpulan yang didapat dari praktikum tray dryer adalah ubi yang dikeringkan
memiliki kadar air awal (Xo) 1,5, kadar air akhir (Xc) sebesar 0,5923, kadar air kesetimbangan
(X*) sebesar 0,6170, dan laju pengeringan konstan (Rc) 1,625 g/m2 .

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Simpulan yang didapat dari praktikum trau dryer adalah :

Tray dryer adalah pengering bahan panagan yang bekerja secara batch. Bahan
pangan yang dikeringkan disimpan dalam waktu tertentu dan dikontakkan
langsung dengan udara panas. Sehingga mekanisme pengeringan dengan tray

dryer adalah pemanasan adiabatic.


Prinsip kerja pengeringan dengan tray dryer adalah udara panas dari ruang
pemanas dengan bantuan blower akan bergerak menuju tray lalu mengalir
melewati bahan yang dikeringkan dan melepaskan sebagian panasnya sehingga

terjadi proses penguapan air dari bahan.


Karakteristik pengeringan yang didapat dari praktikum tray dryer adalah ubi yang
dikeringkan memiliki kadar air awal (Xo) 1,5,

kadar air akhir (Xc) sebesar

0,5923, kadar air kesetimbangan (X*) sebesar 0,6170, dan laju pengeringan
konstan (Rc) 1,625 g/m2 .
5.2 Saran

pengeringan dengan tray dryer hanya bisa dilakukan apabila bahan yang akan
dikeringkan berbentuk lembaran tipis. Bentuk lembaran yang tipis membuat luas
permukaan kontak antara bahan dan udara panas semakin besar sehingga
penguapan akan berlangsung lebih cepat. Oleh karena itu ketebalan ubi sebaiknya
tidak lebih besar daripada 3mm.

Supaya pengeringan berlangsung lebih cepat suhu pemanas harus diatur agar
stabil dan perbedaan suhu sebelum masuk dan keluar tray

berselisih besar,

sehingga waktu pengeringan akan lebih cepat


Supaya pengeringan dapat berlangsung lebih maksimal, laju udara harus besar.
Namun faktor tersebut tidak dapat diamati karena tidak tersedia anemometer.
Sebaiknya disediakan anemometer untuk mengetahui laju udara saat pengeringan
berlangsung.