Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS INSTRUMENTASI

PERCOBAAN 1
PENGENALAN ALAT SPEKTROFOTOMETER, CARA
MENGOPERASIKAN, MATCHING KUVET, DAN PEMBUATAN
SPEKTRUM SERAPAN

Oleh:
Kelompok 6
1. Irfan (140332605200)
2. Nofita Nafiatul Dinia (140332605111)
3. Novita Putri Islamiyah (140332600407)**

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
PROGRAM STUDI S1-KIMIA
Februari 2017
PERCOBAAN 1
A. JUDUL
Pengenalan Alat Spektrofotometer, Cara Mengoperasikan, Matching
Kuvet, Dan Pembuatan Spektrum Serapan
B. TUJUAN
1. Mengetahui komponen utama spektrofotometer.
2. Mengetahui cara mengoperasikan.
3. Mengetahui cara melakukan matching kuvet dan membuat spektrum
serapan.
C. DASAR TEORI
Spektrofotometri merupakan salah satu metode dalam kimia analisis
yang digunakan untuk menentukan komposisi suatu sampel baik secara
kuantitatif dan kualitatif yang didasarkan pada interaksi antara materi dengan
cahaya. Sedangkan peralatan yang digunakan dalam spektrofometri disebut
spektrofotometer.
Para kimiawan telah lama menggunakan bantuan warna sebagai
bantuan dalam mengenali zat-zat kimia. Spektrofotometri dapat dianggap
sebagai suatu perluasan pemeriksaan visual yang dengan studi lebih
mendalam dari absorpsi energi radiasi oleh macam-macam zat kimia
memperkenankan dilakukannya pengukuran ciri-ciri serta kuantitatifnya
dengan ketelitian lebih besar.
Spektrofotometer sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari
spectrometer dan fotometer. Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum
dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah alat pengukur
intensitas cahaya yang di transmisikan atau yang di absorpsi.
Spektrofotometer bekerja berdasarkan penyerapan sinar yang
dihasilkan oleh sampel yang bewarna pada panjang gelombang tertentu.
Spektrofotometer dapat mengidentifikasi logam yang ada dalam sampel bila
sampel itu bewarna, namum sulit diidentifikasi pada sampel yang tidak
menghasilkan perubahan warna atau kadar logam dalam sampel sangat kecil
sekali.
Komponen utama spektrofotometer prinsipnya dapat digambarkan
seperti diagram blok sebagai berikut.

Sumber sinar sebagai penyedia radiasi sinar (polikromatis) (biasanya


lampu wolfram).
Sistem monokromator: mengubah gelombang cahaya polikromatik
menjadi monokromatik.
Kuvet: sebagai tempat menaruh larutan sampel dan blanko ke dalam
berkas cahaya spektrofotometer.
Kuvet harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Tidak berwarna sehingga dapat mentransmisikan semua cahaya.
Permukaannya secara optis harus benar-benar sejajar.
Harus tahan (tidak bereaksi) dengan bahan-bahan kimia.
Tidak boleh rapuh.
Mempunyai bentuk (design) yang sederhana.
Kuvet biasanya terbuat dari kwars, plexigalass, kaca, plastic dengan
bentuk tabung.
Detektor: mengubah isyarat radiasi menjadi isyarat listrik.
Syarat detektor:
Kepekaan yang tinggi.
Perbandingan isyarat atau signal dengan bising tinggi.
Respon konstan pada berbagai panjang gelombang.
Waktu respon cepat dan signal minimum tanpa radiasi.
Signal listrik yang dihasilkan harus sebanding dengan tenaga radiasi.
Read out: mengubah sinyal-sinyal listrik dari detektor menjadi numerik
yang dapat dibaca dalam bentuk & T atau absorbansi.
Alat akan mengukur nilai P dan Po dan melalui sistem prosesor, akan
diubah menjadi besaran transmitansi (T) dan absorbansi yang memiliki
rumusan sebagai berikut.
P
T=
Po
P
A=logT =log
Po
Sebelum dioperasikan, alat alat harus dikalibrasi dahulu, yaitu dengan
menentukan 0% T dan 100% T (diikuti petunjuk alat).
Pada pekerjaan analisis yang sesungguhnya, semestinya selalu diawli
dengan melakukan matching kuvet yang mempunyai tujuan untuk
mengetahui apakah kuvet yang digunakan mempunyai diameter (nilai b) yang
sama. Hal ini perlu dilakukan, karena menurut hukum Lambert-Beer, nilai A
berbanding lurus dengan nilai b dan C (konsentrasi larutan). Setelah
dilakukan matching kuvet pekerjaan dilanjutkan dengan mengetahui spektrum
serapan larutan yang dianalisis. Dari spektrum serapan ini akan dapat
diketahui panjang gelombang dimana zat melakukan penyerapan maksimum
( maks). (Jordan, 2011)

D. ALAT DAN BAHAN


Alat :
1. Spektrofotometer
2. Kuvet
3. Peralatan gelas lainnya
Bahan :
1. Akuades
2. Larutan CoCl2

E. PROSEDUR KERJA
1. Kalibrasi
a. Diikuti petunjuk alat untuk mengkalibrasi 0% T dan 100% T dengan
menggunakan akuades
2. Matching Kuvet
a. Disiapkan 2 kuvet
b. Disiapkan larutan CoCl2 dan akuades (blanko)
c. Diatur posisi 0% T dan 100% T
d. Diukur 5T larutan CoCl2 dengan menggunakan kuvet-kuvet yang
disediakan
e. Ditandai kuvet yang menghasilkan % T sama.
3. Membuat Spektrum Serapan
a. Disiapkan 2 kuvet (hasil dari nomor 2), 1 kuvet diisi sebagai larutan
blanko, kuvet yang lain diisi larutan CoCl2
b. Diukur % T larutan CoCl2 mulai panjang gelombang 500-540 nm
dengan interval 5 nm
c. Dibuat spektrum serapannya dikertas grafik (A vs )dan ditentukan
panjang gelombangnya

F. DATA PENGAMATAN
1. Cara kalibrasi alat spektrofotometer
a. Spektrofotometer Digital
Dihidupkan alat spektrofotometer digital
Dimasukkan kuvet yang berisi blanko (akuades) di sel atau kuvet
Diatur panjang gelombang yang diinginkan
Ditekan tombol 0 ABS 100% T
Dikeluarkan kuvet yang berisi blanko (akuades) dari sel atau kuvet
b. Spektrofotometer Jarum
Dihidupkan alat spektrofotometer jarum
Diatur panjang gelombang yang diinginkan
Diatur posisi 0% T hingga tepat pada nilai 0 (nol)
Dimasukkan kuvet yang berisi blanko (akuades) di sel atau kuvet
Diatur posisi 100% T ingga tepat nilai 100
Dikeluarkan kuvet yang berisi blanko dari sel atau kuvet
2. Ukuran kuvet yang diperoleh adalah 1 cm
3. Warna larutan CoCl2 adalah merah muda
4. Data absorbansi larutan CoCl2 sebagai fungsi panjang gelombang
a. Spektrofotometer Digital
Panjang gelombang () nm Absorbansi (A)
500 0,518
503 0,528
506 0,538
509 0,546
512 0,546
515 0,542
518 0,538
521 0,522
524 0,506
527 0,480
530 0,464
533 0,431
536 0,407
539 0,369

b. Spektrofotometer Jarum
Absorbansi (A) =
Panjang gelombang
Tranmitan (T)
() nm log ( 100T )
500 35 0,456
505 34 0,469
510 33 0,482
515 35 0,456
520 36 0,444
525 39 0,409
530 43 0,367
535 47 0,328
540 52 0,284

G. ANALISIS DATA
Mengitung diameter kuvet setelah dilakukan matching kuvet dari
pengukuran absorbansi larutan CoCl2 dengan konsentrasi 0,1 M dengan
menggunakan spektrofotometer digital.
A= . b .c
A
b=
.c
0,542
b=
5,42 M cm1 . 0,1 M
1

b=1 cm
Jadi, diameter kuvet sebesar 1 cm pada panjang gelombang 512 nm
Berikut merupakan kurva absorbansi terhadap panjang gelombang.
a. Spektrofotometer Digital

Kurva A vs
0.6
0.5
Absorbansi (A)

0.4
0.3
0.2
0.1
0
495 500 505 510 515 520 525 530 535 540 545

Panjang Gelombang (nm)

Berdasarkan kurva diatas, dapat diperoleh panjang gelombang ()


maksimal dengan serapan maksimal (A maks) yaitu berada pada panjang
gelombang 512 nm dengan absorbansi maksimalnya 0,546.
b. Spektrofotometer Jarum

Kurva A vs
0.6

Absorbansi (A) 0.5


0.4
0.3
0.2
0.1
0
495 500 505 510 515 520 525 530 535 540 545

Panjang Gelombang (nm)

Berdasarkan kurva diatas, dapat diperoleh panjang gelombang ()


maksimal dengan serapan maksimal (A maks) yaitu berada pada panjang
gelombang 510 nm dengan absorbansi maksimalnya 0,482.

H. PEMBAHASAN
Percobaan kali ini adalah pengenalan alat spektrofotometer yang
bertujuan untuk mengetahui komponen utama dari spektrofotometer, cara
mengoperasikan, cara melaukan matching kuvet, dan pembuatan spektrum
serapan. Spektrofotometer terdiri dari 2 macam, yaitu spektrofotometer
dengan berkas tunggal dan spektrofotometer berkas rangkap. Komponen
utama dari spektrofotometer adalah sebagai berikut.
Sumber sinar: sebagai penyedia radiasi sinar (polikromatis) (biasanya lampu
wolfram).
Sistem monokromator: mengubah gelombang cahaya polikromatik menjadi
monokromatik.
Kuvet/sel: sebagai tempat menaruh larutan sampel dan blanko ke dalam
berkas cahaya spektrofotometer.
Detektor/prosesor: mengubah isyarat radiasi menjadi isyarat listrik.
Read out: mengubah sinyal-sinyal listrik dari detektor menjadi numerik yang
dapat dibaca dalam bentuk & T atau absorbansi.
Spektrofotometer yang digunakan pada percobaan ini adalah
spektrofotometer berkas tunggal yang terdiri dari spektrofotometer jarum
yaitu Spektronic 20 dan spekktrofotometer digital merk GENESYS 20.
Percobaan awal yang dilakukan dalam percobaan ini adalah mengkalibrasi
alat spektrofotometer dan melakukan matching kuvet. Proses kalibrasi ini
bertujuan untuk menjaga agar alat spektrofotometer dapat digunakan dengan
baik (menghasilkan data yang handal dan valid) dan awet dan untuk
mengetahui letak kesalahan atau kerusakan secara dini sehingga dapat
diperbaiki sebelum alat mengalami kerusakan berat.
Dalam mengoprasikan alat spektrofotometer jarum maupun digital
terdapat perbedaan dalam proses kalibrasi. Berikut cara melakukan kalibrasi
pada spektrofotometer digital merk GENESYS 20.
a. Dihidupkan alat spektrofotometer digital hingga muncul angka nol pada
layar
b. Dimasukkan kuvet yang berisi blanko (akuades) di sel atau kuvet
c. Diatur panjang gelombang yang diinginkan yaitu 512 nm
d. Ditekan tombol 0 ABS 100% T
e. Dikeluarkan kuvet yang berisi blanko (akuades) dari sel atau kuvet
Selain itu berikut cara melakukan kalibrasi pada spektrofotometer jarum
spektronic 20.
a. Dihidupkan alat spektrofotometer jarum
b. Diatur panjang gelombang yang diinginkan yaitu 510 nm
c. Diatur posisi 0% T hingga tepat pada nilai 0 (nol)
d. Dimasukkan kuvet yang berisi blanko (akuades) di sel atau kuvet
e. Diatur posisi 100% T ingga tepat nilai 100
f. Dikeluarkan kuvet yang berisi blanko dari sel atau kuvet
Setelah melakukan kalibrasi selanjutnya yaitu melakukan matching
kuvet. Untuk spektrofotometer digital merk GENESYS 20, pertama
disiapkan 6 kuvet, salah satu diisi larutan blanko (aquades), kuvet yang lain
diisi larutan CoCl2 (larutan berwarna merah muda) untuk matching kuvet.
Matching kuvet dilakukan untuk mengetahui apakah kuvet yang digunakan
mempunyai diameter (nilai b) yang sama. Hal ini perlu dilakukan, karena
menurut hukum Lambert-Beer, nilai A berbanding lurus dengan nilai b dan
C (konsentrasi larutan). Selanjutnya, diletakkan blanko ke dalam alat, dan
diatur panjang gelombang pada 512 nm kemudian ditekan 0 ABS 100% T
(0% T diukur saat kuvet dalam keadaan kosong dan 100% T diukur saat
kuvet dalam keadaan terisi larutan) kemudian ditunggu sampai keluar
setting-blank (dalam bentuk teks). Larutan blanko dikeluarkan, diganti
kuvet dengan larutan CoCl2 dimasukkan ke dalam alat dan dicatat nilai
absorbansinya. Diulangi percobaan dengan memasukkan kuvet lain yang
berisi larutan CoCl2 pada sel dengan mengukur pada panjang gelombang
yang sama sehingga diperoleh beberapa kuvet dengan nilai absorbansi yang
sama yang akan digunakan untuk proses membuat spektrum serapan. Untuk
spektrofotometer jarum yaitu spektronic 20 cara matching kuvet ini tidak
jauh berbeda dengan langkah spektrofotometer digital. Pada proses
matching kuvet panjang gelombang yang digunakan adala 512 nm karena
menurut teori bahwa larutan CoCl2 mengalami serapan pada panjang
gelombang maksimal yaitu 512 nm.
Percobaan selanjutnya yaitu membuat spektrum serapan larutan
CoCl2. Kuvet-kuvet yang digunakan adalah kuvet yang memiliki nilai
absorbansi atau transmitan yang sama. Dari percobaan menggunakan
spektrofotometer digital absorbansi yang diasilkan adalah sebesar 0,542,
seingga dapat diketahui diameter suatu kuvet yaitu sebesar 1 cm ketika
serapan 0,542 yang diukur pada panjang gelombang 512 nm. Untuk
membuat spektrum serapan pertama, 2 kuvet yang sama salah satu diisi
blanko (akuades) sedangkan yang satunya, tetap larutan CoCl 2. Fungsi dari
spektrum serapan adalah untuk mengetahui panjang gelombang saat zat
melakukan penyerapan panjang gelombang secara maksimal. Selanjutnya,
diukur % T larutan CoCl2 mulai panjang gelombang 500-540 nm dengan
interval 3 nm pada spektrofotometer digital dan interval 5 nm pada
spektrofotometer jarum sehingga diperoleh nilai transmitan yang kemudian
dikonversi menjadi absorbansi. Setiap kali mengubah panjang gelombang
perlu dilakukan kalibrasi terlebih dahulu baru kemudian daat digunakan
untuk mengukur absorbansi suatu larutan. Setelah mengukur absorbansi
pada semua panjang gelombang kemudian dibuat kurva data absorbansi vs
panjang gelombang sehingga diperoleh panjang gelombang maksimal dan
serapan maksimum. Berdasarkan data hasil percobaan untuk
spektrofotometer digital diperoleh absorbansi atau serapan maksimal 0,546
pada panjang geombang 512 nm dan pada spekktrofotometer jarum
diperoleh absorbansi atau serapan maksimal 0,482 pada panjang gelombang
510 nm.
I. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat diperoleh
kesimpuan sebagai berikut.
1. Bagian penting dari alat spektrofotometer adalah sumber sinar, sistem
monokromator, kuvet/sel, detektor/prosesor, dan read out.
2. Sebelum mengoperasikan alat spektrofotometer, alat harus dikalibrasi
dahulu, dan melakukan matching kuvet.
3. Tujuan dibuat spektrum serapan untuk mengetahui panjang gelombang
saat zat melakukan penyerapan panjang gelombang secara maksimal.
4. Panjang gelombang () maksimal yang diperoleh pada percobaan dengan
menggunakan spektrofotometer digital adalah 512 nm dengan absorbansi
0,546 dan dengan menggunakan spektrofotometer jarum adalah 510 nm
dengan absorbansi 0,482.

J. DAFTAR PUSTAKA
Bashar, Laode Yazid. 2012. Spektrofotometer. (online),
(http://Praktikum%20Analisis%20Instrumentasi/makalah
%20spektrofotometer%20-%20Yazhid%20Blog.htm)
diakses tanggal 7 Februari 2017

Jordan, Tama. 2011. Praktikum Pengenalan Alat Spektrofotometer, Matching


Kuvet dan Pembuatan Spektrum Serapan, (online),
(http://logku.blogspot.co.id/2011/01/praktikum-pengenalan-alat.html),
diakses pada tanggal 7 Februari 2017

Lia, Emi. 2012. Laporan AI Spektrofotometer. (online),


(http:/lia.blogspot.co.id/Praktikum%20Analisis
%20Instrumentasi/LAPORAN%20AI
%20SPEKTROFOTOMETER.htm),
diakses pada tangga 7 Februaru 2017
Jawaban Tugas
P
1. Pada rumusan T= , kapan Anda memperoleh P dan Po?
Po
Jawab:
P diperoleh pada saat cahaya atau energi yang datang dapat melewati blanko
(aquades), sedangkan Po diperoleh pada saat cahaya atau energi yang datang
melewati sampel.

2. Mengapa harus dilakukan matching kuvet?


Jawab:

Matching kuvet dilakukan untuk mengetahui apakah kuvet yang digunakan


mempunyai diameter (nilai b) yang sama. Hal ini perlu dilakukan, karena
menurut hukum Lambert-Beer, nilai A berbanding lurus dengan nilai b dan
C (konsentrasi larutan).
Hukum Lambert-Beer A=a.b.C

3. Tuliskan bagian-bagian penting alat spektrofotometer serta fungsi masing-


masing. Termasuk jenis berkas tunggal atau rangkapkah spektrofotometer yang
Anda digunakan? Apa beda keduanya dan tuliskan keunggulan dan kelemahan
masing-masing?
Jawab:
Bagian penting pada alat spektrofotometer sebagai berikut.
Sumber sinar: sebagai penyedia radiasi sinar (polikromatis) (biasanya
lampu wolfram).
Sistem monokromator: mengubah gelombang cahaya polikromatik
menjadi monokromatik.
Kuvet/sel: sebagai tempat menaruh larutan sampel dan blanko ke
dalam berkas cahaya spektrofotometer.
Detektor/prosesor: mengubah isyarat radiasi menjadi isyarat listrik.
Read out: mengubah sinyal-sinyal listrik dari detektor menjadi
numerik yang dapat dibaca dalam bentuk & T atau
absorbansi.
Spektofotometer yang digunakan adalah spekktofotometer berkas tunggal
Perbedaan spektrofotometer berkas tunggal dan rangkap
Spektrofotometer Berkas Spektrofotometer Berkas
Tunggal Rangkap
Penentuan spektrum serapan Penentuan spektrum serapan
secara manual, sehingga boros secara otomatis, sehingga hemat
waktu waktu.
Harga lebih murah Harga Lebih mahal
Baik untuk analisa kualitatif Baik untuk analisa kuantitatif,
karena lebih akurat

4. Apa fungsi spektrum serapan? Bagaimana komentar Anda jika dalam suatu
penelitian tidak dilakukan pembuatan spektrum serapan suatu zat?
Jawab:
Fungsi spektrum serapan adalah untuk mengetahui panjang gelombang
saat zat melakukan penyerapan panjang gelombang secara maksimal.
Jika dalam percobaan tidak dilakukan pembuatan spektrum serapan,
maka tidak dapat mengetahui maksimal, sehingga tidak terjadi
penyerapan maksimum zat karena konsentrasi zat yang diperoleh tidak
mendekati sebenarnya.