Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS


RSUDKOTA BEKASI
JAWA BARAT
2013 - 2015

INTUSUSEPSI / INVAGINASI
( ICD 10: K56.1 )

1. Pengertian (Definisi) Keadaan dimana satu segmen usus bagian proksimal


(Intususeptum ) masuk ke dalam segmen usus yang distal
(Intussusipiens ).
Lebih dari 80% adalah ileokolika.
2. Anamnesis 1. Bayi / anak yang sehat, gizi dan pertumbuhan baik
( gemuk), tersering usia 5 – 9 bulan.
2. Nyeri perut tiba-tiba, bersifat kolik disertai muntah.
3. BAB darah lendir, tanpa isi kotoran / feses.
4. Perut kembung

3. Pemeriksaan Fisik 1. Perut kembung


2. Bising usus meningkat, dapat terdengar bunyi metalik.
3. Dapat teraba massa lonjong sepanjang jalannya kolon
kuadrant kanan atas sampai kiri bawah ( dance sign ),
biasanya padat dan tidak nyeri.
4. Colok dubur : didapatkan darah campur lendir, bisa
didapatkan puncak intussuseptum di rectum ( Portio
Like )

4. Kriteria Diagnosis 1. Sesuai criteria anamnesa (ICD 9CM: 89.01 )


2. Sesuai criteria pemeriksaan fisik ( ICD 9CM: 89.7 )
5. Diagnosis Kerja INVAGINASI
6. Diagnosis Banding 1. Tidak ada
7. Pemeriksaan Penunjang 1. Darah rutin ( ICD 9CM: 89.01 )
2. Foto abdomen 3 posisi ICD 9CM: 88.19)
3. Bila perlu : USG abdomen ( ICD 9CM: 88.76 )
4. Foto thoraks PA (ICD 10: 87.44)
8. Terapi 1.Non Operatif ( perbaikan keadaan umum ):
- Untuk dekompresi, pasang nasogastrik tube (ICD
9CM: 96.07)
- Infus RL (ICD 9CM: 99.18), jumlahnya tergantung
derajat dehidrasi + maintenance.

25
a. Derajat dehidrasi:
dehidrasi Ringan : 4% BB
dehidrasi sedang : 6%BB
dehidrasi berat : 8 % BB
b. Maintenance :
BB 0 – 10 Kg : 100 cc / kgBB / 24 jam
BB 11 – 20 Kg : 50 cc / KgBB / 24 jam
BB > 20 Kg : 20 cc / KgBB / 24 jam
- Untuk balans cairan , pasang kateter urin (ICD 9CM:
57.94)
- Terapi : (ICD 9CM: 99.21) :
- Ceftriakson 50-100mg/kgBB
- Metronidazole infuse 7,5 mg/kgBB
- Paracetamol (bila panas) 10 mg/kgBB
- Ranitidin iv
Obat suntik diberikan kira-kira 5-6 hari, dilanjutkan
dengan Cefixim syrup 1,5 – 3 mg/kg BB
2. Operatif : laparotomi eksplorasi (ICD 9CM: 54.11) melalui
insisi kanan bawah (tranversal) dan dapat diperpanjang
bila diperlukan.
- Bila tak tampak gangrene usus ( usus masih vital ),
lakukan reduksi manual secara “gentle” dengan cara
“milking” , kemudian observasi viabilitas usus.
- Bila reduksi manual gagal atau sudah ada gangrene
usus/perforasi, maka dilakukan reseksi usus (ICD 9CM:
45.79), yang dilanjutkan dengan :
a. anastomose usus (ICD 9CM: 45.93)
b. ileostomi sementara (ICD 9CM: 46.21) atau
kolostomi sementara (ICD 9CM: 46.11)

9. Edukasi 1. Penjelasan penyakit, komplikasi, rencana perawatan dan


(Hospital Health Promotion) tindakan operasi
2. Izin tindakan operasi dan pembiusan
10. Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
11. Tingkat Evidens IV

12. Tingkat Rekomendasi C


13. Penelaah Kritis 1. Dr Endang Marsiti SpB
2. Dr Myra Sylvina Amri SpB
3. Dr Raya Batubara SpB
4. Dr Daddy Carol SpB
5.
14. Indikator Medis Invaginasi dirawat selama 12 hari dengan operasi tanpa

26
komplikasi.

Target :
80% invaginasi dirawat selama 12 hari dengan operasi tanpa
komplikasi
15. Kepustakaan 1. Standar Pelayanan Profesi Dokter Spesialis Bedah
Umum Indonesia PABI 2002 ( Revisi )
2. Schwartz Seymour I,M.D. Principles of Surgery.
McGraw-Hill New York. 7th Ed.1999. p 1732-1734.
3. Doherty Gerrard M,MD. Current Diagnosis & Treatment
Surgery. McGraw-Hill New York. 13th Ed. 2010.p 1182-
1183.

27