0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan30 halaman

SPM CHT 4

SPM Cht 4

Diunggah oleh

kimkimberly
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan30 halaman

SPM CHT 4

SPM Cht 4

Diunggah oleh

kimkimberly
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Management Control Systems

Chapter 4
RESPONSIBILITY CENTERS
Robert N. Anthony & Vijay Govindarajan (A G). 2007
Kenneth A Merchant & Wim A Van der Stede. 2007

Stefanus Dimas R. Saputro, S.E., M.M.


Learning Objective
Pusat Pertanggungjawaban:
Pusat Pendapatan dan Pusat Biaya
• Pusat tanggung jawab
• Pusat pendapatan
• Pusat biaya
• Pusat administrasi dan pendukung
• Pusat penelitian dan pengembangan
• Pusat marketing

2
Definisi Pusat Pertanggung Jawaban
• Pusat tanggung jawab adalah struktur sistem pengendalian
dan pemberian tanggung jawab kepada sub unit
organisasi yang mencerminkan strategi organisasi.
• Pusat tanggung jawab merupakan organisasi yang
dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung jawab
terhadap aktivitas yang dilakukan.
• Perusahaan merupakan kumpulan pusat
pertanggungjawaban, yang masing-masing digambarkan
oleh kotak-kotak dalam bagan organisasi
Seksi → Bagian → Departemen → Divisi

3
Sifat Pusat Pertanggungjawaban
• Pusat pertanggungjawaban dimaksudkan untuk memenuhi satu
atau beberapa tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen
puncak.
• Tujuan yang dimaksud adalah membantu mengimplementasikan
rencana strategi (restra) manajemen puncak.
• Pusat pertanggungjawaban menggunakan suatu input tertentu
(sejumlah bahan baku, tenaga kerja dan jasa lain) untuk
menghasilkan output yang bisa berupa barang atau jasa. Dalam
proses pengerjaannya diperlukan juga modal kerja (persediaan,
piutang), peralatan dan asset lain.
• Pusat pertanggungjawaban menghasilkan output yang bisa
disebut barang (jika dapat dilihat) dan jasa (jika tiidak dapat
dilihat). Setiap pusat pertanggungjawaban mempunyai output.
4
Sifat Pusat Pertanggungjawaban
• Bagian produksi pada suatu perusahaan manufaktur output nya
menghasilkan suatu barang. Bagian administrasi dan akuntansi output
nya berupa suatu jasa.
• Barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu pusat pertanggungjawaban
bisa diserahkan ke pusat pertanggungjawaban lain dalam satu
organisasi dan bisa dijual kepada pihak luar.

Bagian A : Analogi untuk Generator Listrik

Input PENGERJAAN Output

BAHAN BAKAR, UDARA, AIR LISTRIK

5
Sifat Pusat Pertanggungjawaban

Jika output suatu pusat pertanggungjawaban dijual kepada pihak luar, ukuran akuntansi terhadap
output diistilahkan sebagai pendapatan. Jika barang atau jasa ditransfer ke pusat
pertanggungjawaban lain dalam suatu organisasi , output diukur dengan ukuran keuangan, seperti
misalnya harga pokok barang atau jasa yang ditransfer, atau ukuran non keuangan seperti jumlah
unit output yang ditransfer.
6
Hubungan antara Input dan Output
Manajer Pusat Pertanggungjawaban bertanggung jawab untuk memperoleh
hubungan yang optimum antara input dan output

• Hubungan input dan output bisa berbentuk sebab akibat


dan langsung
Misalnya input berupa bahan baku pada bagian produksi,
output-nya bisa menjadi input bagi bagian finishing.
• Hubungan input dan output tidak langsung
Misalnya, biaya pengiklanan adalah input yang ditujukan untuk
meningkatkan hasil penjualan; namun karena penghasilan juga dipengaruhi
sejumlah faktor lain, maka kaitan antara meningkatnya biaya iklan dengan
meningkatnya penghasilan tidak selalu tampak dan lagi pula keputusan
manajemen untuk meningkatkan pengeluaran untuk iklan tampaknya lebih
berbasis pada penilaian subjektif daripada berdasarkan data.

7
Pengukuran Input dan Output

Dalam Pengendalian Manajemen jumlah jam kerja, listrik yang


dipakai, kertas yang dipakai diterjemahkan dalam bentuk unit
moneter. Jumlah moneter biasanya diperoleh dengan
mengalikan jumlah unit dengan harga per unit. Hasil perkalian
ini disebut “Cost”, sehingga dapat dikatakan cost adalah
ukuran moneter untuk jumlah input yang digunakan oleh
suatu pusat pertanggungjawaban.

Pada organisasi yang berorientasi laba, pendapatan merupakan


ukuran dari outputnya, tapi output sebenarnya tidak terbatas
pendapatan saja. Lebih mudah untuk mengukur biaya input daripada
untuk menghitung nilai output. Tidak ada tolak ukur untuk mengukur ouput
bahkan organisasi-organisasi tidak berupaya untuk mengukur output dari
masing-masing pusat tanggungjawab.
8
Efisiensi dan Efektivitas
Setiap Pusat Pertanggungjawaban akan diukur Efisiensi dan
Efektivitasnya:

Apa itu Efisiensi?

9
Efisiensi dan Efektivitas

Efisiensi?
1) ketepatan cara (usaha, kerja) dalam menjalankan sesuatu (dengan
tidak membuang waktu, tenaga, biaya); kedayagunaan;
ketepatgunaan; kesangkilan;
2) kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat (dengan tidak
membuang waktu, tenaga, biaya);

Efisiensi adalah rasio antara output terhadap input atau jumlah


output per unit dibandingkan input. Pusat pertanggungjawaban
A lebih efisien dari B jika menggunakan input yang lebih sedikit
di bandingkan dengan B, sedangkan output yang dihasilkan
sama, atau memperoleh hasil yang lebih besar sedangkan input
yang digunakan sama.

10
Efisiensi dan Efektivitas

Efisiensi
ukuran efisiensi bisa dikembangkan dengan
menghubungkan antara biaya sesungguhnya dengan
biaya standar. Namun, standar bukan merupakan ukuran
yang sempurna karena beberapa alasan berikut:

• Biaya yang dicatat tidak merupakan ukuran yang


persis terhadap sumber daya yang digunakan. (proses
akuntansi)
• Ukuran standar hanyalah merupakan ukuran ideal
yang seharusnya dicapai.
11
Efisiensi dan Efektivitas

Apa itu Efektivitas?

12
Efisiensi dan Efektivitas

Efektivitas?
1) Kata efektivitas mempunyai beberapa arti, dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia menyebutkan tiga arti efektivitas, arti pertama adalah adanya suatu
efek , akibat, pengaruh dan kesan.
2) Manjur atau mujarab dan arti yang, dapat membawa hasil atau hasil guna
Efektivitas adalah hubungan antara output pusat
pertanggungjawaban dan tujuannya. Makin besar kontribusi output
terhadap tujuan maka makin efektiflah satu unit tersebut.
• Sebuah unit organisasi seharusnya efesien sekaligus efektif, tidak
terpilah-pilah. Dengan sendirinya tujuan akan tercapai secara
optimum. Namun efesiensi dan efektivitas tidak dapat dicapai secara
Bersama sama.

(Efisiensi = Input : Output) (Efektivitas = Output : Tujuan)

13
Peranan Laba
Tujuan terpenting perusahaan yang berorientasi laba
adalah memperoleh laba, dan jumlah laba ini
merupakan ukuran yang penting untuk efektifitas.
Karena laba merupakan selisih antara pendapatan,
yang merupakan ukuran output, dan biaya, yang
merupakan ukuran input, maka laba juga merupakan
ukuran efisiensi, sehingga laba mengukur sekaligus
efektifitas dan efisiensi.

14
Jenis Pusat Pertanggungjawaban
Setiap pusat pertanggungjawaban akan menggunakan input dan akan
menghasilkan output berupa barang atau jasa. Berdasarkan hubungan input
dan output tersebut, pusat pertanggungjawaban diklasifikasikan menjadi
empat :
1. Pusat pendapatan (revenue center) dinilai kinerjanya hanya berdasarkan
jumlah pendapatan yang diperoleh (Dep. Marketing) Target
pendapatan=>pendapatan;
2. Pusat biaya (expense center) hanya akan diukur berdasarkan jumlah biaya
yang dikeluarkan (setiap Dep.) Biaya=>Anggaran;
3. Pusat laba (profit center) kinerjanya diukur berdasarkan laba yang
diperoleh yang dihubungkan dengan biaya yang digunakan untuk
memperoleh laba tersebut (unit usaha/perusahaan itu sendiri);
4. Pusat investasi (investment center) Kinerjanya diukur dengan
membandingkan laba dan jumlah investasi yang digunakan untuk
memperoleh laba tersebut(Divisi A>divisi B.Unit Usaha).

15
Jenis Pusat Pertanggungjawaban

Copyright ©2019 John Wiley & Sons, Inc. 16


Jenis Pusat Pertanggungjawaban
Pusat pendapatan (revenue center)
• Pusat pendapatan merupakan pusat pertanggungjawaban dimana
output-nya diukur dalam unit moneter, tetapi tidak dihubungkan
dengan input-nya. Karenanya pusat pendapatan adalah organisasi
pemasaran yang tidak mempunyai tanggung jawab terhadap laba.
• Dalam sebuah organisasi fungsional, departemen pemasaran
merupakan pusat pendapatan. Dalam organisasi Unit usaha, bagian
pemasaran unit juga merupakan pusat pendapatan.
• Setiap pusat pendapatan juga merupakan pusat biaya karena
sebenarnya mereka mengeluarkan biaya untuk terciptanya pendapatan.
Bagian pemasaran juga tidak dibebani harga pokok penjualan atas
barang yang terjual.
• Penentuan tentang keberhasilan pusat pendapatan dilakukan dengan
membandingkan antara pendapatan yang sesungguhnya diperoleh
dengan pendapatan yang dianggarkan.
17
Jenis Pusat Pertanggungjawaban
Pusat biaya (expense center)
• Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban dimana input atau biaya
diukur dalam unit moneter namun output-nya tidak diukur dalam unit
moneter.
• Secara umum pusat biaya dapat dibedakan menjadi pusat biaya teknik
atau pusat biaya kebijakan. Pemiliahan pusat biaya seperti ini mengacu
pada dua jenis biaya yang kita ketahui yaitu biaya teknik dan biaya
kebijakan:
✓ Biaya Teknik (Engineered Costs), yaitu biaya-biaya yang jumlahnya
“secara tepat” dan “memadai” dapat diperkirakan dengan keandalan
yang rasional. Misalnya bahan baku, upah tenaga kerja, bahan
habis pakai, dan bahan–bahan pembantu lainnya.
✓ Biaya kebijakan (Discretionary Costs/Managed Costs), yaitu biaya-
biaya yang tidak tidak dapat diperkirakan perencanaannya.

18
Jenis Pusat Pertanggungjawaban
Pusat biaya (expense center)
Pusat Biaya Teknik (engineered expense)
• Input dapat diukur dalam satuan uang
• Output dapat diukur dalam unit fisik
• Jumlah optimum input dalam bentuk dolar/rupiah yang dibutuhkan
untuk memproduksi sebuah unit output dapat ditentukan
• Contoh: bagian produksi, marketing (gudang, distribusi, angkutan),
controller (utang, piutang, bagian gaji), SDM (karyawan),
sekretariat direksi (pemegang saham) dan pool kendaraan
• Efisiensi unit organisasi dapat diukur
• Aspek efektivitas harus dikendalikan
• Tidak semua biaya yang terjadi dalam pusat biaya adalah biaya
teknik

19
Jenis Pusat Pertanggungjawaban
Pusat biaya (expense center)
Pusat Biaya Kebijakan (Discretionary Expense)
• Output tidak dapat diukur dalam satuan uang
• Istilah ‘kebijakan’ tidak berarti bahwa manajemen dapat mengelurkan
biaya dengan cara sembarangan, tetapi harus ada pedoman tertentu
• Misal: pengeluaran harus sama, lebih besar atau lebih kecil daripada
pengeluaran pemasaran pesaing, sesuai dengan tingkat pelayanan
kepada pelanggan, layak bagi riset dan pengembangan
• Manajemen dapat merubah secara drastis biaya ini
• Perbedaan antara anggaran dan realisasi biaya bukan merupakan
pengukur efisiensi
• Anggaran bukan merupakan pengukur jumlah yang efisien
• Contoh: Pusat Biaya Administrasi dan Pendukung, Pusat Riset dan
Pengembangan, dan Pusat Marketing
20
Ciri Pengendalian Umum
Penyusunan anggaran
Manajemen membuat keputusan anggaran untuk pusat beban
kebijakan yang terpisah dari pusat beban teknik. Selanjutnya
manajemen menentukan apakah anggaran operasi yang
diajukan bisa mencerminkan biaya per unit dari pelaksanaan
tugas secara efisien. Yang menjadi perhatian utanma bukan
volume, karena hal tersebut sebagian ditentukan oleh tindakan
yang diambil oleh pusat pertanggungjawaban lainnya.

21
Ciri Pengendalian Umum
Jenis anggaran
Anggaran inkremental
dalam model ini, tingkat biaya sekarang dari pusat beban
kebijakan dipakai sebagai titik awalnya. Jumlah ini diesuaikan
dengan tingkat inflasi, perubahan beban pekerjaan dsb.
• Pembuatan anggaran inkremental mempunyai kekurangan,
yaitu :
✓ Tingkat pengeluaran yang ada dari pusat beban
kebijakan, diterima dan tidak dikaji ulang selama
proses pembautan anggaran.
✓ Para manajer pusat beban ini biasanya ingin
meningkatkan tingkat pelayanan dan dengan demikian
cenderung meminta tambahan sumber daya.
22
Ciri Pengendalian Umum
Jenis anggaran
Penilaian Berbasis Nol (Zero-Base Review)
Analisis setiap biaya discretionary secara mendalam untuk jangka
waktu lima tahun yang akan datang. Analisis ini dipakai sebagai base
yang baru. Pada akhir tahun ke lima dibuat base lagi
• Perlu dilakukan “bench-marking”, sehingga diketahui aktivitas
yang terlalu mahal
• Kelemahan:
✓ Memakan waktu dan dapat menimbulkan pengalaman
traumatik bagi seorang manajer yang akan direview
✓ Para manajer tidak hanya akan melakukan hal yang terbaik
untuk menyesuaikan tingkat pengeluaran mereka, tetap juga
mungkin berusaha untuk menghalangi pekerjaan yang
sedang berjalan.

23
Ciri Pengendalian Umum
Jenis anggaran
Variasi biaya
• Biaya teknik sangat dipengaruhi oleh perubahan volume
jangka pendek – biaya kebijakan cukup terlindungi dari
fluktuasi jangka pendek
• Para manajer cenderung menyetujui perubahan yang
diperlukan untuk mengatasi perubahan volume penjualan
• Dikelompokkan sebagai biaya tetap

24
Ciri Pengendalian Umum
Jenis anggaran
Tipe Pengendalian Keuangan
• Memperbolehkan manajer mengendalikan biaya dengan
cara ikut aktif dalam perencanaan
• Sasarannya membuat biaya yang kompetitif dengan
menentukan standarnya dan mengukur biaya sebenarnya
terhadap standar tersebut
• Pengendalian biaya dilakukan dengan cara tugas apa yang
boleh dilakukan dan tingkat usaha untuk setiap tugas
tersebut
• Pengendalian keuangan dilakukakan sebelum pengeluaran
terjadi

25
Ciri Pengendalian Umum
Jenis anggaran
Pengukuran Kinerja
• Tujuan utama manajer adalah mencapai output yang
diinginkan
• Pengeluaran sesuai dengan anggaran = memuaskan
• Orang diberi motivasi untuk mengeluarkan biaya yang
kurang dari anggaran tanpa mengurangi output
• Pengeluaran melebihi anggaran harus dengan ijin atasan

26
Pusat Administrasi dan Pendukung
• Pusat Administrasi meliputi manajemen perusahaan
tingkat atas dan manajemen unit bisnis, serta para
manajer unit-unit pendukung
• Pusat Pendukung merupakan unit-unit yang menyediakan
layanan kepada pusat penanggungjawab
• Problem Pengendalian
✓ Kesulitan dalam pengukuran hasil produksi (output)
✓ Ketiadaan keselarasan tujuan
• Penyusunan Anggara
✓ Basic Cost
✓ Discreationary Activities
✓ Penjelasan kenaikan anggaran

27
Pusat Penelitian dan Pengembangan
• Permasalahan dalam Pengendalian
• Rangkaian Kesatuan Kerja Penelitian dan Pengembangan
• Program Penelitian dan Pengembangan (Litbang)
• Anggaran tahunan
• Pengukuran Kinerja

28
Pusat Marketing
1. Aktivitas Logistik (Order Filling)
2. Aktivitas Marketing (Order Getting)

1. Aktivitas Logistik
• Aktivitas yang terjadi setelah ada pemesanan
• Banyak engineered cost-nya
• Pengendalian via standar dan anggaran disesuaikan dengan tingkat
volume
2. Aktivitas Marketing
• Aktivitas yang terjadi sebelum ada pemesanan
• Output dapat diukur, namun sulit dipakai untuk mengukur
efektivitasnya, karena dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak
terkendali
• Komitmen terhadap anggaran diperlukan

29
Tugas
• Southwest Airlines Corporation (Robert N. Anthony & Vijay Govindarajan)
• Philip Anderson (Kenneth A Merchant & Wim A Van der Stede)

30

Anda mungkin juga menyukai