Anda di halaman 1dari 44

LAPORAN KEGIATAN MPPD

IKM
PUSKESMAS CENDRAWASIH
D E PA R T E M E N I L M U K E S E H ATA N M A S YA R A K AT
FA K U LT A S K E D O K T E R A N U N I V E R S I T A S H A S A N U D D I N
M A K A SS A R
MEI – JUNI 2018
MPPD IKM UNHAS
A P R I YA N T I K A R N A D I C11113086
V I DYA AY U N I N G M C11113085
G R A C E L I A W I DYA M C11113076
JENNIFER LESMANA C11113070
A N D I R I Z A S YA F I T R I C11113553
FA D I Y A H U L FA H K H A L I D C11113557
IMANUELA MELISA PONGBULAAN
C11113074
MUTMAINNAH C11113063

2
Profil
PUSKESMAS
CENDRAWASIH

3
Puskesmas Cendrawasih
Puske sma s
cendrawasih
membawahi 7
kelurahan dengan
jumlah peduduk
wil ay ah ke rja
Puske sma s
Cenderawasih
Puskesmas
Cendrawasi
39.743 jiwa
h dengan ke padatan
penduduk sebesar
39,044/km2.

4
Promosi Kesehatan
Program Kesehatan Lingkungan

Pokok
Kesehatan Ibu,
Kesehata Pencegahan &
Pemberantasan
Anak dan
Keluarga
n Penyakit
Berencana

Pengobatan
Perbaikan Gizi dan
Masyarakat Penanganan
Gawat Darurat
5
Unit Kesehatan
Masyarakat (UKM)
Menurut Permenkes nomor 75 tahun 2014
Essensial
Promosi
Kesehatan Pencegahan
Kesehatan
(Promkes) Kesehatan dan
Ibu dan Pelayanan
dan Usaha Lingkunga Pengendalia
Anak-KB Gizi
Kesehatan n (Kesling) n Penyakit
(KIA-KB)
Sekolah (P2P)
(UKS)

6
Upaya Kesehatan Perorangan
(UKP)
Menurut Permenkes nomor 75 tahun 2014

Rawat jalan

Pelayanan Gawat Darurat

Pelayanan satu hari (one day care)

Home care
Rawat inap berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan
kesehatan

7
Laporan
KASUS

8
Identitas pasien
● Nama : M u h . Fi q h i
● Umur : 9 tahun
● J e n i s Ke l a m i n : l a k i - l a k i
● Ta n g g a l L a h i r : 2 2 A g u s t u s 2 0 0 8
● Alamat : Jl. Baji Ati I
● Agama : Islam
● Suku : Makassar
● Pe ke r j a a n : Siswa SD

9
Anamnesis
● Keluhan utama : Demam
Seorang anak laki-laki berumur 9 tahun yang dijumpai saat
melakukan home visit mengalami demam tinggi sejak 3 hari,
demam dirasakan terus menerus. Demam disertai nyeri kepala
dan lemas pada seluruh badan, selain itu ibu penderita
mengatakan bahwa sejak demam anaknya sering mengeluh
nyeri pada sendi-sendinya. Riwayat flu dan batuk tidak ada,
sesak tidak ada. Mual, muntah dan nyeri ulu hati tidak ada.
Buang air besar kesan normal, buang air kecil lancar berwarna
kuning. Riwayat penyakit sebelumnya yaitu ISPA. Riwayat
penyakit yang sama dalam keluarga tidak ada. Pasien tinggal
di kawasan dengan 5 kasus DBD dalam beberapa minggu
terakhir.
10
Pemeriksaan Fisis
Tanda-Tanda Vital
Keadaan Umum
● Tekanan darah : 90/60 mmHg
Sakit sedang /Gizi
● Denyut jantung : 110 x/menit, reguler,
baik/ Compos
kuat angkat
mentis
● Frekuensi pernafasan : 22x/menit
(GCS=E4M6V5)
● Suhu Tubuh : 39,8 °C

11
Pemeriksaan Fisis
● Ke p a l a : Normosefal
● Mata : Ko n j u n g t i v a a n e m i s t i d a k a d a , I k t e r u s
tidak ada, udem palpebra tidak ada
● Pupil : I s o k o r , d i a m e t e r 2 , 5 m m , r e fl e k s
c a h a y a a d a , ke sa n n o rm a l
● Te l i n g a : Otorrhea tidak ada
● Hidung : Rhinorrhea tidak ada
● Mulut : Ti dak ker ing, bibi r pucat tidak ad a
● Leher : Pe m b e s a r a n ke l e n j a r l i m f e t i d a k a d a

12
Pemeriksaan Fisis
Paru-Paru Jantung
● Inspeksi : Pergerakan dada simetris ● Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
kiri dan ● Palpasi : Ictus cordis teraba
kanan statis dan dinamis ● Perkusi : Batas atas jantung ICS II
● Palpasi : Vokal Fremitus mengeras di sinistra
hemithorax kiri Batas kanan jantung ICS IV
● Perkusi : Pekak pada paru kiri linea parasternalis dextra
setinggi ICS Batas kiri jantung ICS V linea
V axillaris anterior sinistra
● Auskultasi : Bronkovesicular, Rhonchi ● Auskultasi : Bunyi jantung = S I/II
tidak
Abdomen regular,
● Inspeksi ada, Wheezing tidak ada
: Datar, ikut gerak nafas murmur tidak ada
● Auskultasi : Peristaltik ada, kesan Ekstremitas
normal ● Akral hangat
● Palpasi : Hati dan limpa tidak teraba, ● Edema tidak ada
nyeri ● Sianosis tidak ada
tekan tidak ada ● Ekstremitas superior et inferior petechie
● Perkusi : Timpani, asites (shifting (+)
dullness)
tidak ada
13
Pemeriksaan
Penunjang
● Ru m p l e L e e d e ( + )

● Laboratorium 15 Mei 2018:

Tr o m b o s i t 1 2 4 . 0 0 0

14
Survei
SEKITAR PASIEN DBD
Lingkungan
15
meter
200
200 200
meter meter

meter
200 16
17
18
19
Tinjauan Pustaka
DEMAM BERDARAH
DENGUE

20
Definisi
Demam dengue (dengue fever) dan demam
berdarah dengue (dengue haemorrhagic
fever) adalah penyakit infeksi yang
disebabkan oleh virus dengue yang
ditularkan melalui gigitan vektor nyamuk
Aedes spp.
21
2/5
Populasi penduduk dunia
di negara tropis & subtropis
berisiko terinfeksi DBD
22
Epidemiologi
DUNIA

• D a e r a h Tro p i s d a n S u b t ro p i s ( A s i a
Te n g g a r a , Pa s i fi k B a r a t , K a r i b i a )
• 3,6 milyar penduduk di 124 negara
b e r i s i ko t i n g g i t e r ke n a D B D
• 500 juta penduduk terinfeksi DBD
tiap tahunnya
• 2 1 . 0 0 0 ke m a t i a n p e r t a h u n
23
INDONESIA

WHO : Indonesia
negara dengan kasus
DBD tertinggi di Asia
Te n g g a r a

I N F O D AT I N : Pa d a
2016, Insidens Rate
(IR) 78,85 per 100.000
penduduk
Ta r g e t N a s i o n a l : 4 9
per 100.000 penduduk

Dinkes Sul-Sel :
Pada 2017, 1.363
penderita dan 10
kema ti an
24
25
“ Puskesmas Cenderawasih
sebagai sarana pelayanan
kesehatan dasar bagi
masyarakat, telah
melakukan berbagai
program pembinaan
kesehatan yang berbasis
lingkungan dalam upaya
pencegahan penyakit DBD
di wilayah kerjanya.
26
Tahun 2017
A n g k a ke s a k i t a n I n c i d e n c e R a t e ( I R ) d i
P u s ke s m a s C e n d r a w a s i h d e n g a n j u m l a h
kasus sebesar 53 dengan angka
ke m a t i a n C a s e Fa t a l i t y Ra t e ( C F R )
sebanyak 0 orang.

27
Tahun 2018 (Januari-
d i l a p o r k a n 3 4 k a s u s D B D d i April)
wilayah
ke r j a P u s ke s m a s C e n d r a w a s i h d a n 1
orang yang meninggal.

28
Etiologi
VIRUS DENGUE
 Kelompok B Arthropod
Virus (Arbovirus).
 Genus Flavivirus.
 Keluarga Flaviviridae
 4 serotipe virus yaitu
DEN-1, DEN-2, DEN-3,
dan DEN-4 .
 DEN-3 serotipe
terbanyak dengan
manifestasi klinik berat.

29
Etiologi
VEKTOR: NYAMUK AEDES
SPP
● Suka tempat gelap tanpa
sinar matahari langsung
● Bertelur di genangan air
jernih
● Siklus hidup : Telur (2 hari),
Larva (2 hari), Pupa (1,5
hari), Dewasa (42-54 hari) Aedes Aegypti Aedes Albopticus
● Semasa hidup, Betina
bertelur seminggu sekali,
sebanyak 16 kali, rata-rata
30
700 butir telur.
Patogenesi
s

31
Perjalanan
Klinis

32
Diagnosis
1. DEMAM TINGGI MENDADAK, TERUS MENERUS
SELAMA 2-7 HARI

Anamnesis 2. TERDAPAT MANIFESTASI PENDARAHAN SEPERTI


TORNIQUET (+), PETECHIAE, ECHIMOSIS, PURPURA,
PERDARAHAN MUKOSA, EPITAKSIS, PERDARAHAN
KLINIS GUSI, DAN HEMATEMESIS DAN ATAU MELENA
3. PEMBESARAN HATI, KEBOCORAN PLASMA
4. SYOK DITANDAI DENGAN NADI LEMAH DAN CEPAT,
Pemeriksaa TEKANAN NADI TURUN, TEKANAN DARAH TURUN,
n
KULIT DINGIN,
Fisik
1. TROMBOSITOPENIA (100.000µL ATAU KURANG)

L A B O R AT O R I S 2. HEMOKONSENTRASI, PENINGKATAN HEMATOKRIT


20% ATAU LEBIH
3. HB, LEUKOSIT, SEL LIMFOSIT BIRU,NS1
Pemeriksaa
n Penunjang

33
K l a s i fi k a s i d e r a j a t p e n y a k i t i n f e k s i v i r u s
dengue
DD/ Derajat Gejala Laboratorium
DBD *
 Leukopenia
Demam disertai 2 atau lebih  Trombositopenia, tidak
DD tanda : sakit kepala, nyeri retro- ditemukan bukti
orbital, myalgia, arthralgia kebocoran plasma
 Serologi dengue positif
Gejala diatas ditambah uji Trombositopenia, bukti
DBD I
bendung positif ada kebocoran plasma
Gejala diatas ditambah Trombositopenia, bukti
DBD II
perdarahan spontan ada kebocoran plasma
Gejala diatas ditambah kegagalan
Trombositopenia, bukti
DBD III sirkulasi (kulit dingin dan lembab
ada kebocoran plasma
serta gelisah)
Syok berat disertai dengan
Trombositopenia, bukti
DBD IV tekanan darah dan nadi tidak
ada kebocoran plasma
terukur
34
Tatalaksana
Trombosit <100.000,
Tanpa syok, trombosit
dengan atau tanpa
>100.000
syok
• Rawat inap
• Rawat jalan
• Pemberian cairan melaui
• Berikan cairan melalui
infus (Kristaloid/koloid)
oral sebanyak mungkin
• Anti piretik
• Anti piretik: Parasetamol
tab 3x1
• Pemberian oksigen
(kasus syok)

35
Kriteria rawat
inap
●Tro m b o s i t < 1 0 0 . 0 0 0
● Pa s i e n d e n g a n s y o k
●Pa s i e n t i d a k d a p a t m i n u m

36
Pencegahan

37
Penutup
KRITIK & SARAN

38
Menurut analisis kami, faktor yang
mempengaruhi kejadian DBD di daerah Baji
Mapakasunggu yaitu:
Kesadaran masyarakat yang kurang dalam menjaga kesehatan lingkungan

Kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang


Nyamuk)

Faktor perubahan iklim, kepadatan dan distribusi penduduk, sehingga


menyebabkan penyebaran virus DBD semakin mudah dan luas

Faktor lingkungan biologis yang berperan dalam perkembangbiakan nyamuk


Aedes aegypti

Kurang memaksimalkan program jumantik

Kurangnya koordinasi lintas sektor yang bertanggungjawab dalam mengatasi masalah


penyakit DBD.
39

Diperlukan suatu perencanaan program P2DBD.
Pencegahan dan penanggulangan DBD diupayakan dari
segi preventif yaitu dengan memutus mata rantai
penularan DBD. Untuk itu diperlukan sebuah
manajemen Program Pengendalian Penyakit
untuk DBD (P2DBD) agar bisa menekan jumlah
kasus dan angka kesakitan DBD. Program
tersebut dapat terlaksana dengan baik
atau tidak sangat dipengaruhi oleh
peran serta dari seluruh pihak seperti
pejabat setempat, petugas kesehatan
dan seluruh lapisan masyarakat.
40
Saran untuk
● Melakukan koordinasi lintas sektor
puskesmas
untuk melaksanakan
“KELURAHAN BEBAS
program
JENTIK”
dimana terdiri dari:
1. Penyuluhan tentang penyakit
DBD
2. HaloDBD (sosialisasi DBD
keliling)
3. Pembagian abate
4. 1 Rumah 1 Jumantik
5. Grebek sarang nyamuk
6. FoKa (Fogging berKala)
7. Kerja Bakti
41
Saran untuk pemerintah
setempat
● Melakukan koordinasi dengan puskesmas untuk
menyukseskan program “KELURAHAN BEBAS
JENTIK”.
● Membuat peraturan mengenai sanksi administrasi
untuk rumah tangga yang terbukti ditemukan jentik
nyamuk di lingkungan rumahnya.
● Pemasangan media publikasi (poster/spanduk) untuk
promosi kesehatan di tempat-tempat strategis.

42
Saran untuk
masyarakat
● Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif
dalam menurunkan kejadian demam berdarah di
wilayahnya dengan melakukan pemberantasan sarang
nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungannya dan
menjaga dari gigitan nyamuk (menggunakan kelambu
dan obat nyamuk).
● Selain itu, perlu juga partisipasi aktif dari kelompok
masyarakat di sekolah, kampus, kantor-kantor, rumah
ibadah dan pesantren serta bengkel-bengkel.

43
Terima
Kasih
44