Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN KASUS

DENGUE HEMORRHAGIC FEVER


Disusun Oleh :  dr. Dyka Cynthia Felicyta
Pembimbing : dr. Ratna Wilian

RS MUHAMMADIYAH SITI KHODIJAH GURAH


Periode 23 Februari – 22 Agustus 2022
PROVINSI JAWA TIMUR
2022
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn.F
Tempat, Tanggal lahir : Kediri, 16 Maret 1986
Umur : 25 thn
Alamat : RT.003 RW.001 Kawarasan
Suku Bangsa : Indonesia
Pekerjaan : Pegawai
No. Rekam Medis : 032214
Tanggal Masuk : 13 Maret 2022
Tanggal Pemeriksaan : 13 Maret 2022
Anamnesis
Keluhan Utama
Demam sejak 2 hari SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien masuk rumah sakit dengan keluhan demam sejak 2
hari yang lalu. Demam mendadak tinggi. Demam turun
sebentar saat diberi parasetamol namun kemudian naik
lagi. Kadang menggigil saat malam hari. Pasien juga
mengeluh pusing, lemas saat melakukan aktivitas dan
mual tetapi tidak muntah. Batuk (-), nyeri telan (-), pilek
(-), sesak (-), bercak merah pada kulit (-). Gusi berdarah
(-). BAK dan BAB lancar.
Riwayat Penyakit Terdahulu
Pasien belum pernah merasa sakit seperti ini
Riwayat sakit demam berdarah sebelumnya (-)

Riwayat Penyakit Keluarga


Keluarga tidak ada yang menderita sakit seperti ini
Riwayat demam berdarah pada keluarga (-)
Teman pasien pernah menderita sakit seperti ini dan
dirawat di RS
Riwayat Obat – obatan
Paracetamol
 
Riwayat Aktivitas, Pendidikan, Sosial, dan Ekonomi
Makanan : Disangkal
Obat : Disangkal
Pemeriksaan Fisik
KU : Sedang N 89 x/menit Temp 38,7⁰C
Kesadaran : RR 20 x/menit SpO2 99%
Composmentis
GCS : 4 5 6
Kepala Konjungtiva pucat -/-, sklera ikterik -/-

Leher Tak tampak kelainan, tak teraba pembesaran KGB

Thorax Gerak napas simetris statis dan dinamis


Cor : S1-S2 reguler, murmur (-) gallop (-)
Pulmo : SN vesikuler, wheezing -/-

Abdomen BU (+) normal, supel , datar, nyerti tekan (+)


epigastrium
Ekstremitas Akral hangat, oedem (-), sianosis (-)

Torniquet test : POSITIF


Hasil Laboratorium 13 Maret 2022
Test Hasil Satuan Nilai Rujukan
Hb 13,9 g/dl 13.5-16.1
Leukosit 2.450 Sel/mm3 3.500-10.000
LED mm/jam 0-10
Hitung jenis
- Eusinofils 0,1 % 0-5
- Basophils 0,9 % 0-1
- Neutrofil 76,0 % 50-70
- Limfosit 20,5 % 20-40
- Monocyte 2,5 % 3-8
Hematokrit 39,9 % 40-52
Trombosit 64.000 Sel/mm3 150.000-450.000
Eritrosit 4.790.000 Sel/mm3 3.5-5.5 juta
Retikulosit
MCV 83,1 fl 81.1-96
MCH 29,0 Pikogram 27-31.2
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai rujukan
MCHC 34,9 g/dl 31.8-36.4
ALC 500 /ul 800-4000
NLR 3,71 Up to 3,13
Widal
- S. thyphi O NEGATIF NEGATIF
- S. thyphi H 1 : 80 NEGATIF
- S. parathypi A NEGATIF NEGATIF
- S. parathypi B 1 : 160 NEGATIF
Diagnosa kerja
Demam berdarah dengue

Tatalaksana awal IGD


 inf. RL 20 tpm
 Inj. Ondansetron 3 x 8mg
 Inj. Ceftri 2 x 1g
 Inj. Pumpitor 1 x 1
 Inj. Dexa 3 x 5mg
 P.o PCT 3 x 1 K.p
 Sucralfat syr 3 x C1
Follow Up 14 maret 2022
14/3 Demam (+) hari KU cukup Dengue Inf. RL 30 tpm
2022 ke 4 TD 120/70 mmhg Hemorrhagi Inj. Ceftriaxone 1g
c Fever 2x1
Pusing(+), suara HR 65x/m
Inj. Ondancentron
serak, S 37,3 Grade I 8mg 3x1
RR 20 x/m Inj. Pumpitor 1x1
Badan lemas (+) Inj. Dexamethasone
K/L a/i/c/d -/-/-/- 5mg 3x1
Mual (+),
muntah(-) Thor : Sucralfat Syr 3xC1
P : ves/ves rh -/- Wh -/- Po PCT k.p
Perdarahan
C : S1S2 tunggal, murmur (-), gallop
spontan (-) (-)
Nafsu makan Abd:
menurun I : Flat, distended (-)
A : Bu + normal
P : timpani, pekak hepar (+)
P : soeple, defans muscular (-)
Eks : HKM Crt <2 detik, edem -/-
  
Hasil Laboratorium 14 maret 2022
Test Hasil Satuan Nilai Rujukan
Hb 15,0 g/dl 13.5-16.1
Leukosit 3.010 Sel/mm3 3.500-10.000
LED mm/jam 0-10
Hitung jenis
- Eusinofils 0,2 % 0-5
- Basophils 0,7 % 0-1
- Neutrofil 78,7 % 50-70
- Limfosit 17,7 % 20-40
- Monocyte 2,7 % 3-8
Hematokrit 43,1 % 40-52
Trombosit 45.000 Sel/mm3 150.000-450.000
Eritrosit 5.210.000 Sel/mm3 3.5-5.5 juta
Retikulosit
MCV 82,8 fl 81.1-96
MCH 28,0 Pikogram 27-31.2
Follow up 15 Maret 2022
15/3 Demam (-) hari ke 5 KU cukup Dengue Inf. RL 20 tpm
2022 Hemorrhagic
Pusing(-) TD 110/80 mmhg Inj. Ceftriaxone 1g 2x1
Fever Grade I
Badan lemas (-) HR 60x/m Inj. Ondancentron 8mg
Mual muntah(-) S 36,5 3x1
Perdarahan spontan (-) RR 20 x/m Inj. Pumpitor 1x1
Nafsu makan baik K/L a/i/c/d -/-/-/- Inj. Dexamethasone 5mg
Thor : 3x1
P : ves/ves rh -/- Wh -/- Sucralfat Syr 3xC1
C : S1S2 tunggal, murmur (-), gallop Po PCT k.p
(-)
Abd:
I : Flat, distended (-)
A : Bu + normal
P : timpani, pekak hepar (+)
P : soeple, defans muscular (-)
Eks : HKM Crt <2 detik, edem -/-
Hasil laboraturium 15 maret 2022
Test Hasil Satuan Nilai Rujukan

Hb 14,4 g/dl 13.5-16.1


Leukosit 7.990 Sel/mm3 3.500-10.000

LED mm/jam 0-10

Hitung jenis
- Eusinofils 0,1 % 0-5

- Basophils 1,9 % 0-1

- Neutrofil 59,9 % 50-70

- Limfosit 20,7 % 20-40

- Monocyte 17,4 % 3-8

Hematokrit 42,5 % 40-52

Trombosit 26.000 Sel/mm3 150.000-450.000

Eritrosit 5.140.000 Sel/mm3 3.5-5.5 juta


Retikulosit

MCV 82,7 fl 81.1-96


MCH 28,0 Pikogram 27-31.2
Hasil Laboratorium 15 maret 2022

Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai rujukan


MCHC 33,8 g/dl 31.8-36.4
ALC 1.650 /ul 800-4000
NLR 2,89 Up to 3,13
IgG/IgM Dengue
IgG POSITIF NEGATIF
IgM POSITIF NEGATIF
Follow up 16 Maret 2022
16/3 Demam (-) hari ke 6 KU cukup Dengue Inf. RL 20 tpm
202
2 Pusing(-) TD 110/70 mmhg Hemorrhagic Inj. Ceftriaxone 1g 2x1
Badan lemas (-) HR 70x/m Fever Grade
I Inj. Ondancentron 8mg
Mual muntah(-) S 36,3
3x1
Perdarahan spontan (-) RR 20 x/m
Inj. Pumpitor 1x1
Nafsu makan baik K/L a/i/c/d -/-/-/-
Thor : Inj. Dexamethasone 5mg
P : ves/ves rh -/- Wh -/-
3x1
C : S1S2 tunggal, murmur (-), Sucralfat Syr 3xC1
gallop (-)
Po PCT k.p
Abd:
I : Flat, distended (-)
A : Bu + normal KRS, obat pulang :
P : timpani, pekak hepar (+) - Cefixime 2x1
P : soeple, defans muscular (-) - Lanzoprzole 1x1
Eks : HKM Crt <2 detik, edem
-/- 
Hasil Laboratorium 16 Maret 2022
Test Hasil Satuan Nilai Rujukan

Hb 13,8 g/dl 13.5-16.1


Leukosit 11.160 Sel/mm3 3.500-10.000

LED mm/jam 0-10

Hitung jenis
- Eusinofils 0,0 % 0-5

- Basophils 3,1 % 0-1

- Neutrofil 46,6 % 50-70

- Limfosit 29,8 % 20-40

- Monocyte 20,5 % 3-8

Hematokrit 39,7 % 40-52

Trombosit 24.000 Sel/mm3 150.000-450.000

Eritrosit 4.770.000 Sel/mm3 3.5-5.5 juta


Retikulosit

MCV 83,1 fl 81.1-96


MCH 29,0 Pikogram 27-31.2
Etiologi
Virus dengue termasuk genus Flavivirus dari keluarga
flaviviridae dengan ukuran 50 nm dan mengandung
RNA rantai tunggal8. Hingga saat ini dikenal empat
serotipe yaitu DEN-1,DEN-2,DEN-3 dan DEN-4.1-9

Virus dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes dari


subgenus Stegomya. Aedes aegypty merupakan vektor
epidemik yang paling penting disamping spesies
lainnya seperti Aedes albopictus, Aedes polynesiensis
yang merupakan vektor sekunder dan epidemi yang
ditimbulkannya tidak seberat yang diakibatkan Aedes
aegypty.8
Patofisiologi
Klasifikasi
Pada dasarnya ada empat sindrom klinis dengue yaitu :
1. Silent dengue atau Undifferentiated fever
2. Demam dengue klasik
3. Demam berdarah Dengue ( Dengue Hemorrhagic
fever)
4. Dengue Shock Syndrome (DSS).
Kriteria diagnosis DBD (Case definition) berdasarkan WHO 2011
DD/ Derajat Gejala Laboratorium
DBD
DD   Demam disertai dengan dua berikut: - Leukopenia (≤5.000 sel/mm3)
- Sakit kepala - Trombositopenia (hitung
- Nyeri retro-orbital platelet <150.000 sel/mm3)
- Mialgia - Peningkatan hematokrit (5% -
- Arthralgia/nyeri tulang 10%)
- Ruam kulit - Tidak ada bukti kehilangan
- Manifestasi perdarahan plasma
Tidak ada bukti kebocoran plasma  

DBD I Demam dan manifestasi perdarahan - Trombositopenia <100.000


sel/mm3
(uji tourniquet positif) dan ada bukti kebocoran - Peningkatan hematokrit >20% 
plasma
DBD II Seperti pada derajat I ditambah perdarahan spontan - Trombositopenia <100.000
sel/mm3
- Peningkatan hematokrit >20%

DBD III Seperti pada derajat I atau II ditambah kegagalan - Trombositopenia <100.000
sel/mm3
sirkulasi (nadi lemah, tekanan nadi menyempit - Peningkatan hematokrit >20%
(≤20mmHg), hipotensi, gelisah)  
DBD IV Seperti pada derajat III ditambah syok berat dengan - Trombositopenia <100.000
sel/mm3
tekanan darah dan nadi yang tidak dapat terdeteksi - Peningkatan hematokrit >20%
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Trombositopenia (trombosit < 100.000/ml) hari ke 3 – 8 sakit

Hemokonsentrasi (kenaikan Ht ≥ 20%)


Leukopenia

Kadar albumin menurun sedikit dan bersifat sementara


Eritrosit dalam tinja hampir selalu ditemukan


Pada sebagian kasus disertai penurunan faktor koagulasi dan fibrinolitik



yaitu fibrinogen, protrombin, faktor VIII, faktor XII, dan antitrombin III

Pada kasus berat dijumpai disfungsi hati, dijumpai penurunan kelompok



vitamin K-dependent prothrombin seperti factor V, VII, IX dan X
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Waktu tromboplastin parsial dan waktu protrombin memanjang

Penurunan alfa antiplasmin (alpha-2 plasmin inhibitor) hanya


ditemukan pada beberapa kasus

Serum komplemen menurun

Hiponatremia

Serum aspartat aminotransferase (SGOT dan SGPT) sedikit


meningkat

Asidosis metabolic berat dan peningkatan kadar urea nitrogen


terdapat pada syok berkepanjangan
PEMERIKSAAN ANTIGEN DAN ANTIBODI VIRUS

Untuk membuktikan etiologi DBD, dapat dilakukan uji diagnostik


melalui

Pemeriksaan isolasi virus

- Dianggap sebagai baku emas (diagnostik pasti)

- Membutuhkan tenaga laboratorium yang ahli, waktu yang lama


(lebih dari 1–2 minggu), serta biaya yang relatif mahal

Pemeriksaan serologi

- Pemeriksaan yang saat ini banyak dengan mendeteksi IgM dan IgG-
anti dengue.
PEMERIKSAAN ANTIGEN DAN ANTIBODI VIRUS

Salah satu metode pemeriksaan terbaru adalah pemeriksaan


antigen spesifik virus dengue, yaitu antigen nonstructural
protein 1 (NS1).

Dengan metode ELISA, antigen NS1 dapat terdeteksi dalam


kadar tinggi sejak hari pertama sampai hari ke 12 demam pada
infeksi primer dengue atau sampai hari ke 5 pada infeksi
sekunder dengue.

Pemeriksaan ini juga dikatakan memiliki sensitivitas dan


spesifisitas yang tinggi (88,7% dan 100%).

Oleh karena itu, WHO menyebutkan pemeriksaan deteksi


antigen NS1 sebagai uji dini terbaik untuk pelayanan primer.
Tatalaksana
Tatalaksana bersifat simtomatik dan suportif, yaitu pemberian
cairan :

Jumlah cairan disesuaikan dengan berat badan, kondisi


klinis, dan laboratorium.
Pemberian cairan diberhentikan saat bila keadaan umum
stabil dan melewati fase kritis, pada umumnya pemberian
cairan dihentikan setelah 24-48 jam keadaan umum anak
stabil.

Parasetamol 10mg/kg/dosis selang 4 jam apabila suhu >38° C


Prognosis
Prognosis dipengaruhi oleh kecepatan pengenalan
tanda bahaya dan penangan syok.
Selain itu juga terdapat beberapa faktor host yang
memperburuk perjalanan penyakit yaitu: usia terlalu
muda atau tua, obesitas, hamil, kelainan jantung,
penyakit kronis (hipertensi, asma, diabetes mellitus),
dll.
TERIMA KASIH