Anda di halaman 1dari 11

Laporan Praktikum

Pengaruh limbah oli bekas terhadap kelangsungan hidup


makhluk perairan
Mata kuliah : Ekologi Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dra. Syarifah Miftahul El Jannah T.,M.Biomed

Di susun oleh :
Fathul Fitriyah R.
Ferdian Akhmad F.
Fiqhiyah
Fitra Hernayanti

DIV kesehatan lingkungan Tingkat I


Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II
T/A 2012/2013
Daftar Isi

Bab I.........................................................................................................................................
a. Latar
belakang
................................................................................................................................
3
................................................................................................................................
b. Rumusan
masalah
................................................................................................................................
3
c. Tujuan
................................................................................................................................
3
Bab II..........................................................................................................................................
4
a. Tinjauan
teoritis
................................................................................................................................
4
Bab III.........................................................................................................................................
7
a. Alat
................................................................................................................................
7
b. Bahan
................................................................................................................................
7
c. Cara
kerja
................................................................................................................................
7
Bab IV.........................................................................................................................................
9
a. Hasil
pengamatan
................................................................................................................................
9
b. Pembahasan
................................................................................................................................
10
c. Kesimpulan
[ laporan praktikum]

................................................................................................................................
10
Daftar pustaka...........................................................................................................................
11

Bab I
PENDAHULUAN
a. Latar belakang
Air adalah molekul yang paling banyak ada di alam. Bahkan tubuh manusia sendiri tersusun
dari 80% cairan. Air memiliki peranan penting dalam kehidupan makhluk hidup. Tanpa air,
makhluk hidup termasuk manusia tidak akan bertahan lama hidup.
Sehubungan dengan pertambahan penduduk yang semakin meningkat, pemakaian
alat transportasi pribadi pun juga ikut meningkat untuk memenuhi kebutuhan waktu dizaman
sekarang. Oli adalah bahan pelumas agar mesin berjalan mulus dan bebas gangguan.
Sekaligus berfungsi sebagai pendingin dan penyekat. Oli mengandung lapisan-lapisan
halus, berfungsi mencegah terjadinya benturan antar logam dengan logam komponen mesin
seminimal mungkin, mencegah goresan. Sehingga dalam setiap alat transportasi pasti
menggunakan oli. Oli biasanya terdiri dari tembaga, besi, chrominium, aluminium, timah,
molybdenum, silikon, nikel atau magnesium. Maka dari itu apabila limbah oli dibuang secara
sembarang dan berkemungkinan mencemari perairan yang ada. Contoh : bengkel-bengkel
yang membuang oli dalam jumlah yang tidak sedikit dan mengalir menuju selokan. Akan
[ laporan praktikum]

mencemari dan mengganggu ekosistem itu sendiri. Sehingga diperlukan pengujian


seberapa besar pengaruh limbah oli dalam mempengaruhi kelangsungan hidup perairan
dengan berbagai konsentrasi dan seberapa lama waktu ikut berpengaruh didalamnya.
Contohnya saja larva nyamuk walau merugikan namun ia adalah bagian dari ekosistem
perairan.
b. Masalah
-

Seberapa besar pengaruh limbah oli terhadap kelangsungan hidup MH perairan

berdasarkan konsentrasinya.
Seberapa banyak pengaruh faktor waktu terhadap pencemaran limbah terhadap
kelangsungan hidup MH

c. Tujuan
-

mengetahui pengaruh air limbah terhadap kelangsungan hidup makhluk hidup

perairan yang ada didalamnya.


Mengamati faktor waktu ikut berpengaruh dalam kelangsungan MH akibat air limbah
tersebut
BAB II
TINJAUAN TEORITIS

Jentik atau larva nyamuk disebut dengan istilah cuk, encu atau uget-uget (Jawa). Tubuh
jentik nyamuk terlihat berulir dan berwarna kelabu kehitaman. Adapun panjang tubuhnya
berkisar 1025 mm. Siklus hidup jentik nyamuk sejak menetas hingga menjadi nyamuk
dewasa sekitar 56 hari.
Oli bekas tentu dihasilkan dari penggunaan oli untuk berbagai aktivitas manusia seperti
perindustian, bengkel, dan penggunaan kendaraan bermotor.
Pelumas atau oli merupakan sejenis cairan kental yang berfungsi sebaga pelicin, pelindung,
dan pembersih bagi bagian dalam mesin. Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang
Semua jenis oli pada dasarnya memiliki fungsi yang sama. Yakni sebagai bahan pelumas
agar mesin berjalan mulus dan bebas gangguan. Sekaligus berfungsi sebagai pendingin
dan penyekat. Oli mengandung lapisan-lapisan halus, berfungsi mencegah terjadinya
benturan antar logam dengan logam komponen mesin seminimal mungkin, mencegah
goresan atau keausan.
Sifat-sifat Oli Mesin

[ laporan praktikum]

a. Lubricant oli mesin bertugas melumasi permukaan logam yang saling bergesekan
satu sama lain dalam blok silinder. Caranya dengan membentuk semacam lapisan
film yang mencegah permukaan logam saling bergesekan atau kontak secara
langsung.
b. Coolant pembakaran pada bagian kepala silinder dan blok mesin menimbulkan suhu
tinggi dan menyebabkan komponen menjadi sangat panas. Jika dibiarkan terus
maka komponen mesin akan lebih cepat mengalami keausan. Oli mesin yang
bersirkulasi di sekitar komponen mesin akan menurunkan suhu logam dan menyerap
panas serta memindahkannya ke tempat lain.
c. Sealant oli mesin akan membentuk sejenis lapisan film di antara piston dan dinding
silinder. Karena itu oli mesin berfungsi sebagai perapat untuk mencegah
kemungkinan kehilangan tenaga. Sebab jika celah antara piston dan dinding silinder
semakin membesar maka akan terjadi kebocoran kompresi.
d. Detergent kotoran atau lumpur hasil pembakaran akan tertinggal dalam komponen
mesin. Dampak buruk 'peninggalan' ini adalah menambah hambatan gesekan pada
logam sekaligus menyumbat saluran oli. Tugas oli mesin adalah melakukan
pencucian terhadap kotoran yang masih 'menginap'.
e. Pressure absorbtion oli mesin meredam dan menahan tekanan mekanikal
setempat yang terjadi dan bereaksi pada komponen mesin yang dilumasi.
f.
Kontaminasi Oli
Kontaminasi terjadi dengan adanya benda-benda asing atau partikel pencemar di dalam oli.
Terdapat delapan macam benda pencemar biasa terdapat dalam oli yakni :
1. Keausan elemen. Ini menunjukkan beberapa elemen biasanya terdiri dari tembaga,
besi, chrominium, aluminium, timah, molybdenum, silikon, nikel atau magnesium.
2. Kotoran atau jelaga. Kotoran dapat masuk kedalam oli melalui embusan udara lewat
sela-sela ring dan melaui sela lapisan oli tipis kemudian merambat menuruni dinding
selinder. Jelaga timbul dari bahan bakar yang tidak habis. Kepulan asam hitam dan
kotornya filter udara menandai terjadinya jelaga.
3. Bahan Bakar
4.

Air

[ laporan praktikum]

5. Ini merupakan produk sampingan pembakaran dan biasanya terjadi melalui timbunan
gas buang. Air dapat memadat di crankcase ketika temperatur operasional mesin
kurang memadai.
6. Ethylene gycol (anti beku)
7. Produk-produk

belerang/asam.

Produk-produk

oksidasi

Mengakibatkan

oli

bertambah kental. Daya oksidasi meningkat oleh tingginya temperatur udara masuk.

Ditinjau dari komposisi kimianya sendiri, oli adalah campuran dari hidrokarbon kental
ditambah berbagai bahan kimia aditif. Oli bekas lebih dari itu, dalam oli bekas terkandung
sejumlah sisa hasil pembakaran yang bersifat asam dan korosif, deposit, dan logam berat
yang bersifat karsinogenik.
Akibat Pembuangan Oli Bekas
Oli bekas mengandung sejumlah zat yang bisa mengotori udara, tanah dan air. Oli bekas itu
mungkin saja mengandung logam, larutan klorin, dan zat-zat pencemar lainnya. Satu liter oli
bekas bisa merusak jutaan liter air segar dari sumber air dalam tanah.
Oli bekas juga dapat menyebabkan tanah kurus dan kehilangan unsur hara. Sedangkan
sifatnya yang tidak dapat larut dalam air juga dapat membahayakan habitat air, selain itu
sifatnya mudah terbakar yang merupakan karakteristik dari Bahan Berbahaya dan Beracun
(B3).mhal ini dapat dilihat pada Ketentuan Umum UU No 32 Tahun 2009, yang memberikan
batasan pengertian istilah dibawah ini :
1. Limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan.
2. Bahan berbahaya dan beracun yang selanjutnya disingkat B3 adalah zat, energi,
dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik
secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak
lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta
kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.
3. Limbah bahan berbahaya dan beracun, yang selanjutnya disebut Limbah B3, adalah
sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung B3.

[ laporan praktikum]

Salah satu faktor yang mempengaruhi hidup larva/jentik nyamuk adalah kondisi air. Oleh
karena itu apabila kondisi air yang dijadikan tempat berkembangbiak tidak baik akan
memepengaruhi pertumbuhan nyamuk itu sendiri. Selain itu tingginya konsentrasi oli
yang terdapat didalam air akan menghambat proses respirasi jentik dikarenakan
tertutupnya permukaan air oleh lapisan oli.

Bab III
Alat, bahan, dan cara kerja
a. Alat :
-

Beker glass 500 ml 5 buah


Batang pengaduk 5 buah
Petri dist
Gelas ukur 100 ml 1 buah
Kain kassa secukupnya
Tali rapia secukupnya

[ laporan praktikum]

Pipet Pasteur 5 buah

b. Bahan :
-

Air kran
Larva nyamuk sebanyak 150 buah
Air limbah (oli)

Cara kerja :
1. Buat pengenceran air limbah dengan formula : N1.V1=N2
.V2
Dengan volume akhir sebanyak 300 ml dan konsentrasi 2%, 4%, 8%,16%. Masukan
kedalam rumus sehingga didapatkan takaran volume sebagai berikut.
Konsentrasi limbah
Volume limbah (ml)
2%
6
4%
12
8%
24
16%
48
Volume air+limbah akhir adalah 300ml sehingga untuk mendapatkan volume air yang
tepat kurangi 300ml dengan volume masing-masing limbah.
2. Air+limbah oli yang sudah diukur dituangkan kedalam beaker glass 500 ml.
kemudian diaduk menggunakan spatula(batang pengaduk). Siapkan satu beaker
glass yang diisi air kran sebagai kontrol.
3. Setelah melakukan penghitungan volume limbah masing-masing konsentrasi. Hewan
uji(larva nyamuk/jentik) dimasukan kedalam petri dist, disetiap petri terdapat 50 ekor
larva. Lalu dimasukan kedalamair limbah

untuk kemudian di lihat kehidupannya

pada menit ke-5, 10,15,30, dan selama 24 jam


Gambar praktikum.
Air limbah (oli)

Larva nyamuk @ 50 buah


[ laporan praktikum]

4. Lalu amati kelangsungan hidup hewan uji tersebut pada menit ke-5, 10, 15, 30, dan
setelah 24 jam. Untuk larva setelah diamati 30 menit tutup dengan kain kassa. Untuk
mencegah kemungkinan berkembangnya larva menjadi nyamuk selama pengamatan
24 jam.

BAB IV
Hasil dan pembahasan
a. Hasil pengamatan
Diawal terdapat 50 buah larva disetiap wadah
Konsentasi

pH

limbah
2%

4%

8%

16%

Banyaknya MH yang mati pada waktu (menit ke-)


5
10
15
30

24 jam

44

10

32

12

27

15

10

25

[ laporan praktikum]

Control

8
-

Grafik pengamatan

50
40

2%
4%
8%
16%
kontrol

30
20
10
0

5'

10'

15'

30'

24jam

b. Pembahasan
Dari hasil pengamatan. Dapat dilihat, pada menit ke-5 dalam konsentrasi limbah 2%,4%,
dan16% terdapat masing-masing 2, 6, dan 15 larva yang mati sedangkan konsentrasi lain
tidak. Di menit ke-10 pada konsentrasi limbah 8% dan 16% terdapat masing-masing 4 dan
10 larva yang mati. Dimenit ke-15 pada konsentrasi 4%dan 8% terdapat masing-masing 6
dan 7 larva yang mati. Hal ini terus berlanjut hingga menit ke-30 pada konsentrasi 4% dan
8% terdapat masing-masing 10 dan 12 larva yang mati dan menyisakan beberapa larva
saja. Kemudian setelah ditinjau selama 24 jam. Larva yang berada dalam limbah oli dalam
konsentrasi manapun mati. Sedangkan pada kontrol semua larva masih hidup.
c. Kesimpulan

[ laporan praktikum]

10

Konsentrasi limbah yang mencemari air sangat mempengaruhi kehidupan makhluk perairan
yang ada didalamnya. Makin tinggi konsentrasi makin banyak larva yang mati dan dalam 24
jam semua larva mati. Berbeda dengan control yang masih hidup. Maka dapat diambil
kesimpulan bahwa oli termasuk limbah pencemar yang dapat menganggu kelangsungan
makhluk hidup.

Daftar pustaka
http://dhyka1207.blogspot.com/2011/12/laporan-praktikum-tds-dan-tss.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Oli_mesin
http://prolingkungan.blogspot.com/2011/05/oli-bekas-limbah-bahan-berbahayadan.html

[ laporan praktikum]

11