ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN “CA”
DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN RASA NYAMAN
DI RUANG GANDASTURI RSUP SANGLAH DENPASAR
TANGGAL 12-13 AGUSTUS 2020
OLEH :
COKORDA ISTRI INTEN PURWANINGSIH,SST
NIM.07120320088
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
POLTEKES KEMENKES DENPASAR
2020
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN “CA”
DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN RASA NYAMAN
DI RUANG GANDASTURI RSUP SANGLAH DENPASAR
A. PENGKAJIAN
1. Data Umum
Identitas Klien
Nama ( Initial) : CA
Umur : 62 Tahun
Agama : Kristen Katolik
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Marital : Menikah
Pendidikan : SMU
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Suku Bangsa : Nusa Tenggara Timur
Alamat : Jl. Tukad Batanghari X No. 4 Denpasar
Tanggal Masuk : 16 Agustus 2020
Tanggal Pengkajian : 17 Agustus 2020
Diagnosa Medis : GET
Identitas Penanggung Jawab
Nama (Initial) : BR
Umur : 65 Tahun
Hub. Dengan Klien : Suami
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Jl. Tukad Batanghari X No. 9 Denpasar
2. Riwayat Kesehatan
Keluhan Utama :
Pasien mengeluh nyeri pada uluhati. Nyeri dirasakan terus menerus seperti tersayat
dan bertambah nyeri bila bergerak. Skala nyeri 4 (0-10)
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluh sering nyeri pada uluhati yang di rasakan hilang timbul dan di sertai
mual .Pasien sering melakukan pemeriksaan kedokter praktek swasta dengan keluhan
yang sama dan obat yang di dapatkan di dokter praktek pasien tidak tau namanya
{lupa} terakhir periksa ke dokter bulan juni 2020.
Riwayat Kesehatan Dahulu
Pasien sebelumnya pernah mengalami nyeri pada dada dan sudah berobat ke dokter
jantung di lakukan pemeriksaan tidak ada kelainan di jantungnya
Riwayat Kesehatan Keluarga:
Pasien mengatakan bahwa ayahnya menderita penyakit jantung, dan ibunya
menderita penyakit rematik
Genogram :
Keterangan :
= laki-laki
= Perempuan
= Meninggal
= Pasien
= Tinggal dalam satu rumah
Riwayat Sosiokultural
Pasien berasal dari Nusa Tenggara Timur dimana masyarakatnya masih memegang
teguh tradisi daerah.
3. Pola Fungsi Kesehatan Gordon
a. Pola Persepsi dan Manajemen Kesehatan
Pasien mengatakan kesehatan itu sangat penting. Bila sakit selalu memeriksakan
diri ke dokter. Disaping itu pasien juga sering menggunakan obat-obat tradisional.
b. Pola Nutrisi-Metabolik
Pasien mengatakan selama ini tidak mengalami penurunan nafsu makan.BB 62 KG
TB 164 CM
c. Pola Eleminasi
Pasien mengatakan sebelum dirawat biasa bab 1-2 kali per hari dan bak 6-7 kali per
hari dengan volume ± 150 ml setiap kencing. Setelah di rawat BAK biasa setiap
kencing kurang lebih 150 ml ,kencing 6-7x perhari .
d. Pola Aktivitas dan Latihan
Pasien mengatakan sebelum MRS bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara
mandiri. Saat ini pasien memerlukan bantuan setengah karena pasien terpasang
alat alat medis
e. Pola koqnitif dan Persepsi
Pasien tidak mengalami gangguan proses fikir. Pasien dapat menjawab pertanyaan
yang diberikan.
f. Pola Persepsi-Konsep diri
Pasien mengatakan dirinya adalah ibu dari kedua anaknya, pasien mengatakan
dirinya ingin cepat sembuh supaya bisa kumpul dengan keluarga.
g. Pola Tidur dan Istirahat
Pasien mengatakan biasa tidur malam ± selama 7-8 jam dan tidur siang selama ± 1
jam. Setelah di rawat pasien mengatakan sering terjaga saat tidur .
h. Pola Peran-Hubungan
Pasien mengatakan bahwa ia berperan sebagai ibu dengan 2 orang anak. Hubungan
pasien dengan keluarga, tetangga dan masyarakat sekitar dikatakan cukup baik.
i. Pola Seksual-Reproduksi
Pasien mengatakan ia mulai mengalami menstruasi pada usia 13 tahun. Menstruasi
teratur 28-30 hari.
j. Pola Toleransi Stress-Koping
Pasien mengatakan mampu menghadapi stres dengan baik dan selalu
menceritakan masalahnya pada suaminya.
k. Pola Nilai-Kepercayaan
Pasien mengatakan dirinya beragama Kristen Katolik. Pasien mengatakan tidak ada
pantangan selama sakit.
4. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan Umum
Keadaan umum baik
Kesadaran compos mentis
b. Tanda Vital
Suhu : 360C
Nadi : 88 x/mnt
Tensi : 120/80 mmHg
Respirasi : 20 x/mnt
c. Kepala
Normochepali, tidak ada brnjolan, rambut hitam dan bersih.
d. Mata
Konjungtiva warna merah muda
Reflek pupil +/+
e. Hidung
Nyeri tekan tidak ada
f. Telinga
Telinga bersih
Tidak menggunakan alat bantu dengar
g. Mulut
Mukosa bibir lembab
Gigi lengkap
h. Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
i. Dada dan Punggung
Dada simetris
Penggunaan otot bantu nafas –
Wheezing -/-
Ronchi -/-
j. Abdomen
Nyeri tekan +
k. Ekstremitas
Nyeri sendi tidak ada
Rentang gerak menurun
Kedua kaki masih terasa kesemutan
l. Genetalia Tidak ada masalah
m. Anus
Benjolan tidak ada
5. DATA PENUNJANG (Pemeriksaan Diagnostik) :
Hasil laboratorium tanggal 17 Agustus 2020
Hb : 11.6 g/dl
WBC : 6,20 103/µL
HCT : 36 %
PLT : 99 103/µL
6. DATA TAMBAHAN
Ro Thorax : kesan normal
7. THERAPI
No Tanggal awal Nama obat Dosis Rute Indikasi
diberikan
1 12/08/2020 Sukralfat Syrup 3 x 15 ml io Lambung
2 12/08/2020 Antasida 3 x 15 ml io Lambung
3 12/08/2020 Omeprasol 2 x 20 ml io Lambung
B. ANALISA DATA
Data Etiologi Masalah kolaboratif/
keperawatan
DS : Pasien mengeluh nyeri Rasa kembung ,Nek di uluhati Nyeri akut (D.0077)
pada ulu hati . Nyeri
Sulit beraktifitas
dirasakan terus menerus
seperti tersayat dan Nyeri akut
bertambah nyeri bila
bergerak. Skala nyeri 4 (0-
10)
DO : Pasien tampak
meringis dan berhati –hati
bila bergerak
DS : Pasien mengatakan Perut kembung /nek ulu hati Gangguan mobilitas fisik
sulit saat bergerak karena
uluhati terasa nek/kembung Susah bergerak (D.0054)
Mobilitas fisik menurun
DO : Rentang gerak
menurun
C. TABEL DAFTAR MASALAH KOLABORATIF / DIAGNOSA KEPERAWATAN
NO Tanggal dan jam Diagnosa Keperawatan Tanggal dan jam teratasi
ditemukan
1 12 Agustus Nyeri akut berhubungan dengan 12 Agustus 2020
2020 perutt kembung dan nek pada Pkl. 14.30
Pkl. 14.30 uluhati ditandai dengan pasien
mengeluh nyeri pad daerah ulu
hati nyeri dirasakan terus menerus
seperti tersayat dan bertambah
nyeri bila bergerak, skala nyeri 4 (0-
10), pasien tampak meringis dan
berhati-hati bila bergerak
2 12 Agustus Gangguan mobilitas fisik 12 Agustus 2020
2020 berhubungan perut kembung dan Pkl. 14.30
Pkl. 14.30 nek pada ulu hati , rentang gerak
menurun
D. DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS
1. Nyeri akut berhubungan perut kembung ,nyeri pada ulu hati ditandai dengan pasien
mengeluh nyeri sata di tekan perutnya , nyeri dirasakan terus menerus seperti
tersayat dan bertambah nyeri bila bergerak, skala nyeri 4 (0-10), pasien tampak
meringis dan berhati-hati bila bergerak.
2. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan perut kembung ditandai dengan
pasien susah untuk bergerak , rentang gerak menurun.
E. PERENCANAAN
No No Tujuan dan Intervensi Rasionalisasi
Diagnosa kriteria hasil
1 1 Setelah Manajemen nyeri
diberikan askep (I.08238)
selama 3x24 jam a. Observasi
diharapkan nyeri - Identifikasi lokasi, - Untuk memantau
menurun karakteristik, durasi, nyeri yang dirasakan
dengan kriteria frekuensi, kualitas, pasien
hasil : intensitas nyeri
- Pasien - Identifikasi skala nyeri - Untuk memantau
mengungkapkan skala nyeri yang
nyeri menurun dirasakan pasien
- Skala nyeri 0 - Identifikasi respon nyeri - Untuk memantau
(0-10) non verbal respon nyeri non
- pasien tidak verbal
meringis
b. Terapeutik
- Berikan teknik - Untuk membantu
nonfarmakologi mengurangi nyeri
c. Edukasi
- Jelaskan penyebab, - Untuk meningkatkan
periode dan pemicu pengetahuan pasien
nyeri tentang nyeri
- Membantu
d. Kolaborasi mengurangi rasa nyeri
- Kolaborasi pemberian
analgetik
2 2 Setelah Dukungan mobilisasi
diberikan askep (I.05173)
selama 3x24 jam a. Observasi
diharapkan - Identifikasi adanya - Untuk mengetahui
mobilisasi fisik nyeri atau keluhan fisik faktor lain yang
meningkat lainnya menyebabkan
dengan kriteria gangguan mobilitas
hasil : - Untuk mengetahui
- Pasien - Monitor frekuensi perubahan frekuensi
mengungkapkan jantung dan tekanan jantung dan tekanan
peningkatan darah sebelum memulai darah setelah
mobilitas fisik mobilisasi mobilisasi
- Rentang gerak
meningkat
b. Terapeutik - Dapat memberi
- Libatkan keluarga untuk dukungan moril pada
membantu pasien dalam pasien
meningkatkan
pergerakan
c. Edukasi - Agar pasien
- Jelaskan kapan harus mengetahui kapan
mulai mobilisasi harus mulai mobilisasi
- Agar pasien
- Jelaskan tujuan dan mengetahui tujuan
prosedur mobilisasi dan prosedur
mobilisasi
F. IMPLEMENTASI
Hari/tgl/jam No Tindakan keperawatan Evaluasi Nama
Diagnos Dan ttd
a
Rabu
12/082020
Pkl. 14.30 1 Mengukur vital sign S: 360C N: 88 x/mt Cok inten
Mengidentifikasi skala TD: 120/80 mmHg
nyeri RR: 20 x/mt
Skala nyeri: 4 (0-10)
1 Mengidentifikasi lokasi,Pasien mengeluh Cok inten
karakteristik, durasi,
nyeri pada luka
frekuensi, kualitas dan operasi, nyeri terus-
intensitas nyeri. menerus seperti
tersayat dan
bertambah berat bila
bergerak
1 Mengidentifikasi respon Pasien tampak Cok inten
nyeri non verbal meringis
Pkl. 15.00 1 Menjelaskan penyebab Pasien mengerti Cok inten
dan pemicu nyeri
2 Menjelaskan kapan Pasien mengerti Cok inten
harus mulai mobilisasi
kamis
13/2020
Pkl. 14.30 1 Mengukur vital sign S: 360C N: 80x/mt Cok inten
Mengidentifikasi skala TD: 120/80 mmHg
nyeri RR: 18x/mt
Skala nyeri : 3(0-10)
Pkl. 15.00 1 Memberikan teknik Pasien mampu Cok inten
nonfarmakologi melakukan teknik
relaksasi yang
diajarkan
Pkl. 16.00 2 Menjelaskan tujuan dan Pasien mengerti Cok inten
prosedur mobilisasi
2 Melibatkan keluarga Keluarga mampu Cok inten
untuk membantu pasien untuk membantu
dalam meningkatkan pasien
pergerakan
jumat
14/2020
Pkl. 14.30 1 Mengukur vital sign S: 360C N: 80 x/mt Cok inten
Mengidentifikasi skala TD: 120/80 mmHg
nyeri RR: 18 x/mt
Skala nyeri: 2 (0-10)
1 Mengidentifikasi lokasi, Pasien mengeluh Cok inten
karakteristik, durasi, nyeri pada luka
frekuensi, kualitas dan operasi, nyeri hilang
intensitas nyeri. timbul seperti
tersayat dan
bertambah berat bila
bergerak
1 Mengidentifikasi respon Pasien tampak Cok Inten
nyeri non verbal meringis
1 Memberikan teknik Pasien mampu Cok Inten
nonfarmakologi melakukan teknik
relaksasi yang
diajarkan
G.EVALUASI
No Nama dan
No Hari/tgl Evaluasi
Diagnosa ttd
1 12/08/ 2020 1 S : Pasien mengeluh nyeri pada Cok Inten
perut dan uluhati sudah
berkurang , nyeri hilang
timbul seperti tersayat dan
bertambah berat bila
bergerak, skala nyeri 2 (0-
10)
O : Pasien masih tampak
berhati-hati bila bergerak
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
2 12/08/2020 2 Cok Inten
S : “ Pasien mengatakan perut
dan uluhti sudah tersa
enakan dan sudah bisa
berjalan “
O : Pasien sudah bisa berjalan
dibantu oleh keluarga
A : Masalah teratasi
P : Itervensi dihentikan