ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.
H (9THN)
DENGAN DENGUE FEVER WITH WARNING SIGN
A. PENGKAJIAN
B. DATA UMUM
Nomor RM : 064798 Sumber Informasi
Nama : An.H Nama : Ny.S
Tanggal lahir : 06/09/2013 Umur : 35 thn
Usia : 9 thn Pekerjaan : IRT
Jenis kelamin : L/P Alamat : Ciparay
Tanggal pengkajian : 14/11/2022 Hubungan dengan anak : Ibu kandung
Jam : 15.00
Bila ada, bisa tempel stiker identitas pasien
RIWAYAT KESEHATAN
I. Keluhan Utama
Klien mengeluh demam
II. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien dibawa ke IGD RSBK tanggal 13/05/2022 jam 20:00 dengan keluhan
demam sudah 4 hari. Keluhan demam naik turun. Keluhan disertai dengan
muntah-muntah setiap diberi makan. Selama sakit hanya sedikit makan dan
minum yang masuk. Klien harus dilakukan rawat inap dan tanggal 14/11/2022
jam 01:30 klien pindah ke ruang anak.
Pada saat pengkajian tanggal 14/11/2022 jam 15:00 ibu klien mengatakan
demamnya naik turun. Klien ada muntah 1 kali. Klien juga mengatakan mual
dan susah makan.
III. Riwayat Kesehatan Masa Lalu
1. Prenatal
Konsumsi obat selama kehamilan √ Tidak Ya, ............................
Adakah ibu jatuh selama hamil √ Tidak Ya, ............................
2. Natal
Cara melahirkan √ Spontan SC Dengan alat bantu
Penolong persalinan Dokter √ Bidan Bukan tenaga kesehatan
3. Postnatal
Kondisi kesehatan bayi BBL 3300 gram; PB 48 cm
Kelainan kongenital √ Tidak Ya, .............................
Pengeluaran BAB pertama √ <24jam >24 jam
4. Penyakit terdahulu √ Tidak Ya
Jika Ya, bagaimana gejala dan -
penanganannya?
Pernah dioperasi √ Tidak Ya
Jika Ya, sebutkan waktu dan Pasien tidak pernah di lakukan operasi
berapa hari dirawat?
5. Pernah dirawat di RS √ Tidak Ya
Jika Ya, sebutkan penyakitnya dan -
respon emosional saat dirawat?
6. Riwayat penggunaan obat √ Tidak Ya
Jika Ya, sebutkan nama dan respon -
anak terhadap pemakaian obat?
7. Riwayat alergi √ Tidak Ya
Jika Ya, apakah jenis alerginya dan -
bagaimana penanganannya?
8. Riwayat kecelakaan √ Tidak Ya
Jika Ya, jelaskan -
9. Riwayat immunisasi √ Hepatitis √ BCG √ Polio √ DPT √
Campak
Lain-lain :
Tabel 3.1 Riwayat Kesehatan Masa Lalu
IV. Riwayat Keluarga
1. Riwayat penyakit keturunan √ Tidak Ya, ......................
2. Riwayat penyakit menular √ Tidak Ya, ........................
Tabel 1.2 Riwayat Keluarga
V. Pengkajian Fisiologis
Tabel 3.3 Pengkajian Fisiologis
1. OKSIGENASI
Ventilasi Frekuensi : 20x/mnt √ Teratur □Tidak teratur
□ Trakeostomi penggunaan Oksigen ……..x/mnt
Sekret :
Respirasi sesak Nafas □ Nafas Cuping hidung □ Retraksi dada
√ Vesikuler Ronchi □ Wheezing □ Krakles
□ Batuk □ lain-lain…..
Pertukaran Gas AGD …. pH : …. PaO2: …. mmHg PCO2: ….
HCO3 …. BE : …. Sat O2: ….
Transport Gas Nadi :...105 x/mnt √regular □ ireguler TD :114/71 mmHG
Akral : √ hangat □ dingin □ anemis □ pucat
□ cianosis □ clubbing finger □ pusing
Bunyi Jantung √ BJ I/II Normal murmur □ Gallop
Hasil Laboratorium Tgl 14/11/2022 jam 00.10 di IGD
Nilai Rujukan Normal
Hb : 14,8 g/dl 12,0-15,0
Leukosit : 4.930/mm3 4.500-13.500
Hematokrit : 43,2% 35-49
Trombosit : 40.000/mm3 150.000-450.000
Tanggal 14/11/2022 jam 07 :00
Nilai Rujukan Normal
Hb : 13,5 g/dL (12,0-15,0) 12,0-15,0
Leukosit : 7.800/mm3 4.500-13.500
Hematokrit : 40% 35-49
Trombosit : 30.000/mm3 150.000-450.000
Thorax Tidak dilakukakn rongthen thorax
Ct Scan Tidak dilakukan ct scan
2. NUTRISI
PERILAKU
BB saat ini BB (19,5 )kg PB/TB (126)cm LLA : 15 cm IMT : 12,19
Status Nutrisi □ Lebih Baik √ kurang □ Buruk
Diet □ ASI susu formula □ bubur √ nasi tim
Puasa □ Ya √ tidak Frekuensi makan : 3x/hari Posi makan: hanya
¼ porsi
Cara Makan √ oral □ OGT □ NGT □ Gastrostomi □ parenteral
Kualitas Makan √ kurang cukup □ baik
Lidah √ bersih □ Kotor stomatitis : □ ya □ tidak
Mulut Caries : □ ya √ tidak lain-lain:
Abdomen □ supel □ kembung √ tegang □ terdapat massa lokasi:
Hepar √ tidak teraba □ hepatomegali □ lien □ splenomegali
Bising Usus 6-8.x/mnt
3. PROTEKSI
Gangguan Warna √ Tidak ada □ Pucat □ Jaundice
Kulit √ Menjadi merah □ Sianosis □ …………..
Suhu √ suhu : Hangat □ Teraba panas □Teraba dingin
Turgor Baik √ Jelek lebih dari 3 detik
Gangguan pada Tidak ada □ Lesi □ Erupsi □ Eritema
kulit
√ Lainnya petekie di area kaki kanan dan kiri
Luka √ Tidak ada □ Ada
Stoma √ Tidak ada □ Ada
Drainase √ Tidak Ada □ Ada
Jika terjadi
gangguan pada kulit
/ luka / stoma,
berikan tanda silang
(X)
Pengkajian Nyeri
4. SENSASI
Penglihatan √Adekuat □ Menurun [R L]
□ Buta [R L] □ Katarak [R L]
Mata □ Kotoran mata [R L] ket:
Pupil √ Simetris □ Tidak Simetris : R < L atau L < R
□ Reaktif □ Non Reaktif [R L]
Pengecapan √ Baik □ Tidak baik
Kondisi gigi √ Baik □ Terjadi gangguan □ Jelek
Gusi √ Pink □ Pucat □ Inflamasi
□ Perdarahan □ Kering □ Lembab
Penciuman √ Baik □ Tidak baik
Hidung □ Berdarah □ Drainage √ Tidak ditemukan
masalah ( klien sempat mimisan pada siang hari)
Pendengaran √ Adekuat □ Menurun [R L] □ Tuli [R L]
□ Dengan alat bantu pendengaran [R L]
Telinga √ Bersih [R L] □ Kotor [R L] □ Discharge [R L]
□ Dengan alat bantu pendengaran [R L]
5. CAIRAN DAN ELEKTROLIT
Minum 1500 cc/hari jenis: air putih
Ubun-ubun √ rata □ Cekung
Mata □ cekung √ tidak Air mata: □ ada □ tidak
Mukosa mulut lembab √ kering
Turgor elastic √ tidak elastic
Edema √ ada tidak □ ektremitas □ anasarka □ asites lingkar perut:
Muntah √ ada tidak frekuensi: 1 x/hr
Diare □ ada √ tidak frekuensi: ……x/hr
Perdarahan √ ada tidak √ptekie □ purpura □ ekimosis
Cairan infuse √ ada tidak Jenis :RL 30cc/jam
Balance cairan 40 cc /kg/hari diuresis < 1 cc/kgbb/jam
6. ELIMINASI
Buang air kecil Frekuensi :…2 x/hr □ oliguri □ disuria □anuria
□incontinensia □ retensi
Eliminasi urin √ spontan □ dower kateter □ cistostomi □nefrostomi
Nyeri saat berkemih □ ada √ tidak
Warna urin kuning jernih √ kuning pekat □ merah
buang air besar Frekuensi : 2hari blm BAB □ normal □ diare □ konstipasi
Warna feses kuning □ hijau □ merah (belum BAB)
Karakteristik feses lembek □ cair □ padat □ berlendir
Anus √ ada lubang □ tidak berlubang
Hasil laboratorium
7. AKTIVITAS DAN ISTIRAHAT
Postur tubuh √ normal tidak normal
Berjalan √ normal tidak normal
Aktivitas anak □ hiperaktif aktif √ pasif □ leterbatasan □ pembatasan
Gerakan √ aktif □ tidak aktif
Paralise □ ada √ tidak □ tangan kanan/kiri/keduanya
□ kaki kanan/kiri/ keduanya
Tonus otot √ normal □ atrofi □ hipertrofi
Mobilisasi □ bedrest total √ ditempat tidur
Gangguan
neuromuscular
Mobilisasi
Jumalh jam tidur Tidur siang :_…. jam tidur malam : 6 jam
Kebiasaan sebelum √ tidak ada ada, sebutkan….. minum susu
tidur
Kesulitan tidur □ ada √ tidak ada
Tidur dengan □ ya √ tidak
bantuan obat
8. NEUROLOGI
Kesadaran E;4 M : 6 V : 5 √ CM □ apatis □ somnolen □ koma
Status mental √ terorientasi □ disorientasi □ gelisah □ halusinasi
Pupil √ isokor □ anisokor
9. ENDOKRIN
PERILAKU
Masalah genital □ Discharge □ Hipo/epispadias
VI. KONSEP DIRI
Tabel 3.4 Konsep Diri
Pembawaan anak Periang Pemalu √Pendiam
Reaksi terhadap √ Baik
hospitalisasi? Buruk
Adanya stress/ cemas? Ya √ Tidak
Persepsi keluarga √ Baik
terhadap penyakit? Buruk
Reaksi keluarga √ Baik
terhadap penyakit? Buruk
Persepsi keluarga √ Baik
terhadap pengobatan? Buruk
VII. FUNGSI PERAN
Tabel 3.5 Fungsi Peran
Pengasuh √ Ayah √ Ibu Nenek Orang lain
Dukungan sibling √ Ada Tidak ada
Dukungan keluarga √ Ada Tidak ada
lain
VIII. INTERDEPENDENSI (KETERGANTUNGAN)
Tabel 3.6 INTERDEPENDENSI
(KETERGANTUNGAN)
1. Imunitas Sebelum sakit Selama sakit
Respon peradangan
(merah/panas)
Sensitifitas
(nyeri/suhu)
2. Neurologi
Pernah alami kejang √ Tidak Ya
Jika Ya, waktu &
terjadinya kejang?
3. Eliminasi Sebelum sakit Selama sakit
(BAB/BAK)
Frekuensi (waktu) 5-6x/hari 2 x/hari
Konsistensi
Kesulitan/nyeri tidak ada tidak ada
Pemakaian obat tidak ada tidak ada
Bowel status belum BAB 2 hari
Bowel sounds : LUQ RUQ LLQ RLQ
Present
Absent
Hyperactive
Hypoactive
4. Aktivitas / istirahat Sebelum sakit Selama sakit
Lama tidur 6-7 jam 6 jam
Kebiasaan sebelum tidak ada tidak ada
tidur
Kesulitan tidur tidak ada tidak ada
Alat bantu aktifitas tidak ada tidak ada
Kesulitan pergerakan tidak ada tidak ada
5. Cairan & elektrolit Sebelum sakit Selama sakit
Frekuensi minum 5-6 gelas/hari 1200cc
Cara pemenuhan minum peroral minum peroral
PEMERIKSAAN KECEMASAN
Tabel 3.7 Pemeriksaan Kecemasan
No Item yg Penilaian Skoring
dinilai
0 1 2 3 4
1 Perasaan Kekhawatiran yang berlebihan √
2 Ketegangan Perasaan tegang, kelelahan, , √
gemetar, perasaan gelisah,
ketidakmampuan untuk
bersantai.
3 Ketakutan Gelap, orang asing, dari √
ditinggal sendirian, hewan,
lalu lintas, dari orang banyak.
4 Insomnia Sulit tidur, tidur tidak √
memuaskan dan kelelahan
pada bangun, mimpi, mimpi
buruk.
5 Intelektul Kesulitan dalam konsentrasi, √
memori yang buruk.
6 Perasaan tertekan Hilangnya minat, kurangnya √
kesenangan dalam hobi,
depresi
7 Somatis Rasa sakit dan nyeri, √
(muskular) kekakuan, peningkatan tonus
otot.
8 Somatis (sensori) panas dan dingin, perasaan √
lemah, merasakan sensasi
menusuk-nusuk
9 Kardiovaskuler Takikardia, palpitasi, nyeri di √
dada, berdenyut kapal,
perasaan mau pingsan
10 Pernapasan Mengeluh dada tertekan atau √
penyempitan di dada, perasaan
tersedak, dyspnea.
11 Gastroistenstinal Kesulitan dalam menelan, sakit √
perut, sensasi terbakar,
kepenuhan perut, mual,
muntah, kehilangan berat
badan, sembelit.
12 Perkemihan Frekuensi berkemih sering, √
urgensi berkemih, amenore,
13 Tanda autonomi Mulut kering, kemerahan, √
pucat, kecenderungan untuk
berkeringat, pusing,
ketegangan
sakit kepala,
14 Sikap pada saat Gelisah, gelisah atau mondar- √
diwawancara mandir, tremor tangan,
mengerutkan alis,
Wajah tegang, mendesah atau
0 = Tidak ada, 1 = ringan , 2 = Sedang, 3 = berat , 4 = Sangat berat
IX. PEMERIKSAAN PERKEMBANGAN
Tabel 3.8 Pemeriksaan Perkembangan
Umur Sosial Motorik halus Motorik kasar
2 bulan senyum mengikuti gerak mengangkat kepala 45
dari perut
4 bulan senyum menggenggam membalikan badan
6 bulan menggapai mainan memindahkan benda duduk
dari tangan satu ke
tangan lain
9 bulan bermain ciluk ba mengambil benda berdiri
dengan ibu jari dan
telunjuk
12 bulan minum dgn menjumput benda berjalan
cangkir dengan 5 jari
18 bulan menggunakan mencoret-coret kertas naik tangga
sendok
2 tahun melepaskan membuat garis berdiri dgn satu kaki
pakaian
3 tahun bermain interaktif meniru membuat garis mengayuh sepeda
4 tahun memasang kancing menggambar melompat dengan satu
baju kaki
5 tahun memaka baju tanpa meniru gambar menangkap bola
pengawasan
X. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tabel 3.9 Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium Nilai Normal Satuan
USG tidak ada
Rontgen tidak ada
XI. PENATALAKSANAAN MEDIS/KEPERAWATAN
Tabel 3.10 Penatalaksanaan Medis
Infus RL : 40 cc/jam
XII. THERAPI
Tabel 3.11 Terapi Obat
No Nama Obat Dosis Rute Fungsi
1. Paracetamol 200 mg per oral Parasetamol adalah obat
(pulvus) bila analgesik dan antipiretik
demam yang banyak dipakai untuk
meredakan sakit kepala
ringan akut, nyeri ringan
hingga sedang, serta
demam
2. ondancentron 2 mg IV bila intra vena obat yang digunakan
muntah untuk mencegah serta
mengobati mual dan
muntah
C. ANALISA DATA
Tabel 3.12 Analisa Data
NO DATA ETIOLOGI MASALAH
1. Ds: gigitan nyamuk aedes Defisit nutrisi
aegypti
- Ibu klien berhubungan
mengatakan
klien hanya
makan 3 sendok masuk virus dengue
saja dalam tubuh
- Klien
mengatakan
mual kontak dengan antibody
- Ibu klien
mengatakan
siang sempat terbentuk komples virus
muntah 1 kali atntibodi
Do: mengaktivasi C3 dan
- BB 19,6 kg C5
- TB 126 cm
- Lila :15 cm
- IMT 12,19 hepatomegali dan
- Porsi makan splenomegaly
tidak habis
hanya ¼ porsi
makan nasi tim mendesak lambung
HCL meningkat
mual dan muntah
nafsu makan menurun
defisit nutrisi
2. Ds: gigitan nyamuk aedes Resiko perdarahan
-
aegypti
Do:
- Trombosit :30.00 masuk virus dengue
0/mm3 dalam tubuh
- Terdapat petekie
diarea kaki kanan
dan kaki kiri kontak dengan antibody
- HR 105x/mnt
terbentuk komples virus
antibodi
mengaktivasi C3 dan
C5
agregrasi trombosit
thrombosis mengalami
kerusakan
metamorphosis
trombositopenia
resiko perdarahan
3 Ds : gigitan nyamuk aedes Hipovolemia
ibu klien mengatakan
aegypti
klien kencing baru 1 kali
saat pagi saja
masuk virus dengue
D0 :
dalam tubuh
- Bibir klien
tampak kering
- Turgor lambat >3 kontak dengan antibody
detik
- Urine dari jam
08.00 s.d jam
15.00 110cc terbentuk komples virus
kuning pekat antibodi
- Nadi 105x/mnt
- Hematokrit : 40%
- Tekanan darah
mengaktivasi C3 dan
105/70 mmHG
C5
meningkatnya
permebialitas dinding
pembuluh darah
menghilang plasma
melalui endotel
pembuluh darah
kebocoran plasma ke
esktravaskuler
hipovolemia
4 DS : gigitan nyamuk aedes Hipertermia
- Ibu klien
aegypti
mengatakan
demam naik
turun masuk virus dengue
dalam tubuh
DO :
- Suhu 38 0 celcius
- HR 103x/mnt
kontak dengan antibody
terbentuk komples virus
antibodi
virus masuk kedalam
pembuluh darah
menstimulasi host
inflamasi (seperti
neutrophil, makrofag)
memproduksi
endogenus pyrogen
(IL-6)
endothelium
hipotalamus
meningkatkan produksi
prostaglandin dan
neurotransmitter
prostaglandin berikatan
dengan neuron
prepiotik di
hipotalamus
meningkatkan
thermostat set point
pada pusat
termoregulator
demam
hipertermi
D. DIAGNOSA KEPERAWATAN PRIORITAS
1. Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit
2. Hipovolemia berhubungan dengan peningkatan permebialitas kapiler
3. Deficit nutrisi berhubungan dengan mual dan muntah
4. Resiko perdarahan berhubungan dengan trombositopenia
E. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Nama Pasien : An.H Ruangan : Anak
No Medrec : 064798 Diagnosa medis : Dengue Fever with warning sign
Tabel 3.13 Rencana Asuhan Keperawatan
No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
Keperawatan
1. Hipertermi Setelah dilakukanManajemen Hipertermia
berhubungan tindakan keperawatan Observasi :
dengan proses 1 x 24 jam diharapkan 1. Identifikasi penyebab 1. Untuk menentukan
penyakit suhu tubuh pasien hipertemia intervensi selanjutnya
dalam rentang normal 2. Monitor suhu tubuh 2. Agar suhu pasien bisa
dengan kriteria hasil :
3. Monitor komplikasi akibat terpantau
hipertermia 3. Untuk mengetahui efek
1. Suhu tubuh dalam Terapeutik : dari demam bagi pasien
rentang normal 4. Pakaikan pakaian yang tipis 4. Meningkatkan sirkulasi
dan longgar udara
2. Nadi dan RR dalam 5. Kompres merupakan
rentang normal 5. Lakukan kompres di area
lipatan paha dan aksilaa salah satu cara
3. Tidak ada 6. Berikan cairan oral menurunkan demam
perubahan warna kulit 7. Ganti linen setiap hari atau 6. Mengganti cairan yg
lebih sering jika hilang saat demam
mengalami keringat 7. Linen yang bersih akan
berlebih meningkatkan
kenyamanan pasien
Edukasi : 8. Istirahat yang cukup
8. Anjurkan tirah baring membantu pemulihan
Kolaborasi 9. Parasetamol adalah obat
9. Berikan terapi paracetamol analgesik dan antipiretik
200 mg pulvus peroral seusai yang banyak dipakai
advis dokter jika klien untuk meredakan sakit
demam kepala ringan akut, nyeri
10. Berikan terapi cairal RL 30 ringan hingga sedang,
cc/jam sesuaiadvsi dokter serta demam
10. Cairan RL (Ringer
Laktat) adalah
jenis cairan infus
golongan kristaloid yang
dapat digunakan oleh
pasien dewasa dan anak-
anak sebagai sumber
elektrolit untuk dehidrasi
2 Hipovolemia Setelah dilakukan Manajemen
berhubungan tindakan keperawatan Hipovolemia
dengan selama 2x24 jam
Observasi 1. Untuk mengetahui
peningkatan diharapkan Kebutuhan
1. Mengobservasi tanda-tanda apakah terdapat tanda
permebialitas cairan terpenuhi
vital dan gejala hipovolemia :
kapiler dengan kriteria hasil : nadi meningkat,nadi
1. Anak mendapatkan teraba lemah, tekanan
cairan yang cukup darah menurun,
tekanan nadi
2. Menunjukkan tanda- menyempit, turgor kulit
tanda hidrasi yang menurun, membran
adekuat mukosa kering, volume
3. Tanda – tanda vital
dan turgor kulit yang urine menurun,
normal hematokrit meningkat,
2. monitor intake dan haus, lemah.
4. Membrane mukosa
output cairan 2. Untuk mengetahui
lembab
intake dan output klien
seperti : Cairan yang
masuk ke dalam tubuh,
Iwl (Insessible water
Terapeutik loss), BAK, BAB
3. Hitung kebutuhan cairan :
3. Untuk memenuhi
Kebutuhan cairan dengan RL
kebutuhan cairan klien
dengan hitungan 2cc/kgbb/jam
= 40 cc/jam
4. Berikan asupan cairan peroral
4. Cairan peroral untuk
Edukasi memenuhi kebutuhan
5. anjurkan memperbanyak cairan
asupan cairan oral.
5. Edukasi diberikan untuk
meningkatkan
pengetahuan klien
tentang pentingnya
asupan cairan oral dalam
pemenuhan kebutuhan
cairan klien
Kolaborasi
6. Kolaborasi dalam pemberian
cairan koloid jika cairan 6. Cairan
isotonis yaitu RL tidak bisa koloid mengandung zat
mengatasi hipovolemia dengan molekul yang
lebih berat, seperti
albumin atau gelatin.
Jenis cairan ini
umumnya bertahan lebih
lama di dalam pembuluh
darah. Koloid dapat
digunakan sebagai cairan
resusitasi pada pasien
yang mengalami
kekurangan cairan parah,
seperti syok hipovolemik
dan perdarahan berat.
3 Defisit nutrisi Setelah dilakukan Manajemen nutrisi
berhubungan tindakan keperawatan Observasi :
dengan mual selama 3 x 24 jam 1. Dengan mengetahui
1. Identifikasi status nutrisi
dan muntah diharapkan pasien status nutrisi agar bisa
mengkonsumsi nutrisi menentukan intervensi
2. Identifikasi alergi dan
dalam jumlah yang selanjutnya
intoleransi makan
adekuat dengan 2. Untuk mencegah
kriteria hasil: terjadinya reakasi alergi
karenan makanan
1. Nafsu makan 3. Identifikasi makanan yang 3. Menyajikan makanan
bertambah disukai yang disukai data
meningkatkan selera
2. Pasien makan pasien
menghabiskan porsi 4. Monitor asupan makan 4. Mengetahui berapa
makannya 3x sehari makanan yang masuk
porsi habis 5. Monitor berat badan
5. Dengan mengetahui berat
3. Pasien tidak mual badan bisa menentukan
Terapeutik : status nutrisi pasien
6. Lakukan oral hygiene sebelum 6. Oral hygiene membuat
makan mulut lebih segar
7. Makanan yang menarik
7. Sajikan makanan secara bisa meningkatkan selera
menarik dan suhu yang sesuai makan
8. Berikan makanan tinggi serat 8. Makanan tinggi serat agar
untuk mencegah konstipasi memperlancar BAB
pasien
9. Untuk meningkatkan
9. Berikan makanan tinggi kalori asupan kalori pasien
dan tinggi protein sesuai yang dibutuhkan
Edukasi : 10. Meningkatkan
10. Berikan penjelasan tentang diet pengetahuan keluarga
makanan yang diprogramkan tentang diet yang
diberikan
Kolaborasi 11. Agar bisa menentukan
11. Kolaborasi dengan ahli gizi secara tepat jumlah
untuk menentukan jumlah kebutuhan kalori dan
kalori dan jenis nutrient yang nutrient yang dibutuhna
dibutuhkan pasien
12. Berikan terapi ondancetron 2 12. Ondancetron obat yang
mg iv bila klien muntah sesuai berguna untuk
advis dokter mengurangi mual dan
muntah
4 Resiko Setelah dilakukan Mencegahan Perdarahan
perdarahan tindakan keperawatan Observasi :
berhubungan 2x24 jam diharapkan 1. Mengetahui jumlah
1. Monitor tanda dan
dengan pasien terhindar dari perdarahan sehingga bisa
gejala perdarahan
trombositopenia resiko pendarahan menentukan intervensi
dengan kriteria hasil : selanjutnya
1.Tidak ada hematuria 2. Mengetahui kadar
dan hematemesis hematokrit dan
2.Kehilangan darah hemoglobin pasien
yang terlihat 2. Monitor nilai hematokrit /
3.Tekanan darah hemoglobin sebelum dan
dalam batas normal sesudah kehilangan darah
sistol dan diastole 3. Bedrest salah satu cara
4.Hemoglobin dan Terapeutik : mencegah pasien dari
hematocrit dalam batas 3. Pertahankan bedrest selama trauma yang bisa
normal perdarahan menyebabkan perdarahan
4. Periksa darah rutin secara 4. Untuk mengetahui nilai
berkala sesuai advis dokter HB, trombosit dan
hematokrit sehingga bisa
menentukan intervensi
selanjutnya
5. Untuk meningkatkan
Edukasi : pengetahuan keluarga
5. Jelaskan tanda dan gejala tentang perdarahan
perdarahan 6. Mencegah terjadinya
6. Hindari penggunaan suhu perdarahan
rectal 7. Agar bab tidak keras
7. Anjurkan meningkatkan sehingga bisa terhindar
asupan cairan untuk dari perdarahan karena
menghindari konstipasi feses yang keras
Kolaborasi : 8. Pemberian produk darah
8. Kolaborasi pemberian untuk menggantikan
produk darah jika diperlukan darah yang
F. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN
Nama Pasien : An.H Ruangan : Anak
No.Medrek : 064798 Diagnosa Medis : Dengue Fever with warning sign
Tabel 3.14 Implementasi dan Evaluasi Keperawatan
Hari/Tanggal DX Waktu Implementasi dan Catatan Evaluasi Paraf
Perkembangan
Senin 1 15 :00 1. Mengobservasi Tanda-tanda vital jam 20:00
Respon : TD 108/70 mmHg, Nadi
98x/mnt Suhu : 38 celcius, RR S:
14/11/2022 20x/mnt saturai 99% Kline mengatakan sudah
2. Memakaikam pakaian yang tipis tidak demam
dan longgar
Respon : klien sudah memakai O;
pakaian yang tipis dan longgar suhu 36,8, nadi 99x/mnt RR Nina
3. Memberikan terapi paracetamol 20x/mnt
pulvus 200 mg peroral A:
Respon : obat pct 200mg pervulus
4. Menganjurkan klien untuk tirah Masalah teratasi Sebagian
baring P
Respon : klien tampak bedrest
ditempat tidur Lanjutkan intervensi
5. Melakukan kompres hangat di area
axila dan lipatan paha
Respon : klien mau dilakukan
kompres
Senin 2 16 :00 6. Memonitor intake dan output Jam : 20:00
Respon : Intake infus selama 7 jam
280 cc, urine output 150 cc S:
14/11/2022 7. Memberikan terapi cairan infus RL O :
40cc/jam seuai advis dokter
Respon : Infus Rl terpasang di infus - Turgor Kembali < 3dtk,
pump yang sudah di set 40cc/jam Nadi 98x/mnt, RR
8. Menghitung diuresis pasien 20x/mnt. TD :
Respon : urine selama 7 jam 150 cc 115/70mmHg,
kuning pekat - mukosa bibir masih
kering
- Diuresis 180 cc kuning Nina
selama 4 jam
A: masalah teratasi Sebagian
P : Lanjutkan intervensi
Senin 3 17 :00 9. Mengidentifikasi alergi dan Jam 20:00
intoleransi makan
Respon : klien tidak mempunyai S:
14/11/2022 alergi Nina
- KLiene mengatakan
10. mengidentifikasi makanan yang masih merasa mual
disukai
Respon : klien mengatakan O:
menyukai ayam goreng - Makan sore hanya
11. Memonitor asupan makan dihabiskan ¼ porsi
Respon : klien hanya memakan ¼
porsi A : masalah belum teratasi
12. Monitor berat badan P:
Respon : berat badan pasien 19,5 kg
lanjutkan intervensi
13. Memberikan makanan tinggi serat
untuk mencegah konstipasi
Respon : klien mau makan sedikit
makan berserat
14. Memberikan penjelasan tentang diet
makanan yang diprogramkan
Respon : Keluarga mengatakan
mengerti penjelasan perawat
15. Memberikan terapi ondancetron 2
mg iv bila klien muntah sesuai advis
dokter
Respon : obat ondancetron 2mg iv
sudah masuk, tidak ada alergi
makanan
16. Menyajikan makanan hangat
Respon :Klien mengatakan mual
hanya makan ¼ porsi
Senin 4 18 :00 17. Monitor tanda dan gejala perdarahan Jam 20:00
Respon : tidak terjadi perdarahan
S:
18. Menjelaskan tanda dan gejala
14/11/2022
perdarahan KLien mengatakan tidak ada
Respon : keluarga mengatakan mimisan lagi
mengerti penjelasan perawat Nina
19. Mengambil sampel darah vena O:
untuk cek darah rutin Hasil darut yang diambil
Respon : sampel darah vena sudah sampel jam 18 :00
diambil dan dikirim ke lab
9. Anjurkan meningkatkan asupan - Hb : 12,9 g/dL, Ht :
cairan untuk menghindari 35,9%, Trombosit :
konstipasi 22.000, Leukosit : 5.810
Respon Klien mengatakan akan - Tidak ada perdarahan
banyak minum
A:
masalah teratasi Sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
Selasa 1 15 :30 1. Mengobservasi Tanda-tanda vital jam 20:00
Respon : TD 110/70 mmHg, Nadi
98x/mnt Suhu : 36,6 celcius, RR S:
15/10/2022 20x/mnt saturai 99% Kline mengatakan sudah
2. Mengajurkan klieb banyak mimum tidak demam
Respon : klien mnegatakan mau
minum lebih banyak O;
suhu 36,8, nadi 99x/mnt RR
20x/mnt
A: Nina
Masalah teratasi
3
Selasa 2 16 :00 3. Memonitor intake dan output Jam : 20:00
Respon : Intake infus selama 7 jam
210 cc, urine output 190 cc S:
15/10/2022 4. Memberikan terapi cairan infus O :
RLmenjadi 30cc/jam seuai advis
dokter - Turgor Kembali <
Respon : Infus Rl terpasang di infus 3dtk, Nadi 98x/mnt,
pump yang sudah di set 30cc/jam RR 20x/mnt. TD :
5. Menghitung diuresis pasien 116/70mmHg,
Respon : urine selama 7 jam 190 cc - mukosa bibir masih
kuning jernih kering
- Diuresis 190 cc
kuning jernih selama
4 jam
A: masalah teratasi Sebagian
P : Lanjutkan intervensi
Selasa 3 17 :00 6. Memonitor asupan makan Jam 20:00
Respon : klien hanya memakan ¼
S:
porsi
15/11/2022 Nina
7. Memberikan makanan tinggi serat - Klien mengatakan masih
untuk mencegah konstipasi merasa mual
Respon : klien mau makan sedikit O:
makan berserat
- Makan sore hanya
8. Memberikan penjelasan tentang diet
dihabiskan ½ porsi
makanan yang diprogramkan
A : masalah belum teratasi
Respon : Keluarga mengatakan
mengerti penjelasan perawat P:
lanjutkan intervensi
9. Memberikan terapi ondancetron 2
mg iv bila klien muntah sesuai advis
dokter
Respon : obat ondancetron 2mg iv
sudah masuk, tidak ada alergi
makanan
10. Menyajikan makanan hangat
Respon :Klien mengatakan mual
hanya makan ¼ porsi
Senin 4 18 00 11. Memonitor tanda dan gejala Jam 20:00
perdarahan
S:
15/11/2022 Respon : tidak terjadi perdarahan
KLien mengatakan tidak ada
20. Menjelaskan tanda dan gejala
mimisan lagi
perdarahan
Nina
Respon : keluarga mengatakan O:
mengerti penjelasan perawat
21. Mengambil sampel darah vena Hasil darut yang diambil
untuk cek darah rutin sampel jam 18 :00
Respon : sampel darah vena sudah - Hb : 12,5 g/dL, Ht :
diambil dan dikirim ke lab 35,9%, Trombosit :
10. Anjurkan meningkatkan asupan
cairan untuk menghindari 23.000, Leukosit : 6.340
konstipasi - Tidak ada perdarahan
Respon Klien mengatakan akan
banyak minum A:
masalah teratasi Sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
Rabu 2 16 :00 12. Memonitor intake dan output Jam : 20:00
Respon : Intake infus selama 7 jam
140 cc, urine output 200 cc S:
16/11/2022 13. Memberikan terapi cairan infus O :
RLmenjadi 20cc/jam seuai advis
dokter - Turgor Kembali <
Respon : Infus Rl terpasang di infus 3dtk, Nadi 98x/mnt,
pump yang sudah di set 20cc/jam RR 20x/mnt. TD :
14. Menghitung diuresis pasien 117/68 mmHg,
Respon : urine selama 7 jam 200 cc - mukosa bibir masih
kuning jernih kering
- Diuresis 200 cc
kuning jernih selama
4 jam
A: masalah teratasi Sebagian
P : Lanjutkan intervensi
Rabu 3 17 :00 15. Memonitor asupan makan Jam 20:00
Respon : klien hanya memakan ¼
S:
porsi
16/11/2022 Nina
16. Memberikan makanan tinggi serat - Klien mengatakan masih
untuk mencegah konstipasi merasa mual
Respon : klien mau makan sedikit O:
makan berserat
- Makan sore hanya
17. Memberikan penjelasan tentang diet
dihabiskan ½ porsi
makanan yang diprogramkan
A : masalah belum teratasi
Respon : Keluarga mengatakan
mengerti penjelasan perawat P:
lanjutkan intervensi
18. Memberikan terapi ondancetron 2
mg iv bila klien muntah sesuai advis
dokter
Respon : obat ondancetron 2mg iv
sudah masuk, tidak ada alergi
makanan
19. Menyajikan makanan hangat
Respon :Klien mengatakan mual
hanya makan ¼ porsi
Rabu 16/11/2022 4 19 00 1. Memonitor tanda dan gejala Jam 20:00
perdarahan
S:
Respon : tidak terjadi perdarahan
KLien mengatakan tidak ada
2. Menjelaskan tanda dan gejala
mimisan lagi
perdarahan
Nina
O:
Respon : keluarga mengatakan
mengerti penjelasan perawat Hasil darut yang diambil
3. Mengambil sampel darah vena sampel jam 18 :00
untuk cek darah rutin
- Hb : 11,1 g/dL, Ht :
Respon : sampel darah vena sudah 33,10%, Trombosit :
diambil dan dikirim ke lab 48.000, Leukosit : 6.310
4. Anjurkan meningkatkan asupan - Tidak ada perdarahan
cairan untuk menghindari konstipasi
A:
Respon Klien mengatakan akan masalah teratasi Sebagian
banyak minum P:
Lanjutkan intervensi
Kamis 2 09 :00 5. Memonitor intake dan output Jam : 20:00
Respon : Intake infus selama 7 jam
17/11/2022 140 cc, urine output 180 cc S:
6. Memberikan terapi cairan infus O :
RLmenjadi 20cc/jam seuai advis
dokter - Turgor Kembali <
Respon : Infus Rl terpasang di infus 3dtk, Nadi 95x/mnt,
pump yang sudah di set 20cc/jam RR 20x/mnt. TD :
7. Menghitung diuresis pasien 116/70 mmHg,
Respon : urine selama 7 jam 180 cc - mukosa bibir lembb
kuning jernih - Diuresis 200 cc
kuning jernih selama
4 jam
A: masalah teratasi
Kamis 3 11 :00 8. Memonitor asupan makan Jam 20:00
Respon : klien hanya memakan ¼
S:
porsi
17/11/2022 Nina
9. Memberikan makanan tinggi serat - Klien mengatakan mual
untuk mencegah konstipasi sudah tidak ad
Respon : klien mau makan sedikit O:
makan berserat
- Makan siang hanya
10. Memberikan penjelasan tentang diet dihabiskan ½ porsi
makanan yang diprogramkan
Respon : Keluarga mengatakan A : masalah teratasi sebagian
mengerti penjelasan perawat
P:
lanjutkan intervensi
11. Menyajikan makanan hangat
Respon :Klien mengatakan mual
hanya makan ¼ porsi
Kamis 4 12 :00 13 Memonitor tanda dan gejala Jam 20:00
17/11/2022 perdarahan
S:
Respon : tidak terjadi perdarahan
KLien mengatakan tidak ada
22. Menjelaskan tanda dan gejala
mimisan lagi
perdarahan
Nina
Respon : keluarga mengatakan O:
Hasil darut yang diambil
sampel jam 08 :00
- Hb : 11,5 g/dL, Ht :
33,10%, Trombosit
117.000, Leukosit : 6.580
- Tidak ada perdarahan
A:
masalah teratasi
klien sudah acc pulang
1 bulan
A. Pengkajian
Tabel 3.1 Format Pengkajian Neonatus BBLR
I. BIODATA
A. IDENTITAS NEONATUS
1. Nama :
2. Tempat, Tanggal Lahir :
3. Usia :
4. Jenis Kelamin :
5. Tanggal Masuk :
6. Tanggal Pengkajian :
7. Diagnosa Medis :
B. IDENTITAS ORANGTUA Jam :
1. Nama Ayah/Ibu :
2. Usia :
3. Pendidikan :
4. Pekerjaan :
5. Agama :
6. Alamat :
II. RIWAYAT KESEHATAN
1. Alasan masuk rumah sakit
2. Riwayat kesehatan dahulu
39
3. Riwayat kesehatan sekarang
Genogram : (jika ada)
Alergi : Ya Tidak Riwayat Kesehatan/Pengobatan/Perawatan
Sebutkan :- Sebelumnya :
Riwayat Imunisasi : Hb0 Pernah dirawat : Ya Tidak
Lain –lain :- Kapan : -.
Diagnosa: -
Riwayat Operasi : Ya Tidak
Kapan : -
Diagnosa: -
Riwayat Kehamilan :
Kesehatan ibu saat hamil : Selama kehamilan ibu merasa sehat
Periksa Kehamilan :
Diperiksa secara teratur Ya Tidak Tempat pemeriksaan : RS Ya Tidak
Diperiksa oleh : Imunisasi TT Ya Tidak
Riwayat Kelahiran :
Usia Kehamilan : …….Berat Badan Lahir : ….. gram Masalah Post Natal yang lain Ya
Tidak
Persalinan : Spontan SC Forcep Ekstraksi Vakum Sebutkan : -
menangis : Ya Tidak langsung menangis, Nilai APGAR: …. setelah lahir …..
jaundice: Ya √Tidak, Dilakukan IMD : Ya Tidak
Pengobatan yang didapat :…..
PENGKAJIAN FISIK
A. Pemeriksaan Fisik
TD :- BB :
Nadi : PB/TB :
RR : LK :
Suhu : L.Perut :
a. Pernafasan b. Sirkulasi c. kardiovaskuler
Spontan : Ya Tidak Sianosis : Ya Bunyi jantung SI SII
Alat bantu nafas : …. Oksigen :…. Tidak Sebutkan :-
Lt/ menit Pucat : Ya √ Tidak Suara Jantung tambahan :
Irama: Teratur CRT : < 3 detik Ya Tidak
Tidak Teratur > 3 detik Sebutkan :-
Suara Nafas : Vesikuler Akral : Hangat Takikardi Bradikardi
Wheezing Dingin Kualitas denyut nadi
40
Ronkhi Kuat Lemah
Cracles
Stidor
Penggunaan Otot bantuan nafas
:
Ya Tidak
Retraksi dada :
Ya Tidak
Pernafasan cuping hidung
Ya Tidak
d. Gastrointestinal e. Eliminasi f. Integumen
Mulut : √ Mukosa lembab Defekasi: Anus Warna kulit : Normal
Stomatitis Stoma Frekuensi: Pucat
Labio/palatoskisis …. Kuning
Pendarahan gusi Konsistensi: Keras Mottled
Pembesaran Tonsil : Lembek Luka : Ada
Ada Cair tidak
Tidak ada Karekterisitik feses:
Mual : Ya Tidak mekonium
Muntah : Ya Tidak Urin : Spontan
Abdomen : Normal Frekuens :1x selama
Ascites pengkajian
Turgor : Elastis Karakteristik urin
Tidak elastis Kuning jernih
Bising usus : ….. x/ menit Terdapat darah
Diet :- Kuning pekaat
ASI Formula lain-lain
Cara Pemberian :
Kapan mulai diberikan ASI :
Frekuensi pemberian ASI :
Kesulitan :
Jumlah kebutuhan cairan per
hari : -
g. Muskuloskeletal h. Genitalia i. Neurologi
Kelainan tulang : ada tidak normal kelainan Kesadaran :C….
Gerakan anak: bebas Sebutkan: klitoris sudah GCS :…..
terbatas tertutup labia mayora Pupil isokor anisokor
Lain-lain :- Reflek thdp cahaya :
Ada Tidak ada
Ubun-ubun :
Datar
Cembung
Cekung
Gangguan neurologis :
Normal kelainan
Sebutkan: -
41
j. Kelainan yang lain k. Istirahat dan tidur
Pembesaran organ : Ada Tidak ada Lama tidur :
Sebutkan : Apakah bayi tidur nyenyak :
Gangguan sensori : Ada Tidak ada Masalah gangguan tidur :
Sebutkan :
Lain-lain:
SKRINING NYERI DAN KETIDAKNYAMANAN
Tidak ada nyeri Ada nyeri (lampiran formulir pemantauan nyeri)
Scala nyeri : Penyebab Nyeri : Karekteristik :
Durasi : Lokasi : Frekuensi :
PENGKAJIAN PSIKOSPIRITUAL
4. Persepsi klien/ orang tua terhadap kesehatan neonatus saat ini:
5. Harapan orang tua terhadap perawatan dan pengobatan saat ini :
PENGKAJIAN SOSIOKULTURAL
Status social
Tempat tinggal : Rumah Panti Tempat penitipan anak
Yang merawat klien : Ibu Nenek Pengasuh Lain – lain Sebutkan
Kerabat terdekat yang dapat dihubungi :
Nama : Hubungan: Telepon:
Suku : Sunda Batak Madura Betawi Lain – lain Sebutkan
Aturan dalam budaya yang mempengaruhi kesehatan dalam hal :
Sebutkan :
KEBUTUHAN EDUKASI
Diagnosa Medis Tata laksana penyakit
Manajemen nyeri Rehabilitasi
Perawatan Luka Diet dan Nutrisi
PENGKAJIAN LINGKUNGAN PERAWATAN
a. Kebisingan ruangan : Ya Tidak, Alasan : ruanganterlihat hening
b. Pencahayaaan ruang redup : Ya Tidak, Alasan :cahaya diruangan terlihat redup
c. Suhu ruangan yang dingin
: Ya Tidak, Alasan : suhu ruangan terasa normal
d. Interupsi tidur : Ya Tidak, Alasan : tidak ada instrupsi tidur
e. Monitoring pemasangan alat : Ya Tidak, Alasan : untuk mengetahui keoptimalan
Invasive tindakan yang diberikan
Obat yang digunakan:
Infus :
Tabel 3.2 Pemeriksaan Labolatorium
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Nama Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan Nilai Rujukan Satuan
42
A. ANALISA DATA
Tabel 3.12 Analisa Data
NO DATA ETIOLOGI MASALAH
1. Ds:
Do:
2. Ds:
Do:
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN PRIORITAS
43
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Nama Pasien : Ruangan :
No Medrec : Diagnosa medis :
Tabel 3.13 Rencana Asuhan Keperawatan
No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
Keperawatan
1.
44
A. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN
Nama Pasien : Ruangan :
No.Medrek : Diagnosa Medis :
Tabel 3.14 Implementasi dan Evaluasi Keperawatan
Hari/Tanggal DX Waktu Implementasi dan Catatan Evaluasi Paraf
Perkembangan
45
46