Anda di halaman 1dari 3

Perawatan mukokel menggunakan laser diode

Abstrak
Mukokel merupakan lesi yang sering muncul di rongga mulut, sebagian besar melibatkan
kelenjar saliva minor, akibat putus atau kerusakan duktusnya menyebabkan kandungan
kelenjar (mucin) dilepasakan ke subepitel. Faktor penyebab meliputi trauma, kebiasaan
parafungsi, menggigit bibir, dll; dan jika tidak dirawat dapat menyebabkan tonjolan
permanen di daerah yang terjadi mukokel. Beberapa jenis perawatan telah dianjurkan untuk
mukokel dan diantaranya laser menjadi yang paling banyak digunakan dan metode paling
maju. Pada laporan kasus ini, laser diode digunakan untuk eksisi mukokel di bibir bawah,
keuntungannya yaitu mengurangi ketidaknyamanan, perdarahan, rekurensi, serta penerimaan
pasien lebih baik.
Kata kunci
Laser diode, mukokel, kebiasaan parafungsi
Pendahuluan
Mukokel merupakan lesi yang biasa muncul di rongga mulut yang mengandung mucin yang
diakibatkan oleh perubahan pada kelenjar saliva minor. Ini didefinisikan sebagai
pembengkakan jaringan yang mengandung kumpulan mucus yang masuk ke dalam jaringan
ikat dari duktus ekskretori. Tingkat kejadiannya tinggi dan merupakan lesi yang kedua
tersering muncul di rongga mulut setelah fibroma iritasi, terjadi di dekade kedua kehidupan
tanpa kecenderungan jenis kelamin. Daerah yang biasa terlibat yaitu bibir bawah; diikuti
lidah, mukosa bukal, palatum, dan daerah retromolar. Secara klinis mukokel berukuran
beberapa milimeter sampai sentimeter, tidak sakit, fluktuan, dan berwarna jernih sampai
kebiruan. Penyebab mukokel telah dijelaskan oleh Yamasoba,dkk pada tahun 1990 yang
meliputi trauma dan penyumbatan duktus saliva sebagian besar kelenjar saliva minor.
Karena mukokel memiliki angka rekurensi tinggi, beragam jenis perawatan telah dibuat
seperti bedah, bedah cryo, kortikosteroid intralesi, marsupialisasi, mikromarsupialisasi, dan
laser. Beberapa jenis laser tersedia dengan panjang gelombang dan koefisien absorpsi yang
berbeda-beda, khusus laser diode 810 nm diserap oleh melanin dan hemoglobin karena sifat
ini, laser ini memiliki kemampuan memotong, koagulasi, mengikis, atau menguapkan
jaringan lunak target dengan tepat. Laser diode mudah digerakkan dan ditangani karena tidak
memiliki saluran air atau udara. Laser menyebabkan trauma lebih sedikit, meningkatkan
penyembuhan, dan lebih cepat waktu pemulihan dibandingkan dengan metode konvensional.
Laporan Kasus
Kasus 1
Pasien laki-laki sehat berusia 15 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan utama
pembengkakan di daerah mukosa bibir bawah kiri sejak satu tahun dengan riwayat menggigit
bibir (Gambar 1). Pada pemeriksaan klinis; lesi lunak, fluktuan, tidak sakit, ukuran kira-kira
1x1 cm dengan warna kebiruan tanpa hubungan dengan kelenjar limfa, sehingga dianggap
sebagai mukokel. Rencana perawatan dijelaskan, informed consent tertulis ditandatangani
oleh wali pasien.
Eksisi laser (Picasso, AMD Laser Technologies, USA; panjang gelombang 810 nm) (Gambar
2 dan 3) dilakukan dibawah anestesi lokal (2% lignocaine dengan 1:80000 epinefrin),
menggunakan tip berdiameter 300 m pada 1,3 W. Pasien diresepkan 600 mg brufen sesuai
kebutuhan dan untuk menghentikan kebiasaan menggigit bibir, diberikan lip bumper.
Terdapat penyembuhan yang baik tanpa adanya rekurensi setelah follow-up 1 tahun (Gambar
4 dan 5).
Laporan kasus 2
Pasien perempuan berusia 24 tahun datang ke bagian periodontik dengan keluhan utama
pembengkakan terlokalisir pada mukosa bibir kanan bawah, dengan adanya riwayat
pembengkakan rekuren yang membesar dan mengecil karena isinya keluar. Pada pemeriksaan
intraoral menyeluruh lesi berukuran 1x1 cm, fluktuan lunak, dan warnanya jernih, tampak
cusp tajam di daerah gigi 13.
Lesi dieksisi dibawah anestesi lokal, menggunakan diameter tip 300 m pada 0,8-1,2 W
secara terus-menerus dan jaringan yang terbakar dikeluarkan dengan hati-hati antar prosedur
untuk mengurangi panas yang dihasilkan di daerah operasi (Gambar 7), dilakukan
penyesuaian oklusi hubungannya dengan gigi 13. Instruksi postoperatif diberikan yang
meliputi penggunaan 600 mg brufen seperlunya, bersama dengan obat kumur benzydamine
hydrochloride 0,15% (Tantum) tiga kali sehari selama seminggu. Penyembuhan baik tanpa
efek samping (perdarahan, edema, dan parestesi), dan dilaporkan tidak ada rekurensi bahkan
setelah satu tahun (Gambar 8).
Diskusi
Pada pemeriksaan klinis dan radiografi menyeluruh dan pertimbangan banyak kemungkinan
diagnosis seperti kista retensi mukus, lipoma, mukoepidermoid karsinoma (tingkat rendah),
dan sialolith; lesi didiagnosa sebagai mukokel. Ini dapat dirawat menggunakan banyak cara
perawatan meliputi pembedahan dengan berbagai tingkat rekurensi jika tidak dikeluarkan
bersama dengan kelenjar pemasoknya. Pada kasus ini, laser diode digunakan untuk eksisi
mukokel, yang menunjukkan ketidaknyamanan,dan rasa sakit postoperatif yang minimal,
edema tanpa perdarahan dan rekurensi setelah follow-up satu tahun. Pada penelitian pada
hewan, Jin,dkk melaporkan bahwa laser diode termasuk alat pemotong mukosa oral yang
baik. Jika dibandingkan dengan laser lain seperti argon, neodymium:yttrium-aluminium-
garnet (Nd:YAG) dan laser karbondioksida, laser diode memiliki sifat yang mirip yang
sangat diserap hemoglobin, menyebabkan peningkatan suhu sehingga membantu koagulasi
dan karbonisasi jaringan lunak, seperti mukosa oral dan menghasilkan ketidaknyamanan dan
bekas luka yang minimal. Laser diode hemat biaya, menurut Gontijo,dkk., laser diode lebih
tepat untuk bedah jaringan lunak (panjang gelombang 810 nm) jika dibandingkan dengan
laser lain.
Kesimpulan
Laser diode efektif untuk perawatan mukokel pada laporan kasus ini karena penggunaan
minimal anestesi, perdarahan kurang, tanpa bekas luka, tidak ada ketidaknyamanan
postoperatif, penerimaan pasien lebih baik, dan yang paling penting akurat dan memberikan
daerah operasi yang steril. Karena itu, laser diode dapat dipertimbangkan untuk perawatan
mukokel.
Gambar 1: Mukokel terletak di sisi kiri bibir bawah
Gambar 2: Eksisi lesi menggunakan laser
Gambar 3: Tampak intraoral lapisan yang terbakar dan tanpa perdarahan setelah eksisi
Gambar 4: Tampak satu minggu setelah perawatan
Gambar 5: Satu tahun postoperatif tampak penyembuhan yang baik
Gambar 6: Mukokel pada sisi kanan bibir bawah
Gambar 7: Eksisi lesi menggunakan laser
Gambar 8: Tampak satu tahun postoperatif menunjukkan penyembuhan yang baik