Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KEGIATAN USAHA KESEHATAN MASYARAKAT (UKM)

F6. Upaya Pengobatan Dasar

SEORANG ANAK LAKI LAKI USIA 1,5 TAHUN DENGAN

HAND FOOT AND MOUTH DISEASE (HFMD)

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Program Internship

USAHA KESEHATAN MASYARAKAT

DOKTER INTERNSHIP INDONESIA

Disusun oleh :

dr. Erni Hastirini

Pusat Kesehatan Masyarakat Kapuan


Kabupaten Blora Jawa Tengah
Periode 3 Februari 2017 6 Juni 2017
LATAR
BELAKANG Hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau penyakit
tangan kaki mulut adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
dari genus Enterovirus. Spesies enterovirus yang paling sering
menyebabkan HFMD adalah Coxsackievirus dan Human
Enterovirus 71 (HEV 71).

HFMD umumnya diawali dengan demam, nyeri


tenggorokan/menelan, nafsu makan yang menurun, dan
nyeri/tidak enak badan. Setelah demam satu sampai dua hari,
timbul bintik-bintik merah di rongga mulut (umumnya berawal
di bagian belakang langit-langit mulut) yang kemudian pecah
menjadi sariawan. Kemudian, 1-2 hari timbul juga ruam-ruam
kulit dan bintik-bintik merah di telapak tangan dan kaki.
Meskipun kelainan selaput lendir dan kulit pada HFMD
terutama melibatkan rongga mulut, telapak tangan dan kaki,
namun ruam dapat juga timbul di tungkai, lengan, bokong dan
kulit sekitar kemaluan. Orang dewasa dan orang dengan sistem
kekebalan tubuh baik mungkin saja terinfeksi virus HFMD
namun tidak menunjukkan gejala sama sekali (asimtomatik).
Kelompok ini bukanlah kelompok penderita namun potensial
sebagai pembawa (carrier) virus HFMD dan menyebarkan virus
ini.

Meskipun umumnya menunjukkan gejala yang ringan,


namun pada beberapa kasus HFMD dapat menyebabkan
komplikasi yang berat. Lesi di daerah mulut dapat menyebabkan
kesulitan minum dan makan sehingga anak mengalami
dehidrasi. Beberapa laporan menyebutkan kasus HFMD berat
seperti meningitis (radang selaput otak) dan ensefalitis yang
mengakibatkan pasien harus dirawat intensif atau bahkan
mengakibatkan kematian. Beberapa penelitian menunjukkan
HEV 71 merupakan strain tersering penyebab HFMD berat.
Beberapa laporan kasus lainnya menunjukkan HFMD dapat
menyebabkan komplikasi berupa lepasnya kuku jari tangan dan
kaki dan terjadi beberapa minggu setelah fase akut HFMD.
Meskipun demikian, kelainan ini bersifat sementara dan kuku
dapat tumbuh kembali.

Penderita HFMD dapat menyebarkan virus HFMD melalui


sekret/cairan hidung (ingus), tenggorokan (ludah, dahak), lesi
kulit yang pecah, dan dari kotorannya. Penyebaran ini mudah
terjadi bila terdapat kontak erat dengan penderita (berbicara,
memeluk, mencium), melalui udara (bersin, batuk), kontak
dengan kotoran pasien, dan kontak dengan objek atau
permukaan yang tercemar oleh virus HFMD (memegang gagang
pintu, permukaan meja, perabotan yang tercemar virus tersebut,
dll). Penderita HFMD umumnya sangat menularkan virus pada
minggu pertama sakit. Beberapa pasien bahkan masih
menularkan virus beberapa hari atau minggu setelah gejala dan
tanda infeksi hilang.

Tidak ada pengobatan khusus untuk HFMD, pengobatan


bersifat simptomatik untuk mengatasi keluhan yang
ditimbulkannya. Parasetamol dapat diberikan untuk mengatasi
demam dan nyeri. Kompres hangat dan pemberian minum yang
lebih sering juga membantu menurunkan demam anak. Pada
anak yang lebih besar, kumur-kumur dengan obat kumur dapat
mengurangi nyeri akibat luka-luka di mulut.

Sampai saat ini, belum ditemukan vaksin untuk mencegah


HFMD. Oleh karena itu, penderita HFMD sebaiknya diisolasi
untuk mencegah penularan lebih lanjut. Kejadian luar
biasa/KLB (outbreak) dapat terjadi di berbagai negara dan lebih
sering ditemukan di beberapa negara di Asia Tenggara, terutama
di lingkungan tertutup dan padat seperti sekolah, panti asuhan,
asrama, pondok pesantren, dan tempat penitipan anak. Perilaku
hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dipraktekkan untuk
mencegah penularan. Upaya untuk mencegah infeksi HFMD
dapat dilakukan dengan cara tidak membuang ludah dan
menyentuh mulut dan mata sembarang, membiasakan menutup
hidung dan mulut saat batuk dan bersin, serta membersihkan
tangan setiap kali setelah menyentuh permukaan yang kotor dan
sebelum makan.
PERMASALAHAN Kasus
Identitas
Nama : An. S
Usia : 1,5 tahun
Jenis Kelamin : Laki - laki
Alamat : Cabean

Anamnesis
Riwayat Penyakit Sekarang
Ibu pasien mengeluh anaknya batuk 4 hari yang lalu, pilek
(+) sekret berwarna putih bening, demam (+) mencapai 38,0o C,
menggigil (-), kejang (-), mual (-), muntah (-), anak rewel (+),
mimisan (-), gusi berdarah (-), bintik-bintik merah dikulit (-),
sesak (-), nyeri perut (-), nafsu makan menurun selama sakit,
BAK biasa, BAB biasa, pasien telah diberi obat penurun panas
dari puskesmas, sempat turun namun panas naik kembali.
Sejak 2 hari yang lalu muncul bintik kemerehan di telapak
tangan dan kaki disertai sariawan. bintik-bintik merah ini tidak
gatal dan tidak bersisik. Ibu pasien mengeluh anak jadi sulit
makan karena sariawan yang ada dimulut.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat sakit seperti ini sebelumnya disangkal
Campak disangkal
Dengue hemorragic fever disangkal
Kesan : penyakit baru pertama kali dialami
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat keluhan yang sama dalam keluarga tidak ada
Riwayat alergi pada keluarga disangkal
Kesan : tidak ada penularan dari keluarga

Riwayat Pengobatan
Sudah diberi obat penurun panas, namun panas sempat
turun dan demam timbul kembali.
Riwayat Psikososial
Ibu OS mengaku disekitar lingkungan rumahnya tidak
ada yang menderita seperti ini, anak sering bermain
dengan teman sebayanya di lingkungannya.
Kesan : Tidak ada yang serupa mengalami seperti ini
Riwayat Kehamilan
Ibu pasien rajin periksa kehamilan kebidan hampir setiap
bulan, ibu tidak menderita penyakit apapun saat hamil
dan rutin minum vitamin penambah darah.
Riwayat Persalinan
Pasien merupakan anak pertama, lahir pervaginam
dibidan BB = 3500 gr, PB = 50 cm, tidak ada KPD, anak
tidak terlilit tali pusat, tidak ada perdarahan selama
hamil. Anak menangis ketika lahir.
Kesan : Kehamilan & persalinan baik
Riwayat Imunisasi
BCG = 1x
Hep B = 3x
Polio = 3x
DPT = 3x
Campak = 1x
Kesan : Imunisasi dasar lengkap. Imunisasi tambahan tidak
dilakukan.
Riwayat Perkembangan
Motorik Kasar : Anak dapat berlari, menaiki anak
tangga, menendang bola.
Motorik Halus: Anak dapat mencoret-coret, menyusun
kubus, mengambil manik-manik
Bicara: Anak dapat menyusun kata sederhana 3-6 kata,
mama papa, mamam, minum
Sosial: Anak dapat membuka pakaian, menggunakan
sendok garpu, menyuapi boneka
Kesan : Tumbuh kembang sesuai usia
Riwayat Makan/minum

ASI diberikan selama 6 bulan, setelah bulan ke 6 sudah


makan bubur tim, sekarang sudah makan nasi, sayur
bayam, ikan, makan teratur 3x sehari.
Kesan : Kuantitas dan kualitas makan baik
Riwayat alergi

Alergi obat, alergi makanan dan alergi udara disangkal.


Kesan : Tidak ada alergi apapun

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : tampak sakit sedang, compos mentis
Berat Badan : 11 kg
Respiration Rate : 30 x/menit, reguler
Nadi : 100 x/menit, isi cukup, reguler, kuat angkat
Suhu : 38,10C
Kepala : mesosefal
Hidung : discharge (+/+)
Telinga : discharge (-/-)
Mulut : bibir merah kering, sariawan (+) di lidah dan
langit langit mulut
Tonsil : T1-T1, hiperemis(-/-)
Faring : arcus faring simetris, hiperemis (+)
Leher : simetris, benjolan (-)
Thorax
Cor
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
Palpasi : Ictus cordis teraba di Spasium Intercostalis
V linea midclavicula sinistra
Perkusi : Konfigurasi Jantung dalam batas normal
Auskultasi : Suara bunyi jantung I-II murni , bising (-),
gallop (-)
Pulmo
Inspeksi : Simetris saat statis dan dinamis
Palpasi : Stem fremitus kanan dan kiri sama
Perkusi : Sonor seluruh kedua lapangan paru
Auskultasi : Suara dasar vesikuler (+/+), suara
tambahan (-/-)
Abdomen
Inspeksi : datar, umbilicus tidak ada kelainan
Auskultasi : bising usus (+) normal
Perkusi : timpani.
Palpasi : supel, nyeri tekan (-), tidak teraba hepar dan
lien.
Ekstremitas : akral dingin
Status Lokalis :
Kulit sawo matang, rash makulapapula (+), vesikel
berdiameter 0,5 cm, dengan dinding yang tipis dan
tampak berisi air dengan dasar kemerahan, dikedua
ektremitas atas dan bawah.
PERENCANAAN Waktu Pemeriksaan:
DAN PEMILIHAN Hari, tanggal : Kamis, 20 April 2017
INTERVENSI
Jam : 10.00 WIB
Diagnosis:
Anamnesis : Ibu pasien mengeluh anak demam sejak 4
hari yang lalu disertai batuk, pilek, dan 2 hari yang lalu
muncul bintik kemerahan di kedua telapak tangan dan
kaki.
Pemeriksaan fisik: suhu anak mencapai 38,1oC, terdapat
sariawan didalam mulut, faring hiperemis (+), ditemukan
vesikel 0,5 cm, dengan dinding yang tipis dan tampak
berisi air dengan dasar kemerahan, dikedua ektremitas
atas dan bawah.
Penatalaksanaan: Terapi kausatif, simptomatik dan
edukasi kepada pasien.
PELAKSANAAN Diagnosis:
Pasien di diagnosis Hand Mouth And Foot Disease (HMFD/Flu
Singapur) dengan dasar anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Terapi:
Paracetamol syr 3 x 1 cth
GOM 3 x 1 (s.u.e)
GG 3
Dexamethason 3 m.f.pulv no X
CTM 3 s 3 dd pulv 1
Vit C 3

Edukasi:
1. Jelaskan pada keluarga pasien bahwa virus masih dapat
berada di dalam tinja penderita hingga 1 bulan.
2. Isolasi pasien sebenarnya tidak diperlukan, namun perlu
istirahat untuk pemulihan dan pencegahan penularan
lebih luas.
3. Selalu mencuci tangan dengan benar untuk mengurangi
resiko penularan.
4. Jangan memecah vesikel.
5. Mencegah kontak dengan cairan mulut dan pernafasan
antara penderita dengan anggota keluarga yang lain.
6. Meningkatkan kekebalan tubuh dengan sebisa mungkin
makan makanan bergizi, sayur-sayuran berkuah, jus
buah, segera setelah rasa nyeri di mulut berkurang.
7. Mencegah dehidrasi dengan memasukkan cairan, untuk
mengurangi rasa sakit sebisa mungkin cairan yang
isotonis dan isohidris (tidak terasa asam/terlalu manis).
MONITORING Memonitoring pengobatan yang diberikan kepada pasien, jika
DAN EVALUASI dalam waktu 3 7 hari masih ada keluhan dapat kembali kontrol
untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Komentar / Umpan Balik :

Cepu, Maret 2017

Peserta Dokter Pendamping

dr. Erni Hastirini dr. Bowo Luhur

DOKUMENTASI