Anda di halaman 1dari 24

Pokok Bahasan 10

MENGHITUNG DOSIS

Indah Purwaningsih, M.Farm, Apt


1
DEFINISI
 Ilmu yang mempelajari dosis obat disebut POSOLOGI.
 Dosis atau takaran obat adalah banyaknya suatu obat yang
dapat dipergunakan atau diberikan kepada seorang
penderita, baik untuk obat dalam maupun obat luar.
 Besarnya dosis obat yang diberikan berhubungan atau
menentukan kadar obat ditempat kerja obat dan akhirnya
menentukan efek obat.
 Dosis obat yang harus diberikan kepada pasien untuk
menghasilkan hasil yang diharapkan tergantung banyak
faktor, antara lain : umur, berat badan, luas permukaan tubuh,
jenis kelamin, kondisi penyakit dan kondisi daya tangkis
penderita.
 Dosis yang dimuat dalam FI, seperti dosis maksimum bukan
merupakan batas mutlak yang harus ditaati  adanya variasi
biologi, perbedaan respon diantara individu  saat ini dosis
maksimum telah diganti dengan dosis lazim, yaitu dosis rata-
rata yang biasanya memberikan efek yang diharapkan.

 Macam-macam Dosis :
1. Dosis Terapi
2. Dosis Minimum
3. Dosis Maksimum
4. Dosis Toksik
5. Dosis Letalis
DOSIS TERAPI
 Adalah takaran obat yang diberikan dalam keadaan biasa dan
dapat menyembuhkan penderita.
 Untuk mendapatkan ukuran dosis terapi yang dapat
memberikan efek terapi yang efektif, perlu dilakukan
pengukuran persentase efek terapi yang diharapkan pada
penderita atau pada hewan percobaan.
 Misal : untuk mengukur dosis terapi obat tidur A, obat
tersebut diberikan kepada sejumlah hewan percobaan
dengan berbagai ukuran dosis, kemudian dihitung jumlah
hewan yang tertidur setengah jam setelah obat diberikan.
Dosis yang menyebabkan efek tidur pada 50% hewan
percobaan disebut ED50.
DOSIS MINIMUM
 Adalah takaran obat terkecil yang diberikan yang masih
dapat menyembuhkan dan tidak menimbulkan resistensi
pada penderita.
 Untuk mendapatkan ukuran dosis minimum yang dapat
memberikan efek terapi, perlu dilakukan pengukuran
persentase efek terapi seperti untuk mendapatkan ukuran
dosis terapi tersebut diatas.
 Selanjutnya, dicatat ukuran dosis yang terkecil yang masih
dapat memberikan efek terapi yang diharapkan, namun tidak
menimbulkan resistensi pada penderita.
DOSIS MAKSIMUM
 Adalah takaran obat terbesar yang diberikan yang masih
dapat menyembuhkan dan tidak menimbulkan keracunan
pada penderita.
 Daftar dosis maksimum menurut FI ed.III digunakan untuk
orang dewasa yang berumur 20-60 tahun dengan bobot
badan 58-60 kg.
 Ada beberapa ketentuan untuk dosis maksimum, yaitu :
1. Pemberian obat untuk anak-anak dibawah 20 tahun
membutuhkan perhitungan khusus karena respons tubuh
anak atau bayi terhadap obat tidak dapat disamakan
dengan orang dewasa.
2. Untuk orang lanjut usia yang keadaan fisiknya sudah mulai
menurun, dosis yang diberikan harus lebih kecil daripada
dosis maksimum, seperti aturan dibawah ini :
 60 – 70 tahun : 4/5 dosis dewasa
 70 – 80 tahun : ¾ dosis dewasa
 80 – 90 tahun : 2/3 dosis dewasa
 90 tahun keatas : ½ dosis dewasa
3. Untuk wanita hamil yang peka terhadap obat-obatan,
sebaiknya obat diberikan dalam jumlah yang lebih kecil.
Bahkan, beberapa obat yang dapat mengakibatkan abortus
dan kelainan janin dilarang penggunaannya. Wanita
menyusui juga tidak boleh menggunakan obat-obat
tersebut karena obat dapat diserap oleh bayinya melalui air
susu ibu (ASI).
DOSIS TOKSIK
 Adalah takaran obat dalam keadaan biasa yang dapat
menyebabkan keracunan pada penderita.
 Untuk mendapatkan ukuran dosis toksik yang dapat
menimbulkan keracunan, perlu dilakukan pengukuran
persentase efek keracunan pada penderita atau hewan
percobaan. Dalam hal ini, yang diukur adalah gejala
keracunan pada penderita atau hewan percobaan setelah
diberi obat selama waktu tertentu.
 Dosis yang dapat menyebabkan keracunan pada 50% hewan
percobaan disebut TD50. Dosis yang dapat menyebabkan
keracunan pada 10% hewan percobaan disebut TD10 dan
bisa juga ada TD1, TD20, TD99 dan TD100.
DOSIS LETALIS
 Adalah takaran obat dalam keadaan biasa yang dapat
menyebabkan kematian pada hewan percobaan.
 Dosis yang dapat menyebabkan kematian pada 50% hewan
percobaan disebut LD50. Dosis yang dapat menyebabkan
kematian pada 10% hewan percobaan disebut LD10 dan bisa
juga ada LD1, LD20, LD99 dan LD100.
METODE PERHITUNGAN DOSIS
 Metode umum dalam perhitungan dosis obat  Rumus
Dasar, Rasio dan Proporsi.
 Untuk obat yang membutuhkan penghitungan Individual 
Berdasarkan Umur, Berat Badan (BB) dan Luas Permukaan
Tubuh (LPT).
 Sebelum Perhitungan Dosis Obat  Semua unit di konversi
kedalam sistem yang tunggal (dikonversi sesuai yang
tertera pada label obat).
KONVERSI

1 gram = 1000 mg
1 mg = 1000 µg (mcg)
1 liter = 1000 ml
1 ml = 1 cc
1 sdt = 5 ml
1 sdm = 15 ml
1 mg = 0,001 gram
1 µg (mcg) = 0,001 mg
1 ml = 0,001 liter
CONTOH :
1. 0,3 g = mg 8. 0,005 mg = µg
2. 0,001 g = mg 9. 100 µg = mg
3. 0,02 g = mg 10. 10 µg = mg
4. 4 mg = g 11. 0,5 L = ml
5. 120 mg = g 12. 100 ml = L
6. 75 mg = g 13. 10 ml = sdt
7. 0,4 mg = µg 14. 7,5 ml = sdm
15. 1 sdm = sdt
RUMUS DASAR
 Mudah diingat dan lebih sering digunakan dalam
penghitungan dosis obat

D/H xV =A

Dimana :
 D : Dosis yang diinginkan/diperintahkan dokter (pesanan)
 H : Dosis obat pada label tempat obat (persediaan)
 V : Bentuk obat yang tersedia
 A : Jumlah hasil hitungan yang akan diberikan ke pasien
CONTOH :
1. - Pesanan : Ampisilin (polycillin) 0,5 g
- Persediaan : Polycillin 250 mg/kapsul
- Hitung berapa yang harus diberikan kepada pasien?

2. - Pesanan : Ampisilin 100 mg


- Persediaan : Ampisilin 250 mg/5 ml
- Hitung berapa yang harus diberikan kepada pasien?

3. - Pesanan : Furosemid 30 mg
- Persediaan : Lasix (Furosemid) 10 mg/ml
- Hitung berapa yang harus diberikan kepada pasien?
4. - Pesanan : Heparin Natrium 1500 unit
- Persediaan : Heparin Sodium 5000 unit/ml
- Hitung berapa yang harus diberikan kepada pasien?

5. - Pesanan : Epinefrin 1 mg
- Persediaan : Epinefrin 1 : 1000
- Hitung berapa yang harus diberikan kepada pasien?

6. - Pesanan : Lidokain 30 mg
- Persediaan : Lidokain 2 %
- Hitung berapa yang harus diberikan kepada pasien?
7. - Pesanan : Digoxin 0,125 mg
- Persediaan : Digoxin 62,5 mcg/tablet
- Hitung berapa yang harus diberikan kepada pasien?

8. - Pesanan : Penisilin V 150 mg


- Persediaan : Flakon 125 mg/5 ml (injeksi)
- Hitung berapa yang harus diberikan kepada pasien?

9. - Pesanan : Atropin 900 mcg


- Persediaan : Atropin 0,6 mg/ml
- Hitung berapa yang harus diberikan kepada pasien?
METODE BERAT BADAN

Dosis Obat x Berat Badan = Dosis Pasien per hari

Contoh :
 Perintah : Fluorouasil (5-FU), Dosis 12 mg/kg/hari, Dosis
maksimal 800 mg/hari. Berat badan pasien 60 kg. Hitung
dosis yang harus diberikan kepada pasien per hari ?
 Perintah : Sefaklor, Dosis 20 mg/kg/hari dalam dosis
terbagi 3. Berat badan anak 14 kg. Persediaan obat
Sefaklor 125 mg/5 ml. Hitung dosis yang harus diberikan
kepada pasien untuk satu kali minum obat ?
PERHITUNGAN DOSIS PADA ANAK
 Berdasarkan Umur (Formula Young)
Dosis anak = Umur (tahun) x Dosis dewasa
Umur (tahun) + 12

 Berdasarkan Berat Badan (Formula Clark)


Dosis anak = Berat Badan (kg) x Dosis dewasa
70 (kg)
 Berdasarkan Umur (Formula Fried)
Dosis anak = Umur bayi (bulan) x Dosis dewasa
150 bulan

 Berdasarkan Luas Permukaan Tubuh


Dosis anak = Luas Permukaan Tubuh (m²) x Dosis dewasa
1,73

Luas Permukaan Tubuh = √ tinggi (cm) x berat (kg)


3600
PERHITUNGAN KEAMANAN DOSIS ANAK
BERDASARKAN BERAT BADAN

 Cara yang paling lazim untuk menilai keamanan suatu dosis


pediatrik adalah dengan menentukan BB anak dalam kg dan
membandingkan dosis yang dipesan dengan keterangan dosis
anak pada etiket obat atau sumber lain yang dapat dipercaya.
 Contoh : seorang anak dengan BB 15 kg, oleh dokter diberikan
amoksisilin suspensi oral 150 mg, 3 kali sehari. Pada etiket obat
tertera dosis anak 20-40 mg/kg/hari. Kekuatan sediaan obat
adalah 125 mg/5 ml.
 Tentukan :
- Kisaran dosis yang aman dalam mg/kg
- Apakah dosis yang diberikan aman
- Hitung dosis yang diperlukan
PENYELESAIAN :

 Langkah 1 : Tetapkan kisaran dosis yang aman dalam mg/kg.


Pada etiket disebutkan bahwa anak-anak harus
mendapatkan dosis 20-40 mg/kg/hari dalam dosis terbagi
setiap 8 jam. BB 15 kg.

Batas bawah  15 kg x 20 mg = 300 mg/hari


Batas atas  15 kg x 40 mg = 600 mg/hari

:: Jadi kisaran dosis yang aman untuk anak tersebut adalah


300 – 600 mg/hari
 Langkah 2 : Tetapkan apakah dosis yang diberikan aman.
Pesanannya adalah 150 mg, 3 kali sehari. Anak tersebut akan
menerima 3 dosis dalam 24 jam.
Dosis  150 mg x 3 dosis = 450 mg/hari.
:: Jadi dosis yang dipesan sebesar 450 mg/hari adalah masih
dalam kisaran antara 300-600 mg/hari, yang masih
merupakan dosis aman.

 Langkah 3 : Hitung dosis yang diperlukan.


Pada sediaan tertera kekuatan obat 125 mg/5 ml.
Pesanannya adalah 150 mg.
Rumus  A = D/H x V
= 150/125 x 5 ml = 6 ml
:: Jadi amoksisilin 150 mg = 6 ml. Berikan 6 ml, 3 kali sehari.
Contoh Soal :

1. Seorang anak dengan BB 7,54 kg, oleh dokter diberikan


Lasix 15 mg, 2 kali sehari. Pada etiket obat tertera dosis
anak 2 mg/kg/hari. Dosis yang lebih besar dari 6 mg/kg
BB/hari tidak dianjurkan. Kekuatan sediaan obat adalah 10
mg/ml.
Tentukan :
- Kisaran dosis yang aman dalam mg/kg
- Apakah dosis yang diberikan aman
- Hitung dosis yang diperlukan
TERIMA KASIH

24