Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH FILSAFAT ILMU

“Tujuan dan Manfaat Pembelajaran Filsafat Ilmu”

Dosen Pengajar: Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS (K)

OLEH:

F.01 dr. Brury Rosally – Ilmu Penyakit Dalam

F.02 dr. Lilik Maulidyatus Sholikhah – Ilmu Penyakit Dalam

F.03 dr. Lukita Pradhevi – Ilmu Penyakit Dalam

F.04 dr. Marisa Tulus Purnomo – Ilmu Kesehatan Anak

F.05 dr. I Putu Pramana Sanitya Dharma - Obstetri dan Ginekologi

F.06 dr. Dina Priliasanti Subroto - Obstetri dan Ginekologi

F.07 dr. Cynthia Damayanti – Ilmu Kesehatan THT-KL

F.08 dr. Dinda Zhafira – Ilmu Kesehatan Mata

F.09 dr. Karina Ayu Pramesti – Ilmu Kesehatan Mata

F.10 dr. Azalia Aprinda Bahat – Dematologi dan Venereologi


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Abad ke 20 ini sering disebut abad ilmu (ilmu pengetahuan) dan teknologi
yang telah dikembangkan demi kesejahteraan serta mempunyai peranan dalam
membantu mencapai kehidupan manusia yang sejahtera. Ilmu dengan segala
tujuan dan artinya sampai batas-batas tertentu telah banyak membantu manusia
dalam mencapai tujannya yaitu kehidupan yang lebih baik. Walaupun
kebenarannya tidak mencapai kebenaran mutlak, tetapi dalam keterbatasannya.
Ilmu membantu kehidupan dan kepentingan manusia di dunia ini, sesuai dengan
bidang masing-masing. Ilmu menghasilkan teknologi, yang memungkinkan
manusia dapat bergerak atau bertindak dengan cermat dan tepat karena ilmu dan
teknologi merupakan hasil kerja pengalaman, observasi, eksperimen dan
verifikasi.

Di sisi lain, pengalaman manusia tidak pernah sempurna sehingga


pengetahuannya tumbuh dan berkembang sepanjang masa.Ilmu dan teknologi
yang manusia punyai bisa untuk mengubah wajah dunia dimana manusia itu
sendiri tinggal, mengubah cara manusia itu sendiri bekerja, dan cara manusia
berfikir. Dengan ilmu dan teknologi manusia dituntut untuk mengadakan
perubahan secara terus menerus, perbaikan, serta penemua-penemuan baru.
Perkembangan Industri, perkembangan sodial budaya, dan perkembangan Industri
persenjataan merupakan suatu pertanda bahwa ilmu dan teknologi akan terus
berkembang. Berkaitan dengan masalah ilmu pengetahuan George Thomas White
Patrick pernah mengatakan bahwa science is the complete and consistent
discreptions of the facts of experience in the simples possible term (ilmu adalah
sesuatu yang bersifat menyeluruh dan mencakup semua diskripsi/ penjelasan
fakta-fakta yang diambil atau diterima dari suatu pengalaman dalam pengertian
yang sangat simpel/sederhana). (George Thomas White Patrick,1986: 20). 1
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa tujuan pembelajaran filsafat?
2. Apa manfaat pembelajaran filsafat?

1.3. Tujuan Makalah


1. Mengetahui tujuan pembelajaran filsafat sebagai ilmu
2. Mengetahui manfaat pembelajaran filsafat sebagai ilmu

1.4. Manfaat Makalah

Manfaat dari pembelajaran filsafat antara lain sebagai berikut:


 Pengkajian filsafat dapat membawa perubahan keyakinan ke arah yang
lebih baik.
 Pengkajian filsafat membebaskan diri kita terhadap dogmatisme
 Lebih menghargai kebebasan intelektual
 Membuat penilaian yang kritis
 Filsafat mengajarkan kita untuk melihat segala sesuatu dari multi dimensi
dan multi disiplin
 Membantu memahami diri sendiri dan lingkungan dengan pertanyaan yang
mendasar.
Filsafat mengasah kemampuan kita dalam melakukan penalaran untuk
membedakan antara fakta dan pendapat dalam berbagai sudut pandang.
BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Filsafat Ilmu

Ilmu dan filsafat dalam sejarahnya merupakan suatu kesatuan, namun


dalam perkembangannya mengalami pembedaan, dimana dominasi ilmu lebih
kuat mempengaruhi pemikiran manusia, kondisi ini mendorong pada upaya untuk
memposisikan ke duanya secara tepat sesuai dengan batas wilayahnya masing-
masing, bukan untuk mengisolasinya melainkan untuk lebih jernih melihat
hubungan keduanya dalam konteks lebih memahami khazanah intelektual
manusia.

Filsafat berasal dari bahasa Yunani yang tersusun dari dua kata, yaitu
Fhilos dan Sophia. Filos berarti senang, gemar atau cinta, sedangkan Sophia dapat
diartikan sebagai kebijaksanaan. Dengan begitu filsafat dapat diartikan sebagai
suatu kecintaan kepada kebijaksanaan. (Harun Nasution, 1997: 2) Filsafat juga
diartikan dengan ilmu yang menyeluruh atau ilmu yang secara garis besar
berbicara mengenai segala sesuatu yang wujud dan yang mungkin wujud serta
juga membicara tentang hukum kausalitas, sebabakibat yang terjadi dari yang
wujud itu sehingga mendatangkan keyakinan dan kepercayaan. (Osman Bakri,
2000: 102). Secara ringkas juga dapat dikatakan bahwa filsafat adalah
pengetahuan universal yang membicarakan mengenai segala sesuatu yang ada dan
wujud dari yang ada tersebut.

Guna lebih memahami mengenai makna filsafat, berikut ini akan dikemukakan
definisi filsafat yang dikemukakan oleh para filsuf: 2 Widyawati, Setya. Filsafat
Ilmu Sebagai Landasan Pengembangan Ilmu Pendidikan. Surakarta: ISI

a. Plato salah seorang murid Socrates yang hidup antara 427 – 347 SM
mengartikan filsafat sebagai pengetahuan tentang segala yang ada, tidak
ada batas antara filsafat dan ilmu (Gazalba, 1992)
b. Aristoteles (382 – 322 SM) murid Plato, menurutnya, filsafat bersifat
sebagai ilmu yang umum sekali yaitu ilmu pengetahuan yang meliputi
kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika,
retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika (Suharsaputra, 2004) Dia juga
berpendapat bahwa filsafat itu menyelidiki sebab dan asas segala benda
(Gazalba, 1992).
c. Cicero (106 – 43 SM). Filsafat adalah induk segala ilmu dunia. Filsafatlah
yang menggerakkan, yang melahirkan berbagai ilmu karena filsafat
memacu para ahli mengadakan penelitian (Gazalba, 1992).
d. Al Farabi (870 – 950 M) adalah seorang Filsuf Muslim yang
mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan tentang alam maujud,
bagaimana hakikatnya yang sebenarnya. (Suharsaputra, 2004)
e. Immanuel Kant (1724 – 1804). Mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pokok
dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat
persoalan yaitu metafisika (apa yang dapat kita ketahui), etika (apa yang
boleh kita kerjakan), agama (sampai dimanakah pengharapan kita) dan
antropologi (apakah yang dinamakan manusia). (Suharsaputra, 2004)
f. H.C Webb dalam bukunya History of Philosophy menyatakan bahwa
filsafat mengandung pengertian penyelidikan. Tidak hanya penyelidikan
hal-hal yang khusus dan tertentu saja, bahkan lebih-lebih mengenai sifat –
hakekat baik dari dunia kita, maupun dari cara hidup yang seharusnya kita
selenggarakan di dunia ini. (Suharsaputra, 2004)

Secara harfiah, filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan. Hal ini


menunjukkan bahwa manusia tidak pernah secara sempurna memiliki pengertian
menyeluruh tentang segala sesuatu yang dimaksudkan kebijaksanaan, namun terus
menerus harus mengejarnya. Filsafat adalah pengetahuan yang dimiliki rasio yang
menembus dasar-dasar terakhir dari segala sesuatu. Dengan demikian berfilsafat
berarti selalu berusaha untuk berfikir guna mencapai kebaikan dan kebenaran,
berfikir dalam filsafat bukan sembarang berfikir namun berfikir secara radikal
sampai ke akar-akarnya. Oleh karena itu meskipun berfilsafat mengandung
kegiatan berfikir, tapi tidak setiap kegiatan berfikir berarti filsafat atau berfilsafat.
Pemakaian kata ilmu itu di dalam bahasa Indonesia dapat disejajarkan
dengan istilah science. Science adalah kata yang berasal dari bahasa Latin: Scio,
cire yang berarti pengetahuan. (Sidi Gazalba, 1992: 39).3 opcit. Sormin Darliana
Ilmu
mengandung arti pengetahuan, tapi bukan sembarang pengetahuan melainkan
pengetahuan dengan ciri-ciri khusus yaitu yang tersusun secara sistematis, dan
untuk mencapai hal itu diperlukan upaya mencari penjelasan atau keterangan
Dengan demikian sesuatu yang bersifat pengetahuan biasa dapat menjadi suatu
pengetahuan ilmiah bila telah disusun secara sistematis serta mempunyai metode
berfikir yang jelas, karena pada dasarnya ilmu yang berkembang dewasa ini
merupakan akumulasi dari pengalaman/pengetahuan manusia yang terus
dipikirkan, disistimatisasikan, serta diorganisir sehingga terbentuk menjadi suatu
disiplin yang mempunyai kekhasan dalam objeknya.

Filsafat ilmu merupakan bagian dari filsafat pengetahuan secara umum, ini
dikarenakan ilmu itu sendiri merupakan suatu bentuk pengetahuan dengan
karakteristik khusus, namun demikian untuk memahami secara lebih khusus apa
yang dimaksud dengan filsafat ilmu, maka diperlukan pembatasan yang dapat
menggambarkan dan memberi makna khusus tentang istilah tersebut.

2.2 Tujuan dan manfaat filsafat

Filsafat ilmu berusaha mengkaji hal tersebut guna menjelaskan hakekat


ilmu yang mempunyai banyak keterbatasan, sehingga dapat diperoleh pemahaman
yang padu mengenai berbagai fenomena alam yang telah menjadi objek ilmu itu
sendiri, dan yang cenderung terfragmentasi. Dengan filsafat ilmu seseorang
diharapkan untuk melatih (1) berfikir radikal tentang hakekat sebuah ilmu, (2)
berfikir reflektif di dalam lingkup ilmu, (2) menghindarkan diri dari memutlakan
kebenaran ilmiah dan (3) menganggap bahwa ilmu sebagai satu-satunya cara
memperoleh kebenaran, serta menghindarkan diri dari egoisme ilmiah, yakni tidak
menghargai sudut pandang lain di luar bidang ilmunya. 4 opcit.Widyawati, Setya.
Dengan demikian eksistensi ilmu mestinya tidak dipandang sebagai
sesuatu yang sudah final, dia perlu dikritisi, dikaji, bukan untuk melemahkannya
tapi untuk memposisikan secara tepat dalam batas wilayahnya. Hal inipun dapat
membantu terhindar dari memutlakan ilmu dan menganggap ilmu dan kebenaran
ilmiah sebagai satu-satunya kebenaran, disamping perlu terus diupayakan untuk
melihat ilmu secara integral bergandengan dengan dimensi dan bidang lain yang
hidup dan berkembang dalam membentuk peradaban manusia.

Dalam hubungan ini filsafat ilmu akan membukakan wawasan tentang


bagaimana sebenarnya substansi ilmu itu. Hal ini karena filsafat ilmu merupakan
pengkajian lanjutan dan refleksi atas ilmu dengan demikian ia merupakan syarat
mutlak untuk menentang bahaya yang menjurus kepada keadaan cerai berainya
ilmu. Disamping itu untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan ilmu-ilmu yang
ada, melalui pemahaman tentang asas-asas, latar belakang serta hubungan yang
dimiliki/dilaksanakan oleh suatu kegiatan ilmiah.
BAB 3

KESIMPULAN

Setelah menelaah lebih dalam mengenai tujuan dan manfaat filsafat ilmu dari
pendahuluan hingga pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pengertian Filsafat sebagai ilmu merupakan pengkajian lanjutan dan


refleksi atas suatu ilmu pengetahuan.
2. Tujuan filsafat sebagai ilmu adalah mencari suatu kebenaran secara
menyeluruh dengan kritis, rasional, dan sistematis.
3. Manfaat filsafat ilmu yaitu :
a) Pengkajian filsafat dapat membawa perubahan keyakinan ke arah
yang lebih baik.
b) Pengkajian filsafat membebaskan diri kita terhadap dogmatisme
c) Lebih menghargai kebebasan intelektual
d) Membuat penilaian yang kritis
e) Filsafat mengajarkan kita untuk melihat segala sesuatu dari multi
dimensi dan multi disiplin
f) Membantu memahami diri sendiri dan lingkungan dengan
pertanyaan yang mendasar.
DAFTAR PUSTAKA

Sormin Darliana, Peran dan peran dan fungsi filsafat ilmu dalam perkembangan
ilmu pengetahuan berlandaskan nilai keislaman. Tapanuli: UMTS

Widyawati, Setya. Filsafat Ilmu Sebagai Landasan Pengembangan Ilmu


Pendidikan. Surakarta: ISI

Suaedi. Pengantar Ilmu Filsafat. Edisi 1.Bogor : PT Penerbit IPB Press. 2016

Wardhana, Made. Filsafat Kedokteran. Edisi 1.Vaikuntha International


Publishing. 2016

Ernita. Buku Filsafat Umum. Edisi 1. Wal Ashri Publishing. 2019