Anda di halaman 1dari 42

MINI CEX

LEUKEMIA MIELOBLASTIK AKUT


KEJANG DEMAM SIMPLEKS + BRONKOPNEUMONIA

Oleh:
Dzulfiqar
Fistana Bella Valani
Glenys Yulanda

Pembimbing
dr. Elvi Suryati, Sp.A

SMF ILMU KESEHATAN ANAK DAN PERINATOLOGI


RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG
2018
KASUS
• Kejang Demam Simpleks dan Bronkopneumonia
IDENTITAS PASIEN
Nama : An. FAF
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal Lahir : 6 Maret 2016
Umur : 2 tahun
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Alamat : Kota Karang, Teluk Betung Timur
Masuk RS : 20 Maret 2018 pukul 13.00 WIB
• Dilakukan secara
ANAMNESIS alloanamnesis pada tanggal 20
Maret 2018

Keluhan • Kejang 1x dengan durasi 10


menit
Utama

Keluhan • Batuk berdahak dan flu


Tambahan
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke Rumah Sakit dengan keluhan kejang. Kejang terjadi 7
jam SMRS sebanyak 1 kali dengan durasi kurang lebih selama 10 menit.
Kejang diawali dengan menjerit, lalu diikuti tangan dan kaki lurus kaku,
mata mendelik ke atas, dan tidak keluar busa dari mulut pasien. Saat
kejang pasien tidak sadar namun sebelum dan setelah kejang pasien
sadar. Ketika kejang ibu os langsung membawa anknya ke puskesmas
terdekat untuk mendapatkan pengobatan.

Sebelum kejang, ibu os mengaku anaknya mengalami demam. Keluhan


demam dirasakan sejak 1 hari yang lalu. Selain itu os mengalami batuk
berdahak dan flu yang dirasakan 2 hari SMRS. Mual, muntah, sesak
nafas, sakit perut dan sakit kepala disangkal.
• Riwayat Penyakit Dahulu
os tidak pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya

• Riwayat Penyakit Keluarga


ada riwayat kejang yang dalam keluarga

• Riwayat Kehamilan dan Persalinan


ibu os rutin memeriksakan kehamilannya dan tidak mengalami
keluhan. Pasien lahir spontan pervaginam ditolong oleh bidan,
usia kehamilan cukup bulan, saat lahir langsung menangis. BBL
3500 gram dan PBL 50 cm.

• Riwayat Tumbuh Kembang


Pasien tidak mengalami gangguan tumbuh kembang
• Riwayat Makanan
Pasien mendapat ASI hingga usia 2 bulan, namun sejak usia 1
bulan os sudah diberikan susu formula. Saat usia 6 bulan os su
dah diberikan nasi tim dan usia 1 tahun sudah mengkonsumsi
makanan seperti orang dewasa.

• Riwayat Imunisasi
imunisasi dasar lengkap:
BCG (+), DPT (+), Campak (+), Hepatitis (+), Polio (+)
PEMERIKSAAN FISIK
Status Present
• Keadaan umum : Baik
• Kesadaran : compos mentis
• Nadi : 134x/menit, isi cukup, reguler
• Nafas : 32x/menit
• Suhu : 40,8 0 C
• BB Sekarang : 14 kg
• Tinggi Badan : 95 cm
• Status Gizi : BB/U = -2SD – 2SD
• Kesan : Normal
Status Generalis
Kelainan mukosa kulit/subkutan yang menyeluruh :
• Pucat : Tidak ada
• Sianosis : Tidakada
• Ikterus : Tidak ada
• Oedem : Tidak ada

• Turgor kulit : Baik


• Pembesaran KGB : Oksipital (-), retroaurikular (-), aksila (-),
inguinal (-)
KEPALA
• Muka : Simetris, edema (-/-),
• Rambut : Hitam lebat, tidak mudah dicabut
• Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik(-/-),
sekret (-/-), pupil isokor, refleks cahaya (+/+)
• Telinga : Lesi (-), Hiperemis (-), serumen (-)
• Hidung : Deviasi (-), sekret (+/+), nafas cuping hidung (-)
• Mulut : Sianosis (-), sariawan (-), lidah kotor (-) deviasi (-),
uvula berada ditengah, gusi berdarah (-),
LEHER DAN THORAX
• LEHER
Bentuk : Simetris
Trachea : Di tengah, tidak ada deviasi
KGB : Tidak teraba pembesaran

• THORAKS
Inspeksi : simetris, retraksi (-), ptekie (-), luka (-)
Warna kulit : normal
JANTUNG
Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : Iktus kordis teraba
Perkusi : Redup, batas jantung dalam batas normal
Auskultasi : Bunyi jantung I – II reguller, murmur (-), gallop (-)
PARU-PARU

Ronki (+) Ronki (+) Ronki (+) Ronki (+)


ABDOMEN
Inspeksi : datar, luka (-)
Palpasi : nyeri tekan (-), massa (-), asites (-),
pembesaran hepar (-) ,pembesaran lien (-), ginjal
tidak teraba
Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usus (+) 6x / menit
GENITALIA DAN EKSTREMITAS
• GENITALIA EKSTERNA
Tidak dilakukan pemeriksaan

• EKSTREMITAS
Superior : Akral hangat, sianosis (-/-), CRT < 2 detik
Inferior : Akral hangat, sianosis (-/-), CRT < 2 detik
Pemeriksaan Lab
Parameter Hasil Nilai rujukan
Hemoglobin 12.6 g/dl 10.8-12.8 g/dl (Laki-laki)
Leukosit 8.410/mikro liter 6.000 – 17.000/mikro
liter
Eritrosit 4.6 juta/mikroliter 3,6-5,2 juta/mikroliter
Hematokrit 37 % 32-44 %
Trombosit 199.000/mikroliter 217.000-
497.000/mikroliter
MCV 80 fl 76-92 fl
MCH 27 pg 23-31 pg
MCHC 34 g/dl 26-34 g/dl

Kesan : dalam batas normal


RESUME
Pasien datang ke Rumah Sakit dengan keluhan kejang. Kejang terjadi 7 jam
SMRS sebanyak 1 kali dengan durasi kurang lebih selama 10 menit. Kejang
diawali dengan menjerit, lalu diikuti tangan dan kaki lurus kaku, mata mendelik
ke atas, dan tidak keluar busa dari mulut pasien. Saat kejang pasien tidak sadar
namun sebelum dan setelah kejang pasien sadar. Sebelum kejang, ibu os
mengaku anaknya mengalami demam. Keluhan demam dirasakan sejak 1 hari
yang lalu. Batuk berdahak dan flu dirasakan sejak 2 hari SMRS. Mual, muntah,
sesak nafas, sakit perut dan sakit kepala disangkal.

Pada pemeriksaan fisik di dapatkan keadaan umum tampak sakit sedang,


tingkat kesadaran compos mentis, nadi 87x/menit, pernapasan 24x/menit,
suhu 40,80C, status gizi pasien terkesan baik menurut Growth Chart WHO Z
Score yaitu BB/U -2-2 SD (normal), tidak tampak sianosis, tidak tampak nafas
cupinng hidung, suara napas terdengar vesikuler (+/+), ronki basah halus (+/+),
jantung dalam batas normal. Pada ekstrimitas superior dan inferior teraba
akral hangat (+/+).
DIAGNOSIS BANDING
• Kejang demam simpleks dan ISPA
• Kejang Demam Kompleks
• Epilepsi

DIAGNOSIS KERJA
• Kejang Demam Simpleks dan Bronkopneumonia

PENATALAKSANAAN
• IVFD KAEN 3A gtt XII x/ menit (tetesan makro)
• Diazepam Suppositoria 5 mg (bila kejang)
• Inj. Cefotaxime 700 mg/ 12 j iv
• Inj. Dexamethasone 2 mg
• Paracetamol syrup 4x 5 cc ( 1 cth)
PEMERIKSAAN ANJURAN
• EEG
• Cek Laboratorium darah lengkap dan elektrolit
• Pencitraan otak
CT-Scan
MRI

PROGNOSIS
• Quo ad Vitam : Dubia ad bonam
• Quo ad Fungtionam : Dubia ad bonam
• Quo ad Sanationam : Dubia ad bonam
MINI CEX
LEUKEMIA MIELOBLASTIK AKUT
KEJANG DEMAM SIMPLEKS + BRONKOPNEUMONIA

Oleh:
Dzulfiqar
Fistana Bella Valani
Glenys Yulanda

Pembimbing
dr. Elvi Suryati, Sp.A

SMF ILMU KESEHATAN ANAK DAN PERINATOLOGI


RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG
2018
KASUS
• AML
IDENTITAS PASIEN
• Nama : An. IA
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Tanggal Lahir : 23 Agustus 2004
• Umur : 13 tahun 8 bulan
• Agama : Islam
• Suku Bangsa : Jawa
• Alamat : Pringsewu
• Masuk RS : 3 Maret 2018
Identitas Orang Tua

• Nama Ayah : Tn. S


Umur Ayah : 42 tahun
Pekerjaan Ayah: Petani
Pendidikan : SMA

• Nama Ibu : Ny. I


Umur Ibu : 34 tahun
Pekerjaan : IRT
Pendidikan : SMA
• Anamnesis dilakukan secara
ANAMNESIS alloanamnesis dan autoanamnsis
pada tanggal 5 Maret 2018

Keluhan • Gusi berdarah


utama

Keluhan • Demam, batuk pilek, pucat,


Tambahan pusing
Riwayat penyakit sekarang :
• Pasien datang dengan keluhan sakit gigi sejak 10 hari SMRS sakit dirasakan secara tiba-tiba, dan terjadi

setiap saat disertai gusi terasa nyeri, berdarah dan tampak pucat. Sakit membaik dengan pemberian obat

dan perdarahan gusi membaik 5 hari SMRS. Kemudian OS mengeluhkan batuk pilek serta mulai timbul

benjolan di leher dan selangkangan. Batuk berdahak warna putih disertai demam tinggi yang terjadi

setiap saat, terus meningkat, tidak membaik dengan pemberian obat. Benjolan timbul secara tiba-tiba

tidak disertai dengan rasa nyeri, dan berbentuk padat. Oleh karena itu OS berobat ke RS Mitra Husada

pringsewu yang kemudian di rujuk ke RSAM.

• OS mengaku tidak pernah sakit parah sebelumnya, sakit perut (-), mual muntah (-), BAB dan BAK normal.

Riwayat batuk lama (-), riwayat kontak dengan penderita batuk lama (-), penurunan BB secara mendadak

(-), keringat malam (-), riwayat merokok (-), riwayat penggunaan jarum suntik secara bebas (-), riwayat

pergaulan bebas (-), pasien mengaku tidak tinggal di lingkungan pabrik, riwayat memakan makanan cepat

saji (-), mengaku rutin mengkonsumsi minuman rasa seperti marimas. OS mengaku dikeluarga tidak ada

riwayat sakit parah. Juga tidak ada yang pernah sakit batuk lama dan keluhan lain seperti ini.
ANAMNESIS
• Riwayat Penyakit Dahulu
Tidak pernah sakit seperti ini

• Riwayat Penyakit Keluarga


Hipertensi (-), Diabetes Mellitus (-), TB (-), HIV (-) tidak ada kel
uhan yang sama terjadi di keluarga

• Riwayat Kehamilan dan Persalinan


Pasien lahir dari ibu G1P0A0 dengan persalinan normal dibant
u bidan, usia kehamilan cukup bulan, saat lahir langsung mena
ngis dengan BBL 3500 gr dan PBL 51cm
• Riwayat Tumbuh Kembang
tidak terdapat gangguan ataupun keterlambatan tumbuh kembang

• Riwayat Makanan
Pasien mendapat ASI sampai umur 2 tahun. Dan Mulai menggunaka
n susu formula, bubur susu dan nasi tim pada umur 6 – 12 bulan. Da
n pada umur 1 tahun mulai memakan makanan orang dewasa

• Riwayat Imunisasi
imunisasi dasar lengkap
PEMERIKSAAN FISIK
Status Present
• Keadaan umum : Baik
• Kesadaran : compos mentis
• Tekanan darah : 120/80 mmHg
• Nadi : 87x/menit, isi cukup, reguler, teraba kuat
• Nafas : 24x/menit
• Suhu : 38.80 C
• BB Sekarang : 47 kg
• Tinggi Badan : 170 cm
• Status Gizi : TB/U : P97 (N); BB/U : P50(N) BMI/U: P10 (N).
• Kesan : BB kurang
Status Generalis
Kelainan mukosa kulit/subkutan yang menyeluruh :
• Pucat : Ada
• Sianosis : Tidakada
• Ikterus : Tidak ada
• Oedem : Tidak ada

• Turgor kulit : Baik


• Pembesaran KGB :
retroaurikular (+), submandibular (+), submental (+), parotis (+),
cervical superficial (+), Tonsil (+), aksila (-), inguinal (+)
KEPALA
● Muka : Simetris, normocephal, edema (-/-),
• Rambut : Hitam lebat, tidak mudah dicabut
• Mata : Konjungtiva anemis (+) , sklera ikterik(-), palpebra
edema (-/-), sekret (-/-),kornea jernih, pupil isokor, relfeks cahaya
(+/+)
• Telinga : Edema (-), Hiperemis (-), serumen (-)

• Hidung : Deviasi (-), deformitas (-), sekret (-/-), nafas cuping


hidung (-)
• Mulut : Sianosis (-), sariawan (+), lidah kotor (-) deviasi (-),
atrofi papil lidah (-), uvula berada ditengah, gusi berdarah (+), ero
si gusi pada bagian molar 1 dex, karies gigi (-), tonsil T2-T2
• LEHER
• Bentuk : Simetris
• Trachea : Di tengah, tidak ada deviasi
• KGB : Teraba pembesaran dengan diameter >1cm multipel,
terfiksir dengan konsistensi padat

• THORAKS
• Inspeksi : Normothoraks, simetris, retraksi otot-otot
pernafasan (-), ptekie (-), luka (-)
• Warna kulit : normal
JANTUNG

• Inspeksi : ictus cordis terlihat pada ICS 5


• Palpasi : Iktus kordis teraba di ICS V garis midklavikula sinistra
• Perkusi : Redup, batas jantung dalam batas normal
• Auskultasi : Bunyi jantung I – II reguller, murmur (-), gallop (-)
PARU-PARU
ABDOMEN

• Inspeksi: Datar, lemas, luka (-)


• Palpasi : tegang, nyeri (-),asites (-), pembesaran hepar (+) 4
jari dibawah arcus costarum, pembesaran lien (+) schuffner 4, ginjal
tidak teraba
• Perkusi : Timpani, asites (-)
• Auskultasi : Bising usus (+) 6x / menit
• GENITALIA EKSTERNA
KGB inguinal membesar diameter >1cm soliter padat terfiksir

• EKSTREMITAS
• Superior : Akral hangat, sianosis (-/-), CRT < 2 detik
• Inferior : Akral hangat, sianosis (-/-), CRT < 2 detik
Reflek Patologis : -

Sensorik
Anastesi : tidak ada
Status Neurologis Hipoestesi : tidak ada
Motorik
Kekuatan : 5-5-5-5 Tanda Rangsang Meningeal
Gerakan Kaku kuduk : negatif
Dekstra : Aktif Brudzinsky I : negatif
Sinistra : Aktif Brudzinsky II: negatif
Tonus : Normotonus Lasseque sign: negatif
Klonus :- Kernig sign : negatif
Reflek Fsiologis : + normal
Otonom
Miksi : normal
Defekasi : normal
Salivasi : normal
Resume
• OS datang dengan keluhan sakit gigi disertai nyeri dan berdarah sejak 10
hari SMRS saat ini telah membaik karena pemberian obat namun timbul
demam tinggi disertai batuk pilek dan benjolan pada leher sejak 5 hari
SMRS. Demam timbul bersaman dengan batuk, tinggi setiap saat meski
dengan pemberian obat. Benjolan juga muncul secara tiba-tiba pada
bagian leher tanpa disertai rasa nyeri. Riwayat kontak dengan pederita TB
dan HIV (-). Keluarga mengaku tidak ada yang pernah mengalami hal yang
sama.

• Dari pemeriksaan fisik di dapatkan keadaan umum tampak sakit sedang,


tingkat kesadaran compos mentis, BB 47 kg TB 170cm, TD 120/80mmhg
HR 87x/menit RR 24x/menit, wajah tampak pucat degan KA (+) bibir pucat,
lidah sariawan, perdarahan dengan erosi gusi molar 1 dex, tonsil T2-T2,
perbesaran KGB retroaurikular, submandibular, submental, parotis,
cervical superficial, tonsil dan inguinal dengan diameter >1cm multiple
terfiksir konsistensi padat. Abdomen datar dan keras, hepatomegali
dengan batas bawah hepar teraba 4 jari dibawah arc. Costae,
spleenomegali sebesar schuffner 4
Pemeriksaan lab
Parameter Hasil Nilai rujukan
Hemoglobin 6.0 g/dl 14-18 g/dl (Laki-laki)
Leukosit 90.800/mikro liter 4.800 – 10.800/mikro
liter
Eritrosit 1.8 juta/mikroliter 4,7-6,1 juta/mikroliter
Hematokrit 16 % 42-52 %
Trombosit 11.000/mikroliter 150.000-
450.000/mikroliter
MCV 91 fl 79-99 fl
MCH 33 pg 27-31 pg
MCHC 37 g/dl 30-35 g/dl
• Morfologi darah tepi

Sel interpretasi
eritrosit Jumlah sangat kurang, distribusi renggang,
gambara normokrom normositer, morfologi
dalam batas normal
Leukosit Jumlah meningkat, seri granulosit: netrofil
segmen (+), eosinofil (+). Seri on granulosit:
limfosit matur (+), monosit (+), ditemukan banyak
blast, morfologi abnormal
Trombosit Jumlah normal, morfologi normal
Diff. Count Basofil 0
Eosinofil 1
Netrofil batang 0
Netrofil segmen 15
Limfosit: 28
Monosit 8
Blast 49
DIAGNOSIS BANDING
• TB
• HIV
• ALL
DIAGNOSIS KERJA
• AML

PENATALAKSANAAN

Infus d5 ¼ ns 36 tpm + biskuit Transfusi RPC, FFP, TC


Ceftazidin 1gr/8j
Ranitidin 1 amp/12 jam
Kalnex 250mg/8 jam
PCT 4x1
As. Folat 1x1
Diet tinggi kalori tinggi protein
Pemeriksaan anjuran
Leukophenotyping

PROGNOSIS
• Quo ad Vitam : Dubia ad malam
• Quo ad Fungtionam : Dubia ad malam
• Quo ad Sanationam : Dubia ad malam