Anda di halaman 1dari 14

HEMANGIOMA

Chintia Septiani Thintarso


11.2014.093

DEFINISI
Hemangioma merupakan lesi jinak
pembuluh darah yang berproliferasi dari
sel-sel endotelium pembuluh darah
diikuti involusi terus menerus
meyebabkan kelainan yang merupakan
hasil dari anomali perkembangan
pleksus vaskular.

EPIDEMIOLOGI
Hemangioma sering terjadi pada bayi
yaitu 1,1% sampai 2,6% dan anakanak yaitu 10% sampai 12%. Lesi ini
lebih sering terjadi pada wanita
dibanding pria dengan rasio 3:1

ETIOLOGI
Masih

belum jelas

Proses

angiogenesis memegang peranan penting.

Sitokin,

seperti basic fibroblast growth factor (bFGF)


dan vascular endothelial growth factor (VEGF) telah
terbukti berhubungan dengan proses angiogenesis.

Peningkatan

kadar faktor angiogenesis tersebut dan


atau berkurangnya kadar angiogenesis inhibitor
gamma interferon (-IF), tumor necrosis factor-beta
(TNF-) dan transforming growth factor-beta (TGF-)
diduga menjadi penyebab terjadinya hemangioma.

PATOFISIOLOGI
Proses

ini diawali dengan suatu proliferasi dari sel-sel


endotelium yang belum teratur dan dengan
perjalanan waktu menjadi teratur dengan
membentuk pembuluh darah yang berbentuk lobus
dengan lumen yang berisi sel-sel darah. Sifat
pertumbuhan endotelium tersebut jinak dan memiliki
membran basalis tipis. Proliferasi tersebut akan
melambat dan akhirnya berhenti.

Patofisiologi

Hipotesis dari Takahashi :


Dalam

trimester terakhir dari kehamilan, di


dalam fetus terbentuk endotelium immature
bersama dengan pericyte yang juga immature
yang memiliki kemampuan melakukan
proliferasi terbatas dimulai pada usia 8 bulan
sampai dengan 18 bulan pertama masa
kehidupan setelah dilahirkan maka pada usia
demikian terbentuk hemangioma.

Klasifikasi Hemangioma
1.

Hemangioma kapiler, yang terdiri


atas hemangioma kapiler pada anak
(nevus vasculosus, strawberry nevus),
granuloma piogenik, dan cherry-spot.

2.

Hemangioma kavernosum

3.

Hemangioma campuran: malformasi


vascular lebih lanjut terbagi menjadi
malformasi arterial, venous,kapilari,dan
malformasi limfatik.

HEMANGIOMA KAPILER
Hemangioma kapiler
(nevus strawberry)
tampak sebagai
bercak merah
menyala, tegang
dan berbentuk
lobular, berbatas
tegas, yang dapat
timbul pada
berbagai tempat
pada tubuh.

HEMANGIOMA
KAVERNOSUM

Makula eritematosa
atau nodus yang
berwarna merah
sampai ungu. Bila
ditekan mengempis
dan akan cepat
menggembung
kembali apabila
dilepas

HEMANGIOMA CAMPURAN
Gabungan dari jenis
kapiler dan jenis
kavernosum. Lesi berupa
tumor yang lunak,
berwarna merah kebiruan
yang pada
perkembangannya dapat
memberikan gambaran
keratotik dan verukosa.
Sebagian besar
ditemukan pada
ekstremitas inferior dan
biasanya unilateral

Hemangioma Campuran pada Bibir


Atas

PENATALAKSANAAN
1.
2.

Eksisi
Laser

yellow light laser

Nd-YAG laser

Argon laser

Carbondioxide
laser

3.

Bedah krio

4.

Skleroterapi

Indikasi untuk dilakukan tindakan bedah adalah:


1.

Terdapat tanda tanda pertumbuhan yang


terlalu cepat, misalnya dalam beberapa minggu
lesi menjadi 3-4 kali lebih besar.

2. Hemangioma yang besar dengan


trombositopenia.
3. Tidak ada regresi spontan, misalnya tidak terjadi
pengecilan sesudah 6 - 7 tahun.

BEDAH KRIO
Perawatan dengan bedah krio merupakan aplikasi dingin
dengan memakai nitrogen cair. Sedangkan pengobatan
dengan kortikosteroid dilakukan untuk jenis hemangioma
stroberi, kavernosum, dan campuran. Kortikosteroid yang
dipakai
adalah
prednisone,
yang
mengakibatkan
hemangioma mengadakan regresi.