Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL JURNAL REVIEW

D
I
S
U
S
U
N
OLEH
NAMA : ADINDA TRIANA

NIM :1183111105

KELAS : PGSD REG E SMT 1

M.KULIAH :PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

DOSEN PENGAMPU : Dra. Nur Arjani,M.Pd.

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,karena atas berkat dan
Rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan tugas kuliah ini yaitu “CRITICAL JURNAL
REVIEW” dalam mata kuliah Perkembangan Peserta Didik
Saya berterimakasih kepada Ibu Dra. Nur Arjani,M.Pd. dosen yang sudah
membimbing saya dalam menyelesaikan tugas ini,kepada semua yang sudah memberikan
saran dan kritik,dan semua yang sudah membantu saya dalam menyelesaikan tugas ini.Saya
mengharapkan agar tugas ini tidak hanya agar terpenuhinya tugas kuliah, tetapi juga dapat
bermanfaat bagi semua pembacanya,dan semoga juga dapat menambah pengetahuan bagi
saya dan pembaca.
Saya sadar bahwa saya masih dalam proses belajar, dan tugas ini pun tidak luput dari
kesalahan.saya mohon maaf jika ada terdapat kesalahan pada penulisan dan tata bahasa dalam
makalah ini, dan saya mohon kritik dan saran membangun makalah yang saya buat ini.

Medan, 20 Oktober 2018

Penulis

2
LATAR BELAKANG

Mendidik anak pada hakekatnya merupakan usaha nyata dari pihak orang tua untuk
mengembangkan totalitas potensi yang ada pada diri anak (Shochib, 2000). Masa depan anak
dikemudian hari akan sangat tergantung dari pengalaman yang didapatkan anak termasuk
faktor pendidikan dan pola asuh yang didapat anak dari kecil. Saat ini tidak sedikit orang tua
yang begitu giat dalam mengarahkan putra-putri mereka untuk mengejar prestasi dalam
bidang akademik yang lebih menekankan pada kemampuan kognitif anak namun amat jarang
orang tua yang sadar bahwa disamping kemampuan kognitif terdapat kemampuan sosial yang
sangat penting dan perlu diperhatikan perkembangannya.

Keterampilan sosial sangat penting keberadaannya bagi setiap manusia, sehingga


perkembangan sosial pun perlu dipantau dan diperhatikan sejak dini. Bagi seorang anak,
keberhasilan dalam menjalin interaksi dengan lingkungan sosial khususnya dengan teman
sebaya akan sangat berpengaruh pada proses perkembangan selanjutnya. Sebagaimana
diungkapkan Hartup (1992) bahwa hubungan antar teman sebaya pada masa kanak-kanak
berkontribusi terhadap keefektifan fungsi individu sebagai orang dewasa anak pada masa
dewasanya bukan nilai pelajaran sekolahnya, dan bukan perilakunya di dalam kelasnya saat
ini, melainkan kualitas hubungan sosialnya dengan anak-anak lain.

Menurut Ernawulan (1998) dalam berinteraksi dengan orang lain, individu tidak
hanya dituntut untuk mampu berinteraksi secara baik dengan orang lain, tetapi terkait juga
didalamnya bagaimana Ia mampu mengendalikan dirinya secara baik. Ketidakmampuan
individu mengendalikan dirinya dapat menimbulkan berbagai masalah sosial dengan orang
lain. Permasalahan sosial emosional ini bila dibiarkan begitu saja akan berkembang menjadi
permasalahan yang lebih luas dan kompleks karena anak akan berkembang ke arah yang
lebih buruk, terbentuknya kepribadian yang tidak baik dan berakibat munculnya perilaku-
perilaku negatif yang tidak diharapkan.

saat ini berbagai tawaran mengenai pendidikan berkualitas sangat banyak dijumpai di
masyarakat. Berbagai identitas tambahan dicantumkan untuk menunjukkan kualitas
pendidikan tersebut, mulai dari boarding school, sekolah unggulan, sekolah plus, full day
school, dan sebagainya. Semua itu tentunya bukan hanya label belaka, namun dibalik
identitas tersebut sekolah tentunya terdapat program-program khusus yang dirancang demi
menghasilkan generasi unggulan yang cakap secara intelektual, spiritual dan sosialnya.

3
Disaat kita membutuhkan sebuah referensi,yaitu jurnal sebagai sumber
A. Rasionalisasi bacaan kita selain buku dalam mempelajari mata kuliah
pentingnya PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK,sebaiknya kita terlebih dahulu
CJR mengkritisi jurnal tersebut agar kita mengetahui jurnal mana yang lebih
relevan untuk dijadikan sumber bacaan.
Tujuan review jurnal ini bertujuan
B. Tujuan 1. Mengulas isi sebuah jurnal.
penulisan 2. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam jurnal.
CJR 3. Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang
diberikan oleh setiap bab dari jurnal.
1. Menambah pengetahuan kita tentang jurnal yang akan kita
review.
2. Membuat saya sebagai penulis dan mahasiswa lebih terasah
C. Manfaat CJR
dalam mengkritisi sebuah jurnal.
3. Sebagai rujukan bagaimana untuk menyempurnakan sebuah
jurnal dan mencari sumber bacaan yang relevan.
CRITICAL JOURNAL REVIEW

1. KELENGKAPAN JURNAL

IDENTITAS JURNAL I

Implementasi Program Fullday School Sebagai Usaha Mendorong


Judul Perkembangan Sosial Peserta Didik TK Unggulan Al-Ya’lu Kota
Malang
Nama Jurnal/ Penerbit Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan

Download Id.Portalgaruda.Org/?Ref=Bowse&Mod=Viewjournal&Journal=436

Volume dan Halaman Vol 1, Nomor 2


Tahun Juli 2013
Penulis Marfiah Astuti
Reviewer Adinda Triana
Tanggal di Review 20 Oktober 2018
ISSN / EISSN 2337-7623/ 2337-7615

4
2. PENDAHULUAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk


1) mengetahui implementasi program Fullday school di TK
Unggulan Al-Ya’lu kota Malang berkaitan dengan upaya
mendorong perkembangan sosial peserta didik;
2) faktor penghambat yang dihadapi sekolah dalam upaya
Tujuan Penelitian mendorong perkembangan sosial peserta didik;
3) faktor pendukung dalam upaya mendorong perkembangan
sosial peserta didik di TK Unggulan Al-Ya’lu kota Malang 4)
solusi yang dilakukan sekolah untuk mengatasi hambatan
sekolah dalam upaya mendorong perkembangan sosial peserta
didik.
Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di TK Unggulan Al-Ya’lu kota Malang
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pada
penelitian kualitatif, teori dibatasi pada pengertian suatu
pertanyaan yang sistematis berkaitan dengan seperangkat
proposisi yang berasal dari data yang diuji kembali secara
Assesment Data
empiris.
Adapun data tersebut akan diperoleh dari wawancara dengan
guru, wali murid, dan kepala sekolah TK Unggulan Al-Ya’lu
kota Malang.

3. METODE

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode


kualitatif.Pada penelitian kualitatif, teori dibatasi pada
pengertian suatu pertanyaan yang sistematis berkaitan dengan
Metode Penelitian
seperangkat proposisi yang berasal dari data yang diuji kembali
secara empiris. Penelitian kualitatif sendiri menurut Moleong
(2002).

5
Adapun data tersebut akan diperoleh dari wawancara dengan
Langkah Penelitian guru, wali murid, dan kepala sekolah TK Unggulan Al-Ya’lu
kota Malang.
pengumpulan data akan dilakukan dengan wawancara,
Teknik Pengumpulan Data
pengamatan atau observasi.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
1) implementasi Program Fullday School di TK Unggulan Al-
Ya’lu kota Malang Jawa Timur dilaksanakan pagi sampai
sore, sekolah membuat program dalam bentuk pembiasaan
maupun melalui pemutaran film Akhlak Anak Sholeh,
Analisa
‘family day’ serta menerapkan pembelajaran menggunakan
Pembahasan/Penyelesaian
joyfull learning;
Masalah
2) faktor penghambat masih ditemui baik dari orang tua,
sarana, maupun anak didik;
3) dukungan dana orang tua cukup memadai;
4) solusi untuk menyelesaikan masalah telah dilakukan dan
5) mampu menyelesaikan semua kendala.

Kekuatan Penelitian wawancara yang berkaitan dengan implementasi fullday school di


TK Unggulan Al-Ya’lu kota Malang, tujuan, sasaran, latar
belakang, efektifitas, efisiensi dan progres dari Program-program
sekolah yang berkaitan dengan usaha mendorong perkembangan
sosial peserta didik di TK Unggulan Al-Ya’lu kota Malang serta
faktor pendukung, penghambat dan solusi yang diberikan sekolah
untuk mengatasi hambatan yang ada,penelitian ini sangat membantu
dalam perkembangan peserta didik dalam dunia
pendidikan.penelitian nya juga langsung terjun ke tempat dengan
melakukan observasi, wawancara untuk mendapatkan data yang
kompleks

6
Kelemahan Penelitian Penggunaan tata bahasa dalam penelitian yang dicantumkan di
dalam jurnal ini masih terdapat kata-kata yang lumayanan asing
bagi pembaca jurnal ini, misalnya Learning by Doing, Habit
Forming, Life Curriculum dan Leadership Life Skiil, pendekatan
joyfull learning. Alangkah lebih baik nya dijelaskan lebih dahulu
apa-apa saja pengertiannya, agar pembaca jurnal dapat memahami
nya kedepan, tetapi hal ini memang lumrah dilakukan agar pembaca
dapat menambah wawasan yang lebih luas lagi.

5. KESIMPULAN DAN PENUTUP

Kesimpulan TK Unggulan Al-Ya’lu merupakan salah satu sekolah yang


melaksanakan model full day school yaitu sekolah sepanjang
hari, dimana segala aktivitas anak didik selama di sekolah
menjadi tanggung jawab dan di bawah pengawasan guru.
Aktivitas anak didik di TK Unggulan Al-Ya’lu senantiasa
dipantau dan diperhatikan oleh guru, mulai masuk sekolah
sampai dengan jam pulang. Semua aspek diperhatikan, termasuk
dalam hal pergaulan dengan teman-temannya, hal ini
dimaksudkan agar segala hal negatif yang mungkin terserap
seperti perkataan kotor, perbuatan buruk dan hal negatif lainnya
segera diketahui dan diatasi Berdasarkan hasil wawancara
secara mendalam, observasi dan studi dokumentasi dapat
dipaparkan bahwa:
1. Pelaksanaan program upaya mendorong perkembangan sosial
anak didik di Al-Ya’lu berawal adanya laporan permasahan
perkembangan anak oleh guru pada rapat evaluasi bulanan
antara guru dengan kepala sekolah Setelah adanya laporan itu,
beberapa guru dan kepala sekolah mengadakan rapat untuk
menyusun program. Setelah tersusun program kami
mengadakan sosialisasi kepada semua guru dan satu minggu
kemudian program telah dilaksanakan secara serentak dan
menyeluruh

7
2. Penerapan program upaya mendorong perkembangan sosial
anak pada sekolah Fullday school di TK Unggulan Al-Ya’lu
dinilai berjalan secara efektif dan efisien.

3. Implementasi Program Fullday Scholl sebagai usaha


mendorong perkembangan sosial peserta didik di TK Unggulan
Al-Ya’lu kota Malang Jawa Timur dilaksanakan mulai pukul
07.00 WIB sampai 15.00 WIB. Dalam rangka mendorong
perkembangan sosial anak didik di TK Unggulan Al-Ya’lu,
sekolah membuat program dalam bentuk pembiasaan maupun
melalui pemutaran film Akhlak Anak Sholeh (AHAS). Adapun
Program yang termasuk pembiasaan dipraktekkan dalam
rutinitas sehari-hari seperti praktek ibadah (sholat berjamaah),
makan bersama, bermain bersama melalui fantasi ceria, tidur
siang dan juga budaya antri dalam segala aktivitas serta
perlombaan dan tampilan peserta didik dalam rangka
PHBI/PHBN, serta infaq mingguan yang dilaksanakan setiap
hari Jum’at. Sekolah menggunakan model sekolah dengan
pemadatan 5 hari efektif yakni Senin sampai Jum'at, hari Sabtu
dikhususkan untuk program family day. Dalam
pembelajarannya, TK Unggulan Al-Ya’lu Malang menerapkan
pendekatan joyfull learning, dimana pembelajaran dikemas
dengan berbagai metode yang menyenangkan.

4. Faktor penghambat yang dihadapi sekolah dalam upaya


mendorong perkembangan sosial peserta didik adalah kekurang
percayaan orang tua pada sekolah untuk bisa menyelesaikan
permasalahan yang sedang dihadapi anak, kesulitan untuk
mendapat koleksi film akhlaq anak sebagai salah satu sarana
untuk mendorong perkembangan sosial peserta didik serta
adanya perbedaan kematangan pada anak didik.

8
5. Faktor pendukung dalam upaya mendorong perkembangan
sosial peserta didik di TK Unggulan Al-Ya’lu kota Malang
diantaranya tersedianya dana yang cukup dikarenakan adanya
dukungan dari yayasan dan wali murid yang cukup besar
terhadap pelaksanaan program ini, adanya antusias anak yang
besar dalam menyambut dan menjalankan program sekolah,
serta dukungan atau keikut sertaan orang tua dalam pelaksanaan
program sekolah.

6. Solusi yang dilakukan sekolah untuk mengatasi hambatan


sekolah dalam upaya mendorong perkembangan sosial peserta
didik meliputi sosialisasi program sekolah yang ditujukan untuk
wali murid agar terjalin persamaan visi misi antara sekolah dan
wali murid, sehingga tercipta adanya kerjasama yang baik,
memproduksi film sendiri untuk mengatasi keterbatasan sarana
prasarana berupa CD film akhlaq serta dilaksanakannya
Motherhood Teaching untuk menyelesaikan permasalahan
perbedaan kematangan pada anak didik.
Saran
1. Sebagai lembaga pendidikan yang menerapkan program
fullday school, maka diharapkan TK Unggulan Al-Ya’lu kota
Malang untuk mempertahankan mutu serta meningkatkan mutu
pendidikan dalam hal perkembangan sosial agar anak sebagai
anamat Allah SWT yang lahir dengan penuh potensi diri tumbuh
menjadi generasi yang unggul serta berakhlak mulia.

2. Sebagai lembaga pendidikan yang menerapkan program


fullday school, maka diharapkan TK Unggulan Al-Ya’lu lebih
meningkatkan jalinan kerjasama dengan orangtua, masyarakat
serta instansi lainnya untuk memudahkan terwujudnya sarana
dan prasarana yang masih terbatas, serta alternatif program
lainnya yang melibatkan masyarakat untuk menunjang
perkembangan sosial anak didik.

9
Referensi  Arsyadana, Addin (2010), Penerapan Sistem Full Day
School Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Kualitas
Pendidikan Di Mi Al-Qamar Nganjuk. Skripsi. UIN
Malang
 Andikurrahman (2012) Dampak Pelaksanaan Full Day
School Terhadap Perkembangan Sosial Peserta Didik
(Studi Kasus di SD Plus Nurul Hikmah Pamekasan).
Skripsi, Jurusan Tarbiyah, Program Studi Pendidikan
Agama Islam, STAIN Pamekasan
 Dina Islamika (2011). Pengaruh Full Day School
Terhadap Kecerdasan Sosial Anak Kelas IV DI SDIT
Bina Anak Sholeh Yogyakarta. Skripsi, UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta.
 Doll, E. (1965), Vineland Sosial Maturuty Scale,
Minnesota: Amerika Guidance Service. Inc.
 Ernawulan (1998). Perkembangan sosio emosional
anak.
Marfiah Astuti
Guru TK Unggulan Al-Ya’lu Malang
Email: marfiah.astuti@gmail.com

10
JURNAL KE II

1. IDENTITAS JURNAL II

Perbedaan Perkembangan Sosial Anak Usia 3-6 Tahun dengan


Judul Pendidikan Usia Dini dan Tanpa Pendidikan Usia Dini di
Kecamatan Peterongan Jombang
Nama Jurnal/ Penerbit Biomedika

Download Id.Portalgaruda.Org/?Ref=Bowse&Mod=Viewjournal&Journal=436

Volume dan Halaman Vol 8,No 1/ halaman 47-53


Tahun Februari 2016
Penulis Retno Wulandari, Burhannudin Ichsan, Yusuf Alam Romadhon
Reviewer Adinda Triana
Tanggal di Review 20 Oktober 2018

2. PENDAHULUAN
untuk menganalisis perbedaan perkembangan sosial anak usia 3-
Tujuan Penelitian 6 tahun dengan pendidikan usia dini dan tanpa pendidikan usia
dini di Kecamatan Peterongan Jombang.
anak usia 3-6 tahun dengan pendidikan usia dini dan tanpa
Subjek Penelitian
pendidikan usia dini
Kriteria inklusi dari penelitian ini yaitu anak usia 3-6 tahun
dengan pendidikan usia dini dan tanpa pendidikan usia dini di
wilayah kerja Pukesmas Dukuhklopo Kecamatan Peterongan
Jombang, sedangkan kriteria eksklusinya yaitu : a) anak dengan
Assesment Data sakit berat, b) anak yang cacat lahir, c) anak menderita infeksi
kronis, dan d) orang tua yang menolak anak diikutkan
penelitian. Pendidikan Usia Dini yang dimaksud dalam
penelitian ini adalah aspek sosial anak yang mengikuti PAUD
dan tidak mengikuti PAUD pada usia 3-6 tahun.

11
3. METODE

Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik


Metode Penelitian
dengan pendekatan cross sectional.

Pengambilan sampel dengan teknik random sample (probability


samples) dengan pendekatan cluster sampling. Uji statistik yang
Langkah Penelitian
digunakan uji Chi-Square (nilai expected<5, maksimal 20% dari
jumlah sel).
dilakukan dengan cluster random sampling.Besar sampel
dihitung dengan menggunakan rumus besar sampel untuk
Teknik Pengumpulan Data
penelitian analitik kategorik tidak berpasangan dan ditemukan
masing-masing kelompok 31 anak

4.HASIL DAN PEMBAHASAN

Terdapat perbedaan yang signifikan antara perkembangan sosial


pada anak usia 3-6 tahun dengan pendidikan usia dini dan tanpa
pendidikan usia dini di Kecamatan Peterongan Jombang.

hasil penelitian yang dilakukan peneliti, didapatkan perkembangan


sosial yang tidak sesuai pada anak usia 3-6 tahun tanpa pendidikan
Analisa usia dini (73,5%) lebih banyak dibandingkan perkembangan sosial
sPembahasan/Penyelesaia yang sesuai pada anak usia 3-6 tahun tanpa pendidikan usia dini
n Masalah (26,5%). Perkembangan sosial yang sesuai pada anak usia 3-6 tahun
dengan pendidikan usia dini (64,7%) lebih banyak dibandingkan
perkembangan sosial yang tidak sesuai pada anak usia 3-6 tahun
dengan pendidikan usia dini (35,3%), maka pada hasil uji Chi-
Square nilai p didapatkan sebesar 0,002 (p<0,05).

12
Kekuatan Penelitian Penelitian yang dilakukan sangat baik, karena membahas tentang
bagaimana perbedaan perkembangan sosial anak usia dini 3-6 tahun
dengan pendidikan usia dini dan tanpa pendidikan usia dini, dari
penelitian ini kita dapat mengambil suatu kesimpulan mana yang
lebih baik kita gunakan untuk mencapai perkembangan sosial anak
yang baik, dari penelitian ini mengajarkan bahwa lebih baik yang
mengikuti pendidikan usia dini. Jurnal ini juga banyak mengambil
pernyataan-pernyataan dari para ahli untuk mendukung penelitian
ini.
Kelemahan Penelitian Penelitian ini juga menggunakan bahasa yang cukup susah untuk
dimengerti pembaca misalnya dalam Pengambilan sampel dengan
teknik random sample (probability samples) dengan pendekatan
cluster sampling. Uji statistik yang digunakan uji Chi-Square (nilai
expected<5, maksimal 20% dari jumlah sel), mungkin cluster
ssampling dan random sample tidak dimengerti pembaca. Oleh
karena itu alangkah baik nya digunakannya bahasa yang langsung
dapat di mengerti pembaca.

5.KESIMPULAN DAN PENUTUP

Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti, didapatkan


perkembangan sosial yang tidak sesuai pada anak usia 3-6 tahun
tanpa pendidikan usia dini (73,5%) lebih banyak dibandingkan
perkembangan sosial yang sesuai pada anak usia 3-6 tahun tanpa
pendidikan usia dini (26,5%). Perkembangan sosial yang sesuai
pada anak usia 3-6 tahun dengan pendidikan usia dini (64,7%)
lebih banyak dibandingkan perkembangan sosial yang tidak
sesuai pada anak usia 3-6 tahun dengan pendidikan usia dini
(35,3%), maka pada hasil uji Chi-Square nilai p didapatkan
sebesar 0,002 (p<0,05). Hasil analisis tersebut dapat
disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara

13
perkembangan sosial pada anak usia 3-6 tahun dengan
pendidikan usia dini dan tanpa pendidikan usia dini di
Kecamatan Peterongan Jombang, yaitu lebih baik yang
mengikuti pendidikan usia dini.
Saran Permasalahan perilaku anak tidak terlepas dari proses sosialisasi
anak. Perkembangan sosial diperoleh anak melalui kematangan
dan kesempatan belajar dari berbagai stimulus dari lingkungan
anak. Perilaku sosial merupakan aktivitas yang berkaitan dengan
orang lain, baik dengan teman sebaya, guru, orangtua maupun
saudara. Perilaku sosial yang dibina pada awal masa kanak-
kanak sangat menentukan kepribadiannya,oleh karena itu
sebagai orangtua harus dapat melakukan yang terbaik bagi anak
nya untuk dapat mengembangkan sosial anak.

Referensi  Ardita V., Kadir A., & Askar M., 2012.Deteksi


Perkembangan Anak Berdasarkan DDST di RW I
Kelurahan Luminda Kecamatan Wara Utara Kota
Palopo.Vol. 1(2).
 BKKBN 2014.Menjadi Orangtua Hebat dalam
Mengasuh Anak (Usia 0 – 6 Tahun).ISBN : 978-602-
8068-87-1
 Chamida N.A., 2012. Deteksi Dini Gangguan
Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
 Dahlan M.S., 2013. Besar Sampel Dan Cara
Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan
Kesehatan.Jakarta : Salemba Medika
 Darsana W., 2012. Hubungan stimulasi kecerdasan
multipel dengan perkembangan personalsosial anak usia
pra sekolah.http://
darsananursejiwa.blogspot.com/2012/01/
hubunganstimulasi-kecerdasanmultipel. html. Diakses 9
Januari 2016.

14