Anda di halaman 1dari 72

LAPORAN AKTUALISASI

LATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN II PENJAGA TAHANAN

PENINGKATAN KETERTIBAN DAN PELAYANAN


KUNJUNGAN PADA LAPAS KLAS IIB MUARA ENIM

Oleh:
Muhammad Luthfi Nurhabibi
NIP.199612292017121002
Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II
Angkatan VII
NDH: 30

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN VII


KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
BEKERJASAMA DENGAN BADAN PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH PROVINSI SUMATERA
SELATAN
TAHUN 2018
LEMBAR PENGESAHAN

PENINGKATAN KETERTIBAN DAN PELAYANAN KUNJUNGAN PADA


LAPAS KLAS IIB MUARA ENIM

Oleh :
Muhammad Luthfi Nurhabibi
NDH : 30

Telah diseminarkan
Hari/Tanggal : Rabu / 10 Oktober 2018
Tempat : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Daerah Provinsi Sumatera Selatan

COACH, MENTOR,

Um Salamah, SH, M.Si Tarmizi, SH.


Widyaiswara Ahli Muda KEPALA KPLP
NIP. 197005212000032002 NIP.
197911062000031001

Disahkan oleh,
a.n. KEPALA BPSDMD PROVINSI SUMATERA SELATAN
Kepala Bidang PK Manajerial,

Hj. Holijah S.H., M.H


Pembina Tk. I
NIP. 196909071996032004

ii
LEMBAR PERSETUJUAN

PENINGKATAN KETERTIBAN DAN PELAYANAN KUNJUNGAN PADA


LAPAS KLAS IIB MUARA ENIM

Oleh :
Muhammad Luthfi Nurhabibi
NDH : 30

Telah diseminarkan
Hari/Tanggal : Rabu / 10 Oktober 2018
Tempat : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Daerah Provinsi Sumatera Selatan

COACH, MENTOR,

Um Salamah, SH, M.Si Tarmizi, SH.


Widyaiswara Ahli Muda KEPALA KPLP
NIP. 197005212000032002 NIP.
197911062000031001

Diketahui/Disetujui Oleh:

a.n. KAKANWIL KEMENKUMHAM PROVINSI SUMATERA SELATAN


Kepala Divisi Administrasi,

Edilauder Lumban Gaol, SH, MH


Pembina Utama Muda
NIP. 195809281981031001

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah


memberikan hidayah, rahmat, dan karunia sehingga penulis dapat
menyelesaikan dengan baik Laporan Aktuaisasi sebagai salah satu syarat
kelulusan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Kementrian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Kantor Wiayah Sumatera Selatan. Dalam melaksanakan
penulisan ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, bantuan, dan
dukungan dari banyak pihak sehingga rancangan ini dapat terselesaikan.
Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak DR. H. Sudirman D. Hury, SH., MM., M.Sc Selaku Kepala
Kantor Wiayah Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Sumatera
Selatan,
2. Seluruh Kepala Divisi Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM
Sumatera Selatan,
3. Bapak Hidayat Amd.IP, SH. MM Selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis
Lapas Kelas II B Muara Enim,
4. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi
Sumatera Selatan,
5. Bapak Tarmizi, SH Selaku Mentor Dalam Pembuatan Rancangan
Aktuaisasi ini,
6. Ibu Um Salamah, SH, M.Si Selaku Coach yang Telah Memberikan
Saran Masukan dan Bimbingan dalam pembuatan Rancangan
Aktuaisasi ini,
7. Seluruh Widyaiswara yang Telah Memberikan Ilmu yang Sangat
Bermanfaat.
8. Bapak Ibu wali kelas angkatan VII yang telah setia mendampingi kami
9. Seluruh Panitia Latsar CPNS Golongan II Kementrian Hukum dan
HAM Provinsi Sumatera Selatan,
10. Seluruh Teman-teman Pelatihan Dasar CPNS Kementerian Hukum
dan HAM Angkatan VII.

iv
Penulis menyadari bahwa pembuatan rancangan aktualisasi ini
masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan karena terbatasnya
kemampuan dan pengetahuan penulis. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan saran dan kritik demi perbaikan laporan ini agar bermanfaat
bagi orang banyak.

Palembang, 8 Oktober 2018


Peserta,

Muhammad Luthfi Nurhabibi


NIP.199612292017121002

v
DAFTAR ISI
Halaman Judul .................................................................................... i
Lembar Pengesahan............................................................................ ii
Lembar Persetujuan ............................................................................ iii
Kata Pengantar .................................................................................... iv
Daftar Isi .............................................................................................. vi
Daftar Tabel ......................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................... 2
B. Tujuan dan manfaat .................................................................. 3
C. Ruang Lingkup .......................................................................... 3
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI
A. Deskripsi Organisasi................................................................... 4
B. Deskripsi Isu................……………………….……………………. 9
C. Analisis Isu.....……………………….…….................................... 11
D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih …………………….. 13
E. Nilai-nilai Dasar ASN .....……………………….……………......... 14
F. Matrik Rancangan …………………….………………………........ 18
G. Jadwal Kegiatan …………………….………………………………33
H. Kendala dan Antisipasi …………………….………………………34
BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI
A. Pendalaman Core Isu Terpilih…………………….………………..35
B. Capaian Kegiatan Aktualisasi (Habituasi) …………………….…..37
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan…………………….……………………………………...53
B. Rekomendasi…………………….………………………..................53
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BIODATA

vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Struktur Organisasi ............................................................... 6
Tabel 2. Deskripsi Isu .......................................................................... 10
Tabel 3. Analisis Isu Menggunakan USG ............................................ 12
Tabel 4. Matrik Rancangan .................................................................. 32
Tabel 5. Jadwal Kegiatan .................................................................... 33
Tabel 6. Kendala dan Antisipasi........................................................... 34
Tabel 7. Capaian Kegiatan Aktualisasi (Habituasi) .............................. 37

vii
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia memiliki berbagai faktor yang mampu membuat Indonesia
menjadi negara maju serta mampu mewujudkan visi Negara sebagaimana
tertuang di Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 . Faktor tersebut seperti sumber daya alam yang melimpah,
potensi sumber daya manusia, peluang pasar yang besar dan kondisi politik
yang cenderung stabil. Namun berbagai faktor tersebut belum mampu
dikelola secara efektif dan efisien oleh para aktor pembangunan sehingga
Indonesia masih belum mampu mewujudkan cita-cita bangsa.

Aparatur Sipil Negara (ASN) juga memiliki peran besar dalam


mengelola kondisi tersebut. Sejumlah keputusan strategis, mulai dari
merumuskan kebijakan hingga implementasi kebijakan dalam berbagai
sektor pembangunan dilaksanakan oleh ASN. Diterbitkannya Undang-
undang Nomor 5 Tahun 2014 menuntut ASN untuk bisa menjalankan
tugasnya sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik, dan sebagai
perekat dan pemersatu bangsa. Selain itu, ASN memiliki peranan sebagai
perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum
pemerintahan dan pembangunan nasional melalui kebijakan dan pelayanan
publik yang professional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari
praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Untuk dapat melaksanakan hal tersebut, dibutuhkan sosok ASN


yang professional, yaitu ASN yang mampu memenuhi standar kompetensi
sehingga mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai jabatannya
masing-masing secara efektif dan efisien.

1
Lembaga-lembaga pemerintahan yang bertugas sebagai pelayan publik, di
samping harus memiliki ASN yang professional, dibutuhkan juga fasilitas
serta sarana dan prasarana yang memadai sehingga dapat memberikan
pelayanan yang optimal.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2B Muara Enim sebagai salah satu


Unit Pelaksana Teknis (UPT) di jajaran Kementerian Hukum dan Ham
Sumatera Selatan menjadi salah satu lembaga pemerintah yang bertugas
menjalankan perannya sebagai pelayan publik. Lapas Muara Enim telah
memiliki berbagai macam fasilitas penunjang untuk dapat menjalankan
tugas demi tercapainya visi dan misi pemasyarakatan.

Untuk lebih meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada publik,


perlu dilakukan peningkatan-peningkatan melalui pemilihan isu yang ada di
Lapas Muara Enim baik dari segi ASN maupun fasilitas penunjang.
Beberapa isu perbaikan yang ada yaitu; peningkatan sarana keamanan pos
atas, peningkatan kebersihan kamar warga binaan serta peningkatan ketertiban
dan pelayanan kunjungan.

Melalui analisis di lapangan serta konsultasi dengan atasan core isu


yang dipilih yaitu peningkatan ketertiban dan pelayanan kunjungan. Core
issue tersebut dipilih berdasarkan kejadian-kejadian yang pernah terjadi di
Lapas Klas IIB Muara Enim, dimana pernah terjadinya pengunjung yang
datang dengan maksud mengunjungi WBP pada saat hari libur dan tanggal
merah. Seringkali pengunjung-pengunjung yang baru pertama kali datang
belum mengetahui tata tertib serta alur kunjungan yang ada.

Disamping itu dalam hal pelayanan publik, pengunjung yang juga


merupakan pihak yang harus diberikan pelayanan adalah faktor penting
dalam hal pemberian saran dan masukan terhadap kinerja instansi
pemerintah sehingga instansi pemerintah dalam hal ini Lapas Klas IIB
Muara Enim bisa mendapatkan citra yang positif di hati masyarakat.

2
B. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penyusunan rancangan aktualisasi ini adalah untuk
menginternalisasikan nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, Anti Korupsi (ANEKA) serta peran dan kedudukan ASN
dalam NKRI yaitu Manajemen ASN, Whole Of Goverment (WOG), serta
Pelayan Publik sehingga diharapkan dapat membentuk ASN yang
professional yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan
nasional dan mewujudkan cita-cita bangsa.

Manfaat dari penyusunan rancangan aktualisasi yaitu :

1. Menambah pengalaman dan pengetahuan penulis dalam


tahap aktualisasi sehingga dapat lebih mudah dalam
menyesuaikan diri pada kondisi sebenarnya di satuan kerja

2. Kegunaan teoritis untuk menambah dan mengembangkan


referensi terkait dengan penerapan nilai-nilai dasar ASN oleh
CPNS di satuan kerja
3. Meningkatkan ketertiban dan pelayanan bagi pengunjung
Lapas IIB Muara Enim dengan diimplementasikannya
kegiatan yang ada di rancangan aktualisasi ini.

C. Ruang Lingkup

Aktualisasi dilakukan selama 80 hari kerja dengan menerapkan nilai-


nilai dasar ASN yakni nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik,
Komitmen mutu, dan Anti korupsi (ANEKA) serta peran dan kedudukan
ASN dalam NKRI yang mencakup Manajemen ASN, Whole Of
Ghoverment dan Pelayanan Publik. Ruang lingkup pembahasan
rancangan aktualisasi ini yaitu Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Muara
Enim dalam hal ketertiban dan pelayanan yang diberikan kepada
pengunjung Lapas Klas IIB Muara Enim

3
BAB 2
RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI)

A. Deskripsi Organisasi
1. Profil Organisasi

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia


(Kemenkumham RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia
yang membidangi urusan hukum dan hak asasi manusia.Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Presiden.Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dipimpin
oleh seorang Menteri yang sejak 27 Oktober 2014 dijabat oleh Yasonna
Laoly. Kemenkumham beberapa kali mengalami pergantian nama yakni:
"Departemen Kehakiman" (1945-1999), "Departemen Hukum dan
Perundang-undangan" (1999-2001), "Departemen Kehakiman dan Hak
Asasi Manusia" (2001-2004), "Departemen Hukum dan Hak Asasi
Manusia" (2004-2009), dan "Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia" (2009-sekarang).

Kantor wilayah (kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia


merupakan instansi vertikal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
yang berkedudukan di setiap provinsi, yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Kanwil terdiri atas beberapa divisi serta sejumlah Unit Pelaksana Teknis
(UPT), termasuk Kantor Imigrasi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas),
Lapas Narkotika, Rumah Tahanan Negara (Rutan), Cabang Rutan,
Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan), Balai
Pemasyarakatan (Bapas), Balai Harta Peninggalan (BHP), serta Rumah
Detensi Imigrasi (Rudenim).

4
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Muara Enim merupakan
salah satu UPT di jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
yang telah berdiri sejak awal kemerdekaan sekitar tahun 1945. Kantor
Lapas Muara Enim sudah berpindah tempat sebanyak tiga kali karena
struktur bangunan yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk
dipergunakan. Saat ini kantor Lapas Muara Enim beralamatkan di Jl.
Raya HTI Desa Muara Lawai Kec. Muara Enim Kab. Muara Enim Provinsi
Sumatera Selatan.

Kantor Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Muara Enim ini, mulai


dibangun sejak tahun 2006. Dibangun diatas tanah seluas 38,66 m2
dengan luas bangunan 35,327 m2. Bangunan ini diselesaikan pada
tahun 2010 dan mulai dipergunakan pada tanggal 23 Februari 2011.
Dengan luas bangunan yang demikian Lapas Muara Enim mempunyai
daya tampung penghuni sebanyak 620 Orang dengan rincian sebagai
berikut :

a. Blok Anggrek dengan ukuran per kamar 6,08 m x 5,77m,


sebanyak 9 kamar dengan kapasitas 18 orang / kamar.
b. Blok Bougenville dengan ukuran per kamar 6,08 m x 5,77 m,
sebanyak 13 kamar dengan kapasitas 18 orang / kamar.
c. Blok Cempaka dengan ukuran per kamar 6,08 m x 5,77 m,
sebanyak 11 kamar dengan kapasitas 18 orang / kamar.
d. Blok Mawar dengan ukuran per kamar 6,20 m x 6,00 m, sebanyak
2 kamar dengan kapasitas 18 orang / kamar.
e. Strap Sell dengan ukuran 1,5 m x 2,5 m, sebanyak 1 kamar
dengan kapasitas 9 orang.

Untuk blok mawar sendiri diperuntukkan bagi narapidana berjenis


kelamin wanita sedangkan untuk anak pidana ditempatkan pada salah
satu kamar di blok bougenville. Untuk di Lembaga Pemasyarakatan Klas
II B Muara Enim dilakukan pemisahan ruangan antara narapidana tindak
pidana narkotika, terorisme dan korupsi.

5
Pemisahan ini dilakukan agar proses pembinaan terhadap
narapidana dapat berjalan dengan baik dan petugas pemasyarakatan
dapat lebih mudah untuk memantau kegiatan narapidana tersebut.

Adapun struktur organisasi Lapas Klas IIB Muara Enim sebagai


berikut :

Struktur Organisasi
Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Muara Enim
Jl. Raya HTI Desa Muara Lawai Kec. Muara Enim Kab. Muara Enim

KALAPAS
RUDIK ERMINANTOBc.I.P., S.H.,
M.H.

RUDIK ERMINANTO

KPLP KEPALA SUB BAGIAN


TARMIZI, SH TATA USAHA
DAILAMI, SH

PETUGAS KAURKEPEGAWAIAN KAUR UMUM


PENGAMANAN DAN KEUANGAN FARENDRAYANTI,SH
REGU JAGA I, II, III, AGUSNADI, SH
IV

KEPALA SEKSI BIM. KEPALA SEKSI ADM.


NAPI / ANAK DIDIK DAN KEAMANAN DAN TATA
KEGIATAN KERJA TERTIB
MIRWANSYAH, SH RUSMAN KPOLN,SH

KASUBSI REGISTRASI KASUBSI PELAPORAN


HARDIYANTO, SH BURNADI, SH

KASUBSI KASUBSI KEAMANAN


PERAWATAN NAPI OKA MAHENDRA, SH
ABDUL NIZAR, SE

KASUBSI KEGIATAN
KERJA
RESSY SETIAWAN, SH

2. Visi, Misi dan nilai-nilai Organisasi


Tabel 1. Struktur Organisasi

6
Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Klas IIB Muara Enim memiliki visi
dan misi sebagai berikut :
a. Visi dari Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Klas IIB Muara Enim
adalah Masyarakat memperoleh kepastian hukum.
b. Misi dari Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Klas IIB Muara Enim
adalah sebagai berikut :
1) Mewujudkan peraturan perundang-undangan yang berkualitas.
2) Mewujudkan pelayanan hukum yang berkualitas.
3) Mewujudkan penegakan hukum yang berkualitas.
4) Mewujudkan pernghormatan, pemenuhan dan perlindungan
HAM.
5) Mewujudkan layanan manajemen administrasi kementerian
Hukum dan Ham, serta
6) Mewujudkan aparatur Kementerian Hukum dan Ham yang
profesional dan berintegritas.

Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia


Nomor 7 Tahun 2015, Untuk memandu pencapaian visi dan misi serta
untuk mewujudkan tujuan dan sasaran diperlukan nilai-nilai yang
digunakan sebagai pedoman bagi seluruh insan Kementrian Hukum dan
HAM yaitu Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif
(PASTI) :

7
a. Profesional
Aparat Kementerian Hukum dan HAM adalah aparat yang bekerja
keras untukmencapai tujuan organisasi melalui penguasaan
bidang tugasnya, menjunjung tinggi etika dan integritas profesi
b. Akuntabel
Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan
dapatdipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan
ketentuan atau peraturan yang berlaku.
c. Sinergi
Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan
kerjasama yangproduktif serta kemitraan yang harmonis dengan
para pemangku kepentingan untuk menemukan dan
melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat dan berkualitas.
d. Transparan.
Kementerian Hukum dan HAM menjamin akses atau kebebasan
bagi setiaporang untuk memperoleh informasi tentang
penyelenggaraan pemerintahan, yakni informasi tentang
kebijakan, proses pembuatan dan pelaksanaannya, serta hasil-
hasil yang dicapai.
e. Inovatif
Kementerian Hukum dan HAM mendukung kreativitas dan
mengembangkaninisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan
dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya

8
B. Deskripsi Isu

Di dalam Permenkumham RI Nomor 33 Tahun 2015 disebutkan


bahwa keamanan dan ketertiban yang kondusif di dalam lembaga
pemasyarakatan merupakan syarat utama untuk mendukung terwujudnya
keberhasilan pelaksanaan sistem pemasyarakatan melalui program
pembinaan. Sementara itu gangguan keamanan dan ketertiban adalah
suatu kondisi yang menimbulkan keresahan, ketidakamanan, serta
ketertiban kehidupan di dalam Lapas atau Rutan. Hal ini menunjukan
betapa pentingnya keamanan dan ketertiban di lingkungan Lembaga
Pemasyarakatan dalam mewujudkan rasa aman, nyaman, dan menghindari
kegaduhan yang mengakibatkan fatal di dalam Lapas.
Penyelenggaraan keadaan aman dan tertib di dalam Lapas
dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kedisplinan petugas, penegakan
peraturan, kebersihan lingkungan Lapas, kemudahan bagi warga binaan
untuk mendapatkan informasi dan haknya, serta faktor dari luar seperti
ketertiban pengunjung. Dalam perjalanannya Lapas Klas IIB Muara Enim
terus berupaya memaksimalkan keamanan dan ketertiban serta menutup
cela gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas. Namun tidak
dapat dipungkiri bahwa organisasi, baik itu milik publik ataupun privat harus
selalu siap dalam mengatasi isu-isu yang mungkin dapat membuat
organisasi atau perusahaan tersebut menjadi krisis.
Isu sendiri dapat diartikan sebagai suatu pertanyaan tentang fakta,
nilai, atau kebijakan yang dapat diperdebatkan. Begitu pula dengan Lapas
Klas IIB Muara Enim yang tidak luput dari isu serta permasalahan dalam
proses penyelenggaraan Pengamanan, Pengawasan, dan Pembinaan
warga binaan.

9
Adapun beberapa isu yang penulis pilih yakni :
1. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Warga Binaan
2. Peningkatan Sarana Keamanan Pos Atas
3. Peningkatan Sistem Apel Warga Binaan
4. Peningkatan Ketertiban dan Pelayanan Kunjungan
5. Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan di Tempat Parkir
6. Peningkatan Kebersihan Kamar Warga Binaan

Adapun isu di atas dijelaskan secara ringkas pada tabel di bawah


ini
No Identifikasi Isu Kondisi Sekarang Kondisi Ideal
1. Peningkatan Fasilitas klinik pengobatan Peraturan
Pelayanan Kesehatan yang kurang optimal bagi Pemerintah RI
WBP para WBP yang sakit tidak Nomor 32 Tahun
bisa diobati secara maksimal 1999 tentang syarat
di Klinik Lapas dan terpaksa dan tata cara
dirujuk ke Rumah Sakit pelaksanaan Hak
Daerah. Belum lagi masalah WBP disebutkan
rokok yang banyak dihisap bahwa salah satu
oleh sebagian besar hak Warga Binaan
narapidana membuat kondisi (Napi dan
di lapas menjadi kurang Tahanan) adalah
sehat. memperoleh
pelayanan
kesehatan secara
promotif, preventif,
dan rehabilitatif di
Lapas.
2. Peningkatan Sarana Belum optimalnya sarana Tersedianya
Keamanan Pos Atas keamanan yang dimiliki oleh Sarana penunjang
petugas yang berjaga pada keamanan bagi
pos atas sehingga jika terjadi petugas jaga pos
kondisi yang tidak diinginkan atas
petugas belum bisa
melakukan tindakan sesuai
SOP
3. Jumlah Narapidana yang Perlu peningkatan
Peningkatan Sistem over kapasitas membuat sistem apel WBP
Apel WBP sistem apel wbp menjadi yang sesuai
belum optimal dengan SOP

10
4. Belum optimalnya sarana Tersedianya sarana
Peningkatan informasi kunjungan informasi bagi
Ketertiban dan pengunjung
Pelayanan Kunjungan sehingga dapat
meningkatkan
ketertiban
kunjungan dari
segala sisi, mulai
dari waktu, tempat
dan larangan-
larangan bawaan
kunjungan
5. Peningkatan Penataan kendaraan belum Kendaraan yang
Keamanan dan maksimal serta belum dapat terparkir rapi
Kenyamanan di dilengkapi CCTV dan peningkatan
Tempat Parkir keamanan dengan
tersedianya CCTV
6. Peningkatan Kondisi kamar yang masih Kamar yang bersih
Kebersihan Kamar berantakan dikarenakan dan tersedia kotak
WBP jumlah WBP yang over sampah di setiap
kapasitas dan masih kamar
terdapat sampah-sampah di
kamar
Tabel 2. Deskripsi Isu

C. Analisis Isu
Setelah dideskripsikan pada bagian sebelumnya, maka diperlukan
analisis lanjutan dari isu-isu tersebut. Analisis isu dilakukan bertujuan untuk
menetapkan kriteria kualitas isu. Penetapan kriteria kualitas isu pada isu di
atas menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth).

Pada keenam isu di atas dilakukan analisis penentuan kriteria


kualitas isu dengan metode USG. Penilaian secara USG dilakukan dengan
menggunakan nilai dengan rentang nilai 1 sampai dengan 5. Semakin tinggi
nilai menunjukkan bahwa isu tersebut sangat urgen dan sangat serius untuk
segera ditangani. Variabel penetapan kriteria kualiatas isu pada USG, yaitu;

11
1. Urgency artinya seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,
dianalisis, dan ditindaklanjuti.
2. Seriousness merujuk pada seberapa serius suatu isu harus dibahas
dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan.
3. Growth menekankan pada seberapa besar kemungkinan
memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani segera.

Analisis dengan metode USG ditunjukkan pada Tabel 3, sebagai berikut:

No Penilaian Kriteria Jumlah Peringkat


Masalah U S G
(1-5) (1-5) (1-5)
1. Peningkatan Pelayanan 2 3 3 8 3
Kesehatan WBP
2. Peningkatan Sarana Keamanan 4 2 3 9 2
Pos Atas
3. Peningkatan Sistem Apel WBP 2 2 2 6 5
4. Peningkatan Ketertiban dan 4 4 4 12 1
Pelayanan Kunjungan
5. Peningkatan Keamanan dan 2 2 1 5 6
Kenyamanan di Tempat Parkir
6. Peningkatan Kebersihan Kamar 2 3 2 7 4
WBP
Tabel 3. Tabel Analisis Isu Menggunakan USG

Analisis Isu dengan menggunakan pisau ukur USG, merupakan


metode analisis yang digunakan. Berdasarkan analisis si atas maka
ditemukan isu yang paling tinggi urgensinya untuk dicarikan solusi yaitu

“Peningkatan Ketertiban dan Pelayanan Kunjungan”.

12
D. Argumentasi Terhadap Core Isu yang Dipilih

Berdasarkan hasil penetapan kriteria kualitas dan urgensi isu dengan


metode USG, maka Core issue yang telah terpilih untuk dicarikan solusi
pemecahan masalahnya secara kreatif, dan direncakan aktivitas dalam
memberikan kontribusinya dalam pencapaian visi, misi, dan tujuan
organisasi, serta memberikan manfaat terhadap penguatan nilai-nilai
organisisasi adalah:

“Peningkatan Ketertiban dan Pelayanan Kunjungan pada Lapas Klas IIB


Muara Enim”.

Isu memiliki prioritas tertinggi karena ketertiban dan pelayanan


kunjungan yang diberikan kepada pengunjung Lapas merupakan faktor dari
luar yang memiliki pengaruh besar terhadap penilaian masyarakat terhadap
pelayanan organisasi, kemudian dari ketidaktertiban pengunjung juga akan
berdampak ke berbagai masalah di dalam lapas seperti penyelundupan
barang-barang terlarang narkotika, sajam, handphone, dan lainnya.

Oleh karena itu masih diperlukan upaya-upaya peningkatan ketertiban


dan pelayanan kunjungan guna meningkatkan keamanan dan ketertiban
didalam lapas dan dalam rangka mewujudkan pelayanan keamanan bagi
pengunjung itu sendiri.

13
E. Nilai-Nilai Dasar ASN

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014


yang dimaksud Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai
negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja
pada instansi pemerintah. Fungsi ASN yaitu melaksanakan kebijakan publik
yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan; memberikan pelayanan publik yang
profesional dan berkualitas; dan mempererat persatuan dan kesatuan
Bangsa.
Untuk menjadi seorang pelayan publik yang professional diperlukan
pembekalan kepada PNS dengan nilai-nilai dasar profesi ASN yang dikenal
dengan ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu
dan Anti Korupsi).

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus


dicapai baik oleh individu, kelompok maupun organisasi sesuai
amanah masing-masing. Nilai-nilai dasar akuntabilitas yaitu :

a. Tanggung Jawab (responsibilitas)

b. Integritas

c. Keadilan

d. Kejelasan Laporan

e. Konsistensi

f. Kejujuran

g. Netralitas

h. Menghindari praktek kecurangan dan perilaku korup

i. Penggunaan sumber daya milik Negara

14
j. Penyimpanan dan penggunaan data serta informasi
pemerintah

k. Mengatasi konflik kepentingan

2. Nasionalisme

Nasionalisme adalah pemahaman mengenai nilai-nilai


kebangsaan. Nasionalisme memiliki pokok kekuatan dalam
menilai kecintaan individu terhadap bangsanya. Salah satu cara
untuk menumbuhkan semangat nasionalisme adalah dengan
menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila pengamalan
nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya, setiap
penyelenggara negara, baik di pusat maupun di daerah.

Nilai-nilai nasionalisme yaitu :

a. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa,

b. Nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat Indonesia.

c. Nilai persatuan Indonesia.

d. Nilai Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat

e. Nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

f. Kerja keras.

g. Disiplin.

h. Tidak diskriminatif.

i. Cinta tanah air.

j. Rela berkorban

15
3. Etika Publik
Etika Publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar etika publik yaitu :
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara
pancasila.
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
c. Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak.
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang tidak diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika publik.
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya pada
publik.
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat akurat berdaya guna berhasil guna dan santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan yang berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi konsultasi dan kerja sama.
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
4. Komitmen Mutu
Standar penjaminan mutu pada setiap organisasi tentulah
tidak sama mengingat visi dan arah yang akan dituju berbeda
tetapi ada beberapa nilai yang harus ada pada komitmen mutu
seperti :

16
a. Tepat waktu
b. Sesuai SOP
c. Akurasi
d. Kerjasama
e. Cepat dan tepat
f. Tanggap
g. Evaluasi
h. Cermat
i. Melakukan yang terbaik
j. Profesional
k. Menerima pembaharuan
l. Tidak mempersulit

5. Anti Korupsi

Korupsi berasal dari Bahasa latin corruptio dan corruptus


yang berarti kerusakan atau kebobrokan.Korupsi atau dikenal juga
dengan kata rasuah, mengandung arti tindakan penjabat publik,
baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat
dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan ilegal menyalah
gunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka
untuk mendapatkan keuntungan sepihak.
KPK bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi
nilai-nilai dasar anti korupsi, dan dihasilkan sebanyak 9 nilai anti
korupsi sebagai berikut:
a. jujur, g. sederhana
b. peduli, h. berani
c. mandiri, i. adil
d. disiplin,
e. tanggung jawab,
f. kerja keras,

17
F. Matrik Rancangan
FORMULIR 1. TABEL RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI)

Unit Kerja : Lapas Klas IIB Muara Enim


Identifikasi Isu : 1. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Warga Binaan
2. Peningkatan Sarana Keamanan Pos Atas
3. Peningkatan Sistem Apel Warga Binaan
4. Peningkatan Ketertiban dan Pelayanan Kunjungan
5. Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan di Tempat Parkir
6. Peningkatan Kebersihan Kamar Warga Binaan
Isu yang Diangkat : Peningkatan Ketertiban dan Pelayanan Kunjungan Lapas Klas IIB Muara Enim
Gagasan Pemecahan Isu :

1. Melakukan konsultasi dengan atasan terkait kegiatan yang akan dilakukan


2. Revisi tata tertib kunjungan
3. Menyusun bagan alur kunjungan
4. Pembuatan akun media sosial Lapas Klas IIB Muara Enim sebagai pusat informasi berbasis internet
bagi pengunjung
5. Mencetak dan menempatkan tata tertib kunjungan serta alur kunjungan di tempat yang sesuai
6. Membuat dan menempatkan poster-poster himbauan atau larangan di tempat strategis
7. Mensosialisasikan kepada pengunjung terkait tata tertib, alur kunjungan, media sosial serta poster
himbauan atau larangan

18
NO. KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN DENGAN KONTRIBUSI PENGUATAN NILAI-
KEGIATAN KEGIATAN NILAI-NILAI MATA DIKLAT TERHADAP VISI-MISI NILAI ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan 1. Menghadap atasan 1.Lembar 1. Keterkaitan Dengan Melakukan konsultasi Kegiatan ini
konsultasi dengan untuk konsultasi Persetujuan Agenda Peran dan dengan atasan adalah memberikan penguatan
atasan terkait mengenai atasan Kedudukan PNS adalah bentuk perwujudan dari dalam nilai organisasi
kegiatan yang rancangan pada mata pelatihan misi organisasi yaitu Kemenkumham PASTI
akan dilakukan aktualisasi Manajemen ASN mewujudkan aparatur yaitu :
Kemenkumham yang
2. Keterkaitan dengan nilai profesional dan Professional
2. Penyampaian ANEKA berintegritas Dalam bertindak di
proposal dunia kerja harus
rancangan Akuntabilitas melalui prosedur yang
kegiatan Keterbukaan sudah ada, terkait
2. Foto Menyampaikan latar rancangan aktualisasi
belakang dan ide ini sebelum melakukan
pembuatan rancangan kegiatan harus
kepada atasan secara meminta izin dan
terbuka sesuai data yang berkonsultasi kepada
ada atasan merupakan
salah satu sikap
Nasionalisme professional yang
Musyawarah Mufakat dimiliki ASN.
Proses konsultasi dengan
atasan dilakukan dengan Sinergitas
mengakomodir ide, saran Pada tahapan ini
dan masukan atasan agar terdapat sinergi atau
terciptanya kesamaan kerjasama antara
framing dalam proses bawahan dan atasan
pelaksanaan rancangan

19
Persatuan Indonesia
Proses konsultasi ini
melibatkan atasan dan
bawahan, meskipun
terdapat perbedaan status
jabatan tetapi tetap saling
menghargai satu dengan
yang lainnya

Etika Publik
Menghargai Komunikasi
Konsultasi dan Kerja
Sama
Dalam berkonsultasi kedua
belah pihak ASN
mengedepankan
komunikasi yang baik dan
saling menghargai pendapat
satu sama lain.

Komitmen Mutu
Orientasi Mutu
Konsultasi dilakukan
sebagai wadah untuk
menciptakan kegiatan yang
berkualitas.

Anti Korupsi
Berani
Dalam proses konsultasi
dapat menunjukkan sikap
ASN yang berani
menyampaikan ide dan
gagasan secara terbuka
untuk mencapai tujuan
bersama

20
2. Revisi tata tertib 1. Membentuk tim revisi 1. Surat Tugas 1. Keterkaitan Dengan Mempersiapkan tata tertib Kegiatan ini
kunjungan tata tertib Agenda Peran dan kunjungan sesuai memberikan penguatan
2. Draft Tata Kedudukan PNS adalah peraturan adalah bentuk dalam nilai organisasi
2. Menyusun tata tertib tertib pada mata pelatihan kontribusi terhadap Misi “PASTI” yaitu :
Manajemen ASN organisasi yaitu
3. Lembar “Mewujudkan Professional
3. Penyampaian hasil persetujuan penghormatan, Dengan dibuatnya tata
tim penyusun dengan atasan 2. Keterkaitan dengan nilai pemenuhan, dan tertib kunjungan akan
atasan mengenai tata ANEKA perlindungan HAM”. meningkatkan
tertib tersebut ketertiban dan
4. Foto Akuntabilitas pelayanan kunjungan di
Kejelasan Lapas Klas IIB Muara
Peraturan kunjungan resmi Enim
dapat menjadi dasar dalam
membuat tata tertib Sinergitas
kunjungan Pada tahapan kegiatan
Integritas ini juga terdapat
Dalam mempersiapkan tata koordinasi dari penulis
tertib kunjungan harus dan atasan
sesuai dengan peraturan
yang berlaku

Nasionalisme
Etos Kerja
Pembuatan tata tertib
kunjungan ini menunjukkan
etos kerja dan komitmen
untuk meningkatkan
ketertiban dan pelayanan
pengunjung Lapas Klas IIB
Muara Enim

21
Musyawarah Mufakat
Dalam pembuatan tata tertib
kunjungan melakukan
proses konsultasi dengan
atasan agar diperoleh hasil
yang disetujui bersama

Etika Publik
Menjalankan tugas secara
professional dan tidak
berpihak
Dalam pembuatan tata tertib
kunjungan haruslah
mengedepankan aturan-
aturan yang berlaku bukan
untuk segelintir golongan
saja.

Komitmen Mutu
Sesuai SOP
Pembuatan tata tertib
kunjungan harus sesuai
dengan Peraturan yang
berlaku

Anti Korupsi
Peduli
Pembuatan tata tertib ini
juga merupakan bukti
kepedulian terhadap
peningkatan ketertiban dan
pelayanan bagi pengunjung

22
3. Menyusun Bagan 1. Membuat bagan 1. tata Bagan Alur 1. Keterkaitan Dengan Mempersiapkan alur Kegiatan ini
Alur Kunjungan alur kunjungan Kunjungan Agenda Peran dan kunjungan adalah bentuk memberikan penguatan
sesuai tata tertib Kedudukan PNS adalah perwujudan darn dalam nilai organisasi
pada mata pelatihan kontribusi terhadap Misi “PASTI” yaitu :
2. Menyampaikan 2. Lembar Manajemen ASN organisasi yaitu
bagan alur persetujuan “Mewujudkan Professionalisme
kunjungan kepada atasan 2. Keterkaitan dengan nilai penghormatan, Pembuatan alur
atasan untuk ANEKA pemenuhan, dan kunjungan ini
meminta perlindungan HAM”. bertujuan untuk
persetujuan Akuntabilitas memudahkan
Transparansi pengunjung dalam
Pembuatan alur kunjungan melakukan kunjungan
ini sesuai dengan proses
kunjungan yang ada di Sinergitas
Lapas Klas IIB Muara Enim Terdapat koordinasi
selama ini dan sesuai dan konsultasi antara
dengan peraturan atasan dan bawahan
kunjungan yang berlaku dalam kegiatan ini

Nasionalisme
Kemanusiaan
Tujuan pembuatan alur
kunjungan ini ialah untuk
membantu pengunjung
dalam melakukan
kunjungan
Musyawarah Mufakat
Dalam pembuatan alur
kunjungan ini tetap
berkoordinasi dan
berkonsultasi dengan
atasan agar diperoleh hasil
yang terbaik

23
Etika Publik
Memegang teguh nilai-
nilai dalam ideologi
pancasila
Dalam pembuatan alur
kunjungan ini sesuai
dengan kondisi dan
mengedepankan
kepentingan publik

Komitmen Mutu
Cermat
Pembuatan alur kunjungan
harus dilakukan dengan
cermat sesuai tahapan yang
ada
Sesuai SOP
Pembuatan alur kunjungan
ini harus sesuai aturan dan
tata tertib yang berlaku

Anti Korupsi
Kerja Keras
Pembuatan alur kunjungan
ini dilakukan dengan
sungguh-sungguh agar hasil
sesuai dengan yang
diharapkan

24
4. Pembuatan akun 1. Membuat akun media 1. Akun Media 1. Keterkaitan Dengan Pengoptimalan dan Kegiatan ini
media sosial sosial baru sebagai sosial Lapas Klas Agenda Peran dan pembuatan akun media memberikan penguatan
Lapas Klas IIB pusat informasi Lapas IIB Muara Enim Kedudukan PNS adalah sosial Lapas Klas IIB dalam nilai organisasi
Muara Enim Klas IIB Muara Enim (Facebook dan pada mata pelatihan Muara Enim berkontribusi “PASTI” yaitu :
sebagai pusat Blog) Pelayanan Publik dalam Misi organisasi
informasi berbasis yaitu : “Mewujudkan Akuntabel
internet bagi 2. Keterkaitan dengan nilai layanan manajemen Setiap informasi yang
pengunjung 2. Konsultasi kepada 2. Draft usulan ANEKA administrasi Kementerian diberikan lewat media
atasan terkait materi materi (konten) Hukum dan HAM” sosial dapat
(konten) yang akan di Akuntabilitas dipertanggungjawabkan
tampilkan di akun Keterbukaan kebenarannya.
media sosial Dengan adanya media
sosial sebagai pusat Transparan
informasi Lapas Masyarakat juga dapat
menjadikan masyarakat memberikan saran dan
dapat memperoleh masukan melalui media
informasi secara mudah sosial yang ada
terutama terkait kunjungan
dan kegiatan-kegiatan di
Lapas Klas IIB Muara Enim

Keseimbangan
Dengan adanya media
sosial lapas, diharapkan
masyarakat dalam hal ini
pengunjung tidak hanya
sebagai pihak yang dilayani
tetapi juga dapat menjadi
pihak yang memberikan
kritik dan saran bagi Lapas
Klas IIB Muara Enim terkait
pelayanan yang diberikan.

25
Nasionalisme
Musyawarah Mufakat
Pembuatan media sosial ini
tetap berkoordinasi dan
berkonsultasi dengan
atasan
Cinta Tanah Air
Terkait konten yang akan
dibagikan, media sosial ini
juga akan digunakan untuk
memperingati hari-hari
besar seperti memberikan
ucapan selamat saat hari
besar, kisah terkait hari
bersejarah, dan sebagainya.

Etika Publik
Menghargai komunikasi
konsultasi dan kerja
sama.
Pada kegiatan ini akan
dibentuk tim yang akan
bekerjasama dalam
mengelola akun media
sosial Lapas Klas IIB Muara
Enim
Memberikan layanan
kepada publik secara jujur
dan tanggap
Media sosial berfungsi
sebagai alat pelayanan
dalam hal memberi
informasi yang jujur kepada
masyarakat terutama
pengunjung

26
Komitmen Mutu
Efisien
Dengan adanya media sosial
sebagai pusat informasi
memudahkan pengunjung
untuk mendapatkan info yang
berhubungan dengan Lapas
tanpa harus datang langsung
ke Lapas Klas IIB Muara
Enim
Kreatif
Terkait konten-konten yang
akan dibagikan dapat dibuat
semenarik mungkin
(tulisan,gambar,foto,video,
dsb)

Anti Korupsi
Jujur
Lewat media sosial
masyarakat akan
mendapatkan informasi
yang akurat dan terpercaya
Peduli
Media sosial ini dibuat juga
salah satu bentuk
kepedulian kepada
masyarakat.

27
5 Mencetak dan 1. Melaksanakan 1. Banner tata 1. Keterkaitan Dengan Kegiatan ini berkontribusi Kegiatan ini
menempatkan pencetakan tata tertib dan Banner Agenda Peran dan dalam Misi Organisasi memberikan penguatan
tata tertib tertib dan bagan bagan alur Kedudukan PNS adalah yaitu : Mewujudkan dalam nilai organisasi
kunjungan serta alur kunjungan kunjungan pada mata pelatihan penghormatan, “PASTI” yaitu :
alur kunjungan di Pelayanan Publik pemenuhan, dan
tempat yang 2. Pemasangan 2. Foto perlindungan HAM Professional
strategis Banner 2. Keterkaitan dengan nilai Pencetakan dan
ANEKA peletakkan tata tertib
dan alur kunjungan
merupakan upaya
Akuntabilitas peningkatan ketertiban
Tanggung Jawab dan pelayanan bagi
Tata tertib dan alur pengunjung Lapas Klas
kunjungan yang telah dibuat IIB Muara enim
serta ditempatkan pada
tempat yang telah Sinergitas
ditentukan merupakan salah Terjadi kesepakatan
satu bentuk tanggung jawab dan komunikasi pada
dalam meningkatkan kegiatan ini baik
ketertiban dan layanan bagi dengan pihak
pengunjung percetakan maupun
dengan atasan
Nasionalisme
Cinta Tanah Air Inovasi
Pada tata tertib dan alur Inovasi digambarkan
kunjungan dapat dari pembuatan alur
ditambahkan simbol-simbol kunjungan secara hard
negara seperti Sang Merah copy lalu diletakkan di
Putih dan logo kementerian tempat yang telah
ditentukan

28
Etika Publik
Memelihara dan
menjunjung tinggi
standar etika publik
Dalam memilih lokasi
pemasangan banner tetap
melakukan konsultasi
dengan atasan merupakan
bentuk etika kepada atasan

Komitmen Mutu
Efektif
Ketika tata tertib dan alur
kunjungan sudah dicetak
dan ditempatkan pada
tempatnya berarti tujuan
kegiatan ini sudah tercapai
Inovasi
Alur kunjungan yang dibuat
berbentuk hard copy
merupakan hal baru yang
ada di Lapas Klas IIB
Muara Enim

Anti Korupsi
Mandiri
Proses pembuatan hingga
pencetakkan ini adalah
kerja mandiri penulis

29
6 Membuat dan 1. Menyusun materi 1. Draft Materi 1. Keterkaitan Dengan Membuat dan Kegiatan ini
menempatkan poster Poster Agenda Peran dan menempatkan poster- memberikan penguatan
poster-poster Kedudukan PNS adalah poster himbauan dan dalam nilai organisasi
himbauan atau 2. Menyampaikan dan 2. Lembar pada mata pelatihan larangan di tempat “PASTI” yaitu :
larangan di meminta persetujuan persetujuan Pelayanan Publik strategis merupakan
tempat yang materi poster kepada atasan perwujudan dari misi Professional
strategis atasan 2. Keterkaitan dengan nilai organisasi yaitu : Poster larangan dan
ANEKA Mewujudkan penegakan himbauan merupakan
3. Membuat dan 3. Poster hukum yang berkualitas salah satu upaya Lapas
mencetak poster Akuntabilitas yang juga merupakan
Tanggung Jawab penegak hukum untuk
4. Pemasangan poster 4. Foto Tanggung jawab dalam senantiasa mengajak
di tempat yang telah pembuatan poster hingga masyarakat taat pada
ditentukan pemasangan aturan dan hukum yang
berlaku
Nasionalisme
Cinta Tanah Air
Terkait isi poster contohnya
himbauan untuk menjaga
kebersihan, larangan
menggunakan nakrkoba
merupakan bentuk cinta
kepada negeri

Etika Publik
Setia dan
Mempertahankan
Undang-undang Dasar
NKRI
Poster dapat berupa ajakan
untuk senantiasa
mempererat hubungan
berbangsa dan bernegara

30
Komitmen Mutu
Kreativitas
Desain poster dapat dibuat
sekreatif dan semenarik
mungkin

Anti Korupsi
Sederhana
Poster dicetak sederhana
menggunakan peralatan
dan perlengkapan pribadi
penulis

7 Mensosialisasikan 1. Pembagian brosur 1. Brosur 1. Keterkaitan Dengan Kegiatan ini adalah Kegiatan ini
kepada mengenai telah Agenda Peran dan bentuk perwujudan dari memberikan penguatan
pengunjung tersedianya revisi Kedudukan PNS adalah misi organisasi yaitu dalam nilai organisasi
terkait revisi tata tata tertib, bagan pada mata pelatihan mewujudkan aparatur “PASTI” yaitu :
tertib, alur alur kunjungan dan Pelayanan Publik Kemenkumham yang
kunjungan, media media sosial serta profesional dan Professional
sosial serta poster poster 2. Keterkaitan dengan nilai berintegritas Upaya untuk
himbauan dan ANEKA memberikan pelayanan
larangan yang 2. Penyampaian 2. Foto / Video terbaik pada
tersedia. secara langsung Akuntabilitas masyarakat dalam hal
kepada pengunjung Tanggung Jawab ini pengunjung
mengenai telah Bertanggung jawab dalam
tersedianya revisi memberikan informasi
tata tertib, bagan kepada pengunjung demi
alur kunjungan dan kebaikan bersama
media sosial serta Kejelasan
poster Pengunjung dapat
mengetahui secara pasti
terkait hal yang
disosialisasikan

31
Nasionalisme
Persatuan
Saling menghargai dalam
proses penyampaian
informasi

Etika Publik
Memberikan layanan
kepada publik secara
jujur, tanggap, cepat,
tepat akurat berdaya
guna berhasil guna dan
santun
Mengedepankan nilai-nilai
kesopanan dan kesantunan
saat proses sosialisasi

Komitmen Mutu
Komitmen
Kegiatan ini merupakan
salah satu bentuk
komitmen dalam
meningkatkan ketertiban
dan pelayanan kunjungan

Anti Korupsi
Jujur
Jujur terhadap informasi
yang disampaikan
Sederhana
Proses penyampaian yang
sederhana
Tabel 4. Matrik Rancangan

32
G. Jadwal Kegiatan

Jadwal Kegiatan

Minggu Pelaksanaan
No Kegiatan Juni Juli Agustus September
4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2
1 Melakukan konsultasi dengan atasan terkait kegiatan
yang akan dilakukan
2 Revisi tata tertib kunjungan

3 Menyusun bagan alur kunjungan

4 Pembuatan akun media sosial Lapas Klas IIB Muara


Enim sebagai pusat informasi berbasis internet bagi
pengunjung
5 Mencetak dan menempatkan tata tertib kunjungan serta
alur kunjungan di tempat yang sesuai
6 Membuat dan menempatkan poster-poster himbauan
atau larangan di tempat strategis
7 Mensosialisasikan kepada pengunjung terkait tata tertib,
alur kunjungan, media sosial serta poster himbauan dan
larangan
Tabel 5. Jadwal Kegiatan

33
H. Kendala dan Antisipasi

No. Kendala Antisipasi


• Terus melakukan upaya pendekatan dan berkonsultasi
1. Kurangnya dukungan dari rekan kerja dengan atasan langsung

Jadwal pelaksanaan yang masih bisa berubah • Melakukan konsultasi dengan atasan langsung /
2. mentor dan coach
sesuai kondisi di tempat aktualisasi

Masalah finansial, kegiatan yang dilaksanakan • Peserta harus siap apabila harus menggunakan
3. oleh peserta pelatihan dasar CPNS tidak masuk biaya pribadi
dalam anggaran DIPA
Tabel 6. Kendala dan Antisipasi

34
BAB III

PELAKSANAAN AKTUALISASI

A. Pendalaman Corre Issue Terpilih

Penerapan rancangan nilai-nilai dasar profesi ASN Penjaga Tahanan


di Lapas Klas IIB Kab. Muara Enim dilaksanakan selama 80 Hari (sekitar
tiga bulan) sesuai dengan proses/tahapan yang disyaratkan dalam Latsar
Prajabatan Golongan II hal itu berdasarkan sesuai dengan Perka LAN No
24 tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS
Golongan II,merujuk pasal 63 ayat (3) dan ayat (4). Beberapa kegiatan
yang telah dirancang dan disusun sedemikian rupa memiliki satu tujuan
akhir yaitu mencari solusi dari core issue dalam kegiatan ini yaitu
Peningkatan Ketertiban dan Pelayanan Kunjungan Pada Lapas Klas IIB
Muara Enim.

Pemilihan core issue tersebut dipilih berdasarkan kejadian-kejadian


yang pernah terjadi di Lapas Klas IIB Kab. Muara Enim, dimana pernah
terjadinya pengunjung yang datang dengan maksud mengunjungi WBP
pada saat hari libur dan tanggal merah. Seringkali pengunjung-pengunjung
yang baru pertama kali datang belum mengetahui tata tertib serta alur
kunjungan yang ada.

Disamping itu dalam hal pelayanan publik, pengunjung yang juga


merupakan pihak yang harus diberikan pelayanan adalah faktor penting
dalam hal pemberian saran dan masukan terhadap kinerja instansi
pemerintah sehingga instansi pemerintah dalam hal ini Lapas Klas IIB
Muara Enim bisa mendapatkan citra yang positif di hati masyarakat.

35
Dengan adanya permasalahan yang ditemukan dalam proses
kunjungan ini, maka dirasa sangat perlu solusi yang dapat menyelesaikan
masalah yang menjadi core issue, yaitu Peningkatan Ketertiban dan
Pelayanan Kunjungan Lapas Klas IIB Muara Enim.Pemahaman nilai-nilai dasar
profesi PNS, tahapan kegiatan dan kualitas produk kegiatan, kontribusi
kegiatan terhadap visi misi organisasi akan diuraikan dari masing-masing
kegiatan sebagai berikut

36
B. CAPAIAN KEGIATAN AKTUALISASI ( HABITUASI )

No Kegiatan Waktu Persentase Output Ket

Pelaksanaan Capaian

1 1. Melakukan konsultasi dengan atasan 21 Juni– 5 Juli 2018 100 % 1.Lembar Persetujuan Terlaksana
terkait kegiatan yang akan dilakukan atasan
2.Foto
2 2. Revisi tata tertib kunjungan 7-18 Juli 2018 100 % 1. Surat Tugas / SK Terlaksana
Tim
2. Draft Tata tertib
3. Lembar persetujuan
atasan
4. Naskah Revisi Tata
tertib
5. Foto
3 3. Menyusun bagan alur kunjungan 18-31 Juli 2018 100 % 1. Desain Bagan Alur Terlaksana
Kunjungan
2. Lembar persetujuan
atasan
4 4. Pembuatan akun media sosial Lapas Klas 2-12 Agustus 2018 100 % 1. Akun Media sosial Terlaksana
IIB Muara Enim sebagai pusat informasi berbasis Lapas Klas IIB Muara
internet bagi pengunjung Enim (Facebook dan
Blog)
2. Draft usulan materi
(konten)

37
5 5. Mencetak dan menempatkan tata tertib 8 – 19Agustus2018 100 % 1. Banner tata tertib Terlaksana
kunjungan serta alur kunjungan di tempat yang 2. Banner bagan alur
sesuai kunjungan
3. Foto
6 6. Membuat dan menempatkan poster- 15- 27 Agustus 2018 100 % 1. Draft Materi Poster Terlaksana
poster himbauan atau larangan di tempat 2.Lembar persetujuan
strategis atasan
3. Poster
4. Foto
7 7. Mensosialisasikan kepada pengunjung 5- 19 September 100 % 1. Brosur Terlaksana
terkait tata tertib, alur kunjungan, media sosial 2. Foto / Video
serta poster himbauan atau larangan

Tabel 7

38
KEGIATAN 1

Melakukan konsultasi dengan atasan terkait kegiatan yang akan


dilakukan

Sebelum memulai kegiatan aktualisasi ( habituasi), dilaksanakan


terlebih dahulu pelaporan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan
selama 80 hari di lapas muara enim. Hal ini dilakukan agar pimpinan di
lapas muara enim mengetahui kegiatan yang dilaksanakan selama
aktualisasi ( habituasi ) berlangsung.

Kegiatan Melakukan konsultasi dengan atasan terkait kegiatan yang


akan dilakukan
Tanggal 21 Juni– 5 Juli 2018
Lampiran 1.Lembar Persetujuan atasan
2.Foto
1. Pemahaman Nilai Dasar Profesi ASN

a. Akuntabilitas
Keterbukaan
Menyampaikan latar belakang dan ide pembuatan rancangan kepada atasan secara
terbuka sesuai data yang ada
b. Nasionalisme
Musyawarah Mufakat
Proses konsultasi dengan atasan dilakukan dengan mengakomodir ide, saran dan
masukan atasan agar terciptanya kesamaan framing dalam proses pelaksanaan
rancangan
c. Etika Publik
Menghargai Komunikasi Konsultasi dan Kerja Sama
Dalam berkonsultasi kedua belah pihak ASN mengedepankan komunikasi yang baik
dan saling menghargai pendapat satu sama lain.
d. Komitmen Mutu
Orientasi Mutu
Konsultasi dilakukan sebagai wadah untuk menciptakan kegiatan yang berkualitas

39
e. Anti Korupsi
Berani
Dalam proses konsultasi dapat menunjukkan sikap ASN yang berani menyampaikan ide
dan gagasan secara terbuka untuk mencapai tujuan bersama

2. Tahapan Kegiatan dan Kualitas Produk Kegiatan


Tahapan Kegiatan
Tahapan yang dilakukan dalam Melakukan konsultasi dengan atasan terkait
kegiatan yang akan dilakukan:
a. Berkoordinasi dengan atasan
b. Mempersiapakan jadwal rapat dengan pimpinan
c. Mempersiapakan hardcopy perencanaan program kerja yang sdh di buat
d. Berdiskusi tentang cara terbaik untuk melaksanakan program kerja

Kualitas Produk Kegiatan


Dengan melakukan pelaporan kepada pimpinan, pimpinan dapat mengetahui apa
yang dilakukan bawahan di lapas muara enim.

3. Kontribusi Kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisasi

Melakukan konsultasi dengan atasan adalah bentuk perwujudan dari misi


organisasi yaitu mewujudkan aparatur Kemenkumham yang profesional dan
berintegritas

40
KEGIATAN 2
Revisi tata tertib kunjungan
Kegiatan Revisi tata tertib kunjungan
Tanggal 7-18 Juli 2018
Lampiran 1. Surat Tugas
2. Draft tata tertib
3. Lembar persetujuan atasan
4. Foto

1. Pemahaman Nilai Dasar Profesi ASN

a. Akuntabilitas
Kejelasan
Peraturan kunjungan resmi dapat menjadi dasar dalam membuat tata tertib kunjungan
b. Nasionalisme
Etos Kerja
Pembuatan tata tertib kunjungan ini menunjukkan etos kerja dan komitmen untuk
meningkatkan ketertiban dan pelayanan pengunjung Lapas Klas IIB Muara Enim
c. Etika Publik
Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak
Dalam pembuatan tata tertib kunjungan haruslah mengedepankan aturan-aturan
yang berlaku bukan untuk segelintir golongan saja.
d. Komitmen Mutu
Sesuai SOP
Pembuatan tata tertib kunjungan sesuai dengan Peraturan yang berlaku
e. Anti Korupsi
Peduli
Pembuatan tata tertib ini juga merupakan bukti kepedulian terhadap peningkatan
ketertiban dan pelayanan bagi pengunjung

41
2. Tahapan Kegiatan dan Kualitas Produk Kegiatan
Tahapan Kegiatan
Tahapan yang dilakukan dalam revisi tata tertib kunjungan :
1. Dibentuk tim revisi tata tertib oleh atasan
2. Koordinasi dengan untuk menyusun tata tertib
3. Membuat draft revisi tata tertib
4. Penyampaian hasil revisi dengan atasan mengenai tata tertib tersebut

Kualitas Produk Kegiatan


Dengan disusunnya revisi tata tertib kunjungan akan memberikan kejelasan dalam
proses mengunjungi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

3. Kontribusi Kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisasi


Mempersiapkan tata tertib kunjungan sesuai peraturan adalah bentuk
kontribusi terhadap Misi organisasi yaitu mewujudkan penghormatan,
pemenuhan, dan perlindungan HAM.

42
KEGIATAN 3

Menyusun Bagan Alur Kunjungan


Kegiatan Menyusun Bagan Alur kunjungan
Tanggal 18-31 Juli 2018
Lampiran 1. Desain Bagan Alur Kunjungan
2. Lembar persetujuan atasan
3. Foto

1. Pemahaman Nilai Dasar Profesi ASN


a. Akuntabilitas
Transparansi
Pembuatan alur kunjungan ini sesuai dengan proses kunjungan yang ada di
Lapas Klas IIB Muara Enim selama ini dan sesuai dengan peraturan kunjungan
yang berlaku

b. Nasionalisme
Kemanusiaan
Tujuan pembuatan alur kunjungan ini ialah untuk membantu pengunjung dalam
melakukan kunjungan

c. Etika Publik
Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi pancasila
Dalam pembuatan alur kunjungan ini sesuai dengan kondisi dan
mengedepankan kepentingan publik

d. Komitmen Mutu
Cermat
Pembuatan alur kunjungan harus dilakukan dengan cermat sesuai tahapan yang
ada

e. Anti Korupsi
Peduli
Pembuatan alur kunjungan ini juga merupakan bukti kepedulian terhadap
peningkatan ketertiban dan pelayanan bagi pengunjung

43
2. Tahapan Kegiatan dan Kualitas Produk Kegiatan
Tahapan Kegiatan
Tahapan yang dilakukan dalam pembuatan bagan alur kunjungan :
1. Mengamati proses kunjungan yang ada di lapas kelas 2b Muara Enim
2. Menyusun konsep alur kunjungan
3. Membuat desain bagan alur kunjungan
4. Menyampaikan desain bagan alur kunjungan kepada atasan untuk meminta
persetujuan

Kualitas Produk Kegiatan


Dengan disusunnya bagan alur kunjungan akan memberikan kejelasan kepada
pengunjung dalam proses mengunjungi warga binaan pemasyarakatan (WBP)
terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali berkunjung ke Lapas.

3. Kontribusi Kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisasi


Mempersiapkan alur kunjungan adalah bentuk perwujudan darn kontribusi
terhadap Misi organisasi yaitu mewujudkan penghormatan, pemenuhan, dan
perlindungan HAM.

44
KEGIATAN 4

Pembuatan akun media sosial Lapas Klas IIB Muara Enim sebagai
pusat informasi berbasis internet bagi pengunjung

Kegiatan Pembuatan akun media sosial Lapas Klas IIB Muara Enim
sebagai pusat informasi berbasis internet bagi pengunjung
Tanggal 2-12 Agustus 2018
Lampiran 1. Screenshoot Akun Media sosial Lapas Klas IIB Muara Enim
(Facebook dan Blog)
2. Draft usulan materi (konten)
3. Screenshoot Postingan

1. Pemahaman Nilai Dasar Profesi ASN


a. Akuntabilitas
Keterbukaan
Dengan adanya media sosial sebagai pusat informasi Lapas menjadikan
masyarakat dapat memperoleh informasi secara mudah terutama terkait
kunjungan dan kegiatan-kegiatan di Lapas Klas IIB Muara Enim

b. Nasionalisme
Cinta Tanah Air
Terkait konten yang akan dibagikan, media sosial ini juga akan digunakan untuk
memperingati hari-hari besar seperti memberikan ucapan selamat saat hari
besar, kisah terkait hari bersejarah, dan sebagainya.

c. Etika Publik
Memberikan layanan kepada publik secara jujur dan tanggap
Media sosial berfungsi sebagai alat pelayanan dalam hal memberi informasi
yang jujur kepada masyarakat terutama pengunjung

d. Komitmen Mutu
Efisien
Dengan adanya media sosial sebagai pusat informasi memudahkan pengunjung
untuk mendapatkan info yang berhubungan dengan Lapas tanpa harus datang
langsung ke Lapas Klas IIB Muara Enim

45
e. Anti Korupsi
Jujur
Lewat media sosial masyarakat akan mendapatkan informasi yang akurat dan
terpercaya

2. Tahapan Kegiatan dan Kualitas Produk Kegiatan


Tahapan Kegiatan
Tahapan yang dilakukan dalam pembuatan akun media sosial Lapas Klas IIB
Muara Enim sebagai pusat informasi berbasis internet bagi pengunjung:
1. Membuat akun media sosial (facebook dan blog) sebagai pusat informasi Lapas
Klas IIB Muara Enim
2. Menyusun daftar konten-konten (materi) yang akan di posting di media sosial
3. Menyampaikan kepada atasan untuk meminta persetujuan

Kualitas Produk Kegiatan


Dengan dibuatnya akun media sosial Lapas Kelas IIB Muara Enim sebagai pusat
informasi diharapkan masyarakat terutama pengunjung dapat lebih efektif dan
efisien dalam mengetahui tata tertib, alur kunjungan maupun informasi terbaru
yang ada di Lapas. Masyarakat juga dapat memberikan saran dan kritik yang
membangun untuk kebaikan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Muara Enim.

3. Kontribusi Kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisasi


Pembuatan akun media sosial Lapas Klas IIB Muara Enim berkontribusi dalam
Misi organisasi yaitu mewujudkan layanan manajemen administrasi Kementerian
Hukum dan HAM”

46
KEGIATAN 5
Mencetak dan menempatkan tata tertib kunjungan serta alur
kunjungan di tempat yang strategis
Kegiatan Mencetak dan menempatkan tata tertib kunjungan serta alur
kunjungan di tempat yang strategis
Tanggal 8 – 19 Agustus2018
Lampiran 1. Foto Banner tata tertib dan alur kunjungan
2. Foto

1. Pemahaman Nilai Dasar Profesi ASN


a. Akuntabilitas
Tanggung Jawab
Tata tertib dan alur kunjungan yang telah dibuat serta ditempatkan pada tempat
yang telah ditentukan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dalam
meningkatkan ketertiban dan layanan bagi pengunjung

b. Nasionalisme
Cinta Tanah Air
Pada tata tertib dan alur kunjungan dapat ditambahkan simbol-simbol negara
seperti Sang Merah Putih dan logo kementerian

c. Etika Publik
Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika publik
Dalam memilih lokasi pemasangan banner tetap melakukan konsultasi dengan
atasan merupakan bentuk etika kepada atasan

d. Komitmen Mutu
Inovasi
Banner alur kunjungan yang dibuat berbentuk hard copy merupakan hal baru
yang ada di Lapas Klas IIB Muara Enim

e. Anti Korupsi
Peduli
Banner tata tertib dan alur kunjungan merupakan bentuk kepedulian terhadap
pelayanan yang diberikan kepada masyarakat

47
2. Tahapan Kegiatan dan Kualitas Produk Kegiatan
Tahapan Kegiatan
Tahapan yang dilakukan dalam mencetak dan menempatkan tata tertib
kunjungan serta alur kunjungan di tempat yang strategis :
1. Melaksanakan pencetakan tata tertib dan bagan alur kunjungan
2. Melaksanakan pemasangan banner
3. Meletakkan banner di tempat yang strategis

Kualitas Produk Kegiatan


Menghasilkan banner tata tertib dan alur kunjungan yang telah diletakkan di
tempat yang strategis sehingga mudah dilihat oleh pengunjung dan dijadikan
pedoman dalam melakukan kunjungan.

3. Kontribusi Kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisasi


Kegiatan ini berkontribusi dalam Misi Organisasi yaitu mewujudkan
penghormatan, pemenuhan, dan perlindungan HAM

48
KEGIATAN 6
Membuat dan menempatkan poster-poster himbauan dan larangan di
tempat yang strategis

Kegiatan Membuat dan menempatkan poster-poster himbauan dan


larangan di tempat yang strategis
Tanggal 15- 27 Agustus 2018
Lampiran 1. Draft usulan materi poster
2. Lembar persetujuan atasan
3. Foto

1. Pemahaman Nilai Dasar Profesi ASN


a. Akuntabilitas
Tanggung Jawab
Tanggung jawab dalam pembuatan poster hingga pemasangan

b. Nasionalisme
Cinta Tanah Air
Terkait isi poster contohnya himbauan untuk menjaga kebersihan, larangan
menggunakan nakrkoba merupakan bentuk cinta kepada negeri

c. Etika Publik
Setia dan Mempertahankan Undang-undang Dasar NKRI
Salah satu poster berisi himbauan untuk mencintai NKRI

d. Komitmen Mutu
Kreativitas
Poster berisi konten-konten yang unik dan menarik bagi yang melihat

e. Anti Korupsi
Sederhana
Poster dicetak sederhana menggunakan peralatan dan perlengkapan pribadi
penulis

49
2. Tahapan Kegiatan dan Kualitas Produk Kegiatan
Tahapan Kegiatan
Tahapan yang dilakukan dalam membuat dan menempatkan poster :
1. Memilih jenis-jenis (materi) poster
2. Menyampaikan dan meminta persetujuan materi poster kepada atasan
3. Membuat dan mencetak poster
4. Pemasangan poster di tempat yang telah ditentukan

Kualitas Produk Kegiatan


Menghasilkan poster himbauan dan larangan yang telah ditempelkan di ruang
kunjungan sehingga terlihat oleh pengunjung sehingga pengunjung senantiasa
menjaga ketertiban dan mengikuti himbauan yang tersedia pada poster tersebut.

3. Kontribusi Kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisasi


Membuat dan menempatkan poster-poster himbauan dan larangan di tempat
strategis merupakan perwujudan dari misi organisasi yaitu mewujudkan
penegakan hukum yang berkualitas

50
KEGIATAN 7
Mensosialisasikan kepada pengunjung terkait revisi tata tertib, alur
kunjungan, media sosial serta poster himbauan dan larangan yang
telah tersedia di Lapas Klas IIB Muara Enim

Kegiatan Mensosialisasikan kepada pengunjung


Tanggal 5- 19 September
Lampiran 1. Brosur
2. Foto
3. Video

1. Pemahaman Nilai Dasar Profesi ASN


a. Akuntabilitas
Tanggung Jawab
Bertanggung jawab dalam memberikan informasi kepada pengunjung demi
kebaikan bersama

b. Nasionalisme
Persatuan
Saling menghargai dalam proses penyampaian informasi

c. Etika Publik
Memberikan layanan kepada publik secara jujur dan santun
Mengedepankan nilai-nilai kesopanan dan kesantunan saat proses sosialisasi

d. Komitmen Mutu
Komitmen
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen dalam meningkatkan
ketertiban dan pelayanan kunjungan

e. Anti Korupsi
Jujur
Jujur terhadap informasi yang disampaikan

51
2. Tahapan Kegiatan dan Kualitas Produk Kegiatan
Tahapan Kegiatan
Tahapan yang dilakukan dalam revisi tata tertib kunjungan :
1. Menyiapkan dan mencetak brosur
2. Menyampaikan sosialisasi secara lisan kepada pengunjung
3. Memberikan brosur kepada pengunjung

Kualitas Produk Kegiatan


Menghasilkan pemberian informasi yang jelas kepada pengunjung dalam bentuk
sosialisasi secara lisan serta melalui media cetak yaitu brosur.

3. Kontribusi Kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisasi


Kegiatan ini adalah bentuk perwujudan dari misi organisasi yaitu mewujudkan
aparatur Kemenkumham yang profesional dan berintegritas

52
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Laporan ini merupakan laporan atas kegiatan aktualisasi peserta
pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Jabatan Penjaga
Tahanan. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar Profesi PNS ini
dilaksanakan dalam rentang waktu dari mulai tanggal 21 Juni s.d. 19
September 2018 yang berlokasi di lapas Klas IIB Muara Enim. Dalam upaya
menginternalisasikan kelima nilai dasar Profesi PNS yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, komitmen Mutu dan Anti Korupsi. Dalam
perjalannya untuk menjadi seorang pelayan publik yang profesional, nilai
ANEKA tersebut diimplementasikan kedalam upaya pemecahan core issue
yang menjadi inti dari permasalahan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan
tidak hanya dalam upaya menanamkan nilai-nilai ANEKA, tetapi juga untuk
membentuk suatu profesionalitas bagi seorang ASN dalam menjalankan
fungsi dan perannya sebagai Pelayan masyarakat.
Dalam proses mengaktualisasikan nilai dasar PNS, penulis merasa
upaya yang dilakukan untuk meningkatkan ketertiban dan pelayanan
kunjungan di Lapas Klas IIB Muara Enim sudah terlaksana dengan baik
dalam pemecahan permasalahan core issue yang terpilih dengan kegiatan-
kegiatan yang telah dilaksanakan selama kurang lebih 80an hari. Dari
kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan ketertiban sudah tercipta dari mulai
pengunjung yang lebih taat terhadap peraturan kunjungan yang berlaku
serta pelayanan yang lebih baik dilihat dari tersedianya alur kunjungan yang
membantu pengunjung serta media sosial yang membuat pengunjung
mengetahui informasi dengan lebih mudah.

B. Rekomendasi
Sebaiknya kegiatan-kegiatan yang dapat menghasilkan suatu hal yang
berguna untuk meningkatkan ketertiban dan pelayanan kunjungan harus
selalu diciptakan. Hal ini berguna untuk semakin membuat kondisi Lapas
aman dan tertib serta membuat citra Lembaga Pemasyarakatan di mata
masyarakat semakin menjadi positif.

53
LAMPIRAN FOTO
Kegiatan 1

Gambar 1. Konsultasi bersama atasan untuk melaporkan rencana kegiatan


aktualisasi

Kegiatan 2

Gambar 2. Koordinasi bersama rekan dalam Gambar 3. Meminta persetujuan atasan


pembuatan revisi tata tertib

54
Kegiatan 3

Gambar 4. Mengamati proses Gambar 5. Membuat desain bagan alur kunjungan

kunjungan

Gambar 6. Desain Tata Tertib Gambar 7. Meminta persetujuan atasan


dan Alur Kunjungan

55
Kegiatan 4

Gambar 8. Screenshoot Blog Lapas Kelas IIB Muara Enim

Gambar 9. Screenshoot Postingan di Blog Lapas Kelas IIB Muara Enim

Gambar 10. Screenshoot Halaman Facebook Lapas Kelas IIB Muara Enim

Gambar 11. Screenshoot Postingan di Halaman Facebook

56
Kegiatan 5

Gambar 12. Pencetakan Banner Gambar 13. Pemasangan Banner

Gambar 14. Sebelum Adanya Banner Gambar 15. Peletakkan banner

di tempat strategis

57
Kegiatan 6

Gambar 16. Ruang kunjungan sebelum poster himbauan di pasang, saat proses
pemasangan poster dan setelah poster himbauan dipasang

Gambar 17. Ruang Kunjungan sebelum poster larangan dipasang, saat proses
pemasangan poster dan setelah poster larangan dipasang

58
Kegiatan 7

Gambar 18. Brosur yang telah di cetak (tampak depan dan belakang)

Gambar 19. Sosialisasi secara langsung dan memberikan brosur kepada pengunjung

59
LAMPIRAN DOKUMEN

Gambar 1. Lembar persetujuan Mentor (Kegiatan 1 – 4)

60
Gambar 2. Lembar Persetujuan Mentor (kegiatan 5-7)

Gambar 3. Surat Tugas Tim Revisi Tata Tertib

61
Gambar 4. Draft Tata Tertib

Gambar 5. Draft Usulan Materi Sosial Media

62
Gambar 6. Draft Usulan Materi Poster

63
DAFTAR PUSTAKA

“Undang-Undang Nomor: 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.” .

“Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara RI Nomor 15 Tahun 2015


tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Prajabatan CPNS Golongan
II.”

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2014. Akuntabilitas: Modul


Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2014. Nasionalisme:
Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia. 


Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2014. Etika Publik: Modul


PenyelenggaraaPenyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia. 



Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2014. Komitmen Mutu:


Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidik an dan Pelatihan Calon Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia. 


Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2014. Anti Korupsi: Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri
Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga A dministrasi Negara
Republik Indonesia. 


Basseng and Purwana, Aktualisasi; Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan


Golongan III, Lembaga Administras Negara Republik Indonesia. 2014.

64
BIODATA PENULIS

Nama : Muhammad Luthfi Nurhabibi

Tempat/Tanggal Lahir : Lahat, 29 Desember 1996

Agama : Islam

Status : Belum Menikah

Alamat : Jl. Kamboja No. 11 BD. Jaya Lahat

Pekerjaan : CPNS Kemenkumham, Lapas Kelas II B Muara Enim

No. Hp : 082186603553

Alamat Email : mluthfinurhabibi@ymail.com

Pendidikan Formal :

Sekolah Dasar : SDN 23 Lahat (2002-2008)

SMP : SMPN 5 Lahat (2008-2011)

SMA : SMAN 4 Lahat (2011-2014)

Perguruan tinggi : Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas

Sriwijaya Indralaya (2014 - 2017)

Riwayat Organisasi : Ikatan Mahasiswa Lahat (IKAMALA)

Ikatan Mahasiswa Akuntansi Unsri (IMA Unsri)

Ikatan Pemuda Peduli Sosial (IKASA)

65