Anda di halaman 1dari 15

VII.

Tinjauan Pustaka
IV. Penganiayaan
III. Deskripsi luka dan derajad kualifikasi luka (Derajad luka)
I.1.beserta
II. VisumUmur
Definisi
Kekerasan et Luka
Penganiayaan
Repertum
dan Perlukaan
•1.1.
1.
2. Landasan Definisi
Definisi Deskripsi
Traumatologi
Hukum
Terminologi Et luka
Penganiayaan
Visum Repertum
•2.2.
2. Definisi
Definisi derajad kualifikasi luka (Derajad luka)
kekerasan
Definisi
3. Definisi
•3.3. perlukaan/luka
Landasan
Landasan hukum derajad kualifikasi luka (Derajad luka)
hukum
4. Klasifikasi
• 4.
4. kekerasan
Jenis-jenis
Klasifikasivisum et (Trauma)
repertum
Derajad kualifikasi luka (derajad luka)
5. 5. Mekanisme
Tatacara kekerasanvisum
pelayanan : et repertum
• 5. Tata cara membuat deskripsi luka
6. A.Tatacara
Mekanik,penulisan visum et repertum
• 6.B.Umur
Fisika,Luka berdasarkan proses penyembuhan luka
7. Bagian atau isi dari visum et
C. Kimia
6. Mekanisme kekerasan :
A. TumpulB. Tajam
II. Kekerasan dan Perlukaan
1. Definisi Traumatologi
2. Definisi kekerasan
3. Definisi perlukaan/luka
4. Klasifikasi kekerasan (Trauma)
5. Mekanisme kekerasan :
A. Mekanik,
B. Fisika,
C. Kimia
6. Mekanisme kekerasan :
A. TumpulB. Tajam
III. Deskripsi luka dan derajad kualifikasi luka (Derajad luka)
beserta Umur Luka
• 1. Definisi Deskripsi luka
• 2. Definisi derajad kualifikasi luka (Derajad luka)
• 3. Landasan hukum derajad kualifikasi luka (Derajad luka)
• 4. Klasifikasi Derajad kualifikasi luka (derajad luka)
• 5. Tata cara membuat deskripsi luka
• 6. Umur Luka berdasarkan proses penyembuhan luka
IV. Penganiayaan
1. Definisi Penganiayaan
2. Landasan Hukum Penganiayaan
1. Definis Traumatologi
Ilmu yang mempelajari tentang luka dan cedera serta hubungan berbagai
kekerasan (rudapaksa), yang kelainannya terjadi pada tubuh karena adanya
diskontinuitas jaringan akibat kekerasan yang menimbulkan jejas

Sumber:
Dahlan S, 2004, Ilmu kedokteran forensik pedoman bagi dokter dan penegak hukum, Edisi ke-3, Badan Penerbit Universitas Diponegoro,
Semarang. 
2. Definisi kekerasan
Penggunaan kekuatan fisik dan kekuasaan, ancaman, atau tindakan terhadap diri sendiri,
perorangan, atau sekelompok orang (masyarakat) yang mengakibatkan atau kemungkinan besar
mengakibatkan memar atau trauma, kematian, kerugian psikologis, kelainan perkembangan,
atau perampasan hak.

Sumber:
Krug E, Dahlberg L, Mercy J & et al, 2002, World report on violence and health, Geneva, WHO. 
3. Definisi perlukaan/luka
Luka adalah suatu keadaan ke-tidak-sinambungan jaringan tubuh akibat
kekerasan.

Sumber:
Budiyanto A, Widiatmaka W, Sudiono S & et al, 1997, Ilmu kedokteran forensik, Bagian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
Jakarta. 
4. Klasifikasi Kekerasan c. Kekerasan Kimiawi
Berdasarkan Penyebabnya: • Asam
a. Kekerasan Mekanik • Basa
• Kekerasan oleh benda tajam • Intoksikasi
• Kekerasan oleh benda tumpul
• Tembakkan senjata Api
b. Kekerasan Fisik
• Suhu
• Listrik
• Petir
• Audiotorik
• Radiasi
Sumber:
Budiyanto A, Widiatmaka W, Sudiono S & et al, 1997, Ilmu kedokteran forensik, Bagian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
Jakarta. 
5. Mekanisme Kekerasan
a. Kekerasan Mekanik
Jenis kekerasan yang terjadi karena disebabkan oleh alat atau senjata/benda dengan
berbagai bentuk alami ataupun dibuat oleh manusia seperti benda tumpul (luka memar,luka
lecet, luka robek dan patah tulang), benda tajam (luka iris, luka tusuk dan luka bacok) dan
akibat senjata api (luka tembak masuk dan luar)

b. Kekerasan Fisik
c. Kekerasan Kimiawi

Sumber:
Budiyanto A, Widiatmaka W, Sudiono S & et al, 1997, Ilmu kedokteran forensik, Bagian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
Jakarta. 
6. Mekanisme Kekerasan Terjadinya Peristiwa
a) Trauma Tumpul Benturan Trauma
• Luka Memar :

Terkena permukaan tubuh


dengan permukaan tumpul
yang terbentur

Menimbulkan Luka memar

permukaan  kulit (kontinuitas jaringan


kulit) dalam keadaan utuh, tetapi terjadi
perdarahan pada jaringan di bawah kulit
/ kutis, pembuluh darah kapiler dan
vena yang pecah dan memasuki jaringan
ikat

Sumber:
1. Yudianto A, 2020, Buku kedokteran forensik, Scopindo Media Pustaka, Surabaya.
2. Parinduri A.G, 2020, Buku ajar kedokeran forensik dan medikolegal, UMSU Press, Sumatera.
• Luka Lecet • Luka Robek
Terjadinya Peristiwa Terjadinya Peristiwa
Benturan Trauma Benturan Trauma

Terkena permukaan tubuh Terkena permukaan tubuh


dengan permukaan tumpul dengan permukaan Tumpul
yang terbentur yang terbentur

Menimbulkan Luka Lecet Menimbulkan Luka terbuka

Terjadinya Kerusakan pada kulit sehingga tertarik dan


tegang hingga melampaui batas
superficial pada kulit, yang
elastisitasnya dan tekanan benda
dapat disertai adanya hingga ke dasar kulit (bahkan ke
perdarahan ringan otot)

Sumber:
1. Yudianto A, 2020, Buku kedokteran forensik, Scopindo Media Pustaka, Surabaya.
2. Parinduri A.G, 2020, Buku ajar kedokeran forensik dan medikolegal, UMSU Press, Sumatera.
b) Trauma tajam
• Luka Sayat/Iris : luka yang disebabkan oleh objek tajam, biasanya mencakup
seluruh luka akibat benda-benda seperti pisau,pedang,silet,kaca,kampak
tajam dll. dengan arah kekerasan kurang lebih sejajar dengan kulit, berbentuk
seperti garis dengan ukuran dalam luka lebih kecil dari panjang luka.

• Luka Tusuk: luka dengan kedalaman luka yang melebihi panjang luka akibat
alat yang berujung runcing dan bermata tajam atau bermata tumpul yang
terjadi dengan suatu tekanan tegak lurus atau serong pada permukaan tubuh.

Sumber:
1. Yudianto A, 2020, Buku kedokteran forensik, Scopindo Media Pustaka, Surabaya.
2. Parinduri A.G, 2020, Buku ajar kedokeran forensik dan medikolegal, UMSU Press, Sumatera.
3. Nirmalasari N, 2020, Forensik bicara tentang luka traumatologi, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. 
• Luka Bacok : Luka yang diakibatkan senjata taja, yang berat dan diayunkan
dengan tenaga akan menimbulkan luka mengaga. Berat senjata penting untuk
menilai kemampuannya memotong hingga tulang di bawah luka yang
dibuatnya. Contoh alat yang digunakan pada luka bacok, antara lain pedang,
clurit, kapak, sabit, baling-baling kapal, dan lain-lain.

Sumber:
1. Parinduri A.G, 2020, Buku ajar kedokeran forensik dan medikolegal, UMSU Press, Sumatera.
2. Nirmalasari N, 2020, Forensik bicara tentang luka traumatologi, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. 
III. Deskripsi luka dan derajad kualifikasi luka (Derajad luka)
beserta Umur Luka
1. Definisi Deskripsi luka
2. Definisi derajad kualifikasi luka (Derajad luka)
3. Landasan hukum derajad kualifikasi luka (Derajad luka)
4. Tata cara membuat deskripsi luka
6. Umur Luka berdasarkan proses penyembuhan luka
VII.TInjauan Pustaka
IV. PENGANIAYAAN
1. Definisi Penganiayaan
2. Landasan Hukum Penganiayaan
3. Anggota Di Dalam Rumah Tangga Menurut UU Penghapusan KDRT
4. Jenis-Jenis KDRT Menurut UU Penghapusan KDRT
5. Perlindungan Hukum Bagi Korban KDRT Menurut UU KDRT

Anda mungkin juga menyukai