Anda di halaman 1dari 21

PERBEDAAN DAN PERUBAHAN KURIKULUM 2006

MENJADI KURIKULUM 2013


DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS PADA MATA KULIAH TELAAH
KURIKULUM PAI

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 4

AZRUL SANI NIM 0301182147


INDAH KURNIAWATI NIM 0301183266
WINNA SHAKILLA NIM 0301182144
PAI-5/SEMESTER V

DOSEN PENGAMPU : Dr. NELIWATI, S.Ag, M.Pd

PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Swt. atas berkat dan rahmat-
Nya, sehingga makalah yang berjudul “Perbedaan dan Perubahan Kurikulum 2006
Menjadi Kurikulum 2013” ini dapat terselesaikan.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas pada mata kuliah telaah kurikulum
PAI. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada ibu Dr.Neliwati, S.Ag, M.Pd, selaku
dosen pengampu yang telah membimbing dan mendukung dalam penyelesaian makalah
ini. Dalam makalah ini akan dibahas lebih jauh mengenai analisis perbedaan kerangka
dasar kurikulum 2006 dan kurikulum 2013: hakikat, landasan, prinsip, dan struktur
kurikulum.
Mungkin makalah ini masih banyak memiliki kekurangan walaupun penulis
telah berusaha menyajikan yang terbaik bagi pembaca. Oleh karena itu, kritik dan saran
untuk menyempurnakan makalah ini dengan senang hati penulis terima. Mudah-
mudahan makalah ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca.

Medan, November 2020


Penulis,

Kelompok 4

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................1
BAB II PERBEDAAN DAN PERUBAHAN KURIKULUM 2006 MENJADI
KURIKULUM 2013 ...........................................................................................................2
A. Perbedaan Kerangka Dasar Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013.......................2
B. Perubahan Implementasi Untuk Semua Mata Pelajaran KTSP 2006 dan Kurikulum
2013..............................................................................................................................11
C. Perbedaan Antara KTSP 2006 dan Kurikulum 2013....................................................12
D. Analisis.........................................................................................................................13
BAB III PENUTUP.............................................................................................................15
A. Kesimpulan...................................................................................................................15
B. Saran.............................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................17

ii
BAB I
PENDAHULUAN

Sekolah merupakan bagian dari rancangan yang dibuat oleh pemeritah di bidang
pendidikan dengan landasan operasionalnya adalah kurikulum. Dari kurikulum inilah
tujuan dari pendidikan bangsa diharapkan dapat tersusun dengan sistematis untuk
mencapai tujuan bangsa dan negara Indonesia.
Kurikulum merupakan suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan
ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan secara sistemik atas
dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran
bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. 1
Kurikulum merupakan sebuah sistem yang sangat penting bagi keberhasilan pendidikan.
Tanpa adanya kurikulum yang sesuai dan tepat, maka akan sulit untuk mencapai tujuan
dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia, sudah
beberapa kali terjadi perubahan dari kurikulum sebelumnya, disebabkan adanya
perbaikan kurikulum yang bertujuan untuk menyesuaikan perkembangan dan kemajuan
zaman, agar mencapai hasil yang maksimal.
Secara umum, KTSP 2006 tidaklah jauh berbeda denga kurikulum sebelumnya,
yaitu KBK (kurikulum berbasis kompetensi), kurikulum KTSP tidak memaksakan siswa
dalam mengembangkan kompetensi, sehingga siswa berkesempatan ikut serta dalam
mengikuti pembelajaran. Perbedaan dan perubahan kurikulum terjadi seteleh
disahkannya kurikulum 2013 sebagai sistem perencanaan pendidikan nasional.
Kurikulum 2013 dianggap mampu mengembangkan kompetensi siwa kearah yang lebih
baik dan membantu siswa lebih berkembang.
Hal ini sangat menarik untuk menjadi bahan analisis dan diskusi kita, apakah
kurikulum KTSP lebih baik dari kurikulum 2013, atau justru adanya pengembangan
kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 ini akan melahirkan output yang sesuai
dengan tuntutan masyarakat saat ini dan yang akan datang. Terlebih lagi masih banyak
yang belum mengetahui dimana letak perbedaan dan perubahan dari kurikulum KTSP
menjadi kurikulum 2013. Oleh sebab itu, makalah ini akan membahas lebih jauh
mengenai perbedaan dan perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013.

1
Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, (Jakarta: Renika Cipta, 2004), h. 3.

1
BAB II
PERBEDAAN DAN PERUBAHAN KURIKULUM 2006 MENJADI
KURIKULUM 2013

A. Perbedaan Kerangka Dasar Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013


1. Hakikat Kurikulum 2006 (KTSP)
Istilah “kurikulum” berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir (pelari) dan curere
(tempat berpacu), dan pada awalnya digunakan dalam dunia olahraga pada jaman
Yunani Kuno.2 Dalam kosa kata Arab, istilah yang selalu digunakan untuk menyebutkan
kurikulum adalah manhaj (‫ ) َم ْنهَ ٌج‬yang berarti jalan yang terang atau jalan terang yang
harus dilalui oleh manusia pada berbagai bidang kehidupan. 3 Apabila hal ini dikaitkan
dengan pendidikan maka, manhaj atau kurikulum berarti jalan terang yang dilalui oleh
pendidik atau guru dengan peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan,
ketrampilan dan sikap hidup mereka.4
Menurut BSNP, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah
kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan
pendidikan.5 Hal yang sama juga disampaikan Masnur Muslich, yang menegaskan
bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan penyempurnaan dari
Kurikulum Berbasis Kompetensi yaitu kurikulum operasional yang disusun dan
dilaksanakan oleh masing–masing satuan pendidikan atau sekolah.6 BSNP juga
menyatakan bahwa KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan,
struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan
silabus.
Sesuai dengan definisi yang disampaikan oleh Badan Standar Nasional
Pendidikan (BSNP), bahwa yang dimaksud dengan KTSP adalah kurikulum operasional
yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri

2
Toto Ruhimat, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012), h. 2
3
Al Rasyidin, Falsafah Pendidikan Islam, (Medan: Citapustaka Media Perintis, 2019), h. 161
4
Omar M. Al-Thoumy al-Syaibany, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1979)
h. 478
5
Lampiran BSNP 2006 tentang Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, h. 5
6
Masnur Muslich, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Pembelajaran Berbasis Kompetensi
dan Kontekstual, (Jakarta: Bumi Aksara., 2008),Cet. 3, h. 17.

2
3

dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum
tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
KTSP merupakan kurikulum yang berorientasi pada pencapaian kompetensi.
Oleh sebab itu kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Berbasis
Kompetensi atau yang dikenal dengan KBK (kurikulum 2004). Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan lahir dari semangat otonomi daerah, dimana urusan pendidikan tidak
semuanya tanggung jawab pusat, tetapi sebagian menjadi tanggung jawab daerah. Oleh
sebab itu, dilihat dari model pengembangannya, KTSP merupakan salah satu model
kurikulum yang bersifat desentralistik.7
Berdasarkan uraian diatas, penulis meyimpulkan bahwa kurikulum tingkat
satuan pendidikan merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yang mana
pengembangan kurikulumnya sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah atau
daerah, karakteristik peserta didik dan tentu serta kebutuhan masyarakat setempat.

2. Hakikat Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang sarat dengan pendidikan karakter.
Mindset ini yang disadari sejak awal sebelum memahami teknis pelaksanaan Kurikulum
2013.8 Dalam Kurikulum 2013 yang berbasis kompetensi dan karakter ini, Peserta didik
perlu dilibatkan secara aktif, karena mereka adalah pusat dari kegiatan pembelajaran
serta pembentukan kompetensi dan karakter.9
Pada Kurikulum 2013 ini, menitik beratkan pada peningkatan mutu pendidikan
dengan menyeimbangkan hard skills dan soft skills melalui kemampuan sikap,
keterampilan, dan pengetahuan dalam rangka menghadapi tantangan global yang terus
berkembang.10 Inti dari kurikulum 2013 adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan
tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap dalam
menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum ini disusun untuk mengantisipasi masa
depan.11
7
Sarinah, Pengantar Kurikulum, (Yogyakarta: Deepublish, 2018), h. 146
8
Ina Magdalena, dkk. “Analisis Pebedaan Antara Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013 di
SDIT Gunung Jati Kota Tangerang”, Jurnal Halaqah Vol. 2 No. 1, 2020, h. 98.
9
E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2013), h. 103
10
M. Fadlillah, Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTs dan
SMA/MA, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2014), h.16
11
Nurul, Hakikat Kurikulum 2013, diakses dari http://nurulafidah23.blogspot.co.id/, pada 02
November 2020
4

Kurikulum ini bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan
yang mengarah pada pembentukan budi pekerti dan akhlak mulia peserta didik yang
utuh, terpadu dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan pada setiap satuan
pendidikan. Melalui implementasi Kurikulum 2013 yang berbasis kompetensi sekaligus
berbasis karakter, diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan
menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi
nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.12
Dengan demikian, dapat penulis simpulkan bahwa kurikulum 2013 adalah
kurikulum yang dikembangkan untuk meningkatkan dan menyeimbangkan soft skills
dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
secara seimbang dan berjalan secara integratif.

3. Landasan Kurikulum 2006 (KTSP)


Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun dalam rangka memenuhi amanat
yang tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
dan Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.13 Peraturan pemerintah yang kemudian mengatur persoalan ini yaitu
Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (SNP). Dalam PP ini disebutkan bahwa Standar Nasional Pendidikan yaitu
kriteria minimal tentang system pendidikan diseluruh wilayah hukum Negara Kesatuan
Republik Indonesia.14
Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan jenjang pendidikan dasar
dan menengah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun
2006 tentang Standar Isi, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun
2006 Tentang Standar Kompetensi, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23
Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan

12
E. Mulyasa, Op. Cit, h. 7
13
Masnur Muslich, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan; Dasar Pemahaman dan
Pengembangan Pedoman Pengelola Lembaga Pendidikan, Pengurus Sekolah, Kepala Sekolah, Komite
Sekolah, dewan Sekolah dan Guru, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2007), cet. I, h. 1.
14
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, Bab I, Pasal 1 ayat (1)
5

Nasional Nomor 22 dan 23, dan berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan
Standar Nasional Pendidikan (BSNP).15
Berikut ini adalah landasan penyusunan KTSP sesuai dengan panduan yang
disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).16
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan
3. Standar Isi (SI)
SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi
lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah
kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi
Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang
pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22
Tahun 2006.
4. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas
No. 23 Tahun 2006.

Dengan adanya landasan penyusunan KTSP berupa undang-undang, peraturan


pemerintah, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional menjadi landasan yang sangat
kuat dalam mengelola penyelenggaraan otonomi pendidikan di sekolah.

4. Landasan Kurikulum 2013


Menurut Permendikbud Nomor 36 Tahun 2018, Kurikulum 2013 dirancang
berdasarkan landasan filosofis, landasan sosiologis, landasan psikopedagogis, landasan
teoritis, dan landasan yuridis.17
a. Landasan filosofis

15
Masnur Muslich, Op. cit.
16
Lampiran BSNP 2006 tentang Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, h. 4
17
Permendikbud Nomor 36 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Permendikbud No. 59
Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMA/MA
h. 3-5
6

Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut. (1)


Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa
kini dan masa mendatang; (2) Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang
kreatif; (3) Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan
kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu; (4) Pendidikan untuk
membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu
dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial,
kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa
yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism).
b. Landasan Sosiologis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar adanya kebutuhan akan perubahan
rancangan dan proses pendidikan dalam rangka memenuhi dinamika kehidupan
masyarakat, bangsa, dan negara, sebagaimana termaktub dalam tujuan pendidikan
nasional.
c. Landasan Psikopedagogis
Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan perwujudan konsepsi
pendidikan yang bersumbu pada perkembangan peserta didik beserta konteks
kehidupannya sebagaimana dimaknai dalam konsepsi pedagogik transformatif.
d. Landasan Teoritis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar”
(standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-
based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar
nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi,
standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi
dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluasluasnya bagi peserta didik
dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan,
berketerampilan, dan bertindak.
e. Landasan Yuridis
Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah:
1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
7

2) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;


3) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan
4) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32
Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan.

5. Prinsip KTSP
Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), KTSP dikembangkan
sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah
koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama
Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar, dan provinsi untuk pendidikan menengah.
Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan
penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan
komite sekolah/madrasah. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan
disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi, dan berpedoman pada SI dan SKL serta
panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP.
KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:18
1) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik
dan lingkungannya
2) Beragam dan terpadu
3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan
5) Menyeluruh dan berkesinambungan
6) Belajar sepanjang hayat
7) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan KTSP di atas, pada praktek


pengajaran di dalam kelas sangat tergantung pada situasi dan kondisi peserta didik di

18
Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tanggal 23 Mei
2006 tentang Standar Isi, Bab II.
8

sekolah, sehingga setiap guru memiliki kebebasan untuk menentukan materi pelajaran
(standar kompetensi dan kompetensi dasar), indikator, metode, media, dan
ketercapaiannya. Selain itu, prinsip-prinsip tersebut menunjukkan bahwa kalau terjadi
perubahan kurikulum hendaknya terjadi perubahan secara menyeluruh termasuk materi,
metode, guru, sarana, dan hal-hal lain yang ada kaitannya dengan proses pembelajaran
sehingga dampak positif dari perubahan kurikulum akan dirasakan manfaatnya oleh
semua pihak.

6. Prinsip Kurikulum 2013


Prinsip – prinsip yang dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum ini
telah disebutkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A
tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013.19
a. Peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia.
b. Kebutuhan kompetensi masa depan.
c. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan
dan kemampuan peserta didik.
d. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan.
e. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional.
f. Tuntutan dunia kerja.
g. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
h. Agama.
i. Dinamika perkembangan global.
j. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.
k. Kondisi sosial masyarakat setempat.
l. Kesetaraan gender.
m. Karakteristik satuan pendidikan.

7. Struktur Kurikulum 2006 (KTSP)

Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 A Tahun 2013 tentang
19

Implementasi Kurikulum 2013.


9

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengemukakan bahwa Struktur


dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam SI
meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut.
(1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
(2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
(3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
(4) Kelompok mata pelajaran estetika
(5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan Kelompok mata
pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pembelajaran
sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 Pasal 7.
Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan
kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di
samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi
kurikulum.20

8. Struktur Kurikulum 2013


Struktur Kurikulum 2013 sebagaimana dimaksud dalam Permendikbud Nomor
59 tahun 2014 Pasal 1 ayat (2) huruf b merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti,
Kompetensi Dasar, muatan pembelajaran, mata pelajaran, dan beban belajar.21
Struktur Kurikulum 2013 untuk mata pelajaran dan alokasi waktu akan
diuraikan sebagai berikut.
a. Untuk SD, Holistik berbasis Sains (alam, sosial, dan budaya. Jumlah mata pelajaran
dari 10 jam menjadi 6 jam. Jumlah Jam pelajaran berubah menjadi 4 jam/minggu
akibat dari perubahan pendekatan pembelajaran.
b. Untuk SMP, TIK menjadi Media semua mata pelajaran. Pengembangan diri
terintegrasi pada setiap mata pelajaran dan ekstrakurikuler. Jumlah mata pelajaran
berubah dari 12 menjadi 10. Jumlah jam bertambah 6 jam/minggu akibat dari
perubahan pendekatan pembelajaran.

20
Salinan PDF Lampiran BSNP 2006 tentang Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
21
Salinan PDF Lampiran Permendikbud No. 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMA/MA
10

c. Untuk SMA, Perubahan sistem: ada mata pelajaran wajib dan ada mata pelajaran
pilihan. Terjadi pengurangan mata pelajaran yang harus diikuti siswa. Jumlah jam
bertambah 1 jam/minggu akibat dari perubahan pendekatan.
d. Untuk SMK, Penambahan jenis keahlian berdasarkan spektrum kebutuhan (6
program keahlian, 40 bidang keahlian, dan 121 kompetesi keahlian). Pengurangan
adaptif dan normatif, penambahan produktif. Produktif disesuaikan dengan
perkembangan di Industri.

Dalam kurikulum 2013, struktur kurikulum dijelaskan sebagai gambaran


konseptualisasi konten kurikulum berbentuk mata pelajaran, posisi mata pelajaran
dalam kurikulum, distribusi mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar
untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa. Struktur
kurikulum juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem
belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Sedangkan
dalam KTSP, struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang
harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan
kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam
kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang
tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi
lulusan.22

B. Perubahan Implementasi Untuk Semua Mata Pelajaran KTSP 2006 dan


Kurikulum 2013
1. KTSP 2006
a. Materi disusun untuk memberi pengetahuan untuk siswa.
b. Pendekatan pembelajaran adalah siswa diberitahu tentang materi yang harus dihafal
(siswa diberitahu).
c. Penilaian pada pengetahuan melalui ulangan dan ujian.

22
Herman Zaini, “Karakteristik Kurikulum 2013 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP)”, Jurnal Idaroh Vol. 1, No. 1, 2015, h. 29
11

2. Kurikulum 2013
a. Materi disusun seimbang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.
b. Pendekatan pembelajaran berdasarkan pengamatan, pertanyaan, hasilnya melalui
pemanfaatan berbagai sumber belajar (siswa mencari tahu).
c. Penilaiaian otentik pada aspek kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan
berdasarkan fortofolio.

Pada kurikulum 2013, terdapat beberapa elemen perubahan, antara lain Elemen
Perubahan Kompetensi kelulusan, elemen Perubahan pada Kedudukan mata pelajaran
(isi), Pendekatan (isi), struktur Kurikulum (Mata Pelajaran dan alokasi waktu) isi,
Proses pembelajaran, Penilaian hasil Belajar, dan Ekstra kurikuler.
Pada Kompetensi lulusan, terjadi peningkatan dan keseimbangan soft skills dan
hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
(mulai dari SD, SMP, SMA, dan SMK). Pada Kedudukan Mata Pelajaran (Isi),
Kompetensi yang semula diturunkan dari mata pelajaran berubah menjadi mata
pelajaran yang dikembangkan melalui Kompetensi. Pada Pendekatan, Kompetensi
dikembangkan melalui:
1) Untuk SD dikembangkan melalui Tematik terpadu dalam semua mata pelajaran.
2) Untuk SMP dikembangkan melalui mata pelajaran.
3) Untuk SMA dikembangkan melalui mata pelajaran.
4) Untuk SMK dikembangkan melalui vokasinal.23

C. Perbedaan Antara KTSP 2006 dan Kurikulum 2013


1. KTSP 2006
a. Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu. Untuk semua jenjang.
b. Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi sendiri. Untuk
semua jenjang.
c. Bahasa Indonesia sejajar dengan Mapel lain. Untuk jenjang SD.
d. Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang berbeda. Untuk semua
jenjang.
23
Lukmanul Hakim, “Analisis Perbedaan Antara Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013”, Jurnal
Ilmiah Didakta Vol. 17, No. 2, 2017, h. 283-285
12

e. Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan dengan terpisah (separated


curriculum). Untuk jenjang SD.
f. Tematik untuk kelas I-III (belum integrated). Ini khusus untuk jenjang SD.
g. TIK adalah mata pelajaran tersendiri. Ini khusus untuk jenjang SMP.
h. Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan. Untuk jenjang SMP/SMA/SMK.
i. Untuk SMA ada penjurusan sejak kelas XI. Untuk jenjang SMA.
j. SMA dan SMK tanpa kesamaan kompetensi. Untuk SMA dan SMK.
k. Penjurusan di SMK sangat detil (sampai keahlian). Untuk SMK.24

2. Kurikulum 2013
a. Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi. Untuk semua jenjang.
b. Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi
yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas. Untuk semua jenjang.
c. Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain (sikap keterampilan berbahasa).
Untuk jenjang SD.
d. Semua mata pelajaran diajarkan terkait dan terpadu dengan pendekatan yang
sama (saintifik) melalui mengamati, menanya, mencoba, dan menalar. Untuk
semua jenjang.
e. Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama
lain (cross curriculum atau integrated curriculum). Untuk jenjang SD.
f. Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan konten penggerak mata
pelajaran lainnya. Untuk jenjang SD.
g. Tematik untuk kelas I-VI. Untuk jenjang SD.
h. TIK merupakan sarana pembelajaran. Untuk Jenjang SMP.
i. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge. Untuk
jenjang SMP/SMA/SMK.
j. Tidak ada penjurusan di SMA. Ada mata pelajaran wajib, peminatan, antar
minat, dan pendalaman minat. Untuk SMA dan SMK.
k. SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar
pengetahuan, keterampilan dan sikap.Untuk SMA dan SMK.

24
Ibid, h. 288
13

l. Penjurusan di SMK tidak terlalu detil (sampai bidang studi), di dalamnya


terdapat pengelompokan pembelajaran dan pendalaman, Untuk jenjang SMA
dan SMK.25

Perbedaan pokok antara Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau


kurikulum tingkat satuan pendidikan (Kurikulum 2006) yang selama ini diterapkan
dengan Kurikulum 2013 yang dijalankan secara terbatas mulai Juli 2013 yaitu berkaitan
dengan perencanaan pembelajaran. Dalam KTSP, kegiatan pengembangan silabus
merupakan kewenangan satuan pendidikan, namun dalam Kurikulum 2013 kegiatan
pengembangan silabus beralih menjadi kewenangan pemerintah, kecuali untuk mata
pelajaran tertentu yang secara khusus dikembangkan di satuan pendidikan yang
bersangkutan. Meskipun silabus sudah dikembangkan oleh pemerintah pusat, namun
guru tetap dituntut untuk dapat memahami seluruh pesan dan makna yang terkandung
dalam silabus, terutama untuk kepentingan operasionalisasi pembelajaran. Oleh karena
itu, kajian silabus tampak menjadi penting, baik dilakukan secara mandiri maupun
kelompok sehingga diharapkan para guru dapat memperoleh perspektif yang lebih
tajam, utuh dan komprehensif dalam memahami seluruh isi silabus yang telah disiapkan
tersebut.26

D. Analisis
Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa kurikulum 2013 lebih
menekankan pada penyeimbangan antara aspek kognitif (intelektual), psikomotorik
(gerak), dan afektif (sikap). Berbeda dengan KTSP 2006 yang pada tahap
implementasinya lebih fokus pada aspek kognitifnya.
Pada KTSP, proses pembelajaran yang lebih dominan dimulai dari aspek
kognitif, psikomotorik, dan afektif. Sedangkan pada kurikulum 2013, dalam proses
pembelajarannya yang lebih dominan adalah afektif, psikomotorik, baru kemudian
kognitif. Artinya, siswa dalam proses belajar lebih menonjolkan afektif dan
psikomotoriknya.
Perubahan yang signifikan terjadi pada pendekatan pembelajaran yang
dilakukan, dimana pada KTSP 2006 guru merupakan sumber pembelajaran. Namun
Ibid, h. 289.
25

Ina Magdalena, dkk. Analisis Pebedaan Antara Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013 di
26

SDIT Gunung Jati Kota Tangerang, Op.Cit. h. 101


14

pada kurikulum 2013, sumber belajar adalah siswa dan lingkungannya. Selain itu terjadi
perubahan pada standar penilaian. Pada KTSP 2006 penilaian yang dilakukan
cenderung menggunakan penilaian akhir tanpa ada penilaian pada proses pembelajaran.
Namun pada kurikulum 2013, penilaian pada proses pembelajaran juga turut
dimasukkan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut:
1. Kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan penyempurnaan dari kurikulum
sebelumnya yang mana pengembangan kurikulumnya sesuai dengan satuan
pendidikan, potensi sekolah atau daerah, karakteristik peserta didik dan tentu serta
kebutuhan masyarakat setempat. Sedangkan Kurikulum 2013 adalah kurikulum
yang dikembangkan untuk meningkatkan dan menyeimbangkan soft skills dan hard
skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan secara
seimbang dan berjalan secara integratif.
2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, landasan utamanya adalah diberlakukannya
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
sebagai penjabaran lebih lanjut dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sedangkan, Kurikulum 2013 landasan
utamanya adalah diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013
tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan.
3. Dalam penyusunan dan pengembangannya, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
didasarkan pada tujuh prinsip, sebagaimana yang tertera dalam pembahasan
makalah ini. Sedangkan pada Kurikulum 2013, prinsip-prinsip yang dijadikan
pedoman dalam pengembangan kurikulum ini terdiri atas tiga belas prinsip seperti
yang telah tertera dalam pembahasan makalah ini.
4. Struktur kurikulum muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan
dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan
pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri
termasuk ke dalam isi kurikulum. Sedangkan dalam kurikulum 2013, struktur
kurikulum dijelaskan sebagai gambaran konseptualisasi konten kurikulum
berbentuk mata pelajaran, posisi mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi mata
pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban
belajar per minggu untuk setiap siswa.

15
16

5. Pada KTSP, proses pembelajaran yang lebih dominan dimulai dari aspek kognitif,
psikomotorik, dan afektif. Sedangkan pada kurikulum 2013, dalam proses
pembelajarannya yang lebih dominan adalah afektif, psikomotorik, baru kemudian
kognitif. Artinya, siswa dalam proses belajar lebih menonjolkan afektif dan
psikomotoriknya.

B. Saran
Dalam penyusunan makalah yang sangat sederhana ini, tentunya banyak
kekurangan dan kekeliruan, dan yang menjadi sorotan adalah bagaimana
makalah ini dapat disusun setidaknya mendekati kata sempurna dan dapat
mencakup substansi materi yang ingin disampaikan sehingga tujuan
pembelajaran dapat terpenuhi. Dalam kesempatan ini, kami selaku penyusun
tentunya sangat mengharapkan segala saran, kritik dan pengayaan yang bersifat
membangun dan dapat dijadikan landasan pijakan dari teori yang akan kami
tambahkan demi kesempurnaan penyusunan yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA

Al Rasyidin. 2019. Falsafah Pendidikan Islam. Medan: Citapustaka Media Perintis.

Al-Syaibany, Omar M. Al-Thoumy. 1979. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan

Bintang.

Badan Standar Nasional Pendidikan 2006 tentang Panduan Penyusunan Kurikulum

Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dakir. 2004. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Rineka Cipta.

Fadlillah, M. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran SD/MI,

SMP/MTs dan SMA/MA. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Hakim, Lukmanul, 2017. Analisis Perbedaan Antara Kurikulum KTSP dan Kurikulum

2013. Jurnal Ilmiah Didakta. 17(2): 283-285.

Magdalena, Ina, dkk. 2020. Analisis Pebedaan Antara Kurikulum KTSP dan Kurikulum

2013 di SD IT Gunung Jati Kota Tangerang. Jurnal Halaqah. 2(1): 98.

Muslich, Masnur. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan; Dasar Pemahaman dan

Pengembangan Pedoman Pengelola Lembaga Pendidikan, Pengurus Sekolah,

Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dewan Sekolah dan Guru. Jakarta: PT. Bumi

Aksara.

_________ 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Pembelajaran Berbasis

Kompetensi dan Kontekstual. Cet.III. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyasa, E. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, Cet. III.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurul. 2016. Hakikat Kurikulum 2013. Diakses dari

http://nurulafidah23.blogspot.co.id/, pada 01 November 2020

Ruhimat, Toto. 2012. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

17
18

Sarinah. 2018. Pengantar Kurikulum. Yogyakarta: Deepublish.

Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMA/MA

Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013.

Permendikbud Nomor 36 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Permendikbud

No. 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMA/MA

Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tanggal 23 Mei 2006 tentang Standar Isi, Bab II.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan, Bab I, Pasal 1 ayat (1)

Zaini, Herman. 2015. Karakteristik Kurikulum 2013 dan Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP). Jurnal Idaroh. 1(1): 29.